Wednesday, May 30, 2018

Anak Muda Indonesia, Saatnya Bangkit dan Berdaya: IDN Media, Beragam Berita untuk Millenials

CEO Muda Indonesia [Foto: Dok Pri]

Masih mengandalkan ijazah untuk menemukan talenta yang ada dalam diri? Masih bergantung pada “Beasiswa Ayah Bunda” untuk pergi ke mana-mana, sementara usia sudah dianggap mampu secara finansial untuk mandiri? Ah, NO untuk saya! Sepertinya usia-usia masuk kategori bisa “mandiri” sudah saatnya lepas jadi beban orang tua.

Sudah saatnya mengembangkan diri dan bukan jadi beban orang tua lagi. Mesti berpikir, “Bagaimana cara memenuhi finansial secara personal.” Itulah perlunya cara-cara berpikir entrepreneurship yang akan membawa seseoran pada penemuan jati diri. Mau ke arah mana jalan hidup yang akan dijalani. Bukan, besok mau kerja apa.

Mencari apa yang jadi keinginan itu sebagai sebuah proses panjang memang. Bukan semata-mata hadir di depan mata. Mengenyam bangku pendidikan sebagai bentuk formalitas agar tak tertinggal, bukan sekadar dianggap intelek. Tetapi, mampu berpikir untuk mendapatkan wawawan, pengetahuan, juga ilmu lantas mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Begitulah anak muda tanah air semestinya. Pola berpikir “manja” mesti dienyahkan. Memberikan manfaat untuk orang banyak harus didatangkan. Indonesia, banyak anak-anak muda bertalenta dan punya kemauan kuat untuk mengembangkan dan berbagi dengan sesam. Tak lepas hanya bisnis semata. Tetapi, memberikan kebermanfaatan untuk orang banyak sebagai satu langkah nyata yang diabdikan untuk negeri.

Dari sinilah kita belajar semangat daya (kekuatan) anak-anak muda Indonesia yang mau bangkit untuk menggali potensi diri, terkhusus dalam dunia usaha (entrepreneur). Dalam satu kesempatan itu, saya hadir atas invitasi Kementerian BUMN dalam Sinergi Muda “Anak Muda Bangkit dan Berdaya untuk Indonesia” di kawasan Jakarta Selatan.

Pada kesempatan itu, dalam nuansa Hari Kebangkitan Nasional, ada beberapa anak muda Indonesia yang hadir dari latar belakang pendidikan berbeda dengan usaha berbeda pula. Siapa saja mereka? Mari kita kulik satu per satu.

William Utomo Founder IDN Media

IDN Media, Beragam Berita untuk Millenials

William Utomo, tak berlatarbelakang pendidikan media. Tetapi, dia beserta kakaknya begitu tertarik dengan dunia media. Mempelajari segala bentuk keinginan anak-anak muda  jaman now yang serba digital.
 
William Utomo CEO IDN Media [Foto: Dok Pri]
“Sekitar 60 juta audiens  itu unik dengan beragam platfrom  IDN Media fasilitasi”, ungkap William.

Peluang dunia digital anak-anak muda Indonesia diriset panjang olehnya. Pada Juni 2014, IDN Media lahir untuk generasi milenial dan Gen Z di Indonesia. Turunannya cukup banyak, seperti IDN TIMES berisi beragam News & Entertainment Media dengan skup News, Health, Food, Community, Sport, Hype, Business, dan Travel.

Begitu pula dengan POPBELA.com yang fokus pada dunia wanitan(18-24 tahun) seperti beauty, Fashion, Career, juga Relationship. Ada pula POPMMA.com. Popmama lebih kepada ibu-ibu muda yang bermain sosmed pula. Isinya pun seputar Pregancy, Baby, Parenting, Toddler, dan Lifestyle.

Masih di dalam Lini IDN MEDIA, Willian tak mau ketinggalan dengan bentuk model online news lainnya yang berisi khusus makanan. Dia pun menelurkan apa yang disebut Yummy. Media yang fokus pada makanan milenial, seperti Recipe, Video, Cooking Tutorial, dan Culinary Exploration. Di Yummy banyak interaksi pembaca.

