Tuesday, August 8, 2017

Philips Lighting: Terus Terang Kampung Hemat Energi Terang Terus Bersama Philips



 Membayangkan kehidupan orang-orang di zaman dahulu tanpa lampu, gelap! Tetapi, mereka bisa bertahan. Tentunya, ada banyak cara yang mereka lakukan untuk memenuhi penerangan di malam hari. Seperti, membuat perapian dari gesekan batu di atas ranting kering. Juga membuat bor kayu kering dengan batu untuk mendapatkan  api.

Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia, mengajak masyarakat untuk membantu mengakhiri ‘kemiskinan cahaya’ dalam sambutannya di acara Konferensi Pers Peluncuran Program Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018. [Dok. Philips]
Kesederhanaan orang-orang zaman dahulu menginspirasi banyak orang untuk mencari bentuk dan model penerangan. Kehidupan  orang-orang zaman dulu yang tanpa  lampu, ternyata masih dirasakan oleh beberapa masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di daerah pedalaman. 

Betapa tidak, sulitnya akses transportasi seakan membuat mereka jauh dari jangkauan. Tetapi, itu bukan alasan untuk mereka tidak mendapatkan penerangan. Seribu satu cara bisa ditempuh agar saudara-saudara kita bebas dari gelap. Kegelapan  terkadang membuat saudara-saudara kita kesulitan melakukan aktivitas di malam hari. 

Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia dan Tomohiro Hamakawa, Chief Strategy Officer Kopernik menunjukkan lampu jalan LED berbasis tenaga surya: Philips Solar LED Road Light yang akan dipasang di sejumlah desa terpilih pada program CSR Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 Philips Lighting Indonesia.  Dengan lampu jalan yang memadai, penduduk tak perlu merasa khawatir lagi ketika melintas di malam hari, mobilitas masyarakat desa pun tak terbatas hanya pada siang hari saja [Dok. Philips]

Hal itu juga berdampak pada  belajar anak-anak saudara kita di malam hari. Mereka mencari akal dengan caranya. Ada yang menggunakan lampu dari botol-botol bekas yang diberi tutup dan tengahnya dilubangi (lampu sentir = red). Lampu model seperti itu justru dapat menimbulkan pencemaran, karena jelaga yang dihasilkan menebalkan kotoran hidung. 

Bahkan, ada juga saudara-saudara kita yang masih menggunakan obor untuk sekadar jalan antar kampung atau main ke tetangga. Itu cerita-cerita dulu sekadar flashback beberapa puluh tahun belakangan sebelum lampu masuk ke desa-desa.

Country Leader Philips Lighting Indonesia Rami Hajjar (tengah) didampingi Country Marketing Manager Philips Lighting Indonesia Lim Sau Hong (kiri) dan Chief Strategy Officer Kopernik Tomohiro Hamakawa (kanan) berbincang sesaat sebelum prosesi penekanan tombol yang menandai peluncuran program CSR Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 Philips Lighting Indonesia.[Dok. Philips]
Jika kita melihat data pada 2016, sekitar 12 ribu desa memang belum dialiri listrik. Itulah tadi, desa-desa itu hanya memakai lampu teplok, obor, bahkan juga lilin. Semua itu memang kadang merusak lingkungan hingga membahayakan. Bahaya dari sisi kesehatan, keselamatan, juga lingkungan yang mereka tinggali.

Berkaca dari itu, dalam upaya untuk terus mendukung aktivitas warga desa terutama malam hari, Philips dengan bangga  dan konsisten bersama programnya  untuk memberikan penerangan di desa-desa. Melalui program dengan judul “Kampung Terang Hemat Energi”, sekitar 25 desa akan memperoleh penerangan untuk Sumatera, Bali Timur, Kalimantan Tengah, serta Maluku. 

Ada sekitar 2.889 titik lampu baru yang akan dipasang, meliputi penerangan rumah dan fasum seperti puskesmas, sekolah, serta jalan umum. Hal ini jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan Philips di Sulsel.

Seperti disampaikan Rami Hajjar, Country Philips Lighting Indonesia, “Kami senang dapat menolong lebih banyak masyarakat dengan menjembatani kesenjangan pencahayaan antara kota dan wilayah pedesaan melalui program “Kampung Terang Hemat Energi”. 

