Thursday, May 10, 2018

Bebek Bentu Jatiasih: Tersihir Pedas Bebek Sambal Kecombrang




Bebek, menjadi salah satu makanan daging favorit setelah ayam untuk keluarga di Indonesia. Memang, mungkin ada sebagian orang yang tidak menyukainya. Bebek sebagai nama kebanyakan untuk beberapa jenis unggas, biasanya disebut juga burung akuatik yang dapat ditemukan di perairan air tawar juga laut.

Nah, terkadang ada yang menyamakan bebek dengan burung air yang hubungannya sangat jauh, tetapi mirip dari segi penampilan, contohnya grebe, coot, gallinule, juga loon. Pernah tidak melihat hasil perkawinan silang bebek?

Beberapa bebek ternyata bisa juga melakukan perkawinan silang, akan tetapi keturunannya steril alias tidak bisa punya keturunan. Contohnya perkawinan antara bebek pelari dengan bebek serati dengan keturunan yang steril, yaitu brati dan tiktok.

Hmmm… tentunya, bicara bebek ada banyak hal yang bisa dikulik lebih dalam, terutama dalam hal kulinari. Nah, salah satu kulinari bebek yang saya sambangi berada di daerah Jatiasih, Bekasi bernama Bebek Bentu bersama reka-rekan Food Blogger pada Sabtu (5/052018).
Bebek Bentu Jatiasih: Bapak Bangkit Kuncoro & Ibu Siti Zulfa, Owner Bebek Bentu [Foto: Dok Pri]
Pemilik Bapak Bangkit Kuncoro dan Ibu Siti Zulfa, menuturkan, “Bebek Bentu pertama berdiri pada 2008 dengan cabang pertamanya di Cempaka Putih. Jatiasih sebagai cabang kedua yang berdiri pada 2014 dengan  alamat di Jalan Wibawa Mukti II Raya Jatiasih, Bekasi.”

Cerita punya cerita, saya sempat  ngobrol panjang lebar dengan Pak Bangkit mengenai awal beliau mendirikan  resto ini. Ternyata, menurut pria berkacamata ini memang suka sekali makan bebek di warung-warung pinggir jalan saat berada di Jakarta.

Bebek menjadi favoritnya. Pernah satu ketika pemilik warung tempat beliau biasa makan datang kepadanya, dan menawarkan kerjasama. Oleh beliau langsung diiyakan. Berhubung Pak Bangkit punya tempat, ada rumah kosong di daerah Cempaka Putih, beliau mendirikan Bebek Bentu.

Seiring bergulirnya waktu, beliau sangat welcome dengan masukan-masukan  yang diberikan oleh pelanggannya, sehingga apa-apa yang baik dari pelanggannya dijalankan. Sambutan dengan hadirnya Bebek Bentu di Cempaka Putih sangat bagus.  Setelah berjalan beberapa lama, Pak Bangkit membuka cabang di Jatiasih.
Bebek Bentu Jatiasih: Bapak Bangkit Kuncoro [Foto: Dok Pri]
Nah, Bebek Bentu yang di Jatiasih ini, bangunannya milik sendiri. “Karena bangunan ini milik sendiri, jadi saya kalau mau merenovasi enak, tidak berpikir lama-lama”, tuturnya kepada saya.

Ketika saya menginjakkan kaki masuk ke dalam ambiance-nya terasa berbeda. Hawa sejuk sepoi-sepoi menerpa lembut wajah saya. Dan pemandangan luas menyergap dengan sangat nyaman ke hadapan saya pula. 
Bebek Bentu Jatiasih: Salah satu sudut ruang lantai satu [Foto: Dok Pri]
Ya, di lantai satu ini pemandangan langsung menghadap ke jalan raya dan pintu tol Jatiasih yang boleh saya bilang sangat hidup. Pemilihan  lokasi yang sangat tepat untuk wilayah bisnis di tempat ini.

Pun ketika saya datang,  para waiters-nya menyambut dengan ramah dan sangat sopan. Oiya, seluruh pekerjanya rata-rata lelaki. Bukan tanpa alasan pemilihan pekerja lelaki ini. Selain punya tenaga ekstra, juga dari sisi masakan dan penyajiannya (Chef-nya) cukup detail dan ada rasa yang bikin nagih. Selain itu, dapat diandalkan jika ada pengantaran pesanan.  
Bebek Bentu Jatiasih: Salah seorang Chef Bebek Bentu, Chef Roki Bentu [Foto: Dok Pri]
Resto Bebek Bentu di Jatiasih milik pasangan suami istri ini sangat berbeda dari kebanyakan  resto bebek yang pernah saya masuki dan coba. Terdiri dari tiga lantai. Lantai satu merupakan area makan yang no smoking  plus free wifi. 

Bebek Bentu Jatiasih: Bagian Outdoor lantai dua untuk area smoking [Foto: Dok Pri]
Sementara itu, lantai duanya dibedakan tempat, yaitu indoor dan outdoor. Indoor, sekali lagi diperuntukkan untuk tempat makan yang no smoking dan berpendingin udara, sedangkan outdoor yang dibatasi pintu khusus untuk mereka yang merokok juga langsung menghadap ke jalan raya Jatiasih.


Bebek Bentu Jatiasih: Bagian indoor lantai dua [Foto: Dok Pri]
Selain tempat makan, di lantai dua ini juga terdapat beragam dekorasi yang cantik. Kalau kita naik tangga dari lantai satu ke lantai dua, pas di bagian pojok kiri terdapat bangku dan meja setengah biro dengan nuansa tetumbuhan merambat hijau buatan.Hal ini membuat ruangan terlihat semakin nyaman. 
Bebek Bentu Jatiasih: Bagian indoor lantai dua yang pas untuk berfoto (instagrammable) [Foto: Dok Pri]
Di tembok-temboknya terdapat beragam lukisan dan ornamen biji-bijian kering di dalam wadah kaca (stoples) dalam bingkai kayu. Jadi, semakin menambah semarak dan cantik. 
Bebek Bentu Jatiasih: Beragam ornamen di lantai dua [Foto: Dok Pri]
Beranjak ke lantai tiga, saya mendapati beragam  barang-barang khas Jawa, seperti teko kaleng beragam warna, tempat foto yang terdiri dari tikar, cobek, rak besi berisi cangkir, piring kaleng, pepadian kering, topi caping, termos, dan barang-barang vintage lainnya.


