Tuesday, July 17, 2018

Kenalan Sama Luno, Siapa Takut?!


Berkenalan dengan Luno [Foto: Dok Pri]
Ternyata, alat tukar juga mengalami perkembangan yang sangat signifikan mengikuti zaman. Kalau dulu, mungkin masih main yang namanya barter membarter barang, sekarang sudah sangat jauh berbeda. Kemajuan teknologi memberi pengaruh besar dalam pola pikir manusia untuk bagaimana segala sesuatunya dibuat mudah dan tidak menyulitkan.

Bisa jadi juga, kalau dulu bepergian bawa uang banyak, sekarang hanya dalam satu genggaman tangan saja uang ratusan juta bisa dibawa tanpa terasa berat. Memang, tak bisa dipungkiri, teknologi yang dikembangkan secara bijak akan sangat membantu kerja manusia. 

Di era sekarang, orang pastinya ga mau yang repot-repot, maunya simpel, mudah, bisa diakses di mana dan kapan saja, tanpa dibatasi ruang dan waktu hingga belahan dunia manapun. Apalagi menyangkut investasi dan keuangan. Banyak perusahaan-perusahaan keuangan yang memberikan kemudahan dalam bertransaksi  untuk aset digital, salah satunya LUNO.

LUNO menjadi perusahaan yang terpandang di bidang aset digital. Mengapa demikian? Ya, dengan keberadaannya yang ada di 40 negara berisi tim-tim hebat lebih dari ratusan orang, mampu mengembangkan produk dan layanan keamanan serta kemudahan untuk siapapun orang atau badan usaha dalam membeli, menyimpan, dan belajar mengenai aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Membawa visi yang sangat mendunia, yaitu ingin merevolusi keuangan dunia menjadi lebih baik.
Vijay Ayyar-Head of Countries at Luno [Foto: Dok Pri]
Nah, bicara LUNO itu tak lepas dari Bitcoin maupun Ethereum. Pas banget memang, seiring bergulirnya waktu, ketertarikan saya untuk mempelajari hal ini datang tanpa sengaja melalui undangan Praxis. Ada curiosity yang menggelitik saya untuk tahu LUNO dan apa yang dilakukannya terkait bitcoin dann Ethereum.

LUNO ini hadir karena melihat sistem keuangan yang ada saat ini masih menggunakan sistem keuangan non-digital alias konvensional. Padahal, zaman sudah sangat berkembang dan maju. Mau ngapain aja orang tinggal gesek, ga perlu antri panjang. 

LUNO perlahan-lahan ingin “menggeser” gaya hidup individu agar terlihat modern dan elegan tanpa embel-embel sombong atau sok up to date. Akan tetapi, memang menjadi semacam kebutuhan. Sama halnya ketika komunikasi terus berevolusi dengan penemuan teknologi baru, begitu juga dengan mata uang yang terdesentralisasi untuk dapat mengejar ketertinggalan secara signifikan.

Claristy-Operations/Growth Lead Luno dalam penjelasannya tentang Luno-Bitcoin/Ethereum [Foto: Dok Pri]
LUNO sebagai perusahaan pelopor agar mata uang tak lagi terdesentralisasi untuk dapat dinikmati orang banyak. Bagaimana perusahaan ini membuat sesuatu yang sulit menjadi lebih mudah, aman, cepat, bahkan yang sifatnya sangat pribadi tetapi tetap transparan, bisa juga beroperasi dann diprogram melalui akses terbuka untuk siapapun yang ingin melakukannya.

Sebagai perusahaan aset digital, boleh dibilang LUNO menjadi semacam magnet untuk orang-orang yang ingin memiliki, menyimpan, dan mempelajari aset digital seperti bitcoin dan Ethereum. Headquarter LUNO berada di London dengan regional office ada di Singapura dan Cape Town. Sementara itu, kantor cabangnya ada di Jakarta, Lagos, dan Kuala Lumpur. 

