Friday, October 13, 2017

Kemegahan Launching Layanan Garda Oto Digital



Kaki-kaki lincah dan enerjik menapak di satu gedung pencakar langit bernama Ciputra Artpreneur. Kaki-kaki tersebut memasuki salah satu tempat yang sudah diberitahukan kepada awak media, komunitas mobil, dan juga blogger untuk tempat berlangsungnya salah satu acara yang bakal dihadiri banyak orang.

 
Ciputra Artpreneur, tempat peluncuran Layanan Garda Oto Digital [Foto: Dok http://www.arch2o.com]


Awak media, blogger, komunitas mobil, dan juga para undangan diarahkan menuju lift P11, yaitu lift Satrio untuk  menuju tempat Ciputra Artpreneur berada. Sesampainya di P11, saya diarahkan naik dua eskalator menuju tempat penyelenggaraan acara launching layanan Garda Oto Digital.

Awak media, blogger, komunitas mobil, dan tamu undangan [Foto: DokPri]
Di tempat itu, saya seolah-olah berada dalam satu ruang perhelatan yang dihias dengan beragam ornamen, tempat makan, dan hiasan cantik lainnya. Sesaat sebelum menuju ruang utama, di sisi kanan sebelah eskalator, terlihat ornamen bola-bola yang dipancarkan melalui pewayang pandang yang dapat berubah-ubah warna.

Ornamen bola pantul warna dari pewayang pandang [Foto: DokPri]
Menarik sekali. Terkadang terjadi campuran warna, beberapa saat kemudian berubah menjadi grey color. Tatapan  mata saya masih takjub. Kemudian di sisi kiri, terdapat lukisan besar dengan meja panjang yang terbuat dari marmer. Di atasnya telah ditata sedemikian rupa gelas-gelas berisi air juga beberapa minuman jus buah lainnya. 

Hamparan tempat-tempat prasmanan makanan, tepat berada di tengah-tengah bagian depan ruangan. Menuju ke arah permainan, di sana terdapat semacam roll coaster dengan papan berwarna untuk permainan injak warna sesuai dengan berhentinya putaran roller coaster di warna apa. 

Permainan Papan Roller Coaster [Foto: DokPri]
Di bagian samping mirip roller coaster tersebut, terdapat papan-papan susun yang jika salah satu diambil juga tida jatuh, menjadi semacam pajangan yang cukup menarik.



Perjalanan Asuransi Astra [Foto: DokPri]


Di seberang depannya terdapat sederetan panjang papan yang bertuliskan tentang perjalanan asuransi Astra yang dimulai pada 1956 hingga tahun 2016. Saya juga masih penasaran, di sisi kanannya terdapat patung-patung dinosaurus berwarna hijau dengan lidah menjulur merah. 
 
Patung kayu Dinosaurus [Foto: DokPri]

Mandi Bola [Foto: DokPri]
Satu tempat lagi yang tertuju ke mata saya adalah satu bak besar yang berisi beragam macam bola plastik. Ternyata, tempat spot mandi bola. Lucu juga, area Ciputra Artpreneur disulap menjadi beragam tempat main yang mengasyikkan menjelang detik-detik Layanan Garda Oto Digital diluncurkan.

Ciputra Artpreneur [Foto: Dok http://www.ciputraworldjakarta.com]
Ya, waktu terus berlalu, Ciputra Artpreneur yang tadinya hanya dipenuhi segelintir orang, semakin lama semakin ramai dan dipadati banyak orang. Tamu undangan pun mulai berdatangan satu per satu. Animo ini tak lain untuk menyaksikan Launching Layanan Garda Oto Digital yang sebentar lagi akan dihelat.

Sebelum di-launch, dua orang MC datang menyapa tamu undangan, media, blogger, dan teman-teman komunitas mobil. MC menjelaskan tentang Garda Oto dalam porsinya. Nah, yang serunya lagi, MC punya beberapa kuis yang ditujukan untuk para undangan. 

Pertanyaan kuis seputar produk Garda Oto. Ada rekan-rekan, baik media, blogger, atau komunitas yang bisa menjawab secara cepat dan tepat, ada pula yang tidak. Lantas, MC beralih untuk mengajak rekan-rekan blogger bermain di roll coaster papan injak warna. 

Di permainan ini sangat seru, karena warna-warna yang diinjak dan memiliki jarak tersebut sesuai dengan instruksi MC. Selanjutnya MC berpindah ke ke sudur bola-bola pantul pewayang pandang. Di sana MC juga melontarkan kuis seputar Garda Oto. Banyak juga rekan-rekan blogger yang bisa menjawab pertanyaan dari MC tersebut. Ya, pengetahuan dan kecepatan menjawab ternyata berkolerasi. Siapa cepat dia dapat.