IDN pun terus mengembangkan sayapnya dengan membuat IDN CREATIVE berupa agency dan IDN EVENT.

“Kita sebagai pelaku media mesti cepat beradaptasi, di mana letak audiennya yang ada di Indonesia,” tutur Willian.
 
IDN Media didirikan bersama Sang Kakak [Foto: Dok Pri]
Satu, dua, atau lima tahun ke depan kita tidak tahu, orang Indonesia mengonsumsi medianya seperti apa. Satu hal yang bisa kita sepakati bersama, ketika platformnya berpindah, kita juga harus mengikuti platform tersebut.

Di zaman dahulu, paling enak buat postingan di FB. Tekan tombol share, twitter masuk, instagram masuk. Kalau kita ada intention di satu platform, kita mesti tahu di dalam platform tersebut ada apa saja dan ada di mana, format/bentuk, dan sukanya seperti apa.

Twitter sangat berbeda dengan Line. Kalau kita posting status galau di Line, yang nge-like sangat banyak. Tetapi, ketika kita posting status galau di Twitter,  yang maki kita banyak. Indonesia sebagai Mobile Only Country.

Pembaca zaman sekarang maunya di-involve. Jangan sampai kalau kita buat postingan, post, publish, dan selesai, bukan begitu. Orang-orang suka kalau ditanya. Kita buat caption dengan kalimat terakhirnya, “Menurut teman-teman bagaimana?” Jadi, ada interactiveness.
 
Lini IDN Media [Foto: Dok Pri]
IDN Media fokus pada tiga hal:
1.    Multiplatform
2.    Indonesia, Mobile Only Country
3.    Interactiveness
  
“Mulailah dari hal kecil kalau kita ingin menjadi besar” –BYME--

Friday, May 25, 2018

Sudahkah Kita Menerapkan #MakanBijak?


 
Arief Daryanto, Ph.D., Direktur dan Peneliti bidang Ekonomi Agribisnis IPB [Foto: Dok Pri]

Makan memang sudah jadi kebutuhan pokok manusia, di manapun berada. Pemenuhan kebutuhan makanan sebagai salah satu bagian wajib diri maupun keluarga yang harus dipenuhi. Makan dan makanan menjadi sumber utama energi, penyerapan zat-zat berguna untuk merangsang pertumbuhan sel-sel tubuh juga nutrisi otak jangka panjang.

Saya pribadi punya pengalaman dengan makan dan makanan itu sendiri. Bagi keluarga saya, makanan itu mesti dihargai dan dihormati. Memperolehnya pun tak segampang membalik telapak tangan. Ada usaha dan kerja keras dari orang lain, juga terutama ayah sebagai pencari nafkah, sementara ibu yang mengolah makanan tersebut menjadi makanan lezat.

Anak-anak orang tua saya itu ada enam orang. Ibu selalu masak dengan tiga lauk macam lauk dan satu macam sayuran. Biasanya, untuk makan ibu sudah tahu seberapa banyak dan besar porsi makan dari tiap-tiap anaknya. Dengan satu setengah centong nasi, sayur, dan tiga macam lauk tadi sudah ditata dalam piring saji anak-anaknya.

Apapun yang disajikan di dalam piring kami, mesti dihabiskan. Hal ini sudah diterapkan ibu kepada anak-anaknya sejak kecil. Jika dalam satu piring saji kami tidak ada yang habis, ibu menerapkan hukuman untuk makan keesokannya. Salah satu anaknya yang tidak menghabiskan hidangannya tidak akan mendapatkan jatah 2 macam lauk.

Hingga saat ini, hal itu berlaku pula untuk keluarga saya. Kalau saya masak dua atau tiga jenis lauk pauk dan satu jenis sayuran, apapun yang saya sajikan untuk keluarga harus dihabiskan di dalam piring saji tersebut. Saya tidak akan memasak lagi dengan jumlah lauk dan menu tersebut. Tetapi, akan saya kurangi hanya satu macam lauk dan satu macam saja jenis sayurnya.

