Monday, March 27, 2017

Branding In The Digital Age: Branding Mudah Tanpa Susah dengan Cara CNI

Tak dapat dipungkiri bahwa dunia digital mampu mengubah segalanya hanya dalam waktu singkat. Orang punya modal pengetahuan hanya seadanya, tiba-tiba bisa kaya dan terkenal karena olah digital. Sebaliknya, orang yang begitu lama populer tiba-tiba dilempar jauh ke jurang oleh pengagumnya juga karena perkembangan dunia digital.

Pentingnya Branding
Foto: Dok. http://www.speeli.com/
Begitulah kekuatan teknologi di era digital. Di negara ini, kekuatan tersebut sekarang dibangun oleh 132,7 juta pengguna internet, 51% dari total penduduk yang berjumlah 262 juta jiwa. Kekuatan tersebut diyakini akan semakin berlipat jumlahnya dalam waktu singkat.

Berbagai lembaga riset pun melakukan penelitian terhadap perkembangan pemakaian internet, utamanya di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh eMarketer yang mencatat, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun  tumbuh membesar. Pada 2014, pengguna internet di Indonesia mencapai 83,8 juta sedangkan tahun 2015 meningkat menjadi 93,4 juta.

Branding in the digital  age bersama CNI
Foto: Dok.Pribadi
Dari sisi usia pengguna internet terbesar berada di usia muda (18-24 tahun) sebesar 43%. Berdasarkan jenis kelamin pengguna terbanyak adalah laki-laki sebesar 51,5% sedangkan perempuan sebesar 48,5%. Berdasarkan jenis media sosial di Indonesia, pengguna tertinggi adalah media sosial facebook, mencapai 93%, diikuti twitter 80%, Google+ 74%, LinkedIn 39%, dan Instagram 32%.

Digital number in Indonesia
Foto: Dok. Pribadi
Dari beberapa literatur seperti Social Baker (2013) Forbes (Digital in Numbers Indonesia Compilation Presentation), menyebutkan Jakarta menduduki peringkat kedua di dunia untuk pengguna facebook, sebesar 7,4 juta pengguna. Pengguna twitter tertinggi adalah DKI Jakarta, sebesar 2,4% tweet dunia, diikuti oleh Tokyo 2,3%, dan London 2,0%.


Dari hal itu dapat terlihat jelas bahwa pertumbuhan digital mengikis dan mengubah cara pandang seseorang untuk menjalani kehidupan.
Perkembangan teknologi yang sangat canggih telah membuat perubahan besar untuk seluruh kehidupan di dunia. Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang melangkah maju ke dunia bisnis yang sangat revolusioner, mengapa? Karena jangkauannya sangat mudah, murah, praktis, dinamis dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi. Dunia Digital Informasi sekarang banyak dipakai seperti memberikan konten dalam berkomunikasi, berbagi informasi, dan branding baik personal maupun perusahaan melalui media sosial.

Perubahan terus terjadi dari dulu hingga sekarang, baik cepat atau lambat, tetap ada yang namanya perubahan. Begitu pula dengan cara-cara manusia berusaha, yang tadinya hanya menggunakan metode konvensional, kini beranjak pada metode-metode yang serba canggih, atau dengan kata lain, perusahaan telah pintar menyiasati cara mereka berusaha dengan memanfaatkan teknologi digital.

Ani Berta, Blogger dan Content Writer sebagai moderator acara
Foto: Dok. Pribadi
Berkaitan dengan itu, pada Minggu (26/3/2017) CNI bersama ISB (Indonesian Social Blogpreneur) mengadakan Blogger Gathering yang mengambil tempat di Burger King, Kawasan Plaza Festival-Kuningan, Jakarta Selatan.  Adapun tema yang diperbincangakan mengenai Branding In The Digital Age dengan narasumber Dewi K Rahmayanti sebagai Social Media Consultant dan Vincent, selaku Founder helofranchise.com. Acara ini dimoderatori oleh Ani Berta selaku blogger dan content writer dan CNI yang sudah memfasilitasi.

Vincent (kiri) dan Dewi K R. (Kanan) pemateri
Foto: Dok. Pribadi
Sebelum Mas Vincent dan Mba Dewi mengumbar slide-slide mereka, Mas Gusti, representatif CNI menyampaikan kilas-kilas CNI dalam dunia usaha, perkembangan CNI dulu dan kini, hingga masuk dalam lini digital marketing.

Mas Gusti representatif CNI dalam paparannya tentang CNI
Foto: Dok. Pribadi
Dalam paparannya itu, Mas Gusti sampaikan bahwa, CNI dulu dan kini berubah. CNI berbenah melaju dalam era digital. Pola dan usaha dikembangkan seiring kemajuan zaman. “Dengan teknologi digital, jangkauan CNI makin luas, makin dikenal publik”, ucapnya.

Dalam kesempatan ini pula, Vincent memaparkan materi mengenai Membangun Branding Melalui Website, sementara itu Dewi K Rahmayanti menyampaikan materi mengenai Strategi Personal Branding di Sosial Media.Bagaimana paparan-paparan keduanya mampu membuat saya bertahan lama dan mengorek begitu banyak pengetahuan? Mari ikuti rangkaian tulisan ini.

Membangun Branding Melalui Website
Ada pertanyaan besar yang menggelayut dalam benak saya manakala hal ini dicuatkan, “mengapa website bukan blog?” dan ternyata, Mas Vincent pun menanyakan hal yang sama kepada peserta Blogger Gathering saat itu. Ada beberapa hal yang saya cermati dari hal, website dan blog pada dasarnya sama, tetapi ada perbedaan mendasar yang kita harus tahu.


Vincent dalam paparannya Membagun Branding Melalui Website
Foto: Dok. Pribadi
Website merujuk pada situs url yang kita miliki dan dapat diakses sehari dengan memasukkan protocol www. Melalui website pula orang-orang yang melihat jati diri, produk, atau bisnis yang kita jalani tak terbatas pada lokasi atau tempat, ruang, dan waktu. Artinya bahwa, website mampu menjangkau lebih luas karena bersifat global. Ya, era memang sudah berubah, kemajuan teknologi membuat banyak metode berganti, alhasil website menjelma.

Perbedaan Website dan Blog seperti yang dituturkan Vincent
Foto: Dok. Pribadi
Website di zaman serba digital ini bukan lagi menjadi barang langka. Tetapi kalau boleh saya bilang “It must be” untuk setiap orang yang ingin meningkatkan kualitas diri, ataupun perusahaan yang ingin dikenal lebih jauh oleh publik.

“Website memiliki jangkauan yang luas dengan kapan dan di mana saja kita ingin mengakses dapat dengan mudah dilakukan. Melalui website, branding akan lebih mudah dilakukan dan meningkatkan jangkauan si pemilik brand, dalam hal ini personal maupun perusahaan,” tutur Vincent.

Sementara blog, hanya sebagaian halaman kecil atau istilah yang biasa  berada dalam website. Biasanya terdiri satu halaman konten yang berisi tulisan dengan topik-topik khusus atau spesifik. Dan itu sudah ditentukan oleh penulisnya sendiri.

Artinya, kapasitas dan ranah tulisan yang ada di dalam blog ini sangat terbatas. Dari sisi desain pun begitu. Desain tidak terlihat dinamis dan layout pun sudah baku sebagai layout bawaan. Mau tidak mau, pemilik blog harus pintar-pintar menciptakan blognya dengan desain menarik tanpa mengurangi keindahan dan kecermatan saat membaca konten yang ada di dalamnya.

Tak hanya konten, produk juga menjadi prioritas dalam branding menurut Vincent
Foto: Dok. Pribadi
Banyak metode atau cara-cara yang dilakukan untuk mencipta atau membuat satu buah website sebagai penunjang branding seseorang atau perusahaan. Contohnya dengan cara Saas Service (Sofware as a service), yang meliputi Wix, Websitebuilder, Blogger, dan sebagainya.

Wix ini merupakan situs untuk membuat website untuk orang-orang yang belum membuat website sebelumnya. Di wix cukup men-drag dan men-drop desain yang sudah disediakan oleh situs wix.com. Pengguna juga tidak perlu membuat hosting terlebih dahulu, hanya dengan mendaftarkan diri sajaa sebagai pengguna wix.com. Selanjutnya, pengguna akan memperoleh hosting seperti yang diinginkan. 