Sesaat tamu undangan sebelum memasuki ruangan [Foto: DokPri]
Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Para awak media, blogger, komunitas mobil, dan undangan diminta untuk masuk ke dalam satu ruangan besar menyerupai setengah lingkaran (tapak kuda). Sebelumnya, pada saat akan masuk dilakukan registrasi. Di print out registrasi tertulis nomor registrasi dan huruf bertanda F, G, H, J, dan K. 


Blogger, Media, Komunitas Mobil, dan tamu undangan di dalam ruangan [Foto: DokPri]
Huruf-huruf itu tadi sebagai penanda, kita boleh duduk sesuai dengan huruf yang tertera. Dan nomor yang tertera pada print out sebagai nomor yang nantinya akan diundi untuk doorprize. Masuklah kami ke ruangan yang ternyata sudah ada beberapa tamu VIP di barisan paling depan.


Duo MC acara Launching Layanan Garda Oto Digital [Foto: DokPri]
Kemegahan mulai terasa, tatkala lampu ruangan dimatikan. Performa beberapa dancer mulai membuka nuansa indah acara dengan gemerlap cahaya lampu. Selesai performance dari dancer, ruangan kembali terang benderang. MC pun datang dan mulai  membuka acara dengan antusias. Di awali dengann pengenalan apa itu Garda Oto dan layanan terbaru Garda Oto, berupa Garda Oto Digital. 

Direktur Utama Astra International, Bpk. Suparno Djasmin [Foto: DokPri]
Acara launching ini diawali dengan sambutan dari Direktur Astra International, Bapak Suparno Djasmin. Dalam sambutannya, beliau mengatakan, “Astra masih tetap berprestasi dengan sangat baik. Kalau dilihat dari perolehan premi, masih bisa meningkat, baik itu di retail, commercial. Kemudian urusan ini bisa dikelola dengan sangat baik, sangat efisien, sehingga bisa memberikan hasil yang baik bagi semua stakeholdernya”.

“Kita mengucap syukur atas prestasi yang baik ini, dan terima kasih kepada seluruh management dari Asuransi Astra. Tentu Asuransi Astra di dalam menjalankan bisnisnya ini melakukan beberapa hal yang penting, yang pertama, yang paling kita ingat adalah mendukung value chain daripada Astra, baik itu otomotif di roda empat, di roda dua, ataupun mendukung asuransi-asuransi terkait secara value chain dengan seluruh bisnis daripada Astra”, lanjutnya.
 
CEO Asuransi Astra, Bpk. Rudy Chen [Foto: DokPri]
Astra terus berinovasi melalui layanan Garda Oto Digital. Nah, apa sebenarnya Garda Oto Digital ini? Bapak Rudy Chen dalam sambutannya memaparkan, bahwa Garda Oto Digital merupaka layanan pengguna Asuransi Astra untuk wilayah Jakarta yang dapat dibeli secara online. Cukup masuk ke dalam www.gardaoto.com .

Cara membelinya, tinggal memilih fitur yang ada di aplikasi dan langsung klik. Selanjutnya, kita tinggal memasukkan kelengkapan informasi yang diminta, bayar, dan kita tak perlu bangkit dari tempat tidur hanya untuk menuntaskan pembayaran, karena tim Astra akan menuju lokasi kita untuk melakukan survei.

Oya, jangan salah, Asuransi Astra ini sudah ada sejak enam dekade dan terus berkembang hingga menjadi perusahaan asuransi terbesar. Lebih jauh Pak Rudy menjelaskan, perkembangan teknologi sudah membuka lansekap dari asuransi. Akan tetapi, asuransi Astra tetap tumbuh dan berkembang, apa rahasianya?

Pak Rudy pun kembali menjelaskan, “Sederhana saja, karena kami bagian dari Astra Group. Hal lainnya lagi adalah kami berinovasi yang berkesinambungan. Inovasi yang kami lakukan saat ini, digital.  Kami yakin, digitalisasi dapat menjadi sarana  yang baik dalam mencapai misi Asuransi Astra, yaitu peace of mind to millions. Pada 2015 kami mencanangkan The Year of Going Mobile. Pada saat itu juga kami meluncurkan platform kami, yaitu (my mobile), diperuntukkan untuk semua segmentasi customer yang ada, dan syukur Alhamdulillah, tahun kemarin kami juga terpilih menjadi the most digital company in general insurance.

Nah,Garda Oto Digital ini dapat dibeli kapan dan di mana saja. Untuk klaim, baik di luar maupun di dalam kantor, mau di mana saja, bisa diatur pilihan lokasi kita. Jadi, untuk pelanggan Garda Oto Digital dan yang memakai aplikasi otocare 3.0. survei dan klaim dapat  digunakan di mana saja. Kita tinggal masukkan lokasi klaim yang diinginkan, dan petugas asuransi akan datang ke lokasi. 

Setelah survey, Laporan Klaim kita akan terbit. Tak berhenti sampai di situ, kita tidak perlu repot mengantarkan mobil ke bengkel, karena layanan antar jemput kendaraan dari lokasi menuju bengkel, dan akan kembali dari bengkel, itu disediakan.Hal tersebut yang membuat klaim menjadi makin gampang. 

