Thursday, April 7, 2016

Loyal untuk Negara

Jero Wacik...

Siapa di antara kita yang tidak tahu tentang dirinya. Menjabat menteri dua kali dengan sektor berbeda kala tampuk pimpinan pemerintahan negeri ini digengggam oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jero Wacik sempat menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Kebudayaan (2008-2011. Tak lama berselang, Jero didaulat oleh SBY untuk menduduki  pimpinan sebagi  Menteri ESDM (Ekonomi Sumber Daya Mineral, 2011-2014).

Semakin tinggi pohon, angin yang bertiup kencang akan meliak-liukkan ujung-ujung pohon tersebut. Begitu pula dengan Pak Jero, biasa disapa. Semangat mengurus bidang di bawah kendalinya, dengan segenap kemampuan yang dimiliki, Jero abdikan dirinya untuk negara ini. Hal itu semata-mata demi kemajuan dan yang dilakukannya bermanfaat untuk rakyat negeri ini.

Tidak berarti perjalanannya sebagai seorang menteri terhindar dari aral juga onak dan duri. Justru, banyak hal-hal yang di luar dugaan menyeret dirinya ke meja hijau. Beliau disangkakan oleh penyidik KPK menyalahgunakan DOM (Dana Operasional Menteri) saat memangku jabatan di Pariwisata dan Kebudayaan. Ditegaskan DOM tersebut untuk kepentingan dirinya sendiri dengan tanpa ada bukti pertanggungjawaban yang legal.

Jero Wacik saat menghadiri sidang Tipikor/Sumber Foto: postkotanew,com
Sosok yang ramah dan murah senyum itu pun dianggap telah melakukan pengayaan untuk diri sendiri senilai hampir  sembilan  miliar. Dirinya dianggap telah menggunakan uang sebesar 7,3 M, sementara keluarganya sebesar 1 M. Akibatnya, karena hal tersebut, Jero dianggap telah merugikan negara sebesar 8,3 M.

Ada persangkaan terhadapa kebergunaan uang tersebut. Beliau dinafikan sebagai pengguna uang untuk kepentingan diri sendiri, seperti biaya ulang tahun, biaya pencitraan, dan biaya bantuan untuk staf khusus presiden, Daniel Sparingga.

Sangkaan selanjutnya, Jero dianggap telah diangap menerima hadiah atau uang sebesar 349 juta rupiah untuk membayar biaya ulang tahunnya pada 24 April 2012 lalu. Uang tersebut berasal dari PT Trienergy Mandiri International. Pak Jero, dituntut dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara atau denda sebesar 18 Miliar. Sementara, Pak Jero sendiri mengatakan dia tidak  melakukan kesalahan. Dikatakannya pula bahwa dirinya lalai dalam mengawasi para bawahannya sehingga hal ini terjadi.

Dalam kasus ini oleh Hakim Pengadilan Tipikor, mantan politikus Partai Demokrat itu  dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap pasal 3 dan pasal 11, juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pemberantasan Korupsi.

Pak Jero diharuskan membayar denda sebesar 18 Miliar, sementara harta kekayaan yang dimilikinya tidaklah mencapai angka yang sangat fantastis tersebut. Bila ditaksir hanya di angka 14 Miliar, "Tekor saya", ucapnya.

Para majelis hakim melihat Jero Wacik dari dua sisi ketika putusan akan dibacakan. Ada hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang menurut majelis hakim memberatkan, Pak Jero dinilai tidak mendukung usaha pemerintah memberantas korupsi. Sementara, hal yang  meringankan beliau adalah, pertama sebagai menteri Pariwisata dan Kebuayaan dan menteri Ekonomi Sumber Daya Mineral, Pak Jero dianggap sebagai orang yang dapat meningkatkan pendapatan negara, seluruh kesalahan yang terjadi tidak seluruhnya murni kesalahan beliau, dan Pak Jero sebagai kepala rumah tangga yang juga sebagai penanggung jawab keluarga.

Bila ditilik lebih jauh. Jero Wacik sangat loyal dengan tugasnya sebagai menteri yang diemban kala itu. Bagaimana tidak, saking loyalnya dengan negara, terkadang beliau tak sempat untuk menikmati waktu libur bersama keluarga.

Semoga, Pak Jero tetap menjadi orang yang kuat. Menemukan kembali titik balik sebagai seorang manusia yang  mengemban jabatan hanya bersifat sementara dan beroleh pelajaran berharga.