Keuntungan menggunakan wix seperti search engine mudah, tidak diperlukan kemampuan khusus dalam pembuatan website, tersedia flash template dan beragam, dapat disesuaikan dengan konten website, mudah digunakan hanya drag dan drop, mudah ketika menampilkan animasi flash tanpa perlu menyentuh kode, instalasi flash plug in, atau instalasi flash widget, pendaftaran gratis dan cepat (tergantung koneksi internet), dan dapat langsung di-upgrade sehingga menjadi domain sesuai keinginan tanpa adanya WIX. Sementara Kelemahan Wix itu sendiri loading terlalu lama, kalau menggunakan banyak animasi flash pada website yang dibuat, Nama URL website terdapat kata wix.com

Bagaimana pula dengan website builder? Website builder merupakan alat yang memungkinkan pembuatan situs web tanpa kode-kode rumit.Website builder ini terdiri dari Exclusive online tool:  menu online yang disediakan oleh perusahaan hosting web. Biasanya ditujukan untuk pengguna dalam membuat  situs  pribadi  mereka.

Beberapa perusahaan memungkinkan pemilik situs memasang  alternatif  alat (komersial atau open source)--atau biasa dikenal dengan istilah CMS (sytem management content).

Lantas perangkat lunak  yang  terdapat   pada  komputer,  membuat halaman offline dan yang  dapat mempublikasikan  halaman  tersebut pada setiap host. (Dianggap sebagai “situs perangkat lunak untuk mendesain web  yang ada dalam website builder). Sementara, dapat pula menggunakan personal service seperti Wordpress, Joomla, juga Drupal, dan Scratch.

Jangan pernah melupakan komponen-komponen yang membangun satu buah website. Biasanya meliputi konten, produk, fitur (yang dapat membantu user), desain yang meliputi material desain dan boostrap, user journey, dan performa. 

Performa satu buah website meliputi hosting, jaringan, keamanan (security), dan lain-lainnya. Bagian-bagian ini diperlukan seseorang atau company untuk mengembangkan apa yang mereka miliki. Tak berhenti hanya sebatas keinginan membangun website saja.

Beberapa cara untuk membuat website dari Vincent
Foto: Dok. Pribadi
Di era digital sekarang, mau tidak mau, entah itu perseorangan, perusahaan kecil, juga perusahaan besar, website menjadi hal yang paling penting. Ada banyak cara membangun imej perusahaan atau perseorangan di era digital sekarang ini. Apalagi untuk dikenal lebih jauh dengan penggemar atau klien kita.

Dikenal dengan maksud bukan hanya diketahui adanya, tetapi orang tahu bahwa perusahaan yang sedang dijalankan bergerak di bidang apa, kelebihan perusahaan ditonjolkan, solusi-solusi positif dapat diberikan perusahaan kepada orang yang memerlukan. Bahkan untuk orang-orang yang tidak memerlukan profit pun perlu branding melalui website.

Dulu, orang menggunakan metode konvensional untuk mengenalkan diri atau usaha yang dimiliki. Tetapi, kini semua berubah. Di era digital, dalam satu sentuhan jari semua dapat diakses, dipelajari, bahkan “disinggahi”.
Website memberikan jangkauan sangat luas untuk pemilik usaha juga perseorangan. Seperti kita memasang iklan di jalanan yang besar, website pun jelas terlihat tidak dibatasi tempat.

Jelas-jelas bahwa orang dari manapun dapat mengakses, membuat analisis, memberikan jalan/solusi untuk usaha yang sedang dijalani. Website menjadi satu alat komunikasi yang benar-benar paten dan ampuh di era digital sekarang.

Ada satu ucapan dari penulis buku Enchantment, yaitu Guy Kawasaki seperti ini, “Komunikasi digital membuat kita bisa menjangkau lebih banyak orang dengan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih sedikiti”. Artinya, dengan website yang kita miliki, jangkauan dan branding usaha semakin jauh. Biaya yang kita keluarkan untuk beriklan pun sangat kecil dan bahkan tanpa biaya sama sekali.

Pengalaman saya ketika membuat branding untuk salah satu usaha platform baca buku secara digital. Tak banyak mengeluarkan biaya. Memanfaatkan website perusahaan semaksimal mungkin. Memenuhi konten-konten di setiap media sosial yang dimiliki perusahaan. Beriklan hampir dapat dilakukan sewaktu-waktu. Peluang-peluang seperti ini yang seharusnya memang dibaca oleh pelaku bisnis dan perseorangan yang ingin  meningkatkan jangkauan dan cakupan usaha tanpa mengeluarkan banyak biaya.

Website mampu membentuk dan membangun kredibilitas perseorangan, usaha, dan perusahaan yang kita miliki. Ada banyak anggapan bahwa hampir semua perusahaan punya website. Karena dengan alasan bahwa sekarang masuk ke era digital, punya  website menjadi barang wajib  untuk perusahaan, bahwa website menjadi tempat paling efektif. Jika usaha atau perusahaan kita belum punya website, orang akan berpikir bahwa perusahaan ini tidak benar-benar dijalankan secara serius.


CNI semakin maju dengan apps-nya
Foto: Dok. Pribadi
CNI yang telah lama berkecimpung dalam dunia usaha, mau tidak mau mengikuti perkembangan zaman. Era digital “memaksa” CNI maju dengan langkah tegap ke depan. Alhasil, tercipta website cantik dan indah untuk memanjakan kliennya berbelanja di www.geraicni.com .


CNI mulai berbenah dengan membuat website untuk branding perusahaan
Foto: Dok. Pribadi
Hal yang dilakukan CNI ini bukan tanpa alasan. Bagi CNI, dengan memiliki website, maka perusahaannya terlihat jauh lebih besar, bahkan dapat dianggap menjadi perusahaan raksasa dari kenyataan yang sebenarnya. 

Salah satu fitur di apps gerai CNI
Foto: Dok. Pribadi
Desain-desain website yang menarik dari CNI mampu membetahkan mata klien untuk tak berpindah ke lain website sejenis. Justru hal inilah yang dicari CNI. Artinya, dengan betah berlama-lamanya konsumen akan meningkatkan kepercayaan calon customer maupun customer yang sudah menjadi pelanggan tetap CNI.

CNI dengan multi produk branding melalui website
Foto: Dok. Pribadi
Jadilah bahwa, membangun branding (brand) di era digital ini satu hal yang ingin dicapai, yaitu bertahan bukan value of money. Penting memang di era digital sekarang ini, satu brand seperti CNI harus punya tujuan hidup. 


Branding CNI cukup berhasil dengan produk Sun Chlorella-nya
Foto: Dok. Pribadi

Branding di era digital tentang kepercayaan. Kita tahu bahwa, transaksi di dunia digital dilakukan di dunia maya, otomatis kepercayaan menjadi kunci mati sebuah kesuksesan.

Fitur-fitur dalam apps gerai CNI yang mudah diakses
Foto: Dok. Pribadi
Nah, mau tidak mau kepercayaan menjadi satu tantangan untuk mengadopsi e-commerce di Indonesia. Bukti nyatanya adalah CNI yang notabenenya dulu merupakan satu usaha yang dilakukan door to door dan dari satu seminar ke seminar lain, kini karena dukungan dan kepercayaan penuh masyarakat masih tetap bertahan. Dengan penetrasi internet yang semakin besar, mau tidak mau e-commerce yang ada, termasuk CNI harus dapat menyinergikan antara channel offline dan online.

Personal Branding di Sosial Media
Pertumbuhan pengguna digital di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun. Untuk demografi usia pengguna internet terbesar menurut sumber APJII, Profil Internet Indonesia, Desember  2012 berada pada usia 18-24 sebesar 43% dan pengguna terbanyak adalah laki-laki sebesar 51,5%;  sedangkan perempuan sebesar 48,5%.


Apa yang menjadi kekautan Anda sehingga Anda patut dibranding?
Foto: Dok. image.slidesharecdn.com

Menurut sumber We Are Social SG JAN 2014, pengguna tertinggi sosial media adalah facebook yang mencapai 93%, diikuti twitter 80%, Google+ 74%, LinkedIn 39%, dan terakhir Instagram sebesar 32%.

Apa Itu Branding?
Ada perbedaan antara nama merek dan merek. Nama merek yang kita miliki adalah nyata dan orang bisa melihatnya, sementara merek Anda, adalah apa yang ada dalam pikiran pelanggan kita. Ketika nama kita disebut, hal itu berarti apa yang mereka pikirkan saat menyebut nama kita.

Perlu kita ketahui bersama Perbedaan antara Branding dan Pemasaran.
Pengertian yang paling membantu saya untuk membedakan branding dan pemasaran adalah "Pemasaran adalah apa yang Anda lakukan, branding  adalah siapa Anda".

Tronvigroup lebih jauh menjelaskan, bahwa pemasaran lebih dari sekadar taktik dorong mendorong, sedangkan  branding lebih dari sekadar taktik tarik menarik. Pemasaran mempromosikan produk atau jasa, sementara branding  memberi makna mengapa bisnis ada dan mengomunikasikan nilai-nilai inti.

Kita dapat mengatakan bahwa pemasaran menggunakan persuasi sebagai taktik, sementara membangun branding bicara tentang mengembangkan hubungan emosional.