Pak Rudy menekankan, semua bisa dinikmati oleh customer yang memakai otocare versi 3.0. Dalam proses klaim, biasanya kita merasa khawatir, “mobil saya sudah beres belum ya? Kapan bisa diambil? Nah, ada fitur di  Otocare 3.0 untuk klik status yang bisa memantau status kendaraan kita. 

Layanan Garda Oto Digital #MakinGampang Klaimnya, Banyak Bonusnya! [Foto: DokPri]
Kesimpulannya adalah akuisi,  klaim, perbaikan, dan sebagainya semua bisa menggunakan otosport. Pertanyaannya, jadi kapan bisa beli Garda Oto Digital? Misalnya besok, lusa, minggu depan.  Kalau bisa sekarang saja, kenapa? Karena beli dan klaimnya gampang, bonusnya banyak. Jadi, Garda Oto Digital memakai pemikiran, semuanya harus makin gampang. 

Jadi, apabila kita membeli sekarang, bisa dapat hadiah yang sangat kita butuhkan sekarang. Pembayaran juga bisa dengan cicilan 0 persen, dari tabungan BCA dan Bank Mandiri. Kita juga punya kesempatan untuk berpartisipasi di win to win dengan hadiah utama satu Samsung GAlaxy Note 8. 

Klaim di layanan Garda Oto Digital #MakinGampang [Foto: DokPri]
Garda Oto Digital merupakan layanan asuransi kendaraan bermotor yang bisa dibeli secara online, memiliki layanan utama sama seperti Garda Oto biasa tetapi memiliki kelebihan fitur seperti Gampang Pilih Lokasi Klaim, Gampang Antar Jemput Kendaraan, juga Gampang Pantau Status Klaim.

Kesimpulan:
Pelanggan Garda Oto Digital akan mendapatkan berbagai keunggulan, seperti berikut.
1.   Gampang Pilih Lokasi Klaim à Di kantor, di rumah, di manapun, klaim #MakinGampang dengan layanan survei di lokasi pilihan Anda
2.   Gampang Antar Jemput Kendaraan à Layanan antar jemput kendaraan menuju bengkel dari lokasi pilihan Anda dan antar kembali dari bengkel bikin klaim #MakinGampang
3.   Gampang Pantau Status Klaim à Dengan Garda Mobile Otocare, memantau status perbaikan kendaraan jadi #MakinGampang

Pelanggan Garda Oto Digital akan mendapatkan banyak bonus:
Hadiah Langsung berupa:
a.   E-Toll On Board Unit (hanya untuk pembelian tipe perlindungan Comprehensive)
b.   Voucher Optik Melawai (Khusus untuk pembelian tipe proteksi TLO & Comprehensive selama bulan Oktober)
c.   Spin to Win Samsung Galaxy Note 8 (hanya untuk pembelian tipe perlindungan Comprehensive)
d.   Cicilan 0% dengan kartu kredit Bank BCA, Bank Mandiri, Permata Bank

Bagaimana cara mengkasesnya?

Pelanggan mengakses situs website www.gardaoto.com
1.   Pelanggan membaca informasi layanan dan highlight fitur dari Garda Oto Digital.
2.   Klik BELI yang terletak pada pojok kanan atas halaman www.gardaoto.com
3.   Pada halaman Step 1 Info Kendaraan, Lengkapi form informasi perlindungan, kendaraan dan jadwal survey yang diinginkan, lalu klik LANJUT.
4.   Pada halaman Step 2 Dokumen & Data, Lengkapi form dokumen dan data diri tertanggung, lalu klik LANJUT.
5.   Pada halaman Step 3 Pembayaran, Baca ulang kembali ringkasan data order dan total biaya polis dan pilih metode pembayaran, lalu klik BAYAR SEKARANG.
6.   Pelanggan akan menglengkapi data pembayaran dan menyelesaikan pembayaran.

Catatan yang perlu diperhatikan:
v Pelanggan diwajibkan melakukan pembayaran penuh sebelum melakukan survei kendaraan, baik melalui Home Survey atau survei kendaraan di Garda Center /Cabang.
v Pelanggan akan mendapatkan email notifikasi terkait pembayaran dan order transaksi sukses serta penduan untuk melakukan survei.
v Pelanggan akan dijelaskan melalui email notifikasi terkait masa akhir pembayaran dan masa survei kendaraan bermotor yang ditanggungkan.
v Pelanggan akan mendapatkan polis dan bentuk softcopy melalui email dan fisik hardcopy setelah pelanggan melakukan survei dan pembayaran penuh.








