Friday, February 2, 2018

Ini Dia Cara Sehat Makan Mie: Buat Mie Sehat Lima Menit dengan Re-Noodle Noodle Maker



 
Ibu Jenny Widjaja, Presdir PT Readboy Indonesia [Foto: Dok Pri]
Pagi-pagi sekali, tak seperti biasa, Si Sulung, Cheo, bangun lebih awal. Biasanya dia bangun pukul enam pagi saat istri saya beres-beres menyiapkan baju dan peralatan sekolahnya. Sementara saya,  sibuk ngoprek-ngoprek dapur menyiapkan makanan untuk sarapan mereka. Dunia saya dan istri seperti dunia terbalik.  

Si Sulung setengah berteriak memanggil istri saya, “Ibuuu… Ibuuu… Ibuuu….” Panggilan tiga kali Si Sulung tak terdengar oleh istri. Di panggil lagi oleh Si Sulung, “Ibuuuuu… Cheo laper nih,” ucapnya. Saya  yang mendengar lantas menjawab, “Cheo, bapak sudah buatin orak-arik telur susu, keju, dan brokoli. Kalau Cheo mau makan, itu sudah bapak siapkan di atas meja”, kata saya.

Entah kenapa, tiba-tiba Si Sulung  berteriak cukup kencang sambil ngomong, “Bapaaak.. Cheo ga mau telor yang diancur-ancurin, Cheo mau makan yang lain,” terangnya. Lhaa… saya kaget. Ini anak tidak biasanya minta sarapan yang macam-macam.  Saya tanya Si Sulung, “Cheo mau makan yang lain itu apa?” terang saya.

Kembali Si Sulung menjawab, “Cheo mau bapak buatin mie,” pintanya. Makin  kaget saya. Lhaa minta buatin mie dadakan. Ini mesti saya jelaskan ke dia. Saya bilang saja, “Kalau bapak buat mie sekarang, Cheo bakalan terlambat masuk sekolah hanya gara-gara nungguin bapak buat mie. Buat mie itu lama nak. Bapak perlu waktu setidaknya dua jam. Apa Cheo mau terlambat sekolah? Terus, bapak juga harus buat adonan, digepengin, baru dicetak. Kebayang, kan nak repotnya buat mie?

Eeh, ini anak sepertinya tak kehabisan akal, malah bilang, “Bapak kan bisa beli mie udah jadi di pasar?” bawelnya keluar. Duuh, saya mesti mutar otak jelaskan lagi bahwa mie di pasar itu kita tidak tahu kandungannya apa saja. Warnanya juga dari pewarna apa, terus ada minyak-minyaknya juga yang kita tidak tahu itu minyak apa. "Lebih baik Cheo makan aja sarapan yang sudah bapak buat ya. Besok bapak buatin mie yang enak untuk Cheo".

Yaaah… sembari selesaikan pekerjaan  yang lain, saya mikir lagi… Ini kalau saya buat mie, mau nyetaknya bagaimana pake apa? Kalau digepengin sih mungkin masih bisa sama botol bekas sirup. Apa iya, saya pakai gunting, digunting kecil-kecil sebelumnya guntingnya dilumuri terigu? Haduuh duuuh duuh… mikir juga saya jadinya. Tidak tahu saya, mie sebesar apa yang akan dihasilkan dari adonan mie yang digunting-gunting itu. Dalam hati ngakak-ngakak sendiri.

Adaaaa ajaaa… Mie oh mie… pagi-pagi tragedi mie. Ya, itulah kenyataan, setangkai cerita keluarga saya, gegara  Si Sulung minta mie, hingga saat ini masih geli kalau saya ingat-ingati. Yah, lupakan sejenak ya.

Mie memang disukai siapa saja, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Kalau dilihat dari proses pembuatannya, mie sebagai makanan pokok di beberapa negara yang dibuat dari adonan tanpa ragi dan dapat memanjang atau direnggangkan, digulung, juga dipotong-potong  menjadi beragam bentuk. Tetapi bentuk umumnya pipih dan panjang. Ada juga yang memang dibuat bentuk lain seperti bentuk gelombang, tabung, kerang, atau dilipat.


