Monday, November 7, 2016

Liburan Eksotis dengan Vitalis Exotic Body Scent: Rasakan Sensasinya

Liburan ke tempat-tempat yang eksotik? Mengapa tidak! Dengan begitu, seluruh panca indera makin terasah. Bahkan mungkin lebih sensitif dari biasanya. Mencium aroma tempat berlibur dengan beragam bau. Melihat sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya. Menghirup wangi di sekitar tempat liburan, akan memberi kesejukan dan ketenangan jiwa tersendiri, apalagi tempatnya eksotik.

Vitalis Exotic Body Scent
Foto: Dok. Pribadi
Wewangian  atau aromatik memang punya hubungan sangat erat dengan kesan dan ingatan. Baik kesan dan ingatan  tentang seseorang, tempat, atau kejadian. Hubungan itu dapat terjadi karena memang indera penciuman juga emosi berakar di jaringan yang sama pada struktur otak manusia, yaitu sistem limbik. Pusat indera penciuman pun langsung berinteraksi dengan hippocampus sebagai area di otak kita yang berguna dalam hal pembentukan memori baru.

Aroma tertentu atau pilihan bahkan dapat menaikkan emosi positif. Contohnya, campuran antara bunga dan buah yang terdapat pada tujuan liburan eksotik seperti raspberry, peony, lily of the valley, dan orange. Itu semua dapat menaikkan perasaan segar dan berenergi yang dapat membuat kita semangat menjalani aktivitas. Selain itu dapat membangkitkan memori terhadap suasana liburan.

Sementara, aroma vanilla, musky, dan amber yang manis dan kaya memberikan kesan  keceriaan, kehangatan, dan kelembutan yang memberi aksen berbeda dalam memori menikmati liburan pada tujuan eksotis.

Wewangian atau parfum sebagai bentuk energi yang mampu memberikan semangat baru dan keajaiban. Mampu memberikan pancaran  kekuatan juga kelembutan karakter di setiap parikel yang lembut bercampur dengan udara. Vitalis parfum dapat memberikan kesan penampilan yang elegan untuk setiap pengguna dan terlihat sangat berkelas.
Ada tiga pilihan kesegaran wangi untuk liburan menuju tempat eksotis yang Anda inginkan dari Vitalis. Apa saja itu? Ya, Vitalis Honolulu Escape, Vitalis Carribean Gateway, dan Vitalis Switzerland Surprise.

Honolulu memiliki arti “tempat yang telindung”. Di Hawaii, ada tempat-tempat destinasi liburan yang begitu eksotis, seperti pulau Oahu, pantai Waikiki, juga kebun Botani Lyon Arboretum. Dari tempat-tempat itu, Vitalis terinspirasi untuk menghadirkan Exotic Body Scent Honolulu Escape berwarna biru transparan. Perpaduan yang sangat aromatik dari raspberry, peony, musky dengan munculnya keceriaan dan semangat menjanali aktivitas.
Vitalis Exotic Body Scent Carribean Gateway memiliki warna kuning transparan. Aroma lily of the valley, vanilla, sandalwood, sangat membangkitkan rasa gembira dan penuh antusias. Memberikan semangat baru meraih mimpi.

Carribean sebagai tempat tujuan “gateway” dari aktivitas sehari-hari. Menikmat tempat yang mengasyikan dan eksotisme pulau dan karang di laut Karibia, terbentang ke Selatan dari bawah Florida ke Barat Venezuela di Amerika Selatan. Memilik banyak keragaman flora, fauna, dan pantai eksotis. Dengan hutan tropis El Yunque, bisa snorkeling  dan bermain bersama ikan Pari di Kepulauan Cayman. Menakjubkan juga saat eksplorasi Goa di Rio Camuy Cave Park and Arecibo Observatory. Mau sunbathing dengan spot eksotis, seperti di St. Marteen, Koeksis Kultur dan Kuliner Belanda-Perancis, Pulau British Virgin, Barbados, dan pulau lain yang dapat dijangkau dengan kapal cepat. Aroma Carribean Gateway ini memberikan nuansa baru dalam kehidupan seseorang.

Vitalis Exotic Bodu Scent Switzerland Surprise dengan warna putih transparan. Ada kombinasi aroma orange, amber, dan cedarwood. Itu memancarkan perasaan rileks (tenang), bahagia dalam menghidupkan mimpi kita. Hidup di iklim tropis masyarakat Indonesia, akan memberikan “surprise” menyenangkan dari Switzerland, yang terdiri atas Alpen Swiss di Selatan, Swiss Plateau di Pusat, dan Pengunungan Jura di sebelah Barat yang sangat eksotis. Kaya pegunungan tinggi, gletser, sungai, danau, hutan, padang rumput, dan perbukitan dengan pemandangan menyejukkan mata (berwarna hijau), biru, dan putih. Sungguh memukau.

Vitalis dengan aroma baru yang membangkitkan keceriaan
Foto: Dok. Pribadi
Swiss, tak hanya bercerita mengenai gunung dan salju. Ada banyak hal-hal yang sangat eksotis. Swiss berada di antara negara-negara Eropa lain, belajar beragam bahasa Perancis, Italia, Jerman, dan Roma. Kita bisa menikmati perairan biru di Danau Geneva, Danau Luzern, Danau Lugano, dan Danau Zurich. Wah, jangan lupa pula menikmati cokelat Swiss yang panas dari Zurich Genewa dan Vevey setelah mencapai puncak pegunungan Swiss yang dapat dilewati dengan kereta kabel dan regular.


Vitalis menjadi produk wewangian dan perawatan pribadi yang sukses dengan menghadirkan kelembutan dan keharuman terbarunya. Membuat rasa percaya diri untuk menggapai kesuksesan dan mimpi-mimpi di manapun berada menjadi nyata dan sesungguhnyalah menikmati hidup sepenuh dan seutuhnya. 

Nutrive Benecol: Cara Aman dan Mudah untuk Sehat

Siap sih yang tidak ingin terus sehat hingga akhir hayat? Tentunya semua menjawab ingin tetap sehat hingga tua menjelang. Menjaga sehat itu gampang-gampang susah. Bagaimana kita mengatur pola makan dan asupan makanan ke dalam tubuh, olahraga, dan mungkin melakukan diet seimbang yang tak berlebihan.

Ki-Ka: dr. Vito A. Damay; Prof. Dr. dr. Budhi Setianto; Pwk Nutrive Benecol Indonesia
dan Pwk Nutrive Benecol Finlandia, Olavi
Foto: Dok. Pribadi
Begitu pula dengan general  check up kondisi tubuh, juga sangat diperlukan. Hal ini sebagai bentuk antisipasi badan agar tetap  segar. Mengetahui penyakit sejak dini agar dapat dicegah. Begitu pula dengan kolesterol tubuh, perlu dilakukan pengecekan dan pencegahan agar tak berlebih yang nantinya berujung pada sakit tak berkesudahan.
Masyarakat antusias untuk mengikuti cek kolesterol bersama Nutrive Benecol di Ecovention Ancol
Foto: Dok. Pribadi
Ya, kolesterol memang diperlukan tubuh. Itu dihasilkan oleh hati. Akan tetapi, kalau keberadaannya sangat lebih, justru akan membahayakan jantung kita. Kita juga perlu tahu, gaya hidup seseorang sangat penting dalam mendukung dan memberikan pengaruh kesehatannya untuk waktu yang cukup lama.

Coba lihat, begitu banyak junk food yang beredar, cara atau pola makan yang sembarangan, itu semua memberikan  pengaruh  terhadap kesehatan kita utamanya kolesterol tubuh dalam darah. Kolesterol yang over dalam tubuh, itu disebabkan dari makanan yang memang berisi kolesterol. Apa saja contohnya, jeroan terutama, mentega, kuning telur, juga krim. Di negara maju, rerata kolesterol dalam darah mereka lebih dari 200 gram/dl. Idealnya kurang atau  maksimal 200 mg/dl.
Prof. Dr. dr. Budhi Setianto, SpJP (K)
Ketua Yayasan jantung Indonesia
Foto: Dok. Pribadi
Sebagaimana kita ketahui, semakin tinggi kadar kolesterol (hypercholesterolemia), timbulnya penyakit jantung koroner akan semakin berpeluang pula. Hal itu akibat adanya timbunan plak di pembuluh darah. Lama kelamaan akan semakin lebar dan membesar. Seperti yang dikatakan Dokter Vito dalam paparannya di acara Nutrive Benecol beberapa waktu lalu di Ecovention Ancol.

Dokter Vito A. Damay, Sp. JP, M.Kes, FIHA, FICA, selaku dokter spesialis jantung  dan pembuluh darah dari Klikdokter.com mengatakan, “Salah satu upaya mencegah penyakit jantung dan stroke adalah dengan mencegah faktor utama penyebabnya, seperti Diabetes Mellitus (penyakit gula atau kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), kebiasaan merokok, obesitas, dan kadar kolesterol tinggi. Kolesterol  jahat sebagai bagian penting dalam mekanisme terbentuknya plak aterosklerosis yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung.”

