Thursday, March 14, 2019

“GANAS-nya” Wakaf Produktif



Rekan-rekan Blogger Bersama Prudential Indonesia & Dompet Dhuafa [Foto: Dok Pri]
Ekonomi Islam menjadi ekspresi model ekonomi berdasar akidah dan syariat Islam yang punya cakupan luas juga target yang jelas. Karakteristik sentral yang membedakannya dengan sistem ekonomi konvensional adalah asas atau acuan dasar yang dipakai, yaitu al-Quran dan Hadits Nabi, selain acuan-acuan lain yang bersifat interpretatif dari para ulama Islam. 

Sebagian kalangan menyatakan bahwa sisi humanisme ekonomi menjadi pembeda lain antara ekonomi Islam dan ekonomi ala kapitalisme yang berpangkal pada pengayaan individu. Islam memandang bahwa wakaf tidak bisa hanya bersifat ibadah, tetapi juga memiliki dimensi moral-psikologis, sosial dan ekonomi.


Keceriaan kami di KIB DD  Desa Cirangkong Kec. Cijambe-Subang [Foto: Dok Pri]

Bicara wakaf, kini menjadi salah satu alternatif sumber ekonomi yanga dapat dikelola secara profesional, baik oleh lembaga penyelenggara wakaf, maupun perusahaan profesional. 

Secara etimologis wakaf berasal dari kata waqafa-yaqifu-waqfan, mengandung arti menghentikan atau menahan (al-habs). Secara terminologis wakaf sebagai menahan harta dari jangkauan kepemilikan orang lain. Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya yang dipakaikan untuk kepentingan ibadah atau keperluan umum lainnya sesuai  ajaran Islam.

Menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf, wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya yang digunakan untuk keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum.

Nah, salah satu lembaga wakaf yang hadir di tengah-tengah masyarakat dan terbilang cukup lama adalah Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam bersumber dana melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), serta dana halal lainnya yang berfokus pada pemberdayaan kaum dhuafa melalui pendekatan budaya dengan kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik. Dompet Dhuafa (DD) yang berupaya mewujudkan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal secara adil.




Mini trip ke Kebun Buah Naga tanah wakaf DD di Subang [Foto: Dok Pri]

Wakaf menjadi salah satu filantropi Islam yang dijalankan DD untuk menggalang beragam kebermanfaatan dengan pihak lain. Begitu pun dengan Prudential Indonesia, sebagai salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia dan Indonesia, melalui PRUSyariah-nya membuat wakaf memiliki nilai dan tempat. Prudential Indonesia menjalin kerjasama dengan DD melalui wakaf untuk kemaslahatan umat. 

Sejalan dengan salah satu tagline Prudential Indonesia, yaitu #WeDoGood yang ketika saya mengikuti mini trip ke Subang untuk melihat Kebun Indonesia Berdaya DD  dari hasil tanah wakaf, dalam acara #WeDoGoodCamp. We Do Good sendiri  merupakan komitmen baru Prudential Indonesia di tahun 2019 bahwa perusahaan akan mewujudkan  kebajikan melalui program  CSR dan PRUSyariah.

We Do Good = berbuat kebaikan, tak hanya itu, tetapi bagaimana komitmen Prudential Indonesia bisa berbagi dengan sesama, salah satunya melalui wakaf. Bagaimana cara berwakaf?

Mas Bobby, salah satu perwakilan Prudential Indonesia dalam sambutannya mengatakan, bahwa di tahun 2019 ini Prudential punya komitmen baru salah satunya #WeDoGood (perusahaan mewujudkan kebajikan). Salah satu kebajikan itu adalah berwakaf. Sekarang, sesuai peraturan baru dari OJK dan MUI, saat ini berwakaf dapat dilakukan melalui asuransi. 