Dari beberapa sesi yang saya ikuti pada Kamis (12/07/2018) di GoWork Coworking Space, bilangan Jakarta Pusat beberapa lalu tentang LUNO dan Produknya, memang cukup menarik. Bagaimana LUNO ingin perlahan-lahan merevolusi sistem keuangan dunia menjadi lebih baik dengan caranya.

LUNO punya aplikasinya yang bisa kita download baik di Google Playstore (berbasis android) maupun di Apps Store (berbasis iOS).  Jangan khawatir untuk keamanan apps yang dimiliki Luno. Semua dilengkapi dengan sistem keamanan yang benar-benar terjaga, begitupun kemudahan dalam membeli, menyimpan, dan kita bisa belajar tentang Bitcoin dan Ethereum dengan tiga produk utamanya.
Luno- Aplikasi yang mempermudah transaksi bitcoin [Foto: Dok Pri]
Penasaran kan apa aja produk utama dari Luno ini? Saya aja pengen banget tahu. Ternyata produk utama Luno ini ada yang namanya Luno Wallet. Luno Wallet ini kita bisa melakukan pembayaran, juga menyimpan aset digital yang kita miliki.

Luno Exchange. Ini merupakan platform yang kita sendiri bisa melakukan perdagangan aset digital secara lebih profesional. Jadi, memang dikelola secara profesional. Jangan salah lho, ternyata API-nya terbuka banget yang memang dikhususkan untuk  investor berinstitusi dan integrasi merchant. Ini yang menjadi produk utama Luno dari Luno Enterprise.

Ditilik lebih jauh, dengan jumlah penduduk dunia yang semakin bertambah, bukan hal mustahil untuk Luno berkembang. Saat ini saja pelanggan globalnya sudah memasuki di angka 2 juta. Targetnya memang besar untuk tahun 2025, yaitu 1 miliar pengguna. Mungkin sudah hampir ¼ penduduk dunia ya. 

Pun Luno ini hadir tidak main-main, dalam dua tahun terakhir saja, pertumbuhannnya telah menapaki angka 20 kali pertumbuhan pendapatan. Artinya, Luno semakin banyak digemari dengan Bitcoin dan Ethereum yang mereka perdagangkan ke publik melalui aplikasinya. Jadi, untuk saya pribadi sih percaya bahwa Luno menjadi perusahaan sekaligus aplikasi digital asset Bitcoin dan Ethereum yang bisa dipercaya.


Claristy menjelaskan sedikit tentang bitcoin dan cara-caranya [Foto: Dok Pri]
Kepercayaan orang terhadap Luno itu dibuktikan dengan break event  alias balik modal perusahaan di tahun 2017 awal dan hingga kini profit perusahaan terus mengalir. Karena bagaimanapun juga, kepercayaan seseorang untuk meletakkan aset digitalnya dilihat pula salah satu indikatornya keberhasilan perusahaan dalam menerapkan teknologi aplikasi ke publik.

Kalau melihat perkembangannya jauh ke depan, ternyata Luno memang tidak main-main untuk menggarap pasar aset digital Bitcoin & Ethereum. Bayangkan saja, saat ini, konsumen Luno ada di 40 neegara di dunia yang tersebara di tiga benua, yaitu Eropa, Asia Tenggara, dan Afrika.

Meski perluasan ke Eropa baru dilakukan pada 2017, akan tetapi telah diperkirakan jumlah pelanggannya bisa menyamai jumlah pelanggan global di akhir tahun 2018. Hal ini didukung oleh sumber daya manusia yang ada. Ada sekitar 100 pekerja yang 40%-nya sendiri adalah wanita. 