Wednesday, October 11, 2017

A Day in A Real Life: Solusi Cerdas TEKA untuk Dapur Sehat Keluarga Bahagia




“Modern kitchen that complete your home”. Saya suka dengan tagline ini. Bisa jadi, karena hampir setiap hari saya bergulat di dapur. Mulai bangun pagi untuk menyiapkan sarapan anak sekolah juga sarapan istri berangkat kerja. Bukan karena istri tak pandai memasak, tetapi tugas masak tak harus saya bebankan kepadanya. 
TEKA Booth  di Jiexpo Kemayoran [Foto: DokPri]
Dapur yang saya idam-idamkan sejak dulu, masih terus mengiang. Sehabis masak, inginnya dapur tetap bersih dan kinclong. Sisa-sisa masakan tak menempel kering di pinggir kompor. Hanya dalam satu kali usapan, semua bersih mengkilap. 

TEKA Booth Activity [Foto: DokPri]
Saya mengingat kembali, salah satu Kitchen Appliances yang sudah cukup terkenal lama, yaitu TEKA. Pada 28 September 2017 lalu, saya sempatkan diri hadir di JIEXPO Kemayoran untuk satu gelaran acara, mulai dari peralatan dapur hingga mesin-mesin canggih pencetak lainnya. Saya singgah ke salah satu booth yang mencuri mata, dengan latar belakang merah dan tulisan putih, TEKA.

CEO of TEKA Rami Kuwatly [Foto: DokPri]
Bicara tentang TEKA, tentu tak lepas ingatan saya dengan peralatan dapur  dan rumah yang luxury dan sangat menawan. TEKA sebagai salah satu perusahaan yang expert untuk peralatan dapur dari Jerman, sudah ada sekitar 93 tahun lalu, tepatnya tahun 1924. 

Beragam peralatan yang dibuat secara built in di lima benua lebih dari 125 negara dengan kualitas bahan, desain, serta beragam inovasi terbaik yang tak diragukan lagi dihasilkan oleh TEKA. TEKA benar-benar memberikan jaminan peralatan dapur dan rumah yang sangat baik dan berkelas di bidangnya.

Sumber daya yang ada dijalin kuat dan erat oleh TEKA dengan keahlian yang ditonjolkan demi satu tujuan, TEKA ingin dapat meningkatkan kualitas hidup jutaan konsumennya. Itu tidak lain, karena TEKA mampu menjadi garda terdepan peralatan dapur dan rumah tangga.

Keberadaan TEKA dengan inovasinya sudah sangat tidak diragukan. Apalagi, komitmennya begitu kuat dengan menghasilkan peralatan rumah dan dapur berkualitas tinggi. Itu sebabnya cita-cita TEKA menjadi pilihan pertama banyak orang menjadi kenyataan. Ibu saya, mempercayakan peralatan dapurnya dengan TEKA. Itu karena TEKA sudah teruji selama puluhan tahun.

Desain-desain peralatan dapur dan rumah tangganya sangat variatif dan eksklusif. Fitur-fitur peralatannya pun tak kalah jauh. Proses perbaikan, mulai dari minor hingga mayor dilakukan TEKA semata-mata untuk kenyamanan konsumen pengguna. Artinya, TEKA memang benar-benar memperhatikan detail desain hingga bagian terkecil sekalipun. Itu demi untuk kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna. 

Perusahaan yang berdiri pada 1924 ini merupakan perusahaan yang berasal dari Jerman bersifat multinasional. TEKA bergerak di industri manufaktur dan juga memasarkan alat-alat rumah tangga, khususnya dapur, kamar mandi, dengan produk high class.

Standarisasi pembuatan peralatan rumah tangga yang terbilang sangat berkelas secara built in, utamanya dalam alat dapur seperti oven, cooktops, hoods, juga sink. Tak heran pula, dengan 25 pabrik yang tersebar di tiga benua, membuat TEKA mampu menjangkau di lebih dari 110 negara di dunia dengan 100 juta lebih konsumen yang juga tersebar di seluruh dunia.

Keandalan produk TEKA sudah tak diragukan. Jaringan distribusinya melingkupi negara-negara di Eropa, Asia, juga Amerika. TEKA mampu menjawab secara cepat keinginan pelanggan dalam menciptakan produk rumah tangga dan dapur secara cepat.

Alat-alat rumah tangga yang terbilang modern ini dapat menciptakan suasana dapur menjadi nyaman dan bersih. Salah satu contoh oven Hydroclean. Di oven itu dilengkapi dengan sistem pembersih hanya dengan memberikan sedikit air, TEKAFlex induksi yang fleksibel dapat memberikan dan menciptakan ruang masak tambahan dan hood ekstraktor iHood yang memungkinkan kita dapat mendengarkan musik dengan suara berkualitas tinggi.

Begitu pula dengan TEKA iSink. Karena memiliki control unit di wastafel serta kombinasi keran elektronik, kita bisa mengatur suhu air hanya dengan satu sentuhan jari.