Nantikan cerita seru lain tentang beliau.
















Monday, April 4, 2016

Diabetes: Penyakit Tidak Menular Dapat Disembuhkan

Belajar dari  pengalaman dalam keluarga yang memiliki riwayat diabetes, Ibu, ternyata diabetes menjadi salah satu penyakit yang boleh dibilang dapat merenggut nyawa. Betapa tidak, orang yang terkena diabetes akan mengalami komplikasi beragam penyakit, mulai dari kebutaan, hati, hingga berujung amputasi dari bagian anggota tubuh.

Kementerian Kesehatan  Republik Indonesia bersama dr. Lily Setyawati dan dr. Dyah Mustikawati dalam workshop mengenai Diabetes di Indonesia menyampaikan, bahwa Diabetes  sebagai penyakit nomor tiga. Sementara,  Indonesia menempati urutan ke tujuh dengan penyakit Diabetes. 

Menurut Lily, Diabetes ini dapat "berteman" dengan  jantung dan juga TB. Itu semua sebagai side effect dari Diabetes. Dapat pula  menyebabkan kebutaan, jika terluka dan infeksi sangat lama sembuh. Menurutnya lagi dalam Global Nutrition Report 2014, Indonesia termasuk dalam 17 negara di dunia dengan tiga masalah gizi.

Apa itu diabetes?
Diabetes merupakan kondisi kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Tubuh memproduksi insulin, yaitu hormon yang dikeluarkan oleh pankreas, untuk memecah gula yang dikonsumsi dalam makanan. Penurunan produksi dan atau pemanfaatan insulin menyebabkan diabetes, jika tidak diobati atau terkontrol, diabetes dapat menyebabkan masalah serius, seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal. Beberapa di antaranya kemungkinan juga mengancam jiwa.


dr. Lily Setyawati dalam paparannya mengenai Diabetes di Indonesia

Ada dua jenis diabetes, tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 tubuh berhenti memproduksi insulin karena kerusakan sel pankreas. Dulunya disebut diabetes juvenile karena biasa didiagnosis pada orang dewasa muda atau anak-anak, atau diabetes insulin-dependent. Insulin menjadi bagian penting bagi penderita diabetes untuk keberlangsungan hidupnya.

Diabetes tipe 2, sebagai bentuk umum dari diabetes, sekitar 90% dari kasus. Di tipe ini, pankreas menghasilkan jumlah yang tidak memadai untuk insulin, atau tubuh tidak mampu memakai insulin yang tersedia secara baik dan benar. Tipe 2 biasanya terjadi pada orang dewasa, dan lebih sering terjadi pada orang dengan tingkat kegemukan tinggi (Obesitas). Tipe 2 dulunya dikenal dengan nama diabetes onset dewasa atau  diabetes tidak tergantung insulin. 

Biasanya pola makan diatur dengan diet, olahraga, dan obat oral. Insulin yang diberikan apabila kadar gula darah benar-benar tidak dapat dikontrol oleh obat oral. Lebih dari 80% diabetes tipe 2 bisa dicegah atau ditunda dengan mengurangi risiko yang dapat menyebabkan diabetes dan melakukan gaya hidup sehat.

Para peserta workshop, teman-teman blogger


Dalam paparannya itu juga, dr Lily Setyawati menyampaikan, diabetes dapat dicegah dengan:

1. Diabetes dapat dicegah dengan melakukan aksi dari sekarang, mengubah pola hidup sehat.
2. Lawan diabetes, konsumsi makanan sehat dan gizi seimbang.
3. Lawan diabetes, lakukan aktivitas fisik.
4. Lawan diabetes, periksa kesehatan secara teratur.
5. Lawan diabete, penderita diabetes dapat hidup sehat dengan teratur mengikuti pengobatan secara tepat dan benar.

Dengan satu kata C E R D I K
C = Cek kesehatan secara berkala

E = Enyahkan asap rokok

R = Rajin olahraga

D = Diet seimbang

I = Istirahat cukup

K = Kelola stress.

#kemenkesRI
#lawandiabetes
#HKS2016
#sehatnegeriku




















Wednesday, January 6, 2016

JAMBI: TANAH PILIH PESAKO BETUAH


“Lain lubuk lain ikan, lain padang lain belalang”. Kiranya, peribahasa itu tepat menggambarkan keberagaman wilayah negeri tercinta ini, salah satunya Tanah Pilih Pesako Betuah. Anda tentu penasaran kan, apa dan siapa  Tanah Pilih Pesako Betuah tersebut?

