Tuesday, July 18, 2017

Traveling: Katalis Sempurna Kebahagiaan


Bepergian atau traveling itu buat saya menyenangkan, meskipun capek. Tetapi, kalau mau traveling atau trip ke satu tempat, saya tak sembarang pergi. Saya akan cari yang unik, rekomendasi orang-orang yang sudah pernah pergi ke tempat itu, atau ada aktivitas apa di bulan yang sudah saya tentukan untuk pergi ke tempat itu. Karena zaman semakin canggih, beragam informasi tentunya mudah saya dapatkan. Saya bisa berselancar ria dengan device untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyak tentang keunikan daerah tersebut.  Ya, sekali usap dengan jari, semua informasi plus gambar daerah tujuan traveling saya terlihat jelas.


Danau Beratan, Pura Ulun Danu, Bedugul-Bali
Foto: Dok. Pribadi
Saya termasuk orang yang mesti mempersiapkan segala sesuatunya jika hendak bepergian. Untuk apa? Itu sebagai bentuk antisipasi diri agar tidak repot di jalan atau malah merepotkan orang yang jalan bersama saya. Saya bukan tipe yang suka bikin repot orang kalau traveling. Oleh karena itu, traveling saya benar-benar menjadi traveling  bebas hambatan dan lancar jaya. Karena segala sesuatunya sudah saya persiapkan jauh-jauh hari.

Selama melakukan traveling, saya mencatat  hal yang dirasa unik dan penting dalam buku catatan perjalanan maupun di dalam device yang saya bawa. Tak ketinggalan tentunya kamera. Karena, traveling tanpa kamera seperti burung  patah sayap, keplek-keplek atau sengklek kalau orang Jawa bilang, alias ada yang kurang. Meski ada kamera dari telepon pintar saya, tetap saja, kamera DSLR tidak akan pernah lupa. Saat perlu motret cepat, telepon pintar saya yang akan bermain. Tetapi, ketika saya berada di satu daerah yang memungkinkan untuk banyak mengambil angle maupun gambar-gambar wide angle,  kamera DSLR saya yang akan saya keluarkan.

Dalam banyak hal, traveling itu sangat bagus dan mengasyikan, tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan mental, tak hanya jangka pendek tapi juga jangka panjang.  Entah itu traveling untuk berbisnis, traveling bersama keluarga dalam jangka lama, tentunya sedikit banyak kehidupan kita dilakukan di jalan.  Ya, traveling untuk saya pribadi akan membuat diri lebih bahagia, mampu membangkitkan rasa percaya diri, memberikan pengalaman dan kenangan baru, menjauhi diri sesaat dari rutinitas yang seakan tak pernah habis, dan tentunya juga,  memungkinkan saya bertemu orang-orang dari penjuru dunia.  

Saya senang ketika mendapatkan pengalaman dan wawasan baru, juga menantang batas-batas yang saya miliki. Traveling, bagi saya menjadi katalis sempurna untuk kebahagiaan, kenapa? Karena, hal ini memungkinkan saya mengalami keajaiban alam, budaya, dan beragam buatan manusia dan ciptaan Tuhan di seluruh dunia.  Pastinya, berada di negeri yang asing itu membuat saya harus keluar dari zona nyaman dan harus membangun kepercayaan diri yang kuat. Traveling juga sebagai sekolah terbaik yang saya peroleh. Belajar banyak tentang dunia di luar saya, terutama untuk diri sendiri.

Traveling itu membuat saya menjadi diri sendiri. Bagaimana tidak, ketika dihadapkan pada situasi yang tidak memungkinkan, mau tidak mau saya harus putar otak. Misalnya, ketika tak tahu arah jalan pulang yang notabenenya itu negeri asing dan baru pertama kali dikunjungi. Ya, alamat hotel tempat menginap, peta, uang, dan kemampuan bahasa harus saya keluarkan. “Malu bertanya, ga bisa pulang”. Ketika saya mampu mengatasi itu semua, di situlah kepercayaan diri timbul.

Traveling dengan rasa bahagia, mampu memberikan setrum  hebat kepada orang-orang di sekitar saya, terutama penduduk setempat. Ya, ketika senyum bahagia, sapaan ramah, orang-orang yang bertemu dengan saya mendapakan efek langsung. Ketika perjalanan saya menyusuri pedalaman hutan Sumatera, Bukit Tiga Puluh, Menjumpai Suku Anak Dalam, Suku Talang Mamak, maupun Melayu Tradisional, Orang-orang Lore, mereka sangat bahagia, ceria, dan ramah. Meski, mungkin sebagian dari mereka ada yang pernah mengalami hal-hal tak menyenangkan dalam hidupnya. Ketika senyuman dan sapaan akrab saya mendarat kepada mereka, hal-hal  tak menyenangkan yang pernah mereka alami itu, sirna.

Saat  saya ber-traveling-tentu akan jauh dari keluarga. Berada jauh dari orang-orang terdekat ketika saya biasa akrab, akan terasa ada yang berbeda. Di situlah, saya lebih bisa menghargai orang-orang terdekat saya, keluarga.

Traveling membuat saya banyak memperoleh teman baru.  Ternyata, pengalaman saya selama traveling memang berbeda saat di rumah. Ada banyak teman baru yang saya peroleh, dan jauh lebih mudah membuat teman baru di jalanan ketimbang di rumah.  Bertemu orang-orang baru yang bisa saya sapa secara ramah dan akrab, juga saya ajak ngobrol.  Traveling membuat peningkatan interaksi sosial yang saya miliki jauh lebih besar ketimbang berkumpul dengan orang-orang yang berpikiran picik.  Apalagi, ketika saya menjumpai dan bercakap-cakap dengan beragam orang dari kultur yang berbeda, hal itu sungguh sangat menarik untuk saya.  Otomatis, sedikit banyak saya dapat belajar juga dari mereka.

Traveling menjadi detoks saya dari media sosial.  Media sosial itu punya banyak impact untuk kita, asal bijak menggunakannya.  Bisa baik juga buruk.  Dengan traveling, sejenak saya membebaskan diri dari internet, gadget, maupun wifi. Tetapi, wi-fi memang sudah sangat umum, ada di mana-mana, karenanya akan sulit untuk di switch off.  Terkadang pun, ketika ponsel saya tersambung dengan wifi, di situlah saya secara tak sadar asyik sendiri dengan gadget, mau tidak mau sejenak memeriksa twitter, menelusuri lini masa facebook, terkadang periksa email masuk.  Lebih baik matikan segera.  Hal itu lebih membebaskan saya untuk traveling ke sana ke mari tanpa gangguan gadget.

Traveling membuat saya sangat menikmati waktu yang Tuhan beri. Ya, traveling itu memberikan saya ruang bernapas yang terkadang hilang dalam eksistensi sehari-hari yang biasa saya lakukan. Penting memanfaatkan kedamaian hidup dengan waktu yang Tuhan beri. Biarkan stress kita lepas. Kalau pun saya pergi dengan pasangan saya, di sinilah waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Kita, jangan pernah takut untuk traveling dan meminta izin dari perusahaan tempat kita bekerja, karena jatah cuti itu sudah jadi milik Anda.

Ada nilai-nilai pendidikan yang saya peroleh selama melakukan traveling. Ketika saya singgah ke Bali, saya pelajari kulinari Bali juga bahasa baru. Traveling yang saya lakukan itu sebagai cara baru menghadirkan hal-hal baru untuk diri saya dalam menambah pengetahuan dan pendidikan. Dengan traveling dan belajar sesuatu yang baru, membuat otak kita lebih aktif juga meningkatkan kebahagiaan diri terutama saat mempelajari sesuatu hal yang kita anggap menyenangkan.

Vitamin A dan D sebagai boost untuk traveling saya. Ketika bermain di pantai, 20 menit berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup untuk merasakan efek penuh vitamin D. Sinar matahari dan kehangatan itu membuat saya berada dalam lingkup kebahagiaan dan suasana hati jauh lebih baik. Efek ini terasa tatkala saya sudah mengakhiri traveling.  


