Monday, January 22, 2018

Program Pelatihan Pelaksanaan 3-R BLK Berbasis Kompetensi: Cara Cerdas BBPLK Bekasi Kurangi Pengangguran



 
BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]
Berdasarkan catatan BPS (Badan Pusat Statistik) yang telah merilis data mengenai tingkat pengangguran di negara Indonesia hingga Pebruari 2017. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2017 sebesar 5,33% (sekitar 7,01 juta), ada penurunan  0,28% poin dilihat dari data Agustus 2016 dan turun 0,17% poin dibanding Februari 2016. Ya, ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran I negara ini.

Sementara Angkatan kerja bertambah 2,62 juta orang dengan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 0,33%, seperti  yang diberitakan Tribunnews.com. Nah, peningkatan angkatan kerja ternyata beriringan dengan naiknya angka pengangguran mencapai 10 ribu orang.

Menurut BPS, pada Agustus 2017 saja, 121,02 juta penduduk bekerja dan  7,04 juta orang menganggur.  BBPLK Bekasi (Balai Besar Pelatihak Kerja Bekasi) sebagai salah satu lembaga pelatihan yang berada  di bawah naungan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan punya peran penting dan strategis untuk mempersiapkan tenaga andal siapa pakai.
Pejabat di Lingkungan BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]

BBPLK Bekasi  menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang memiliki skill dan soft skill sesuai keahlian yang diinginkan. Ada beberapa bidang yang dikembangkan dan diberdayakan BBPLK Bekasi untuk mencetak sumber daya manusia Indonesia bermutu dan berdaya guna di bidang industrial. Utamanya di bidang teknologi  informasi dan otomatisasi.

Hal itu berdasarkan kebijakan Kemnaker RI yang berkaitan erat dengan program 3R (Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding). BBPLK punya tanggung jawab di pundak  yang mesti dikelarkan untuk mencetak SDM dengan keterampilan dan keahlian masing-masing yang dikuasai.
Plus BBPLK juga punya tanggung jawab melakukan pelatihan secara massive di Kejuruan Elektronika dan TIK sesuai kemajuan teknologi dan arah industri.
 
Bersama Kepala BBPLK Bekasi (kerudung biru) Ibu Helmiaty Basri [Foto: Dok Pri]
Pada hari ini, Senin (22.01/2018), saya berkesempatan menghadiri Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I tahun 2018 di BBPLK Bekasi bersama dengan rekan-rekan blogger lainnya.

Hal ini sebagai upaya BBPLK dalam menekan, mengatasi,dan mengantisipasi bertambahnya angka pengangguran di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, pelatihan tersebut dilakukan dalam rentang waktu 1—6 bulan dengan kurikulum yang sudah disesuaikan. Kurikulum tersebut meliputi: 
    
1.   Kejuruan Elektronika                                                          240 Jp
2.   Kejuruan TIK                                              240 , 320 dan     960 Jp
3.   Pariwisata                                                                          200 Jp
4.   Refrigeration                                                                      240 Jp

Sementara itu, Kejuruan yang dibuka di BBPLK Bekasi ini terdiri atas empat program, yang terdiri atas:                                       
1.   Kejuruan Elektronika 4 Prog.       
- Instrumen & Kontrol                  4 kelas                    64 orang   
- Otomasi Elektronika Industri 5 kelas                           80 orang   
- Teknisis Fiber Optik            1 kelas                     16 orang
- Teknisi Setelit V-Sat           2 kelas                     32 orang                                     
2.   Kejuruan TIK 8 Prog. 
- Movie Animator                                         1 kelas      16 orang
- Digital Animator                                 1 kelas      16 orang
- Desain Grafis                                     3 kelas      48 orang
- IT For Solution Business                     2 kelas      32 orang
- Pemasangan Jaringan Komputer         4 kelas      64 orang
- Perakitan Komputer                           3 kelas      48 orang
- Pemograman Web                             2 kelas      32 orang
- Pemograman Client Server                 2 kelas      32 orang   
3.   Kejuruan Pariwisata 2 Prog.
- Food Beverage                                1 kelas      16 orang
- House Keeping                                 1 kelas      16 orang
4.   Kejuruan Refrigeration 1 Prog.    
- Teknisi Pendingin dan AC Split           4 kelas      64 orang
                                                                                                       
Jumlah                     576 orang 

Di tahun 2018 ini, BBPLK akan mencetak tenaga-tenaga terampil berjumlah 576  orang dari empat program yang sudah dibuat tersebut.
 
