Thursday, April 27, 2017

Belajar Dari Sapu Lidi

Ga tau ya, buat saya masa-masa kecil itu masa paling indah dan penuh warna. Bayangin aja, saya bisa main sepuas-puasnya tanpa teriakan bapak dan ibu. Pergi ke sungai berenang dan mancing  ikan. Eh, dulu waktu SD saya sudah bisa berenang lho. Ke padang rumput  yang lumayan luas cari  belalang, terus belalangnya diikat benang (menyiksa ini namanya), ya masih kecil ga ngerti dosa. Belalangnya diikat benang terus disuruh terbang.
Selain itu, saya juga biasa ikat kaki ayam pakai tali raffia. Tetapi yang jelas ikatannya tidak terlalu kencang. Masih bisa dilonggarin dan dilepas juga ikatan di kaki ayam itu. Ayamnya diikat, terus talinya ditambatin sama salah satu pohon yang ada di sekitaran kandang ayam di rumah.

Sapu lidi ini penuh kenangan dan pelajaran berharga untuk saya
Foto: Dok. https://www.inspirasi.co
Kadang-kadang juga saya pergi sama teman-teman jerat burung di antara pepohonan tak jauh dari rumah. Cara jeratnya pakai sangkar burung yang dibuat dari bambu. Lantas, di dalam sangkarnya diberi makanan dalam wadah bening, seperti biji-bijian. Pintu sangkar burungnya diikat sama tali di dua sisi. Sisi yang untuk membuka pintu, dan sisi yang untuk menutup pintu.

Selain umpan biji-bijian, kadang dimasukin pula burung hidup untuk memancing burung lainnya datang ke sangkar yang sudah diberi umpan burung dan biji-bijian. Dan, usaha untuk menangkap burung ini selalu berhasil. Burung tangkapannya dipiara di rumah sama salah satu teman saya.

Nah, di sekolah pun saya termasuk orang yang paling banyak  teman. Soalnya dibilang sama teman-teman saya jarang berkelahi atau ribut dan suka menolong (ciee ciee…). Guru-guru pun senang dengan saya. Kata beberapa guru, saya anak yang ramah, sopan, dan suka menolong, itu kata guru saya lho yaa…

Biasanya, sebulan sekali di sekolah itu membuat sapu lidi. Nah, sapu lidi yang dibuat secara berkelompok. Masing-masing  kelompok isinya ada lima anak. Di satu kelas ada  30 anak. Jadi dibuat sebanyak 6 kelompok. Dan ada enam gepok sapu lidi yang lumayan gede-gede ikatannya.

Memang pas juga kali ya disuruh buat sapu lidi, soalnya diminta sama guru pelajaran keterampilan. Di masing-masing kelompok tadi setiap anak diwajibkan membawa daun kelapa yang masih ada lidinya sekitar satu ikat penuh. Ya, kira-kira diameter 30 cm. Lumayan banyak juga yah.

Kalau tinggal di kampung, Alhamdulillah apa saja ada. Semua tidak pernah beli. Tinggal minta sama tetangga. Kurang ini itu juga bisa metik di jalanan, hahaha… ini kenyataan lho teman-teman yang saya hadapi sendiri.

Nah, selesailah sapu lidi yang sudah disiangi dari daunnya itu dan jadi satu ikat penuh dari kelompok saya. Kelompok yang lain pun demikian. Guru keterampilan minta ke setiap kelompok untuk menyerahkan  sapu lidi yang sudah jadi ke kelompok saya. Saya diminta untuk mengantarkan sapu lidi tersebut ke salah satu rumah seorang guru.

Jam pulang sekolah sudah tiba saatnya, bergegas saya untuk siap-siap pulang dan mengantarkan sapu lidi ke rumah salah seorang guru bersama dua orang teman saya. Biasalah ya anak-anak SD, kalau mau pulang bawaannya bercanda melulu. Nah, teman-teman saya yang tidak kebagian tugas mengantarkan itu sapu lidi, masih bercengkerama dengan saya selama perjalanan pulang, termasuk dua teman saya yang mengiringi dari belakang.

Saya juga memang suka bercanda dengan sesama teman. Ya, jadinya semakin tambah seru aja candaannya. Nah, selama bercanda ini terkadang saya menoleh ke belakang sembari ngakak-ngakak dengerin cerita teman-teman saya. Susah ya kalau urat ketawa udah putus, ada hal lucu  sedikit ngakak.

Saya masih belum sadar aja tuh, masih aja terus bercanda dan ketawa puas. Teman-teman saya juga ga sadar. Genggaman enam gepok sapu lidi masih di tangan saya. Tanpa ba bi bu… jebuuurrr… saya tak sadar, di depan jalan saya itu ada genangan air dalam lubang setinggi setengah badan.

Teman-teman yang tahu kalau ada genangan, mereka segera menyingkir. Nah ini saya, yang asyik ngakak tapi ga lihat jalan, kejebur dengan badan penuh lumpur. Teman-teman justru balik menertawakan saya. Di situ muka merah dan malu ga ketulungan. Soalnya, genangan itu di jalan raya yang banyak dilalui kendaraan. Duh muka saya mau ditaruh di mana saat itu.

Mau tidak mau saya kan malu, sapu lidi yang enam gepok saya serahkan ke salah satu teman saya untuk diantar ke rumah guru. Sementara, saya buru-buru pulang dan mandi. Ngakak-ngakak juga saya sampai rumah cerita ke ibu. Ibu saya berpesan, “Di jalan, apalagi di jalan raya, jangan pernah bercanda yang macam-macam. Waspada lihat jalan, antisipasi bahaya dan jangan lengah”. Sapu lidi kejebur got atau apalah namanya itu, masih mengiang sampai sekarang di benak saya. Jadi, kalau ada yang bawa sapu lidi atau yang jual sapu lidi, saya langsung relate ke masa kecil dulu. Hahaha…


#ODOP6

Dari Masak, Asbak Tanah Liat, hingga Peta Bubur Kertas

Zaman sekolah dulu namanya ada salah satu mata pelajaran PKK saat di SD, terus  di SMP namanya Keterampilan Jasa. Cerita-cerita zaman SD ini banyak banget yang sampai sekarang masih saya ingat. Waktu itu dibentuk lima kelompok, masing-masing beranggotakan 7 orang. Nah, yang guru PKK minta waktu itu buat masakan rumahan. Padahal masih SD lho ya. Ya, tingkatan kelasnya sudah kelas enam sih, jadi sudah bisa berpikirlah  sedikit banyak.

Gulai nangka
Foto: Dok. http://www.tnp.sg/
Ribet banget ya pas zaman SD itu kalau buat kelompok dan dijadiin satu kelompok. Apalagi kalau teman sebelah ga ngomong-ngomong sama kita. Ditambah lagi teman yang satu kelompok tak bertegur sapa. Kacau kan ya. Tapi beda sama kelompok saya. Justru di kelompok ini anak-anaknya pada bawel, termasuk saya (ha ha ha… ngaku).

Jadi, saat guru PKK minta kasih tugas  buat masakan rumah untuk dinilai, pada kebingungan lah kelompok saya. Kelompok saya itu kebagian sayur gulai nangka sama ikan kembung sambal. Ha hah ha… jujur deh ya, pada zaman SD harga-harga masih pada murah banget. Nangka tidak beli, melainkan ambil di kebun teman, kelapa pun begitu tinggal metik. Nah, cabe, dan teman-temannya tinggal kolekan dari rumah masing-masing.
Ha ha ha… masih lucu aja ngebayanginnya hingga sekarang. Betapa tidak, masih SD disuruh masak. 