Branding di Era Digital
Membangun brand yang kuat di era digital sangat penting. Tentu saja brand selalu penting. Tetapi ketika kita mempertimbangkan secara online dan mengubah perilaku pengguna, kita dapat melihat manfaat yang jelas dari Branding.

Dewi K Rahmayanti dalam paparannya
Foto: Dok. Pribadi
Contohnya CNI, CNI yang selama ini melakukan selling mouth by mouth, atau door to door, kini berubah drastis. Mereka masuk lebih jauh ke ranah digital dengan membuka www.geraicni.com yang dapat diakses oleh siapa saja. Sudah lebih kurang 2,5 tahun berjalan, CNI makin powerful dan menancapkan lebih tajam kuku-kuku usaha dengan mem-branding perusahaan secara digital melalui website dan media sosial.  

Tak heran apa yang dilakukan CNI sebagai bentuk breakthrough  (terobosan) dalam mengantisipasi kemajuan zaman. Meski begitu, pelanggan-pelanggan CNI tetap setia dan tak lari dari pilihan lain. Branding CNI makin nyata tatkala gerainya dapat diakses melalui berbagai device, baik melalui PC juga smartphone. Aplikasi Gerai CNI di smartphone tak memberatkan device, hanya 742 KB, artinya aplikasi ini sangat ringan.
Wajah baru CNI dengan hadirnya www.geraicni.com
Foto: Dok. Pribadi
Dengan hal ini, aksesibilitas produk atau barang yang ada di CNI dapat dibeli kapan dan di mana saja, tanpa dibatasi ruang dan waktu. Teknologi mobile digital memberikan peluang-peluang besar untuk CNI terus bertumbuh dan mem-branding usaha dan perusahaan secara luas dengan jangkauan mendunia. Branding CNI melalui media sosial dan website berhasil menurut saya.


Salah satu fitur "Produk Favorit CNI" dalam apps gerai CNI
Foto: Dok. Pribadi
Keberhasilan CNI dalam mem-branding usaha dan perusahaan terbukti dengan hadirnya ini http://www.cni.co.id/index.php/products-info . Banyak kemudahan akses yang diberikan. Tak perlu repot-repot harus ke toko nyata kalau ada toko maya yang lebih komplit dan terpercaya.


Fitur "Produk Baru" di apps gerai CNI
Foto: Dok. Pribadi


Branding tak akan pernah selesai untuk diurai. Antusiasme para blogger mendengar dan menyimak setiap kalimat yang keluar dari pegiat dunia digital, semakin menguatkan diri saya  untuk terus mengikuti ilmu dan pengetahuan yang tak saya peroleh dari sekolahan. Inilah branding yang sesungguhnya, hadir dan praktik nyata di depan mata.

 Branding meliputi beragam aspek
Foto: Dok. slideshare.com
Branding sebagai alat untuk mengembangkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Dalam dunia media yang serba digital, branding tetap menjadi barang yang kompetitif bahkan lebih dari sekadar tantangan.

Sebuah brand yang didefinisikan dengan baik sangat penting untuk membedakan produk atau jasa dari yang lainnya. Brand memiliki sedikit kontrol atas apa yang dikatakan orang-orang mengenainya, terutama secara daring. Pengguna memiliki akses ke pengguna lain untuk memberi komentar kepada brand yang sangat mempengaruhi keputusan membeli atau tidak dari seseorang.

Branding tidak hanya tentang produk atau jasa kita--ini tentang keterlibatan sosial kita, layanan pelanggan, proses penjualan, karyawan, dan segala sesuatunya--berpikir tentang bagaimana digital telah mengubah segalanya. Branding selalu tentang keterhubungan. Digital mempertinggi keterhubungan brand dan hal-hal  yang berhubungan dengan  orang-orang.

“Personal branding sebagai cara-cara seseorang dalam memasarkan diri dan kariernya sebagai brand (merek). Kita harus mengetahui tentang gambaran citra diri kita, misi, nilai, dan visi yang akan kita bangun”, urai Dewi dalam paparannya kepada Blogger.

Suksesnya Branding seseorang meliputi banyak faktor
Foto: Dok. previews.123rf.com
Nah, bagaimana kita sebagai pribadi dapat melihat diri sendiri. Apa yang baik dan layak ditonjolkan untuk publik. Sebenarnya kita itu ingin dilihat sebagai apa, siapa, bagaimana, dan mengapa? Oleh karenanya, di media sosial, apa yang kita tulis, itu menjadi cerminan diri kita. Berhati-hatilah dengan jari jemari kita saat  di depan perangkat. Kondisi emosional yang tak bersahabat,  justru akan mengenyahkan impian yang Anda idam-idamkan lenyap dalam sekejap.

Alih-alih ingin membranding diri, tetapi badai bencana datang menerpa. Kita harus paham apa yang akan disematkan dalam diri agar orang-orang terus mengenang kita sebagai pribadi yang memang pantas untuk diingat. Dan perlu diketahui tentang hal ini, Are you the NEGATIVE NATHAN? Are you the IRRELEVANT IRENE? Dan Are you the ALL STAR ANNA?

Sembilan puluh tiga persen, seorang manager ketika akan mengambil calon karyawan untuk bekerja, mereka melakukan stalking  media sosial yang dimiliki calon. Di situ akan terlihat, apakah Anda termasuk orang yang suka berkeluh kesah, suka menggosip, senang pamer, menyebarkan berita positif, atau bahkan memberikan dampak buruk kepada media sosial yang Anda punyai sendiri. Hal ini dilakukan seorang manager sebelum dia benar-benar ingin mengambil Anda untuk bekerjasama dengan Anda.

Dari sebagian kita pastinya kenal dan tahu tentang brand-brand seperti Coca Cola (Innocent), Audi (Sage), Rolex (Ruler), Red Bull (Magician), VW (Everyman), Virgin (Outlow), Volvo (Caregiver), Ben&Jerry’s (Jester), juga Nike (Hero). Nah, brand-brand ini memiliki kekuatan masing-masing untuk orang tetap mengingatnya. Kita pun harus tahu di mana kekuatan diri kita sesungguhnya agar branding tentang kita terus tertancap dan diingat.


Merek-merek ini tak akan dikenal jika tidak melakukan branding
Foto: Dok. /image.slidesharecdn.com
Ada bagian-bagian yang memang perlu diingat oleh kita bagaimana agar personal branding diri dikenal luas. Tanyakan pada diri, 1) apa cerita Anda? 2) Apa tujuan promosi Anda? 3) Apa target pasar Anda? Dan 4) Apa media yang cocok untuk personal brand Anda? Keempat hal ini perlu kita pertanyakan untuk menggali nilai potensi apa sebenarnya yang melekat pada diri. Itulah yang seharusnya dipromosikan dengan sasaran dan media yang tepat pula.

Kalau saya compare dengan apa yang pernah saya peroleh seperti di bawah ini, rasanya tidak jauh berbeda, bahwa lima bagian penting yang harus dipahami seseorang dalam membangun personal branding saat ini, yaitu:
1.   Values; ada nilai yang kita pegang teguh sebagai bentuk integritas dalam  berperilaku.
2.   Attitude; sikap ketika menyikapi sesuatu hal atau masalah dan empati untuk orang lain.
3.   Passion; apa yang membuat kita senang saat melakukannya.
4.   Goal; tujuan atau visi pribadi.
5.   Perspectives; sudut pandang kita terhadap satu hal dan bagaimana  menyesuaikannya dengan sudut pandang orang lain untuk hal tersebut.
  
Dalam kesempatan itu juga Dewi menuturkan bahwa untuk membangun personal branding ini perlu: Persiapan, Penyetingan, dan Tujuan. Akhir dari ketiga hal itu akan muncul sikap Awarness, Engagement, dan Selling.
Dalam hal ini, contoh yang dicuatkan Dewi adalah temannya sendiri, Agnes Soryza.

Biasanya beauty blogger dikenal dengan wanita yang berambut lurus panjang, kulit putih, mulus, kaki bagus, betis dan leher jenjang. Tetapi, tidak demikian dengan Agnes. Justru, Agnes mencatatkan diri sebagai beauty blogger dengan rambut yang kriwil-kriwil dan kulit teen (gelap manja). Artinya, Agnes melepas semua stigma yang melekat tentang beauty blogger selama ini. Dia membangun branding untuk dirinya seperti itu.

Bicara target market, tentu setiap orang berbeda-beda. Zaman terus berganti, pastinya dari sisi bahasa, cara bergaul, dan hal-hal lainnya berbeda dan berubah. Generasi baby boomer tentunya tak sama dengan Gen X di era tahun 1965-1980. Apalagi masuk kepada generasi milenial, yang notabenenya mereka gadget minded. Mau tidak mau, kita harus segera dan cepat beradaptasi agar branding yang ingin kita bangun sampai ke targetnya.