Peserta pelatihan tahap I BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala BBPKL Bekasi, Helmiaty Basri mengatakan, “Pembangunan suatu negara pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Oleh karena itu, target utama yang menjadi landasan munculnya program-program nasional Pemerintah salah satunya adalah pengentasan pengangguran.”

Kepala BBPLK Bekasi, Ibu Hemiaty Basri dalam sambutannya [Foto: Dok Pri]
Memang benar kenyataannya, pengangguran dapat dipandang sebagai ketidakmampuan atau sebagai kekurangan kemampuan (lack of competency) dan keterampilan (skills) dalam bekerja.
 
Kepala BBPLK Bekasi Ibu Helmiaty Basri [Foto: Dok Pri]
“Menyikapi persoalan pengangguran ini, program Competency Based Training (CBT) atau sering dikenal dengan Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi (PBK) sebagai cara penciptaan tenaga kerja terampil yang menjadi salah satu strategi yang diharapkan dapat mengantisipasi sekaligus mengatasi terus bertambahnya angka pengangguran,” lanjutnya.

Dari program yang dibuat BBPLK ini bisa memberikan makna mendalam untuk memberikan kemampuan atau bekal masyarakat yang perlu keterampilan, terutama di bidang Elektronika Industri, TIK, Refrigeration, dan Pariwisata sebagai bekal dalam bekerja dan melakukan wirausaha.

Era globalisasi, teknologi dan ilmu pengetahuan telah mengubah wajah dunia pada semua aspek kehidupan, seperti industri,  transportasi, perdagangan, kesehata, pendidikan juga media. Semua itu tak luput dari sentuhan teknologi. Ilmu dan teknologi menyentuh seluruh lapisan kehidupan masyarakat.

Perkembangan tersebut membawa banyak  perubahan dalam budaya manusia atau berevolusi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan informasi. Di lain tempat, dengan pengesahan AFTA (Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN) juga era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ini menjadi satu  chance yang mesti  dihadapi bersama.

Tantangan apa yang dihadapi tersebut? Tak lain ketersediaan  tenaga dan lapangan kerja. Dua hal ini punya kaitan erat. Bila tidak terdapat keseimbangan keduanya, akan terjadi ketimpangan. Otomatis, pembangunan sosial-ekonomi dalam kehidupan masyarakat kacau balau.
Apa upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi pengangguran? Ya, salah satunya pelatihan berbasi kompetensi yang diprakarsai oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui  BBPLK Bekasi ini.

Para peserta yang ikut pelatihan ini diberikan bekal tidak saja kemampuan teknis saja (hards skill), tapi juga bagaimana peserta tahu tentang wawasan industri, etika, dan motivasi (soft skill), bagaimana seseorang bisa berinteraksi dengan yang lainnya. Kemampuan interpersonal mereka dibangun dan digali.

Apa yang digaungkan BBPLK Bekasi tentang 3R itu punya peran sangat strategis dalam pelaksanaannya. Pembinaan kejuruan yang dilakukan akan lebih mudah  dan terarah. Bagaimana tidak,  dengan adanya kurikulum yang utuh, semua pendidikan menjagi terencana. Pembinaan instruktur lebih mudah.

Adanya peningkatan image Balai Latihan Kerja. Artinya, BLK yang selama ini dipandang kumuh, bukan seperti itu lagi. Tetapi, BLK yang bersih, tertata rapi dengan beragam alat yang dimiliki. Juga instruktur terlatih baik dari dalam maupun dari luar. Terjadinya peningkatan kualitas dan kuantitas lulusan 10 kejuruan unggulan.

Dengan adanya 3RBLK ini tadi, kualitas dan kuantitas lulusan semakin naik tingkat. Kemampuan mereka bukan rata-rata lagi, tetapi sudah di atas rata-rata.   

Bagaimana proyeksi peningkatan kapasitas latihan setelah 3R dilakukan? Ada peningkatan yang signifikan terjadi, seperti di BBPLK Bandung, BBPLK Semarang, BBPLK Bekasi sendiri, BBPLK Serang, BBPLK Medan. BBPLK ini mengalami kemajuan yang sangat berarti setelah 3R diterapkan.

Hal itu tak lain strategi pelaksanaan 3R  BLK yang dilakukan melalui beberapa langkah yang dianggap cukup baik. Adanya penambahan dan mutasi instruktur  dari BLK UPTP lainnya, alihdaya tenaga pengajar/instruktur, peningkatan kapasitas instruktur, peningkatan  jenjang status untuk instruktur kejuruan unggulan, penetapan jam wajib mengajar instruktur, serta adanya penambahan, rehabilitasi dan re-layout/penataan ulang gedung workshop dan kelas.