Pantai Pandawa-Bali
Foto: Dok. Pribadi
Traveling itu membawa beragam cerita, baik aneh, lucu, terkadang serius. Dari traveling ini saya bisa cerita hal-hal tersebut dan tentunya membuat saya semakin menarik. Ketika kita menceritakan pengalaman traveling itu, orang-orang sedikit banyak akan mendekat dan ingin tahu. Membuat seseorang yang mendengar cerita kita tertawa, itu sebagai salah satu cara mudah untuk dapat langsung menumbuhkan harga diri. Jadi, jangan malu untuk berpegang pada kenangan traveling kita. Kamu sudah cukup traveling atau perlu traveling? Segera piknik!








Monday, July 17, 2017

Indulge Your Senses


Haute cuisine, sebagai cara penyajian makanan ala Perancis yang dapat dikatakan paling elegan sedunia. Cassis benar-benar menunjukkan keseriusannya dalam hal ini.

Cassis merupakan nama sebuah tempat bagi pencinta makanan Eropa, khususnya Perancis yang telah lama menjadi buah bibir di kalangan para elit. Berada di Jalan K. H. Mas Mansyur Kavling 24, Karet Jakarta Pusat.
Tempat initerbilang mewah dan elit. Setiap pengunjung yang datang akan betah dan merasa nyaman. Kursi-kursi dan meja disusun dalam jumlah yang bervariasi. Susunan kursi mulai dari berjumlah empat hingga enam belas besertasandaran bantal-bantal empuk. Desain interior ruangan begitu elegan dan mewah yang memikat mata melalui sentuhan tangan Yabu Pushellberg.


Kursi dan meja pun punya kelas
Foto: Dok. Pribadi
Cassis memberikan suasana sangat romantis layaknya fine dining di Paris. Saat kaki menjejak, pelayan menyambut hangat kedatangan saya. Suasana resto terlihat sempurna. Cassis menyulap dan menciptakan suasana yang sangat romantis untuk setiap pengunjung yang datang. Tata lampu dan dekorasi elegan itu menciptakan harmoni kedamaian.Karenanya, menunggu hidangan datang pun tidak terasa, tiba-tiba sudah tersaji di depan mata.


Kursi-Kursi yang mengagumkan
Foto: Dok. Pribadi
Mata bergeming memerhatikan keadaan keseluruhan ruangan. Ada satu bagian tempat duduk persis di depan jendela yang langsung berhadapan dengan jalan utama. Kita dapat “jajan” mata melihat keluar jendelajika memilih duduk di dekat bagian itu. Menurut pengamatan saya, ini merupakan restoran Perancis terbaik yang ada di ibukota. Tidak bermaksud melebih-lebihkan, pengaturan dan dekorasi terlihat canggihtetapi santai, modern, dan elegan. Layanannya pun efisien dan bijaksana.


Elegan di kelasnya
Foto: Dok. Pribadi
Resto ini selalu menggunakan bahan masakan segar setiap hari. Hidangan itu langsung diracik oleh Executive Chef kenamaan dari Perancis, yaitu Jerome Laurent. Dia lahir dan besar di Arles, Perancis dengan menyandang penghargaan ternama, One Michelin Star untuk restoran, Le Cilantro pada 2007. Dia juga salah satu anggota Maitre Cuisiner de France Association. Chef Jerome menyelesaikan pendidikan master  dalam bidang ilmu kuliner di Ecole Superieure de Cuisine Francaise Paris di Perancis.

Melalui racikan tangan Chef Jerome menjelma menu-menu mewah berkelas yang ringan di mulut. Green royal asparagus misalnya. Sebagai hidangan pembuka, makanan berbahan dasar asparagus ini sangat lembut di mulut. Siraman saus yang berasal dari jamur truffle ke dalamnya semakin menambah kelembutan cita rasa hidangan ini. “Menakjubkan,” seperti yang dikatakan Indri, Public Relation Manager Cassis.


Green Royal Asparagus as an appetizer
Foto: Dok. Pribadi
Restoran melalui layanan penuh dengan makanan lebih spesifik, khusus, dan berkelas, itulahCassis. Pelayan sangat terlatih dan menggunakan pakaian seragam. Chef yang sudah sangat profesional akan memberi sentuhan dan racikan masakan mahal tetapi layak untuk dinikmati. Restoran fine dining memiliki aturan tertentu yang harus diikuti oleh pengunjungnya. Konsep fine dining, belum akan mengeluarkan menu berikutnya apabila menu pertama yang dihidangkan belum habis. Hal itu untuk menjaga agar tamu tetap mendapatkan kehangatan makanan ketika disajikan.

Usai menikmati Green royal asparagus, sajian utama pun datang. Apa sajian utama Cassis yang dihidangkan untuk saya? Saya masih menerka-nerka. Ternyata, Seared black cod eggplant tart dengan saus snow peas. Pak Rudy,salah seorang senior di Cassis menyarankan kepada saya, untuk menikmati menu ini sebaiknya tidak dicoba satu per satu. Akan tetapi, ikan cod yang telah dipotong dipadu bersama sayuran. Rasanya? Terbayangkan kelezatan yang timbul dari perpaduan keduanya. Cita rasa ikan cod di lidah saya benar-benar empuk dan relatif ringan. Sayurannya lembut dan terasa kesegarannya. Sausnyacreamy, gurih, dan sangat enak. Di tangan Chef Jerome, menu ini menjadi juaranya.


Seared black cod eggplant tart with snow peas sauce
Foto: Dok. Pribadi
Tidak lama berselang saya dihadirkan hidangan penutup setelah tuntas dengan hidangan utama. Saya sempat memerhatikan secara detail hidangan itu. Apa yang saya pikirkan benar adanya, seperti salah satu buah yang dikaramel dan diberi es krim. Ya, dalam pelafalan yang membuat lidahsempat “berlipat” saya diberitahu oleh Chef Jeromenama hidangan penutup itu Caramelized apples mille feuilles.

Dalam tata sajiannya terdapat potongan buah apel yang dibuat persegi dengan aroma karamelapel manis. Oleh Chef Jerome, hidangan penutup ini dibuat empat lapisan yang terdiri atas dua komponen. Ada potongan kue mille feuille, genoise yang kaya dengan kayu manis serta rempah-rempah, elemen apel yang dipotong dadu kecil, karamel apel segar yang dimasak lembut tetapi tidah hancur dan tetap utuh.  Terdapat pula dua potong biskuit berbentuk persegi panjang di atas dan di bawahnya serta sabayon sebagai dasarnya. Rasanya, fantastis!


Caramelized apples mille feuilles
Foto: Dok. Pribadi
Cassis menawarkan masakan Perancis istimewa yang dapat menyenangkan selera Anda.  Dari hidangan pembuka yang menggoda, hingga hidangan penutup yang tidak tertahankan. Konsisten menyediakan kualitas makanan dengan cita rasa tertinggi.Setiap rupiah yang Anda keluarkan sangat sepadan dengan hidangan dan pelayanan terbaik yang diberikan resto ini.

Cassis
Jalan K. H. Mas Mansyur Kavling 24
Karet, Jakarta Pusat 10220
Telepon (021) 57941500

Sunday, July 16, 2017

Blogging: Membingkai Hobi Jadi Profesi


Apakah blog Anda mencatat seluruh aktivitas yang Anda lakukan? Memberikan ragam cerita tentang isu yang terjadi? Mungkin pula mengungkap produk fashion terbaru yang Anda bagikan untuk dunia atau lingkungan sekitar? Ya, blogging dapat menjadi salah satu hobi, membangun citra diri (branding), atau Anda ingin meletakkan seluruh resume Anda sehingga memperoleh pekerjaan sesuai dengan yang Anda harapkan.

Sesaat sebelum acara Blogging: Hobi dan Profesi dibuka oleh MC
Foto: Dok. Pribadi
Hari ini, Minggu (16/07/2017), saya berkesempatan mengikuti workshop mengenai blogging yang tak puas saya gali. Bertempat di Gedung Republika Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan. Kegiatan ini sebagai kolaborasi antara RepZoneID dengan Indonesian Social Blogpreneur yang didirikan oleh Ani Berta. Ani Berta yang pada kesempatan itu juga hadir sebagai pemateri.