Mie sehat pink dari pewarna buah naga (atas) dan mie sehat hijau dari daun selada [Foto: Dok Pri]

Biasanya, mie kita masak dengan air mendidih, ditambah garam dan minyak goreng agar tidak lengket. Pengolahannya pun bisa direbus dengan memakai bumbu racik atau digoreng. Ada juga mie yang dimasak dengan menggunakan saus tertentu atau dibuat sup.

Nah, mie juga bisa didinginkan untuk dibuat makanan di hari berikutnya, tetapi ini untuk mie jangka pendek saja. Bahkan dikeringkan untuk pemakaian jangka panjang.

Komposisi bahan atau asal geokultural mie perlu kita tahu juga. Ternyata, kata “noodle” itu berasal dari bahasa Jerman, yaitu “nudel”. Mie sendiri sudah sangat terkenal dari negeri tirai bambu (China). Hal ini tercatat dalam satu buku di masa periode Han pada 206 SM -220 M. Mienya dibuat dari adonan gandum yang memang sudah menjadi makanan pokok penduduk di zaman Dinasti Han tersebut. (206 SM-220 M).

Dalam salah satu artikel ‘Nature’, mengklaim bahwa konsumsi mie tertua ada pada 4.000 tahun lalu di China. Pada 2005, tim Arkeolog menemukan mangkuk gerabah yang berisi mie berumur 4.000 tahun di situs arkeologi Lajia. Mie itu dikatakan mirip lamian. Yaitu semacam mie China yang dibuat secara berulang-ulang dengan menarik-narik menggunakan tangan sampai meregang dan panjang.

Nah, kalau di Jepang, mie atau udon sebagai hasil adaptasi dari resep-resep negeri tirai bambu oleh salah seorang biksu Buddha di abad ke-9. Misalnya mie Reshteh yang dimakan dan dibuat oleh orang Persia di abad ke-13.

Lantas, inovasi mie terus berlanjut, seperti mie yang terbuat dari soba (naengmyeon). Mie ini dibuat ketika Dinasti Joseon di Korea memerintah (1329-1897). Mie Ramen yang berdasarkan mie China pun populer sejak tahun 1900 di Jepang hingga sekarang.

Sementara, mie instan yang ada di Jepang ditemukan oleh Momofuku Ando juga dijual pada 1958. Menurut Ando, satu ikat mie segar lebih digemari. Sementara, mie kering dibuat untuk bahan makanan jangka panjang.

Ternyata, kalau kita perhatikan  secara saksama, proses pembuatan mie zaman dahulu lebih sulit. Mesti digebuk-gebuk, dipukul-pukul, bahkan dibanting-banting, dan ditarik-tarik hingga meregang panjang. Akan tetapi kini, buat mie cukup lima menit. Mie yang dibuat pun mie sehat tanpa pengawet dan bahan pewarna buatan melalui mesin pembuat mie bernama Re-Noodle Noodle Maker.

Mesin pembuat mie ini dapat mengaduk, mencampur, dan mencetak mie sesuai selera kita dengan delapan cetakan  yang tersedia. Bahkan mie yang dibuat bisa panjang hingga delapan meter tanpa putus.
 
Mie sehat yan dibuat dari mesin pembuat mie (Re-Noodle) dengan bahan pewarna alami dari buah dan sayur yang bisa mencapai panjang 8 meter tanpa putus [Foto: Dok Pri]
Saya, sebagai bapak yang memang suka masak, cocok banget dengan mesin pembuat mie ini. Bagaimana tidak? Beratnya hanya 7.5 kg dengan dimensi panjang 455mm x lebar 285 mm x tinggi 397 mm berbahan metal dan plastik food grade yang aman untuk bahan-bahan makanan. Listriknya pun tidak boros, sangat hemat.

Mesin pembuat mie sehat Re-Noodle Noodle Maker Tipe RN88 [Foto: Dok Pri]

Untuk Anda atau keluarga Anda pencinta mie, mesin pembuat mie sehat ini menjadi barang yang wajib dimiliki. Begitu simpel dan mudah dioperasikan untuk penggunaan rumah tangga. Selain mie yang dihasilkan sehat dan dibuat di rumah, juga murah, praktis, dan tentunya lezat hanya dalam waktu lima menit saja.