BBPLK juga membuat invetarisir peralatan pelatihan bagi 6 kejuruan unggulan di 3 BBPLK. Penambahan, perbaikan, dan peremajaan peralatan pelatihan pun dilakukan. Adanya relokasi pemindahan peralatan pelatihan yang memungkinkan dan menghindari terjadinya kerusakan. Asrama pun ditambah kapasitasnya. Memungkinkan bagi calon yang akan boarding. Adanya penyesuaian perencanaan dan anggaran BBPLK, juga pemindahan ruang kelas magang IM Japan dari CEVEST.

Peserta pelatihan hingga sejauh ini, masing-masing kejuruan masih didominansi oleh laki-laki, baik elektronika maupun TIK.
Untuk 2018 ini BBPLK  membuat program pelatihan dalam 4 bidang kejuruan, meliputi: Kejuruan Elektronika 94 paket boarding dan 45 paket nonboarding. Kejuruan TIK  dengan 83 paket boarding dan 27 paket nonboarding. Kejuruan refrigeration dengan 15 paket boarding dan 15 paket nonboarding, dan kejuruan Pariwisat (perhotelan) dengan 15 paket boarding dan 15 paket nonboarding.

Nah, pada kesempatan itu pula saya dan teman-teman blogger diajak berkeliling oleh Ibu Kepala BBPLK Bekasi, Helmiaty Basri. Kami berkeliling mulai dari ruang TIK dengan peralatan komputer yang cukup canggih dan mumpuni. Fasilitas di ruang TIK ini modern mulai lantai 1 hingga 3. Selanjutnya, menuju ruang elektronika. Terlihat mesin canggih SMT Max (Surface Mounting Technology).





Ruang kelas Kejuruan TIK sebagian  [Foto: Dok Pri]

SMT Max ini sebagai mesin yang dipakai untuk membuat dan menghasilkan LED seperti  yang ada di atas mimbar masjid untuk pemberitahuan atau nama tempat, hotel, juga instansi pemerintah lainnya. Di tempat ini, para peserta dilatih bagaimana mengoperasikan mesin dan detailing setiap perintah. Output-nya adalah mereka diorbitkan sebagai operator andal untuk mounting.



Ruang Kejuruan Elektronik [Foto: Dok Pri]

Selanjutnya, saya menuju ruang Refrigeration. Di ruang ini banyak terdapat benda-benda yang  tak asing di mata saya, seperti AC (alternating current), ada juga water heater seperti yang ada di hotel-hotel. Ya, refrigeration ini berfokus pada alat-alat pendingin maupun pemanas, baik skala kecil maupun skala industri. Di tempat ini, para peserta dididik dan dilatih untuk mengerti proses A to Z refrigerator.




Ruang refrigeration dan teman-teman blogger meninjau [Foto: Dok Pri]
Kemudian berlanjut ke tempat yang memang saya tunggu-tunggu, perhotelan. Di tempat ini ada salah satu kamar yang menjadi transit Presiden RI, Jokowi, Suit Room yang cukup besar. Di bagian perhotelan ini, peserta pelatihan dilatih untuk tahu prosedur perhotelan, kitchen, pattisery, dan regulasi perhotelan lainnya.

Kejuruan Pariwisata (hotel) [Foto: Dok Pribadi]

Kamar transit Presiden RI, Jokowi di BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]

Ruang tamu kamar transit Presiden RI [Foto: Dok Pri]
Dengan luas 10 hektar, tak heran BBPLK Bekasi ini penuh dengan tempat-tempat yang menunjang seluruh aktivitas peserta pelatihan. Asrama pun disediakan untuk mereka yang berasal dari luar kota. Kamarnya pun dilengkapi pendingin udara. Ya, istilahnya kalau mereka yang berasal dari luar kota (boarding) selama mereka melakukan pelatihan. Semua difasilitasi pemerintah dan mereka tidak dipungut bayaran seperser pun.
 
Boarding di BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]
Di tahun 2018 ini BBPLK Bekasi memiliki target peserta  berjumlah 20.800 orang  dengan target sertifikasi sebanyak 12.880 orang. Sementara, bantuan program yang digulirkan berjumlah 1.500 orang dan BLK binaan berjumlah 29 BLK.
 
Sudut hotel BBPLK Bekasi yang asri [Foto: Dok Pri]
BBPLK Bekasi mengikuti perkembangan pasar. Artinya, Balai Besar melihat keinginan pasar, bidang mana saja yang diperlukan dan tidak. Karena BBPLK kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar yang related di bidangnya.

Ketersediaan instruktur pun sangat diperhatikan menyangkut bidang yang dilatihkan. BBPLK pun mengambil/mendatangkan instruktur dari luar BBPLK sendiri yang dapat berbagi mengenai perkambangan industri di luar.