Benar sekali memang, kita mesti menjaga bahan-bahan makanan yang ada termasuk makanan yang sudah dimasak jangan sampai terbuang percuma. Menurut Food Sustainability Index 2017 yang dirilis oleh The Economist Intelligence Unit (EIU), untuk katagori limbah dan bahan makanan yang terbuang (Food Loss and Waste), Indonesia menempati peringakt kedua terbawah atau hanya lebih baik dari Arab Saudi.

Nah, di sinilah saya menerapkan pentingnya  makan makanan yang ada di dalam piring saji wajib dihabiskan, jangan ada yang tersisa. Terserah saja orang mau bilang “rakus” atau apa. Bahwa, Allah SWT juga memberikan kita kenikmatan makanan itu jangan disia-siakan. Mubazir itu temannya setan.

Dari hal-hal inilah, kita, saya dan keluarga terutama, mesti menerapkan yang namanya #MakanBijak. Artinya apa? Ada batas-batas perut dapat menerima makanan yang tersaji atau dihidangkan. Jadi, kita makan itu tidak karena lapar mata. Jika hidangan yang tersaji rasanya ingin dimakan, itu  hanya nafsu semata.

Apalagi saat ini kita masuk di bulan suci Ramadan. Otomatis dan tentunya, banyak sekali hidangan yang disajikan, beragam warna, beragam rasa, juga beragam nama. Mestinya, di bulan Ramadan, justru kita mengerem untuk tidak membuat makanan jadi terbuang sia-sia. Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada 2016 saja mengungkap ada kenaikan volume sampah sebesar 10% di 10 hari pertama Ramadan. Dominan dari sampah itu adalah sampah organik berupa sisa makanan.

Entah itu sisa makanan yang memang dimakan lantas tidak habis, juga makanan yang dibuat karena lapar mata dan nafsu, lantas tidak dimakan.  Sangat disayangkan memang.
 
Dinda Parameswari-Assistant Brand Manager Mylanta [Foto: Dok Pri]
“Makanlah makanan sesuai dengan porsi kita, jangan berlebih-lebihan. Jadi tidak lapar mata. Makan makanan yang kita butuhkan bukan yang kita maui,” ucap Dinda Prameswari  Assitant Brand Manager Mylanta pada 15 Mei 2018 di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Nah, sudah kita ketahui bersama, bahwa Mylanta ini sebagai salah satu produk untuk mengatasi gejala sakit maag yang berinisiatif mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menerapkan kebiasaan makan secara bijak melalui kampanye “Makan Bijak”. Karena, selain dapat membantu mengurangi sampah makanan, #makanbijak juga sangat baik untuk kesehatan perut. Apalagi saat ini masuk dalam bulan Ramadan, dengan mengonsumsi makanan tidak berlebihan, juga dapat membantu menjalani ibadah puasa secara aman.

Menurut Dinda juga bahwa Mylanta ini mampu menetralisir asam lambung. Mylanta begitu intens untuk mendorong masyarakat Indonesia menjaga pola makan dan menjaga alat pencernaan melalui pola makan yang baik dan benar.

Selain itu, tak bisa dihindari bahwa, orang Indonesia sangat suka yang namanya kebersamaan atau kumpul-kumpul. Kumpul-kumpul (hangout) ini tentunya selain minum (teh atau kopi) juga makan. Disampaikan pula oleh Dinda, bahwa makanan di masyarakat Indonesia dipercaya menjadi perekat hubungan sosial.

Selain itu, menurut studi yang dilakukan Mylanta bahwa 63% sakit maag disebabkan oleh pola makan. Bayangkan saja, 2,5 juta orang berpotensi sakit maag karena makan berlebihan. Memang, mesti benar-benar menerapkan #MakanBijak agar hal ini tidak mendera keluarga kita.

Apa yang melatarbelakangi sehingga kita perlu #MakanBijak? Ada beberapa hal yang akhirnya menurut Dinda kita perlu #MakanBijak, yaitu karena seringnya kita memesan makanan terlalu banyak. Makanan yang dipesan belum tentu dimakan semua sehingga makanan mubazir dan terbuang percuma. Memesan makanan yang terlalu banyak dan makan berlebihan  akibatnya orang terkena gangguan pencernaan. Selain  itu, makanan yang sudah dipesan kemudian dimakan tetapi tidak dihabiskan, akhirnya menimbulkan sampah makanan.