Nah, mesin pembuat mie dengan tipe atau model RN88 ini dilengkapi dengan fitur-fitur  yang fuzzy logic. Fuzzy logic ini sebagai fungsi otomatis mesin yang berhenti ketika adonan terigu sudah habis di dalam wadah. Jadi, kita tak perlu khawatir adonan lengket atau tersisa. Semua benar-benar bersih menjadi mie dari mesin pembuat mie sehat ini.

Apalagi, bahan-bahan pembuat mie tanpa pengawet. Kita membuat mie hanya bahan dasar saja, seperti tepung terigu, air, dan telur. Sementara, untuk warnanya bisa dipakai dari warna-warna sayuran dan buah. Warna hijau mie berasal dari sayuran--yang dipakai ketika saya mengikuti cooking demo di Readboy RBSHOP ini--menggunakan selada organik yang memang ditanam sendiri oleh pemilik RBSHOP, Ibu Jenny Widjaja.

Ibu Jenny Widjaja dalam keterangannya untuk teman-teman Blogger [Foto: Dok Pri]

Sementara, warna merah atau pink, kita dapat menggunakan buah naga. Warna hitam, juga bisa dipakai charcoal khusus makanan. Sementara itu, warna oranye bisa  berasal dari wortel. Jadi, semua mie yang dihasilkan benar-benar mie sehat.

Kalau kita ingin membuat 600 gram saja dari tepung terigu, akan dihasilkan enam hingga tujuh porsi mie sehat. Relatif banyak jumlah porsinya. Dan mie sehat Re-Noodle mesin pembuat mie ini bisa jadi idola lho di rumah Anda. Terutama anak-anak kita yang sangat doyan mie.

Sebagai orang tua tentunya tidak perlu khawatir lagi akan kesehatan makanan anak-anaknya kalau mereka ingin mengonsumsi mie. Karena mie yang dihasilkan adalah mie buatan sendiri. Asyiknya lagi, bentuk-bentuknya pun bisa disesuaikan dengan selera kita, mengapa? Karena ada delapan macam cetakan. Ternyata, ada juga cetakan penne atau macaroni serta kulit pastel atau gyoza. Semakin asyik kan tentunya. Kita bisa leluasa bereksperimen dengan mesin pembuat mie ini melalui cetakan yang ada.

Oleh karena itu, tak perlu ragu ataupun khawatir tak bisa membuat mie. Anda tentu bisa, siapapun itu. Bahan-bahan berbahaya yang mungkin kalau beli mie jadi ada di dalam mie, dengan adanya alat ini kita bisa buat mie sehat tanpa air abu, pengental, pengawet, emulsifier, dan pewarna yang sangat mencolok (ngejreng).

Nah, itulah sebabnya saya lebih prepare membuat mie sendiri ketimbang beli. Ada keyakinan saya bahwa mie yang berada di pasar ketika proses pembuatannya ditambah bahan-bahan makanan berbahaya agar memperoleh warna, tekstur, dan ciri-ciri tertentu yang diingini.  

Enaknya lagi, mesin pembuat mie ini dilengkapi dengan buku resep, gratis timbangan digital, dan dua buah gelas ukur. Tenang, buku resepnya berbahasa Indonesia yang berisi 50 puluh resep mie lezat yang bisa Anda hidangkan untuk keluarga tercinta. Ada aneka mie yang dimasak secara Asia juga Barat (Asian and Western Noodle Cuisine), juga ada snack (makanan ringan).


Bagaimana dengan listriknya? Jangan takut, penggunaan listriknya pun sangat hemat. Untuk  sekali pakai mesin pembuat mie yang menghasilkan tujuh porsi mie cuma Rp46, jauh lebih hemat ketika kita menggunakan rice cooker saat menanak nasi. Juga paling hemat dibanding kita beli mie instan yang ada di pasaran. Harga per prosi mie dari Re-Noodle mesin pembuat mie tipe RN88 ini hanya Rp1.100. Sementara itu harga sebungkus mie instan yang beredar di pasaran mencapai Rp2.200 hingga Rp15.000. Masih mau pilih mie instan?