Dokter Vito A. Damay, Sp.JP, M. Kes, FIHA, FICA
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dalam presentasinya
Foto: Dok. Pribadi
Begitu pentingnya bagi kita mencegah agar kolesterol dalam darah tetap stabil. Ini berguna untuk mengurangi risiko adanya penyakit jantung. Karena semua bermula dari kolesterol yang tinggi. Oleh karenanya, pola makan sehat dan teratur perlu diterapkan agar tak kebablasan.

Kini dengan adanya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, banyak bahan-bahan yang dapat dijadikan penangkal agar kolesterol tetap terkontrol. Apa bahan atau suplemen tersebut? Ya, apalagi kalau bukan Nutrive Benecol.

Nutrive Benecol dengan plant stanol ester yang mampu membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner, hadir dalam beragam bentuk, seperti cereal drink atau minuman serealia (mixed grain) dan telah teruji. Minuman ini merupakan perpaduan gandum, oat, dan jelai (barley) dan mengenyangkan.

Plant stanol ester yang ada membantu menurunkan kolesterol hingga 7-10% dalam waktu 2-3 minggu. Tinggi serat pangan yang larut inulis dari tanaman chicory (hi-fiber) yang membantu mengurangi risiko jantung koroner. Rendah lemak dan bebas lemak trans (trans fatty acid free). Mengandung sebelas vitamin dan lima mineral yang sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh. Nah, yang mengasyikan lagi, dalam satu sachet Nutrive Benecol (Plant Stanol Ester, 3.4 gr) sama dengan enam mangkuk Oats (Beta Glucan 3 gr). Wah, ini sangat efektif dan signifikan untuk menurunkan kolesterol.

Nutrive Benecol dalam bentuk minuman serealia, menyehatkan
mampu menurunkan kolesterol dalam waktu 2-3 Minggu
Foto: Dok. Pribadi
Untuk itu, dari sekarang kita giatkan untuk TANGKAL kolesterol tinggi. Apa makna di balik kata TANGKAL ini? T: Teratur periksa kolesterol; A: Awasi asupan pola makan; N: Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol; G: Giat berolahraga gerakan B-Fit; K: Kendalikan berat badan dan hindari stress; A: Awasi tekanan darah Anda; dan L: Lengkapi dengan Nutrive Benecol dua kali sehari.

Ayo, TANGKAL kolesterol!
Foto: Dok. Pribadi
Nutrive Benecol merupakan inovasi baru yang dikemas dalam on-the-go drink smoothies (susu rasa buah), sehingga mudah, efisien dan praktis dalam menurunkan kolesterol serta menjaga kesehatan. Juga dalam bentuk serealia. Jangan lupa pula berolahraga secara teratur dan perhatikan pola makan. Dengan pola hidup sehat, kita akan mampu mengendalikan tekanan darah juga kadar kolesterol.


Tuesday, November 1, 2016

Jakarta Night Journey: Meretas Ibukota Menuju Puncak Negara

Kota Jakarta bermula dari  satu bandar kecil di muara Sungai Ciliwung lalu berabad-abad kemudian  kota itu  berkembang jadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Mulanya, informasi tentang Jakarta terkumpul sedikit melalui beberapa prasasti yang ditemukan di kawasan bandar itu.
Kota Tua-Taman Fatahillah
Foto: Dok. Pribadi
Mengawali sejarah kota Jakarta ini dimulai dari pelabuhan kecil bernama Sunda Kelapa di bawah kekuasaan kerajaan Padjajaran, kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat. Di zaman itu, bangsa portugis merupakan orang asing pertama yang menginjakkan kaki di pelabuhan Sunda Kelapa.

Mereka datang dari Malaka sekitar 1522 sebagai utusan Gubernur Malaka. Setelah berhasil mengadakan perjanjian dengan penguasa Sunda Kelapa maka mereka diizinkan untuk mendirikan benteng di dekat muara Sungai Ciliwung. Tahun 1527 orang-orang Portugis kembali dengan membawa satu armada kecil tanpa tahu bahwa Sunda Kelapa suda dikuasai Fatahillah.


Batavia Market, salah satu tempat makan di Kota Tua
Foto: Dok. Pribadi
Untuk merayakan kemenangan tersebut, Fatahillah memberi nama Batavia untuk Sunda Kelapa menjadi Jayakarta, artinya “Kemenangan Sempurna”. Peristiwa itu terjadi pada 22 Juni 1527 dan selanjutnya dijadikan sebagai hari jadi kota Jakarta.

Perjalanan saya mengikuti Jakarta Night Journey dimulai dari cetusan program Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama, atau  biasa disapa Ahok, yaitu kantor Jakarta Smart City. Jakarta Smart City ini sebagai  aplikasi konsep kota pintar yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk tahu, paham, dan sebagai kendali beragam sumber daya di Kota Jakarta khususnya dan sekitarnya secara efektif dan efisien. Hal itu berguna untuk memaksimalkan layanan publik, memberi solusi dari masalah yang dihadapi, serta mendukung pembangunan Jakarta yang berkelanjutan.
Kantor Jakarta Smart City di Balaikota Jakarta
Foto: Dok. Pribadi
Saya dan rombongon dibawa ke dalam kantor JSC. Di situ terlihat layar-layar per wilayah dengan masing-masing masalah yang dikontrol dari meja kerja staf JSC. Pengaduan masyarakat langsung dapat dilayangkan di Jakarta Smart City. Kelancaran JSC berfokus pada dua apps yang dibuat, yaitu Qlue dan CROP (Cepat Respons Opini Publik. Qlue semacam aplikasi yang dibuat untuk warga, sementara CROP aplikasi yang diunduk oleh karyawan Pemprov DKI Jakarta dan Kepolisian.

Peserta Jakarta Night Journey saat dijelaskan mengenai Jakarta Smart City
Foto: Dok. Pribadi
Qlue seperti media sosial yang  punya fitur untuk menyampaikan aspirasi atau pengaduan dari masyarakat secara real time. Jadi, sifatnya langsung dan dapat diunduh secara bebas melalui ponsel pintar berbasis android. Melalui Qlue, semua warga Jakarta bisa melaporkan setiap hal yang dianggpa mengganggu, seperti banjir, macet, kebakaran, jalan rusak, sampah, atau layanan rumah sakit sekalipun.

Ternyata, laporan masyarakat tak terbatas pada laporan dalam bentuk kalimat saja. Tetapi, lokasi yang bermasalah pun dapat difoto. Nah, laporan itu lantas dikelompokkan dengan cara digital dan terintegrasi dengan interface smartcity.gi.id dan CROP. Seluruh karyawan harus meng-install apps tersebut di ponsel pintar mereka. Terutama untuk karyawan yang memang benar-benar fokus pada tugas yang berhubungan atau bertanggung jawab langsung dengan daerah kejadian, seperti camat dan lurah. Ini merupakan terobosan yang terbilang cukup canggih untuk wilayah Jakarta.

Peserta JNJ antusias mendengarkan dan menyimak penjelasan JSC dari Mas Daniel
Foto: Dok. Pribadi
Setelah selesai dikenalkan dengan Jakarta Smart City, JNJ beranjak ke gedung yang biasa dipakai untuk berkantornya Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, yaitu Gedung Balaikota. Di tempat ini disajikan hal-hal yang berkaitan dengan progress, uraian singkat dari masing-masing tempat, profil Balaikota, foto besar Gubernur dan Wakil Gubernur, tempat ruang kerja Gubernur, ruang rapat serba guna, dan profil proyek yang sedang dibangun Pemprov DKI Jakarta.

Sebelum menempati gedung Balaikota Medan Merdeka Selatan, pemerintah Provisi DKI Jakarta yang masih berbentuk Staad Batavia, menempati gedung Stadhuis yang saat ini difungsikan sebagai Museum Sejarah Jakarta yang berlokasi di Taman Fatahillah di Kota Tua. Ketika terjadi pemekaran Kota Batavia ke arah Selatan, kantor-kantor pemerintahan juga ikut pindah. Kantor Balaikota (Stadhuis) pindah  dari Batavia lama ke Jalan Tanah Abang Barat No. 35 (tahun 1913). Lantas pada 1919 pindah ke Jalan Medan Merdeka Selatan No. 8-9 Jakarta Pusat.

Bagian dalam Gedung Balaikota Jakarta
Foto: Dok. Pribadi
Adapun bangunan No. 8 dipergunakan sebagai kantor dan tempat kediaman Residen Jawa Barat, sementara bangunan No. 9 digunakan untuk kantor Gemeente Batavia dan rumah kediaman Burgemeester (Walikota). Pada tanggal 1 Okotber 1926, kantor Gemeente Batavia diganti menjadi kantor Stads Gemeente Batavia hingga masa pemerintahan Jepang.