Ya, dulu ga pake blender, semua serba diulek. Yang tak biasa ngulek, panas-panas deh tangan. Teman yang ngulek cabe berkali-kali basuh tangan pakai air. Namun, saya ingat ucapan ibu saya, “Kalau nanti kamu ngulek cabe, ga usah takut panas tangannya, olesin minyak goreng yang dikasih garam, diemin sebentar, nanti juga hilang panasnya”.

Nah, itu saya praktikkan dan memang benar, tangan saya tak berasa panas. Sama ketika teman saya ngupas bawang merah, matanya perih dan seperti orang nangis yang ga ketulungan. Tetap saja, ketika basuh muka, perihnya bawang merah maish nempel di matanya. Tak terbayangkan kan perihnya bawang merah. Hahaha… makanya ada cerita bawang merah dan bawang putih. Ternyata, memang ya bawang merah itu kejaaam…!

Ahaa… ibu saya juga kasih tips untuk menghindari perih saat mengupas bawang merah. Jadi, ketika mengupas bawang merah biar tidak perih, letakkan garam di samping kita saat mengupas. Sesekali lihat ke garam jika habis mengupas. Daaaan… kejadian bener, mata saya tak perih tuh. Saya ga tahu, logika dan berpikir  ilmiahnya seperti apa.

Mana sempetlah yah mikir ilmiahnya kala itu. Terpenting, ulekan bumbu dapur kelar dan mata, tangan, bebas dari dera siksa bawang merah dan ulekan cabe. Goreng ikan juga masalah. Maklumlah ya anak-anak SD, pokoknya main lempar aja tuh ikan ke dalam wajan. Minyak belum panas ikan sudah dimasukkan, alhasil itu ikan garing ga, bonyok iya.

Sambal ikan kembung
Foto: Dok. http://kulinesia.web.id/
Terpenting, “siksaan” guru kelar hari itu untuk disajikan  pas jam makan siang pelajaran PKK. Denger pelajarannya juga ngakak-ngakak sendiri. PKK? Halah! Itu kepanjangannya Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Baru tahu kan kepanjangannnya PKK waktu zaman saya sekolah itu sekarang? Hahah… Pelajaran tua banget menurut saya.

Kelarlah masak pada hari itu. Ga tau dari soal rasa. Terpenting ada rasa asin, santap saja. Masakan ala-ala anak SD zaman dulu ya apa aja dimasukin. Nangka dipotong pun kadang ga ada seni-seninya motong sayuran. Suka-suka. Ada yang besar, ada yang kecil, bentuk ga beraturan. Eeh… guru-guru yang icip-icip ternyata pada nambah. Hahaha…

Masak udah selesai, selang dua minggu kemudian guru PKK-nya minta murid-murid untuk buat apa saja yang berbau tanah liat. Secara saya tinggal di kampung, ya cari tanah liat ga begitu sulit. Yang sulit ketika tanah liat banyak  campuran pasirnya. Pas ngolahnya tangan berasa perih.

Kalau ini saya suka buat yang simpel tapi dipakai banyak orang. Ya kepikiran asbak rokok. Padahal sebelumnya mau buat vas bunga, lah kok jadi asbak. Asbak rokok dulu kan ada yang terbuat dari kaleng, bentuknya segitiga dan dibuat beragam warna. Ada merah, biru, kuning, juga ungu.

Sudah saja, dianggap asbak dari kaleng aluminium itu cetakan, maunya yang simpel dan mudah, tanah liat yang sudah diolah tadi dimasukkan ke dalam asbak rokok itu. Tunggu sampai kering, baru dikeluarkan. Tapiiiii… apa yang terjadi? Hahahaha… asbak rokok dari tanah litany tidak mau lepas alias lengket. Sudah ngolah capek-capek, untuk dapetin tanah liatnya memang tidak sulit, tapi gali ke dalam lapisan tanah yang lumayan dalam sekitar dua meter itu butuh tenaga. Nyangkul lagi!

Asbak tanah liat
Foto: Dok. https://lh4.googleusercontent.com
Muter otak juga akhirnya untuk bagaimana mengeluarkan itu asbak biar tidak pecah. Masa iya, asbak cetakannya digunting?! Kan ga lucu, mana itu asbak boleh minjem sama tetangga. Alhasil, siram air. Agak silly juga sih pikiran saya saat itu. Sudah ga mau mikir terserah saja apa yang terjadi saat disiram air. Yaaaah… itu tanah liat retak-retak karena kering dan berasa panas, tiba-tiba disiram air.

Ya sudah, berantakin saja sekalian alias gagal total. Yah, akhirnya minta Koran bekas sama tetangga. Kertas Koran yang sudah tidak dipakai direndam semalaman, sebelumnya dirobek-robek dulu. Terus dikasih sedikit garam biar cepat hancur. Nah, jadi deh bubur kertas. Diperas airnya, lantas dimasak sama kanji.

Peta timbul bubur kertas
Foto: Dok. https://lh4.googleusercontent.com
Saya buat peta Sumatera yang sudah digambar di atas tripleks. Bubur kertas yang sudah dimasak tadi ditempelin ke tripleks sesuai bentuk peta yang digambar. Kemudian dijemur, setelah kering dicat. Catnya bisa pakai cat air atau cat minyak untuk menyesuaikan gambar peta tersebut.

Yaaa… jadi deh hasil kerja kreatif muter otak sehari.

#ODOP 5


Wednesday, April 26, 2017

Gaji Pertama Penuh Pesona

Dulu, zaman-zamannya masih sekolah (SMA dan Kuliah) kalau ngelihat orang kerja, dalam hati bicara, “Kapan ya bisa seperti mereka, kerja, dapat uang, terus uangnya buat nikah, buat ini, buat itu, de el el lah pokoknya”. Terbersit juga kalau sudah kerja, pengen nabung buat beli kendaraan.

Bukan berapa besar yang saya terima tetapi perjuangan di balik ini
Foto: Dok. http://i.imgur.com/B7n3lAX.png
Kuliah rasanya lama banget jalani. Padahal tak pernah berpikir untuk kuliah atau nyambung sekolah lagi. Tamat SMA maunya langsung kerja. Akan tetapi Allah SWT memberi jalan berbeda. Mau tidak mau harus mengenyam yang namanya bangku kuliah. Ucapan yang pantas, Alhamdulillah wa syukurillah. Karena di luaran sana masih banyak yang mengidam-idamkan ngenyam kuliah, tapi terbentur dana.

Selama kuliah pun saya tak mau diam. Sana-sini cari tambahan. Ada lowongan jadi asisten dosen, saya coba ikut. Dan Alhamdulillah sih ya diterima. Waktu itu honornya per asistensi… (tutup muka, bungkam mulut ah nyebutinnya), ha ha ha… ngakak-ngakak kalau ingat honornya.

Tak berhenti sampai di situ, ngelamar-ngelamar juga ke bimbingan belajar yang ada di sekitaran Depok dan Jakarta. Alhamdulillah diterima juga untuk ngajar sesuai bidang studi. Waktu itu ngajarnya private dan kadang gantiin di kelas. Lumayan juga honor yang diterima. Boleh dibilang lebih “manusiawi”.