Kalau selama ini buat mie mesti ditaburi terigu biar tidak lengket. Nah, untuk mesin pembuat mie dari RBSHOP ini tidak perlu, mengapa? Karena mesin pembuat mie ReNoodle RN88 dilengkapi fitur Down Force. Dengan fitur ini, mie akan keluar dan turun dengan sendirinya dari cetakan ke bawah, satu sama lain tidak saling berlekatan. Wadah-wadah yang menjadi satu kesatuan di mesin pembuat mie ini sangat mudah dibersihkan. Jadi, jangan takut untuk dicuci hingga ke bagian atau sudut-sudut terkecil.

Nah, dari Cooking Demo Chef Adrian dan Chef Dwi di RBSHOP Sentra Bisnis Boulevard Artha Gading Blok A7D No. 17 Jakarta Utara hari ini, Jumat (2 Februari 2018) untuk mesin pembuat mie bersama teman-teman blogger, membuat tiga jenis mie dengan warna berbeda-beda.

Mie halus hijau dengan pewarna daun selada, mie pink pewarna buah naga, dan mie hitam pewarna charcoal. Mie-mie ini diolah oleh para chef dengan beragam rasa. Mulai dari Mie Goreng, Mie Tom Yum, Black Pasta Carbonara, hinggaRed Noodle Flying Noodle.


Hasil olahan mie sehat dengan mesin pembuat mie. Black Pasta Carbonara (atas) dan Spaghetti Aglio Olio (bawah) [Foto: Dok Pri]

Teman-teman blogger antusias dengan mesin pembuat mie ini karena simpel, mudah dijalankan, mie yang dihasilkan beragam, sehat, dan tentunya lezat. RBSHOP mampu memberikan nilai-nilai kearifan untuk kesehatan umat manusia melalu pengolahan ragam sayur dan makanan menjadi makanan sehat dan bernilai gizi tinggi.

Ketika saya mencicipi Mie Gorengnya, enak banget meski sudah relatif lama di suhu kamar. Tetapi, cita rasanya tidak ada yang berubah. Begitu pula dengan Mie Tom Yum-nya. Mie Tom Yum ini memberikan cita rasa sendiri dari olahan tangan Chef-Chef andal RBSHOP.

Dari tangan-tangan terampil Chef RBSHOP  melalui mesin pembuat mie ini lahir beragam resep mie sehat yang bisa dikonsumsi siapa saja dan kapan saja, seperti Aneka Bakmie, Aneka Mie Goreng, Mie Udon Tempura, Penne Kung Pao, Mie Schotel, Gyoza, Spaghetti Bolognaise, Mie Kocok Bandung, Mie Tom Yum, Siomay, Flying Noodle, Black Pasta Carbonara, dan lain-lain.

Dari mesin pembuat mie ini juga lahir bentuk-bentuk cantik mie sehat yang menggugah selera, dengan cetakan mie berupa mie halus, mie standar, mie tipis, mie besar 1 & 2, Penne atau Macaroni, mie lebar 1 & 2, kulit pastel atau gyoza, kulit pangsit tipis, dan sebagainya.

Ibu Jenny Widjaja menjelaskan pentingnya makanan sehat [Foto: Dok Pri]

“Dari mesin pembuat mie ini, kami menghasilkan mie-mie sehat untuk keluarga. Mie yang dibuat bervariasi dan mencapai panjang hingga delapan meter tanpa putus. Pewarnanya, seperti warna hijau diambil dari selada yang ditanam sendiri secara hidroponik,” urai dan tutup Ibu Jenny Widjaja President Director PT Readboy Indonesia.

Mesin pembuat mie ini memang diperuntukkan bagi ibu rumah tangga, wanita karier, pemerhati kuliner, penyuka masakan, juga pencinta mie. Dibuat dalam skala rumah tangga untuk memenuhi beberapa porsi makan mie saja. Bisa jadi ke depannya, PT Readboy Indonesia dapat mengembangkannya untuk skala industri yang lebih besar lagi dengan teknologi semakin modern dan canggih.