Dinda juga mengatakan, “Bukan hanya makan yang tidak teratur, mengonsumsi makanan secara tidak bijak, misalnya berlebihan juga dapat mempengaruhi kesehatan perut, salah satunya seperti rasa begah dan tidak nyaman di perut. Jelang bulan puasa ini Mylanta mengajak masyarakat Indonesia untuk  lebih bijak dalam mengonsumsi makanan sehingga pencernaan lebih terjaga dan lebih nyaman dalam menjalankan ibadah puasa.”

Jadi, #MakanBijak juga dapat memberikan impact terhadap food waste yang selama ini banyak terjadi di masyarakat termasuk juga food loss. Akan tetapi, keduanya punya pengertian yang berbeda. Menurut Arief Daryanto, Ph.D., Direktur dan Peneliti bidang Ekonomi Agribisnis Institut Pertanian Bogor menjelaskan, Saat membahas mengenai ketersediaan atau ketahanan pangan (food security), seringkali kita hanya berfokus pada cara untuk meningkatkan produksi makanan tanpa memikirkan bagaimana mengatasi faktor tingkat food loss & waste. Padahal food loss & waste merupakan persoalan penting yang kini menjadi perhatian negara-negara di dunia karena dapat mempengaruhi tingkat ketahanan pangan suatu negara serta berimbas pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.”

Fakta tentang Food Loss dan Food Waste [Foto: Dok Pri]

Apa sebenarnya food loss itu sendiri? Food loss adalah makanan yang hilang sebelum sampai ke tangan konsumen (kehilangan yang terjadi ketika makanan dalam tahap pengolahan atau distribusi). Sementara itu, food waste sendiri kehilangan yang terjadi pada saat makanan dikonsumsi.

Ini sebagai gambaran untuk kita, masyarakat Indonesia khususnya bahwa menurut FAO, ada sekitar 1.3 triliun ton makanan yang hilang setiap tahunnya di seluruh dunia dengan rincian: tingkat kehilangan saat produksi 10%, kehilangan  saat tahap pengolahan paska panen & distribusi 7%, kehilangan selama pengolahan 15, kehilangan saat pemasaran 6%, dan kehilangan saat tahap konsumsi 9%.

Jadi, penerapan #MakanBijak bukan sesuatu yang mustahil untuk kita lakukan. Mengingat hingga triliunan ton makanan yang hilang, sayang sekali kalau kita juga ikut menyia-nyiakan  atau memubazirkan makanan yang sudah disediakan. #MakanBijak menjadi salah satu kunci pula untuk kita terhindar dari segala macam penyakit karena tumpukan sampah organik makanan.
 
Annisa Paramitha, Representatif Waste4Change [Foto: Dok Pri]
Sehubungan dengan sampah makanan ini juga, Annisa Paramitha dari Waste4Change, salah satu organisasi yang konsen pada lingkungan menyampaikan, “Konsumen Indonesia dihadapkan pada banyaknya pilihan makanan, tapi tidak semua pilihan itu merupakan makanan yang baik atau sehat untuk dikonsumsi. Saat 40% masyarakat Indonesia dinyatakan kurang gizi, sekitar 10% yang lain justru mengalami obesitas (kelebihan berat badan). Dengan tingkat sampah makanan mencapai 13 juta ton per tahunnya, kita sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan pangan 28 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan mengurangi sampah makanan, selain dapat mengatasi krisis pangan, kita juga bisa mengurangi dampaknya terhadap kerusakan lingkungan misalnya menurunkan tingkat gas metana.”

Bagaimana sampah-sampah makanan ini dikelola secara bijak oleh Annisa? Diketahui bahwa di Jakarta saja per harinya menghasilkan sampah sebanyak 7.500 ton dan ironisnya 4.050 tonnya adalah sampah makanan. Nah, 65% dari sampah makanan itu berasal dari perumahan. Saking banyaknya produksi sampah makanan ini, berkait erat dengan perilaku masyarakat itu sendiri.
 
Inilah sampah makanan yang ada di Jakarta [Foto: Dok Pri]
Perlu juga kita ketahui bersama bahwa sampah-sampah makanan itu tadi berasal dari pola konsumsi makanan yang berlebihan, menyisakan makanan, juga proses industri pangan mulai dari transportasi hingga standar kualitas buah dan sayuran.