“Instruktur-instruktur BBPLK juga didatangkan dari luar BBPLK sendiri. Hal ini kami lakukan juga untuk berbagi pengetahuan kepada peserta, bagaimana perkembangan industri di luar sana,” ucap Helmiaty.

Instruktur  BBPLK sendiri berjumlah 86 instruktur yang terdiri atas, Kejuruan TIK berjumlah 47 orang, Kejuruan Refrigeration 5 orang, Kejuruan Elektronika 29 orang, dan Kejuruan Perhotelan 5 orang. Instruktur-instruktur tersebut bukan sembarang orang. Mereka memenangi pun memenangi beberapa kejuaraan di luar negeri. Salut!

Nah, BBPLK juga tak sembarangan merekrut peserta. Peserta yang direkrut untuk 2018 ini ditargetkan sebanyak 12.880 orang. Akan tetapi mereka juga akan dilakukan uji kompetensi untuk mengetahui tingkat kemampuannya di unit-unit kompetensi yang memang dilatih selama mengikuti pelatihan di BLK. Uji ini berlaku untuk peserta pelatihan di BBPLK Bekadi dan BLK UPTD Binaan.

Pun ada bantuan program pelatihan yang diberikan untuk masyarakat di 75 LPK dalam pengambangan SDM dan menanggulangi pengangguran. Memang, tak mudah untuk melakukannya. Tantangan akan selalu ada. Tidak berjalannya program yang sudah dibuat karena terhalang dana. Perlu dana yang lebih besar lagi untuk melakukan pengembangan. Sumber Daya Manusia utamanya untuk instruktur yang memang sesuai dengan maisng-masing kejuruan masih sangat diperlukan di BBPLK Bekasi.

Publikasi yang masih kurang kepada warga masyarakat bahwa ada BBPLK gratis yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan dan meningkatkan skill. Akan tetapi, kecenderungan orang yang melihat sebagai lembaga “eksklusif” terlebih dahulu, sehingga bisa jadi orang enggan untuk masuk. Padahal tida demikian adanya.

Oleh karenanya, pemberitahuan kepada publik tentang BBPLK Bekasi ini sangat perlu. Balai Besar Pelatihan ini menerima siapa saja untuk mau dilatih tanpa dibatasi usia selagi berkompeten di kejuruan yang akan diikutinya.
 
Kepala BBPLK Bekasi foto bersama peserta pelatihan kompetensi tahap I [Foto: Dok Pri]
Untuk itu, “Saya berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti seluruh tahapan dan proses pelatihan ini secara serius dan sungguh-sungguh. Saya yakin dan percaya, bahwa dengan mendapatkan pelatihan ini, saudaa nantaikan akan dapat sukses dan memiliki skill untuk menjadi calon tenaga kerja terampil dan lebih dapat diterima dunia industri,” tutup Hemilaty.

Sejarah BBPLK BEKASI

Suasana sejuk dan asri BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]
Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, yang lebih dikenal dengan nama CEVEST, sebagai kependekan dari Centre for Vocational and Extention Service Training. CEVEST didirikan pada 1985 dengan bantuan pemerintah Jepang sebagai bentuk kerjasama dalam rangka pengembangan SDM di kawasan ASEAN. CEVEST diresmikan oleh PM Jepang, Mr. Zenko Suzuki, Menteri Tenaga Kerja Sudomo, dan Menteri Perindustrian Hartarto, sebagai bentuk kerjasama antara pemerintah Jepang dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka pengembangan SDM (Pelatihan Instruktur dan Pembinaan Industri Kecil) di kawasan ASEAN dengan nama CEVEST itu tadi.
 
Profil BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]

Sunday, January 21, 2018

Sampai Kapan Mau Ngeblog? Ngeblog Itu Bekerja untuk Keabadian


 
Sampai kapan mau ngeblog? [Foto: Dok https://prod-marketing-greenhouse.global.ssl.fastly.net]
Mau sampai kapan ngeblog?  Ajee gileee… anti mainstream ini kalau saya jawabnya, “Sebelum bendera kuning berkibar”, mungkin yang lainnya akan bilang, selagi platform ngeblog masih gratis, bisa juga sebelum sangkakala ditiup Israfil. Kalau raga belum membujur kaku, teruslah ngeblog. Kalau Pramudya Ananta Tur bilang, “Menulis itu bekerja untuk keabadian,” begitu pulalah halnya ngeblog. Ngeblog buat saya  itu bekerja untuk keabadian.