Untuk memperoleh ini semua, saya benar-benar butuh perjuangan yang lumayan panjang dan berat. Harus berbagi waktu antara kuliah dan mengajar privat dan kelas. Terkadang, kalau ada praktikum kuliah yang menyita waktu hingga berjam-jam, di situ udah mulai cemas. Cemasnya mikir begini, “Kelar jam berapa nih praktikum?” Padahal praktikum hanya satu SKS, tapiiiiiii lamanya bisa empat hingga lima jam sendiri.

Habis dari praktikum langsung cabut ngajar. Ngajarnya alhamdulillahnya tak jauh-jauh amat. Namun, Depok di tahun 1994 sudah macet. Macetnya memang tak separah sekarang. Ya, tetap was-was juga kalau-kalau telat sampai tempat ngajar.

Hidup saya dari satu tempat ngajar ke tempat ngajar lainnya, hahaha. Maklumlah anak kuliah yang merantau, pastinya uang tak tiap hari ada di kantong. Saya harus mutar otak untuk tetap bertahan di kota besar semacam Jakarta ini. Ngajarnya terkadang di luar bidang dari saya kuliah.

Mantap juga ditawari untuk ngajar orang-orang PLN, waktu itu ngajar Fisika. Saya bisa saya ambil. Ada yang minta privat Matematika pun begitu, sekiranya saya bisa dan mampu saya ambil. Bukan manfaatkan kesempatan, tapi rezeki itu jalannya memang berbeda-beda.

Nah, sebelum selesai kuliah, saya ikut salah satu Tim Ekspedisi Kementerian Kesehatan RI yang waktu zamannya saya itu dijabat oleh Bapak Farid Anfasa Moeloek. Proyek ini saya ambil berkaitan dengan bidang saya, Biologi. Padahal waktu itu, saya mau maju untuk seminar penelitian. Saya tunda untuk waktu yang tidak terlalu lama, hanya dua minggu.

Nah, di Proyek bersama Depkes ini saya dan tim diundang ke istana negara untuk diresmikan keberangkatan oleh Presiden B.J. Habibie kala itu. Di sana, bertemu pula dengan beberapa senior-senior dan Pak Menteri. Ya, bersyukur ternyata Pak Menterinya orang yang juga jadi dosen di Fakultas Kedokteran tempat saya juga kuliah.

Kami berbincang dan tukar nomor kontak. Akhirnya, diberangkatkanlah proyek Eskpedisi Biota Medika ini oleh Pak Menteri Kesehatan, Menteri Kesejahteraan Rakyat, dan Presiden B.J. Habibie.

Saya dan beberapa orang mendapat tempat di pedalaman Jambi untuk melihat etnobotani, tanaman obat yang dipakai oleh Suku Anak Dalam (SAD) untuk menyembuhkan mereka. Melalui jejaring salah satu LSM di Jambi, saya mulai berpetualang masuk hutan keluar hutan Jambi.

Dari pertemuan saya dengan salah satu LSM di Jambi inilah saya “dilirik” oleh Direktur Eksekutifnya. Padahal saat itu saya belum lagi selesai kuliah. Memang sih, sudah semester akhir. Hingga proyek di pedalaman hutan Jambi bersama jejaring LSM di sana selesai, tukar-tukaran nomor kontaklah saya.

Saya “dipinang” oleh mereka untuk bergabung di LSM tersebut menjadi Analis Konservasi Biologi. Waaaw, saya pikir! Ini kesempatan yang tidak boleh saya sia-siakan. Kalau saya kerja di Jambi, artinya saya balik ke kampung halaman. Tetapi, kerjanya memang di kabupaten. Waktu itu tepatnya di Kabupaten Sarolangun Bangko, sebelum dipecah menjadi kabupaten sendiri-sendiri.

Sebelumnya saya pulang dulu ke Jakarta setelah proyek Depkes selesai untuk melanjutkan sidang seminar hasil penelitian saya. Alhasil, seminar hasil penelitian saya diterima, artinya saya berhak maju sidang. Maju sidang saya itu masih ingat sekali, bulan puasa, sekitar Januari tahun 1999.

Selama disidang Alhamdulillah juga lancar jaya. Harap-harap cemas menunggu nilai hasil sidang, ada yang bilang “B gendut” “A minus”, dan sebagainya. Saya tak penting nilai, tetapi bagaimana saya bisa segera lulus dan bekerja tanpa jadi beban orang tua lagi.
Ya, pengumuman nilai diberikan, Alhamdulillah, nilai A yang keluar. Senang, plong, dann beban hidup saya berkurang satu.

Selang 10 hari pasca sidang skripsi, surat panggilan kerja dari LSM di Jambi itu datang. Saya bingung, mereka minta surat keterangan lulus sementara. Ya, seumur-umur kan baru kali ini mengurus ini itu. Tanya ini itu ke sana ke marilah saya akhirnya. Bersyukur Alhamdulillah, saya minta surat keterangan lulus sementara ke bagian akademik bisa keluar cepat begitu pula transkrip nilai sementara.

Saat itu masih zamannya fax-fax-an ya teman. Jadi, saya harus ke warnet untuk nge-fax itu surat-surat yang dibutuhkan. Jadi, saya hanya  istirahat sepuluh hari saja setelah lulus kuliah dan akhirnya bekerja.

Nah, di kesempatan bekerja itu tidak saya sia-siakan. Beruntungnya saya, LSM itu didanai oleh salah satu grup musik dunia yang concern dengan indigenous people. Saya bertemu langsung dengan peneliti Suku Anak Dalam yang juga ahli Eko Antropolgi, Dr. Oyvind Sanbuk yang notabenenya orang Norwegia dan sepuluh tahun lebih meneliti SAD di Jambi, sampai paham dan bisa bahasa SAD.

Di LSM ini, saya masuk hutan keluar hutan untuk mencari kira-kira tanaman yang biasa digunakan SAD untuk makanan dan juga obat-obatan. Nah, setiap tanggal 28 di akhir bulan, saya dan teman-teman menunggu sesuatu yang sudah jadi hak sebagai pekerja. Gaji, ya gaji! Saya digaji bukan dalam rupiah, tapi dikonversi dalam dolar. Saya terima sekitar 80 dolar di zaman krisis ekonomi tahun 1999 tersebut.

Dolar yang sempat gila-gilaan saat krisis ekonomi di Indonesia
Foto: Dok. http://listcrown.com/wp-content/uploads/

Alhamdulillah banget. Gaji pertama itu saya masih banget, beli keripik pisang sepuluh kantong. Kenapa keripik pisang? Ya, keripik pisang itu sebagai makanan dan camilan favorit bapak saya di rumah. Pulang ke rumah  dari Kabupaten Sarolangun Bangko sekitar 5 jam perjalanan. Biasanya dua minggu sekali pulang dengan menggunakan Mobil Help. Tiba di rumah sekitar pukul 8 malam. 


Keripik pisang ini dibeli dari gaji pertama saya
Foto: Dok. https://doingbusinessinindonesia.files.wordpress.com
Ya, bapak dan ibu saya, saya pulang saja sudah sangat senang, apalagi saya bawakan makanan yang sangat sederhana itu dari gaji pertama saya, bukan main senangnya. Terlebih lagi saya, dengan hati berbuncah, finally  I could give my parents snack from my first salary. Bersyukur! 