Jadi, pada tanggal 1 Februari 2019 lalu, Prudential telah meluncurkan satu program wakaf. Memang, selama ini banyak orang berpikir bahwa wakaf diasosiasikan dengan orang membeli tanah atau sesuatu.  Tidak harus punya uang banyak dulu baru bisa berwakaf, sebenarnya hal ini yang memang harus diterapkan. 

Dengan adanya program wakaf dari Prudential, Anda tidak harus punya uang banyak untuk berwakaf. Jadi, Anda bisa berwakaf melalui manfaat asuransi PRUSyariah-nya. Manfaat wakaf itu apa sih sebenarnya? 

Nah, bukti nyata dari program wakaf ini adalah apa yang dilakukan oleh DD melalui Kebun Indonesia Berdaya. Kebun tersebut merupakan hasil wakaf yang dikelola DD secara profesional. DD juga menjadi salah satu partner Prudential Indonesia. Nah, untuk Anda yang ingin menyalurkan wakaf melalui Prudential Indonesia, nantinya akan dikelola secara profesional oleh partner Prudential Indonesia tersebut. 


Apa manfaat wakaf dan yang bisa diberikan untuk kemaslahatan masyarakat sekitar,  dalam keterangannya, Mas Kohar (representatif DD) menjelaskan bahwa di Kebun Indonesia Berdaya ini banyak ditanami buah naga, nenas, jambu kristal, dan lain-lain.  Buah naga memang jadi buah unggulan dengan dua warna, yaitu merah dan putih. 

Kebun Indonesia Berdaya DD ini merupakan bentuk yang diikhtiarkan melalui dana wakaf. Jadi, kalau selama ini mungkin Anda hanya familiar wakaf dengan masjid, makam, atau pesantren, wakaf bisa dalam bentuk lain.

Manfaat wakaf sendiri akan terus berkelanjutan dan tersebar untuk umat dan dirasakan banyak orang. Memang, DD sendiri akan concern untuk mengoptimakan wakaf-wakaf produktif yang akan kerjasama dengan banyak pihak, salah satunya Prudential Indonesia.
Untuk wakaf juga Anda tidak harus menunggu punya banyak tanah, punya rumah, atau lainnya. Dengan program Prudential Indonesia, Anda bisa langsung berwakaf yang bisa dikelola langsung oleh DD.

Contohnya kebun buah naga yang merupakan hasil tanah wakaf dengan luas 10 hektar. Buah naga yang ada di Kebun Indonesia berdaya ini berbuah dari Januari hingga Maret dan edisi buah terakhir. 

Di sela-sela acara Kohar juga menyampaikan bahwa untuk berbuat baik tidak harus menunggu. Dengan program-program yang dilakukan DD dan Prudential Indonesia, semua bisa dilakukan dan jangan takut berbagi. Kenapa #JanganTakutBerbagi? 

Masih banyak orang yang sungkan atau takut untuk berbagi, padahal berbagi punya makna sangat luas. Di acara #WeDoGoodCamp pun saya bisa berbagi cerita dengan teman-teman lain, agar mereka juga ikut merasakan hal yang sama. 

Ya, ketika dana wakaf dikelola secara baik dan benar, dana tersebut justru dapat membantu perekonomian masyarakat setempat. Dengan kehadiran Kebun Indonesia Berdaya DD dari hasil wakaf tersebut, warga sekitar sangat merasakan hasil atau manfaat yang diberikan.

Saya mau cerita sedikit ya aktivitas bareng teman-teman blogger, Prudential Indonesia, dream.co.id, dan teman-teman DD selama di Subang. Jadi, begitu sampai, kami sudah disambut dengan sajian jus buah naga dan nenas Subang yang manis aduhai itu. Kemudian, makan “ala Subang” seperti liwetan gitu.

Dalam geraian  nasi timbel, ikan mas goreng, ayam goreng/panggang, sambal leuncak, tumis kangkung, sambal, tahu/tempe goreng, dan lalapan khas Sunda. Ini jadi makan paling enak dan nikmat, soalnya di Jakarta hampir tidak pernah ditemukan, hal-hal begini lebih banyak ditemui di desa.