Di tahun 1940 gedung utama Balaikota Provinsi DKI Jakarta yang saat ini dipakai dibangun pada abad ke-19 dengan gaya Tuscan. Terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, semula digunakan sebagai tempat kediaman Burgemeester (walikota) selain untuk kantor penyelenggaraan pemerintahan Kota Jakarta Baru lantas menjadi kantor Balaikota sepenuhnya, setelah rumah kediaman resmi walikota dibuatkan di Jalan Suropati No. 7 Jakarta Pusat.

Tahun 1954 ketika masa pemerintahan Walikota Soediro, kantor Balaikota diperluas dnegna penambahan gedung No. 8. Dengan begitu, kantor Balaikota DKI Jakarta menempati dua gedung, yaitu di jalan Medan Merdeka Selatan No. 8 dan 9. Pada 1961 dengan adanya keputusan Presiden mengenai penggantian sebutan Kotapraja Jakarta Raya menjadi pemerintahan DCI (Daerah Chusus Ibukota) Jakarta, maka kepala pemerintahannya tidak lagi seorang walikota, melainkan seorang gubernur. Sejak saat itu gedung Balaikota lebih difungsikan sebagai kantor Pemerintahan DKI Jakarta dan DPRD.
Asyik masyuk dalam Balaikota
Foto: Dok. Pribadi
Di dalam gedung Balaikota sendiri terdapat beberapa bagian yang masing-masing bagian punya nama dan fungsi berbeda-beda. Balairung atau ruang serba guna untuk memfasilitasi berbagai acara Pemprov DKI Jakarta dan tempat memajang program-program pemerintah. Ruang TPUT (tim Pembebasan Urusan Tanah), sebagai tempat atau ruang untuk koordinasi pimpinan daerah dalam merumuskan kebijakan pertanahan di DKI Jakarta. Balai Agung sebagai tempat kepala daera menyaksikan dan menghadiri beragam acara.
Selasar (bagian depan) Balaikota Jakarta
Foto: Dok. Pribadi
Jakarta, dari tahun ke tahun semakin berkembang dan memoles wajah menjadi cantik rupawan. Pembangunan dilakukan di mana-mana, moda transportasi terus bertambah, hingga berujung pada penambahan jalan laying dan moda transportasi  cepat, seperti pembangunan MRT (Mass Rapid Transport).

Selepas dari Balaikota, saya dan rombongan bersama bus Wisata Balaikota beranjak menuju Kota Tua. Sepanjang perjalanan, pemandu wisata dalam kota menjelaskan beberapa tempat bersejarah yang menjadi cerita panjang di kota Jakarta, antara lain Glodok, Kota Tua, Museum Bank Mandiri, juga Museum Bank Indonesia.

Glodok-Klenteng Dharma Jaya, setelah pembantaian orang Cina di Batavia pada 1740, pemerintah Belanda punya tekad agar peristiwa itu  tidak terulang lagi. Belanda melarang orang Cina tinggal di dalam tembok kota Batavia dan karena alasan keamanan melarang mereka masuk ke Batavia di malam hari. Orang Cina lalu pindah ke satu kawasan yang terletak di sebelah Barat Daya Batavia, kemudian berkembang menjadi kawasan Pecinan.

Kawasan itu dikenal sebagai Glodok dan merupakan “China Town” untuk Jakarta. Glodok lantas menjadi pusat perdagangan yang berkembang dengan pesat. Jalan Gadjah Mada merupakan salah satu jalan utama di Glodok yang menjadi kawasan perdagangan modern serba sibuk. Akan tetapi, di kawasan Glodok Tua ada rumah orang Cina zaman dulu dengan atap melengkung, memiliki balkon, dan dihias beragam ornamen Cina. Rumah Cina itu sebagian masih berfungsi sebagai toko. Di kawasan itu juga terdapat satu rumah ibadah Cina, yaitu Kelenteng Dharma Jaya yang dibangun pada 1650.

Tak lama berselang, saya dan rombongan tiba di Kota Tua dalam suasana udara yang hangat. Kota Tua atau “Jakarta Kota” punya sisa-sisa peninggalan kolonial Belanda yang paling tua di Indonesia. Sebagian dari sisa-sisa bangunan peninggalan Belanda dapat dilihat di situ. Bahkan sebagian bangunan masih digunakan untuk kantor.

Pusat kota Batavia ada di Taman Fatahillah yang menjadi satu ruangan terbuka dengan bentuk segi empat. Setiap sisinya berbatasan denga jalan raya. Di sebelah Barat, satu blok dari Taman Fatahillah, terdapat Kali Besar yang merupakan satu saluran air (kanal) yang memiliki kedudukan sejajar dengan Kali Ciliwung di sebelah timur Taman Fatahillah. Singgah sebentar di Kota Tua untuk ambil foto bersama-sama, untuk selanjutnya putar haluan menuju Monas.

Untuk memasuki Monas perlu antri. Karena lift masuk dan turun hanya satu. Itupun dengan kapasitas yang dibatasi hanya bisa dimasuki 10 orang saja. Monas, punya ketinggian 132 meter yang letaknya di tengah lapangan Merdeka, menjadi simbol kota Jakarta. Di puncak monument itu terdapat simbol api berkobar yang terbuat dari logam perunggu berlapis emas seberat 35 kg. Itu melambangkan kekuatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Seluruh dinding Monas dilapisi marmer dari Italia. Monas menjadi salah salah satu proyek mercusuar Presiden Soekarno yang dibangun dengan biaya sangat mahal. Meski awalnya banya dikritik namun harus diakui manfaat dari proyek mercusuar itu kepada masyarakat. Pembangunan Monas dimulai pada 1961, tetapi baru dapat diselesaikan pada 1975 dan dibuka secara resmi oleh Presiden Soeharto.

Di lantai dasar Monas terdapat Museum Sejarah Nasional yang menggambarkan perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam bentuk diorama. Juga terdapat ruang kemerdekaan tempat pengunjung dapat menyaksikan teks proklamasi yang asli serta mendengarkan suara pembacaan teks proklamasi dari Bung Karno.

Monas di malam hari
Foto: Dok. https://i.ytimg.com
Melalui Tugu yang menjulang hingga ketinggian 137 meter itu pengunjung dapat menyaksikan panorama kota Jakarta dan sekarang dikembangkan menjadi area penting sebagai paru-paru kota Jakarta dan sebagai tempat kegiatan sosial budaya sekaligus sebagai arena olahraga dan rekreasi yang dihuni oleh hewan rusa, burung merpati, dan lapangan bola mini. Pengunjung juga dapat menggunakan kendaraan tradisional Betawi yaitu Delman yang dilengkapi akssesoris khas daerah itu.

Senja mulai menjelma menjadi malam. Beruntunglah saya dan rombongan bisa hampir mencapai puncak Monas. Melihat Jakarta dari ketinggian di malam hari. Gemerlap lampu ibukota menerangi setiap sudut jalanan. Tembakan temaram sinar menyelimuti seluruh permukaan Jakarta. Gemuruh bayu menyibakkan rambut panjang saya dan menghela suara yang keluar dari masing-masing mulut kami.

Perjalanan Night Journey saya berakhir bersama di Puncak Negara ini. Selamat malam Puncak Negara, teruslah menjulang hingga akhir menjelang.



My Lovely BROTHER and KRIYA INDONESIA Love You So Much

Demi untuk tahu  cara jahit bahan dan potong pola, saya coba ikut salah satu workshop yang digelar oleh pendiri Kriya Indonesia, Mba Astri Damayanti bersama merek mesin jahit ngehitz, Brother. Ini kali kedua saya ikut workshop bersama Brother dan Kriya Indonesia dengan tema berbeda, tapi masih dalam seni jahit menjahit.  Workshop ini mengambil tempat di ICE BSD pada 29 Oktober 2016 lalu.

Peserta Workshop BROTHER & Kriya Indonesia
Foto: Dok. Pribadi.
Di workshop kedua ini, saya mencoba untuk jahit baju outer (luaran) Bolero Panjang. Pengalaman yang tak pernah terlupakan. Bagaimana tidak, jahit baju ini seperti orang “sakaw” menurut saya. Lupa waktu dan lupa segalanya. Karena pekerjaan ini memang perlu ketelitian, ketekunan, dan kesabaran.

Founder Kriya Indonesia, Astri Damayanti sedang memberikan pengarahan
Foto: Dok. Pribadi
Hal yang membuat saya untuk terus berasyik  masyuk itu potong pola,  mesin jahit, dan menjahit polanya. Karena pola sudah dibentuk, jadi tinggal melekatkan saja dengan bahan menggunakan jarum pentul dan mengguntingnya. Akan tetapi, tetap saya masih harus bertanya saat melekatkan pola agar tidak salah potong dan bahan jadi sia-sia.

