Thursday, March 8, 2018

Majelis Pustaka & Informasi Muhammadiyah Sosialisasikan Integrasi Digital MuvOn Ekosistem, Aplikasi Digital Memudahkan Semua



 
Prof. Dr. H. Dadan Kahmadi, M.Si. Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah [Foto: Dok Pri]
Dunia terus berputar, ada saja yang berubah setiap harinya. Melihat pertumbuhan digital saat ini menjadi satu keniscayaan. Pertumbuhan pengguna digital tidak lepas dari peran generasi muda. Menurut survei Brenner, 2013; Brenner & Smith, 2013; Pew Internet Project bahwa pengguna internet, sosial media dan teknologi mobile terbesar adalah generasi muda. Usia 18--29 tahun sekitar 98% pengguna internet dan 89% pengguna media sosial. Sementara itu, untuk akses melalui mobile sekitar 69%.

Pertumbuhan pengguna digital di Indonesia pun bertambah dari tahun ke tahun. Menurut sumber eMarketer 2013, untuk pengguna internet di Indonesia pada  2014 sekitar 83,8 juta, sedangkan di tahun  2015 meningkat menjadi 93,4 juta. Untuk demografi usia pengguna internet terbesar menurut sumber APJII, Profil Internet Indonesia, Desember  2012 berada pada usia 18-24 sebesar 43% dan pengguna terbanyak adalah laki-laki sebesar 51,5%;  sedangkan perempuan sebesar 48,5%.

Menurut sumber We Are Social SG JAN 2014, pengguna tertinggi sosial media adalah facebook yang mencapai 93%, diikuti twitter 80%, Google+
74%, LinkedIn 39%, dan terakhir Instagram sebesar 32%.

Pertumbuhan digital yang sangat cepat menjadikan Jakarta sebagai Ibukota sekaligus kota paling connected di dunia. Menurut  Social Bakers 2013 Forbes (Digital In Numbers Indonesia Compilation Presentation), Jakarta menduduki peringkat kedua di dunia untuk pengguna facebook sebesar 7,4 juta pengguna.

Sementara itu, pengguna facebook tertinggi adalah Bangkok sebesar 8,7 juta pengguna. Untuk pengguna twitter tertinggi adalah Jakarta, sebesar 2,4% tweet dunia, diikuti Tokyo sebesar 2,3%, dan London 2,0%. Pertumbuhan digital inilah yang menciptakan peluang dengan memanfaatkan pengguna internet dan sosial media yang sangat tinggi serta diikuti dengan perkembangan teknologi mobile.

Era Digital, Saatnya Berubah atau Akan Binasa
Meski ada banyak cara yang sangat berguna untuk mendeskripsikan dan membahas Era Digital, penjelasan tentang keberadaannya masih kurang. Era Digital ditandai oleh teknologi yang menuntut kecepatan dan keluasan omzet pengetahuan dalam ekonomi dan masyarakat. Teori evolusioner, sebagai penjelasan tentang sistem yang kita jalani, menyatakan bahwa keberlanjutan bergantung pada perputaran pengetahuan. Di bagian sistem yang relatif stabil, omzet  terhadap pengetahuan yang rendah, dan tidak membuat sesuatu yang baru baru, bila terjadi proses produksi jarang dipertahankan. 

Ekonomi digital atau ekonomi berbasis teknologi informasi tengah berkembang di dunia. Sejumlah negara maju seperti Amerika, Eropa, Jepang, Korea, dan Singapura, ekonomi digital telah menjadi bagian dari peningkatan pertumbuhan ekonomi. Kemunculan ekonomi digital tidak terlepas dari pertumbuhan teknologi informasi, perangkat bergerak, dan konten.

Rekan-rekan Blogger mencoba aplikasi MuvOn Ekosistem & MuvOn Pay dan TopUp [Foto: Dok Pri]
Nah, berkenaan dengan digital dan teknologi yang mengelilinginya, saya dan beberapa rekan blogger berkesempatan hadir dalam sosialisasi Konvergensi Media dan Integrasi Digital MuvOn Ekosistem Di Lingkungan Muhammadiyah, pada Kamis (8/02/2018). Bertempat di Pusat Dakwag Muhammdiyah, Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.