Dengan usia yang sangat lama, TEKA mampu menunjukkan kebolehan dan kecanggihannya. Lebih dari 93 tahun beroperasi, produk yang dihasilkan semakin mempermudah orang untuk mau terjun ke dapur. Peralatan rumah tangga yang dihasilkan sangat profesional, tempat-tempat penyimpanan berbahan stainless steel juga tempat minuman, sangat layak untuk berada di rumah. 

Teka Indonesia hadir sejak 1997 merupakan perpanjangan tangan langsung dari pabrik yang berada di Spanyol. Hal ini sangat menguntungkan untuk konsumen di Indonesia tentunya, Mengapa? Ya, ketika kita mencari barang dapat langsung diperoleh, dan tidak perlu menunggu waktu lama.
Barang-barang yang ada di Teka Indonesia hampir semua ready stok. Jadi, tak perlu khawatir kehabisan peralatan rumah tangga, dapur atau sejenisnya yang kita perlukan.

TEKA Hobs, the best product by TEKA [Foto: DokPri]
TEKA Kitchen and Bathroom. Di sini, banyak peralatan dapur yang dihasilkan dengan kualitas tinggi. Contoh produknya, seperti kompor tanam (Built in Hobs). Keunggulan kompor tanam ini bebas dari kecelakaan, karena gas ditanam di ruang khusus. 



TEKA Hob, easy to use knock down hobs [Foto: DokPri]
Pada kompornya, untuk menyalakan ada baterai (auto ignition battery 1.5 V) yang dibenamkan dan bisa dibongkar pasar. Ini menjadi keunggulan ganda. Ketika baterai habis, kompor masih tetap dapat menyala dengan menggunakan pemantik (korek api).

Nah, hal lainnya di kompor built in ini, ketika kompor hidup, kita dapat merasakan gas mengalir, tetapi dengan kompor TEKA, hal itu dapat dihambat. Jadi, gas tidak menyebar ke mana-mana karena di kompornya ada gas auto lock safety decvice.

Hal yang mengenakkan lagi, ada 3 gas burner dengan 2 turbo rings 4. 5kW .1 aux (1.1 kW). Terdapat pula tempered glass 8 mm dengan bevel edge. Nah, jangan salah, di built in hob TEKA ini ada juga cast iron pan support dengan emboss logonya TEKA. Dengan logo itu akan terngiang-ngiang terus kemudahan memasak. Ya, masakan cepat matang tanpa mengurangi gizi dari makanan yang tersaji.

Saya melihat dengan saksama, kompor ini sangat mudah dioperasikan. Dengan black rounded metal knob yang juga mudah dibersihkan. Cukup dengan mengangkat knob metal, dan bisa dibersihkan dengan sedikit air lantas dilap. Lap-nya dapat menggunakan kain biasa maupun kain berserat, seperti kanebo.

Produk dimension-nya tidak memakan banyak tempat. Hanya berukuran 780 x 480 x 150 mm dan cutting dimentionnya berukuran 740 x 430 mm. Wah, ternyata cukup luas juga. 

One of TEKA Shower collections [Foto: DokPri]
Bagaimana dengan TEKA Bathroomnya sendiri? TEKA Bathroom ini antara lain shower dan bathroom taps. Showernya dengan Formentera Shower System, shower mixer dengan upper outlet. Selain itu terdapat automatic diverter integrated in the body of shower mixer-nya. XL Square headshower dengan anti scale system, 279 x 279 mm. Baja fleksibel dengan kualitas tinggi, shower hose 1.5 m. Formentera hand shower dengan anti scale system. Shower dapat disesuaikan pula dengan ketinggian atau tinggi badan seseorang. Desain yang terintegrasi. Nah, Formentera ini merupakan salah satu produk terbaru dari Teka Appliances di bathroom-nya. 



Variant of TEKA Sink [Foto: DokPri]
Selain itu, ada pula sink (tempat mencuci piring) yang indah dan bersih. Di polish dengan stainless steel memiliki ukuran mangkuk 400 x 400 x 191 mm. External dimension-nya berukuran 440 x 440 mm. Kedalaman based unit of minimum 50 cm dengan aksesories 3 ½ basket waste dan installation clips. Ada banyak tipe basket waste ini, seperti BE Linea 40.40 R15; BE LINEA 50.40 R15, BE 39, BAHIA 1B, JUCAR 2B, EBRO 1B, BE 28.40, BE 50.40, BE 40.40.25; hingga model klasik pun ada. Contohnya CLASSIC 1B 1D; CLASSIC 1 ½ B 1D; dan lainnya. 

TEKA Sink, Exclusive product [Foto: DokPri]
TEKA,  dengan kualitas produknya sebagai Kitchen Appliances sudah tak diragukan lagi. Selain Kitchen and Bathroom, juga terdapat Teka Sanitary System. 