Frasa “Tanah Pilih Pesako Betuah” tertulis di lambang Kota Jambi sekarang. Menurut orang tua pemangku adat Melayu Jambi, dulunya Tuanku Ahmad Salim dari Gujarat berlabuh di selat Berhala dan mengislamkan orang Melayu di daerah itu. Lantas, ia membangun pemerintahan baru berdasarkan Islam bergelar Datuk Paduko Berhalo yang menikahi putri dari Minangkabau bernama Putri Selaras Pinang Masak. Dikaruniai empat anak yang  menjadi datuk di wilayah itu.

Adapun putra bungsunya yang bernama Orang Kayo Hitam ingin meluaskan wilayah hingga ke pedalaman. Jika ada tuah, membangun kerajaan baru. Ia menikahi anak Temenggung Merah Mato bernama Putri Mayang Mangurai. Temenggung Merah Mato lantas memberi mereka sepasang Angsa dan Perahu Kajang Lako. Kepada anak dan menantunya, Temenggung berpesan agar menghiliri Sungai Batanghari untuk mencari tempat mendirikan kerajaan yang baru ketika sepasang angsa yang dibawa akan naik ke tebing dan berhenti di tempat itu selama dua hari dua malam.

Setelah beberapa hari menghiliri Sungai Batanghari, sepasang angsa itu naik ke darat di sebelah hilir (kampung Jambi), Kampung Tenadang dahulu namanya. Sesuai amanah mertuanya maka Orang Kayo Hitam dan istrinya mulai membangun kerajaan baru yang disebut “Tanah Pilih”, dijadikan sebagai pusat pemerintahan kerajaan (Kota Jambi) sekarang.

Ketahuilah, nama Jambi itu berasal dari kata ‘Jambe’ di bahasa Jawa artinya ‘pinang’. Kemungkinan besar Tanah Pilih dijadikan tapak pembangunan kerajaan baru, pohon pinang banyak tumbuh di sepanjang aliran Sungai Batanghari, karenanya nama itu dipilih oleh Orang Kayo Hitam.


Liku-Liku Sejarah Jambi
Di awal abad ke-7 di dekat muara Sungai Batanghari muncul kerajaan Melayu Tua. Kerajaan tersebut punya kuasa terhadap pelabuhan tua yang ada di muara sungai. Berdasarkan literatur China, kerajaan Melayu Tua terdapat sekitar 5.000 pasukan. Perdagangan di sekitar wilayah itu berkembang pesat dan dapat menarik perhatian kerajaan besar Sriwijaya yang berada di Palembang. Pada 686 Masehi, kerajaan Sriwijaya berhasil menundukkan kerajaan Melayu Tua dan mengambil alih pelabuhan. Ahli sejarah memperkirakan, Muara Jambi sebagai ibukota kerajaan Melayu Tua yang berada di bawah pengawasan Kerajaan Sriwijaya.

Ketahuilah, agama Islam masuk ke Jambi pada abad ke-16. Itu bersamaan dengan datangnya orang-orang Belanda. Pada 1616, perusahaan perdagangan Belanda yang bernama The Dutch East India Company, membuka kantor di Jambi yang lantas mengadakan kerjasama dengan penguasa Melayu, Sultan Muhammad Nakhrudin. Belanda juga berhasil memperoleh hak monopoli dalam perdagangan lada yang banyak dihasilkan di negeri tersebut. Pada 1901, Belanda memindahkan kantor dagangnya ke Palembang, Sumsel dan melepaskan pengawasannya dari Jambi.

Dari berbagai buku sejarah dan literatur yang diperoleh dari situs Provinsi Jambi, cikal bakal Provinsi ini  dimulai dari Karesidenan. Jambi ditetapkan sebagai Karesidenan pada tanggal 27 April 1904, setelah gugurnya Sultan Thaha Saifuddin dan berakhirnya masa Kesultanan Jambi.

Ketika itu Belanda berhasil menguasai wilayah wilayah Kesultanan Jambi. Awalnya, Karesidenan Jambi masuk ke dalam wilayah Nederlandsch Indie. Residen Jambi yang pertama, O.L Helfrich yang diangkat berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Belanda No. 20 tanggal 4 Mei 1906 dan pelantikannya dilaksanakan tanggal 2 Juli 1906. Kekuasaan Belanda atas Jambi berlangsung ± 36 tahun, karena pada tanggal 9 Maret 1942 terjadi peralihan kekuasaan  kepada Pemerintahan Jepang. Pada 14 Agustus 1945 Jepang menyerah pada Sekutu.