Tetapi, sebelum acara dimulai, MC dari RepZoneID, Rei Saputro membuka acara, memperkenalkan siapa RepZoneID dan yang menggawanginya, berikut pemateri yang akan memberikan materi di hadapan sekitar 60 orang peserta. Selain itu, untuk melemaskan syaraf-syaraf otak terlebih dahulu, Rei melakukan ice breaking berupa permainan. Permainan yang dilakukan cukup unik dan lucu yang dilakukan secara berpasangan. Salah seorang meletakkan ujung jarinya di telapak tangan pasangannya, dan pasangan lainnya meletakkan ujung jarinya di telapak tangan pasangannya. Jadi, bersilangan.  Game itu diberi nama “Zena-Zeni”. Semua peserta dibuat terkekeh kekeh karena game itu tadi.

Selang beberapa menit kemudian setelah game (ice breaking) usai, MC kembali memperkenalkan Ketua Pelaksana acara Blogging RepZoneID x ISB, yaitu Mas Said. Mas Said membeberkan mengenai RepZoneID kepada peserta sebagai perkenalan awal. Berdasarkan penuturannya, “RepZoneID itu merupakan bentukan dari kelas sosial media Republika pada bulan November 2016. Republika membuat satu kegiatan dengan membentuk kelas sosmed yang dilakukan lebih kurang enam bulan. Dari kelas sosmed itu, mereka belajar tentang twitter, facebook, instagram, re-arrange promosi, iklan di facebook, dan sebagainya”. Ditambahkannya pula siapapun dapat bergabung menjadi anggota RepZoneID dengan menghubungi Mba Rahmi atau Mba Nadin.

Ani Berta, sebagai pembicara di Blogging: Hobi dan Profesi
Foto: Dok. Nely
Nah, akhirnya tiba pada sesi yang memang sudah saya tunggu, yaitu blogging. Dalam paparannya Ani Berta sampaikan, apa sebenarnya pengertian dari blog itu sendiri. Saya mendengarkan penuturan yang disampaikannya dan juga buat perbandingan dari sumber-sumber lain, hingga akhirnya memperoleh satu kesimpulan.  Blog atau bisa disingkat dengan web blog sebagai bentuk aplikasi web. Isinya berupa tulisan yang di-posting seseorang pada satu halaman web yang dimilikinya. Tulisan itu dimuat dalam susunan yang terbaru terlebih dahulu, biasanya yang lama sudah jauh ke bawah. Akan tetapi, tidak semua susunan blog seperti itu. Ada pula yang sebaliknya.

Blog ini sebelumnya sudah populer di Amerika pada 1994 yang dikenalkan oleh Justin Hall. Sementara, di Indonesia, baru mulai populer sekitar tahun 2004. Berdasarkan pengalaman Ani Berta, dirinya sempat menyampaikan bahwa, dia mulai ngeblog tahun 2008 di platform blogdetik. Waktu itu, dirinya menulis setelah selesai dari pekerjaan utamanya. Di blog yang ditulis pada 2008 itu, mulanya hanya berisi curhatan saja. Dia menuliskan tentang cerita kehidupan, tentang anaknya, tips di kantor seperti menghadapi customer juga tips saat menerima telepon dari customer. Untuk Anda yang mau tahu tentang curhatannya itu dapat membuka tulisannya di www.anny.blogdetik.com .

Ani—biasa disapa Teh Ani—juga menyampaikan bahwa, untuk membuat blog itu tidak harus kaku-kaku atau resmi. “Dalam buat blog tidak harus kaku atau resmi. Isinya seolah-olah kita sedang berinteraksi dengan pembaca. Akan tetapi, bahasa gaul atau alay dapat saja dipakai asal tidak berlebihan. Itu karena dapat merusak kata kunci di google dan tak sesuai KBBI”, ucapnya.

Sebenarnya, apa tujuan kita membuat blog? Ada beragam tujuan tentunya dari setiap orang ketika menjatuhkan pilihan membuat blog. Saya sendiri, membuat blog memang untuk have fun. Ada wadah yang bisa menampung tulisan saya dan tak terbuang percuma. Saya tidak pernah juga menyangka, dari tulisan-tulisan itu ternyata banyak ditaksir orang luar dan beberapa diterjemahkan dalam bahas asing (Inggris) sebagai insert e-magz yang mereka punyai.

Peserta Blogging: Hobi dan Profesi
Foto: Dok. RepZone
Sementara itu, tak jauh berbeda apa yang disampaikan Ani, bahwa tujuan membuat blog itu tak lain, menciptakan sejarah sendiri, menambah wawasan, juga mengembangkan hobi menulis. Nah, mengembangkan hobi menulis inilah yang sesungguhnya saya inginkan dari blog yang saya buat. Selain itu, bisa menjadi tempat curhat, sebagai bahan penulisan buku, memberitakan kepada media juga dunia tentang hal-hal yang kita peroleh, sebagai sumber penghasilan. Artinya, ketika blog kita di-maintain dengan baik bukan tak mustahil tawaran job datang silih berganti. Tempat promosi. Ya, Blog menjadi tempat promosi terbesar yang saya punya. Saya tak perlu keluar uang hanya untuk promosikan bahan-bahan atau jenis makanan tertentu ke publik. Dengan saya letakkan di blog dan share link blog, otomatis orang sedikit banyak akan tahu. Bisa juga sebagai tempat untuk kampanye politik. Ya, usahakan saja kampanye politik yang antimainstream.

Di sela-sela paparannya, Ani juga sempat bercerita.  Dia punya banyak teman yang masih muda, tetapi tak banyak yang punya blog. Mereka rata-rata bermain di sosmed. Ani memberikan saran untuk menuangkan tulisan ke dalam blog. Karena tulisan itu terekam di google search. Dia menyebutkan salah satu nama, Rosinta Gabriela. Rosinta diarahkan oleh Ani Berta untuk buat blog. Akhirnya, Rosinta pun membuat blog. Dari blog tersebut, Rosinta banyak ditawari job.

“Blog punya poin plus dan kekinian. Teks di dalam blog itu bagaimanapun sangat penting. Teks itu mencerminkan kemampuan pemilik blog utk  merepresentasikan kepribadian”, ucap lanjut Ani.

Saat menulis blog, setelah ditulis lantas dipublikasi, bukan sekadar publikasi atau share saja. Akan tetapi, Blogger itu harus rajin membaca, rajin ngobrol sama orang, rajin survei, rajin googling, dan buat perbandingan bacaan atau wacana. Pada 2012, Ani pernah datang ke Jakarta Fair dan melihat Booth-nya MRT. Di booth itu banyak yang ingin dia ditanyakan. Dia menulis di blog pun tak sekadar memuji, tapi kritik dan saran juga penting untuk tulisan di dalam blog. Dari kritik dan saran tentang MRT yang dia tuliskan di blognya itu, sekarang MRT dibangun. Artinya, dirinya sudah memiliki  progress dari tulisan tersebut. Ani pun diundang dan dimasukkan ke dalam jurnalis MRT Jakarta. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa.

Ani Berta punya hobi menulis sejak kelas empat SD dan menyukai pelajaran  mengarang. Dari itu, dia mulai menmbuhkan passion  di tulis menulis. Dia juga menyampaikan bahwa kita boleh saja curhat. Tetapi curhat itu harus dikelola, tak sekadar curhat. Bukan juga curhatan yang sangat private. Diolah untuk dikonsumsi publik. Cerita dikembangkan dan diberi solusi. Itu justru dapat  menjadi inspirasi dab curhatnya pun bisa bermanfaat untuk orang lain.

Selama ngeblog, dan dari ngeblog Ani Berta pun pernah menulis buku. Ada dua buku yang sudah dia buat dan diterbitkan. Artinya apa? Dari blog, tulisan-tulisan kita bisa diarsipkan dan dibuat berdasarkan kanal-kanal atau label. Seperti kanal Traveling, Beauty, Kesehatan, dan sebagainya. Blog yang kita punya juga sebagai media untuk pemberitaan. Media yang dapat meng-engage media lain dan tahu. Ani juga pernah menuliskan mengenai pajak seleb buzzer. Dia menuliskan pendapatnya di blog. Dan salah satu media tertarik dengan tulisan itu. Oleh karenanya, media tersebut mengambil dan mencantumkan hasil pendapat Ani dalam terbitannya.