Untuk Anda yang ingin dan penasaran dengan produk dari Readboy RBSHOP dapat menuju websitenya di www.rbshop.id. Atau melalu call center (021) 296 36296 atau 453 5578


PT Readboy Indonesia (Distributor Resmi)

Sentral Bisnis Artha Gading Blok A7D No. 17

Jalan Boulevard Artha Gading, Kelapa Gading Barat

Jakarta Utara 14240, Indonesia (Showroom & Cooking Class)


Atau bisa lihat akun media sosialnya
Youtube: readboy shop
Facebook: readboyshop
Instagram: readboyshop
Twitter: readboyshop
Bisa juga melalui email di info@readboy.id

Ini keseruan Blogger Team bersama RBSHOP saat Cooking Class langsung di RBSHOP. Video keseruan Blogger Team dapat langsung diklik di bawah ini. Makanan sehat yang diproduksi melalui mesin-mesin canggih ini membuat saya semakin jatuh cinta untuk menerapkan pola hidup sehat berkelanjutan. Di RBSHOP ini, saya temukan sehat yang sesungguhnya. 

 






15 comments:

zata said...

whoaa keren bangett, gw pecinta mie soalnya. jadi pengen punya deh ih...

Punto said...

mupeng nih sama mesin pembuat mie-nya, sekali pencet langsung jadi.. hahaha

April Hamsa said...

Anak2ku suka banget makan mie. Kalau punya alat ini kyknya seneng ya bisa bikin mie sehat buat anak2 TFS

Elva Susanti said...

Kalau punya mesin ini bisa makan mie terus nih tiap hari

Jun Joe Winanto said...

Mba @Zatta: Hahaha...sama, mie itu memang enak. Enak lagi kalo dibuat dari mesin mie ini Re-Noodle, cepet, sehat, higienis, dan gak putus mienya. Terlebih lagi bergizi bebas pengawet.

Mas @Punto: Mupeng yaa... sama. Makanya, sekali pencet langsung jadinya itu buat saya kagum dan asyik banget kalo punya itu mesin. Buat mie sehat tiap hari.

Mba @April: Waah... anak-anak mana yang ga suka mie mba... Anak saya bisa nambah dua mangkok kalo saya buat sendiri itu mie kari. hahahah

Mba @Elva: HAhahah... bener mbaa... sehat kok mienya. Ga make pengawet2an. Aman jadinya.

Sadewi said...

Mie makanan favorit aku, dimana-mana pasti carinya mie. Kalau punya Re-Noodle aku pasti bisa bikin mie sendiri yang lebih sehat tentunya.

lita chan lai said...

adek gw sering bikin mie ayam sendiri. tapi mienya beli di pasar. ntar gw suruh beli alat ini, biar bisa bikin mie sendiri. kalau bikin sendiri kan jelas menjaga kesehatan.

Liswanti Pertiwi said...

Jadi yang pink itu dari buah naga ya. Oasti enak banget.

Dennise Sihombing said...

Cek... cek.. cek.. .canggih banget. Mesin dambaan ibu RT ya. Selama ini kalau mau makan mie ya beli yang instant. Tentunya dengan resiko pengawet di dalamnya. Btw minimal pembuatan mie itu utk berapa gram / jadi berapa porsi ya? Berapa harganya?

Monica Anggen said...

Lengkap banget infonya euy, aku jadi makin ngiler punya mesin Re-Noodle ini. Kebayang gampangnya bikin mie sendiri di rumah. Kita patungan ta, Mas, belinya, tapi Mas Jun yang bikinin mienya... hahaha

Agung Han said...

Semakin variatif mie masa kini

Selamet Hariadi said...

Wah... kelas nih alatnya! bisa lebh mudah bikin mie yangsehat buatan sendiri ya...

Gita Siwi said...

Nggak perlu ribet buat mie. Asli suka banget liat cara buatnya. Gampil bingit!

Ya Yat said...

yawlaaaa itu mie nya panjang amirrrrr... enak ya om kalo ada mesin pembuat mie gini... keluarga jadi pasti makan mie yang aman secara bikinan sendiri

Melysa Luthiasari said...

Mas juuunnnn mau dong dimasakin. Hahahha....wah kalo punya mesin re noodle enak ya, bisa bikin mie sendiri tanpa ada rasa khawatir.