Kan, di blog juga kita menulis. Menulis apa yang dilihat dan menulis apa yang didengar. Tak melulu menulis review dan job-job undangan (meski ini "kadang" jadi tuntutan, yekan!?, hihihi).

Seperti kebanyakan, blogging bukan secangkir teh bagi setiap orang. Tetapi, kalau orang tahu omset di blogsfer, justru akan mengejutkan para blogger yang melempar tulisan setiap hari. Mungkin, kita akan secara sarkastik berpikir, “Iya ya!” Saya ingin menjadi salah satu yang berhenti ngeblog.”

Akan tetapi, ketahuilah, kita juga bisa melakukan sesuatu lain dari pada yang lain serta jauh lebih menyenangkan untuk diri secara pribadi. Mungkin ya, ini jadi seperti ajakan untuk bertindak eksodus massal dari blogging. Jujur saja, blogger masih akan terus dicari. Dicari oleh siapapun itu untuk kepentingan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
Memang, blogging itu tak semua orang melakukan. Juga tidak semua orang perlu blog. Adakalanya kita harus berhenti ngeblog dan istirahat dari blogging.

Berhenti blogging itu sama saja seperti kapan kita tidak berkomunikasi. Hal ini yang membuat saya berpikir. Perlu memang, artikel  atau bahan bacaan “Bagaimana Kita Tahu Kapan Berhenti Ngeblog?” Hal ini untuk memahami, bahwa blogging tidak untuk semua orang dan kita juga tak perlu masuk blog kalau kita tidak menginginkannya.

Perlu disesuaikan juga, ada kalanya ngeblog dan ada saatnya berhenti ngeblog. Apalagi kalau ngeblog mengganggu sisa hidup kalian. Ada saatnya juga kita tidak harus berhenti ngeblog. 
Ngeblog ini hanya perlu sedikit meluangkan waktu untuk menghadapi kehidupan kita. Kalau saya pribadi punya tip untuk “Bagaimana Mengetahui Kapan Tidak Ngeblog” lagi.

Saya akan berhenti ngeblog kalau tidak punya tujuan. Jujur saja, kita tak usah ngeblog kalau tidak mau, as simple as that. Dan jika kita tahu apa yagn harus diisi dalam blog. Kalau blog kita tak punya tujuan, menghentikan blogging jauh lebih baik.

Bisa juga, tujuan blog kita tidak harus spesifik tapi memang itu diperlukan. Tujuan blog kita, itulah yang menjadikan alasan kita ngeblog, definisi/pengertian blog kita, dan mengapa pembaca kita mesti kembali membaca blog yang kita miliki.
 
Ngebloglah selagi belum ada UU anti ngeblog [Foto: Dokhttps://cdn.igeeksblog.com]
Kalau kita ngeblog mengenai aktivitas dan urusan kehidupan sehari-hari, itulah tujuan blog kita. Dan masih banyak lagi. Kalau kita ngeblog karena memenuhi beberapa kebutuhan rohani yang cukup dalam untuk mengekspresikan diri dan kita bahagia, dan perasaan itu bertahan lebih dari tiga bulan, berarti kita punya tujuan blogging, maka teruskan saja blogging kita.

Blogging yang tidak jelas, blog kosong, hanya karena ada hubungan dan dipaksa bukan keinginan, atau karena orang lain melakukan jadi ikut-ikutan, hal itu tidak berguna dan buang-buang waktu saja, lebih baik blogging kita hentikan.

Bisa jadi juga berhentinya kita karena tidak punya waktu. Kalau waktu kita terbatas dan tidak pernah bertemu waktu yang tepat, jangan kita paksakan. Kita tidak perlu buat postingan setiap hari. Tak perlu juga memposting sepuluh kali dalam sehari.

Waktu ngeblog, itu kita sendiri yang menentukan. Kendalikan waktu kita dan jika merasa krisis waktu, lebih baik berhenti ngeblog. Katakan saja, “Tidak” kalau memang sudah berkomitmen untuk  berhenti.

Ngeblog juga bukan untuk semua orang dan ketika kita sudah mengalami banyak hal atau berbenturan sama hal lain, menghentikan blogging tak salah. Pesan saya, jangan ngeblog kalau kita tidak bisa mengikuti sisa hidup yang akan kita jalani. 

Sudah saya tuliskan bahwa ngeblog tak harus setiap hari. Ada ribuan berita dan juga artikel yang mungkin ini kita tulis di blog, tetapi terkadang kita hanya mampu menulis satu artikel, itu pun sudah keteteran. Kita bisa katakan “stop” karena sudah kehabisan waktu dan energi untuk berpikir.