Agar personal branding kita kena ke publik, sangat diperlukan membangun media sosial yang  dimiliki. Semakin banyak dukungan untuk Anda, kemungkinan sukses akan semakin besar. Bicara secara human to human atau personal. Hal ini akan lebih meningkatkan citra diri dan approach kepada orang lain. Buatlah Media Sosial kita terintegrasi, bukan terpisah-pisah. Contohnya, buat dengan nama yang sama akun-akun media sosial yang Anda punyai.

Akun-akun media sosial dengan nama yang sama, akan mudah diingat orang dan terngiang. Memberdayakan orang-orang dalam artian positif untuk membuat keputusan. Orang-orang yang berada di dekat kita pastinya akan dapat memberi dampak nyata, ketimbang mereka yang belum Anda  kenal untuk membuat Anda jadi dikenal. Biarkan orang-orang yang berada di dekat Anda bersosial.

Samakan nama akun media sosial yang dipunyai agar lebih mudah
membuat branding nama Anda
Foto: Dok. http://smallbizpublicrelations.com/
Ada beberapa kemungkinan dari hal ini, pertama, dengan mereka  melakukan “pekerjaan bersosialisasi”, mereka pun akan mengenalkan Anda kepada publik. Kedua, sosialisasi yang mereka lakukan, bukan semata-mata kepentingan sesaat, tapi justru memberikan peluang untuk Anda agar dapat masuk pula ke dalam lingkungan sosial  yang mereka punyai. Ketiga, keberadaan lingkungan sosial mereka justru akan dapat membawa angin segar terhadap keterlibatan aktivitas Anda di lingkungan sosial mereka. Simbiosis mutualisme!

Aturan-aturan baku yang perlu kita pahami bersama dalam Social media team work adalah, No Magic Solution  (tidak ada sesuatu yang instan). Jadi, memang perlu bekerja keras dan cerdas untuk membuat aturan-aturan baik dan benar dalam kapasitas seseorang yang sedang mem-branding dirinya. Melepaskan atau menanggalkan branding tidaklah mudah. Apalagi jika branding sudah terpatri jauh ke dalam ingatan. Perlu usaha keras untuk membelokkan agar orang terpana dan terkesima dengan branding baru yang dibuat.

Jadi, apapun media sosial yang kita miliki, ada hal-hal yang mesti dilakukan. Seperti yang diuraikan Dewi: Dapatkan secara cepat apa yang menjadi nilai atau poin Anda. Tetap melakukan secara tangkas dan singkat, meskipun apa yang Anda lakukan itu tanpa batas. Pertimbangkan gambar dan buatlah tulisan-tulisan yang cocok berkaitan dengan gambar atau video tentang Anda. Pertimbangkan pula nada dan rasa (kira-kira apa yang dapat membuat orang ingin me-retweet atau membagikan kepada yang lain tentang Anda.  

Jangan pernah Anda melakukan rasis, menyebar kebencian, menyebar HOAX, dan bicara secara sepihak.

Hindari rasis, kebencian, dan hoaks
Foto: Dok. www.theindonesianinstitute.com
Jaga media sosial yang kita miliki dari tulisan-tulisan tak berguna. Hal itu semata-mata untuk menghindari diri Anda dari cercaan yang bisa jadi tak berkesudahan. Jika Anda memiliki media sosial seperti Facebook, media ini menjadi ajang yang cocok untuk Anda melakukan posting panjang. Akan tetapi, perlu hati-hati, jangan sampai posting panjang atau posting yang terlalu sering Anda lakukan justru mengganggu fans-fans Anda.

Di Facebook memang tidak memiliki keterbatasan karakter, tetapi postingan-postingan pendek yang Anda lakukan justru lebih baik daripada postingan panjang membosankan. Lakukan dialog melalui pertanyaan. Buatlah engagement bukan sebagai intruder. Jadi, siapapun yang mengenal Anda, branding Anda adalah Anda. Bukan siapa-siapa.

Sementara, jika Anda sering bercuit-cuit dengan  menggunakan twitter, perlu dipahami bahwa twitter hanya punya 140 karakater. Jadi, sampaikan cuitan poin-poin yang buat orang ingin RT atau share. Cerita-cerita yang Anda buat di Twitter dapat dibuka dengan multiple tweets. Buatlah hastag, karena hastag akan sangat membantu dalam proses pencarian dan juga percakapan. Keterlibatan yang Anda buat dalam satu atau beberapa hal di twitter, bukan sebagai pengganggu.

Bagaimana jika Anda ingin mem-branding diri Anda melalui platform Instagram? Kita tahu, IG tak perlu cerita panjang, tetapi gambar dengan sedikit caption-lah yang akan bicara.  Buatlah cerita-cerita tentang Anda melalui gambar, karena melalui gambar bisa banyak bercerita. Hastag akan sangat membantu dalam pencarian dan trend yang terjadi terhadap diri Anda. Keterlibatan Anda dalam satu dua hal juga bukan sebagai pengganggu.

Karena itu, carilah sumber-sumber yang benar dan bisa membuat Anda semakin dikenal. Keyword (kata kunci) sangatlah penting. Karena itu akan mempermudah kerja Anda. Orang tak perlu repot-repot mengetik nama-nama panjang. Sematkan pula gambar di Google. Google akan membantu siapapun orang yang sedang mencari Anda melalui gambar. Siapa yang membicarakan Anda? Tentunya akan tahu pula siapa orang-orang di balik website yang Anda miliki hingga terlihat cantik dan indah.

Anda senang membuat breaking news di Twitter? Lakukan sesuai petunjuk dan tanpa membuat efek apa-apa kepada branding diri Anda. Beritahu cerita tentang Anda yang sedang terjadi. Sebisa mungkin capture moment-moment yang Anda anggap penting dan ampuh, sampaikan pada follower-follower Anda yang belum mereka tahu dari Anda. Jangan lupa, gunakan hastag yang dapat membantu pencarian cerita dan percakapan.

Hastag branding yang Anda gunakan sebaiknya hastag yang benar-benar belum pernah dipakai siapapun. Pakailah hastag pendek karena akan mempermudah orang mengingat. Coba lakukan penelusuran terhadap hastag yang Anda buat, sebelum hastag tersebut Anda sampaikan ke publik.

Untuk Anda yang ingin melakukan personal branding, perlu kiranya membuat rencana atau jadwal di media sosial yang Anda miliki. Mengorganisir rencana melalui Editorial Plan sangatlah perlu. Misalnya Anda membuat jadwal sehari dua kali posting tentang aktivitas yang Anda lakukan.

Rencana Editorial tidak hanya tanggal dan topik yang ingin dibicarakan, tetapi juga tugas-tugas penulisan, penyebaran berita di media sosial, dan menjalankan ide-ide yang sudah masuk daftar tunggu. Ada dua strategi konten yang perlu dibuat, sebagai pendekatan bab, meliputi:
1.   Bab 1 Konten yang terencana atau direncanakan (Planned Content)
·        Biasanya berisi topik penting industri atau tentang usaha Anda
·        Dapat melingkupi semua hal yang Anda ketahui, baik yang diperlukan sebagai masukan maupun untuk tindak lanjut, seperti pengumuman produk, kegiatan perusahaan, dan juga launching program.
2.   Bab 2. Keterlibatan Langsung (Live engagement)
·        Topik: terkadang Anda dapat mengantisipasi tetapi lebih sering terjadi secara tiba-tiba.

Undang-Undang ITE Pasal 27 Ayat 3 perlu menjadi acuan manakala Anda bermedia sosial. Banyak kasus-kasus yang menjerat pelaku melalui pasal itu. Oleh karenanya, perhatikan tulisan-tulisan yang ingin Anda sebar melalui medsos. Jangan pernah lupakan, medsos juga punya kode etik, ingatlah aturan-aturan dalam bermedsos, dan perhatikan dengan saksama konflik-konflik yang terjadi di media sosial. Jangan sampai menyeret Anda dalam berita bingkai 17 atau 45 inci (baca = Televisi).

Hindarilah komen-komen negatif yang dapat membahayakan diri sendiri, utamanya kredibilitas diri. Hati-hati dengan haters, cintai saja haters Anda karena mereka itu sesungguhnya fans berat kita. Berikanlah jawaban-jawaban cerdas tetapi tidak menggurui, tetap stay calm. Jangan pernah menghapus mereka dari kontak media sosial Anda, dan jangan menjadi defensive.

Hadapi setiap komentar negatif dengan kepala dingin dan tetap memperlakukan hater sebagai teman bicara yang baik. Dari merekalah kita belajar banyak cara memperlakukan diri kita sendiri. Sudah baik dan benarkah kita? Tanyakan pada diri sendiri sebelum  memberi imbas pada orang lain. 