Potong pola perlu kehati-hatian dan ketelitian
Foto: Dok. Pribadi
Untuk mesin jahit Brother sendiri, menurut saya tak menyulitkan. Ini mesin yang relatif mudah dioperasikan dan terbilang cukup canggih. Untuk pemula yang baru belajar sekalipun, tidak akan berlama-lama untuk tahu lebih detail tentang mesin jahit Brother ini. Dalam hitungan menit pun orang sudah mengerti cara mengoperasikan, memasukkan benang, pasang sekocil, pasang benang ke dalam jarum, maupun mengubah-ubah susunan jahitan.

Nah, bagian ini yang sangat saya sukai, yaitu menjahit pola. Pola yang sudah digunting, per bagian mulai dipentul. Pentul berguna sebagai pelekat sementara sebelum dijahit. Kemudian, bahan di-rader untuk  menentukan garis jahitan. Hal itu berguna agar jahitan tetap pada “rel”-nya dan tidak miring atau melenceng ke sana ke mari, baru setelahnya pola dijahit.
Mak Tina Pasang pentul untuk melekatkan pola bahan
Foto: Dok. Pribadi
Ya, untuk workshop ini, saya menggunakan mesin jahit Brother GS 2500. Ini adalah mesin jahit protable yang Multifungsi. Memiliki 25 pola jahitan dengan sistem bobbins atas. Setting benang yang sangat EASY disertai lampu LED dan built-in needle threader. Mesin jahit yang sangat cocok digunakan untuk pemula maupun profesional.

Hal yang membuat saya jatuh cinta menjahit menggunakan mesin Brother GS 2500 ini adalah mesin jahit tipe GS yang saya pakai dapat membuat lubang kancing hanya perlu empat langkah saja (4-step easy button hole), pemasuk benang ke jarum secara otomatis (auto needle threader), tuas jahitan mundur (lever), sistem gigi 6 baris (6 row feed dog system) untuk kenyamanan saat bekerja dengan bahan yang tipis maupun tebal.

Mesin Jahit BROTHER Tipe GS 2500
Foto: Dok. Pribadi
Bahan yang relatif tebal saat worksop kemarin sudah saya coba, ternyata memang tetap enak saat menjahitnya. Jarumnya cukup kuat. Hal yang membuat asyik menggunakan Brother ada fungsi pengaturan panjang jahitan hingga 4.0 mm dan lebar jahitan hingga 5.0 mm. Ini yang saya cari, saat menjahit kecepatan jahitan mesin  ini mampu mencapai 800 s.p.m.

Jadi, menurut saya, untuk jahit satu pola tidak perlu waktu berlama-lama hingga jadi baju, celana, atau sejenisnya.  Kerennya lagi, bahan-bahan mesin dari heavy duty metal frame disertai built-in LED light. Diperhatikan dengan saksama, Brother GS 2500 ini free arm untuk jahit bahan tubular atau silindris berbidang sempit.

Eits, ada juga pengaturan tegangan benang. Nah, asyiknya lagi, kalau selama ini saya menjahit untuk memotong sisa benang dari jahitan selalu memakai gunting, di mesin jahit Brother itu build-in manual thread cutter (pisau pemotong benang manual) sudah ada di samping kirinya. Dan, mesin ini relatif hemat tenaga listrik, hanya 51 Watt saja, jadi sangat eco friendly motor juga kita tak perlu repot-repot harus menambahkan meja atau kaki tambahan untuk mengoperasikannya.

Brother GS 2500 Mesin Jahit Portable Multifungsi
  • Brand
    • Brother
  • Cara Kerja
    • Bekerja dengan built-in motor 51 W dan dikendalikan pengoperasiannya dengan pedal, Bekerja dengan In-Built Motor 51 Watt dan dikendalikan pengoperasiannya dengan pedal.
  • Fungsi
    • Mesin jahit multifungsi, Mesin Jahit BROTHER GS 2500 adalah Mesin Jahit Portable dengan 25 Pola Fungsi Jahitan yang sangat mudah digunakan untuk menjahit.
  • Konsumsi Daya
    • 51 W, 51 Watt
  • Material
    • Body luar terbuat dari fiber, rangka metal chassis, Body Luar terbuat dari Fiber, Rangka Metal Chassis
Sementara, untuk mengobras bahan, saya menggunakan mesin obras Brother 2014D. Wuih! Mesin obras BROTHER 2104D ini membantu saya menyelesaikan jahitan dalam sentuhan yang sangat profesional, rapih sangat bernilai. Dapat difungsikan sebagai obras benang 3, obras benang 4, juga necci melalui sistem perpindahan antar fungsi yang cukup simpel dan mudah.

Mesin Obras BROTHER tipe 2104D
Foto: Dok. Pribadi
Obras BROTHER 2104D saat saya gunakan terasa mudah. Desainnya memang dibuat dengan fitur user friendly, tapi tangguh saat dioperasikan. Jadi, mesin ini  multifungsi dengan kelasnya di atas rata-rata.

Merk: BROTHER (Japan)
Tipe:  2104D Lock™
Kelas Mesin: Portable Multifungsi 

Spesifikasi
·         Dapat difungsikan sebagai Obras Benang 3 (3 Thread Overlock)
·         Dapat difungsikan sebagai Obras Benang 4 (4 Thread Overlock)
·         Dapat difungsikan sebagai Obras Tepi / Necci (Overedging/Rolled Hem Serger)
·         Color Coded Threading Diagram - Mempermudah pengguna saat menata jalur benang
·         Sistem Threading F.A.S.T - Sistem Penyettingan Benang awal yang mudah
·         Free Arm untuk mengerjakan bahan dengan area sempit
·         Retractable Upper Knife - Pisau Atas dapat dinon aktifkan
·         Hemat Listrik hanya 65 Watt
·         Pengaturan Lebar Jahitan hingga 7.0 mm
·         Pengaturan Panjang Jahitan
·         Pengaturan Differential Feed untuk mencegah bahan berkerut ataupun menghasilkan jahitan yang berkerut
·         In-Built LED Light
·         Kecepatan Mesin hingga 1300 s.p.m
·         Dapat menjahit bahan apapun seperti kaos, denim, dan  lain-lain

Jadi, pengalaman menjahit saya bersama Kriya Indonesia dan BROTHER tidak akan pernah berhenti hanya sebatas workshop saja. Semoga dari workshop itu, dapat menghasilkan sesuatu yang lebih. Beruntunglah saya dengan adanya workshop bersama Kriya Indonesia, terutama dari sisi pengajarnya, Mba Astri Damayanti yang sabar dan telaten, meski sebentar tetapi semua hasil praktik nyangkut di dalam kepala saya. 


Selain itu, banyak banget pilihan mesin jahit BROTHER yang membuat saya bingung mau pilih mana, tinggal menyesuaikan saja dengan kebutuhan saja intinya. 


Ingat jahit, ingat BROTHER, ingat KRIYA INDONESIA.

Saturday, October 29, 2016

The Power of Content: Siapa Anda? Branding & Content Jawabnya

Saya, Anda, dan kita, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tetapi, bagaimana kekurangan yang kita punyai dimanfaatkan menjadi satu kelebihan. Banyak orang yang tidak mengerti ke mana arah dan tujuan yang sebenarnya. Banyak pula yang  tak  memahami apa yang mereka tulis, untuk siapa mereka menulis, bagaimana mulai menulis, dan sebagainya.
Ani Berta, "The Power of Content" dalam paparan dan sharingnya.
Foto: Dok. Pribadi
Yang lebih mengenaskan lagi, mereka tidak paham sesungguhnya sumber kekuatan yang mereka miliki. Terkadang justru lebih banyak melihat potensi atau kelebihan orang lain dibanding diri sendiri. Bagaimanapun dan siapa pun sudah diberikan garis sendiri-sendiri oleh Sang Khalik. Dikaruniai akal atau pikiran olehNya, itu berarti kita harus berpikir, menggali atau mencari tahu.

Sebagai orang yang berkecimpung untuk menyamakan persepsi dan menyeimbangkan pemberitaan dengan “gaya” yang dimiliki, sudah seharusnya blogger mengerti kekuatan yang dia tuliskan. Tak asal menulis, tetapi tahu tujuannya. Memberikan kekuatan pada satu isi tulisan, itu yang terpenting. Tulisan seorang blogger menjadi sumber kekuatannya.
Tepat di perhelatan Hari Blogger Nasional pada 27 Oktober 2016 lalu, bersama SEREMPAK, salah satu perpanjangan tangan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), bersama Bina Nusantara Business School, di FX Binus Senayan, saya mencoba mengulik dan menangkap pesan yang disampaikan oleh para narasumber mengenai kekuatan dalam satu konten. Konten yang disampaikan kepada khalayak menjadi gambaran isi yang ada dalam kepala seorang blogger. Konten seperti setengah nyawa, menurut saya.