Tidak semua hal harus kita bicarakan. Jadi, dengan memilih topik yang benar-benar penting untuk saya dan pembaca blog saya, makanya saya ngeblog secara bijak dan punya tujuan. Saya tidak berusaha atau ngoyo mendapatkan setiap  gram informasi dari setiap artikel yang dipublikasikan di blog saya. Bagi saya, kualitas di atas kuantitas!

Jangan pernah mengatakan bahwa kita kehabisan hal-hal orisinil untuk dituliskan. Jika kita mendapati diri kita memblokir orang lain dan tidak menulis sesuatu yang orisinil, lebih baik berhenti ngeblog. Penting bagi kita menyuarakan suara sendiri dan mengatakan apa yang ingin kita katakan.

Bisa saja kita mengutip  atau menggunakan kata-kata orang lain untuk melihat point of view (sudut pandang) ketika memberi komentar, tapi usahakan tidak menggaungkan apa yang sedang orang lain bicarakan. Biarkan blog kita menjadi kita dan suara kita. Kalau dirasa ada percampuran dan menggaungkan yang tidak-tidak, berhenti ngeblog.

Blogging itu mode untuk orang-orang yang ngeblog, mau itu alasan jangka pendek atau sama-samar sekalipun. Ngeblog perlu waktu, energi, komitmen, disiplin, keterampilan organisasi, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan riset serta menulis.

Karena kita mengerti cara kerja ngeblog maka kita menikmati blogging. Memang, sekali lagi, ini bukan untuk semua orang. kalau kita tidak punya  kepribadian dan rasa memelihara blog, maka jangan ngeblog. Lebih baik melakukan sesuatu yang lain dan lebih bermanfaat.

Jangan pernah menulis di blog saat lagi emosi. Saat seseorang menyerang jiwa dan pikiran kita, kecenderungan orang akan menyerang balik. Berhenti sejenak dari aktivitas menulis dan nyinyir di media sosial. Karena itu akan jadi bumerang untuk diri kita. Jangan menulis apapun di blog dan medsos kita. 

Pummel keyboard saja, tapi jangan lakukan dan posting di blog. Simpan saja reaksi yang terjadi dalam diri. Jauhkan memikirkan hal-hal yang tidak penting dan merusak pikiran kita. Intinya, jangan ngeblog kalau emosi jiwa tidak tertata.  Menghindari kata-kata kasar dalam blog ketika emosi itu jauh lebih baik.

Keberlangsungan kita ngeblog itu ada di diri kita sendiri. Perlu kita ketahui bahwa, ada beberapa tahapan dalam hidup kita ketia blogging bukan jadi pilihan yang baik. Begitu kita memulai satu blog, apakah kita harus mempertahankan selamanya? Ada sih yang melakukannya, tetapi kebanyakan orang tidak.

Blog kita itu semacam titik acuan dalam hidup ketika kita bisa berbagi pendapat dan pengetahuan dalam kehidupan kita. Terkadang, kehidupan  akan diprioritaskan di blog kita, lain waktu blog kita yang akan diprioritaskan dalam hidup. Kita mesti menemukan keseimbangan di antara keduanya. Tetapi, kalau tidak bisa lebih baik berhenti ngeblog. Kita tidak harus  terbawa arus atau ikut-ikut arus. Perlu juga kita tahu bahwa tidak semua blog bertahan selamanya. Blog berevolusi dari waktu ke waktu.

Ketika keputusan berhenti blogging sudah kita ambil, semakin kita sering mempublikasin untuk berhenti, semakin sulit untuk kembali kalau kita kembali memilih.

Jangan ngeblog karena teman juga ngeblog. Hanya karena teman atau orang lain ngeblog , terus kita ikut-ikutan ngeblog. Tumbuhkan passion, itu yang penting. Kalau ingin melakukannya, lakukan karena kita ingin melakukannya. Lakukan karena memang kita punya sesuatu untuk dibilang bahwa kita suka menulis.

Jangan mengintimidasi, memaksakan, apalagi mengkooptasi ke blog kita mengenai topik tertentu. Kitalah yang memilih blog kita. Kita tak perlu ngeblog mengenai satu hal karena orang lain (tidak ikut-ikutan latah). Kita tidak perlu ngeblog karena merasa ditantang atau tertantang. Jangan biarkan komentator atau blogger lain menekan dan memaksa kita untuk menuruti kemauannya agar kita menulis maunya dia.