Ya, makanan sehat ditunjang pula dengan peralatan masak yang bersih dan sehat pula. Dapur yang menghasilkan makanan dari  peralatan sehat dan baik akan bercita rasa berbeda. Ada nilai-nilai lebih kesehatan yang diperoleh. 
Dapur juga menjadi salah satu tempat favorit anak-anak saya bereksperimen. Entah itu memotong, menggiling, menggoreng, dan sebagainya. Tetapi, tetap dalam pengawasan saya. Penerapan Teka dalam rumah tangga tak membuat saya jadi khawatir ketika anak-anak saya bermain di dapur.

Best Kitchen Appliances by TEKA [Foto: DokPri]
Mereka masih berada dalam pengawasan saya. Teka memberi keamanan dan kenyamanan untuk saya juga anak-anak saya beraktivitas di dapur. Produk Kitchen dan Bathroom yang Teka keluarkan ini punya keamanan yang dapat dikendalikan. 


TEKA Oven, suitable for landed house and strata title [Foto: DokPri]
Bicara produk, Teka memiliki lini bisnis yang tak kalah menarik, bernama Linea. Produk yang dihasilkan pun sama-sama menakjubkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Linea juga mengeluarkan kitchen appliances seperti Linea Hobs, Linea Hoods, Linea Dispenser, Linea Sink, dan Linea Taps denga harga terjangkau. 

Teka dan Linea bersinergi dalam tataran di masing-masing kelasnya. Produk yang luxury, elegan, dan dinamis. Baik ditempatkan di landed house maupun strata title yang grande pula. 

Tak salah, ketika kaki saya menjejak di arena JIEXPO Kemayoran beberapa waktu lalu dan mata saya langsung tertuju ke produk Teka. Ini menjadi produk impian saya selama ini. Rasa penasaran saya tak kunjung usai, saya telusuri media sosial teka melalu akun Instagram PT Teka P&T International Teka Kitchen Appliances tersebut. https://www.instagram.com/teka.id/.

Sehat itu mudah bersama TEKA [Foto: DokPri]
Saya punya cara untuk membuat keluarga bahagia, cerdas, dan sehat. Kesehatan, kebahagiaan, dan kecerdasan keluarga, saya mulai dari dapur. Dari dapur saya ciptakan masakan sehat dengan hati untuk saya sajikan di hadapan anak dan istri. Begitulah dapur, banyak memberi inspirasi pada kami. Menciptakan kebahagiaan itu sederhana dan mudah, bersama TEKA di dapur serasa di istana. 

  

Monday, October 9, 2017

Digital Classroom, Kini Terwujud Nyata di IPEKA IICS Jakarta




Gelombang besar dunia digital semakin tak terbendung. Digital mengantarkan siapapun yang dapat memanfaatkannya dengan baik namun tak jarang menghancurkan martabat seseorang dengan berbagai cara. Ketidakpahaman khalayak pada dunia digital membuat berbagai penyalahgunaan media digital terjadi di level personal, sosial, juga nasional. 

IPEKA Integrated Christian School [Foto: DokPri]
Teknologi, mendekatkan sekaligus menjauhkan kita. Teknologi diciptakan awalnya sebagai perpanjangan dari indera manusia. Telepon memudahkan kita untuk mendengar suara orang yang berada di ujung dunia lain. Chatting via internet memungkinkan kita untuk “berbincang” tanpa suara.

Kita sudah tidak bisa membayangkan hidup kita tanpa komunikasi,
tanpa media, dan tanpa teknologi. Kita sudah terjebak jauh di dalamnya secara tidak sengaja. Ketika kita masuk abad ke-21, rumah kita sudah ditransformasikan ke dalam situs budaya multimedia, mengintegrasikan audiovisual, informasi, dan pelayanan telekomunikasi. 

Ruang dalam IPEKA [Foto: DokPri]
Hidup kita sekarang ini pun sudah dikelilingi dengan e-commerce, e-learning education, internet shopping, game online dan gaya hidup cyber lainnya. Hal ini memunculkan kekhawatiran mengenai bagaimana masa depan anak muda yang tumbuh di tengah “kehebohan” teknologi ini. Livingstone (2002) mengatakan, bahwa ada spekulasi mengenai ‘digital generation’, anak dalam ‘information age’, ‘ computer nerds’, ‘innocent on the Net’, the’digital divide’, dan ‘addicted surfers’.

Semua konsep tersebut menunjukkan seberapa dekatnya mereka dengan kehidupan virtual. Kehidupan pseudo-reality yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi, berteman, bersosialisasi, serta bermasyarakat dengan teman dan masyarakat semu nyata yang mereka temui di jendela komputer mereka. Ketika bisa melakukan semua hal hanya dengan
duduk di depan komputer, tak perlu lag pergi ke luar kamar untuk bersosialisasi dengan teman, masyarakat, dan manusia asli.