MuvOn Ekosistem menjadi Ekosistem Generasi sekarang [Foto: Dok Pri]

Hadir pada kesempatan itu Prof. Dr. Dadang Kahmad, sebagai Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah; Bapak Edi, sebagai perwakilan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat  Muhammadiyah.Dalam sambutannya, Pak Dadang menyampaikan, “Saat ini mengubah opini jelek menjadi opini baik dengan modernisasi dan mengubah perikalu. Menggunakan teknologi itu tidak salah dan  sangat baik.  Saat ini semua sudah beralih ke media digital.”

Bapak Edi, Majelis Pustaka & Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah [Foto: Dok Lita]

Sementara, Pak Edi, selaku Majelis Pustaka dan Informasi menyampaikan bahwa  MuvOn ini dapat memberikan manfaat untuk ummat dan ini merupakan hasil kerja Majelis  Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat  Muhammadiyah.”

Apa yang terdapat di dalam MuvOn?

MuvOn Ekosistem sebagai housing (rumah) dari seluruh supporting yang memiliki APK. Terdapat 33 APK yang tergabung di dalamnya, antara lain:
CJMU (Citizen Journalism). Di sini kita bisa melakukan live broadcast dari manapun pengguna MuvOn berada langsung dari ponsel mereka. VIDEOMU: Pengguna dapat mengunggah video sesuai klasifikasi judul video. RADIOMU: layanan tempat pengguna dapat mendengarkan radio muslim di manapun berada.

Tampilan MuvOn Ekosistem Digital [Foto: Dok Pri]

KABARMU: berupa kabar-kabar terkini Muhammadiyah dari portal berita online Muhammadiyah. PUSTAKAMU: layanan perpustakaan digital, pengguna dapat membaca dan menyimpan buku sesuai judul buku yang dimaui. FATWAMU: layanan yang memberikan informasi mengenai tafsiran pada masalah yang berkaitan dengan hukum Islam yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

KAMPUSMU: dapat digunakan oleh mahasiswa/i dalam kegiatan kampus sehari-hari, antara lain jadwal kuliah, pembayaran semester, buku, dan lainnya. KAMPUSMU juga dapat melihat nilai sehingga ortu dapat memantau prestasi anak di kampus. SEKOLAHMU: layanan yang dapat digunakan siswa/i untuk melihat  info seputar sekolah, selain itu orang tua murid dapat menggunakan layanan ini untuk memantau perkembangan pelajaran anak di sekolah.

LAZISMU: ini untuk pembayara zakat. Ada perhitungan akurat, risalah zakat, baik zakat, penghasilan, zakat emas, zakat peternakan, zakat pertanian, zakat usaha/niaga, dan zakat lainnya. MASJIDMU: panduan untuk membantu pengguna dalam kegiatan ibadah sehari-hari di manapun kita berada.

MUVON PAY: ini dapat digunakan untuk transaksi dan beragam pembayaran lainnya. SEMBAKOMU: nah, ini toko virtual yang menjual kebutuhan pokok rumah tangga, barang-barangnya pun berkualitas, dan keuntungan berlipat. BANKMU: layanan perbankan syariah yag dihadirkan untuk menjawab masalah transaksi halal umat.  KOPERASIMU: layanan pengguna dapat menjadi anggota koperasi dengan konsep syariah,  pengguna juga dapat melihat laporan neraca laba dan laporan bagi hasil antara anggota dengan koperasi.

PASARMU: lapak penjualan barang dengan beragam kategoori, selain dapat menjadi pembeli, pengguna juga dapat berjualan di sini.  JOBSMU: MuvOn akan memberikan informasi lowongan pekerjaan yang sesuai dengan pengguna MuvOn. Pengguna dapat langsung mengirim CV ke perusahaan yang memerlukan karyawan. TRAVELMU: ada paket-paket halal tour juga umroh haji dengan penawaran menarik  untuk pengguna.