Nah, nantinya untuk desa-desa yang terpilih itu melalui “Kampung Terang Hemat Energi”, akan diberikan paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif, terdiri atas:
1.    Solar Indoor Lighting System Lengkap dengan panel surya
2.    Philips LifeLight yang 10x lebih terang dari lampu minyak tanah
3.    Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan desa malam hari. 

Tahun 2017 ini, program itu diawali dengan menjangkau enam desa yang ada di Sumatera Utara. Philips mendedikasikan dirinya untuk kepentingan khalayak ramai di bidang pencahayaan. Ya, selama lebih dari 125 tahun Philips mengutamakan pelanggannya sebagai pusat inovasi.

Selain itu Philips juga ikut serta dalam meningkatkan kehidupan masyarakat, di kota maupun desa. Hadirnya Philips di tengah-tengah masyarakat Indonesia memberikan kesediaan pencahayaan  dengan memanfaatkan tenaga surya. Indonesia yang berlatar tropis, memberikan keuntungan tersendiri dengan tenaga surya tersebut. Daya yang dihasilkan dari LED tenaga matahari Philips itu punya konsumsi rendah dan sangat mudah dipasang. 

Lebih lanjut ditambahkan oleh Rami, bahwa pencahayaan yang mereka usung menggunakan tenaga matahari yang disimpang di siang hari. Bila malam menjelang, sistem tersebut secara efisien mengeluarkan  tenaga listrik untuk menyimpan bohlam LED daya rendah. Hal ini sangat untuk digunakan di dalam juga luar rumah. Bukti nyata Philips itu tadi melalui Program “Kampung Terang Hemat Energi”. 

Ternyata, Philips bareng-bareng dengan LSM Kopernik yang konsen di teknologi memberdayakan penduduk desa terpencil sejak 2015, sudah menghasilkan 300 titik lampu baru untuk 11.800 penduduk Sulsel. Ya, di tahun itu juga, secara umum Philips bersuara untuk mengakhiri miskin cahaya dalam Tahun Cahaya International PBB  (UN’s International Year of Light – IYOL)

Ya, siapa lagi yang peduli dengan keberadaan cahaya yang ada di dunia ini, terutama untuk penduduk Indonesia yang jauh dari jangkauan cahaya, kalau bukan kita! Dukungan kita untuk program “Kampung Terang Hemat Energi” akan sangat berarti tak hanya untuk Philips, tetapi untuk kita semua.

Terus Terang Philips Terang Terus.

Sunday, August 6, 2017

FWD Hackathon 2017: Muda Berkarya Ubah Pandang Berasuransi Melalui Inovasi Digital




Rasa-rasanya, anak-anak muda sekarang jika diperdengarkan dengan kata asuransi sepertiya  enggan dan berlalu. Mungkin mereka berpikir bahwa asuransi tak begitu menarik dibanding bermain game atau hal-hal lain berbau gadget. Bagaimana mengubah pola pikir (mind set) anak-anak muda sekarang agar lebih akrab dengan asuransi? Apalagi, generasi yang dikenal sebagai millennial dan gadget minded ini tak bisa lepas dari smartphone, laptop, maupun perangkat elektronik lainnya. 
 
Rudi Kamdani, Vice President FWD Life [Dok. https://2.bp.blogspot.com]
Salah satu asuransi yang menghadirkan pengalaman baru juga berbeda, secara mudah, menarik, dan nyaman dengan inovasi teknologi, terutama untuk menjangkau masyarakat Indonesia dalam berasuransi melalui pengalaman baru adalah FWD Life. Pendekatan yang dilakukan karena passion, FWD Life mendorong orang-orang agar dapat menikmati hidup dan memberikan gerak langkah merekea mengejar passion kehidupan tanpa khawatir dengan risiko keuangan masa depan mereka.

Dalam perjalanannya, FWD Life sebagai asuransi jiwa patungan dan menjadi bagian dari  FWD Group. Produk-produk yang mereka telurkan untuk banyak kebaikan dan ketenangan hidup masyarakat luas. Inilah produk asuransi yang mereka miliki, investasi, asuransi berjangka individu juga kumpulan, asuransi kecelakaan diri individu dan kumpulan, dan asuransi kesehatan kumpulan melalui  jalur distribusi yang didukung teknologi terintegrasi termasuk keagenan, bancassurance, e-commerce, dan korporasi.