Makan siang ala Subang di KIB Dompet Dhuafa [Foto: Dok Teman]

Selepas dari makan berganti baju kaos yang sudah disiapkan panitia, dan mendengarkan beberapa penjelasan dari representatif Prudential Indonesia dan DD. Sempat diguyur hujan dan pindah ke “barak” untuk mendengarkan lanjutan penjelasan dari program Prudential melalui Mas Bobby dan DD.

Di sini serunya, gerimis masih melanda, saya dan teman-teman blogger tapi mesti metik buah naga. Di tengah gerimis berderai, jas hujan sekali pakai sudah berikan panitia, juga keranjang berikut gunting petik plus caping. 


Metik buah naga di KIB DD Subang [Foto: Dok Pri]

Di tengah-tengah hujan itu, saya temukan rasa asyik memetik buah naga setelah sebelumnya representatif DD menjelaskan tentang KIB (Kebun Indonesia Berdaya) dan tentang buah naga itu sendiri. 

Ngomong-ngomong, sebelumnya saya sempat bertanya satu kilo buah naga di KIB berapa ke representatif DD. Satu kilo ternyata IDR 20K. Relatif murah. Kalau saya beli di Jakarta sekitar IDR 30K s.d. IDR 35K. 



Kebun Indonesia Berdaya hasil wakaf DD [Foto: Dok Pri]

Puas metik-metikin buah naga, saatnya menimbang. Ahaaa… berapa timbangan buah naga yang saya peroleh? Sepuluh kilogram. Lumayan buat olahraga gantiin barbel. Buah naga yang dipetik dari pohonnya langsung ini memang beda rasanya. Saya langsung coba, maniiiis dan fresh banget. Tapi sayang sih, nenasnya  ga bisa metik. Pas ngeliat masih muda-muda gitu. Tapi tetap ya, judulnya “Metik Ganas…” (hahaha).

Oya, selain metik buah naga, saya dan teman-teman blogger juga foto-foto di spot kecenya KIB. Juga yang tak kalah serunya main panah-panahan. Sambil manah asmara (hahaha). Ternyata memanah ini gampang-gampang susah. Seru deh intinya di KIB bersama Prudential Indonesia dan DD ini. 

Salah satu kesenangan permainan, memanah di KIB DD [Foto: Dok Teman]

Waktu terus bergulir di tengah deraian hujan. Tepat pukul 16.30 kami tinggalkan KIB untuk entah kapan lagi bisa saya kunjungi. Ada kesan mendalam yang tak bisa saya lupakan. Kearifan, keteduhan, dan kenyamanan yang tak bisa saya temui di Jakarta. Wakaf ini menjadi ladang amal saya kelak. Terima kasih Prudential Indonesia dan DD! Majulah wakaf Indonesia untuk berdaya demi kemaslahatan umat. Aamiin.

Kebun Nenas di KIB DD dari tanah wakaf [Foto: Dok Pri]




Sunday, March 10, 2019

Revenue iCar yang Membanggakan



 
iCar Asia sebagai portal otomotif nomor satu di Asia [Foto: Dok iCar/Mobil123]
Industri mobil di Indonesia khususnya, dan ASEAN umumnya semakin meningkat tajam. Bahkan, pasar mobil di dunia pun mengikutinya. Dengan peningkatan itu , otomatis membawa dampak tersendiri bagi pertumbuhan industri mobil yang ada di ASEAN. Nah, salah satu  Portal Otomotif No.1 yang gencar memberikan layanan penjualan mobil kepada publik di ASEAN adalah iCar.

Menjadi satu pencapaian yang sangat fantastis dari iCar bahwa iCar mengalami pertumbuhan revenue sebesar 27% seperti yang dirilis pada 22 Februari 2019 lalu. Ini artinya, iCar benar-benar tumbuh sangat pesat sebagai portal otomotir nomor 1 di ASEAN. Kalau kita lihat, pertumbuhan pendapatannya cukup tinggi, sebesar 11,6 dollar selama tahun 2018.