E-LEARNINGMU: layanan kursus onine dengan beragam materi, seperti kursus fotografi, kursus bahasa Inggris,  kursus menulis, dan masih banyak lagi. Pengguna juga dapat menjadi pengajar di sini. PROMOMU: memberikan promo-promo menarik untuk pengguna. Promo akan diberikan dari restaurant dan tempat wisata, pelanggan juga akan mengetahui jarak tempuh dari lokasi pelanggan yang memberi promo.

DONASIMU: pengguna dapat memberikan bantuan untuk pengguna yang perlu bantuan. CINEMAMU: memberikan film-film religi yang tayang di cinema dengan kualitas maksimal. HOSPITALMU: dapat mendaftar nomor antrian dokter dari rumah, melihat jadwal dokter praktik, juga rekaman data medikal pasien.  SIAGAMU: membantu  korban bencana, pengguna dapat melaporkan bencana yang terjadi di sekitarnya, lantas laporan akan diteruskan ke admin untuk mengirim bantuan ke korban bencana secara langsung.

Tampilan MuvOn Pay [Foto: Dok Pri]

Nah,  saat mencoba dengan meng-install MuvOn Pay (PayPro) saya mencoba top up 20 ribu, dengan bonus top up 10 ribu, total saldo 30 ribu. Saya coba belanja di SEMBAKOMU dengan membeli satu boks telur seharga 17 ribu sebanyak dua boks. Kekurangan pembayaran 4 ribu rupiah dapat dibayar cash. Melalui scan QR barcode, toko yang maksud terekam dalam perangkat saya untuk memperlihatkan jumlah pembelian. Dan saya juga mendapatkan cashback 15 ribu. Tetapi, cashback akan diberikan dalam waktu 1 x 24 jam.

Mencoba belanja dengan MuvOn Pay, sangat mudah dan cepat [Foto: Dok Pri]

Pas juga, saya mencoba memanfaatkan voucher belanja 100 ribu rupiah dengan membeli dua paket sembako seharga @50 ribu rupiah. Jadi, di MuvOn digital ini semua keperluan kita difasilitasi dengan cukup baik. Mau apapun tanpa susah. Semua ada dalam genggaman dan sapuan jari.

Tampilan untuk membuat TOKEN [Foto: Dok Pri]

Melalui MuvOn pay juga kita bisa melakukan transfer dengan mengikuti seluruh petunjuk yang diberikan. Kita juga dapat melakukan pembayaran Lazizmu dengan memilih program yang disediakan. Mulai zakat emas/perak hingga berbagai donasi.


Tarik tunai pun dapat dilakukan melalui MuvOn Pay. Bisa melalui TOKEN dengan cara membuat token terlebih dahulu dan ikuti seluruh petunjuk yang diberikan. Atau melalui MERCHANT juga bisa dilakukan. Caranya dengna memasukkan ID TOKO (agen) dan jumlah yang akan ditarik. Penarikan tunai ini hanya dapat dilakukan di dua gerai saja (Alfamart/Indomart). 





Tampilan keseluruhan Muvon Pay [Foto: Dok Pri]

Kita juga dapat melakukan pengisian pulsa dan paket data melalui MuvOn Pay. Ada dua pilihan, untuk telepon selular, mau prabayar atau pascabayar. Selanjutnya masukkan nomor telepon dan jumlah pulsa yang akan diisi. Sementara, untuk paket data, kita tinggal pilih menu dari beberapa vendor selular.  Begitu pula dengan tagihan listrik, apakah sistem prabayar atau pacabayar dengan memasukkan ID Pelanggan.

Di sosialisasi MuvOn ini, beberapa partner MuvOn mencoba menggunakan aplikasi dengan Smartphone Build Up yang dikembangkan oleh salah satu vendor ponsel  bekerjasama dengan vendor Sim Card ternama.

Jadi di MuvOn ini ada dua pilihan pembayaran yang bisa kita lakukan, yaitu bayar melalui Kode QR dan bayar dengan TOKEN. Banyak kemudahan yang ditawarkan oleh MuvOn untuk penggunanya. Nah, MuvOn dapat diunduh  dari PlayStore (berbasis Android) dan Apps Store (berbasis iOS). Untuk kalian yang ingin segala sesuatunya mudah, tanpa ribet, tanpa keluar keringet, MuvOn pilihan tepat. 