Tempat yang nyaman di IPEKA [Foto: DokPri]
Di area public dan akademis, terdapat klaim yang muncul. Kaum pesimis meratapi akhir dari masa anak muda, nilai tradisional yang seharusnya mereka miliki. Media interaktif dilihat sebagai pertanda munculnya gaya hidup individualistis dan privatisasi yang meningkatkan kemandirian terhadap konsumerisme ekonomi global dan kecenderungan untuk meremehkan budaya nasioal dan regulasi media nasional. Bagi kaum optimis, adanya kesempatan bagi partisipasi demokratis dan partisipasi komunitas untuk kreativitas, ekspresi diri, dan demi tak terbatasnya pengetahuan yang ada dapat mendukung keberagaman, perbedaan, dan debat yang sehat.

Kedua klaim tersebut mengarah pada euforia sekaligus kekhawatiran mengenai semakin berkembangnya teknologi komunikasi. Euforia terhadap semakin terbukanya kesempatan untuk melihat lebih dari apa yang ada di sekitar kita, tahu lebih dari apa yang kita lihat. “Kebahagiaan” akan teknologi yang semakin mudah diakses. Di sisi lain, kekhawatiran menghantui di belakangnya. Efek perkembangan teknologi ini pun berkaitan dengan segala aspek kehidupan: pendidikan, gaya hidup, keluarga, konsumerisme, bahkan budaya.

Teknologi dapat mengkaburkan batas antara kehidupan privat dan publik. Facebook dengan “ What’s on your mind?” nya mendesak penggunanya untuk menceritakan atau mencurahkan apa yang ada di pikirannya. Perasaan yang kadang merupakan sesuatu yang bukan santapan publik, mau tidak mau diberitahukan kepada orang lain. Cara pengekspresian seperti ini lama kelamaan menjadi candu bagi para remaja ini. Daripada mengungkapkannya kepada teman, keluarga, atau orang yang bersangkutan, mereka lebih memilih “teman baru” mereka ini untuk berbagi.


Rekan-Rekan Blogger dan Media siap untuk melihat launching Digital Classroom Chromebook [Foto: DokPri]
Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan digital, pada hari ini, Senin (9/10/2017), dalam satu kesempatan menghadiri helatan oleh ACER dan GOOGLE yang Luncurkan ‘Mobile Lab Chromebook Cart’ Pertama di Indonesia bersama IPEKA Integrated Christian School (IICS) Jakarta. Bertempat di Sekolah IPEKA, Kommplek Taman Meruya Ilir, Jalan Batu Mulia Blok K, RT 11/RW 7 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Ini merupakan pertama kalinya di Indonesia, di IPEKA yang mengimplementasikan metode pembelajaran blended learning melalui Digital Classroom. Dengan device CB dan ekosistem Google yang sangat memudahkan guru memberi tugas, memberi kebebasan pada siswa mengerjakan tugas, dan guru pun  bisa berdiskusi dengan murid secara real time (nyata).

IPEKA, ACER, Intel, dan Google dalam satu kerjasama [Foto: Dok.Acer]
Hal ini  berarti, ada hal yang berubah di dunia pendidikan tanah air. Pendidikan di tanah air mulai bertransformasi secara digital meski perlahan-lahan tapi pasti. Kemajuan teknologi dan pemanfaatannya tentu tak bisa dihindari dalam mewujudkan pendidikan abad ke-21.

Melalui konsep pembelajaran digital inilah mampu mendorong  siswa berkomunikasi, penguasaan komputer, kolaborasi,  dan memiliki pola pikir yang kritis dan kreatif. 

Digital Classroom Chromebook [Foto: DokPri]
Berdasarkan studi oleh Survei Deloite, Oktober 2016, bahwa 75% guru memercayai bahwa isi pembelajaran digital akan menggantikan buku teks cetak di kurun waktu 10 tahun mendatang. Tak hanya itu, 81% guru pun percaya bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah dapat membawa dampak perubahan positif dan sangat signifikan terhadap model pembelajaran.

Model pembelajarang Chromebook [Foto: DokPri]
“Kalau 20 tahun lalu kita bicara artificial intelligence, belajar yang sederhana, contohnya menghitung jarak tercepat. Tetapi kini, model pembelajaran terbaru di dukung oleh informasi dan teknologi”, ucap Handojo, CEO IPEKA IICS.
Kita ketahui juga bahwa tekonologi kini tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari.   



Atas: Sistem blended learning dan digital classroom. Bawah: Box portable materi [Foto: DokPri]

“Teknologi punya peran penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan sebagai sarana pembelajaran, baik untuk guru juga  siswa. Teknologi di dalam kelas yang interaktif akan menjadi katalis terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru, dan informasi ke transformasi, juga aktivitas siwa dari pasif menuju lebih aktif dan mandiri mengakses pengetahuan terbaru”, sebagaimana ucap Ganis Samoedra, Google for Education Indonesia. 

IPEKA menjadi satu-satu sekolah dan pertama yang menggunakan Chromebook di Indonesia. Menjadi satu kebanggaan sendiri untuk guru dan siswa-siswa yang ada di dalamnya. IPEKA dikelola oleh satu yayasan dengan sebaran sekolah di 13 lokasi. 