Ada banyak hal yang ditanamkan FWD Life untuk kehidupan yang lebih baik dalam berasuransi. Mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi melalui nilai-nilai yang telah ditanamkan perusahaan. Nilai-nilai tersebut memiliki kesan dan makna yang dalam berbunyi, “Kita berani Beda”, “Kita bekerja dengan PASSION”, “Kita bertindak BENAR”, “Kita sukses BERSAMA”.

Nah, keberadaan generasi millennial saat ini sudah bukan jadi barang baru. Mereka menjadi agen perubahan terbesar untuk dunia, apapun itu. Dari tangan-tangan dan cara pandang merekalah FWD Life mengajak untuk berkontribusi mencipta model asuransi jiwa digital untuk masyaraka luas melalui FWG HACKATHON 2017 ini. 

Tentunya, perkembangan teknologi sangat mereka ikuti. Pemanfaatan  teknologi digital dalam membangun era asuransi jiwa digital dari tangan-tangan  anak muda menjadi satu karya yang tertoreh nyata dalam dunia perasuransian. Dari cara pandang mereka inilah nanti FWD Life menaruh harapan penuh untuk dapat mendukung program OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk berliterasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Pada Jumat (3/08/2017) bertempat di The Kasablanka Hall, Blogger dan Media hadir untuk menyaksikan peluncuruan FWD Hackaton 2017. Hadir di tengah-tengah acara Ibu Poppy Savitri dari Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Vice President FWD Life Bapak Rudi Kamdani, dan Founder Institute Bapak Andy Zain.

Poppy Savitri Badan Ekonomi Kreatif [Dok. Pribadi]
Dalam sambutannya, Ibu Poppy mengatakan, “Di zaman yang serba maju dan digital ini, peran generasi muda sangat besar dalam memajukan berbagai inovasi. Diharapkan, generasi muda atau generasi millennial mampu mengajak masyarakat dan mengubah cara pandang masyarakat dalam berasuransi secara mudah tanpa susah”. 

“Sebagai pelopor asuransi jiwa berbasis digital, FWD Life punya tanggung jawab  dalam meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia, khususnya dengan memanfaatkan inovasi teknologi digital. Menjadi perhatian khusus bagi FWD Life terutama untuk OJK pada triwulan I di tahun ini. Terlihat bahwa penetras asuransi di Indonesia hanya 2,7%, itu artinya masih lebih rendah dibanding beberapa Negara lain di Asia seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Rata-rata level sudah di 5%.” Urai Vice President FWD Life Rudi Kamdani di sela-sela sambutannya.

Kemajuan digital membawa dampak signifikan pula terhadap cara-cara orang berasuransi. FWD Hackathon 2017 ini membawa kesempatan selua-luasnya untuk generasi muda mencipta aplikasi asuransi jiwa secara digital. Akses kemudahan berasuransi menjadi titik penting dalam hal ini. 

Ki-Ka: Rudi Kamdani (Vice President FWD Life) & Andy Zain (Founder Institute) [Dok. Pribadi]
Rudi juga menambahkan bahwa inovasi teknologi digital ini akan dapat berakselerasi dalam hal penetrasi asuransi jiwa di Indonesia. Apalagi jika melihat adanya pergeseran gaya hidup generasi muda yang sangat melek dengan teknologi. Justru di sinilah FWD Life melihat peluang dapat menggandeng anak muda yang penuh talenta untuk memanfaatkan teknologi  digital membangun era asuransi digital di Indonesia.

Aplikasi digital inovasi di asuransi ini hendaknya memuat discover, aplikasi untuk edukasi tentang pentingnya berasuransi, explore yang berkait dengan advisor dan chatbots, select product yang berisi big data untuk membuat produk, apply terdiri atas M-Commerce yang sudah dimiliki FWD, Apprve & Underwrite berupa sistem digital, service & engagement memuat layanan nasabah yang interaktif dan proaktif, juga claims auto process klaim.
Perlu pula kita ketahui bahwa digital itu tak semata-mata tentang teknologi, akan tetapi bagaimana membuat hidup klien menjadi lebih mudah, bagaimana kita membuat proses dengan minimalis friksi yang  terjadi.

Andy Zain, Founder Institute Indonesia [Dok. Pribadi]
Di kesempatan itu pula, FWD Life bergandeng tangan dengan Founder Institute dalam FWD Hackathon 2017 ini. Andy Zain dalam paparannya mengatakan, bahwa Founder Institute akan memfasilitasi anak-anak muda yang akan membuat startup. Founder akan memberikan sejumlah dana untuk dikelola dan diajarkan bagaimana membangun satu perusahaan startup dari para expert. Satu tim pemenang dari FWD Hackathon 2017 nantinya akan diajak ke Silicon Valley tempat perusahaan-perusahaan besar bernaung di sana, seperti Youtube, Google, Facebook, dan Apple. 