Hal tersebut didukung dengan fakta sampah makanan yang ada di Indonesia itu sendiri. Jumlah penduduk Indonesia yang 250 juta dengan kebutuhan makanan per tahunnya mencapai 190 juta ton, dan total makanan yang terbuang per tahunnya mencapai 13 juta ton. Kalau dilihat, 13 juta ton makanan yang terbuang ini sama dengan jumlah kebutuhan makan 11% populasi Indonesia atau sekitar 28 juta penduduk. Hmm… sayang banget ya kalau makanan kita disajikan tidak dihabiskan.

Apa kerugian yang dapat ditimbulkan dari hal ini? Tentunya banyak, antara lain penumpukan sampah makanan/organik di TPA yang berpotensi menimbulkan gas metana. Gas ini pun akan ikut berkontribusi pada pemanasan global. Selanjutnya terjadinya krisis pangan yang berdampak pada keberlanjutan manusia.

Oleh karena itu, sampah makanan ini harus dicegah dengan #MakanBijak, mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya, juga berbelanja secara bijak.dan tentunya kita perlu memeriksa secara berkala masa berlaku makanan dalam kemasan agar tidak mubazir.
Bagaimana solusi mengelola sampah makanan ini? Tentunya kita mesti memilah sampah dari sumber dan proses sampah makanan menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Ya, masyarakat memang mesti didorong untuk #MakanBijak dan tidak berlebihan.

Apa yang bisa kita perbuat untuk hal ini? Berikut tipsnya:

1.    Mengurangi konsumsi makanan instan yang tidak baik untuk kesehatan dan beralih konsumsi makanan yang diproduksi secara lokal (tentu lebih sehat dan segar).
2.    Rencanakan dengan saksama sebelum membeli (beli yang dibutuhkan-tidak tergoda dengan makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi).
3.    Masak bahan makanan seperlunya dan tidak menyisakan makanan.
4.    Simpan bahan makanan dengan baik agar dapat dikonsumsi untuk jangka waktu lebih lama.
5.    Olah kembali makanan yang tidak bisa kita makan.
6.    Selain itu, pihak pengelola restoran juga sebaiknya menerapkan sistem denda jika pembeli menyisakan makanan (perlu nih disosialisasikan, jadi makanan tidak mubzir).

Tentang Mylanta
Mylanta merupakan  antasida—obat maag dar PT. Johnson & Johnson Indonesia. Bahan aktif Mylanta adalah Alumunium Hidroksida, Magnesium Hidroksida, dan Stimekon yang dapat meredakan gajal skit maag karena asam lambung berlebih seperti perih dan mual. Mylanta tersedia dalam kemasan cair dan tablet dengan quick action formula, bantu cepat sikat sakit maag kapanpun maag menyerang.
 
Box makanan yang disiapkan Mylanta tatkala makanan tidak habis dan boleh dibawa pulang [Foto: Dok Pri]





Sunday, May 13, 2018

The Harvest Gold Series, Manjakan Lidah Pencinta Cokelat dengan Gold Chocolate Series Pertama di Indonesia




Cokelat? Siapa yang tidak suka dengan biji satu ini. Namanya pun telah meroket hingga seluruh penjuru dunia. Cokelat sendiri sebagai penyebutan hasil olah makanan atau minuman dari biji kakao atau cokelat.

Nah, siapa sih yang pertama kali mengonsumsi cokelat di dunia? Ternyata, diketahui bahwa penduduk Mesoamerika-lah orang yang pertama kali mengonsuminya. Dahulu dipercaya bahwa cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh kaum bangsawan saja.

Secara umum, cokelat biasanya dibuat sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya karena bentuk, rasa, dan ornamen yang dibuat unik. Bahkan, sering juga dipakai sebagai ucapan terima kasih atau perhatian seseorang kepada orang yang disayanginya. Cokelat juga menjadi salah satu rasa yang sangat populer di dunia.

Konsumsi cokelat, selain sebagai makanan dalam bentuk batangan juga untuk minuman dalam bentuk serbuk, baik dingin maupun panas.