Kalau di tahun 2017 penerimaan kas tidak begitu signifikan, tetapi di 2018 lalu, iCar boleh berbangga dengan naiknya penerimaan tahunan yang cukup tinggi sebesar 46%.

Capaian Keuangan
iCar sendiri ada di  tiga negara dengan macam-macam kebutuhan. Jika diperhatikan dengan saksama, di Malaysia, iCar beroleh tingkat keuangan yang dibilang untung. Di Malaysia inilah bisnis iCar menjadi bisnis pertamanya yang mendapatkan EBITDA & arus kas positif di September 2018 diikuti oleh Thailand di Desember pada tahun yang sama.

Dua negara tersebut menjadi indikator pula keberhasilan iCar di Indonesia dengan keberhasilannya meraih EBITDA di 2019 ini. Perusahaan mana yang tidak bangga dengan pencapaian tersebut. Berkat kerja keras dari seluruh orang-orang yang mendukung dan pihak-pihak berkompeten lainnya, semua keberhasilan dicapai.

Di penghujung 2018, iCar punya 9,5 juta dollar bentuk tunai dan setara kas. Nah, kalau dilihat secara grup, grupnya punya akses bersyarat untuk dana tambahan yang mencapai 16,5 juta dollar dengan rincian dari fasilitas hutang 5 juta dollar & hasil opsi saham 11,5 juta dollar.

Keduanya memang terkait fluktuasi naik turunnya saham yang sedang berjalan di atas harga 0,20 dollar ketika sebelum tanggal kadaluarsa opsi. Memang, iCar tidak menjadikan hal tersebut sebagai faktor dana tambahan untuk modal kerja sekarang.

Hal Luar Biasa
Tentunya perusahaan sangat senang ketika mencapai revenue seperti yang diharapkan. Dalam hal ini, keberhasilan iCar didukung oleh audiens yang bertumbuh 34% menjadi 12 juta pengunjung unik per   bulan dan jumlah leads yang dihasilkan terus meningkat 12% kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Di tahun 2018, ada masa-masa begitu penting dengan iCar, yaitu pencapaian arus kas positif dan EBITDA  positif full di kuartal 4 dan hal ini menjadi pertama kalinya. Dari kejadian ini, kerugian yang ditimbulkan EBITDA menurun drastis hingga 77% dibanding 2017 jadi 0,31 juta dollar. Pencapaian ini  karena pertumbuhan tahunan yang terus menguat dengan peningkatan pendapatan 17% menjadi 5,34 juta dolla.

Malaysia Profit Sejak September 2018
Tak bisa dipungkiri, peningkatan jumlah pengunjung sebesar 49% di 2018 sangat memberikan dampak positif. Laju pertumbuhan terus didorong hingga 41% seiring besarnya keinginan orang membeli mobil secara online, bahkan berpindah dari konvensional ke online (digital). Ini menjadi semacam indikator metrik kuat mendorong pertumbuhan bisnis yang ada di Malaysia di 2019 untuk semua bisnis yang dimiliki.

Thailand Profit Sejak Desember 2018
Pencapaian menggembirakan tak hanya di Malaysia, Thailand pun mengikutinya. Kerugian EBITDA menurun hingga 50%. Income meningkat tajam hingga 5,07 juta dollar, pertumbuhan tahunan yang terus menguat sebesar 33%.

Pengunjung bulanan rata-rata tumbuh sebesar 27% di 2018. Media digital menjadi sarana sangat menunjang untuk dealer mobil di 208 yang menghasilkan terdapat peningkatan jumlah akun dealer sebesar 20%/tahun & pertumbuhan leads mencapai 8% per tahun.