Saya yakin, ada banyak blogger yang dapat memompa semangat ngeblog dan memberikan hal-hal positif. Ada banyak trafik berlalu-lalang di blog mereka, sebut saja Teh Ani Berta, Mba Wardah Fajri, Mas Satto, Mba Tanti Amelia, Buncha Elisa Koraag, Kang Arul, Bang Udin, Mas Dede Ariyanto, Kang Ali Muakhir, Mba Ety Budiharjo, Teh Liswanti Pertiwi, Petualang Cantik Mba Lita Chan Lai, Mas Dwi Wahyudi, dan masih banyak lainnya.

Kalau kita tidak ingin main game, jangan lakukan, semua itu pilihan kita.Tidak pula ngeblog tentang hal-hal yang kita tidak bisa memberi bukti. Kita bisa tanya ke beragam sumber dan banyak acuan. Jangan pernah kita tidak mengetahuinya kecuali kita bisa memberikan bukti apa yang kita tuliskan di dalam blog. Kalau salah pun kita bersedia meminta maaf.

Blog menjadi sumber berita, tetapi tidak semua blog jadi sumber berita yang bisa dipercaya. Tidak semua sumber pula bisa diandalkan. Mengecek sumber itu bagi saya sangat penting. Periksa sumber yang kita pakai sebelum membuat klaim, apakah klaim yang kita buat di blog itu benar atau salah berdasarkan sumber itu tadi.

Tidak menyebarkan rumor dan jangan berbohog. Veriikasi kapanpun kita bisa dan tidak bisa. Memberitahu pembaca kita tentang keraguan atau jangan berbagi informasi sama sekali.

Saya akan berhenti ngeblog kalau tidak ada pengembalian investasi. Begini, ngeblog itu sama seperti kita berinvestasi. Saya akan skip ketika blogging yang saya lakukan tidak ada sama sekali yang diperoleh (bukan materialistis). Menghentikan blogging ketika investasi kita dalam blogging tidak kembali. Jika tidak merasa baik, apalagi kita sudah menghabiskan waktu dan energi dari hal-hal yang “lebih baik” dan lebih penting, mending berhenti ngomong (blogging).

Kalau blogging kita menghabiskan lebih banyak waktu dan energi dibanding penghasilan, menghentikan blogging tak ada salahnya. Kita bisa menemukan cara lain menghasilkan uang.

Tidak pula ngeblog membahayakan keselamatan kita. Jangan mengambil karya orang lain. Jangan pula biarkan orang lain menuri hasil karya kita. Jangan melakukan spam dan komentar spam. Tidak memberikan sesuatu di blog yang dapat mengancam keberlangsungan diri berekspresi dan ujung-ujungnya bui.

Berhati-hatilah saat kita melakukan blogging, apalagi ketika kita membuat tulisan melawan atasan atau rekan kita lainnya. Blogging bisa berbahaya, karena kata bisa dijadikan senjata. Jaga dan pertahankan privasi kita, jaga juga kata-kata kita.

Bosan melakukan blogging, berhenti ngeblog. Kalau kita bosan dengan ngeblog, atau bosan dengan apa yang sedang kita mainkan atau tulisan blog kita membuat kita juga bosan, otomatis akan membuat pembaca kita juga bosan. Menghentikan blogging lebih baik dan menemukan hal  lain yang mesti dilakukan, jauh lebih baik.

Ngeblog itu passion [Foto: Dok https://novanews19.files.wordpress.com]
Perlu kita ingat, blogging itu untuk semua orang, tetapi tidak semua orang harus ngeblog. Sampai kapan mau ngeblog? Sampai bosan! Itu saya.

Mau terus ngeblog, ini tip saya.

1.        Teruslah dan cintailah menulis
Menulis itu bekerja untuk keabadian (PAT). Memberitakan kebenaran bukan kebohongan. Menuangkan kreativitas tanpa batas. Banyak blogger sukses akan memberitahu kita, satu-satunya orang yang layak ditulis itu diri kita sendiri. Mulailah dengan menulis diri sendiri.

2.  Interaksi
Blogging itu identik dengan interaksi. Kalau mau bicara dengan orang, berinteraksilah. Blogger sukses itu sering berinteraksi dengan pembacanya. Kalau kita tidak ingin bicara kepada orang lain, tulisah sebuah buku.

3. Sediakan waktu
Blogging itu apa yang saya bilang praktik mengintensifkan waktu. Banyak jam yang harus  kita kasih di balik tuts-tuts komputer untuk memastikan kesuksesan yang akan kita raih. Kalau mau jadi ahlinya, kita mesti melepaskan pantat kita dan melakukan banyak hal (tidak duduk diam maksudnya).

4. Menggali ide
Blog sukses itu membuat banyak hal menarik dengan mengenalkan topik baru bagi pembaca agar pembaca juga bisa berkomentar. Benar adanya, kalau tidak ada topik baru, blog akan sepi. Kita ini hidup di dunia dengan stimulus yang sangat tinggi. Konten yang baru dan menarik itu penting.