Promosi berkelanjutan pun dapat dilakukan secara bebas di Blog. Selain gratis, kita juga tak perlu bayar iklan mahal-mahal. Kampanye Politik pun bisa dilakukan, terpenting tidak menimbulkan perdebatan berarti.


Aktivitas Blog
Apa sih sebenarnya yang dapat kita lakukan setelah punya blog? Apakah blognya didiamkan saja hingga dipenuhi “sarang labah-labah?” Atau dibiarkan hingga debu tebal menempel? Tentunya Anda tak ingin kan blog Anda kosong tanpa penghuni. Nah, aktivitas yang bisa kita lakukan itu banyak kalau mau digali lebih jauh. Misalnya, menulis artikel, opini, reportase, fiksi, juga nonfiksi. Kita juga dapat melakukan blogwalking ke blog orang lain: Blogwalking ini berupa  “jalan-jalan ke blog-blog orang lain (dan memang disarankan), setelah Anda berkunjung tinggalkan komentar di kolom komentar blog orang tersebut.  Apa manfaatnya? Blogwalking atau BW ini sebagai booster (keyword) link kita yang ditinggal di blog teman. Nah, kalau kita sudah meninggalkan komentar, sebaiknya blog yang diberi komentar melakukan hal serupa ke blog yang memberi komentar itu tadi.  Di sinilah Brand juga akan melihat dari komentar dalam blog seseorang. Brand akan senang jika dalam blog itu ada banyak komentar. Artinya, blog itu ada interaksi (rame) dan hidup.

Mencari referensi untuk menulis pun dapat dilakukan melalui blog. Referensi sebaiknya baca dari buku, buku yang benar-benar sesuai standar. Dapat juga dengan wawancara narasumber. Misal, Anda ingin me-review gadget atau parenting, wawancara narasumber yang berkompeten di bidangnya itu sangat penting. Atau setidaknya Anda dapat meminta nomor kontak narasumber dan bisa janjian atau kirim email. Dengan wawancara narsum, semua data dapat lebih akurat.  Kalau Anda tak kuat dalam tulisan, tetapi punya kelebihan lain, misal membuat video, lakukan juga hal itu. Orang dikarunia beragam talenta, kelebihan dan kekurangan. Penguasaan teks yang kurang dapat disiasati dengan membuat  video, juga musik, atau animasi. Kalau tiba waktunya, Anda dapat melakukan Optimasi SEO. SEO memang perlu waktu khusus untuk dipelajari.


Platform Blog
Anda tak perlu bingung atau pusing mencari platform blog. Kini banyak bertebaran platfoprm blog gratisan juga berbayar. Blogspot, wordpress, blogetik, thumbler,  itu termasuk blog-blog gratisan yang dapat Anda pakai. Jika Anda ingin punya domain sendiri, otomatis Anda harus menyiapkan sejumlah uang untuk membayar domain tersebut, alias domain berbayar dalam sebuah platform.

Nah, kalau mau punya blog, tentunya untuk menulis mesti punya keterampilan juga dong ya. Ya bisa mengoperasikan komputer itu yang wajib, punya email yang aktif dan sering dipakai, perlu pula prepare dengan foto, tulisan, juga video yang nantinya akan di-unggah ke blog Anda sebagai penambah konten. Terpenting lagi, harus terhubung dengan internet dan mesti lancar.

Selanjunya, untuk Anda yang mau membuat blog harus membuat email terlebih dahulu di google. Anda dapat membukanya melalui browser yang tersedia, baik dari Mozilla, Internet Explorer, Chrome, atau Opera. Kemudian masukkan link: http://gmail.com dan  arahkan kursor mouse ke menu new. Selanjutnya isi bio data yang tersedia. Setelah selesai, klik tombol next step, selanjutnya klik continue to gmail. Email beres!



Pemred Republika Irfan Junaidi dalam sambutannya
Foto: Dok. RepZone
Di saat sebelum memasuki materi kedua, Pemred Republikan Irfan Junaidi hadir di tengah-tengah peserta. “Sejak tahun lalu, Republika sudah memberikan tempat untuk orang-orang yang ingin bergabung di dunia medsos. Media massa dan medsos itu tumbuh bersama. RepZone ini menjadi salah satu bagian dari Republika. Republika memberikan support atas hadir dan berjalannya RepZone. Dengan kehadiran RepZone ini pula diharapkan, komunitas yang ada mampu menjaga konten-konten yang berkualitas dan positif”, urainya.

Ani Berta masih menyambung paparannya di sesi kedua berupa Memulai dan Menggali Peluang dari Menulis Blog. Nah, seperti paparan pertamanya, tujuan dari menulis blog itu antara lain ditambahkannya dalam sesi kedua, yaitu Merekam dan berbagi informasi.  Banyak informasi dan opportunity (peluang) sebenarnya dari kita membuat blog. Seperti penceritaan kisahnya pada 2012 ikut banyak lomba blog.

“Ikut lomba itu tidak semata-mata untuk menang, tapi nambah jam terbang. Blog bisa dioptimasikan. Kita bisa membantu mahasiswa untuk membuat tesis bahkan juga untuk bantu branding diri sendiri. Blog dapat dijadikan tempat untuk mengekspresikan saat kondisi tubuh atau jiwa sedang tidak “on”. Akan tetapi, kalimat-kalimatnya diolah.
Selain itu sebagai Refreshing healing (penyembuhan). Ketika Anda resah dan menuliskan keresahan itu di dalam blog, itu bisa jadi healing atau penyembuhan tersendiri. Contohnya, ada salah seorang blogger yang semasa hidupnya menderita cancer. Tetapi dengan semangat juang tinggi, blogger tersebut tetap menulis, meski dilakukannya secara berbaring. Blogger tersebut banyak memperoleh kunjungan beberapa orang dari beberapa negara. Kenapa? Karena tulisan di blognya mampu mengikat siapa saja yang membaca, meski waktu berkata lain dan blogger tersebut meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.Tulisan-tulisannya sangat menginspirasi pembaca. Dari blog juga banyak membuka peluang.  

Bagaimana dengan material artikel blog? Kesulitankah Anda ketika mencari material penulisan untuk mengisi blog Anda? Sebenarnya, kalau mau mengulik bahan artikel itu banyak banget. Coba lihat lingkungan sekitar Anda, itu bisa jadi bahan tulisan. Atau ketika Anda bepergian dan menemui sesuatu di sana, itu juga bisa jadi bahan tulisan di blog Anda. Nah, tak perlu jauh-jauh, pengalaman pribadi Anda ikut Blogging: Hobi dan Profesi pun bisa Anda jadikan bahan tulisan, termasuk juga penelitian ilmiah.

Jadi, apapun yang Anda lakukan, semua bisa dibuat sebagai material artikel untuk mengisi blog Anda. So, jangan pernah bilang, “Buntu nih ga ada materi lagi yang bisa dituliskan”. Kita adalah orang-orang yang berada di tempat kreatif. Jadi, berpikir “sedikit” kreatif untuk mengisi konten blog itu keharusan. Terus, setelah punya blog, blognya diisi dengan materi, apa mau didiamkan saja lagi? Tentunya tidak, kan ya?

Nah, ada hal-hal penting yang harus Anda lakukan tatkala blog Anda sudah jalan. Menurut Ani Berta, update rutin dengan membuat jadwal posting minimal seminggu sekali. Kemudian, dari hasil tulisan di blog itu tadi, di share di medsos yang dimiliki seperti G+, facebook, twitter, juga IG. Jangan lupa juga, investasi untuk gambar atau foto, video, maupun desainnya. Kalau punya waktu dan sepertinya sih  memang harus ya, hadiri workshop, talkshow atau event yang relate dengan blog yang dimiliki.