Bebek Bentu Jatiasih: Barang-barang khas Jawa di lantai tiga [Foto: Dok Pri]
Nah, di lantai tiga inilah spot foto-foto cakep bisa kita peroleh. Di Bebek Bentu Jatiasih ini menyediakan baju-baju khas Jawa (Sorjan) untuk prianya dan kebaya untuk para wanitanya berfoto. Saya pikir, ini tempat yang unik, pemiliknya bisa memadukan  kekhasan daerah yang diusung menjadi tempat instagramable dan menasional.


Bebek Bentu Jatiasih: Di lantai tiga ini dapat berfoto menggunakan atribut Jawa (blangkon & sorjan) [Foto: Dok Pri]
Bebek Bentu menjadi tempat tersendiri di hati saya. Ternyata juga, Pak Bangkit dan  keluarganya suka icip-icip makanan. Dari resto hingga kaki lima/pinggir jalan. Nah, sempat tercetus pertanyaan saya kepada beliau, kenapa memilih bebek.

“Bebek, masih banyak orang yang belum tahu dengan Bebek Bentu. Padahal, bebek ini menjadi selera nasional yang bakal banyak dicari orang”, ucapnya.

Bebek Bentu punya cita rasa yang berbeda. Daging bebeknya terasa lembut dan tidak berbau amis. Teknik pengolahan atau memasak yang sangat baik. Ketika saya mencoba menu bebek yang ada di beberapa tempat, bau “prengus” dan amis bebek terkadang masih tercium.

Teknik memasak bebek di restoran itu memang mampu mengalahkan bau amis bebek, begitulah di Bebek Bentu ini. Direbus cukup lama (berjam-jam) dengan menggunakan beragam rempah. Alhasil, bumbu-bumbu meresap hingga ke dalam daging,  menurut Pak Bangkit.

Dari namanya saja kita sudah paham ya, bahwa menu utama resto ini adalah bebek. Selain itu ada pula Chinese Food. Bicara menu, ada beragam menu yang ditawarkan agar pelanggan bisa memilih. Tak semua orang suka bebek. Jadi, Bebek Bentu juga menyediakan ayam dan varian lainnya.

Bebek yang ada di Bebek Bentu ini, merupakan bebek tertentu yang berumur tua. Mengapa dipilih bebek tua? “Bebek tua itu memiliki tekstur daging yang padat akan tetapi bisa dibuat empuk sehingga gurih dan saat dimakan ada kepuasan tersendiri,” jelas Pak Bangkit.

Pun bebek memang tidak selamanya ada. Bisnis Bebek Bentu yang dijalankan oleh Pak Bangkit dan Ibu Zulfa ini sangat terbuka kepada para tamu. Jika bebek di resto tidak ada, mereka akan jelaskan kepada pelanggan bahwa bebek sedang kosong, jika berkenan  tamu dapat memilih menu lain yang disukai. Ada ayam, sapi, juga seafood yang dapat menjadi pilihan menu.
Bebek Bentu Jatiasih: Ibu Siti Zulfah [Foto: Dok Pri]
Kalaupun ada tamu atau pelanggan yang komplain dengan menu, Pak Bangkit dan Ibu Zulfa dengan tangan terbuka selalu menerima kritikan dan saran yang membangun tersebut. Hal itu semata-mata untuk perbaikan ke depan restonya.

Hmm… saya betah berlama-lama di Resto Bebek Bentu ini. Selain luas dan nyaman, resto ini cocok untuk keluarga (Family Resto). Fasilitasnya juga asyik, ada musala, toilet yang bersih dan wangi, wifi gratis, dan kalau bawa ana-anak, mereka bisa main di mini playground. Asyik dan seru pastinya. 

Nah, saatnya saya berkabar untuk kalian semua, apa sih menu yang saya dan teman-teman Food Blogger icip-icip di Bebek Bentu pada hari itu? Penasaran, kan? Simak dan jangan ngiler  yaa… Kalo ngiler, langsung meluncur ke Jatiasih, dijamin bakal nagih.

Bebek Bentu Sambal Kecombrang
Kecombrang atau kantan, banyak  juga yang menyebut dengan nama honje (Etlingera elatior) sebagai salah satu tumbuhan rempah dan menahun dengan bentuk terna, memiliki bunga, buah, dan biji.

Bagian-bagian tersebut dimanfaatkan sebagai sayuran juga sebagai sambal (sambal matah). Kecombrang atau honje ini dibuat sebagai campuran bumbu penyedap kuliner nusantara.  Seperti kuntum  bunganya, selain dapat dibuat untuk sambal  juga dibuat lalapan dengan merebus.
Bebek Bentu Jatiasih: Bebek Bentu Sambal Kecombrang [Foto: Dok Kartika Putri Mentari (KPM)]
Di beberapa daerah di Indonesia, kecombrang atau honje dibuat sebagai salah satu bahan dasar pecel seperti di Banyumas. Sementara di Pekalongan sebagai campuran nasi megana. Nah, di Singapura dan Malaysia sebagai bagian penting untuk  campuran laksa.

Di Bebek Bentu, kecombrang dibuat menjadi kuliner yang lebih khas dan segar untuk campuran bebek. Entah kenapa, dari mula Pak Bangkit mengenalkan menu kepada saya dan rekan-rekan lainnya, menu ini menjadi incaran saya. Ada rasa penasaran dengan rasa bebek dan campuran kecombrang itu tadi.
Bebek Bentu Jatiasih: Bunga Kecombrang/Honje (atas) saat kuncup (bawah) saat mekar [Foto: Dok life.trubus.id & sidomi.com]
Menu Bebek Kecombrang ini begitu lekat dalam pencecap saya dan rasanya segar. Taburan potongan kecombrang, irisan bawang merah, irisan cabe rawit, minyak makan, dan saya rasa garam, memunculkan cita rasa yang sangat aduhai. Cerita punya cerita, Bebek Kecombrang ini menjadi salah satu menu hasil pengembangan di Bebek Bentu.