MuvOn Ekosistem Digital, cara mudah memperoleh keperluan yang kita mau [Foto: Dok Pri]

Wednesday, March 7, 2018

Bersama CNI & Indonesian Social Blogpreneur: Tak Hanya Menulis, Blogger Juga Mesti Bisa Ini



Perkembangan teknologi semakin hari semakin tak terbendung saja. Ada saja teknologi baru yang muncul dan meminta kita untuk segera beradaptasi juga mengikutinya. Mau tidak mau, kita pun berlomba-lomba untuk dapat menguasai. Satu pikiran yang muncul, melalui penguasaan teknologi, semua bisa diatasi.
 
Niko Riansyah, representatif (Marketing Digital) CNI [Foto: Dok Pri]
Hal ini yang memicu saya untuk mengikuti apa yang dimaui pasar. Ya, untuk menambah dan mengasah kemampuan,  sebagai blogger, saya tidak cukup hanya dengan menulis saja. Karena tuntutan zaman, maka  mau tidak mau saya mesti meng-upgrade kemampuan saya lagi, tak terbatas hanya menulis.
 
Ani Berta, Founder ISB [Foto: Dok Pri]
Salah satu kemampuan yang sebaiknya seorang blogger juga kuasai adalah vlog (video log/blog). Nah, berkaitan dengan video log/blog ini, pada Minggu (4/02/2018) lalu, Indonesian Social Blogpreneur (ISB) yang digawangi Ani Berta dan CNI menggelar acara Blogger Gathering, bertempat di Burger King, Pasar Festival, Jakarta Selatan. Di Blogger Gathering kali ini mengangkat tema tentang Vlog. Sebagai pematerinya adalah Founder Komunitas tOekangpoto sekaligus editor foto di menara62.com, yaitu Dudi Iskandar, biasa disapa Kang Dudi. 
 
Dudi Iskandar, vlogger dan fotografer [Foto: Dok Pri]

Beliau merupakan vlogger yang banyak dan sering memenangkan lomba vlog dan fotografi. Itu terlihat dari konten-konten video dan foto yang dihasilkan berkualitas sangat baik. Tepatlah beliau didapuk menjadi pengisi materi untuk blogger gathering ini dengan keahlian yang dimilikinya. 

Nah, inilah acara Blogger Gathering yang saya tunggu-tunggu selama ini.  Akhirnya, ISB didukung oleh CNI menggelarnya, diikuti sekitar 34 orang blogger. Saya excited mendengarkan penjelasan tentang vlog dari Kang Dudi. Penjelasan beliau menarik perhatian saya untuk tahu lebih jauh seluk beluk vlog yang selama ini kurang perhatian  dari saya. 



Rekan-rekan blogger antusias mengikuti gathering tentang vlog [Foto: Dok Pri]

Vlog atau video blog atau catatan video itu hampir sama dengan blog. Penekanannya pada unsur “aku”. Jadi, catatan-catatan yang berisi kisah perjalanan seorang blogger yang dituangkan dalam bentuk video (catatannya berupa video). “Pos vlog itu berupa membuat video tentang diri kita, ada unsur “akunya” di dalam video tersebut, lalu bisa diunggah ke dalam blog atau channel media sosial yang kita miliki”, ucap Kang Dudi.

Dalam pembuatan vlog, cerita-cerita yang dimasukkan tentunya cerita keseharian yang terjadi pada diri kita lalu diposting di blog atau channel media sosial. Nah, tujuan di posting itu sebagai cara untuk memperoleh tanggapan dari orang-orang yang melihat video kita. Apakah ada perbedaan antara kita melakukan vlog dengan ketika kita membuat YouTube? Ya. YouTube tidak hanya berfokus pada kehidupan kita sehari-hari, akan tetapi dapat berlaku apa saja dengan tidak ada batasan. 