Blogger itu mesti banyak membaca lho ya. Blogger itu sama dengan penulis. Banyak ternyata ditemukan penulis yang tak suka membaca, terkadang malah terjebak dalam opininya sendiri. Terlihat berbeda memang, ketika blogger atau seorang penulis itu rajin  membaca, tentunya akan memiliki sudut pandang luas dan tidak akan pernah kehilangan kata-kata. Selain itu, perlu juga networking (kerjasama). Jadi, meski Anda sibuk memegang gadget, tetap yang namanya networking itu dinomorsatukan. Di sinilah pentingnya bertukar kartu nama. Karena, kita tidak tahu, kartu nama itu dapat menjadi pembuka pintu rezeki atau pembuka jalan kita untuk beroleh rezeki lebih.  

Menulis itu membuat perubahan lho. Bagaimana tidak, salah satunya yang mampu memengaruhi dan membuat perubahan itu adalah Anne Frank juga Kartini. Dari tulisan-tulisan mereka mampu menggerakkan mata dunia untuk berani berubah. Anne Frank ini seorang diaris kelahiran Jerman, merupakan korban Holocaust Yahudi yang paling banyak dibicarakan. Dia mendapatkan ketenaran secara anumerta setelah terbitnya The Diary of a Young Girl (awalnya Het Achterhuis; Inggris: The Secret Annex). Anne mendokumentasikan hidupnya yang bersembunyi dari tahun 1942—1944. Selama pendudukan Jerman di Belanda pada Perang Dunia II. Ini adalah salah satu buku yang paling banyak dikenal di dunia dan telah menjadi dasar untuk beberapa drama dan film. Dari drama kehidupan Anne Frank itu, dia mampu membuka seluruh mata dunia dan sebagai sumber inspirasi banyak orang, begitu pula Kartini.

Dari Ngeblog, bisa masuk ke dalam lini mana saja, seperti menjadi copy writer, content writer, juga book writer. Dari niat dan kemauan kuat ada jalan. Jangan pernah idealism Anda terbeli dengan hal-hal yang dapat merusak reputasi Anda. Kalau Anda sudah memiliki dan memilih satu relung (niche) perdalam relung itu, gali, dan perbanyak.  

Memulai dari yang Anda sukai itu jauh lebih baik ketimbang Anda memaksakan kehendak tetapi hasilnya buruk. Kalau Anda hobi nonton film, bisa saja Anda review filmnya, begitu pula kalau suka baca buku, atau suka makan. Anda bisa memulai dari yang paling Anda gandrungi. Blog Anda pun bisa dijadikan tempat menulis cerita pendek yang ingin Anda buat, esai, prosa, puisi dan bisa juga mengolah buku diary untuk dimasukkan ke dalam blog sebagai sumber tulisan. Minat apa yang ingin Anda inginkan? Semua bisa Anda peroleh. Jadi jurnalis warga, mengisi kolom berita, menulis blog, juga mengulas bidang-bidang lainnya selain pendidikan.

Akan tetapi, dari itu semua, Anda harus bisa memaparkan tulisan yang memberikan ekspresi bahwa itu  adalah Anda. Anda, apa yang Anda tulis. Tampilkan percaya diri. Jangan pernah minder dengan apa yang Anda buat. Yang Anda buat atau tulis itu adalah yang terbaik Anda berikan. Setelah menulis, jangan lupa untuk diedit. Kalau saya selama menjadi dan memegang editorial punya prinsip, ketika menulis matikan “tombol” editor Anda. Dan ketika Anda mulai menyunting atau mengedit, hidupkan kedua “tombol” editor dan penulis tersebut. Jadi, jangan pernah menunggu lama untuk Anda memulai satu tulisan, meski itu tidak penuh. Menjadi diri sendiri dalam menulis itu penting!

Perlu diingat, blog itu hampir semuanya mengatakan dapat menjadi lahan pekerjaan Anda. Menurut Technorati, diperkirakan hingga 39% blogger melakukan pekerjaan menulis di blog demi uang. Hubspot melaporkan bahwa perusahaan semakin banyak menggunakan blogger untuk memasarkan perusahaan mereka melalui blog dan media sosial. Memberikan  banyak peluang untuk para blogger, pekerja lepas, atau karyawan paruh waktu untuk melakukan pekerjaan sambilan atau sebagai pekerjaan utama mereka ngeblog.

Nah, dari uraian di atas, ada lima hal penting menurut pendapat saya bahwa dengan blogging dapat mengubah hobi menjadi satu profesi atau pekerjaan.

1. Kenali Blog Anda
Coba inventaris blog Anda. Apa ceruk (niche) yang paling Anda sukai?
Apa jenis strategi yang telah Anda gunakan agar blog Anda dilirik? Bagaimana Anda merencanakan dan mengatur konten? Membuat catatan keberhasilan Anda sendiri sebagai blogger akan membantu Anda mengidentifikasi apa yang dapat Anda bawa sebagai satu strategi ke  perusahaan dan bagaimana Anda  menyusun resume Anda. Demikian pula, mencatat tempat Anda bisa tumbuh akan dapat menunjukkan untuk Anda tempat atau fokus terbaik Anda meningkatkan kemampuan blogging.

2. Curi perhatian
Seperti yang Anda tahu, blogging bukan hanya tentang menulis. Blogging juga tentang mengajak orang lain membaca tulisan Anda. Berdiri di deretan atas sebuah blog perlu usaha agar dapat dilirik perusahaan. Jadi, fokus untuk mengatur blog pribadi Anda. Membuat jaringan dengan blogger lain, berpartisipasi dalam jejaring sosial, dan menghadiri acara (event, talkshow, atau acara blogger lainnya). Bahkan, jika blog Anda ada di mini-niche sekalipun, kalau Anda melakukan maintain dengan benar, bisa jadi kisah menarik saat Anda diwawancara oleh satu brand untuk Anda dapat diterima bekerja di perusahaan.

3. Menulis
Selain menulis (secara teratur) untuk blog Anda, membangun kredibilitas ke luar melalui kontribusi pada blog dan publikasi lainnya juga diperlukan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan menulis Anda, tetapi membuat nama Anda ada di blogosphere dan membantu Anda mendapatkan ribuan pertemanan baru. Banyak-banyaklah berkontribusi dengan blog lain. Mulailah dengan apa yang Anda tahu. Jika Anda menulis tentang makanan, lihat apakah Anda bisa membawa blogger makanan lainnya ke dalam blog Anda tersebut. Lalu coba buat resep yang simpel dan mudah di blog Anda tersebut untuk anak dan keluarga Anda saja minimal.

4. Diversifikasi Keterampilan Anda
Blog terbaik lebih dari sekedar kata-kata indah. Termasuk pulalah di dalamnya visual berkualitas tinggi, tata letak yang menarik, konten kreatif, dan fitur interaktif. Jadi, pikirkan keterampilan lain yang bisa Anda bawa ke atas meja selain tulisan. Seperti kemampuan fotografi, desain, atau hal-hal teknis lainnya. Kalau Anda belum punya, coba pilih satu, gunakan blog Anda untuk mengembangkannya. Anda juga bisa menggunakan foto hasil jepretan Anda sendiri tanpa harus memakai foto dari hasil browsing.

5. Terapkan
Setelah Anda meng-upgrade blog yang Anda miliki, termasuk resume diri, saatnya proses menemukan posisi blogging perusahaan. Hal ini tidak jauh berbeda seperti mencari atau menemukan pekerjaan baru. Pertama, ingat untuk memeriksa komunikasi blog Anda keluar, model pemasaran blog yang Anda inginkan atau Anda buat, dan kata kunci terkait. (Banyak pekerjaan blogging diposkan di situs khusus atau berbasis tulisan, jadi mulailah dengan ProBlogger, Media Bistro, dan Karya Tulis Lepas lainnya).
Selanjutnya, pertimbangkan posisi blogging paruh waktu. Tidak semua perusahaan punya uang untuk memakai blogger penuh waktu. Rata-rata, perusahaan akan menggunakan jasa blogger secara part timer. Akhirnya, pastikan blog Anda sesuai kriteria yang diinginkan perusahaan. Tunjukkan kepada perusahaan untuk surat lamaran yang Anda buat  mengenai kreativitas, semangat, dan kecakapan menulis Anda. Setelah itu, bisa jadi perusahaan itu “calon majikan” Anda.

So, tunggu apalagi... gaaaasss guys!