Suzuki IGNIS One Stop Vehicle Entertaining

Debutnya dimulai dari ajang eksibisi mobil  paling punya pengaruh di Indonesia, Suzuki sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) di Indonesia, hadir membawa nuansa baru untuk dunia mobil di negeri ini. Dimensi mobil Suzuki IGNIS berkonsep Crossover ini hadir relatif kecil untuk ukuran  di kelasnya. Meski begitu, tidak mustahil IGNIS akan sangat banyak mencuri perhatian penggemar di kelasnya.

Ibu Helen Representative Officer Suzuki IGNIS
Foto: Dok.Pribadi
Sebenarnya, dari negara tempatnya bermula, IGNIS merupakan pengganti dari Suzuki Cultus.  Sebelumnya pernah hadir sekitar 2008-2009 dan di 2016 mobil tersebut muncul dengan crossover kecil. Berbahan bakar bensin, meski kecil IGNIS dimuati mesin 1250 cc, dan tenaganya mampu menggapai di 89 Horse Power (HP). Sedangkan  torsinya sendiri berada di angka 118 nm. Selain  itu ditambah pula sistem transmisi 5 percepatan. Alhasil, ini membuat IGNIS punya ketangguhan berlari  dibilang cukup baik.

Salah satu varian warna SuzukI IGNIS Midnight Black Pearl
Foto: Dok. Pribadi
Kalau kita perhatian  ada 2 pilihan untuk pergerakannya, 4WD untuk varian paling tinggi. Sementara, varian standar penggerak 2WD. Suplai bahan bakar menggunakan MPFI (injeksi). Itu artinya, bahan bakar dapat dikontrol. Dari sisi kemudi yang menggunakan rack & pinion pastinya akan membuat kita sangat dapat menikmati serunya berkendara yang enak, baik, dan nyaman. Nah, tubuhnya yang boleh dibilang kecil, akan dapat membuat mobil ini mampu berlari dengan baik.


Varian warna Suzuki IGNIS Tinsel Blue Pearl Metallic
Foto: Dok. Pribadi
Suzuki IGNIS dibuat sebagai “Urban SUV” kenapa? Ya, karena beragam kekompakan yang terdapat di dalamnya memperlihatkan kemudahan dan kenyamanan interior yang dikemas melalui eksterior stylish. Mobil dengan harga di bawah 200 juta ini punya fitur  unggulan, berupa sistem rem ABS. Tetapi, di tipe tertentu belum ada sensor untuk parkir, mungkin agak menyulitkan ketika parkir, apalagi kalau tukang parkir tidak ada.

Varian warna Suzuki IGNIS Arctic White Pearl
Foto: Dok. Pribadi
IGNIS sudah menggunakan Dual Airbags. Fitur ini sangat menolong ketika ada benturan ke mobil. Suzuki IGNIS punya dimensi 3.700 x 1.690 x 1.595 mm. Artinya, dengan dimensi sebesar itu, IGNIS menjadi mobil Crossover yang terkecil di jual di Indonesia. Akan tetapi, jangan memandang kecil dari luar, ketika saya masuk ke dalam mobil tersebut, justru terasa lebar, dan tidak ada rasa sempit sama sekali. Pastinya Suzuki punya alasan, yaitu dari penataan ruang yang sangat baik, sehingga membuat ruang-ruang di dalamnya terasa masih longgar.


Mas Emir Reza Isnafi Strategic Planning Department Corporate Public Relation  (4W)
Foto: Dok. Pribadi
 Tubuh bagian depan IGNIS terlihat gagah. Grill dan aksen krom ada di sekitar lampu depan memberi kesan yang elegan dan sejalan dengan bumper. Bumpernya terlihat ada racikan sporty. Tampilan lampu kabut terlihat dengan desain membulat.

Untuk  bannya sendiri berprofil 175/65 R15, membuat IGNIS tampil lebih bergaya dan tetap memberikan kenyamanan saat berkendara di permukaan yang tak rata.

Struktur body Total Effective Control Technology untuk mendukung keselamatan dan platform baru HEARTECH, ini seperti struktur baru high-rigid underbody dengan material high-tensile steel yang memungkinkan IGNIS andal digunakan untuk jalanan offroad.

Untuk mendukung mobilitas dengan gaya hidup perkotaan, IGNIS memiliki material body ringan. Desain aerodinamis dikedepankan. Hal itu untuk memberi efisiensi bahan bakar agar lebih baik ketika melaju dengan kecepatan stabil (konstan). IGNIS punya air intake dengan tinggi 700 mm yang mampu membelah banjir di musim hujan.

Suzuki IGNIS tampak gagah dari depan
Foto: Dok. Pribadi
Bagaimana dengan mesinnya? Mesin IGNIS memiliki tipe K12M berkonfigurasi 4 silinder segaris, DOHC, VVT. Oleh karenanya sangat andal digunakan untuk melihat performa begitu pula dengan bahan bakarnya terbaik di kelasnya. Konsumsi bahan bakar IGNIS mencapai 23,64 km/liter transmisi manual saat dilakukan drive test olehBT2MP-BPPT dan 23,44 km/liter untuk transmisi AGS.

Mari kita bedel satu per satu untuk Suzuki IGNIS dari sisi eksterior. Desain stylish modern dengan dukungan lampu LED projector & Daytime Running Light (tipe GX). Dibenamkan lampu kabut dengan krom. Dengan lampu LED membuat usia pakai lebih awet. Teknologi LED memaksimalkan pandangan pengendara ke depan, karenanya memberi rasa aman saat berkendara di malam hari. Termasuk juga bagian high moutn stop lampnya.

Ada kekuatan karakter pada SUV Suzuki IGNIS melalui kotak-kotak kecil di bagian grill. Fender Garnish sisi kanan-kiri mobil dan pilar c dibenamkan slit-like design seperti membuat mobil bergerak cepat pada saat diam. Roof rail juga dipasang untuk tipe GX dengan tetap memperhatikan keindahan dan efisiensi berkat material aluminium.

Bagian belakangnya pun terkesan tangguh dengan tarikan garis. Ada flare fender dan rear bumnper garnish yang melintang horizontal berwarna hitam. Beberapa pilihan warnanya  Silky Silver, Arctic Whiter Pearl, Midnight Black Pearl, Uptown Red Pearl, Tinsel Blue Pearl Metallic, dan Glistering Grey Metalic. 

Sementara itu untuk tipe GX tersedia tujuh pilihan warna, Silky Silver, Midnight Black Pearl, Arctic Whiter Pearl, Glistering Grey Metalic, Dualtone Uptown Red Pearl  & Midnight Black Pearl, Dualtone Tinsel Blue Pearl & Midnight Black Pearl, dan Dualtone  Tinsel Blue Pearl  dan Arctic Whiter Pearl.

Interiornya sangat futuristik. Warna pada doortrim juga disesuaikan dengan bagian eksterior, serta konsol tengah. Jok untuk pengendara dan penumpang depan dibaut sporty  model bucket seat, tetapi mewah dengan head rest yang ketinggiannya bisa disetel.

Dapur kendali Suzuki IGNIS
Foto: Dok. Pribadi
Bagaimana dengan lingkar kemudi? Di lingkar kemudi ada tombol untuk Multi Information Display (MID), audio yang bisa terkoneksi dengan ponsel untuk menerima maupun menolak panggilan telepon. Sudut kemudi pun begitu, dapat disetel untuk menaikkan kenyamanan.
Pengendara bisa mengetahui tingkat kenyamanan berkendara karena dipantau melalui meter cluster. Hal ini akan mempermudah mendapatkan informasi mengenai baterai aki, immobilizier,  power steering, ABS, hand brake, oil indocator, RPM meter, speedometer, safety belt, juga airbag.