Daging bebeknya diolah menjadi daging dengan matang sempurna dalam sajian yang sangat istimewa pula. Teknik pengolahan daging bebeknya pun sangat pas, Chef Rocky Okta begitu lihai  meracik sehingga mampu membuat mulut saya ber-huh-hah ria.

Menjadi catatan penting untuk saya sekali lagi, bahwa daging bebeknya tidak berbau prengus-amis dan terasa empuk. Serat-serat dagingnya pun terlihat dengan cita rasa yang terus menggoda selera saya.

Selain itu, karena Pak Bangkit ini asli Surabaya, beberapa bumbu untuk teknik pengolahan bebek masuk di dalamnya. Sehingga daging bebeknya terasa sangat enak. Pemilihan dan penggunaan bumbu terbaik dan sesuai standar pemilihan membuat daging bebek tetap empuk dan segar. Di sini menjadi salah satu kunci kenikmatannya.

Melihat pertama kali Bebek Kecombrang ini, belum lagi menikmatinya, saya sudah tersengat oleh rasanya. Dalam sajian bebek yang digoreng disiram kecombrang dan teman-temannya, dilengkapi irisan ketimun, selada, dan kremesan kriuk yang crunchy, menjadikan Bebek Bentu Bebek Kecombrang tak lepas  dari ingatan rasa di pencecap dan gastronomi saya.
Inilah surga untuk  penikmat rasa yang khas dan segar itu ada.

Bebek Cemeng
Cemeng, dalam bahasa Jawa = hitam. Ya, bebek cemeng ini adalah bebek hitam. Hitam daging bebek dimasak dengan bumbu-bumbu khas hingga menghasilkan warna bebek yang diinginkan. 
Bebek Bentu Jatiasih: Bebek Cemeng Paha/Dada [Foto: Dok Pri]
“Dalam bahasa Jawa, cemeng ini artinya hitam. Terkadang orang-orang sini ( Jakarta-red) melafalkannya dengan kata “cemeng” “e” pepet. Padahal   tidak,” tegas Pak Bangkit selaku owner Bebek Bentu Jatiasih.

Dalam baluran sambal cabe yang dimasak degan teknik-teknik tertentu, Bebek Cemeng ini disajikan bersama irisan ketimun, selada, tomat, dan nasi dengan taburan kremes yang crunchy. Satu suapan Bebek Cemeng dengan cubitan daging bebeknya, menghasilkan  cita rasa yang khas Bebe Bentu Jatiasih dalam olah rasa yang mampu meninggalkan jejak rasa di lidah saya.

Bebek Cabe Ijo
Nah, bebek cabe ijo-nya Bebek Bentu berbeda dari bebek cabe ijo kebanyakan yang saya jumpai. Kalau cabe ijo di tempat lain rata-rata warna hijaunya “layu” karena proses pematangan lanjut, tetapi di Bebek Bentu tidak.
Bebek Bentu Jatiasih: Bebek Cabe Ijo [Foto: Dok Pri]
Nah, Ibu Zulfa sempat memberikan penjelasan teknik memasak atau membuat cabe ijo yang masih kelihatan fresh warna hijaunya. Cabenya diulek lantas disiram minyak panas, sehingga menimbulkan warna hijau yang tetap “on” terlihat.

Warna hijau yang dimunculkan terlihat cantik dan semakin menggugah selera makan saya. Rasa sambalnya, pedas-pedas merem melek bikin enak dan buat ketagihan. Siap-siap sebelum ke Bebek Bentu mengosongkan perut terlebih dahulu. Karena akan membuat Anda ketagihan.

Bebek Goreng Bentu
Nah, kalau bebek goreng kebanyakan, menggorengnya kadang masih menyisakan minyak di daging bebeknya, Bebek Bentu tidak demikian, Bebek Goreng Bentu begitu nikmat dan lembut. Daging bebek goreng yang dihasilkan tidak menyerap minyak, kering tetapi lembut.

Cita rasa bebek gorengnya memberikan rasa yang tak akan pernah saya lupakan. Dengan  dua macam sambal yang disajikan, sambal merah dan sambal hitam--(sepengetahuan saya, sambal hitam ini khas Surabaya punya)—dikemas dengan irisan ketimun, tomat, dan selada memberikan rasa tersendiri. 
Bebek Bentu Jatiasih: Bebek Goreng [Foto: Dok Pri]
Buah ketimun dan tomat sebagai salah satu sayuran yang dapat mencegah darah tinggi juga mengandung vitamin. Jadi, jangan khawatir untuk mengonsumsi Bebek Goreng Bentu Jatiasih. Itulah fungsinya ketimun, tomat, dan selada sebagai pelengkap makanan atau lalap juga mengandung vitamin lainnya.

Gurame Hantu Petir Pedas
Selain bebek, di Bebek Bentu Jatiasih juga tersedia menu lain. Nah, nama menu satu ini  terbilang unik, Gurame Hantu Petir Pedas. Jadi, warna ikan guramenya hitam yang selalu diidentikkan dengan hantu atau hitam karena tersambar petir.

Selain berwarna hitam, menu ini juga berisi potongan cabe merah, cabe rawit, bawang bombay, dan rasa saos yang terbilang gurih. Daging guramenya cukup lembut dan tidak berbau amis. Salah satu teknik pengolahan ikan untuk menghilang bau amis bisa dengan perasan jeruk nipis dan garam atau ditambah cuka makan.
Bebek Bentu Jatiasih: Gurame Hantu Petir Pedas [Foto: Dok Pri]
Gurame ini sangat spesial menurut saya. Dari tekstur dagingnya yang tebal hingga bumbu-bumbu yang diracik sempurna mampu mengundang selera dan decak indera pencecap saya. Bagaimana saya jatuh  cinta lagi pada gurame yang ada di tempat lain, hati saya sudah dicuri oleh gurame hantu petir pedas ini.