Tips Hindari Energi Negatif


Berurusan dengan negativitas bisa jadi downer. Saya pernah punya teman kerja yang energi negatifnya akan menyirami saya setiap hari. Dalam percakapan, dia selalu mengeluh tanpa henti mengenai semua hal, seperti tugas kerja, keluarga, teman, kesehatan, dan hal lain yang semestinya tidak dia pikirkan secara berat dan terasa “diberat-beratkan”. Dia juga begitu sinis melihat orang lain.  Sering meragukan niat teman-teman saya yang lain dan menilai teman-teman saya tersebut secara kasar. Ngobrol dengannya tidak  menjadi pengalaman yang menyenangkan sedikit banyak. 

Energi negatif perlu dibuang dari lingkungan, karena punya pengaruh besar untuk diri seseorang
Foto. Dok. http://4.bp.blogspot.com/
Pertama kali saya, dia, dan beberapa teman mengadakan rapat, saya merasa benar-benar lelah. Meskipun kami berbicara hanya 30 menit, saya hampir tidak punya energi yang tersisa setelah percakapan itu. Rasanya seseorang benar-benar telah menyedot energi kehidupan saya, dan butuh beberapa jam agar efeknya hilang. Hal yang sama juga terjadi untuk waktu berikutnya. Dengan cepat saya sadar, bahwa saya perlu menyusun rencana tindakan untuk mengatasi energi negatif semacam itu. Bagaimanapun, dia tidak akan menjadi satu-satunya orang negatif yang akan saya hadapi dalam hidup saya.

Secara bertahap saya membuat beberapa strategi untuk menangani orang-orang dan lingkungan negatif secara efektif. Mereka (baca orang dan lingkungan negatif) telah bekerja dengan penuh keajaiban dalam hidup saya sendiri, dan kini saatnya saya menggunakannya untuk menghalau orang-orang yang dipengaruhi lingkungan negatif termasuk diri orang itu sendiri.

1.    Buat batasan
Orang-orang negatif dan berada di lingkungan negatif yang berkubang dalam masalah mereka serta  gagal fokus terhadap solusi sulit dihadapi. Orang-orang seperti itu ingin ada orang lain yang sama untuk bergabung sehingga mereka bisa merasa sama dan jauh lebihterutama untuk  diri mereka sendiri. Mungkin saya merasa tertekan mendengarkan keluhan hanya karena saya tidak ingin dianggap tidak berperasaan atau kasar. Tetapi, ada garis tipis antara memberi pinjaman yang saya sendiri ikhlas memberikan dan tersedot ke dalam drama emosional negatif mereka.

Kita dapat menghindari drama itu dengan menetapkan batasan dan menjauhkan diri bila diperlukan. Anggap saja begini: jika orang negatif merokok dengan para perokok, maukah kita duduk di samping mereka sepanjang hari sambil menghirup asap rokok bekas mereka? Tentu tidak, kan! Pastinya, saya dan kalian akan menarik diri. Mending pergi jauh dari mereka dan memberi diri saya ruang bernapas.

Kalau dalam waktu dekat, kita tidak dapat menghindari diri, cara lain untuk menentukan batasan adalah langsung meminta orang yang negatif itu bagaimana mereka memperbaiki masalah yang mereka keluhkan. Seringkali mereka mengalihkan pembicaraan dengan arah yang lebih harmonis, setidaknya untuk sementara waktu.

2.    Tanggapi dengan penuh perhatian-jangan hanya bereaksi
Reaksi adalah ledakan emosi yang panas dan tidak terpikirkan. Hal itu biasanya didorong oleh ego kita (sebagai manusia, kita cenderung bereaksi saat kita dihilangkan dari pikiran logis). Mungkin akan berlangsung sepersekian detik sebelum intuisi kita berontak dan menawarkan beberapa perspektif. Mungkin akan segera mengarah ke salah satu titik bahwa kita bertindak atasnya. Bila kita  merasa marah atau bingung setelah berhadapan dengan orang negatif, itu pertanda reaksi kiys, tidak ditanggapi dengan penuh perhatian. Menanggapi dengan penuh perhatian akan membuat kita merasa menangani hal-hal dengan integritas dan ketenangan.
Intinya: ketika kita bertemu seseorang dengan sikap negatif, jangan menanggapi dengan memberi hinaan lagi ke mereka. Kita perlu menjaga martabat dan jangan menurunkan harga diri kita ke level mereka.

3.    Tantangan Optimisme
Orang-orang yang paling optimis bertatap muka dengan orang-orang negatif secara teratur. Perbedaan antara keduanya, bagaimana orang optimis menangani hal negatif. Hal ini tidak dibangun ke dalam DNA agar mereka menjadi tenang. Sebenarnya, ada beberapa teknik dan tips yang bisa dimanfaatkan orang untuk menghindari energi negatif.

Memang, ini bukan ilmu roket, tapi butuh kerja dan ketahanan. Terkadang tidak hanya satu tips atau teknik akan bekerja dengan sendirinya--sebenarnya tergantung pada seberapa negatif situasinya berjalan seiring dengan bagaimana seseorang harus menghindari energi negatif. Seiring kita menyalurkan strategi ini untuk tetap berpikiran terbuka dan mengerti bahwa memperbaiki lingkungan dengan energi negatif itu bukan perkara mudah. Semuanya butuh waktu dan sepertinya jadi cobaan dan kesalahan. Jadi saat kita membaca informasi bermanfaat ini, buka dan pikirkan kompilasi tips berikut dapat membantu kita menghindari energi negatif yang muncul.

4.    Hindari Drama
Lakukan yang terbaik untuk menghindari drama dengan segala cara. Dari waktu ke waktu, akan ada situasi yang muncul yang benar-benar keluar dari diri kita, namun sangat penting bahwa kita tetap berada di luar pertemuan yang dirancang dramatis. Bagaimana kita bisa melakukan ini, mungkin ada pertanyaan yang muncul? Hindari bergaul dengan orang yang suka bergosip atau mengalami masalah. Jangan berbicara tentang orang lain di belakang mereka dan lakukan yang terbaik untuk tidak melakukan penilaian terhadap orang lain--serahkan semua pada Tuhan. Jujurlah, tidak peduli apa dampaknya. Ingatlah bahwa kejujuran adalah kebijakan terbaik. Lakukan yang terbaik untuk menghindari situasi kompromi.

5.    Periksa Berkah yang Menghampiri Kita
Ketika energi negatif muncul di hadapan kita, sulit untuk mengenali berkah yang mewujudkan kehidupan kita setiap hari. Rumah dengan air mengalir dan panas bisa diabaikan. Makanan di atas meja bisa disalahartikan sebagai hak istimewa. Berkah lain seperti kehadiran orang yang dicintai dan fasilitas lainnya sering dianggap biasa. Setiap hari ketika kita bangun, ceklah keajaiban apa yang telah terjadi. Biarkan dunia di sekitar kita tahu bahwa kita bersyukur atas segalanya. Mengucapkan rasa terima kasih bisa sesederhana mengatakan kepada orang yang kita cintai, bahwa kita menghargai apa yang mereka lakukan untuk kita setiap hari. Bisa juga menawarkan makanan tambahan. Jika kita memiliki pengetahuan tentang apa itu berkah yang kita miliki, ketika energi negatif masuk ke dalam kehidupan sehari-hari, akan lebih mudah diperangi kenegatifan dan menikmati berkah kita.

Jika kita bisa menghilangkan drama dari hidup, kita akan menemukan bahwa segala sesuatu ada pada tempatnya. Sekarang ini bukan untuk mengatakan bahwa masalah tidak akan muncul kalau tidak ada kesempatan, tetapi menghindari drama 90% menjadi pilihan cerdas.

6.    Menyatu dengan Alam
Rumah memberikan banyak ketenangan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Pohon, langit, air, binatang dan udara menawarkan begitu banyak hal untuk dipikirkan, juga tubuh dan jiwa. Tidak ada tempat lain yang bisa kita temukan sumber daya yang ada melimpah ruah selain di bumi. Tidak ada tempat lain yang bisa kita temukan makhluk Tuhan berkeliaran bebas seenaknnya. Tidak ada tempat lain untuk kita menemukan bunga dan perairan yang tidak tersentuh. Lingkungan bumi memberikan keindahan yang tiada tara.