Seorang Ani Berta, biasa disapa Teh Ani, memberikan semacam Pil Dopping untuk “menyawakan” konten yang akan disampaikan kepada umum. Membuat serangkaian laporan atau pemberitaan pada satu kegiatan dalam bentuk hard news,  mengandalkan pokok-pokok pemberitaan yang terjadi pada saat itu. Dikemas dalam bentuk  menggugah, dan maksimal dalam wkatu dua hari selesai untuk dilaporkan. Selesainya satu jalan berita dalam waktu yang tidak berlama-lama menjadikan berita tak basi.

Menjadi Maestro melalui Artikel, Why Not!
Foto: Dok Pribadi
Apabila menjabarkan cerita dalam bentuk feature uraikanlah rangkaian kejadian secara lebih mendidik terhadap satu objek atau peristiwa. Sifat-sifat yang memberikan informasi, mendidikm menghibur, atau meyakinkan, serta menggugah simpati atau empati pembaca tentang berita yang kita tulis.

Menarasikan dalam satu dua paragraf kejadian yang diikuti  pada saat kita berada di tempat tersebut. Penting, menginterview atau mengobservasi satu kejadian secara “detail” agar berita tersaji lebih akurat. Pengalaman sebagai guru paling berharga itu benar. Bagaimana tidak, konten yang dapat mempengaruhi pembaca adalah konten-konten yang biasanya ditulis dari orang-orang yang memiliki pengalaman menulis lebih.

Pemula dan berpengalaman sangat dapat dibedakan. Kekuatn konten menjadi peluru bagi kita untuk mengedepankan kelebihan dalam bentuk  kemasan menarik, membelalakan mata dan mengangakan mulut orang.

Menjadi seorang yang memiliki kekuatan dalam hal konten itu nilai Plus. Di sinilah peran besar diri untuk menggali secara intensif setiap kejadian. Interview, sebagai salah satu cara untuk mencari dan menggali informasi narasumber ketika terbatas waktu saat paparan. Tak akurat mungkin jika sajian berita tanpa data. Data menjadi satu kekuatan penulisan berita. Verifikasi atau  cek kembali setiap berita, data, atau sumber berita yang diperoleh.

Tak asal memasukkan atau menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Konten-konten yang kuat dan bermanfaat adalah konten yang benar data, benar berita, dan akurat tanpa rekayasa. Memberikan laporan dalam satu tulisan adalah penting. Seorang  blogger mungkin perlu mempersiapkan amunisi sebelum memberikan laporan untuk dipublikasi.
Hal yang sangat diperlukan dalam pembentukan artikel dan menambah kekuatan konten yang akan disampaikan adalahj dokumentasi berita. Dokumentasi ini dapat dalam bentuk foto, video, maupun infografis. Tanpa ini semua mungkin kekuatan konten yang dimiliki akan terasa pincang. Sajian artikel yang memiliki kekuatan tentu akan jadi nilai tambah untuk diri kita.

Pembentukan opini-opini logis untuk menjadi satu ilmu pengetahuan yang baru pun harus dapat dilakukan seorang blogger. Artinya, ada kekuatan konten yang dibuat harus masuk nakal. Terkadang, masih ditemui logika berpikir maupun opini logika yang terbalik-balik. Hal ini perlu diluruskan agar tak menjadi bumerang sehingga kekuatan konten tidak menjadi lemah di mata pembaca.

Hal baik yang dapat meningkatkan kekuatan konten kita adalah, konten mampu dan dapat mengundang orang untuk melakukan sesuatu. Atau konten menjadi acuan orang untuk melakukan hal-hal baik yang ditawarkan.

Sejalan dengan konten-konten yang memberikan kekuatan pada satu  tulisan, SEREMPAK (Seputar Perempuan dan Anak) menjadi salah satu sumbu kekuatan  konten untuk dibagikan kepada khalayak. Judul-judul yang sangat dekat dengan perempuan dan anak menjadi nilai kekuatan SEREMPAK untuk mengangkat isu mereka. Pengetahuan, Seputar Kesehatan Reproduksi, Pemberdayaan Perempuan dan Pendidikan Hukum, Kewirausahaan, dan Informasi Publik, sebagai konten-konten yang kuat dalam masyarakat.

Konten itu dapat mempengaruhi ukuran pencapaian audiens target kita. Selain itu mampu meningkatkan  peringkat mesin pencari terhadap konten yang kita buat. Dengan konten yang kuat, kita dapat melakukan begitu banyak pencapaian. Kekuatan konten yang kita berikan akan membentuk opini awal tentang diri kita. Otomatis, akan memberikan perhatian lebih kepada pengunjung blog atau website yang kita miliki.

Jika kita menulis konten-konten yang tak bermanfaat, otomatis pengunjung tak akan betah berlama-lama mengunjungi blog kita. Mereka akan langsung kabur pindah ke tetangga sebelah dengan cepat.

Kiat-kita praktis yang disampaikan narasumber SEREMPAK tersebut sebagai bentuk pembekalan dalam dunia blogger untuk peduli kepada sekitar. SEREMPAK memberi jalan untuk menuju sumber kekuatan konten dalam dunia perempuan dan anak yang begitu lekat dengan kita.

Branding, Siapa Kita
Sejalan dengan itu, Ina A. Muwarni, MM. MBA Deputy Head of Marketing Program Binus Business School Jakarta memaparkan pentingnya branding dari seorang blogger. Dia memberikan peribahasa-peribahasa menggugah. Seperti “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan Blogger jika sudah tidak ada meninggalkan…
Ya, melalu situs www.menti.com banyak yang memberikan pendapat, ketika blogger sudah tak ada lagi, karya yang ditinggalkannya untuk dikenang orang adalah TULISAN. Artinya, seorang blogger dengan tulisannya yang khas atau berciri akan dengan sangat mudah dikenal orang, itulah branding menurutnya. Branding menjadi ciri atau identitas yang dengan cepat dikenali dan dibedakan dalam blog yang kita tulis dengan blog-blog lainnya di pasar blog yang kita.

Tulisan, menjadi peninggalan berharga seorang blogger
Foto: Dok. Pribadi
Ketahuilah target audiens. Ya, siapa target yang akan disasar dengan blog yang kita tulis. Artinya, pilih tema yang memang benar-benar menjadi kesukaan atau passion kita. Kita hanya bisa bermakna untuk seseorang saja. Kita tidak bisa menjadi apa saja buat siapa saja. Mengenal pembaca kita itu penting dan menulis hal-hal yang mereka ingin baca itu baik.

Jika sudah memilih tema, fokus dengan satu tema yang sudah menjadi pilihan kita. Ciptakan personal diri. Memilih nama blog itu penting. Karena itu akan menjadi sumber berita Anda untuk ke depannya. Warna-warna yang dipilih itu cerminan diri dan blog kita. Gunakan selalu gambar dengan memilih gambar-gambar yang ada secara bijaksana. Membangun brand sebagai sebuah investasi dan memang diperlukan. Suata saat, brand yang kita bangun akan menjadi investasi besar di masa depan.

Branding itu penting untuk Blogger
Foto: Dok. Pribadi
Ina pun menyampaikan bahwa diri kita perlu dijual dengan melakukan cara-cara berikut:
1.    Menulis
2.    Menjadikan media sosial sebagai teman
3.    Komentar
4.    Iklan dan gunakan analitik
5.    SEO menjadi hal penting


Dari konten sebagai satu kekuatan hingga “menjual” diri sebagai bentuk branding tak dapat dipisahkan. Semua jadi satu kesatuan. Sudahkah Anda  mem-branding diri Anda? 

Friday, October 28, 2016

Wastra-Gerabah Tinggalan Prasejarah, Regenerasi Agar Tak Mati




Meet The Makers dalam Helatan ke-11 Alun Alun Grand Indonesia
Foto: Dok. Pribadi
Kain Indonesia merupakan  warisan budaya nusantara. Kaya motif dan warna mempesona dengan beragam pola. Perpaduan sejarah dan budaya yang tertuang pada setiap detail, menjadi penanda fase kehidupan manusia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui perajin kain di beberapa daerah di Indonesia hingga pembuatan gerabah dengan teknik miring ada.

Gagasan dan tindak nyata Meet The Makers  kembali menghelat acara bertajuk “Regenerasi Mempertahankan Tradisi” di Alun-Alun Grand Indonesia mulai tanggal 21 Oktober hingga 2 November 2016. Meet The Makers sebagai tempat pameran “Craft as Art” yang diikuti  beragam komunitas perajin, desainer, dan beberapa organisasi akar rumput di negeri ini.