Branding di Era Digital baik personal maupun melalui website
disampaikan oleh pembicara yang kompeten di bidangnya
Foto: Dok. CNI-ISB



Friday, March 24, 2017

Domino’s Pizza, Sensasi Bahan Lokal dalam Balutan Rasa Internasional


Pizza? Siapa sih yang tak kenal makanan satu ini. Salah satu bentuk flatbread yeasted yang bagian atasnya diisi dengan saus tomat dan keju lantas dipanggang dalam oven. Biasanya, tutupan bagian atas atau topping diisi pula dengan beragam pilihan daging, sayuran, dan bumbu-bumbu khas pilihan. Istilah ini pertama kali ada pada catatan naskah Latin dari Gaeta di abad ke-10 yang berada di  Italia Tengah. Sementara, Pizza modern ditemukan di Naples, Italia. Untuk hidangannya dengan beragam varian sudah menjadi menu populer yang banyak ditemukan di belahan dunia.
Fakta berbicara
Foto: Dok. http://www.todayifoundout.com/
Pada 2009, atas permintaan Italia, bahwa Neapolitan Pizza harus sangat terjaga sebagai hidangan khusus tradisional dan terjamin. Oleh karenanya, The Associazione Verace Pizza Napoletana (True Neapolitan Pizza Association) menjadi satu organsasi non-profit yang berdiri pada 1984 dengan kantor pusat di Naples bertugas mempromosikan dan melindungi  keaslian Neapolitan Pizza.

Pizza dapat dijual secara segar dan beku, baik sebagian maupun secara keseluruhan. Pizza ini menjadi salah satu  item makanan cepat saji yang sudah sangat umum ada di Eropa dan Amerika Utara. Ada beragam jenis oven untuk memasak Pizza juga berbagai jenis bahan campuran untuk membuat pizza, seperti Calzone dan Stromboli.

Kata “Pizza” (dalam bahasa Italia = Pittsa) pertama kali ada dalam teks Latin dari Italia Selatan di kota Gaeta yang masih dalam bagian Kekaisaran Bizantium pada 997 AD (Ano Domini). Di dalam teks tersebut dinyatakan bahwa, untuk  yang menyewa properti tertentu harus memberikan Uskup Gaeta Duodecim Pizza (Dua belas Pizza) setiap Hari Natal, dan dua belas pizza lainnya setiap hari Minggu Paskah. Jadi, Pizza ini dapat diperlakukan sebagai makanan yang sangat dikagumi di negeri asalnya.

Nah, makanan yang mirip dengan pizza sudah ada sejak zaman Neolitikum. Beberapa catatan, bahwa sebagian orang menambahkan bahan-bahan lain untuk roti yang mereka buat. Hal itu agar roti tersebut lebih beraroma.Hal ini dapat ditemukan pada sejarah-sejarah kuno tradisi neolitik.

Orang Yunani Kuno, ketika membuat roti, roti tersebut direndam dalam minyak, ditambah bumbu-bumbu, dan keju. Pada abad ke-6 sebelum masehi, prajurit-prajurit  dari Raja Darius Persia, memanggang roti bulat yang datar  dengan tambahan keju dan kurma di atas perisai tempur mereka. Hal ini demi keinginan untuk memakan roti beraroma keju dan bumbu lainnya.

Sementara itu, pizza modern di Naples Italia terus mengalami evolusi dari jenis roti datar yang ada pada awal abad ke-18 dan 19. Di atas roti datar itu tadi (flatbread) diberi tambahan bahan seperti bawang putih, garam, lemak daging, keju, dan daun basil. Sedangkan tomat yang ditambahkan hanya terkadang saja. Hingga sekitar tahun 1830, pizza dijual secara terbuka  dan masuk ke dalam gerai-gerai toko roti dan pizza. Tradisi neolitik itu tetap hidup hingga saat ini.

Salah  satu legenda kontemporer yang sangat populer menyatakan bahwa, pola dasar pizza itu berasal dari Pizza Margherita yang diciptakan pada 1889, saat Royal Palace of Capodimonte menugaskan Neapolitan Pizzaiolo  (pembuat Pizza), Raffaele Esposito sebagai pencipta pizza membawakan pizza saat mengunjungi Ratu Margherita. Dari tiga pizza berbeda yang dia ciptakan, Ratu sangat menyukai Pizza yang berbalut bendera Italia, yaitu warna merah untuk tomat, hijau untuk kemangi, dan putih untuk keju mozzarella. Selanjutnya, ada jenis pizza yang dinamai sebagai nama ratu, meski penelitian terbaru masih meragukan legenda tersebut.

Pizza dibawa ke Amerika Serikat melalui imigran Italia di akhir abad ke-19. Pertama kalinya muncul di tempat para imigran Italia tersebut terkonsentrasi, Pizzeria sebagai negara pertama, Lombardi yang dibuka pada 1905. Setelah perang dunia ke-2 para veteran yang kembali dari kampanye diperkenalkan dengan masakan Italia itu. Setelahnya, terbukti di pasaran bahwa makanan Italia ini meledak hebat dan pizza menjadi makanan spesial.
Oleh karenanya, sejak saat itu pizza tenar di Amerika, salah satunya Pizza Domino. Di hari-hari tertentu, orang-orang di Amerika, sekitar  13% mengonsumsi Pizza. Berkenaan dengan ini, secara umum jika diperhatikan, rata-rata topping umum pizza di Amerika diisi dengan daging sapi, jamur, bawang Bombay, pepperoni, nenas, bawang putih, ayam, dan juga sosis.

Variasi pizza dalam bentuk lain adalah pizza panggang yang dibuat cukup tipis berbentuk bulat, terkadang juga tak beraturan dari lembaran yeasted adonan pizza. Pizza biasanya langsung dipanggang di atas api, kemudian diisi topping hingga pizza matang dan terasa krispi.

Topping tersebut dapat diiris tipis-tipis agar cepat matang. Isian atau topping ini berupa sosis juga paprika yang bisa dimasak sebelum ditempatkan di atas pizza. Bawang putih, jamur, keju, maupun daging sapi bisa pula ditambahkan untuk memaksimalkan rasa hidangan.

Nah, kali ini saya berkesempatan menyaksikan dan menikmati langsung tujuh varian baru dari Domino’s Pizza dan tiga dessert serba cokelat. Acara ini berlangsung pada Kamis (16/3/2017) bertempat di Domino’s Pizza Senayan City, Jakarta. Hadir di acara tersebut rata-rata Food Blogger dan pecinta kuliner.

Domino’s Pizza mengenalkan tujuh varian baru dengan bahan-bahan dan  cita rasa lokal khas Indonesia, dipadu bebebapa rasa khas Asia, seperti Pizza Ayam Bakar, Beef Rendang, Loaded Meatzza, Spicy Garlic Prawn, Tandoori Chicken, Grand Extravaganza, dan Veggie Deluxe. Tiga dessert yang dihadirkan serba cokelat berupa Chocolate Brownie, Martabak Chocolate Cake, dan Chunky Choc-Chip Cookie.

Bukan hal asing lagi untuk kita tentang Domino’s Pizza ini. Sebagai perusahaan pizza terbesar kedua di dunia memang punya segudang cerita. Sejarah mula berdirinya pada 1960 di Ypsilanti, daerah Michigan yang dimulai oleh dua saudara kembar Tom dan James Monaghan. Mula pertama kali kedua saudara kembar ini membeli pizza, lantas menjualnya kembali dengan nama Dominick. Mereka hanya bermodalkan US$ 1.400. Setelah delapan bulan berlangsung, Tom mengambil pengawasan secara penuh. Hal itu disebabkan James tak ingin  berhenti bekerja sebagai postman.

Bisnis mereka berkembang sangat pesat. Tom membuka dua gerai di sekitar  tempatnya pada 1965. Akan tetapi, Dominick, sebagai pemilik asli tidak mengizinkan Tom menggunakan nama itu di tempatnya yang baru. Alhasil, diubahlah nama Dominick ini menjadi Domino oleh  Tom.

Hebatnya hingga sekarang, ada lebih kurang 13.200 cabang yang tersebar di lebih dari 80 negara. Setiap harinya, sekitar 1,5 juta pizza dijual. Menilik jauh sejarah Domino, tahukah kita ada lambang tiga titik di logonya? Ya, itu diambil oleh Tom dari ketiga toko pertamanya saat dia buka. Sementara untuk  mengantarkan Domino’s Pizza ini ke temapt-tempat pemesanan, Tom menggunakan VW Beetle tua kepunyaan James Monaghan.



Logo Domino's Pizza
Foto: Dok. https://i.ytimg.com

Menu-menu di Domino’s Pizza, sepanjang tahun 1960 hingga 1980 tidak pernah diubah. Mereka tetap punya menu utama satu pizza dengan sebelas topping pilihan dan dibarengi minuman seperti Cola. Menu Domino’s Pizza ini baru ditambah sekitar tahun 1989.
Yuk, mari kita mulai petualangan rasa saya mencicipi menu-menu yang dihadirkan dari Domino’s Pizza ini.