FWD Life dan Founder Institute memang untuk pertama kalinya bekerja sama di FWD Hackathon 2017 dalam bidang asuransi. Pun Founder Institute mengajak juga anak-anak muda untuk terus mengasah, mengembangkan, dan memvisualisasikan ide-ide kreatif mereka dalam dunia digital untuk asuransi. Bagaimana kini, asuransi dapat memberikan kemudahan bagi nasabahnya melalui perangkat yang dimiliki. Anak-anak muda inilah yang diharapkan dapat menciptakan kemudahan tersebut.

Melalui kerjasama inilah diharapkan lahirnya embrio baru dalam dunia asuransi jiwa tanah air untuk masa depan. Oleh karenanya, FWD Life mampu berkompetisi untuk tingkat yang lebih tinggi lagi dalam ranah industri asuransi dan lebih banyak kontribusi dalam membangun dan memajukan negeri ini.

Puncak acara FWD Hackathon 2017 akan berlangsung pada 22-24 September. Sebelumnya akan dilakukan roadshow ke beberapa tempat untuk lebih meluaskan program. FWD Life dan Founder Institute akan memberikan pemahaman tentang industri asuransi  di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

“Menjadi kesempatan yang luar biasa bekerjasama dengan FWD Life, mendorong anak-anak muda berkompetisi menunjukkan bakatnya, berkarya dan berinovasi menghasilkan aplikasi asuransi digital. FWD Hackathon 2017 ini setidaknya dapat memberikan manfaat dalam membangun dan mengembangkan industri asuransi yang lebih baik lagi, melalui ide dan inovasi dari generasi muda bangsa Indonesia”, jelas Founder Institute Andy Zain.

Jadi, nantinya anak-anak muda yang masuk ke dalam kategori dan memenangkan FWD Hackathon 2017 bakal mendapatkan predictive test-entrepreneurial DNA (Great Talent); Ada training kelas dunia (World Class Training) selama empat bulan mereka akan dibina dan difasilitasi dalam masa jam kerja dan company building assignments. Superb network peer support dengan 60 mentor lokal dan 6.400 global mentor juga shared equity. Selain itu aka nada exponential better chance of success 80% success rate.

FWD Hackathhon resmi di-launching [Dok. https://2.bp.blogspot.com]
So, jangan pikir lama-lama untuk segera menghasilkan karya dengan inovasi asuransi jiwa digital yang memberikan kemudahan. Kalian yang muda yang berkarya. Dapatkan benefit yang menarik dari FWD Hackathon bersama Founder Institute berupa beasiswa selama empat bulan inkubasi dengan Founder Institute, uang cash 100 juta  rupiah untuk pendirian satu startup, dan immersion trip selama satu minggu ke Silicon Valley. Ayo, tunjukkan semangat muda kalian dengan berkarya nyata. Kapan lagi anak-anak muda Indonesia tunjukkan hasil nyata pada dunia kalau tidak dari sekarang! Take it or leave it! Salam Kreatif!

Bersama Generasi Founder Institute Erick dan Antonius di sebelah kanan saya [Dok. Pribadi]

Note: FWD Life diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  berdiri di Asia sejak 2013 FWD merupakan lini bisnis asuransi grup investasi Pacific Century Group.





Saturday, August 5, 2017

Ini Dia Generasi Baru Dinding Masa Depan


Zaman terus berubah, perkembangan teknologi pun tak dapat dielakkan. Sedikit banyak, sisi-sisi kehidupan manusia pun mengikuti apa yang dimaui zaman.  Perubahan terjadi di mana-mana, mulai dari makan, minum, peralatan komunikasi, hingga hunian.

 
Hantarman Budiono, Marketing Director PT SGCPI (Dok.Pri)
Makan & minum contohnya, kini orang tak perlu bersusah payah dan berpanas-panas untuk datang ke gerai. Dengan satu kali sentuhan jari, tekan aplikasi, pilih menu yang diinginkan, pesanan langsung dapat diantar. Juga komunikasi. Dulu surat masih jadi primadona untuk diteruskan kepada seseorang yang berada di ujung sana. Sekarang, yang jauh terasa dekat dan dekat semakin dekat.