Lampu LED untuk membantu pengemudi di malam hari
Foto: Dok. Pribadi
Head unit dipisah dari dashboard. Ini dapat mengakses radio dan pemutar CD atau USB berformat MP3/WMA. Ada pula Bluetooth (Tipe GX). Suhu kabin dapat disetel dengan desain unik yang dibuat seperti terpisah pula dengan dashboard. Semua tombol tekan ditampilkan secara digital.

Fitur Keyless Entry (tipe GX) memudahkan akses ke kabin. Pemilik bisa menyimpan atau meletakkan di kantong juga tas, selama jarak kunci tidak jauh dari 80 cm dari mobil. Kita juga tak perlu memasukkan anak kunci, tekan tombol START/STOP pada dashboard untuk mengaktifkan atau mematikan mesin. Suzuki IGNIS masih nyaman dikendarai untuk 5 orang.

Saat saya merasakan  sensasi berkendara, tidak terasa sempit sama sekali. Hentakkan kaki-kaki tidak berasa, begitu pula saat mengerem. Rem terasa halus dan tidak berbunyi derit.  Mesin Suzuki IGNIS sangat ramah lingkungan dan efisien untuk bahan bakar. Materialnya terbuat dari aluminium dengan 83 ps pada 6.000 rpm dan torsi 113 Nm pada 4.200 rpm. Performanya saat dikerahkan ke penggerak roda depan sehingga tetap memberikan ketenangan berkendara.

Transmisinya mengakomodir pengendara yang meminta efisiensi bahan bakar dengan pilihan transmisi manual lima percepatan. Pengendara yang ingin praktis ada pilihan perpindahan AGS. Transmisi memungkinkan pengendara dapat mudah melaju  di padatnya arus lalu lintas tanpa mengesampingkan performa  ketika dioperasikan secara  manual saat meminta akselerasi.

Fungsi-fungsi utilitas dan ergonomis dihadirkan IGNIS, seperti mampu memuat barang banyak di bagian depan melalui glove box, center console tray, dan dua cup holder. Ada juga rear console cup holder. Di bagian pintu depan ada ruang untuk menyelipkan bahan bacaan dan botol minum. Pintu kiri-kanan belakang juga ada tempat botol. Front seat back pocket ada di bagian punggung  jok penumpang belakang.

Barang-barang yang dimuat di bagian belakang sangat akomodatif. Dari 276 liter saat jok diberdirikan. Saat dibaringkan jok belakang, konfigurasi 60:40, diperkirakan 469 liter.  Dengan jok belakang dilipat total keseluruhan mencapai 947 liter.

Akses barang tak merepotkan juga dengan tinggi pintu bagian bawah ke tanah hanya 740 mm. Bibir pintu bagasi punya tinggi 715 mm lebar 995 mm. Dalam kabin, barang bisa ditumpuk hingga 950 mm dan lebar 1.160 mm. Panjang barang masuk mencapai 1.280 mm.


Test DriveSuzuki IGNIS salah satu varian warna Uptown Red Pearl 
Foto: Dok. Pribad
Sistem keamanan menggunakan anti lock  braking system dan electronic brakeforce distribution (ABS dan EBD). Ada pula brake assist (BA).  Dengan dibenamkannya fitur ini akan membuat  pengemudi merasa aman dan nyaman ketika terjadi pengereman mendadak atau normal. Sorotan  lampu LED dapat disetel  secara manual  yang disesuaikan dengan jarak pandang pengendara, karenanya berkendara terasa nyaman di malam hari.

Sementara, sabuk pengaman telah dilengkapi dengan fitur pretensioner & force limiter. 
Penumpang di depan pun tak perlu khawatir untuk keselamatan, karena sudah disisipkan pula Dual SRS Airbag. Kemudi dengan power steering akan memudahkan pergerakan. Pengemudi dapat leluasa bermain maneuver saat menyetir dengan tingkat presisi setir yang sangat tinggi.

Nah, untuk keluarga yang baru punya bayi, pastinya tidak akan kesulitan menggunakan child seat, karena Suzuki IGNIS punya standar untuk mengamankan bayi melalui ISOFIX di jok bagian belakang penumpang. Fitur immobilizer menjadikan Suzuki IGNIS mengecilkan kemungkinan terjadinya pencurian pada mobil, karena anak kunci punya sinyal sendiri. Artinya, tak dapat dihidupkan tanpa ada kunci asli.

Bagaimana dengan suspensinya? Ya, IGNIS memberikan nuansa aman, nyaman, dan tidak khawatir dengan penumpang lima orang, baik kecil maupun besar. Suspensi depan MAcPherson Strut dengan Coil Spring dan belakang berupa Torsion Beam dengan Coil Spring pula.

Foto bareng MACAN (Mama-Mama Cantik) usai Blogger Gathering Suzuki
The A Team
Foto: Dok. Pribadi
Jadi, pilih aku atau dia? Ya tetap pilih Suzuki IGNIS donk!


#GearToIgnite #SuzukiIgnis # UrbanSUV

Tuesday, April 25, 2017

Tips Merawat Kendaraan ala Mobil123.com & Pertamina


Kendaraan, baik motor maupun  mobil sudah sewajarnya mendapat perlakuan  khusus. Cek dan ricek semuanya yang menempel di kendaraan menjadi keharusan. Ya, bayangkan saja, misalnya bepergian tanpa mengecek kondisi kendaraan sebelumnya, tiba-tiba terjadi sesuatu (tak ingin dan tak berharap pastinya), yang repot pastinya si pengendara, dalam hal ini kita sendiri.


Perawatan kendaraan itu sangat penting
Foto: Dok. https://apnigaripakistan.files.wordpress.com 
Hal tersebut sama seperti badan kita yang akan dipakai lama. Oleh karenanya, perlu multivitamin, menjaga kesehatan, rajin checkup ke dokter, dan tentunya menerapkan pola hidup sehat. Tidak bisa tidak, kendaraan pun sama seperti tuannya. Kita sebagai pemilik kendaraan jangan hanya tahunya naik saja, tanpa tahu sakitnya kendaraan yang kita punyai seperti apa. Minimal, kita bisa menjadi “dokter” untuk kendaraan kita sebelum masuk UGD dadakan.

Nah, berkenaan dengan hal ini, pada hari Selasa (25/04/2017) bertempat di The Hook Senopati, bersama  www.mobil123.com Portal Otomotif No.1 di Indonesia dan PERTAMINA, saya kembali diajak untuk mencari tahu cara-cara merawat kendaraan seperti semudah kita senyum. Pada dasarnya merawat kendaraan itu mudah. Mudahnya di mana? Ada kuncinya, yaitu RAJIN! Rajin ini banyak hal tentunya. Rajin mengecek kondisi kendaraan sendiri, rajin baca tips merawat kendaraan, rajin pula untuk mengecek ke bengkel apabila kondisi kendaraan mendekati (ke)-(dan) sudah benar-benar parah.

Pada kesempatan ini, Mas Indra Prabowo  selaku Managing Editor Mobil123 dalam sambutannya mengatakan, bahwa kendaraan itu menjadi penting dan sebagi penyambung kaki. Dan merawatnya pun semudah senyum kita.