Regenerasi! Ya, regenerasi pelestari kerajinan negeri  ini. Hal itu perlu dilakukan agar kerajinan dari berbagai pelosok negeri ini tak mati, tak hanya menjadi benda kesenian belaka. Akan tetapi, mencuatkan nilai dan perjalanan sejarah, nilai budaya, dan fungsi yang teramat dalam untuk kehidupan masyarakat di masa lalu, sekarang, dan akan datang.

Meet The Makers menggandeng Alun Alun Indonesia yang konsisten menyasar pasar anak muda, juga bersamaan dengan ulang tahunnya yang ke-9. Semangat kerja yang tinggi, didukung sosialisasi di segala lini, tentunya akan mampu mempertahankan kerajinan budaya yang sudah berusia ratusan bahkan ribuan tahun untuk terus diturunkan ke generasi berikutnya, pun tak terlindas  modernisasi zaman.


CEO, PT Alun Alun Indonesia, Pincky Sudarman mengatakan, “Sekarang saatnya melakukan regenerasi. Kami  ingin menumbuhkan kecintaan anak muda terhadap produk Indonesia yang tak lekang di makan zaman”.


Pincky Sudarman, CEO PT Alun Alun Indonesia memberikan sambutan
dalam Pembukaan Meet The Makers ke-11 di Alun Alun Grand Indonesia
Foto: Dok. Meet The Makers 11
Ya, Bregas Harrimardoyo, selaku Steering Comitte Meet The Makers 11 pun berucap, “Ajang ini sebagai tempat bertemunya perajin dengan khalayak, terutama kalangan muda. Ini sebagai pengenalan dan sosialisasi keragaman budaya”.


Bregas Harrimardoyo selaku Steering Comitte
Meet The Maker 11 menyampaikan sambutan
Foto: Dok. Meet The Makers 11
Kriya Indonesia begitu hebat, tak hanya di mata bangsa sendiri, tetapi dunia mengakuinya. Melirik kehebatan yang tertera dalam Alun Alun Indonesia, ke-16 artisan mengambil peran untuk menunjukkan kebolehan mereka dalam berkreasi membelakakkan mata, mengangakan mulut pecinta kriya.

Effan dan Novi, Cinta Bumi Artisans yang konsen mengangkat kain kulit kayu
menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Foto: Dok. Pribadi
Bagaimana tidak, peninggalan masa prasejarah hingga kini masih bertahan ada. Kain kulit kayu salah satunya. Cinta Bumi Artisan bergiat dengan hal ini. Sungguh menakjubkan! Sebuah tradisi Neolitik dan Megalitik, 4.000 tahun lalu yang masih berlangsung hingga kini di salah satu wilayah Indonesia, Lembah Bada Poso, Sulawesi Tengah. Masyarakat yang mempertahankan kebaikan alam untuk terus diolah agar berkelanjutan. Cinta Bumi menghidupkan dengan cara-caranya. Selanjutnya membuat tempat yang dapat menginspirasi banyak orang dalam berkarya, berekspresi, dan berbagi kreativitas.


Pak Agus Tomaha, sedang menjelaskan  pembuatan kain kulit kayu 
yang dilakukan dua wanita Lembah Bada sebagai penerus pembuat kain kulit kayu. Ki-Ka: Irma dan Sonya
Foto: Dok. Meet The Makers 11
Lembah Bada, menjadi tempat yang sangat eksotis di mata dunia sebagai bagian dari keberadaan kain kulit kayu. Tradisi Megalitikum yang bertahan ini masih tetap dipertahankan agar tak lekang oleh zaman. Melihat keberadaan kain kulit kayu yang mulai punah, Cinta Bumi Artisan langsung mendatangkan perajinnya dari Lembah Bada, Pak Agus Tomaha, Kak Sonya, dan Kak Irma. Selama ini, ketika saya berkunjung ke Lembah Bada, yang melakukan pembuatan kain kulit kayu wanita-wanita lanjut usia. Ada yang telah berumur 90 tahun. Mereka perlu regenerasi. Bahkan tetua mereka yang sebelumnya membuat sudah tiada.

Adanya Kak Sonya dan Kak Irma, menjadi satu generasi pelestari kain kulit kayu agar tak mati. Merekalah yang mewarisi tradisi Megalitikum pembuatan kain kulit kayu dari orang tuanya. Tak dapat dipungkiri, jejak panjang prasejarah tertoreh hampir sempurna di Lembah itu.

Pak Agus, Ka Sonya, dan Kak Irma, membawa serta peralatan untuk membuat kain kulit kayu di Meet The Makers 11 ini. Bagaimana mula pertama kulit kayu diambil untuk dijadikan bahan baju atau lainnya, berikut kulikan saya.

Ada beberapa jenis kulit pohon yang dapat dibuat kain, seperti kulit pohon Saeh, Malo, Bea, atau Ivo, dan Nunu (beringin). Akan tetapi, dari sisi kualitas dan hasil, lebih terlihat bersih dan berkualitas Malo, Bea, atau Ivo dan Saeh, hasilnya lebih putih. Sementara, Nunu (beringin) akan menghasilkan kain kulit kayu berwarna kecokelatan.


Pohon Bea, salah satu pohon untuk pembuatan  kain kulit kayu
Foto: Dok. Pribadi
Pada proses pembuatannya Pak Agus menjelaskan, kulit kayu yang dibawa saat saya menjumpainya di Alun Alun Grand Indonesia adalah kulit pohon Malo. Terlihat memang, berwarna lebih bersih (putih) yang sudah dibuka dari bungkus daun pisang, beserta peralatan landasan dan pukul. Alat pukul tersebut terdiri dari enam, yang masing-masing fungsinya berbeda-beda.

Alat pukul pertama terbuat dari batang pohon Enau, atau biasa disebut Ruyung Enau. Selanjutnya adalah alat pukul yang terbuat dari batu dengan  pegangan terbuat dari rotan, biasa disebut Batu Ike. Konon, batu ike itu sudah ada sejak zaman Megalitikum. Batu dengan alur yang berbeda-beda itu difungsikan berbeda dan punya nama berbeda pula. Batu Ike berfungsi untuk memanjangkan dan melebarkan kulit kayu yang sedang diproses. Ada enam jenis batu Ike yang digunakan, Batu Ike Tinahi, Batu Ike Hore, Batu Ike Pogea, Batu Ike Bengko, Batu Ike Pampii, dan Batu Ike Popapu.
Alat pemukul untuk membuat kain kulit kayu
Atas ke Bawah: Ruyung Enau dan Batu Ike
Foto: Dok. Pribadi
Sementara itu, untuk landasannya  dikenal dengan nama Tatua. Kayunya sangat keras. Fungsinya, untuk menahan ketika kulit kayu dipukul-pukul di atas landasan itu, kayunya tidak mudah pecah atau  retak-retak, karena akan mempengaruhi hasil kain kulit kayunya juga. Ada juga Parondo atau setrika kayu. Bentuknya bulat dengan bagian tengah sebagai pegangan kecil. Gunanya untuk memukul-mukul kain yang sudah kering dan berlekuk-lekuk agar rata dan halus.


Sebagai alat pemindah atau menggeser kain kulit kayu saat dipukul dan digeser, dipergunakan alat bernama Pongko. Pongko ini dapat dibuat dari kayu juga dari bambu. Ketika Kak Sonya dan Kak Irma memperagakan menggeser kain kulit kayu, mereka menggunakan bambu untuk memindahkan maju-mundurnya kain.

Mulanya, bila tak terbiasa mencium hasil fermentasi kulit kayu ini akan menutup hidung. Karena  bau asam yang keluar dari kulit kayu agak menyengat. Fermentasi kulit kayu dilakukan agar menghasilkan lendir. Lendir itu berguna ketika kain dipukul-pukul akan menjadi mudah, lembut, dan tidak pecah berantakan.

Proses pembuatan kain kulit kayu
Kulit kayu yang diambil dapat berasal dari pohon Beringin; Malo, Bea, atau Ivo. Bagian yang diambil adalah cabang-cabang pohon. Mengapa mereka tidak memotong kayu indukan? Di sinilah terlihat cara mereka melestarikan dan tetap mempertahankan keberadaan pohon-pohon tersebut. Artinya, orang-orang Lembah Bada tetap menginginkan ada bibit indukan yang akan terus bertumbuh. Layaknya generasi penerus pembuat kain kulit kayu.

Kulit kayu selanjutnya dikuliti dengan memakai pisau atau parang. Oya, tugas dari memotong cabang-cabang pohon dan menguliti adalah tugas lelaki. Setelah kulit kayu dikuliti dan dipisahkan dari kulit jangatnya, kulit kayu tersebut lantas direbus dalam belanga tanah selama dua jam. Tugas merebus adalah tugas wanita.