Video blogging saat ini memang semakin populer di dunia maya dan kalangan blogger. Sepertinya, untuk saya sekarang sudah saatnya mulai melakukan video blog sendiri. Karena, hal ini sangat menarik dilakukan jika benar-benar dimaintain dengan baik. Peluangnya pun hampir sama dengan kita melakukan blogging. Bahkan, bisa jadi lebih dari kita hanya sekadar melakukan blogging (kalau bicara pendapatan).

Orang-orang yang melakukan atau membuat video blog tentunya punya tujuan tersendiri. Tetapi, ada dua hal yang dicari, yaitu informasi dan hiburan. Banyak contoh orang mencari informasi melalui video, seperti tutorial aplikasi tertentu, juga untuk hiburan, seperti musik, film, talkshow, dan sebagainya. 

Video, menjadi sarana yang sangat informatif. Mungkin, untuk orang-orang yang “malas” membaca, video menjadi media yang sangat dicari sebagai “buku” kedua mereka memperoleh apa saja yang diinginkan. Karena, selain terdapat gambar visual, juga memiliki suara. 

Menurut sumber CISCO, di Amerika Serikat pada 2014 kuartal kedua, disebutkan, sebanyak 38,2 miliar penduduknya menonton video. Dari 2012 hingga 2014 ada 400% yang melihat video melalui perangkat yang mereka miliki. Ternyata, hal ini terus terjadi peningkatan yang cukup tajam. Pada 2016, ada 50% orang yang menonton video dari perangkat bergerak yang mereka miliki.  Dan 45% video yang dilihat dari perangkat mobile mereka umumnya kurang dari 6 menit. 

Nah, saya juga baru tahu bahwa di tahun 2017 secara real time story telling itu via live-stream social seperti periscope yang mulai populer dan Facebook. Sedangkan di 2018 ini insta story dan FB live mulai populer. Artinya apa? Bahwa perkembangan dan kemajuan teknologi benar-benar tak dapat dihindari. Sudah semestinya  kita dan saya pribadi menambah pengetahuan agar tak terlindas zaman. 

Saya termasuk orang yang suka mengakses channel Youtube. YouTube bukan sesuatu yang asing lagi di saat sekarang. Per harinya saja, Youtube diihat oleh lebih dari 4 miliar orang. Bahkan, setiap menit, 48 jam video diunggah ke chanel YouTube. Jadi, konten apa saja yang hendak kita akses, semua tersedia di YouTube. Perputaran zaman tak dapat dielakkan, berubah atau kita musnah!
 
Dudi Iskandar, biasa disapa Kang Dudi dalam paparannya [Foto: Dok Pri]
Menurut Kang Dudi, YouTube ini menjadi website ketiga  yang paling banyak dikunjungi setelah laman Google dan Facebook. Nah, di sinilah popularitas YouTube semakin menanjak. Kini pun banyak orang berduyun-duyun membuat akun YouTube dan mengunggah video yang mereka buat ke dalamnya. 

Nah, setiap orang pun kini dapat membuat video dengan perangkat yang dimilikinya, terutama smartphone. Terpenting, orang tersebut dapat mengoperasikan device yang dimiliki, bisa mengeditnya, dapat membuat tulisan atau naskah, juga memiliki channel social media untuk menyebarkan konten video yang sudah dibuat.

Terpenting, seseorang atau blogger tersebut punya beberapa perangkat wajib yang dimiliki seperti, telepon pintar yang memang mendukung untuk program atau aplikasi pembuatan video berbasis android, iOS, windows phone, juga Blackberry, tripod untuk menyandarkan perangkat agar video yang diambil tidak goyang.  Bisa juga monopod atau tongsis, steady cam, remote contro atau tomsis, holder tripod, mini microphone tambahan, juga perekam (voice recorder).

Bicara teknologi perangkat seluler, khususnya telepon pintar, kini telepon pintar sudah cukup canggih untuk membuat video. Ditambah lagi kapasitas (memori) telepon pintar sekarang cukup besar dan resolusi gambar yang dihasilkan pun bagus. Jadi,  dengan telepon pintar pun seorang biasa atau blogger bisa membuat video dengan beragam keuntungan.