Indra Prabowo, Managing Editor Mobil123.com
Foto: Dok. Pribadi
Nah, kendaraan-kendaraan yang kita punya mesti dijaga kenyamanannya. Apalagi kalau kendaraan tersebut sering dibawa pergi perjalanan jauh, tentunya perlu perawatan yang tak asal. Kendaraan juga menjadi cermin si pemiliknya. Jadi, kendaraan-kendaraan yang kita miliki jangan asal banyak, tetapi pikirkan cara maintain yang baik dan benar.

Intan Prionggo,Humas Pertaminalub
Foto: Dok. Pribadi
Ibu Intan Prionggo selaku Perwakilan Humas Pertamina (Pertaminalub) juga mengatakan, “Kendaraan-kendaraan itu perlu dijaga dari kerusakan. Keamaan dan kenyamanan berkendara penting. Ketahui pula cara-cara merawatnya”.

Bapak Agung Prabowo (kanan) Perwakilan Pertamina dalam paparannya
Foto: Dok. Pribadi
Sementara itu, Bapak Agung Prabowo perwakilan dari Pertamina dalam paparannya menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan  dalam merawat kendaraan, baik mobil maupun motor. Nah, untuk merawat mobil beliau memberikan beberapa tips sebagai berikut:

1.    Ketersediaan toolkit
Perlu mengecek kelengkapan dan kondisi setiap minggu. Hal itu untuk memastikan mobil siap pakai. Kita harus meletakkan kit dalam satu box khusus agar tidak terpisah-pisah. Ketika dibutuhkan ada dan mudah ditemui serta dapat langsung digunakan.

2.    Perhatikan kondisi jok mobil
Saat membuka kaca jendela mobil jika terlalu sering, itu akan menyebabkan jok mobil berdebu. Karenanya, vacuum cleaner sangat diperlukan untuk  membantu membersihkan debu yang menempel, ini untuk hal-hal ringan saja sifatnya.

3.    Kebersihan body mobil
Memang ya, tubuh mobil itu bagian yang sangat mudah dilihat dan dikenali kondisinya. Tetapi, jika kita lengah, bisa saja tiba-tiba didapati garis-garis pada mobil atau goresan tanpa sadar muncul.

4.    Kebersihan kaca mobil
Pemilik mobil biasanya akan merasa bahwa setelah mobil dibersihkan atau dicuci, otomatis kaca akan kering sendiri atau tercuci dengan sendirinya, tidak! Itu sangat tidak sederhana. Kotoran yang “nyelip” di sudut bingkai kaca, di bagian yang cukup tersembunyi berpotensi membuat kaca buram atau kusam. Bahkan  bisa juga menggores.

5.    Pastikan fungsi lampu mobil
Lampu depan, belakang, indikator, dan juga lampu kabin, wajib dioperasikan dalam kondisi yang baik. Dan itu semua harus  dihidupkan untuk tahu, apakah berfungsi atau tidak. Karena lampu-lampu itu membantu kita dan pengendara lain untuk tetap berada dalam kondisi aman.

6.    Cek oli mesin

Cek oli mesin itu penting
Foto: Dok. http://www.samarins.com/
Oli mesin harus diperhatikan dan perlu perhatian khusus. Meski ada rentang pemakaian, tetapi rutinitas memeriksa oli sangat disarankan.

7.    Cek air radiator
Hampir sama seperti mengecek oli, air di radiator menjadi satu item yang harus dipastikan  eksistensinya. Apakah mengalami kebocoran atau tidak. Efek dari air radiator yang bocor akan berakibat pada mesin.

8.    Cek kondisi aki
Aki punya peran penting  untuk kelistrikan mobil. Apapun yang berhubungan dengan bagian elektronik, utamanya akan bergantung dengan aki. Memeriksa rutin aki dapat dilakukan dengan memeriksa level indikator yang tertera.

9.    Ban serep
Ban cadangan harus juga diperiksa kondisinya. Ban cadangan penting ada di mobil. Dengan keberadaan ban serep ini berate  kita siap menghadapi kondisi yang tidak terduga, seperti ban bocor di tengah jalan tengah malam, atau di tempat yang tidak ada tambal ban.
Bagaimana dengan motor? Pak Agung pu memberikan beberapa tips jitu untuk merawat motor yang kita miliki. Apa saja tipsnya? Ini dia.

1.    Cek kondisi oli
Oli begitu pentingnya sebagai pelumas komponen mesin, untuk membersihkan kerak sisa pembakaran atau kotoran dari aus komponen itu sendiri. Apabila sudah berwarna hitam, oli harus segera diganti secara berkala. Pakailah rekomendasi pabrikan yang sudah disarankan.

2.    Cek kondisi aki
Tidak membiarkan aki lewat dari batas maksimum dan minimum. Tambahkan pada pagi hari dan jangan membiarkan aki lemah tidak segera diganti. Ada efek terhadap kelistrikan kendaraan yang kita punyai, khususnya motor-motor modern yang saat ini menggunakan teknologi injeksi yang menyebabkan pembakaran tidak sempurna alias minum bensin.

Nah, di kesempatan ini juga ada kehadiran seorang bikers wanita, Mba Iput Kusumonegoro yang tak lain anak dari Indro Warkop. Mba Iput punya tips juga ternyata untuk merawata kendaraan yang dimilikinya. Keluar langsung dari ucapan Mba Iput nih.

Iput Kusumonegoro, salah seorang biker wanita Indonesia
Foto: Dok. Pribadi
“Merawat kendaraan  itu seperti kita merawat pacar. Jadi perlu disayang-sayang, diperhatiin, dimanja-manja, jangan lupa dimandiin. Satu hal lainnya lagi,  jangan kasar kalo lagi dibawa nyetir. Maksudnya, kalau lagi nyetir kendaraan jangan kasar-kasar. Hal itu yang menyebabkan kendaraan  cepat rusak”.

Bapak Syahrudin (Paling kanan) Marketing Oil Pertamina
Foto: Dok. Pribadi
Hal yang paling penting dari semua ini adalah, bagaimana Pertaminalub menjaga kendaraan kita dengan oli-oli tangguh dan andal yang dimiliki Pertamina selama ini. Bapak Syahrudin sebagai perwakilan Marketing Oli Pertaminalub membeberkan, bahwa pada 2016 saja kapasitas produksi dari lube production cap 550.000 KL/Year, Grease production cap 3.000 MT/year, base oil production cap Group I 428.000 MT/th; Group II 20.000MT/th, VM production cap 15.000 MT/th, ISO certified facility (9000, 14000, 17025); base oil technology Group I shell hybrid; Group II SK Korea.

Beberapa varian oli Pertamina yang paling dicari
Foto: Dok. Pribadi
Market Coverage dari Pertaminalub meliputi Maket size 680.000 KL/year, total market share 56%; sedangkan produknya lebih dari 45 brands dengan teknologi terbaru untuk industrial dan retail market.

Penyebarannya berada di 7 area sales, 3 gudang skala nasional, 42 titik suplai, dan 160 distributor. Sedangkan dari sisi finasial, revenue Pertaminalun pada 2016 mencapai angkan 1100 million dolar.