Luno memiliki beberapa kantor, di antaranya London, Singapura, Cape Town, Kuala Lumpur, Lagos, dan tentunya Jakarta. Melihat fakta yang ada di Jakarta (Indonesia) tentang Luno, dari sisi bisnisnya ada saja setiap harinya pengguna baru dari 500—700 pengguna. Hal menarik lainnya, ternyata masyarakat Indonesia sendiri sekitar 15%  sebagai pengguna Luno.Hal ini jadi semacam animo tersendiri bahwa Luno secara perlahan-lahan bisa diterima masyarakat Indonesia. 
Indonesia mempelajari Bitcoin yang dipakai dalam investasi [Foto: Dok Pri]
Sementara itu, volume perdagangan (trading) hariannya mencapai 50-70 (BTC + ETH = Bitcoin & Ethereum)  dengan pertumbuhan volume trading BTC lima kali dari 2017 sedangkan pertumbuhan volume  trading ETH mencapai  100x dari 2017. Nah, rating aplikasi Luno di Indonesia sendiri ada di titik empat poin dua (4.2). Artinya, aplikasi Luno memang disukai dan bisa jadi dianggap mudah. Oya, dulu Luno ini namanya “BitX”, rebranding menjadi Luno pada Januari 2017. 

Nah, Luno ini identik dan memang fokus pada Bitcoin dan Ethereum. Kalau dengar tentang Bitcoin dan Ethereum, apa sih yang terpikir di benak kalian? Atau mungkin  ada yang sudah tahu dan pernah langsung berhubungan dengan Bitcoin + Ethereum? 

Yuhuu… kalau ada yang belum tahu, boleh nih saya berbagi sedikit informasi tentang hal ini. Bitcoin itu menjadi terobosan baru sebagai teknologi yang dipakai untuk simpan dan kirim uang. Layaknya internet sih, Bitcoin ga hanya dipegang oleh satu dua orang atau perusahaan, tapi siapa saja bisa memakainya jika punya perangkat yang terhubung internet.
Bitcoin membuat transaksi terasa mudah, murah, dan aman. Saat ini banyak orang yang pakai  dan memilih bitcoin karena dianggap sebagai aset pilihan. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai “emas digital”. 

Layaknya emas, ternyata para investor banyak lho yang melakukan perdagangan Bitcoin karena dianggap menjadi investasi pelindung yang aman. Layaknya internetlah. Kalau internet  bisa merevolusi seluruh informasi sedangkan Bitcoin merevolusinya untuk mata uang dan memastikan uang bisa diakses dengan mudah oleh orang-orang yang ada di penjuru dunia, kapan dan di mana saja mereka mau.


Luno dengan sebaran dan pendukungnya [Foto: Dok Pri]
Ternyata, Bitcoin ini semakin meningkat lebih dari 500% sejak awal 2017. Yes, aset digital memang dinilai dan dianggap menjadi aset terbaik yang ada di tahun sebelumnya. Ketertarikan orang dengan bitcoin tak lepas dari kemudahan berkirim uang ke mana saja hingga seluruh penjuru dunia. Belanja online dan offline. Nah, untuk hal ini ada berbagai merchant  di seluruh dunia yang melakukannya seperti Microsoft, Tesla, Shopify, dan Zynga. Bisa juga lho untuk investasi dan perdagangan. Kita ga perlu beli satu bitcoin, ternyata bisa beli dengan 10-8Bitcoin.  Mudah  banget, kan?!

Nah, kalau Ehtereum sendiri sebagai platform yang menggunakan smart contract. Jika ada smart contract dapat dibuat dan dijalankan. Blockchain Networking Ethereum dibangun melalui asas publik peer to peer. Jaringan yang memang punya aset digital sendiri, disebut Ether. Ini ditujukan sebagai komputer dunia. Untuk pengembang (developer) di seluruh penjuru dunia, bisa membangun dan menjalankan aplikasi yang terpusat di jaringan Blockchain Ethereum. 

Tujuan lainnya juga agar kehidupan sehari-hari jadi efisien gak pake ribet dan efektif dengan otomatisasi proses yang dipakai dan menghilangkan perantara untuk sistem yang digunakan. Jaringan Ethereum ternyata bisa dipakai dan diterapkan di sistem hukum, keuangan, hak milik  properti, dan lain-lainnya. 

Saya jadi semakin mengerti fungsi dan kegunaan masing-masing yang Luno berikan. Hidup jadi lebih praktis dan simpel. Ga pake antri dan sederhana banget. Bagaimana dengan kalian?

Keberadaan  Luno di Indonesia sejak tahun 2016 [Foto: Dok Pri]