Ya, keuntungan kita merekam dengan telepon pintar, selain cepat dan mudah, juga ringan dan sangat ringkas. Telepon pintar juga banyak beredar dengan harga terjangkau, selalu ada dalam genggaman, kemampuan merekam telepon pintar sekarang sudah full-HD dengan kualitas suara yang tak diragukan, suara stereo. 

Dari sisi pengambilan gambar atau shoot pun telepon pintar dapat mengambil secara long shoot maupun cut to cut. Artinya, seseorang dapat mengambil video dalam masa rekam panjang dan juga bagian per bagian. Bicara shot sendiri, shot sebagai satu rangkaian gambar tanpa jeda (interupsi). Satu shot terbentuk ketika kita mulai menekan tombol ‘Rec’ hingga tombol ini ditekan lagi. 

Sementara scene (sin), sebagai tempat atau latar atau setting kita saat mengambil video. Atau tempat kejadian yang berlangsung ketika seseorang melakukan pengambilan gambar video. Kalau kita lihat, di satu  scene dapat terdiri dari beberapa shot atau penggabungan dari beberapa shot yang diatur sedemikian rupa berdasarkan alur cerita yang dikehendaki.
Oleh karenanya, ketika kita atau blogger ingin membuat satu cerita video, sebaiknya benar-benar disusun terlebih dahulu rangkaian cerita yang diinginkan, agar satu sama lain atau jalan cerita videonya nyambung. Sementara itu,  sequence sebagai rangkaian scene atau shot yang menjadi satu kesatuan utuh. Satu sequence dapat berlangsung  pada satu setting atau beberapa setting. Tergantung tingkat kebutuhan kita ingin mengambil berapa banyak sequence dalam satu tempat juga bisa pindah tempat.

Ada kelebihan juga ada kelemahan ketika kita ngeshot menggunakan telepon pintar ini.  Perlu diketahui bahwa sensor yang ada di telepon pintar itu lebih kecil sehingga kualitas video tidak sebagus yang berasal dari mirrorless atau DSLR. Fokusnya pun tidak dapat kita otak-atik secara manual seperti kamera DSLR. Dilihat dari diafragma lensanya pun statis dan begitu noisy ketika kita menggunakannya di tempat yang sangat minim cahaya. Akan tetapi, kalau kita menggunakan  iOS jauh lebih baik dibanding menggunakan tablet. 

Lebih lanjut Kang Dudi mengatakan, ketika kita sudah memiliki perangkat saatnya mengunduh aplikasi untuk edit video. Ada beberapa yang memang biasa dipakai untuk mengedit video di smartphone berbasis Android, seperti Power Director, Kinemaster, Filmora G, Viva Movie, Legend. Sementara itu di iOS seperti iMovie dan Splice. Nah, aplikasi tersebut ada yang berbayar dan free download. Jangan lupa pula untuk mengunduh Snapseed, baik di iOS maupun Android.

Ini menjadi hal penting juga untuk kita ketika membuat video. Orang akan terganggu ketika melihat video kita goyang-goyang dan buat sakit mata. Oleh karenanya, kita bisa memakai tripod agar posisi telepon pintar kita ajek (tidak goyang-goyang). 

“Ketika kita ingin mengambil gambar video agar tidak goyang jika tidak ada tripod, caranya dengan merapatkan tangan atau siku tangan kiri dan kanan ke bagian badan. Jadi, badan kita sebagai penyangga agar tangan tidak “lari-lari”, jelas Kang Dudi.

Memang, alangkah baiknya jika ada tripod, karena dapat menstabilkan shot, zoom in zoom out ajek, bisa mengambil low angle maupun high angle shot, melakukan selfie, juga timelapse. 

Kalau tripod saja, rasanya masih kurang ya. Video tanpa latar belakang musik atau cerita rasanya hambar. Oleh karena itu, janga lupa lho ya untuk menyiapkan seluruh bahan-bahan video, mulai dari database, musik untuk latar. Nah, musik untuk latar ini dapat menggunakan musik instrument. Bisa diambil dari YouTube; Bensound.com; freemusicarchive.org; joshwoodward.com; freesoundtrackmusic.com; dan incompetech.co.