Sarana dan Fasilitas yang dimiliki Pertaminalub pun sangat bagus, meliputi: Kilang Base Oil Group I dan II (Kilang Cilacap); Group III (Kilang Dumai). Di Lube Oil Blending Plant (LOBP) itu meliputi area Jakarta, Cilacap, Gresik, dan AMACO Thailand. Grease plant-nya merupakan Pabrik Gemuk yang berada di Jakarta.   

Selintas mengenai Kilang Pertamina, kilang merupakan tempat untuk mengolah minyak mentah menjadi produk BBM, non BBM dan Petrokimia, dan salah satunya adalah Lube Base yang di produksi di unit pengolahan Cilacap. LOBP sendiri adalah tempat untuk memproduksi pelumas. Dalam hal ini, Pertamina punya tiga lokasi Lube Oil Blending Plant, yaitu unit produksi pelumas Jakarta, Cilacap, dan Garut. Sementara itu, Grease plant sendiri merupakan  tempat untuk memproduksi gemuk atau grease. Berlokasi di Grease Plant Unit Produksi Pelumas Jakarta.

Nah, berkaitan dengan oli ini Pertamina mengeluarkan unit Oli  Enduro Matic G SAE 20W-40 API SL JASO MB. Enduro matic G dengan spesifikasi seperti yang disebutkan adalah pelumas yang didesain khusus untuk penggunaan sehari-hari di mesin sepeda motor dengan transmisi otomatis (CVT) seperti Yamaha (Mio, Aerox, N-Max), Honda (Vario, Beat, Scoopy, PCX), dan Suzuki (Adress dan NEX).

Apa sih keunggulan dari Enduro Matic ini? Ya, Pak Syahrudin menjelaskan bahwa keunggulannya dengan kualitas di atas genuine oil pada  umumnya dan harga lebih bersahabat. Bahan bakunya semi sintetik, berbau wangi, dan telah didesain untuk perlindungan terhadap keausan, konsumsi bahan bakar dan akselerasi yang sangat optimal. Adapula Pertamina Meditran SX BIO yang sangat ramah lingkungan.

Bagaimana dengan Fastron? Pertamina memang banyak mengeluarkan oli dengan beragam merek yang sudah disesuaika dengan fungsi mesin masing-masing. Fastron dengan NanoGuard Technology merupakan pelumas sintetik terkini yang berkualitas tinggi. Secara optimal mampu melindungi mesin dan memberikan performa serta akselerasi optimal.

Fastron memberikan sensasi berkendara seperti mengendarai kendaraan baru. Diakui pula bahwa secara kualitas oleh pabrikan kendaraan (OEM-Original Engine Manufacturer), seperti mobil Merci, BMW, Volvo, Porsche, Toyota, Daihatsu, Honda, Lamborghini, dan lainnya.

Hebatnya lagi, Fastron ini mendukung kerja mesin yang ramah lingkungan. Teknologi mesin terkini yang menggunakan exhaust after treatment devices. Karenanya lebih hemat bahan bakar.

Ada tipe Fastron Platinum Racing 10W-60. Dari sisi kekentalannya SAE 10 W-60, performance level API, SN,ACEA A3/B3/B4 dan Lamborghini meng-approve untuk ini. Selain itu, ultimate performance full synthetic  olil (PAO & Ester) yang khusus dikembangkan untuk Lamborghini Squadra Corsa, termasuk untuk mobil sport, motorsport, dan mobil racing.

Sementara itu, Fastron Platinum 0W-40 kekentalanna SAE 0W-40 dengan performance level-nya meliputi API SN/CF, ACEA A3/B3/B4, MB, 295.1, BMW LL-01, VW 505/501, Porsche A40. Ultimate performance-nya fully synthetic oil (PAO dan Esrer) diperuntukkan untuk mobil premium, mobil sport, dan juga mobil racing.

Ada pula Fastron Gold 5W-30 dengan kekentalan SAE5W-30 Performance level yang meliputi API SN/CF, ACEA A3/B3/B4, MB 229.51, BMW LL-04 Renault RN 0710/0700, VW 502 00/505 00, GM Dexos2, minyak sintetik dengan performa tinggi. Biasanya untuk mobil yang modern dengan teknologi mesin terkini, baik untuk buatan Amerika, Eropa, juga Asia.

Fastron Gold 5W-40, dengan kekentalan SAE 5W-40, performance levelnya meliputii API SN/CF, ACEA A3/B3/B4. MB 229.51, BMW LL-01, Renault Rn 0710/0700, VW 502 00/505 00, GM Dexos 2. Minyak sintetik dengan performa tinggi yang cocok untuk mobil modern mesin terkini, baik buatan Eropa, Amerika, dan juga Asia.

Ada pula Fastron Techno 10W-30, ini cocok untuk mobil buatan  Amerika, Eropa, juga Asia. Dapat digunakan untuk mesin hingga lima tahun ke depan dan menjadi minyak sintetik dan efisien bahan bakar yang lebih baik. Kalau untuk penggunaan sehari-hari lebih baik, karena bahan bakarnya jadi efisien.

Nah, bagaimana dengan Fastron Techno 10W-40? Kekentalan oli ini SAE 10W-40 sebagai minyak sintetik yang memiliki performa. Cocok untuk mobil-mobil buatan Amerika, Eropa, dan Asia. Untuk kendaraan baru dapat bertahan hingga 3 tahun. Tingakt performanya meliputi API SN/CF, ACEA A3/B3/B4, MB 229.51, BMW LL-01, Renault RN 0710/0700, VW 502 00/505 00, GM Dexos 2.

Nah, varian terakhir oli Fastron adalah Fastron Techno 15W-50 dengan kekentalan SAE 15W-50. Tingkatan performanya API SN dan cocok untuk mobil buatan Amerikam Eropa, dan Asia. Kalau digunakan untuk kendaraan sehari-hari, suara mesin jadi halus, dan untuk kendaraan dapat bertahan hingga 8 tahun.

Di sela-sela ini pula Pak Agung menjawab pertanyaan beberapa pertanyaan rekan-rekan blogger, seperti untuk motor semacam RX 70 dan Bebek 70, kira-kira Oli yang pas dipakai seperti apa. Beliau menegaskan bahwa oli yang cocok untuk motor tua itu seperti Mesran dengan jenis-jenis tertentu pula.

Keseruan Blogger Gathering bersama Mobil123.com dan Pertamina
Foto: Dok. Pribadi
Acara Blogger Gathering Mobil123 ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pengumuman pemenang doorprize.


Blogger Mba Yayat (kiri) mendapatkan action cam
Mas Zulfikar (tengah) mendapatkan helm
Mas Imawan Anshari (kanan) mendapatkan sarung tangan
Dalam Doorprize Blogger Gathering
Jadi, jangan tunggu lama-lama untuk merawat kendaraan yang kita punya.  


 Catatan Tambahan: 12 Tips Menjaga Sepeda Motor Agar Tetap Prima

Siapa sih yang tak mau menyimpan sepeda motornya agar tetap terlihat baru dan fit? Hal ini menjadi kecenderungan  umum untuk tidak merawat atau merawat sepeda motor Anda setelah beberapa bulan  atua beberapa tahun pembelian. Untuk menjaga motor agar tetap dalam kondisi baik, ada beberapa hal sederhana yang harus  dilakukan secara reguler. Perawatan sepeda motor yang penting untuk membantu Anda agar terus tersenyum untuk jangka waktu yang lama.