Digital mengubah cara pandang orang banyak  dalam bertransaksi. Mereka tak ingin repot dan susah untuk mendapatkan mobil dari situs terbesar semacam www.mobil123.com atau iCar.
 
Mobile123.com sebagai portal otomotif no.1 [Foto: Dok Mobil123]
iCar memberikan kemudahan untuk orang yang ingin bertransaksi melalui online atau perangkat yang mereka miliki hanya dalam hitungan menit. Transaksi di iCar pun sangat mudah sehingga klien ketika bertemu langsung dengan mobil idaman untuk dilihat dan dicermati.

Oya, lead generation iCar di Thailand berkurang hingga 13% per tahun. Hal ini sejalan dengan optimaliasi kualitas leads ketimbang kuantitas leads. Prosesnya memang dilakukan dalam kemitraan dengan dealer iCar.

Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia menjadi negara bidikan pasar untuk pertumbuhan bisnis mobil terbesar di ASEAN, terutama untuk pasar iCar sendiri. Strategi monetisasi di Indonesia terus berkembang, jumlah dealer berbayar dengan dikenalkannya iklan langganan di September 2018.

Hal tersebut sangat membantu untuk meneruskan tren pertumbuhan kuat dengan pendapatan naik 58% dibanding 2017 menjadi 1.15 juta dollar, karena perusahaan terus berkembang dengan membuat strategi monetisasi. Kerugian EBITDA pun turun menjadi 11% dibanding 2018 menjadi 3.40 juta dollar dengan pendapatan 100% meningkat yang pada akhirnya membuat kerugian EBITDA bisa ditekan.  

Nah, pengunjung bulanannya sendiri terus meningkat. Masing-masing bertumbuh 32% dan  16% di 2018. Pertumbuhan jumlah dealer berbayar untuk promosi listing yang mereka miliki pun naik sebesar 11%.

Hamish Stone, CEO iCar Asia mengatakan bahwa 2018 menjadi tahun menarik untuk iCar dan menjadi fondasi kuat dalam bisnis. 2019, bisnis terus didorong agar tumbuh. Pencapaian bisnis di Malaysia danThailand membuat EBITDA dan arus kas positif (keuangan) sesuai pedoman di 2018. Menjadi bukti bahwa Grup ada dalam posisi baik untuk menggapai titik impas EBITDA di akhir 2019.

Oya, iCar ini telah terdaftar di Australia Securites Exchange, iCar Asia (ASX: ICQ), ya. Memilki dan mengoperasikan jaringan portal Automotive No.1 di ASEAN’s dengan kantor pusatnya di Kuala Lumpur, Malaysia. Fokusnya pada pengembangan dan pengoperasian portal otomotif terkemuka di Malaysia, Indonesia, dan Thailand. iCar Asia terus berupaya menjadi yang terdepan sebagai pemimpin pasar dengan properti online-nya saat ini mencapai sekitar 12 juta pembeli dan penjual mobil setiap bulannya.

Jaringan iCar Asia dan Websites-nya.
o Malaysia: Carlist.my
o Malaysia: LiveLifeDrive.com
o Malaysia: CarlistBid (bid.carlist.my)
o Indonesia: Mobil123.com
o Indonesia: Otospirit.com
o Indonesia: Mobil123Bid (bid.mobil123.com)
o Thailand: One2Car.com
o Thailand: Autospinn.com
o Thailand: Thaicar.com
o Thailand: One2CarBid (bid.one2car.com)
o Group: iCarData (icardata.icarasia.com)



Monday, March 4, 2019

Prudential Indonesia dan YOAI Hadirkan Tempat Ini




 


Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek bersama representatif RSKD, YOAI, & Prudential Indonesia [Foto: Dok Pri]
Saya tak menyangka, salah satu anggota keluarga kami—Mba—terkena hal ini. Padahal, pola hidup sehat diterapkan. Tidak ada pernah masuk makanan yang sifatnya  merusak sel-sel tubuh. Konsumsi sayuran, buah, ikan, juga daging pun seimbang orang tua kami berikan. Mba pun tidak merokok. 