Oya, Kang Dudi juga menyampaikan kepada kami para blogger mengenai cara shoot. 
Menurutnya, ada lima cara ketika kita ingin ngeshoot, yaitu mulai dari close up muka, close up aktivitas, wide shot, side shot, juga over-the shoulder shot. Lebih lanjut disampaikan, tiap shoot yang diambil 10 detik, kita coba menahan napas seandainya tidak menggunakan tripod. Kalau terjadi shaking atau hasilnya kurang memuaskan, kita bisa shoot lagi. 

Pada dasarnya, proses pengambilan gambar untuk video vlog hampir mirip dengan penulisan di blog, yaitu menggunakan rumus 5W + 1H. Akan tetapi, kebanyakan di vlog deskripsi panjang itu ditiadakan, justru kita lebih menjelaskan secara lugas, tepat, dan tidak bertele-tele. Vlog itu menghindari yang namanya formalitas. Jadi, menurut pendapat saya, vlog sifatnya fleksibel dan tergantung kebutuhan untuk apa dan siapa. Bahasa yang digunakan pun bahasa tutur (lisan) dalam kalimat aktif dengan struktur kalimat sederhana, mudah dan cepat dimengerti orang. 

Biasanya kalau dalam bahasa tulis kita menuliskan informasi secara detail, lain halnya dengan vlog, kita menghindari rujukan waktu dan tempat terlalu detail. Bisa jadi, orang akan bosan hanya mendengarkan informasi detail  dari waktu dan tempat saja. Biasanya, orang melihat video ingin lihat langsung ke pokok permasalahan. 

Mungkin teman-teman pernah melihat video dengan gambar yang agak buram. Nah, gambar yang agak buram ini ternyata berhubungan erat dengan resolusi video yang dihasilkan. 

"Resolusi video yang menghasilkan kualitas gambar jernih dan bersih biasanya di tonton di HD TV yaitu Full-HD (High Definition) dengan resolusi 1920 x 1080 pixel.
Ada pula resolusi video dengan 1280 x 720 HD yang pas dilihat di layar komputer atau perangkat mobile kita seperti tab, telepon pintar," jelas Kang Dudi.

Nah, agar orang puas dengan video yang dilihat, kita mesti mengunggah video yang kita buat dengan full resolution. Kualitas gambarnya juga bagus, orang tidak sakit mata melihatnya. Ukuran video yang akan kita buat dapat diperkecil juga lho ternyata. Kita bisa menggunakan aplikasi handbrake (handbrake.fr). 

Berikut hasil belajar beberapa jam untuk Vlog, langsung besoknya dipraktikkan. Inilah hasilnya. 


Di sela-sela penjelasannya, blogger juga mulai mempraktikkan pembuatan video pendek menggunakan telepon pintar yang mereka miliki. Setelah sebelumnya, diminta untuk ngeshot  beberapa video untuk disambung menjadi satu rangkaian cerita.
Kang Dudi mulai membimbing blogger. Untuk pertama, Kang Dudi memperkenalkan cara kerja tools dari Legend. Legend ini sebagai tools untuk membuat writing animation (tulisan animasi). Beliau meminta kepada blogger untuk menuliskan judul acara hari itu untuk dibuat ke dalam legend. 

Cara kerja legend ini sangat simpel.
1.    Kita buka aplikasinya, akan tertulis “Easy reading is hard writing” atau tulisan lainnya yang muncul di tools. Nah, di tempat itu kita bisa menuliskan judul apa yang kita mau tetapi singkat dan jelas. Karena hanya terdiri 69 huruf.
2.    Selanjutnya, pilih foto atau gambar di bagian kiri bawah sesuai tema video
3.    Pilih jenis animasi teks yang diinginkan.
4.    Di bagian kanan pas video, tekan tanda garis putih untuk memilih setting format. Pilih lanscape 720, tekan “OK”.
5.    Tekan tanda “Panah” ke bawah di bagian kanan bawah, pilih “Save as Video”.
6.    Tunggu hingga penyimpanan selesai. 

Setelah proses pembuatan writing animation selesai, masuk ke tools “Power Director”. 
 