Solusi Chromebook untuk digital classroom [Foto: Dok Acer]
Program Digital Classroom yang dibuat, ternyata telah dirintis oleh IPEKA selama dua tahun. Masa uji (pilot project) itu kini dihadirkan untuk diketahui masyarakat luas. Didukung oleh Google Classroom, juga mempersiapkan guru-guru yang kreatif dan kritis. 

Guru-gurunya pun dididik untuk mampu berdialog dengan siswa. Tidak pula malu-malu untuk bertanya kepada siswa jika memang  siswa lebih tahu. Apalagi, siswa sekarang dibilang digital native, perkembangan dunia digital  mereka jauh lebih maju dibanding (mungkin) guru-gurunya.

IPEKA IICS Jakarta ini sangat sadar betapa pentingnya peran teknologi sekarang. Terutama teknologi untuk meningkatkan pendidikan dan SDS (Sumber Daya Siswa), salah satunya dengan penerapan pembelajaran metode blended learning. Ya, metode itu seabgai gabungan antara proses belajar mengajar tradisional dengan konsep belajar digital & mobil yang memanfaatkan dukungan perangkat dan solusi dari ACER Chromebook untuk siswa juga guru. 

Di sini, ada tiga brand yang berkolaborasi ciamik untuk dunia pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, yaitu ACER, Intel, dan Google. Kita tahu bahwa orang menjadi baik karena pendidikan dan didikannya. Melalui blended learning ini juga, anak-anak dituntut untuk mendapatkan kepandaian baru dengan penerapan teknologi terbaru. 

Dari sinilah ACER juga terus melakukan inovasi yang saat ini fokus pada dunia pendidikan sebagai salah satu the biggest player of technology. IPEKA menjadi contoh yang semoga juga dicontoh oleh sekolah-sekolah lain di Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya.

Pengaplikasian sistem blended learning dengan ACER Chromebook di IPEKA ditujukan untuk anak-anak di kelas pemula,yaitu kelas VII dan kelas X. Mengapa? Karena, kelas-kelas tersebut sebagai kelas pemula yang masih perlu terus dididik dan dikembangkan jenis-jenis kemampuan mereka. Hal itu akan dilakukan untuk tahun depan. Masing-masing anak nantinya akan mendapatkan satu chrome book.

Edukasi dari ACER, Google, dan intel menjadi fondasi masa depan yang kokoh untuk anak-anak didik di Indonesia. Apalagi device makin berkembang dan ACER menjadi salah satu vendor device paling besar. 

Chromebook ini sangat cost saving, artinya buku-buku tak perlu beli lagi dan sudah menjadi satu paket di dalam device. Fitur-fitur  yang dibenamkan juga tergolong aman dan nyaman. Melalui teknologi ini juga ACER bermaksud menyiapkan anak-anak masa depan yang memilili attitude dan knowledge.

Ternyata, metode blended learning yang dihadirkan di digital classroom akan membuat proses belajar menjadi dinamis. Tak ada batasan waktu dalam belajar.  Interaksi antara guru dan murid dapat dilakukan kapan dan di manapun. Ya, ekosistem Google dan perangkat Chromebook mendukung dan memungkinkan siswa menyimpan seluruh dokumen dengan aman di cloud tanpa adanya batas kapasitas penyimpanan.Selain itu juga dapat diakses kapan dan di manapun. Pekerjaan rumah pun jadi lebih mudah. 

Dengan adanya teknologi dan chromebook ini, menurut Pak Herbert, “Ruang kelas berubah cepat, adopsi fungsi teknologi menjadi cara utama untuk guru dan siswa menjalankan pendidikan di era digital. Selama empat dekade, ACER komit dukung sektor pendidikan, dan kami melayani kebutuhan pasar pendidikan sekaligus mendukung terwujudnya digital classroom. Ini merupakan dukungan kami sebagai technology enabler, dalam percepatan implementasi pendidikan abad 21 dalam belajar mengajar secara inovatif juga kolaboratif.”

Beruntunglah, ACER, Google, dan Intel mendukung model pembelajaran digital classroom di IPEKA. Seluruh ACER Chromebook yang dipakai sudah dilengkapi beragam aplikasi yang support dari Google, seperti Google Chrome, Google Drive tanpa kapasitas memori, Google Search, App List Button,You Tube Hangout, Classroom, Calendar, juga situs-situs yang berhubungan dengan pendidikan dan pencarian data. 

Semuanya terintegrasi sehingga baik murid dan guru bisa saling berinteraksi dalam suasana belajar menyenangkan. Nah, paketnya juga ada paket solusi dari ACER Chromebook dengan ekosistem Chrome, Charging Cart, Chrome Device Management Console, dan G-Suite App untuk Education. Jadi, kalau mau tahu info lengkapnya bisa langsung ke www.commercial.acerid.com .