Kesehariannya pun wajar dan tidak pernah mengeluh sakit ini itu. Aktivitas yang dijalankannya pun lancar-lancar saja. Bahkan, olahraga pun rutin dilakukan hampir tiap pagi. Kondisi tubuhnya pun sehat bugar dan berseri. 

Konsumsi susu pun rutin. Pokoknya, makanan sehat ala keluarga benar-benar dijaga. Hal ini terjadi begitu cepat. Suatu hari, Mba ada mengeluh sakit di bagian dada kanan dan kiri. Katanya terasa panas dan nyeri. Namun, saat itu bapak dan ibu tidak membawanya langsung ke dokter spesialis. Menunggu keesokan harinya. 

Masuk esok harinya, bapak dan ibu bawa mba langsung ke dokter spesialis penyakit dalam. Dokter kasih rujukan untuk di rontgen. Selanjutnya menungg hasil besok harinya. Tepat sekitar pukul 5 sore, hasil rontgen diambil. Di paru-paru kanan dan kiri ada serabut-serabut menonjol seperti gumpalan benang. 

Cukup banyak memang, ada di kiri dan kanan lagi. Hal yang dirasakan itu tadi, nyeri, panas, dan kadang mau muntah. Kondisi mba pasca pemeriksaan mulai berubah. Wajahnya semakin tirus, nafsu makan terus berkurang. Lama kelamaan badannya kurus. 

Sebelum semua terlambat, sempat dilarikan ke rumah sakit. Sembilan hari tak kunjung sembuh. Ibu tak tega melihat penderitaan mba, alhasil dibawa lagi pulang ke rumah. Keluarga sudah mengikhlaskan. Tiga hari di rumah, Allah SWT berkata lain, tepat pada 27 April 2007, Mba menghadap kepada Illahi Rabbi. 

Pada saat di rumah sakit, Mba berada di ruang perawatan semacam bangsal yang berisi enam orang. Kondisi bangsal bersih dan seluruh pasien tetap dalam pengawasan perawat. Keluarga yang jaga diberi tempat khusus agar pasien tak terganggu.

Perlakuan memang dibedakan antara anak-anak, remaja, dan dewasa penderita kanker. Ketika itu, Mba masuk kategori dewasa, jadi memang khusus bangsal dewasa. Saya jadi tergelitik, apa itu kanker paru dan mengapa sangat berbahaya.

Ternyata, kanker paru-paru yang mba saya derita ini punya ciri, yaitu ada pertumbuhan sel yang tidak bisa kita kontrol pada jaringan paru-parunya. Kalau tidak dirawat, pertumbuhan sel itu dapat menyebar ke luar paru-paru melalu satu proses yang disebut metastasis ke jaringan yang terdekat dengan tubuh lainnya.

Keluarga pun bertanya pada dokter yang menangani, menurut penjelasan dokter bahwa ada ketidakteraturan perjalan hormon yang membuat tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau biasa dikenal dengan tumor ganas.

Ada juga gejala yang namanya neoplasma ganas dan ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang membuat sel mampu tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel yang melebihi batas normal), menyerang jaringan biologis yang berada di dekatnya, dan bisa bermigrasi ke jaringan tubuh lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik itu tadi.

Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi sebagian lagi tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi

Terlepas dari itu semua, ketika saya mendapat satu kesempatan berkunjung ke Rumah Sakit Kanker Dharmais (27/02/2019) untuk melihat langsung Bangsal Remaja yang diresmikan hari itu. Bangsal yang hadir tersebut merupakan kerjasasama antara Prudential Indonesia dan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) bersama Rumah Sakit Kanker Dharmais. 

Bangsal Remaja Kanker Hadir

Terkait perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahwa perlakuan anak-anak penderita kanker dengan remaja penderita kanker itu berbeda. Ada perlakuan khusus. Jadi tidak bisa dicampur aduk. Semua memang perlu penanganan serius.