Gurame Asam Manis
Ikan gurame memang menjadi salah satu menu favorit di beberapa resto. Akan tetapi, jika tidak tepat pengolahannya akan meninggalkan bau amis yang berasal dari perut ikan dan insang. Gurame Asam Manis Bebek Bentu Jatiasih menjadi salah satu gurame terbaik di kelasnya yang pernah saya coba.
Bebek Bentu Jatiasih: Gurame Asam Manis [Foto: Dok Pri]
Perpaduan bumbu asam, mungkin dapat berasal dari saus tomat, perasan jeruk lemon atau nipis, bisa juga cuka makan dengan gula menimbulkan sensasi rasa yang luar biasa. Dipadu irisan panjang wortel dan ketimun berbentuk korek api dan daun bawang, menciptakan rasa mewah di pencecap saya.

Kelembutan daging fillet  ikan gurame berbalur tepung pun menjadi daya pikat tersendiri di lidah saya. Tak tercium bau amis, ikannya bersih dan lembut. Saus yang khas dan kuat menjadi ciri di gurame asam manis ini.

Brokoli Sapi
Daging sapi jika tak pintar mengolahnya, tetap akan keras dan liat. Nah, brokolo sapi di Bebek Bentu ini terasa lembut dan buyar di mulut. Bagaimana tidak, ketika gigi geligi saya mencecap dalam satu kesatuan, semua bercampur menjadi satu dan kenikmatan daging sapi serta brokoli menjadi perpaduan yang pas dengan rasa yang seimbang.


Bebek Bentu Jatiasih: Brokoli Sapi [Foto: Dok Pri]

Sop Tahu Bentu
Nah, ini dia sop yang memang saya bilang istimewa. Mengapa istimewa? Selain tahu, ada udang dan daging sapi yang membuat sop ini terasa lezat. Irisan daun bawang dan tomat menambah kesegaran sop istimewa ini. 

Bebek Bentu Jatiasih: Sop Tahu Bentu [Foto: Dok Pri]
Dilengkapi pula dengan sawi putih yang masih terasa crunchi saat dikunyah. Kuah sop yang gurih dengan rasa cukup seimbang, mampu membuat lidah saya bergoyang. Bagaimana mungkin saya jatuh cinta sama sop lain, Sop Tahu Bentu telah mencuri hati saya.
  
Udang Bakar Saos Bentu
Seafood, makanan satu ini memang sangat enak. Tidak bisa dilewatkan begitu saja. Udang yang masih segar akan terasa manis ketika dimasak dan dimakan. Bunyi “kres” masih sangat terasa ketika digigit.

Nah, selain bebek dan ayam, seafood juga menjadi salah satu menu yang ada di Bebek Bentu. Salah satunya udang. Udang yang dibakar dengan menggunakan saos Bentu ini sangat khas. Rasa gurih lebih menonjol.
Bebek Bentu Jatiasih: Udang Bakar Saos Bentu [Foto: Dok Pri]
Teknik memasaknya pun sangat baik. Udang tidak berbau, rasanya masih segar dan cenderung juicy. Saosnya seperti Dewa Amor bersenjatakan panah. Di bidiknya pencecap saya hingga luluh tak bergeming.

Udangnya  bak bunga Seroja yang mampu memikat mata dan lidah saya. Ahhh… ini kolaborasi cantik  yang dipersembahkan  Bebek Bentu untuk saya dan teman-teman Food Blogger. Udang Bakar Saus Bentu… menjadi satu menu yang melekat dalam ingatan saya.

Kepiting Saos Padang
Ini dia menu yang juga aduhai di Bebek Bentu Jatiasih, Kepiting Saos Padang. Rasa Saos Padang yang pedas gurih dan daging kepiting yang manis, menambah cita rasa daging kepiting ini berkelas. Menjadi salah satu makanan paling enak di Bebek Bentu setelah bebeknya sendiri.

Bebek Bentu Jatiasih: Kepiting Saos Padang [Foto: Dok Pri]
Kepitingnya relatif besar dan berdaging banyak. Rasanya manis dengan proses pengolahan yang tepat. Cita rasa daging kepitingnya benar-benar dijaga. Di tangah Chef Bebek Bentu, menu ini jadi istimewa.

Masih banyak menu-menu lainnya yang dihidangkan untuk kami (Food Blogger) pada hari itu. 

Bebek Bentu Jatiasih: Hot Plate Istimewa Bentu [Foto: Dok Pri]
Bebek Bentu Jatiasih: Kwetiaw Goreng Bentu [Foto: Dok Pri]
Ada Kwetiaw Goreng Bentu, Nasi Goren Bebek, Nasi Goreng Kambing, juga Bihun Goreng Seafood. Rasanya? Tak pernah bohong. Mungkin, saya akan kembali lagi untuk menguji kelezatan makanan yang lainnya.

Minuman
Tak kalah menarik dengan menu yang disajikan adalah minuman. Salah satu minuman yang menggoda tenggorokan  saya adalah Jus Kedondong. Hmmm… ketika disajikan dalam gelas yang relatif tinggi, aroma kedondong begitu terasa.

Rasa asam, manis, dan segar menyergap seluruh kerongkongan saya. Buah kedondong di tangan Chef andal Bebek Bentu hadir dengan cita rasa menggugah selera minum saya. Jujur saja, saya menghabiskan empat gelas jus kedondong (bukan rakus atau doyan, yaa…) tetapi, ini jus memang mampu memalingkan perhatian saya dari minuman yang mainstream lainnya.
Bebek Bentu Jatiasih: Jus Kedondong [Foto: Dok Pri]
Jus kedondong Bebek Bentu, menurut saya mampu memberikan nuansa rasa yang pas di lidah. Tak terlalu manis, juga tidak terlalu asam, tetapi bikin nagih. Rasa yang sangat kuat menarik saya untuk tak cepat-cepat menyeruput Jus Kedondong ini. Aroma dan cita rasa buah kedondong masih menyelimuti seluruh pencecap dan batang tenggorokan saya.