Untuk mendapatkan hasil kain kulit kayu yang lebar, diperlukan juga potongan kulit kayu dalam jumlah banyak. Setelah direbus, kulit kayu didiamkan agar dingin dan dibungkus daun pisang. Selanjutnya diperam (difermentasi) kurang lebih 3--7 hari. Setelahnya dapat diolah.
Kulit kayu Malo yang sudah difermentasi
Foto: Dok. Pribadi
Kulit kayu yang sudah disusun diletakkan di atas landasan (tatua), kemudian dipukul-pukul dengan menggunakan ruyung Enau hingga melebar dan tidak pecah. Setelah semua kulit kayu rata, untuk menghaluskannya dipergunakan batu ike dengan ukuran dan besar yang berbeda-beda. Proses pengerjaan kain kulit kayu seluruhnya dilakukan oleh wanita. Satu catatan: Proses pengerjaan kain kulit kayu tidak dapat dipindahtangan, mengapa? Karena kekuatan dan pukulan masing-masing orang berbeda. Hal itu juga nantinya yang akan menentukan hasil kain kulit kayu seperti apa.
Landasan (Tatua) untuk membuat kain kulit kayu
Foto: Dok. Pribadi
Kain yang sudah diproses, lantas diangin-anginkan di tempat yang sejuk, tanpa terkena sinar matahari langsung. Kain kulit kayu yang sudah kering memiliki bentuk yang masih berlekuk. Untuk meratakannya digunakan alat yang disebut Parondo atau setrika kayu. Caranya, dengan memukul-mukulkan Parondo di atas kain kulit kayu hingga menghasilkan tekstur kain yang halus.


Parondo, setrika kayu untuk meratakan kain kulit kayu setelah dijemur
Foto: Dok. Pribadi
Kualitas kain yang sudah jadi terlihat dari warnanya. Kualitas bagus biasanya berwarna putih. Satu meter kain yang sudah jadi dihargai dengan kisaran Rp75.000 hingga Rp200.000. Cinta Bumi Artisan menciptakan  hasil kain kulit kayu berupa tas juga dompet. Sisa potongan kain dibuat semacam kalung sebagai aksesories. 


Sisa kain kulit kayu yang dibuat aksesori kalung
Foto: Dok. Pribadi


Produk olahan kain kulit kayu Cinta Bumi Artisan, salah satunya Tas dan Dompet
Foto: Dok. Pribadi
Dalam obrolan saya dengan Mas Effan, sebagai pengembang produk kain kulit kayu mengatakan, “Untuk mendapatkan bahan baku kain kulit kayu masih agak sulit. Itu karena terbatasnya material yang ada di Lembah Bada. Selain itu, pohon-pohonnya semakin terbatas. Untuk itu perlu adanya pembibitan. Sementara, untuk produk kain kulit sendiri, kami akan kembangkan lebih jauh lagi, misalnya untuk pembuatan sepatu”.


Inilah generasi penerus budaya Megalitikum pembuat kain kulit kayu Lembah Bada
Kak Irma, Pak Agus Tomaha, dan Kak Sonya
Foto: Dok. Pribadi
Gerabah Teknik Putar Miring

Gerabah  berguna untuk tempat atau wadah keperluan rumah tangga. Namun, di beberapa tempat gerabah berguna untuk tempat menyimpan tulang manusia, abu orang yang telah meninggal. Di Bali, gerabah digunakan sebagai bekal kubur, sedangkan di daerah Banyuwangi dan Sumba digunakan untuk kandang sapi.


Beragam Gerabah hasil Teknik Putar Miring yang dibuat keluarga Pak Harno
Foto: Dok. Meet The Makers 11
Gerabah-gerabah yang berkembang sejak zaman prasejarah mulai zaman Neolitikum hingga perundagian, banyak yang sudah berubah. Itu karena ada pengaruh teknologi dan kemampuan manusia memodifikasi. Perubahan itu menyebabkan banyaknya gerabah yang ada di Indonesia, memiliki bentuk bervariasi. Teknik-teknik pembuatannya seiring sejalan. Ragam hiasnya pun berkembang pula karena menjadi kebutuhan.

Gerabah banyak ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, juga Yogyakarta. Kalau mendengar kata gerabah, di telinga saya sudah tidak asing. Gerabah dari tanah liat tentunya. Namun, ada satu hal yang menarik perhatian saya saat mengunjungi Meet The Makers 11 ini, yaitu pembuatan gerabah dengan teknik miring.

 
Bu Harno beserta putrinya, regenerasi pembuat gerabah Teknik Putar Miring
Foto: Dok. Pribadi
Teknik miring pembuatan gerabah mulai jarang ditemukan. Salah seorang yang hingga kini masih mempertahankannya adalah Pak Harno. Beliau berasal dari Desa Bayat, Klaten Jawa Tengah.  Gerabah teknik putar miring sebagai hasil olah pikir salah seorang Sunan, yaitu Sunan Bayat. Ada tiga hal menarik untuk gerabah putar miring ini, yaitu:
Pertama, desainnya sangat sederhana sehingga nyaman digunakan ketika seorang perempuan mengenakan kebaya dan kain panjang. Karena pada masa Sunan Bayat, hampir semua perempuan mengenakan kebaya dan kain panjang sebagai tanda kesopanan.

Kedua, Sunan Bayat termasuk orang yang sangat mementingkan etika dan hal-hal kesopanan, terutama yang ada dalam masyarakat atau wilayahnya. Ketiga, alas atau tatakan gerabah teknik putar miring dapat menaikkan produktivitas kerja, karena ada pengaruh gravitasi. Oleh karenanya, tanah lebih mudah diolah dan dibentuk.
Gerabah Bayat dengan pewarnaan yang sudah direduksi
Foto: Dok. Pribadi
“Untuk membuat gerabah teknik miring ini kita harus konsentrasi. Mata, pikiran, hati, dan kaki tertuju pada satu tumpuan tanah liat. Memikirkan apa yang akan dibentuk dengan penuh konsentrasi. Untuk mendorong alatnya dengan kaki tidak perlu terlalu kencang, karena semua dibuat secara tradisional dan harus menggunakan perasaan. Apabila kaki terlau kencang mendorong, kemungkinan tali pegas akan putus,” begitu ucapnya saat dijumpai di Meet The Makers 11 di Alun Alun Grand Indonesia.

Harno berasal dari Desa Bayat Dukuh Pagerjurang. Gerabah dari desa ini lebih dikenal dengan nama Gerabah Bayat, meski tidak diproduksi di Bayat. Mulanya dibuat di Dukuh Bayat, Desa Melikan, Kecamatan Wedi. Letaknya berseberangan dengan Pagerjurang. Sementara, Dukuh Bayat sendiri sebagai daerah perbatasan antara Wedi dengan Bayat.
Gerabah yang sudah dicampur tanah merah menghasilkan warna eksotis
Foto: Dok. Pribadi
Keluarga Pak Harno mempertahankan tradisi pembuatan gerabah teknik miring kepada anak perempuan dan istrinya. “Untuk melestarikan budaya dan kerajinan, perlu perjuangan dan belajar teru menerus, otomatis akademik akan dapat  mengikuti,” begitu ucapan Pak Harno kepada anak perempuannya yang berhasil mengikuti jejak langkahnya yang sudah  dua tahun berselang.

Teknik putar miring ini ternyata dapat memberikan hasil gerabah dengan bentuk yang tipis, kecil, dan cantik. Teknik ini biasanya dipergunakan untuk menghasilkan wajan, piring, kendi, atau wadah makan lainnya.

Alhasil tak disangka, teknik miring menjadi hal yang sangat menarik untuk peneliti luar negeri datang dan mengadakan penelitian lebih lanjut. Salah satunya adalah peneliti berkewarganegaraan Jepang, yaitu Chitaru Kawasaki, seorang Profesor dari Universitas Kyoto Seika, Jepang. Dia punya perhatian lebih pada gerabah teknik miring di Bayat yang dipertahankan oleh Pak Harno.

Untuk menggali lebih jauh teknik miring pembuatan gerabah ini, Kawasaki rela mengeluarkan uang hingga satu miliar rupiah. Dia membangun Laboratorium Pusat Pelestarian dan Budaya Keramik Putar Miring pada tahun 2004. Laboratorium itu diresmikan pada 14 April 2005. Dia pun rela tinggal bersama warga di Melikan demi mengembangkan risetnya tersebut. Artinya apa? Mengapa bangsa lain lebih peduli terhadap hal-hal yang memang layak dipertahankan dibanding bangsa sendiri? Kawasaki seperti menghidupkan kembali regenerasi perajin ini untuk dapat terus dipertahankan.  

Gerabah-gerabah hasil putar miring Pak Harno dipamerkan pula di Alun Alum Grand Indonesia pada Meet The Makers 11. Sungguh menjadi perhatian kita bersama, teknik-teknik yang dipergunakan terbilang jarang dan patut dipertahankan. Sejarah mencatat bahwa banyak teknik pembuatan gerabah yang sudah punah. Tetapi, teknik miring yang masih ada tetap perlu dijaga.  Ceruk pasar Gerabah Bayat ini sangat luas, tak hanya di dalam negeri, tetapi sudah merambah mancanegara. Contohnya ke Australia, Belanda, Belgia, Perancis, Jepang, bahkan Argentina.