Saya mulai dengan pizza pertama, Tandoori Chicken. Untuk sebagian orang, rasa khas Timur Tengah dengan bumbu-bumbu yang sangat aromatik mampu membangkitkan rasa. Cita rasa masakan ini unik menurut saya. Di negara asalnya, India, Tandoori Chicken direndam dalam yoghurt dengan campuran rempah-rempah tandoori masala. Biasanya ada tambahan cabe rawit, cabe merah bubuk atau kashmiri. Fungsi cabe merah bubuk di sini untuk memberikan warna merah yang menyala. Ditambah pula kunyit (turmeric) untuk menghasilkan warna oranye yang cantik.

Tandoori Chicken Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Rasa tandoori chicken pizza saat lidah saya mencecap, bukan main! Hebat. Eksotisme bumbu yang meresap tak mengalahkan rasa pizza yang nikmat, irisan-irisan paprikanya masih memberikan rasa “kres” saat digigit. Tingkat kematangan ayam sempurna. Cita rasa Asia yang tepat mengena di lidah orang Indonesia. Kenikmatan spices tandoori ini mengingatkan saya pada cita rasa bumbu nasi kebuli. Aroma kunyit, adas, jintan, kapulaga, bunga pekak, kayu manis, dan bumbu lainnya masih sangat melekat.

Adonan pizza-nya juga lembut dan tak lengket di gigi. Saat dikunyah secara bersamaan, ayam, pizza, mayo, dan paprika, memang sedikit menonjol rasa ayam tandoori-nya. Tetapi, tak mengalahkan dari sisi bahan lainnya. Ada harmonisasi rasa manakala  gigi geligi saya mulai mengunyah jadi satu. Kombinasi saus kari, ayam tandoori, saus rahitta, paprika hijau, bawang bombay, dan keju mozzarella, menyatu lekat dalam rasa.

Ayam Tandoori sebagai bentuk hidangan yang berasal dari anak benua India. Menu ini memang sangat populer di India juga negara-negara Asia Selatan lainya. Sangat populer di bagian dunia lainnya seperti Inggris, termasuk Asia Tenggara-Indonesia. Sebagai mana yang dijelaskan oleh Bapak Nevin, representatif Domino’s Pizza, bahwa Tandoori memang cocok untuk lidah tak hanya India, tapi Indonesia.

Hidangan kedua, Beef Rendang Pizza. Ahaa… bicara rendang memang sudah tak asing di telinga saya. Saya berpikir, ini kolaborasi cantik Domino’s Pizza menciptakan hidangan nusantara naik ke kelas dunia. Hebat!


Beef Rendang Domino's Pizza
Foto: Dok.Pribadi
Rendang, sebagai makanan tradisional Indonesia yang sudah mendunia. Olahan rendang berpadu cantik dengan Domino’s Pizza khas Chef Eko. Perpaduan rasa gurih dan pedas rendang khas Minang ini, “nampol” di pencecap saya. Aroma dari topping-nya melesat keluar saat saya membuka boks. Irisan daging yang diresapi bumbu sangat terasa nikmat. Paduan bawang Bombay, membuat cita rasa Beef Rendang Pizza ini makin sulit saya lepaskan dari gigitan.

Aromatik bumbu rendang Domino’s Pizza berbeda dari yang lainnya yang pernah pula saya coba. Di Domino’s Pizza, Beef Rendang Pizza-nya, saya temukan cita rasa yang penuh sensasi di lidah. Bagaimana tidak, ketika pizza masuk dalam gigitan saya secara bersamaan dengan daging rendangnya, dagingnya sangat lembut, bumbu-bumbu rendangnya lesap ke dalam daging. Hebatnya lagi, daging rendangnya tidak hancur meski teksturnya sangat lembut. Aroma rempah dalam rendang pizza sangat menggoda. Sensasi pedas rendang bercampur rempah menantang lidah saya. Lelehan keju Mozzarella, waw, semakin menambah kenikmatan pencecap saya. Ini rasa pizza paling juara.

Chef Domino’s Pizza berhasil mengangkat cita rasa rendang kembali menjadi kelas bertaraf internasional. Buat saya yang orang Sumatera, ini sangat cocok di lidah saya. Beef rendang ini buat saya nagih. Rasa tak pernah bohong, bukan hanya soal selera. Tapi cita rasalah yang menentukan Domino’s Pizza jawara di bidangnya.

Chef internal Domino's Pizza, Chef  Eko
Foto: Dok. Pribadi
Menu Pizza ketiga yang saya cicipi adalah Ayam Bakar Pizza. Aroma ayam bakarnya cukup tajam, berasa gurih. Hebatnya lagi, ayamnya lembut, potongannya tetap utuh, dan tidak hancur. Paduan cantik antara bawang Bombay, ayam bakar, parsley, dan keju mozzarella membuat hidangan ayam bakar naik kelas.


Ayam Bakar Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Gigitan demi gigitan yang saya kolaborasikan dengan seluruh topping yang ada, tak ada yang dominan. Keseimbangan rasa saya temukan. Keunikan pun saya dapatkan. Pizza lembut dengan ayam bakar, membuat lidah saya semakin membara untuk terus memangsanya. Lagi-lagi, Domino’s Pizza mampu memenuhi selera konsumen di Indonesia yang benar-benar bercita rasa Indonesia, tetapi naik ke kelas yang lebih tinggi lagi. Selalu ada cara, bagaimana Chef internal Domino’s Pizza (Chef Eko) mengenalkan rasa Indonesia kepada lidah tak hanya untuk orang Indonesia, tetapi juga untuk lidah orang asing. Keren!

Pizza keempat yang hadir di hadapan saya adalah Spicy Garlic Prawn. Dari namanya sudah bisa saya tebak. Ya, rasa-rasa pedas dipadu aroma bawang putih berpadu cantik dalam ikatan udang, dan potongan dadu tomat merah penuh cinta, serta Bombay yang mesra manja saat lidah mencecap.

Spicy Garlic Prawn Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Betapa tidak, udangnya benar-benar terasa segar dan “kres” saat saya gigit. Hebatnya lagi, tak tercium bau amis seperti kebanyakan olahan udang. Bawang putihnya pun tak menyengat penciuman saya. Bombay, pun tak menebar aroma tajam. Hebatnya, aroma masing-masing topping tak ada yang dominan. Tomat yang dipotong dadu menghasilkan juice yang membuat lembut adonan pizza. Pizza yang dihadirkan terasa juisi, dan ‘bleber”.

Hal yang membuat saya mengenang jauh Spicy Garlic Prawn ini adalah, cita rasa pizza yang krispi berbalut topping-topping cantik dengan rasa menggoda. Rustic Sauce   memberikan cita rasa memanjakan lidah saya. Juara! Rustic Sauce, ada paduan tomat, bawang putih, dan bahan-bahan lainnya hingga tercipta saus berkelas internasional dan sejalan dengan lidah-lidah lokal. Chef Domino’s Pizza, jempol dua!

Hidangan pizza kelima yang saya cicipi adalah Loaded Meatzza Pizza. Nah, kenikmatan saat menyantap pizza itu ketika keju meleleh. Tetapi buat saya tak hanya itu. Kenikmatan menyantap pizza Domino’s ini tatkala beef pepperoni, beef rasher, beef blackpapeer, beef crumble, dan Barbeque Sauce bersatu dalam jalinan kompak pizza yang singgah di mulut saya.

Loaded Meatzza Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Saya termasuk pecinta daging. Meatzza memberikan sensasi baru untuk jenis pizza dengan cita rasa daging bersaus. Lembut dan mudah ditarik. Daging berkelas premium ini memang pantas bersanding dengan Domino’s Pizza yang punya kelas premium pula di bidangnya.
Tak heran, saat saya mencecap, gigitan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya enggan berpaling dari gigi saya. Duuh… ada pelet cinta pizza Domino’s yang memanah hati dan mata saya untuk tidak lekas melepas loaded pizza ini. Chef Internal Domino’s memberi cita rasa yang aduhai. Wajar jika Domino’s punya hati di pecintanya. Tak heran pula kalau Domino’s mampu mengejar jenis-jenis lain pizza di kelasnya menjadi terbaik.

Daging beef pepperoninya punya rasa yang gurih dan enak. Beef yang lembut berpadu bawang Bombay, mengeluarkan aroma manja di lidah. Sulit untuk saya melepaskan dari gigitan begitu saja secara sia-sia. Loaded Meatzza, I wanna dating with you again!

Pizza keenam yang singgah di lidah saya adalah Grand Extravaganza. Saya memang pecinta daging. Dari beberapa varian daging pizza yang pernah singgah di lidah saya, Grand Extravaganza Domino’s Pizza berbeda dari yang lainnya. Daging beef rasher terasa lembut dengan bumbu yang sangat meresap ke dalam. Beef Pepperoninya pun tak kalah lezat. Yang membuat Domino’s Pizza Grand Extravaganza ini berbeda dari yang lainnya adalah, ada zaitun hitam dengan rasa aduhai.