1.    Pilih New Project, beri nama judul project.
2.    Pilih aspect ration 16.9, tekan “OK”.  
3.    Masuk ke lini Power Director, ambil gambar dari Legend, tambahkan.
4.    Selanjutnya, kita bisa mengutak-atik sendiri tools Power Director ini untuk menghasilkan video yang diinginkan.

Yah, kalau sudah bikin video blog jadi lupa waktu nih saya dan agak khawatir juga sama kesehatan badan. Padahal, kesehatan itu penting ya. Nah, untuk menjaga stamina tubuh selama ngevlog, saya konsumsi rutin lho produk dari CNI. Apalagi cuaca yang sering berubah seperti saat ini. Ya, produk-produk yang dihasilkan CNI menjadi andalan saya. 

Baca Juga:

Salah satu produk yang sering saya konsumsi itu Hot Dark Chocolate. Ini merupakan serbuk minuman kakao dengan ginseng (Cocoa Powder Drink with Ginseng) yang diproduksi oleh PT Sukses Abadi Farmamindo. Didistribusikan secara khusus oleh PT Citra Nusa Insan Cemerlang yang lebih dikenal dengan nama CNI.




Produk CNI yang dapat dibeli melalui gerainya [Foto: Dok Pri]
Nilai gizi dari Hot Dark Chocolate ini lumayan cukup untuk menghangatkan badan, 25 g. Setiap kemasannya saji mengandung 15 gram nilai gizi. Nah, energi total yang bisa saya terima berjumlah 110 kkal dengan energi dari lemak sebesar 25 kkal. Dark Chocolate ini mengandung lemak jenuh, protein, karbohidrat, gula, dan natrium. Ini aman dikonsumsi lho ya.

Jadi, saya dapat menikmati hidup dengan enak dan santai melalui produk-produk CNI punya. Benar-benar dapat merasakan lansung kesehatan yang lebih baik dari waktu ke waktu dari produk CNI. Tepat banget saya memilih CNI sebagai gaya hidup sehat saya selama ini. Aktivitas saya lancar tanpa hambatan. Sembari ngevlog, sehat tetap jalan terus. 

Oya, untuk kalian yang ingin mendapatkan produk-produk CNI, kalau tidak mau repot, bisa belanja online juga di www.geraicni.com. Di gerai ini, kalian bisa belanja produk-produk kesehatan yang dibutuhkan tanpa buang-buang waktu. 

  Di sini, GeraiCNI.Com menjual dan melayani beragam produk CNI [Foto: DokPri]

Atau kalau kalian ingin bergabung di CNI juga bisa. Nah, untuk tahu tentang bisnisnya secara detail, bisa baca DI SINI



Sekilas tentang CNI
CNI lahir di Bandung pada tanggal 1 Oktober 1986 dengan produk pertama  Sun Chlorella A dari Jepang. Seiring bergulirnya waktu, CNI terus memasarkan produk-roduknya yang berkualitas tinggi. Hingga kini, CNI telah memiliki puluhan kantor cabang dan cabang pembantu,serta ratusan Distribution Center yang tersebar di seluruh tanah air.

Logo CNI [Foto: DokIst]

Bekerja sama dengan PT Sukses Abadi Farmindo yang berlokasi di Tangerang dengan luas 12.600 m2 dan telah memiliki standar Hazard's Analysis Critical Control Point (HACCP) & Cara Pembuatan Obat yang Baik (P013), sudah lebih dari 80% produk CNI diproduksi di dalam negeri. Beberapa produknya bahkan sudah diekspor ke manca negara.

Dalam rangka memperluas jaringan di pasar internasional, didirikanlah CNI Corporation di  Malaysia untuk melakukan ekspansi ke manca negara. seperti Singapura, Hong Kong, India, Brunei, Filipina, Taiwan, China, Nigeria, dan Thailand.  Juga akan menyusul negara-negara lainnya.

Untuk menunjang kualitas produk, CNI Corporation telah mendirikan pusat riset dan penelitian di berbagai negara. Untuk menunjang produksi di luar negeri,  CNI juga telah membangun pabrik-pabrik di Malaysia, China, dan Taiwan.
Sosmed CNI [Foto: DokPri]