Bagaimana dengan hunian? Hunian pun tak lepas dari sentuhan perubahan. Dulu, orang hanya berdiam diri di dalam goa, membuat pondok sederhana, atau  hanya menggunakan tancapan tiang-tiang kayu dengan dinding atap rumbia. Terpenting bagi mereka dahulu dapat tidur dan terhindar dari serangan binatang buas.

Akan tetapi kini, hunian tak sekadar hunian. Orang-orang ingin hunian yang nyaman. Hunian yang mampu mencegah diri juga keluarga dari sengatan Sang Surya, dinginnya malam, bahkan terpaan badai dan topan. Karenanya, dapat kita lihat dan saksikan, bahwa material bahan bangunan akhirnya  mengalami revolusi seiring bergulirnya waktu. 

Di mula tahun 1980, kita dapat melihat sendiri bahwa banyak orang menggunakan batu bata dari tanah liat sebagai dinding rumah.  Akan tetapi, perlu skill yang baik untuk dapat menghasilkan dinding yang rapi karena batu bata tidak punya ukuran pasti. Lantas, pada 1980-1990, batu bata pun berevolusi dengan lahirnya batako. Batako punya ukuran yang jelas karena hasil produksi, tetapi sedikit kurang memiliki insulasi panas dan suara yang baik.

Lantas dinding beton pun hadir.  Memang cepat untuk diaplikasi ke bangunan, tetapi masih masuk dalam konstruksi yang berat, karenanya kurang ekonomis. Lahir pula dinding bata ringan. Memang ringan dan menggunakan plaster yang cukup tipis. Disayangkan juga banyak material sisa karena ukurannya yang terlalu besar. 

Begitu pula ketika kita menggunakan dinding tradisional. Ada banyak kelemahan yang dapat terjadi. Ketika kita ingin melakukan instalasi basah, otomatis, akan membuat wilayah kerja menjadi kotor dan bisa jadi berantakan. Pun saat kita mau melakukan instalasi MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) harus buat perencanaan matang dan melubangi dinding.

Dinding tradisional pun memiliki permukaan yang tidak rata dan sangat mudah retak (kita perlu membuat lapisan tambahan). Bayangkan saja, berat dinding tradisional antara 18-240 kg/m2. Ketika panas terik terjadi, dinding mampu menghantar panas tinggi K=0,69 Watt/moC. Insulasi bunyi yang juga cukup tinggi antara 38 desibel hingga 40 desibel. Hal lain lagi yang perlu diperhatikan untuk dinding tradisional ini, saat kita ingin melakukan konstruksi sekita 7m2 per orang per hari (ini baru memasang batu saja). 

Seiring makin banyaknya permasalahan pada dinding tradisional ini, PT Saint-Gobain Contsruction Products Indonesia (SGCPI) sebagai salah satu perusahaan yang memproduksi bahan bangunan berupa papan gypsum melakukan berbagai inovasi baru terkait dengan dinding hunian rumah untuk memenuhi kebutuhan konsumen mereka. 

Selama lebih dari 350 tahun SGCPI ini benar-benar konsisten mempertahankan  reputasinya  menciptakan produk dan sistem yang mampu meningkatkan kualitas hidup orang banyak. Sebagai salah satu grup industri terbesar di dunia, juga perusahaan yang sangat inovatif, sekaligus perusahaan yang terus berkesinambungan, SGCPI kembali menghadirkan inovasi teknologi terbarunya berupa papan gypsum Gyproc dengan tiga derivat.

Kekuatan Papan Gypsum Gyproc-Habito (Dok. Pribadi)
Derivat Gyproc tersebut terdiri atas Habito, Glasroc H, dan XRoc. Menurut Hantarman Budiono, Gyproc hadir dengan inovasi tercanggih sepanjang sejarah dinding. Habito dikenal sebagai papan gypsum terkuat. Glasroc H yang tahan air, dan XRoc mampu menahan radiasi sinar X. Gypsum selama ini dipakai untuk plafon sekarang dapat dipakai untuk dinding dengan nyaman dan untung untuk pengguna. 

Lebih lanjut Hantarman menyampaikan, bahwa Habito memberikan kemudahan dalam konstruksi, cepat dipasang, hasil akhir yang rapi, kekuatan yang sama dengan tembok bata tetapi memiliki keunggulan dengan drywall utamanya yaitu fleksibilitas  dalam memasang bendang ke dinding serta akustik yang baik. 