Bangsal Remaja ini menjadi rumah, tempat remaja berbagi cerita dan pengalaman, dan tentunya ini sebagai perwujudan dari konsentrasi Prudential Indonesia seperti yang selalu didengungkan, #WeDoGood.

Hal tersebut tertuang dalam program Prudential Indonesia itu sendiri, yaitu Community Safety. Hadirnya bangsal Remaja penderita kanker dan anak-anak di RSK Dharmais sebagai salah satu upaya Prudentisial untuk membantu pasien kanker memberikan dan menciptakan iklim lingkungan yang membuat mereka lebih kondusi selama dirawat, juga membantu proses percepatan penyembuhan mereka. 
 
Presidient Director Prudential Indonesia, Jens Reisch [Foto: Dok Pri]
Inti dari Program Community Investment Prudential Indonesia ini sendiri adalah Kesehatan dan Keselamatan sebagai upaya Prudential Indonesia menciptakan Indonesia lebih sehat, sebagaimana yang dikatakan Bapak Jens Reisch, selaku President Director Prudential Indonesia. 

Selain itu, Bangsal Remaja di Rumah Sakit Kanker Dharmais ini juga  hadir berkat  kerjasama Prudential Indonesia dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia. Keduanya telah berkolaborasi  selama hampir 16 tahun, tepatnya pada 2003. Renovasi Bangsal Remaja ini dari Prudential dan YOAI menyerahkan dana sebesar 4.5 miliar dari dana perusahaan untuk setiap pembelian polis PRUSyariah di 2017. Hal tersebut dalam rangka 10 tahun hadirnya Unit Usaha Syariah Prudential Indonesia.

Fasilitas Bangsal

Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais, Prof. dr. H. Abdul Kadir, Ph.D., SP.THT KL (K), MARS peresmian bangsal remaja ini sebagai puncak peringan World Cancer Day di RSKD. Fasilitas yang ada di dalamnya ada ruang konsultasi, psikiatri, teen lounge (ruang kumpul pasien remaja), dan multi media corner. 


Ibu Menteri Kesehatan, Nila Moeloek menjelang peresmian Bangsal Remaja RSKD [Foto: Dok Pri]

Harapan Direktur Utama RSKD sendiri bagaimana fasilitas yang ada dapat membantu memberi semangat untuk pasien anak-anak dan remaja agar segera sembuh.  Saya ketika melihat dan menyaksikan mereka secara langsung, diam-diam menitikkan air mata. 

Allah SWT memang punya rencana lain dari makhluk hidup yang diciptakanNYA. Saya yakin itu! Jalan kesembuhan untuk mereka Insya Allah ada. Inilah pertolongan yang Allah SWT berikan, melalui tangan Prudential Indonesia dan YOAI, bergandeng bersama RSKD bersatu mewujudkan tempat yang layak bagi anak-anak dan remaja penderita kanker. 

Dalam kesempatan yang sama juga, Ibu Rahmi Adi Putra Tahir, selaku Ketua Umum YOAI mengatakan, melalui kerjasama semua pihak, baik pemerintah juga swasta, YOAI sudah melakukan inisiatif untuk memberikan pengobatan pada anak-anak penderita kanker di Indonesia. 
 
Ibu Rahmi Adi Putra Tahir, selaku Ketua Umum YOAI [Foto: Dok Pri]
Menurutnya juga, YOAI punya komitmen yang terus dijalankan untuk memberi informasi dan meningkatkan kesadaran betapa penting deteksi dini kanker dan memberikan pendidikan pada orang tua mengenai kanker anak. YOAI pun berharap dengan kontribusi yang diberikan untuk penyediaan fasilitas perawatan lebih baik pada anak-anak dan remaja penderita kanker di masa depan.