Grand Extravaganza Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Aduhai rasa ini saya peroleh dari perpaduan beef rasher, beef pepperoni, zaitun hitam, paprika hijau, bawang Bombay, tomat, parsley, nenas, dan mozzarella cheese yang coba saya makan sekaligus. Benar-benar memberikan sensasi rasa yang menakjubkan di pencecap saya. Rasa ini tak pernah bisa hilang dari ingatan saya. Masih tetap melekat jauh hingga ingin kembali lagi untuk bersenang-senang bersama Grand Extravaganza secara vaganza. Domino’s Pizza Grand Extravaganza Party for the next!!

Last but not least, sajian istimewa Domino’s Pizza mengisahkan cinta para pecinta sayuran. Veggie Deluxe. Bukan hal yang mustahil, percampuran karbohidrat (adonan pizza) dengan beragam jenis sayur, membuat lengkap sajian ini. Ada kelezatan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya ketika jamur, zaitun hitam, paprika hijau, nenas, bawang Bombay, bersama keju feta dan mozzarella sebagai isian (topping) menghinggap tepat di pencecap.

Veggie Deluxe Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Hal yang membuat saya tertarik jauh dengan Veggie Deluxe ada pada sajian keju feta. Keju ini, pada zaman Yunani dibuat dari susu domba secara pasteurisasi, terkadang ditambahkan pula dengan susu kambing. Keju ini telah diproduksi di Yunani sejak zaman purbakala, bahkan sudah menyebar ke seluruh Balkan. Feta memiliki warna putih dan disimpan di dalam air asin atau air dadih.

Veggie Deluxe dalam Bingkai Rasa
Foto: Dok. Pribadi
Feta Cheese ini, setelah diberi rennet dan menggumpal, segera ditiriskan hingga terbentuk gumpalan keras. Rasanya gurih dan segar. Di sinilah letak nikmatnya Veggie Deluxe. Satu hal yang tak dapat dipisahkan lagi adalah mozzarella yang memberikan rasa menakjubkan. Tingkat kekenyalan Domino’s Pizza berbeda. Adonannya lembut dan tidak lengket di gigi.
Semua percampuran bahan-bahan diolah secara sempurna dengan tingkat kematangan yang sempurna pula. Tingkatan rasa yang memiliki  standar rasa internasional. Tak hanya kena di lidah Indonesia, tetapi mencapai rasa berkelas mancanegara. Rasanya tak berhenti sampai di sini petualangan saya menikmati Domino’s Pizza.

Sajian yang memberikan cita rasa berbeda dari Main Course ke hidangan penutup (dessert) yang diracik dari tangan dingin Chef Domino’s Pizza, dalam olah rasa serba cokelat pun berhenti sejenak di lidah dan gastronomi saya. Dessert ini sebagai daftar dessert terbaru Domino’s Pizza.  Ada apa saja? Mari kita lanjutkan petualangan Gastronomi ini.

Meluncur di hadapan saya pertama kali Chocolate Brownie. Bentuknya memang Brownie. Dengan kekentalan cokelat yang lezat. Paduan rasa yang seimbang antara tingkat kekeringan bagian bawah Brownie-nya dengan oili sauce berbahan cokelat juga. Ini merupakan percampuran bahan yang membuat luluh kerasnya hati. Saya merasakan lembutnya Chocolate Brownie laksana Sabayon yang dilingkari es krim, dan membuat saya terpenjara rasa. Kehangatan yang berasal dari Chocolate Brownie ini mampu menenangkan jiwa. Sulit untuk memalingkan wajah dari godaan cokelat yang mengundang hasrat.

Chocolate Brownie Domino's Pizza Dessert
Foto: Dok. Pribadi
Tingkat kematangan brownie-nya pun sempurna. Menurut saya, tidak lengket di lidah dan gigi. Siraman saus cokelatnya pun menambah lezat dan tak akan terlupakan sepanjang lidah mencecap.

Masih dessert berbahan cokelat yang menghinggap di lidah saya. Dessert ini mengambil inspirasi dari Martabak  Indonesia yang memang populer. Cara cerdas Chef Domino’s Pizza menghadirkan bentuk lain dessert, berupa Martabak Chocolate Cake. Bahan dasar martabaknya lembut dengan tingkat kematangan mendekati sempurna. Rasa cokelat dengan bahan martabak berpadu seimbang, tidak ada rasa yang paling dominan.
Martabak Chocolate Cake dalam Bingkai
Foto: Dok. Pribadi

Martabak Chocolate Cake Domino's Pizza Dessert
Foto: Dok. Pribadi
Bahan-bahan cake yang dimasukkan sesuai porsinya. Baking Powder/Soda Kue sebagai pengembang cukup signifikan dengan rasa. Martabak Chocolate Cake ini menjadi satu hidangan penutup spesial di hati saya. Racikan resep di tangan dingin Chef memberi nuansa baru untuk percokelatan Dominos Pizza.

Berhenti sampai di sini? Tidak! Saya masih mencicipi Chunky Choc-Chic Cookie. Ini merupakan kue dengan cokelat chips yang berada di dalamnya. Membayangkan lumernya cokelat dengan chips lembut yang masuk ke dalam mulut itu benar-benar beda. Ini kenyataannya, di hadapan saya hadir Chunky Choc-Chic Cookie yang lembut. Chips-nya lembut sangat berasa. Siapa sih yang mau mendustai rasa yang hadir dengan keikhlasan di mulut sang pencinta kulinaria?

Chunky Choc-Chic Cookie Domino's Pizza Dessert
Foto: Dok. Pribadi
Apa yang dijelaskan McMichael benar, “Semua orang menyukai cokelat dan dessert sebagai makanan penutup yang lezat setelah makanan utama. Domino’s Pizza menghadirkan dessert barunya sebagai penutup makan dengan rasa manis. Seperti halnya Pizza yang ada di Domino’s Pizza, baru akan dibuat setelah dipesan. Dessertnya pun hangat karena fresh from the oven.
Rasa tak pernah bohong
Foto: Dok. Pribadi
Tak perlu risau, seluruh bahan yang diracik dalam pengawasan Majelis Ulama Indonesia dan berlabel HALAL.  Jadi, bahan-bahan lokal punya taste di lidah internasional juga, kan. Semoga Domino’s Pizza mampu membawa bahan-bahan lokal ke mancanegara dengan rasa. Saya sudah mencoba beragama rasa, kamu kapan?

Wednesday, March 15, 2017

Sensasi Rasa Diva Boga

Memang  ya, rasa itu tak pernah bohong. Soalnya ini masalah rasa. Tentunya, lidah setiap orang beda-beda soal cicip mencicip rasa. Untuk saya pribadi, rasa itu memegang peranan penting untuk setiap makanan atau masakan.  Kalau boleh juga saya bilang, Don’t judge book by its cover. Nah, sama halnya dengan rasa. Saya tidak akan bilang kalau makanan atau minuman yang disajikan dengan “berantakan”, belum tentu rasanya juga berantakan. Akan tetapi, terkadang rasa dan penampilan tidak linier.


Rasa tak pernah bohong
Foto: Dok. secure5.domainit.com
Apalagi, lidah ini terlatih untuk mencecap rasa selama beberapa tahun belakangan. Kembali lagi, tampilan kadang bisa menjadi “topeng” rasa. Teman-teman saya yang memang penggila kuliner sering berkata, “Tampilan kadang menipu”. Eeh benar juga. Saya termasuk orang yang mudah sekali jatuh cinta dengan tampilan makanan yang cantik memesona. Tetapi, terkadang  juga membuat saya kecewa. Tahunya, setelah indera pencecap saya merasakannya.



Bagian-bagian pencecap untuk merasakan rasa
Foto: Dok. http://www.diwinetaste.com/
Beberapa tempat makan yang pernah saya singgahi dan coba, dari sisi penyajian biasa-biasa saja. Namun, begitu lidah saya menjajal satu per satu setiap hidangan, saya makin berdecak. Dalam hati sempat berkata, “Tampilannya tak meyakinkan, tetapi rasanya juara”. Nah, kolaborasi antara tampilan dan rasa memang perlu menurut saya. Itu semua agar rasa dan tampilan dapat seiring sejalan. Orang pun akan semakin bersemangat untuk mendekat dan menjadi penikmat.

Rasa ini berikat erat dengan persepsi gustatori manusia sebagai salah satu panca indera yang dimiliki oleh sistem gustatori. Bicara rasa, pastinya bicara sensasi. Ya, sensasi yang dihasilkan oleh suatu zat dalam mulut ketika bereaksi dengan makanan yang masuk secara kimiawi dengan sel-sel reseptor rasa yang terletak pada selera rongga mulut, terutama di lidah.