5. Amankan Basis Pustaka Kita
Membaca itu kunci untuk memonetisasi blog kita agar sukses. Memang, perlu waktu, tetapi kalau kita aktif dalam jangka satu tahun terlihat siapa pembaca blog kita.

6. Blogger Mesti Berkulit Tebal
Hubungannya apa antara kulit dengan blog? Blogger dapat menghadapi segala hal penyalahgunaan. Anonimitas memberikan orang topeng dan kita memberi bola untuk dilemparkan, baik lemparan penghinaan maupun kebaikan tanpa melihat dampak fisik dan sosial orang tersebut.
Seorang blogger mesti punya kulit keras seperti badak, tidak tipis seperti Donald Trumph. Kalau kita tidak tahan panas bekerj dengan banyak kompor, lebih baik kita keluar dari dapur.

7. Tidak Bosanan
Blogger bosanan? Alamat gagal terus menghampiri. Bosan itu seperti orang kena flu, ketika kita buka mulut, hal itu langsung menginfeksi semua orang di sekitar kita. Buang bosan, timbulkan semangat dan keras kemauan.

8. Hilangkan Obsesi Statistik
Ya, kalau kita ngeblog mikirin statistik pengunjung saja, down ngeblog bisa saja terjadi. Saya ngeblog let it flow saja. Saya tidak pernah memikirkan berapa Domain Authority (DA), berapa Page Authority (PA), berapa jumlah page views (PV) saya. Biarkan  mengalir dengan sendirinya. Terpenting saya berusaha menyajikan konten-konten yang bermanfaat. Intinya, jangan lupa berbagi tulisan kita di channel media sosial yang kita punya, sudah itu saja untuk saya. DA, PA, PV, itu bisa kita maintain sembari jalan. Saya mah ngeblog ya ngeblog aja.  

9. Blogging Tidak Juga Karena Uang
Dapat uang dari ngeblog, saya anggap itu bonus bukan hal utama. Kalau kita berpikir  bahwa “Saya ngeblog agar menghasilkan uang”, itu sah-sah saja. Tetapi, apa yang kita hasilkan dari tulisan blog, semata-mata semuanya karena uang. Tulisan blog tidak orisinal. Banyak review produk dan event. Sadar atau tidak sadar sih. Ngeblog karena uang, bagi saya itu pengecualian.

10. Fokus
Kehilangan fokus, artinya kita membiarkan  pembaca blog kita pergi. Kalau blog kita tentang masakan, fokuslah kepada itu.

11. Blogging Mempercantik Tulisan Kita
Blogging itu bijaksana. Kita punya kekuatan untuk mengomunikasikan pikiran dan gagasan kita kepada pembaca. Tulisan yang bagus di blog perlu waktu. Teruslah menulis hingga kita menemukan ritme dan pola penulisan yang  kita mau.  


12. Ukur Tenaga
Setiap blogger pernah mengalami kelelahan dan ujung-ujungnya jatuh sakit. Nah, sakit yang diderita terkadang butuh biaya lebih dari yang diperoleh. Mengukur tenaga dan kemampuan finansial juga sangat penting untuk seorang blogger. Tak perlu ngoyo setiap event disambangi. Jadi terkesan memaksakan diri, selow saja. Setelah diberi waktu “istirahat sejenak” kita bisa kembali lagi untuk memulai dan mulai berhitung.

13. Gencar Memasarkan
Hal ini berlaku untuk sebagian blogger. Ada beberapa blogger yang punya tujuan blognya sebagai alat promosi bisnis. Sah-sah saja. Pemasaran itu gampang-gampang susah juga keterampilan yang memang sulit dipelajari. Boleh jadi, gencar pemasaran perlu dilakukan untuk blog kita agar orang tahu. Rezeki itu bisa datang dari mana saja, bukan?

14. Cari Niche Blog yang Jarang
Kalau kita buat blog yang sudah banyak host/pemainnya, bisa jadi peluang kita kecil dan tipis. Buat blog yang jarang orang punya dan khusus.

15. Buat Visual Tulisan
Visual tulisan di blog itu bisa menarik pembaca seperti kunang-kunang di malam hari. Foto yang eye catching di blog kita, bisa jadi dikunjungi para pebisnis (siapa tahu, kan). Perlu pula membuat infografis.

Jadi, blogging yang sukses itu punya banyak komponen dan bisa sangat sulit kalau kita mau memenuhi seluruhnya. Perlahan-lahan tapi pasti.