1. Periksa Ban Secara Reguler
Penting untuk memeriksa ban motor secara teratur. Perhatikan  secara menyeluruh kondisi motor dan tekanan udara sepeda motor Anda. Pastikan tekanan udara ban dipelihara pada tingkat yang memang direkomendasikan oleh produsen sepeda motor kita. Lakukan pengecekan ban kalau-kalau ada kemungkinan pemotongan dan goresan yang bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti ledakan ban. Jangan lupa cek ban motor setidaknya satu kali dalam sepekan. Juga periksa keseimbangan dan kesejajaran roda.

Alat pengukur tekanan ban
Untuk memeriksa tekanan Ban, Anda bisa menggunakan Aeoss Digital Tire Pressure Gauge yang sebenarnya merupakan gantungan kunci yang menampilkan tekanan gas pada motor dalam tampilan digital. Anda bisa membeli Aeoss Digital Tire Pressure Gauge dari Flipkart.

2. Periksa Minyak Mesin
Minyak mesin memainkan peranan penting dalam kelancaran pengoperasian dan perawatan motor Anda. Periksa secara teratur level oli mesin dan selalu tingkatkan level yang benar. Periksa kemungkinan kebocoran oli. Karena adanya deposit karbon, minyak akan menebal yang akan menciptakan hambatan dalam pergerakan internal mesin. Hal ini sangat penting untuk memahami bahwa menjalankan sepeda motor kita dengan minyak kotor tidak akan meningkatkan konsumsi bahan bakar, akan tapi justru mengurangi umur mesin secara drastis.

3. Bersihkan saringan udara
Kondisi berdebu di akhir-akhir ini bisa menyumbat filter dalam waktu yang sangat singkat - pastikan agar saringan udara tetap bersih. Selalu ganti saringan udara pada interval yang disarankan, juga tingkatkan frekuensi pembersihan pada kondisi yang sangat berdebu.

4. Penyesuaian Kopling
Kopling digunakan untuk mengganti roda gigi pada interval reguler selama perjalanan dan sangat sering digunakan. Kopling harus disesuaikan dengan benar dan harus memiliki jumlah permainan bebas yang benar. Jangan mengencangkan kopling Anda terlalu sering - kopling yang terlalu kencang akan menyebabkannya tergelincir tanpa ada notifikasi untuk kita. Hal itu akan menyebabkan kenaikan konsumsi bahan bakar. Jadi, pastikan kita memiliki penyesuaian kopling yang tepat.

5. Mesin
Mesin adalah jantung sepeda motor kita. Servis sepeda motor secara teratur dan menyetelnya agar putaran mesin tetap menyala seperti jarum jam, sehingga mengurangi tagihan bensin motor kita. Perhatian khusus, saat membersihkan karburator dan menjaga jarak katup. Ingatlah agar karburator tetap bersih. Untuk setiap 1500 kilometer yang kita tempuh, bersihkan ruang pelampung karburator serta bagian lainnya. Jangan lupakan busi yang sangat penting. Pastikan steker Spark kita bersih dan celahnya disetel dengan benar, jika tidak, ganti steker Spark karena ini adalah tautan paling penting dalam pembakaran mesin yang baik dan tepat.

Bersihkan busi secara teratur, sebaiknya setiap 750 kilometer dalam kasus sepeda motor dua tak dan untuk setiap 1.500 kilometer untuk sepeda motor empat tak. Sebagian besar, sepeda motor modern akhir-akhir ini membutuhkan choke untuk digunakan, untuk bekerja ketika musim dingin melanda. Menggunakan choke membantu memenuhi norma emisi dan juga persyaratan efisiensi bahan bakar.

6. Sistem Transmisi
Rantai motor Anda membutuhkan pelumasan biasa sekaligus pembersihan dan penyesuaian. Gunakan parafin untuk mencuci rantai. Gunakan selembar kain dan sikat lembut untuk menghilangkan kotoran yang telah terakumulasi dalam rantai. Jangan pernah menggunakan air untuk membersihkan rantai, karena bisa mengotori rantai. Setelah kotoran sudah dibersihkan sepenuhnya, dengan bantuan kuas dan parafin seka rantai dengan kain kering yang bersih.

Anda bisa menggunakan oli mesin bekas untuk melumasi rantai. Juga periksa apakah rantai motor Anda memiliki ayunan bebas sekitar 2 sampai 4 mm pada umumnya, mengujinya dengan menggerakkan rantai ke atas dan ke bawah dalam arah vertikal dengan bantuan jari. Ingatlah bahwa rantai sepeda motor Anda harus memiliki ketegangan yang tepat dan ayunan roda belakang yang bebas. Setiap variasi dalam ketegangan rantai tidak akan menggerakkan roda belakang dengan lancar saat motor bergerak. Dalam kasus ini, jika rantai sepeda motor kendur, pengiriman daya dari mesin ke roda tidak akan optimal, sehingga mengakibatkan hilangnya daya karena tergelincir. Membawa sepeda motor ke montir atau pusat servis dan menyetel rantai yang disesuaikan dengan spesifikasi pabrik adalah hal yang bijaksana untuk dilakukan.

Jangan pernah mencoba merombak RPM dengan kecepatan tinggi terus menerus, karena bisa merusak motor. Jangan pernah mencoba menggeser motor dari gigi kelima ke gigi pertama dengan sangat cepat. Hal itu akan berpotensi merusak cincin piston motor Anda.


7. Membersihkan permukaan
Sebelum Anda mulai membersihkan motor, pastikan unit saklar pengapiannya, H.T. Coil dan peredam benar-benar tertutup dengan menggunakan lembaran plastik. Selain itu, hindari motor terkena sinar matahari langsung. Cobalah memarkir sepeda motor di tempat yang teduh. Sering terpapar sinar matahari akan membuat kusam penampilan motor Anda.

Serat Fiber motor Anda harus selalu menggunakan kain MicroFibre (Kanebo) untuk membersihkannya. Kain Microfibre cukup murah dan tersedia dengan harga kurang dari Rp50 ribu.

8. Menjaga Aki
Aki sepeda motor perlu perawatan berkala untuk memastikan kehidupan yang panjang dan bebas masalah. Jika diperlukan, top-up aki dengan air suling. Periksa apakah ada kebocoran dari aki. Sepeda motor harus bersih dan bebas dari segala jenis kebocoran aki. Jika motor tidak digunakan dalam waktu lama, Anda harus memastikan baterai harus tetap terisi penuh.

9. Jaga Rem
Pastikan  untuk mengontrol kedua rem yang menahan ban dengan benar. Baik dalam hal rem menjadi terlalu ketat, atau terlalu longgar sangat berbahaya. Rem selalu disarankan untuk diperketat sesuai gaya dan kebutuhan pribadi pengendara motor. Ganti bantalan rem sepeda motor bagian depan jika suara melengking terdengar. Hal  ini juga bisa dikarenakan kekurangan minyak.

10. Check Fork Oil 
Ganti minyak garpu sepeda motor Anda untuk sekali dalam setiap 12.000 kilometer.

11. Check Sprockets
Check the Sprockets dan  replace bila diperlukan, batas keausan biasa untuk sprocket adalah 40.000 kilometres.

12. Riding Speed Try

Mempertahankan kecepatan berkendara 40 sampai 60 kilometer akan mengurangi konsumsi bahan bakar serta menjaga agar sepeda motor tetap sehat.

Semoga bermanfaat!

#mobil123
#pertaminalubricants