Melihat data yang dipublikasi oleh WHO, insidens kanker anak usia 0-14 tahun ada sekitar 175.300/tahun dengan angka kematian sekitar 94 ribu/tahun. Di Jakarta dan sekitarnya denga jumlah penduduk 12.5 juta jiwa diperkirakan ada ada 700 pasien kanker anak baru/tahun.

Sementara itu, di seluruh Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa diperkirakan ada lebih kurang 14 ribu kasus/tahun. Sebagian besar dari keluarga prasejahtera. Sedangakan data dari KPAI pada 2015, di Indonesia ada sekitar 4.100 kasus kanker anak-anak/tahun, sebagian besar terkena Leukemia. 

Dari Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi kanker anak umur 0-14 tahun sekitar 16.291 kasus.  Kemenkes sendiri mengungkapkan setiap tahun ada lebih 175 ribu anak di dunia didiagnosis mengidap kanker. Sekitar 90 ribu di antaranya meninggal dunia. Oleh karenanya, deteksi dini kanker pada anak perlu digalakkan. Banyaknya penderita kanker anak yang meninggal tersebut karena kurangnya deteksi dini dari orang tua. 
 
Menteri Kesehatan-Prof . Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) [Foto; Dok Pri]
Menteri Kesehatan-Prof . Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) pun dalam hal ini sangat mendukung inisiatif dari lembaga atau perusahaan yang mau membantu memberi pengobatan pada penderita kanker, terutama anak-anak dan remaja. Artinya, pemerintah juga dapat diajak bekerja sama untuk saling membantu. 

Ibu Menteri juga mengatakan bahwa anak-anak dan remaja penderita kanker perlu support agar cepat sembuh. Mereka masih dalam masa pertumbuhan yang semestinya bisa belajar, bermain, bersenda gurau dengan teman-teman. Hadirnya bangsal itu tadi, penderita kanker dapat lebih bersemangat dan bergairah, menggapai sembuh selama dirawat. 

Satu dari banyak hal lainnya yang perlu diberi catatan adalah Kolaborasi Prudential dan YOAI ini telah memberi donasi mesin Apheresis. Mesin ini untuk memisahkan sel-sel darah, baik untuk pasien yang sedang menjalani terapi juga melakukan transfusi darah. 

Donasi mesin tersebut diberikan untuk RSCM & RSKD Jakarta, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RSUP Sanglah  Denpasar, Bali; RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RS Universitas Hasanuddin Makassar, dan RSHS Bandung. Jauh sebelum bangsal remaja ini hadir, Prudential Indonesia juga telah memberi bantuan untuk renovasi bangsa ana-anak.
 
Ibu Menteri Kesehatan di tengah-tengah anak dan remaja penderita kanker di RSKD [Foto: Dok Pri]
Apa yang dilakukan Prudential Indonesia menjadi wujud nyata #WeDoGood Perusahaan kepada banyak orang, terutama lembaga kesehatan (rumah sakit). Sebagai bukti nyata kepedulian Prudential Indonesia kepada kesehatan anak-anak bangsa, karena mereka adalah aset terbesar negara di masa depan, terutam juga keluarga. 

Kepedulian Prudential Indonesia dan YOAI perlu mendapat apresiasi tinggi. Menjadi catatan bersama, bahwa Prudential Indonesia dari 2003 s.d. 2018 sudah mendukung pendanaan 6.642 pasien anak-anak dari penggantian biaya medis dan penggunaan mesin apheresis. Di 2013-2018, seminar & sosialisasi kesadaran terhadap kanker anak sudah dilakukan pada 12.342 orang melalui YOAI. 

Inilah bukti nyata Community Investment Prudential Indonesia yang memberikan dampak positif pada semua orang. Selain itu juga memberikan pengajaran literasi keuangan untk perempuan di Indonesia bagian Timur agar melek keuangan, juga pemberian bantuan untuk mereka yang terkena bencana alam. 

Kapan lagi We Do Good kita lakukan, kalau tidak dari sekarang. Bersama, pasti kita bisa!