Jambi dalam Sketsa
Nah, kini saatnya saya memperkenalkan objek-objek wisata yang bisa  keluarga kunjungi saat berlibur ke kota ini.

Taman Rimba
Taman ini memiliki luas 24 hektar sekitar 400 meter dari Bandara. Dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dengan kendaraan pribadi dan umum dari pusat kota Jambi. Di taman ini kita akan mendapati beragam satwa hutan dan bentuk beragam rumah adaat di setiap kabupaten di Jambi.

Sungai Batanghari
Sungai ini memiliki lebar lebih kurang 300 meter. Bisa menjadi pilihan wisata alam bebas kita dan keluarga. Kita bisa menaiki perahu Pompong (orang Jambi biasa menyebutnya) dari Tanggo Rajo kota Jambi sembari melihat rutinitas masyarakat di pinggiran sungai. Juga bisa melihat kesibukan pagi hari di Pasar Angso Duo yang bisa dilihat dari pinggiran Sungai Batanghari. Hal yang lebih menarik lagi, kita dapat menikmati wisata malam makan jagung bakar di “Ancol” Jambi sambil melihat kerlap-kerlip lampu kapal dan rumah-rumah penduduk dari tepian sungai.

Perkebunan Nenas Tangkit
Dari proses tanam, panen, hingga membuat dodol dan selai nenas ada di kebun dengan luas 4.000 hektar di atas lahan gambut. Tepatnya berada di Desa Tangkit Baru menjadi keasyikan baru. Sekitar 30 menit dari pusat Kota Jambi, kita dapat menikmati indahnya kebun ini.

Selat Berhala
Menyusuri lebih jauh lagi Sungai Batanghari menuju ke laut, kita akan menjumpai satu selat, yaitu Selat Berhala. Di sana terdapat pulau kecil dengan pemandangan yang sangat indah. Memiliki luas 200 hektar dengan hamparan pasir putih yang tak tersentuh pencemaran di huni beragam batu karang. Selat Berhala dikelilingi tiga pulau yang memiliki pantai sebagian berbatu dan berpasir putih. Sebagian pulau tanpa penghuni dan sedikit pohon kelapa.


Candi Muaro Jambi
Mungkin lebih tepat  disebut kompleks percandian. Karena  di area ini terdapat beberapa candi, mulai Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Astano, juga beberapa makam kerabat kerajaan. Saat saya datang ke tempat ini sedang berlangsung Festival Muara Jambi. Festival itu mengetengahkan kebudayaan Jambi secara menyeluruh. Saya ditemani dua anak penduduk setempat sebagai pemandu wisata menuju ke sana. Perjalanan kami tempuh dengan mengendarai sepeda motor lebih kurang 1.5 jam dari pusat kota Jambi. Mereka menunjukkan beberapa candi yang punya nilai sejarah tinggi. Saya mengabadikan mereka dalam bingkai jepretan kamera saku dengan kualitas gambar yang cukup bagus. Setiap candi jelas menggambarkan kisah-kisah pada masa kejayaan kerajaan dahulu.


Taman Budaya-Sungai Kambang
Taman ini berada di daerah Sungai Kambang Telanaipura di tengah kota Jambi. Di tempat ini ada banyak pertunjukkan sering dilakukan. Termasuk pagelaran seni tradisional dan modern. Di tempat ini terdapat galeri seni rupa dan perpustakaan yang punya koleksi dokumentasi beragam kegiatan kesenian kota Jambi.

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
Luas arealnya mencapai 1,5 juta ha dengan gunung tertinggi di pulau Sumatera, gunung Kerinci (3.805 meter). TNKS ada di empat wilayah perbatasan antara Jambi, Sumbar, Bengkulu, dan Sumsel. Wilayah kerinci adalah daerah lembah yang subur berbatasan dengan bukit barisan. Kawasan ini kaya dengan flora dan fauna termasuk bunga terbesar di dunia, Rafllesia arnoldi.