Jangan salah lho ya, ternyata pada masa Kolombia-Amerika cokelat menjadi barang yang sangat mewah dalam kebudayaan di suku Maya, Toltec, dan Aztec. Bahkan, biji cokelat ini sering dipakai untuk mata uang.

Salah satu contohnya suku Indian Aztec yang memakai perhitungan satu ayam Turki dihargai dengan seratus biji cokelat dan satu buah alpukat dihargai dengan tiga biji cokelat. Bisa aja yaa…

Bicara cokelat, pada Selasa (8/05/2018) saya dan beberapa rekan Blogger (Food Blogger) mendapat kesempatan dari The Harvest Group untuk menghadiri peluncuran terbaru cokelat yang mereka miliki. Bertempat di The Harvest Cake Senopati, Jakarta Selatan.

Cokelat terbaru mereka tersebut adalah Gold Chocolate Series. Semua bahannya menggunakan Callebaut Chocolate.  Ada tiga keuntungan penggunaan callebaut chocolate. Sebagaimana kita ketahui bahwa Callebaut chocolate merupakan the chocolate in the world.

Gold chocolate ini juga pertama kalinya di-launch oleh Callebaut. Seperti yang dikatakan Chef Marinke bahwa Callebaut chocolate merupakan white chocolate yang digabungkan dengan rasa karamel.

Pertanyaannya adalah siapa sih dari kita yang tidak suka karamel? Siapa yang tidak suka cokelat? Nah, kalau kedua hal ini digabungkan tak terbayangkan kenikmatan rasa yang ditimbulkan. Hal yang menjadi titik berat untuk masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim bahwa, Callebaut chocolate halal.

Nah, The Harvest yang sudah 14 tahun berada memang berbeda dari kebanyakan tempat cokelat yang ada. Di sini, The Harvest memberikan cake dan pastri dengan kualitas bintang lima yang bisa dinikmati semua kalangan.



Gold Opera [Foto: Dok Pri]

Memang, The Harvest pun sudah punya komitmen kuat untuk selalu memberi sesuatu yang berbeda kepada konsumen Indonesia. Beragam produk dan inovasi telah menempatkan produk-produk The Harvest  menjadi pilihan pertama di setiap kesempatan istimewa.
 
Sanjeeva Gunawardena, President Director The Harvest Group [Foto: Dok Pri]
Pada kesempatan ini, hadir President Director The Harvest Group, Sanjeeva Gunawardena. Beliau menyatakan, di 2018 ini The Harvest akan menghadirkan  lebih dari 30 cake dan pastry terbaru yang inovatif.

Gold Chocolate Series itu tadi salah satu kebanggaan  yang dipersembahkan  para master chef The Harvest. Seri yang akan diluncurkan menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri sebagai produk Gold Chocolate pertama yang sangat eksklusif di Indonesia.


Gold Chocolate Dates [Foto: Dok Pri]
Cokelat yang dihasilkan berasal dari bahan-bahan sangat berkualitas. Perpaduan  cocoa solid, gula karamel, dan susu dengan komposisi yang tepat. Selain itu, dikombinasi dengan bahan-bahan pilihan lainnya. Gold Chocolate punya rasa karamel lebih kaya dibanding cokelat karamel yang ada di pasaran.

Tak heran kalau metode tradisional yang digunakan mampu  mengangkat citra cokelat Belgia terbaik (Finest Belgian Chocolate) yang mampu mengangkat rasa karamelnya dari proses pencampuran, penampian atau pengayakan, dan pengulenan.

Selain itu,  di peluncuran Gold Chocolate Series ini hadir juga Head of Marketing The Harvest Group, Robin Stanley yang mengatakan, hal ini bisa terwujud karena kolaborasi The Harvest bersama Callebaut dari Belgia yang menjadi produsen cokelat ternama di dunia.

Cokelat yang diluncurkan ini memang untuk menyambut bulan puasa.
 
Robin Stanley, Head of Marketing The Harvest Group [Foto: Dok Pri]
"Khusus dipersiapkan untuk bulan puasa, Gold Chocolate Dates pasti  akan memberikan pengalaman spesial penuh kejutan yang bisa menambah semarak hari lebaran,” ujar Robin.