Sensasi rasa ini terdiri atas lima unsur dasar, manis, asam, pahit, asin, dan getir (umami).Secara ilmiah sudah dibuktikan bahwa rasa itu  berbeda-beda satu sama lain. Ujung lidah mampu mendeteksi rasa meski terjadi interaksi dengan molekul atau ion yang berbeda. Dan rasa ini memberikan kontribusi terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Akan tetapi, persepsi rasa mulai memudar sekitar 50 tahun belakangan karena papila lidah manusia menghilang. Juga terjadi penurunan produksi air liur.

Nah, pada hari Kamis (9/3/2017) lalu, saya berkesempatan mengikuti cooking class dari salah satu perusahaan penyuplai powder dan spices untuk goreng-gorengan, yaitu PT Diva Mitra Bogatama. Diva Mitra Bogatama ini merupakan perusahaan yang  bergerak dalam bidang manufacturing makanan olahan  yang sudah ada sejak 1999.


Sudah sejak lama Diva Boga menjadi supplier  salah satu perusahaan waralaba restoran ayam goreng kenamaan, sebut saja PT Mc Donald’s Indonesia, Nugget So Good (PT So Good Food Manufacturing, Foodcourt  supermarket seperti Carefour, Giant, Ramayana, Lions Superindo, LotteMart Indonesia, PrimaFood Restoran, dan catering yang tersebar luas di area Jabodetabek.

Beberapa produk Diva Boga
Foto: Dok. Pribadi
Jadi, sudah banyak aplikasi produk dari Diva Boga ini ternyata. Seperti untuk Fried Chicken, Nugget, filler, Snack, Keripik Kentang, Keripik Pisang, Keripik Singkong, Drumstick, Chicken katsu, Udang, Sayuran, Cumi-Cumi, Seafood, Tempe, Daging Ayam, Daging Sapi, Soup, Bubur Ayam, Tumisan Perkedel, Tumisan Capcay, Soto, Opor Tumisan, Spaghetti, Chicken Teriyaki, Beef Teriyaki, Steak, Chicken Mushroom, Chicken Black Papper, Gorengan, Bakso, juga Masakan Tradisional.

Jadi, tak perlu diragukan  lagi memang produk yang dihasilkan Diva Boga. Nah, sementara, para blogger dan mahasiswa yang diundang untuk cooking class pada 9 Maret 2017 itu bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para blogger dan mahasiswa khususnya dalam bidang memasak. Juga memberikan peluang untuk berwirausaha.

Chef Nurulita, saat memeragakan masak di depan Blogger
Foto: Dok. Pribadi
Di kesempatan cooking class itu, blogger dan mahasiswa dipandu oleh chef Diva Boga, bernama Chef Nurul. Beliau memperagakan bagaimana membuat sosis panggang dengan beberapa bahan tambahan lain, seperti paprika dan bawang Bombay. Teknik grill yang diberikan adalah, setelah semua bahan ditusuk ke dalam tusukan sate, lantas dilumuri mentega. Pan-nya pun dipanaskan terlebih dahulu kemudian diberi mentega.

Grilled Barbeque Sausage
Foto: Dok. Pribadi
Tetapi, menurut saya jika pan dilumuri mentega tanpa tambahan bahan lain, seperti minyak goreng, kemungkinan sate sosis akan cepat gosong. Atau Chef Nurul memang sengaja untuk membuat cepat “gosong” bahan-bahan sate tersebut. Kisaran waktu untuk grill tergantung dari yang diinginkan. Sate sosis ini sebagai menu pertama yang dibuat. Rasa yang dihasilkan terbilang enak.

Selanjutnya adalah menu Rice Bowl. Bahan-bahan rice bowl terdiri dari daging sapi, bawang putih, bawang Bombay, jamur kancing yang diiris tipis, paprika merah dan hijau yang diiris memanjang, saus blackpepper Diva Mitra, air, dan minyak untuk menumis.

Rice Bowl
Foto: Dok. Pribadi
Nah, dari sisi rasa memang lidah tak pernah bohong. Untuk ukuran orang Asia terutama Indonesia, lada hanya dipakai seperlunya saja. Karena, kebanyakan lada terasa pedas di tenggorokan. Semua kemanbali lagi pada selera masing-masing orang. Ada yang suka banyak lada, dan sebaliknya. Saus lada hitamnya memang enak dan representatif di lidah. Anak-anak pastinya suka dengan rice bowl yang berwarna-warni. Karena hal itu dapat mengundang selera makan. Rasanya, mungkin untuk ukuran anak-anak ada yang  memang suka pedas merica ada pula yang tidak. Rice bowl menurut saya dapat diadaptasi sesuai keinginan anak.


Kroket kentang isi daging
Foto: Dok. Pribadi
Menu ketiga yang diperagakan adalah kroket kentang instant isi daging. Nah, bicara kroket instant ini, ternyata Diva Boga punya produk tepung perkedel. Jadi, sebenarnya untuk yang doyan masak secara cepat dan instant, apalagi yang suka makanan dari kentang, pas rasanya dengan produk ini. Buatnya gampang dan tak perlu waktu lama. Kroket ala Diva Boga ini menurut saya dapat dikombinasi dengan isi apa saja yang dimaui selain daging.
Bisa juga isian sayur, ikan, ayam, abon, dan lainnya. Semua tergantung dari cara cerdas kita mengolah makanan yang ada. 

Putar otak sedikit bahasa saya. Bahan-bahannya cukup mudah untuk buat  kroket ini. Pastinya ada tepung perkedel Diva Boga, air panas yang berfungsi untuk menyatukan tepung perkedel agar saat diadoni langsung kalis dan tidak lengket. Ada juga daging giling, bawang putih yang sudah di-chop (cincang) begitu pula bawang Bombay. Kecap asin, saus yakiniku, gula pasir, lada hitam, air, dan minyak goreng untuk menumis. Sementara bahan pencelupnya terdiri dari tepung breadcrumb, putih telur yang dikocok lepas. Kroket instant isi daging ini cukup enak dan gurih. Dagingnya berasa dan krispi dari tepung breadcrumb terasa kriuk di lidah.

Nah, menu terakhir yang dibuat (menu ke-4) adalah Fried Chicken ala Diva Boga. Selama ini mungkin karena faktor ketidaktahuan atau juga enggan untuk “ngulik” lebih jauh agar bagaimana ayam yang digoreng menghasilkan “tepung keriting”. Memang ada teknik-teknik khusus dan jam terbang untuk menghasilkan keriting tepung tadi saat digoreng.

Fried Chicken
Foto: Dok. Pribadi
Bahan-bahannya cukup simpel, satu ekor ayam bisa dipotong 9 atau 10. Kemudian di-marinasi dengan bumbu marinasi Diva Boga dan didiamkan  dalam kulkas 1 x 24 jam. Bisa juga kalau ingin digoreng cepat didiamkan sekitar 1-2 jam. Marinasi juga berguna untuk menghilangkan bau amis ayam. Teknik lain pun bisa, diberi perasan jeruk lemon atau nipis, taburi garam dan lada. Bahan pelengkap lainnya adalah air dingin atau air es. Kemudian tepung bumbu serba guna MitraQu.

Ayam yang sudah dimarinasi tadi dimasukkan ke dalam tepung bumbu sembari ditekan-tekan dengan jari-jari tangan. Cukup satu tangan saja yang melakukan pekerjaan “meremas-remas” daging ayam tersebut. Selanjutnya, setelah semua ayam terbaluri dengan tepung, pukul-pukul untuk meluruhkan tepung, dan masukkan ke dalam air dingin hanya  beberapa detik. Lantas diangkat dan masukkan kembali ke tepung sembari ditekan-tekan kembali untuk menghasilkan tepung keriting di ayam.

Diva Boga dalam Bingkai
Foto: Dok. Pribadi
Memang, jam terbang akan menentukan keberhasilan pembuatan Fried Chicken ini. Ada juga yang sudah dilumuri tepung tetapi hasilnya datar-datar saja. Tetapi, ada pula yang karena jam terbang, hasilnya tepung yang menempel pada ayam menjadi keriting. Rasa kriuk tepung di ayam memang enak dan kresss.

Chef Nurul pun tak “pelit” memberikan teknik-teknik memasak dan cara-cara untuk menghasilkan ayam yang digoreng menjadi krispi. Di sinilah fungsinya chef untuk proaktif pula kepada audiens, tidak pelit pengetahuan dan ilmu.

Bapak Mulyono Direktur Diva Boga dalam sambutan penutupnya
Foto: Dok. Pribadi

Dari hasil cooking class ini Diva Boga berharap muncul wirausaha-wirausaha berbakat yang dapat difasilitasi oleh Diva Boga ke depannya. Pastinya, ada hal-hal baru yang saya peroleh seputar teknik memasak makanan di Diva Boga. Saya sudah melakukan dan mempraktikkan langsung di Diva Boga, Anda kapan?