Perpaduan warna Gerabah Bayat yang cantik
Foto: Dok. Pribadi
Hal unik lainnya yang masih dipertahankan adalah dari segi pewarnaan. Gerabah Bayat-Pagerjurang tidak menggunakan pewarna dari zat kimia. Tetapi menggunakan pewarna alami dari tanah merah. Pun gerabah itu dibiarkan alami atau natural dengan warna kecokelatan. Itu melihat sifat fisik tanah sesaat usai terakota (pembakaran). Warna yang ada dibuat justru dari pengasapan atau reduksi.

Batik Marenggo-Empat Puluh Kali Pencelupan

Jangan salah, batik Indonesia tak sekadar nama. Melalui tangan terampil Nuri Ningsih Hidayati, Pohon Marenggo naik kelas. Pohon Marenggo menginspirasi Nuri menjadi salah satu bahan pewarna alami untuk batik yang diproduksinya. Jebolan STSI Yogyakarta Jurusan Batik  (Tekstil) ini, meyakini bahwa alam memberikan sesuatu yang lebih, tinggal bagaimana cara kita memanfaatkan dengan bijak tanpa berlebihan.

Batik Marenggo dengan pewarna alami. Meski terlihat kuno tapi tetap dicari
Foto: Dok. Pribadi
Nuri sebagai salah satu generasi pembuat batik sekaligus desainer batik dari Jogotirto Berbah, Sleman Yogyakarta. Dia begitu detail mengolah warna-warna cantik untuk brand  Batik Marenggo  miliknya.

“Saya belajar batik dari salah satu buku batik yang sudah tua dan kuno. Buku itu adanya di perpustakaan kampus. Begitu juga untuk pewarnaan. Buku-bukunya pun sudah tua dan mulai robek. Untuk warna-warna batik Marenggo ini, saya mengambil dari warna alam, seperti daun Marenggo, kulit Manggis, kulit Rambutan,” tuturnya pada saya saat bertemu di Meet The Maker 11 Alun Alun Grand Indonesia.

Tak dapat disangkal, batik dengan pewarnaan alam ini selintas ketika saya berkunjung ke Alun Alun tempat Nuri menggelar produknya, terkesan jadul. Berbeda dengan warna sintetis yang kelihatan lebih kinclong dan mentereng. Warna-warna batiknya di dominasi warna cokelat, biru pudar, cokelat bata menuju kemerahan. Tetapi, kombinasinya cantik, nuansa hitam dan putih yang ada pada motif dan latar. Di kulik lebih jauh, ternyata pewarnaan itu menggunakan kulit kayu Mahoni, kayu Tinggi, kayu Jambal, dan bahan alami lainnya.

Ketika saya coba untuk membaui, memang sangat berbeda dengan warna sintetis. Bau dari warna sintetis begitu keras menyengat bercampur bau kain. Akan tetapi, bau pewarna alami dari Marenggo ini sungguh lembut menuju wangi. Hal lainnya, meski kainnya kain Mori, tetapi hasilnya sungguh luar biasa. Lembut di tangan dan terasa halus saat disentuh.

Generasi muda bertalenta ini terus berusaha mengembangkan batik-batiknya hingga ke pelosok daerah. Produksi batiknya pun di pajang di Alun Alun Grand Indonesia dalam helatan Meet The Maker 11. Dia memberi nama Marenggo, karena pohon tersebut banyak tumbuh di daerahnya. Ditambah lagi, bule-bule yang datang ke daerahnya itu suka sekali dengan warna kuning pohon Marenggo. Penggunaan nama Marenggo itu baru diberikannya sekitar tahun 2015 lalu.

Ketekunan dan kesabaran Nuri dalam menemukan bahan pewarna alami perlu proses. Tidak serta merta hadir begitu saja. Kesabaran dan ketekunan itu sebagai hal yang memang tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Bayangkan saja, menurutnya untuk mendapatkan motif batik dengan beragam kombinasi, contohnya cokelat tua, cokelat muda, dan hitam, itu perlu empat puluh kali pencelupan melalui bahan warna alami dan fiksasi. Dapat kita bayangkan bukan, betapa sulit dan butuh perjuangan hanya untuk mendapatkan motif-motif warna tertentu.

Jangan heran kalau harga satu lembar kain batik ini dapat dibanderol mencapai harga  2,5 juta rupiah. Bukan soal nilai atau harganya, tetapi kita menghargai bagaimana proses pengetahuan dan proses belajar yang tidak sebentar, melakukan eksperimen berkali-kali, sehingga dihasilkan warna yang diinginkan itu tidaklah gampang.

Ulangan demi ulangan warna dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Pencelupan warna pun tidak sebentar. Motif-motif sebagai kerangka atau klowongan  yang lebih besar biasanya relatif bertahan lebih lama dan utuh hingga batik dapat diselesaikan.

Pun begitu juga dengan malam (lilin batik). Malam yang bagus pastinya akan melindungi konsistensi motif hingga pewarnaan batik selesai. Memang, banyak faktor yang membuat batik dengan warna alam lembar demi lembarnya berbeda dari batik warna sintetis. Meski sama-sama diwarnai dengan kulit Manggis atau kulit Rambutan, asal tumbuhan, umur, dan jenisnya yang berbeda akan membuat warna batik alam yang dihasilkan pun berbeda dan sulit untuk sama antara satu dengan yang lain.
Empat puluh kali pencelupan menghasilkan warna yang diinginkan
Foto: Dok. Pribadi
Kini Nuri masih terus berjibaku mendesain dan membuat batik. Dengan Tagline Natural Dye’s Batik yang dibuatnya itu semakin mengokohkan dirinya untuk bersaing di pasar nasional bahkan internasional melalui batik dengan warna dasar alam.

Lurik Lawe “PAGARI”  Meet The Makers 11

Siapa yang tak kenal kain lurik Yogyakarta ini? Ya, Lurik.  Di bawah bendera “LAWE” Lurik naik kelas. Bukan kelas abal-abal dalam wastra Indonesia, tetapi naik kelas internasional. LAWE social enterprise yang berdiri pada 2004 atas kecintaan Fitria Werdiningsih untuk kain tradisional.

Lurik LAWE dalam kreativitas Fitria
Foto: Dok. Pribadi
Fitria menyadari, bahwa tantangan kain tradisional daerah itu rata-rata hampir sama. Ada keterbatasan ketika akan memasarkan produk yang mereka punyai. Selain itu, seolah tidak sanggup untuk berkompetisi dengan kain-kain modern yang jumlahnya bejibun dari hasil industri tekstil. Produk yang dihasilkan pun terbatas pada lembaran kain.  

Meet The Makers 11, menjadi ajang untuk Fitria dan teman-temannya unjuk gigi. Bahwa kain tradisional mampu bersaing. Alun Alun Grand Indonesia memberi tempat untuk dirinya memperlihatkan hasil-hasil olahan lurik khas Yogyakarta ini. Ada dompet, tas, gantungan kunci, bahkan boneka-boneka hewan yang cantik pun mampu dikreasikan dari kain lurik LAWE.

Kain Tenun Lurik
Foto: Dok. Pribadi
Asal kata Lurik adalah Lorek atau Rik, dalam bahasa Jawa memiliki arti garis. Garis-garis lurus itu seperti pagar yang menjadi ciri kain tersebut. Itu pun memiliki makna sebagai satu nilai kesederhanaan hidup. Bergulirnya waktu, lurik Fitria menjadi lambang sosial “kawulo alit” atau pribumi masa lalu. Lurik ini sebagai perwakilan identitas orang biasa atau orang yang sederhana dalam kehidupannya. Lurik tak lepas dari sejarah bangsa Indonesia. Ada bukti yang mencatat mengenai lurik, yaitu di prasasti tinggalan kerajaan Mataram pada 851—882 Masehi, juga beragam wujud penggunaan lurik di arca-arca dan relief candi yang berada dan tersebar di Jawa. Lurik tak sekadar barang dagangan. Ada nilai seni dan sejarah terwujud di dalamnya. Nilai itu  adalah kesederhanaan, kesabaran, dan keluhuran.

Hewan-hewan lucu dari kain Tenun Lurik, kreativitas Fitria dkk
Foto: Dok. Pribadi
Melalui tangan Fitria lurik tetap ada. Dari Pak Agus Tomaha, Effan, Novita, Sonya, dan Irma kain kulit kayu mendunia. Melalui Nuri, Marenggo tak melongo’. Dari Meet The Makers 11 mereka semua ada. Kita tunggu penerus-penerusnya.