The Harvest, dalam prosesnya benar-benar menggunakan produk yang halal karena akan menuju sertifikasi halal. The Harvest memiliki 16 item yang akan segera di-launching yang ada dalam enam kategori, yaitu Macaroon, Praline, Magnifique, Opera,  Bar Chocolate, dan Dates.
 
Gold Macaroon [Foto: Dok Pri]
Macaroon, siapa yang tidak tahu Macaroon? Makanan yang satu ini beda dari yang lainnya, crunchy di luar dan lembut di dalam. Apa yang digunakan untuk cokelatnya sendiri? Filling. Fillingnya terdiri atas lima macam antara lain rasa Thai Tea, Coffee. Rasa yang paling cocok saat bulan puasa adalah kolak pisang. Macaroon dengan isian kolak pisang ini seperti East Meet West,” ucap Ibu Nurlia.

Nah, kategori kedua adalah Praline.The Harvest  punya empat Praline yang juga terbuat dari Gold Chocolate juga, yaitu Strawberry Praline dan Jelly di dalamnya, Thai Tea, termasuk Green Tea. Semua rasa ini adalah  rasa-rasa yang sudah sering kita temui.
 
Gold Praline [Foto: Dok Pri]
Akan tetapi, karena digabungkan dengan rasa gold chocolate yang memang sudah enak, rasanya jadi bertambah enak.

Magnifique, cake Magnifique memiliki sembilan layer yang terdiri dari sembilan items.  Jadi, ada sekitar 27 layer dengan tinggi 80 cm. Kalau cake yang The Harvest punya, tingginya hanya 6 cm. Jadi, bisa dibayangkan ya kalau kue ini nikmatnya tiada terkira. Terdiri dari cokelat spons, cremmo, mousli, salty almond crunchy.
 
Magnifique [Foto: Dok Pri]
Cokelat yang lebih klasik lagi adalah Gold Opera. Cokelatnya terbuat dari Gold Callebaut chocolate. Kalau cokelat biasa itu normal-normal saja rasanya. Tetapi, misalnya menggunakan Gold Chocolate benar-benar luar biasa.

Terakhir adalah Cokelat Bar. Cokelat Bar ini bentuknya kalau kita melihat akan terkaget-kaget, terbuat dari Gold Chocolate juga. Dan kalau misalnya kita makan, dalamnya bisa membuat kita tercengang. Karena ada karamel yang sangat lembut, ada juga ganache dari Gold Chocolate itu sendiri dan warnanya benar-benar seperti emas (gold).


Gold Chocolate Bar [Foto: Dok Pri]

“Terus memberikan kejutan dan kegembiraan untuk konsumen merupakan komitmen jangka panjang The Harvest. Di mulai dari Gold Chocolate Series, The Harvest akan terus berinovasi menyajikan kreasi-kreasi produk dan servis terdepan bagi seluruh konsumen Indonesia. Jadi, pastikan untuk terus menanti kejutan-kejutan selanjutnya dari The Harvest, tutup Sanjeeva.

Yuhuuu…
Ada kejutan lho ini buat para followers Instagram @resepdapurayah. Penggila cokelat kaan  semuanya??

Kan, The Harvest sekarang ini sudah ada Gold Chocolate yang bener-bener nikmat dan beneran lho cokelatnya. Pertama kali pula di Indonesia. Rasanya? Beeuh ampun-ampunan enaknya.

Nah, kalian bisa lho ikut challenge ini, caranya? Yoiiii… Posting foto kalian dengan cokelat koin emas apapun yaa tanpa nyebutin merek. Jangan lupa mention dan tag ke IG-nya @harvestcakes  dan tag juga ke IG @resepdapurayah dengan hastag wajib: #HereComesTheGold #TherHarvestCakes #AlwaysSurprising.

Untuk pemenang yang beruntung akan mendapatkan voucher dari The Harvest Cake senilai 250 ribu rupiah. Ayooo ikutan… hanya sampai akhir Mei lhoo gaes. Ditunggu yaaa… lumayan kan buat makan-makan cake dan pastry enak di The Harvest. 

[Dok Pri]