Ditambahkan pula oleh Marketing Director PT SGCPI Won Siew Yee, bahwa Habito menjadi dinding terkuat dan lulus uji beban yang dapat menahan beban hingga 30 Kg per titik. Oleh karena itu, pengguna dapat memasang TV, kitchen set, meja pajang, lukisan, dan lainnya dengan mudah langsung di tempat yang dimaui.

Tipikal Papan Gypsum Glasroc H (Dok. Pribadi)
Glasroc H sebagai inovasi Gyproc untuk dinding waterproof, sehingga cocok dipakai di ruangan yang lembap dan tak perlu lapisan waterproofing.  Glasroc H juga didesain untuk menjadi tile backing yang kuat bagi keramik. XRoc sebagai inovasi lain Gyproc untuk memenuhi kebutuhan di lingkup kesehatan. Papan Gypsum Xroc,anti radiasi sinar X, karenanya cocok untuk dinding ruangan X-Ray rumah sakit.

Ketika permasalahan dinding hunian ini muncul, PT SGCPI memberikan solusi cerdas dengan menawarkan Drywall. Jadi, dinding drywall ini sebagai pilihan yang paling banyak dicari orang dewasa ini. Di Singapura, hampir seluruh rumah penduduk menggunakan drywall, begitu pula di Eropa. Ya, drywall memiliki banyak keunggulan, seperti konstruksi ringan, cepat terpasang, mudah diperoleh, hasil akhir rapi, dan terpenting produk drywall ini ramah lingkungan.

Kelebihan dinding drywall Gyproc PT SGCPI ini memiliki sistem kering, wilayah kerja tetap bersih, produk ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Saat kita ingin melakukan MEP, sangat mudah dan tidak perlu melubangi dinding. Ditambah pula permukaan yang halus dan bebas dari retakan meski tanpa ada lapisan lain. Beratnya pun lebih ringan dari cara tradisional sekitar 24-31 Kg/m2. Ketika panas terik terjadi, justru dapat menghambat panas lebih rendah, boleh dibilang hemat energi K = 0,17 Watt/moC. 

Tentunya kita tidak mau hunian yang kita huni berisik, apalagi saat bicara tetangga sebelah mendengar percakapan kita. Dengan drywall ini, insulasi bunyi dapat dihambat.Capaian bunyi sekitar 46 desibel tanpa material insulasi. Waktu konstruksinya pun hanya 20 m2 per orang per hari. Jadi, proses pengerjaannya lebih cepat 28%. 

Papan gypsum Gyproc ini menjadi salah satu produk yang ramah lingkungan. Sebagaimana kita ketahui, gypsum sebagai material tambang yang terus menerus dihasilkan sekaligus sebagai hasil dari pembangkit tenaga listrik dan limbah daur ulang dari wilayah tersebut.
Jika diperhatikan secara saksama, konsumsi energi rendah pada suhu rendah, serta emisi rendah dan konsumsi air pun sangat sedikit. Begitu pula dengan pengiriman, produksi local di berbagai Negara justru mampu membantu mengurangi tinggalan karbon yang dihasilkan dari proses pengiriman. 

Ketika kita ingin melakukan instalasi, papan gyps mini fleksibel dan ringan, tetapi dapat menjadi solusi yang sangat kuat. Dalam instalasi, limbah yang dihasilkan di area pemasangan dapat diminimkan. Selain itu, akhir siklus hidup gypsum melalui penghancuran atau dekonstruksi, gypsum dapat dengan mudah dibongkar dan didaur ulang. Pada akhirnya, gypsum dapat didaur ulang selama siklus hidupnya. 

Bicara gypsum, tentu tak lepas dari PT SGCPI yang telah memproduksi papan gypsum di Indonesia sebagai inovasi bahan bangunan yang ramah lingkungan dengan kekuatan ekstra. Papan gypsum yang dihadirkan menjadi papan gypsum terkuat, tahan air (waterproof), anti radiasi, juga sebagai generasi baru dinding rumah Anda. 

Papan Gypsum XRoc anti radiasi sinar X yang bebas Timbal (Dok. Pribadi)
Habito sebagai produk generasi baru dirancang khusus untuk memungkinkan kita mendesain ruang rumah dengan cepat dan fungsional. Gypwall dengan menggunakan habito ternyata terbukti lebih kuat dan tahan lama, kualitas kedap suara yang baik dan lebih mudah digunakan dibanding dinding umumnya. Habito menjadi salah satu solusi ideal untuk menyelaraskan kebutuhan ruang tempat tinggal Anda sekarang juga masa depan. Manfaat paling besar habito memberikan Anda flesibilitas dalam menata rumah sesuai keinginan.