Bebek Bentu Jatiasih: Ragam minuman di Bebek Bentu Jatiasih [Foto: Dok Pri]
Selain Jus Kedondong, jika Anda ke Bebek Bentu Jatiasih untuk  memesan minuman, tersedia pula Jus Strawberry, Jus Jambu, Jus Mangga, Milk Shake Cokelat Float, Milk Shake Strawberry, Milk Shake Vanilla, Ice Chocolate,  Lychee Tea, Teh Tarik, Ice Cappucino, Cookies Blend, Orange Juice, juga ada Hot Cappucino. 


Bebek Bentu Jatiasih: Jus Strawberry (atas) Milk Shake Strawberry (bawah) [Foto: Dok Pri]
Untuk yang suka roti-rotian ala Timur Tengah, ada Roti Maryam Cokelat Keju, Roti Maryam Original, dan Roti Maryam Ice Cream.

Nah, untuk pencinta es krim, ada juga double scoop ice cream dengan sepotong oreo, strawberry yang disiram cokelat. Ini benar-benar menggiurkan dan memusnahkan dahaga saya. 

Bebek Bentu Jatiasih: Es Krim Double Scoop [Foto: Dok Pri]
Jadi, tak ada kekecewaan saya di Bebek Bentu Jatiasih untuk icip-icip menunya. Justru bahagia lahir batin yang hadir menikmati setiap sobekan dan cubitan daging bebek, seruput jus kedondong juga sendokan es krim, serta menu lainnya.

Jangan lewatkan lho ya… bawa serta keluarga Anda untuk mencicipi Bebek Bentu Jatiasih ini, selain menu-menunya yang memang enak, tempatnya pun cukup luas dan ber-AC. Selamat berpetualang rasa! 
Bebek Bentu Jatiasih: Food Blogger & Owner Bebek Bentu Foto Bersama [Foto: Dok Pri]
Untuk informasi seputar Bebek Bentu Jatiasih, silakan menghubungi nomor kontak di bawah ini.

Bebek Bentu Jatiasih
Jl. Wibawa Mukti II Raya
Jatiasih, Bekasi .
Telp: 021-8246893
Mobile: 0857-7736-8068
Instagram: @bebekbentu14
Twitter: BebekBentu14
Buka: Pukul 10 pagi hingga 10 malam


Saturday, May 5, 2018

100 Menu Peranakan-Indonesia Menggoda Selera di Kedai Sirih Merah


 
Tumis Jagung Peda Pete [Foto: Dok Pri]
Mengulik kulinaria satu negeri itu itu tak akan pernah ada habisnya. Ada saja menu yang membuat orang tergila-gila dengan cita rasanya. Baik itu kulinaria Nusantara (khususnya Indonesia, Barat, maupun Asia khususnya China atau Tionghoa.

Salah satu masakan yang terbilang cukup unik adalah masakan peranakan. Disebut peranakan karena etnis Tionghoa atau China sebagai imigran yang menetap di beberapa wilayah, seperti Indonesia menikah dengan wanita pribumi.

Istri mereka memasak makanan yang memang disukai oleh sang suami, bercampur dengan bahan-bahan lokal. Sementara, anak-anak mereka sebagai anak-anak yang tidak pernah sama sekali mengenal sama sekali keontentikan masakan ayah mereka berasal, yaitu China.

Anak-anak mereka terbiasa dan memang dibiasakan dengan makanan China yang diadaptasi, sehingga tertoreh cap “Masakan China Peranakan”. Selain itu, anak-anak mereka memang terbiasa menyantap makanan lokal yang disukai oleh ibu mereka.

Masakan peranakan ini begitu banyak menggunakan rempah-rempah dan sangat menghindari MSG. Masakan peranakan kalau mau dirunut merupakan masakan para imigran keturunan China.  Hal yang menjadikan mereka disebut peranakan karena nenek moyang mereka yang berpinah tempat ke Malaysia dan Indonesia.

Kalau dalam budaya ada yang namanya akulturasi, dalam makanan yang berasal dari dua wilayah berbeda pun punya, yaitu fusion. Jadi, masakan peranakan boleh dibilang sebagai fusion atau masakan percampuran dua atau beberapa budaya. Bisa saja, China, Malaysia, Indonesia, dan Belanda.

Jadi,  masakan peranakan ini sebagai bentuk dari seni kuliner Indonesia yang berpadu dengan beberapa negara seperti China, Belanda, India, juga Melayu (Indonesia juga Malaysia).  Racikan atau resepnya pun biasanya turun temurun dari nenek moyang mereka dengan cita rasa yang tetap dipertahankan.

Seperti yang sudah saya singgung, bahwa  nikmat dan lezatnya masakan peranakan ini  ada pada rempah-rempah yang dimasukkan atau ditambahkan sebagai bumbu. Koki atau Chef yang memasak makanan ini sangat detail ketika meracik dan memasaknya. Bahkan, dari cara memotong ikan,  udang, hingga sayuran mesti disesuaikan dengan makanan yang akan dimasak dan disuguhkan ke orang yang akan memakannya. Jadi, tidak  sembarangan memotong.

Di tengah-tengah kota Jakarta yang notabenenya  kota metropolitan  dengan beragam etnis, berada tepat di Jalan Taman Kebon Sirih I No. 5, Tanah Abang Jakarta Pusat, hadir salah satu tempat makan peranakan pemuas gastronomi para foodies, bernama KEDAI SIRIH MERAH.

“Dulunya, KEDAI SIRIH MERAH berada di Jalan K.H. Wahid Hasyim bernama Kedai Toen Njonja. Setelah pindah pada Desember 2015 di kawasan  Kebon Sirih, berganti nama menjadi KEDAI SIRIH MERAH,” ucap Pak Yadi selaku Manager di kedai tersebut.
 