Menyatu dengan alam dengan melakukan keseimbangan secara teratur. Jika kita mengidentifikasi hubungan dengan alam dan keindahannya, kita akan menemukan garis kedamaian. Jika kita terkena tantangan dan energi negatif, masuklah ke alam dan rasakan kesendirian yang disajikannya. Kita akan menemukan sebuah penghargaan baru untuk hal-hal kecil dalam kehidupan dan seringkali situasi yang kita rasa paling untuk dihindari, tiba-tiba tampak tidak sangat menantang.

7.    Berikan Penegasan
Membaca afirmasi positif setiap hari akan menempatkan kita dalam pola pikir yang benar. Saat kita mengetahui kata-kata yang hebat ini, kita akan menemukan bahwa perisai mulai terbentuk dan akan membantu kita menahan energi negatif yang mendekati kita setiap hari. Anggap afirmasi sebagai baju besi harian kita - tidak hanya akan membantu membimbing kita menjauh dari energi negatif, tapi juga mencegah luka menakut-nakuti keberadaan kita.

Jika kita belum memiliki kutipan atau tulisan suci – carilah. Setiap kali menghadapi situasi yang menantang, berpalinglah ke afirmasi itu dan biarkan mereka menjadi anugrah keselamatan kita. Bagikan afirmasi Anda dengan orang-orang di sekitar Anda.Biarkan kata-kata menghibur menjadi milik mereka juga.

8.    Sabar
Percaya atau tidak, kesabaran yang benar-benar adalah kebajikan. Sering kali, ketika energi negatif muncul, orang bereaksi secara agresif bahkan tanpa menyadarinya. Penting untuk melatih pikiran dan tubuh kita bersabar dan tetap tenang saat situasi kompromi muncul. Temukan garis dasar internal kita dan tentukan bagaimana reaksi kita sebelum energi negatif muncul dengan sendirinya

9.    Sosialisasi
Ketika kita tinggal di lingkungan yang hanya itu-itu saja, dengan tingkat energi negatif tinggi, otomatis, secara  tidak langsung kita akan terpapar. Kalau kita terus menerus tinggal di lingkungan seperti itu, pastinya peningkatan energi negatif di dalam tubuh dan pikiran kita tidak akan dapat dihindari. Kita seperti terkucil dari lingkungan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk kita bersosialisasi. Nongkrong bersama teman dan keluarga itu penting. Dengan begitu, akan membuat kita lebih aktif dan membawa dalam suka cita.  Kita bisa juga bicara di telepon dengan teman lama atau mengunjungi kerabat yang tidak bisa Anda lihat secara terus menerus. Kita akan menemukan bahwa dicintai dan dihormati akan membantu membangun harga diri dan memberi kita kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan dan masalah yang muncul setiap hari.

10.  Bangun Harga Diri Anda
Jika kita yakin dan punya rasa harga diri yang baik, kita akan merasa lebih mudah untuk melawan energi negatif saat hadiah itu muncul. Jika energi negatif menjadi penyusup ke dalam kehidupan kita sehari-hari, kata-kata dan tindakan bisa menimbulkan luka yang menyebabkan timbulnya masalah lain. Akan tetapi, jika kita membangun kepercayaan dan harga diri kita, hal itu akan menjadi perisai untuk menghalau kesulitan yang ditimbulkan dalam kehidupan kita. Intinya, kita akan bisa mengatasi apa saja. Ingat bahwa kita harus selalu berinvestasi pada diri sendiri.

11.  Atasi rintangan

Meskipun hanya ada beberapa petunjuk yang dirasa bermanfaat, jangan berpikir bahwa hanya ini satu-satunya cara menghindari energi negatif. Hidup ini penuh rintangan dan akan membawa kombinasi dari tips untuk membantu kita mengatasi kesulitan dan rintangan yang harus dihadapi. Jangan pernah mengakui kekalahan. Berdirilah teguh bahwa kita dapat menahan segala sesuatu yang datang sesuai keinginan selama kita kuat dan mau berusaha keras.

Saturday, July 15, 2017

Resolusi Tak Jadi Angan-Angan Basi


Sudah tentu, dalam hidup itu ada permintaan atau tuntutan yang bisa saja terpenuhi, diusahakan untuk diperoleh, atau bahkan tidak terpenuhi sama sekali. Tidak terpenuhinya permintaan atau tuntutan hidup bukan berarti tidak ada kemampuan untuk memperolehnya. Mungkin saja, Sang Khalik menundanya karena ada permintaan terbaik dari kita untuk diwujudkan ke depannya.

Every people love to write their resolutions
Foto: Dok. http://1.bp.blogspot.com/
Biasanya awal tahun, banyak orang membuat keputusan untuk mencari awal yang baru. Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk berkomitmen beresolusi mengubah hidup, seperti menjadi lebih sehat, menemukan karier baru, lebih memperhatikan hubungan dekat  dengan pasangan, teman, kerabat, tetangga, dan sebagainya. Namun, membuat resolusi itu harus  berpegang teguh pada hal untuk ditindaklanjuti dan kuat dengan komitmen, bukan asal membuat resolusi.

Memang, kita sebagai manusia mesti banyak-banyak meminta. Banyak meminta dalam bahasa saya adalah berdoa juga berusaha. Berdoa menurut keyakinan kita. Kalau saya sebagai muslim, tentunya tak hanya dalam salat saya berdoa. Di manapun tempat, saya tetap akan berdoa. Permintaan banyak menurut saya tak masalah. Kita tidak tahu, dari sekian banyak permintaan itu, mana nantinya yang Allah SWT akan kabulkan.

Nah, permintaan atau tuntutan dalam diri itu tadi yang biasa disebut resolusi. Jika mengacu pada KBBI, resolusi/re·so·lu·si/ /résolusi/ n: berupa putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.

Perlulah kita, saya secara pribadi menancapkan keinginan atau permintaan yang sekiranya bisa saya capai. Setidaknya dalam waktu enam bulan atau setahun ke depan. Tak salah, saya memberikan catatan  dalam kehidupan agar hal-hal yang saya inginkan as a personal bisa diperoleh  dan terwujud. Alhamdulillah, enam bulan pertama, resolusi yang saya tanamkan hampir semuanya terpenuhi.

Kini enam bulan ke depan, kembali saya menancapkan keinginan dan permintaan kepada Sang Khalik sebanyak-banyaknya. Entah mana nanti yang Allah SWT izinkan untuk DIA kabulkan, itu merupakan pemberian terbaik yang diberikanNYA.

Untuk saya pribadi, resolusi itu tak sekadar angan-angan yang nantinya akan jadi basi. Tetapi, bagaimana resolusi yang sudah dituliskan itu benar-benar bisa dicapai secara normal dan wajar dengan cara-cara baik dan benar. Tentunya, hal  itu saya kembalikan kepada kemampuan saya, baik tenaga, pikiran, juga yang paling penting adalah finansial. Jika resolusi yang dituliskan memang ingin bepergian entah ke mana. Hal-hal itu yang mesti saya persiapkan. Mesti sejalan antara keinginan dengan kemampuan diri. Jangan menerapkan nafsu yang besar tetapi tenaga letoi.

Kalau kita sudah membuat resolusi, jangan pernah pula menyatakan ketidaksetujuan atas resolusi tersebut. Bermain-main dengan ide yang luar biasa sah-sah saja. Akan tetapi,sedapat mungkin diminimalisir. Karena, resolusi yang kita tancapkan itu, setidaknya setengah bagiannya akan kita lakukan. Artinya apa? Kalau saya pribadi, resolusi itu seperti janji. Jadi, mana janji yang bisa ditepati terlebih dahulu, itu yang akan saya lakukan. Buatlah janji yang benar-benar meringankan pikiran dan keuangan saat kita membuat resolusi.

Janji (= resolusi) jangan pernah dijadikan kambing hitam apabila tidak berhasil dilakukan. Juga, jangan pernah memperlakukan resolusi sebagai komitmen mutlak. Kalau saya, justru akan mencoba hal yang baru apabila resolusi yang dituliskan ada yang tak dapat dilakukan. Saya akan memberi sedikit ruang “goyah” dalam diri untuk memudahkan perubahan sedikit demi sedikit. Mungkin, saya akan bisa melakukan apapun untuk memastikan pikiran saya pada hal-hal yang sifatnya sementara bisa dicapai.