Habito memiliki ketebalan 12,5 mm berstandar EN 520:2004, ramah lingkungan (tidak beracun, tidak  berbahaya, dan dapat didaur ulang). Sisi miring (RE) dan tahan api (BS 476 part 7:1997; BS 476 part 22 class 1) yang memiliki ukuran standar 1200 x 2400 mm serta berat 12 kg/m2.

Menguji kekuatan Gypsum Gyproc dengan menggantungkan berbagai material (Dok. Pribadi)
Unggulnya Habito  tahan terhadap benturan ekstrim. Hal ini karena intinya yang kuat, papan Habito lima kali lebih kuat dan lebih tahan terhadap benturan yang terus menerus dibanding papan gypsum biasa. Artinya, papan Habito lebih awet dari kerusakan yang sering ditimbulkan oleh anak-anak, benturan mebel, dan penggunaan normal sehari-hari. Dari sini, Anda dapat merasakan perbedaannya, tentunya lebih nyaman, karena ruangan Anda yang paling sering dipakai tidak memerlukan banyak perawatan juga perbaikan. 

Gypsum, siasat untuk ruang penyimpanan yang sempit dan uji kekuatan (Dok. Pribadi)
Jadi, ketika Anda ingin membangun menggunakan sistem dinding Habito akan lebih cepat dan mudah dibanding dinding bata. Habito dipotong dan dipasang dengan cara yang sama seperti papan gypsum lainnya tanpa meggunakan alat atau mesin khusus. Hal ini mendudkung dan meningkatkan keamanan di lokasi kerja.

Bagaimana dengan Glasroc H? Glasroc H merupakan papan gypsum anti air yang tak akan lekang oleh waktu. Teknologi yang diusung GRG setingkat lebih maju dengan lapisan serat kaca. Alih-alih kertas yang umum digunakan pada papan gypsum untuk memberikan ketahan terbaik terhadap paparan air dan jamur.

Performanya luar biasa sebagai tile backing. Sangat baik digunakan di wilayah yang sering terpapar air seperti shower, kamar mandir, aula kolam renang yang berventilasi atau tempat-tempat lain yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Inti  gypsumnya punya daya tahan terhadap air, sementara lapisan biru muda yang menutupi permukaannya akan menghalau air untuk melindungi konstruksi bangunan. 

Di bagian permukaannya dapat langsung digunakan untuk pemasangan ubin  atau dekorasi tanpa lapisan waterproofing. Glasroc H ideal pada lingkungan yang basah sehingga memberikan ketenangan kepada customer yang menginginkan produk yang mudah digunakan dan dipasang tetapi punya ketahanan tinggi dari paparan air dan jamur.  
Jadi, Glasroc H ini menawarkan solusi terbaik untuk ruangan dengan tingkat kelembapan sangat tinggi, bahkan ketika terendam air pada waktu tertentu. Diuji sesuai standard EN15283-1, menunjukkan bahwa penyerapan  <5% setelah terendam selama 2 jam. Glasroc H merupakan pilihan terbaik untuk papan gypsum anti air dan anti jamur.

Contoh Papan Gypsum XRoc yang bebas timbal penahan radiasi sinar X


 (Dok. Pribadi)
Sementara itu, XRoc menjadi papan gypsum yang bebas timbal juga mampu melindungi radiasi Sinar-X. XRoc memiliki keunggulan dengan sertifikat lolos uji untuk perlindungan dari radiasi Sinar-X.  Mampu meredam suara hingga Rw 57 desibel sesuai hasil pengujian. Dapat didaur ulang karena 100% bebas timbal. Tingkat kepadatannya pun tinggi dan tahan terhadap benturan. Ketahanan terhadap api hingga EI120 reaksi terhadap api Eurocalss A2. Memiliki permukaan dinding kering yang cocok untuk semua jenis finishing dinding. Lebih ringan dan mudah dipotong untuk pemasangan yang lebih cepat dibanding papan berlapis timbal. 

Jadi, tunggu apalagi, rumah Anda bisa indah, penuh gaya, tahan api, tahan air, juga tahan radiasi sinar X kalau bukan di Gyproc.