Salah satu lukisan di Kedai Sirih Merah [Foto: Dok Pri]
KEDAI SIRIH MERAH memadukan konsep peranakan dengan ciri khas Indonesia. Dari luar, kedai ini tampak seperti bangunan zaman doeloe. Sementara itu, kalau melihat di dalamnya ada banyak lukisan-lukisan yang terpajang hasil karya seniman tanah air yang  menggambarkan kehidupan tempo doeloe.
 
Kedai Sirih Merah tampak depan [Foto: Dok Pri]
Melirik ke bawah, lantai atau ubinnya sangat khas. Lantai keramiknya sangat zaman doeloe  yang sangat kental dengan  nuansa peranakan. 
 
Lantai Kedai Sirih Merah model zaman doeloe [Foto: Dok Pri]
Ada satu gazebo besar yang berada di bagian paling belakang kedai. Gazebo ini memberikan kesan nyaman berpadu taman.
 
Gazebo Kedai Sirih Merah [Foto: travel.kompas.com]

Ruang makan utama (tengah) dan bawah dengan lukisan dan lantai zaman dulu [Foto: Dok Robit]

Setelah saya dan rekan-rekan food blogger berkumpul di ruang utama yang besar, di Gazebo ini pula saya dab  beberapa rekan food blogger, termasuk  Mas Yadi dan Cici Siska berkumpul, sekadar ngobrol santai tentang suasana dan pastinya makanan peranakan yang tersaji.

Rasanya, tak sabar saya ingin menceritakan kelezatan menu di kedai peranakan KEDAI SIRIH MERAH INI. Saya datang belum begitu terlambat. Teman-teman food blogger sebagian sudah mengambil foto makanan yang disajikan.  Sapaan akrab  Sang Manager--Mas Yadi--- menyambut hangat kedatangan saya. Sembari saya memperkenalkan diri.

Sembari  Mas Yadi bercerita, sebelum masuk  ke ruang utama, salah satu teman  Food Blogger kami, ternyata sudah mengenal lama General Manager di KEDAI SIRIH MERAH. Diperkenalkan saya dengan GM KEDAI SIRIH MERAH tersebut, biasa dipanggil Cici  (Chinese = Mba), Ya, saya panggil Cici Siska.

Sulit memang menahan  selera yang sudah terbit. Biasa, bawaan “tukang makan”.  Tampilan menunya mengundang selera memang. Aagghh… KEDAI SIRIH MERAH meluluhlantakkan pertahanan gastronomi saya.  Hahaha… saya tidak pernah berpikir kalau saya bakal gagal diet. Lupakan diet!!!  Mari Bung, santap kembali.

Apa yang saya lesapkan ke dalam gastronomi di KEDAI SIRH MERAH? Mari ikuti perjalanan “lambung” saya.

Gurame Saus Mangga
Membayangkan gurame yang digoreng saja sudah meluluhlantahkan pagar pembatas pencernaan saya, apalagi hidangan itu nyata di depan mata. Gurame yang berbadan lebar dengan  daging relatif tebal digoreng tepung. Fungsi tepung sebagai pengikat daging agar saat digoreng tidak hancur.


Gurame Saus Mangga [Foto: Dok Pri]

Lantas mangga muda iris lidi korek api ditaburkan di atasnya bersama irisan bawang merah dan cabe rawit merah sebagai  penambah cita rasa. Untuk menikmati Gurame Saus Mangga ini, kita perlu menyiramkan  saus sambal  yang tidak terlalu kental di atasnya taburan mangga bercita rasa pedas asam manis yang khas peranakan.

Hmm… siapa yang tahan godaan tatkala Gurame ini mendarat mulus di indera pencecap dan melesat jauh ke dalam lambung saya? Masakan peranakan satu ini memang juara. Daging Guramenya bersih dan tidak berbau amis. Dalam balutan tepung digoreng golden brown Gurame ini memanggil mesra perut saya.

Gurame Pesmol  
Pesmol? Ya, pesmol sebagai masakan Indonesia yang sangat mengedepankan bumbu asli lokal, seperti jahe, kunyit, juga kemiri. Kalau dilihat, memang bahannya cukup banyak akan tetapi untuk membuatnya cukup simpel.

Di KEDAI SIRIH MERAH pesmol yang dibuat berkuah gurih dengan cabe rawit bulat (gelundungan) yang dimasukkan ke dalam kuah. Untuk yang tidak suka pedas bisa menghindari cabe rawit tersebut. Tetapi, bagi mereka pencinta pedas sejati, cabe rawit itu sebagai bentuk lain cabe yang tak digiling bersama bumbu pesmol.

Gurame Pesmol [Foto: Dok Pri]

Cita rasa gurih dengan isian wortel dan ketimun yang diiris memanjang disiram ke Ikan Gurame yang sudah digoreng bersama baluran tepung yang crunchy. Perpaduan daging ikan dengan gurihnya bumbu pesmol memang menimbulkan cita rasa berbeda. Ini yang menjadi ciri khas peranakan kebanyakan. Ada percampuran cara masak yang tidak dimiliki negara lain. Gurame Pesmol ini, saya rekomendasi untuk   kalian pencinta ikan sejati.

Baby Buncis Belacan
Untuk orang Melayu, menyebut terasi dengan nama Belacan. Belacan memang dibuat dari beberapa jenis ikan dan udang. Tapi, baunya tidak  menyengat seperti  kebanyakan terasi yang ada. Belacan justru wangi. Bisa jadi juga tergantung dari kualitas ikan atau udang yang dipakai untuk buatnya.

Selama ini, mungkin orang tahunya belacan dimasak bersama kangkung atau kacang panjang. Tetapi,  beberapa resep masakan peranakan menggunakan belacan untuk ditumis bersama buncis. Nah, buncis yang dipakai di KEDAI SIRIH MERAH ini bukan buncis dari jenis yang besar. Akan tetapi, buncis kecil-kecil dan relatif panjang, makanya disebut baby (buncis imut, bayi buncis).

Baby Bunis Belacan [Foto: Dok Pri]

Salah satu teknik memasak masakan peranakan  dengan menggunakan api besar. Nah, baby buncis belacan udang ini pun demikian, sehingga menghasilkan warna yang masih hijau dan segar karena langsung dimakan. Tekstur buncisnya pun tidak banyak berubah. Rasanya buncis masih kres (crunchy) dan manis.