Resolusi tidak menjadikan saya sebagai seorang penentang. Artinya, resolusi itu sebagai cambuk untuk diwujudkan denga berusaha semaksimal mungkin, juga tidak menjadikan seseorang menjadi egois.

Manusia itu sebagai makhluk yang kompleks alias rumit, termasuk saya. Melalui resolusi lama yang tak tercapai, itu dapat dijadikan cermin untuk membuat gebrakan baru dengan hasil ajaib dan terkagum-kagum. Tetapi, mungkin tidak realistis ketika kita atau saya mengharapkan transformasi dramatis yang terjadi secara instant atau mengharapkan keajaiban dari catatan resolusi. Ini menjadi semacam penyangkalan untuk saya pribadi bahwa ternyata benar, saya dan kita itu makhluk yang kompleks dengan beragam aspek.
Catatan resolusi itu dapat membuka diri seseorang, bagian mana dari kita yang benar-benar menantang untuk dibuat perubahan? Terpenting juga adalah kita perlu memikirkan situasi yang dapat memicu orang untuk memberikan dan mengemukakan aspek-aspek diri kita yang tidak kita sombongkan, ketimbang kita menganggap bahwa solusi sebagai satu ukuran yang akan dapat menciptakan perubahan. Misalnya saja, resolusi saya akan mengurangi makan yang berlebih agar berat badan idealg. Oleh karenanya, saya akan makan jenis makanan yang benar dan tentunya jangan gagal berolahraga. Nah, resolusi diet ini saya yakin, ditakdirkan. Hanya saya yang mengenal diri saya cukup baik untuk menghadapi sebenar-benarnya kebenaran resolusi yang akan  saya lakukan.

Menancapkan diri untuk tidak realistis. Menjadi tidak realistis akan membatasi pilihan saya. Hal itu justru akan membuat diri ini berada di zona yang tidak pernah akan berhasil. Kita tidak akan pernah bisa berubah tatkala kita terus memikirkan kesalahan yang akan terjadi. Hal ini justru akan menyakiti diri kita sendiri. Untuk mengatasi hal itu, saya akan pergi dari zona nyaman.  

Membuat mimpi itu tidak salah kok. Kita itu ditakdirkan mempunyai kemampuan ajaib untuk mencapai seluruh keinginan yang kita inginkan secara maksimal. Bermimpilah, masih sangat dibolehkan dan tidak ada undang-undang yang melarang kita bermimpi. Silakan meneruskan mimpi kita dan mempertimbangkan seluruh kemungkinan yang dapat membuat mimpi-mimpi itu jadi kenyataan, tentunya membuat kita senang. Mimpi itu sebagai satu proses resolusi yang solid untuk diterapkan hingga terbentuk. Pada akhirnya, kita akan diberdayakan oleh proses resolusi itu tadi.

“Mencuri sumber daya”. Cari atau tanya orang-orang di sekitar kita yang sudah mencapai tujuan yang sama. Mencari tahu apa yang membuat mereka berhasil mencapai resolusinya. Mencoba solusi mereka sebagai satu ukuran itu tidak salah. Di sini, saya akan banyak menambahkan atau membuat modifikasi pribadi sehingga gaya, warnah, dan kebiasaan itu benar-benar menjadi saya. Mengikuti jejak orang lain itu menjadi cara luar biasa untuk meningkatkan bakat dan gagasan dalam diri sendiri. Mengetahui apa yang orang lain tahu menjadi investasi dalam diri saya. Belum pernah ada begitu banyak orang yang punya banyak kesempatan untuk belajar dari orang-orang yang terampil, inspiratif, cerdas, menarik, dan inovatif di era digital dan internet sekarang.

Berusahalah dengan cara-cara yang tak mengeluarkan banyak tenaga untuk mewujudkan resolusi hidup kita. Saya pribadi, akan lebih berhati-hati agar resolusi yang saya buat tidak berubah menjadi satu penegasan yang samar. Artinya, hanya duduk-duduk seharian sendirian dan membayangkan tanpa usaha bahwa nanti juga akan datang masanya, tidak seperti itu! Seharusnya, bangun di pagi hari, pergi ke satu tempat yang akan memberikan saya banyak peluang untuk mewujudkan resolusi yang sudah dituliskan.

Memang benar adanya, orang sangat senang menuliskan resolusi mereka karena ada sensasi yang dirasakan. Itu baru menulis lho ya yang seakan-akan mereka sudah menuju ke tempat yang akan dikunjungi atau memperolehnya. Tetapi, kenyataannya belum melakukan apa-apa. Hal inilah yang membuat resolusi seseorang sering gagal diterapkan. Oleh karenanya, jika Anda menuliskan butir resolusi yang sama berulang-ulang di setiap tahun nyatanya belum berhasil diwujudkan, tandanya ada yang salah dalam diri dan perlu diperbaiki.

Cermin yang paling besar dan mudah dilihat itu diri sendiri. Jadi, sebelum kita membuat resolusi ada baiknya berkaca pada diri sendiri. Nah, hal yang sering keluar adalah  “apa yang diinginkan” dan bukan “apa yang dibutuhkan”. Keinginan itu tidak esensial  hanya menyenangkan saja, sementara kebutuhan memang sangat esensial untuk kita miliki. Itulah, selain berkaca pada diri sendiri, pelu juga berkaca pada orang lain sebagai sumber pengetahuan dan referensi.

Tips berikut ini, kemungkina besar bisa mewujudkan meraih resolusi yang kita idam-idamkan.
1.    Fokus pada hal yang ingin diubah dalam kehidupan. Cukup tuliskan  tiga hingga lima hal penting saja. Hendaknya, poin itu berhubungan dalam meraihnya. Lantas tuliskan alasannya dari resolusi itu dan buat secara jelas tujuannya hingga kuat untuk menggapainya. Misalnya, tujuan saya saat ini ingin mengembangkan blog agar mudah dideteksi oleh google dengan blog serta kata kunci spesifik tidak ikut-ikutan orang.
2.    Membuat formula resolusi berupa pernyataan khusus dan harus realistis pula. Kadang-kadang kan kita hanya menulis, misalnya “mau diet dan sehat”. Mending dan lebih baik ditulis saja, “olahraga tiga kali dalam seminggu” lantas tempelkan daftar resolusi di wall yang mudah dilihat dan dijangkau. Fungsinya untuk apa? Itu sebagai tanda pengingat kita.
3.    Bolehlah berbagi cerita mengenai resolusi kita ke orang-orang  yang benar-benar kita anggap bisa dipercaya dan teman dekat. Mereka itu bisa jadi pengingat hidup kita juga support terhadap hal-hal yang kita lakukan kalau tiba-tiba semangat kita lagi kendur dan goyah.
4.    Menikmati proses resolusi itu jauh lebih menyenangkan, hasil akan mengikuti. Jadi, jangan fokus pada hasilnya saja. Saya tetap menyatakan dan menuliskan bahwa resolusi itu sebagai satu perjalanan panjang yang akan berhenti pada satu titik. Titik pemberhentian itulah yang namanya menikmati hasil. Kalau belum mendapatkan hasilnya, setidak-tidaknya kita sudah melakukan proses perubahan dalam hidup secara lebih positif.
5.    Melakukan cek resolusi secara periodik, misal di tiga bulan pertama dan tiga bulan kedua. Hal itu sangat membantu kita untuk menggiring rencana agar tak lari dari yang direncanakan.  Rencana tak selamanya sesuai dengan yang diinginkan. Kadang melenceng dari yang direncanakan, so, perlu cara baru atau cara lain untuk merealisasikannya. Nah, perlu namanya antisipasi, jikalau rencana yang dibuat itu ada indikasi gagal, bisa dicari jalan lain.

Resolusi itu ibarat anak tangga.
Foto: Dok. http://1.bp.blogspot.com/-KfzeztPn0qU/

Jadi, bolehlah menuliskan resolusi kita sebanyak yang dimaui, tetapi antisipasi gagal perlu. Sudah berapa banyak resolusi yang kalian tuliskan dan terwujud?