Udangnya pun terasa lembut dan segar. Meski menggunakan belacan, tetapi aroma belacannya tidak menyengat, justru aroma wangi tumisan yang keluar. Perpaduan rasa yang unik, manis buncis, segar, dan ada rasa-rasa sedikit asin berkombinasi lembut dengan udang ketika dikunyah.

Asam-Asam Iga
Salah satu bagian dari sapi atau kerbau yang banyak disukai orang adalah bagian iga. Iga dapat dimasak bersama tulangnya untuk menghindari daging yang lepas-lepas atau hancur. Ada juga yang memang sengaja melepaskan daging dari tulang iganya agar mudah dan cepat dikonsumsi.

Untuk pencinta daging yang lembut seperti iga ini, Asam-Asam Iga peranakan sangat pas untuk Anda.  Asam Medan yang dipadu dengan tomat hijau, membuat sajian ini terasa segar dan sangat nikmat disajikan dengan nasi atau dalam kondisi hangat.

Asam-Asam Iga [Foto: Dok Pri]

Aroma Asam-Asam Iga ini begitu menggoda selera saat pertama saya buka tutup wadahnya. Masakan  ini seperti kaleo tapi tidak kental dengan rempah-rempah yang sangat khas. Rasa bumbu yang meresap ke dalam daging  sangat enak dan lembut. Tekstur dagingnya utuh tetapi lembut dan sangat mudah digigit. 

Sajian peranakan Asam-Asam Iga ini bisa jadi hidangan wajib untuk makan Anda sekeluarga tatkala singgah di KEDAI SIRIH MERAH. Atau kalau Anda ingin menyantap untuk take away juga bisa sebagai lauk di meja makan keluarga.

Tumis Jagus Peda Pete
Jagung manis (sweet corn) yang dicampur dengan petai, ikan peda, dan sambal menjadi racikan nikmat tak tertandingi. Rasa jagung yang manis, peda yang sedikit asin, petai  yang gurih, menjadi satu kesatuan dalam indera pencecap menghadirkan rasa yang tak biasa.

Tumis Jagung Peda Pete [Foto: Dok Pri]

Ada rasa yang tertinggal di Tumis Jagung Peda Pete ini. Rasa yang mengingatkan saya ketika almarhumah Ibu saya masak ini dicampur dengan irisan cabe merah, daun bawang, dan ditumis dengan cabe ulek. Peda yang disuwir menambah kenikmatan tersendiri.  Memang, masakan peranakan kaya dengan cita rasa.

Tumpeng Mini
Namanya saja yang Tumpeng Mini, tetapi begitu melihat isiannya, relatif banyak. Nasi kuning yang dibuat seperti tumpeng dimakan dengan oseng tempe, sambal kentang ati, emping, suwie ayam kampung, dan telur dadar.

Cita rasa nasi tumpengnya enak. Nasinya pulen tidak lengket. Oseng tempenya memunculkan rasa gurih yang tak berlebih. Sementara, sambal goreng ati kentangnya lembut tak berbau amis. Suwiran ayam kampung pun tidak a lot. Telur dadarnya digulung sebesar satu ruas jari lantas dipotong bulat.

Tumpeng Mini [Foto: Dok Pri]

Melihat nasi tumpengnya, rempah khas Indonesia sudah pasti  ada, yaitu kunyit. Dari wangi nasinya sepertinya dimasak dengan menggunakan daun jeruk, daun salam, dan juga serai. Rempah-rempah ini menghasilkan minyak atsiri yang mampu mengeluarkan aroma sangat sedap.

Laksa Penang
Masakan  ini banyak ragamnya. Ada laksa berkuah kuning, seperti Laksa Jakarta (Betawi) dengan cita rasa gurih. Dari namanya mungkin sebagian orang sudah dapat menebak asalnya. Ya, Laksa Penang ini memang khas Malaysia. Isinya terdiri dari mie beras atau bihun disajjikan dengan kaldu yang relatif kental.

Selain itu ada tambahan cincangan daging ikan tuna dan juga sayuran, berupa tauge. Nah, Laksa Penang di KEDAI SIRIH MERAH ini agak berbeda dengan laksa kebanyakan. Memakai ikan tuna yang gurih, bercita rasa pedas, ada sedikit rasa asam, dan lezat. Kuahnya pun tidak terlalu encer. Satu hal lagi yang unik dari laksa ini adalah tambahan bunga kecombrang.

Laksa Penang [Foto: Dok Pri]

Bau kecombrang atau honje justru dapat menerbitkan selera makan. Kalau Anda belum pernah mencoba Laksa Penang ini jangan khawatir. Tak perlu ke Malaysia untuk merasakannya, kan. Di KEDAI SIRIH MERAH sudah tersedia. Selain Laksa Penang, ada juga Laksa Singapura yang diisi dengan ayam.

Kalau makan tanpa disuguhi minuman itu, seret ya tentunya. Eits, jangan khawatir. Ada banyak ragam minuman di KEDAI SIRIH MERAH. Mau  bercita rasa manis atau asam, semua ada. Ini dia beberapa jeni minuman yang sempat meluruhkan rasa haus saya.

Es Sirih Merah
Eitss… tunggu dulu, ini bukan es yang dibuat dari daun sirih merah ya, tetapi ini hanya untuk nama saja. Sesungguhnya, es ini merupakan es yang diserut, diberi manisan mangga muda, buah selasih, sirup, cincau, kolang kaling, dan disiram dengan perasan air jeruk lemon  yang segar sehingga menghasilkan keseimbangan rasa yang aduhai.  Ada rasa manis yang tak terlalu manis dan asam yang segar. Manisan mangga mudanya juga terasa segar.

Es Sirih Merah [Dok Pri]

Es Kopyor Durian
Untuk penggila durian, Es Kopyor Durian ini menjadi surga tersendiri. Tekstur duriannya benar-benar dapat bersatu dengan kelapa kopyornya. Rasa manis yang dimunculkan pas disiram dengan  sirup merah dan serutan esnya jadi penenang jiwa.

Es Kopyor Durian [Foto: Dok Pri]

Tenang ya, kalau Anda bukan penggila es durian atau sejenisnya yang berbau durian, banyak lho pilihan es lainnya. Ada Es Kelapa  Muda Sirsak, Es Kelapa Muda Orange, Es Kacang Merah, Es Lobi-Lobi, Es Mangga, Es Campur, juga Es Kopyor.

Es Teler
Es yang diserut dan diisi dengan buah alpukat, cincau hitam, kolang kaling, lantas disiram susu memberikan rasa segar tersendiri. Manisnya es ini mampu melepas dahaga dan langsung menembus jalan gastronomi saya.

Selain es-es-an, ada pula teh dan minuman tradisional lainnya, seperti Teh Celup, Teh Poci, Lemon Tea, Teh Tarik, Wedang Jahe, juga Teh Jahe. Jika Anda sebelum makan ingin mencoba hidangan pembuka, ada banyak ragam pilihan, mulai dari Lunpia Ayam, Lunpia Semarang, Tahu Pong, Tahu Pong Komplit, Tahu Petis, Tahu Isi, Tempe Tahu Goreng, Tempe Goreng Tepung, juga Peyek Udang.

Es Teler [Foto: Dok Pri]

Mie (noodles) dan nasi pun begitu. Banyak pilihan menu yang bisa jadi alternatif makanan. Dari Bakmi Oriental hingga Nasi Kebuli. Jadi, masakan peranakan ini mengadopsi beberapa campuran budaya masak dari beberapa negara.  Boleh dibilang, KEDAI SIRIH MERAH sebagai tempat makan peranakan di Jakarta cukup lengkap. Sekitar 100 menu tersaji di sini.

Layanan dan Ornamen
KEDAI SIRIH MERAH memberikan beberapa layanan bagi pelanggannya
Ala carte (dine in), hadir dan merasakan nuansa KEDAI SIRIH MERAH secara langsung dengan pelayanan one on one.  Bisa juga Delivery (takeaway), tidak cukup waktu untuk datang langsung ke KEDAI SIRIH MERAH dapat dilayani melalui phone delivery.

Telepon dan langsung dapat dikirim pesanan ke tempat tanpa biaya delivery (khusus Jakarta). Juga  Katering, pelayanan untuk perayaan kantor, rumah ata uPacara Spesial dapat pula menghadirkan menu dari KEDAI SIRIH MERAH.

Selain itu juga In House party (buffet/Ala carte), perayaan besar seperti syukuran, ulang tahun, pernikahan, lamaran serta acara kantor dihadirkan pula di KEDAI SIRIH MERAH.

Ornamen dan perlengkapan makan yang unik perpaduan khas peranakan dan tradisional Indonesia memberikan keindahan  tersendiri untuk setiap menu yang disajikan di sini.

Ruang
KEDAI SIRIH MERAH memiliki ruang -ruang yang di-desain untuk kenyamanan para pelanggan. Tersedia Ruang VIP besar dan kecil dengan tema meriah untuk acara khusus pelanggan.
Ruang VIP dengan ornamen dan lantai zaman doeloe [Foto: Dok Robit]
Ruang VIP Besar –KESUKSESAN Ruang yang ditata dengan lantai keramik doeloe warna kuning mampu menampung hingga 40 pax.

Ruang VIP Merah –KEMAKMURANRuang VIP dengan nuansa merah meriah kapasitas hingga 10 orang memberikan rasa privasi tersendiri.

Ruang VIP Merah [Foto: Dok Pri]

RuangVIP Biru–KESEHATAN Nuansa biru laut dan Jajaran piring piring tempo doeloe di dinding menghiasi Ruang VIP dengan kapasitas hingga 10 orang.

Ruang VIP Biru [Foto: Dok Pri]

Ruang VIP Hijau –KETENANGAN Ruang VIP dengan nuansa hijau cerah dengan kapasitas hingga 10 orang.

Ruang VIP Hijau [Foto: Dok Pri]
Paket Hantaran Lebaran (PAHALA)
Bulan Puasa sebentar lagi menjelang. KEDAI SIRIH MERAH pun tak berpangku tangan menyiapkan menu-menu andalan. Takjil pun bakal digelar, seperti es cendol salah satunya. Begitu jelang Lebaran. Mungkin  untuk mencari kepraktisan, sebagian keluarga tak mau repot atau bersusah payah menyiapkan hidangan.

Takjil Es Cendol [Foto: Dok Pri]
IDR 2.285K nett. Menu-menunya menggunakan salah satu tempat peralatan ternama.  Isinya terdiri dari Ketupat, Empal, Ayam Opor, Semur Tahu Telor, Orek Tempe, Sambal Goreng,Sambal Udang Pete, Sayur & Kerupuk Udang.

Paket Hantaran Lebaran (PAHALA FITRAH) [Foto: Dok Pri]
Ada pula PAHALA FITRAH  yang hanya dibanderol IDR 585K nett. Isi menunya berupa Ketupat, Ayam Opor, Semur Tahu Telor, Orek Tempe, Sambal Goreng, Sambal Udang Pete, dan Sayur.

Selain itu PAHALA RAYA dengan menu Ketupat, Ayam Opor, Semur Tahu Telor, Orek Tempe, Sambal Pete, dan Sayur. Jadi, menu PAHALA di KEDAI SIRIH MERAH ini memudahkan keluarga Anda untuk tidak repot-repot masak dan berkutat di dapur. Semua tersaji lengkap. Apalagi kalau pembelian minimal 2 juta bebas ongkos kirim untuk wilayah Jakarta Pusat. Jadi, tunggu apalagi, saatnya kuliner peranakan tersaji di meja makan Anda. Selamat mencoba!

KEDAI SIRIH MERAH
Jalan Taman Kebon Sirih I No. 5, RT 10/10
Kp. Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat  10250
Telepon 021-3911227