Batu Gong
Batu  ini memiliki ukiran yang dulunya tempat hidup manusia purba. Berada di Desa Muak, sekitar 25 km dari Sungai Penuh. Diperkirakan batu itu diukir oleh manusia purba yang hidup sekitar 2.000 tahun lalu. Di sekitar Danau Kerinci itu juga ditemukan genderang yang diperkirakan berasal dari zaman besi dan tembaga.

Gua Tiangko
Terletak di Desa Sengering sekitar 9 km dari Sungai Manau yang berada di pinggir jalan raya menuju ke bangko. Di dalamnya terdapat stalaktit dan stalagmite. Gua ini paling terkenal karena ditengarai tempat hidup manusia purba sekitar 9.000 tahun lalu.


Danau Kerinci
Terletak di kaki Gunung Raja (2.543 m sekitar 20 km sebelah selatan Sungai Penuh. Di sekitar danau ini terdapat batu berukir  berasal dari manusia megalit yang hidup ribuan tahun lalu. Luar biasa!
Rasanya tidak pas ya wisata tidak bicara kuliner setempat. Jambi, hampir mirip dengan provinsi tetangganya seperti Sumsel dan Bengkulu. Makanan khas pempek dengan kuah ‘cuko’, burgo dari tepung beras yang diberi kuah ikan bersantan gurih, lempok (dodol durian), rambutan goreng, dodol nenas, juga tekwan.

Jambi termasuk provinsi yang banyak menghasilkan durian, tak heran jika tempoyak (asam durian) bertebaran di pasar tradisional dengan bau yang khas. Gulai asam tempoyak bagi yang suka durian tentu menjadi kenikmatan tersendiri. Dimasak bersama ikan patin, gabus, bujuk, atau nila semua terasa nikmatnya. Tergiur? (Jun Winanto).

 Informasi
Tiket Pesawat JKT-JBI: IDR 480.000 exclude airport tax (tergantung Maskapai)
Taksi Bandara ke Penginapan: IDR 60.000
Menala Gentala Arasy
Menara penanda waktu salat di Provinsi Jambi
Hotel: IDR 300.000 s.d. 500.000 tergantung kamar
Sewa mobil/hari: IDR 350.000 exclude bensin dan makan driver
Sewa Sepeda Motor/hari: IDR 100.000 exclude bensin

Cinderamata: Kisaran IDR 5.000 s.d. IDR 500.000,00

Petani dan Burung Emprit

Kangen pengen mosting cerita-cerita anak yang pernah dibuat di blog tercintah ini. Rasa-rasanya sudah lamaaaa bangeet ga nyentuh-nyentuh ini laman. Keasyikan ngurusin "halaman tetangga". . Alhamdulillah, Ada banyak hasilnya. Bisa ke sana ke sini dengan legaaaaaaaaaa. Oiya... ini mula minggu pertama di Januari 2016. Semoga banyak berkah rezeki yang melimpah menyinggahi diriku di tahun ini. Semakin merunduk dengan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh untuk bekal di akhirat nanti. Semoga semua semakin berjaya, berjaya untuk menggapai maghfirahNYA, tentunya. Anyway... cukup dulu preambule-nya, saatnya mosting cerita-cerita itu.


Di sebuah desa yang bernama Kuwu hidup seoran petani yang sudah renta. Meskipun sudah tua renta, tetapi tenaganya masih kuat. Dia memiliki sawah yang cukup luas. Sawah itu sering disinggahi burung-burung emprit dan memakan padi-padi yang mulai menguning. Hal itu sering kali terjadi jika akan panen.


Suatu hari, petani tua itu memikirkan, kira-kira apa yang akan dia lakukan terhadap burung-burung emprit itu agar tidak memakan padi yang mulai menguning. Akhirnya, dia menemukan cara yang cukup cerdas. Petani tua itu akan menggunakan selendang kain yang diisi batu-batu kerikil.


“Jika  aku meletakkan batu-batu kerikil itu dalam selendang kain lalu aku putar-putar dan lontarkan, burung-burung emprit itu tentunya akan terluka dan pergi. Aku hanya akan berpura-pura menghalau atau menyerang mereka agar pergi”, pikir petani tua yang sebenarnya sangat baik hati.


Semua jenis burung melihat petani tua renta itu memutar-mutar selendang kainnya. Burung-burung emprit itu pun satu per satu pergi. Akan tetapi, suatu hari seekor burung emprit berkata, “Aku  telah memerhatikan petani itu, dan dia tidak membawa batu kerikil dalam selendang kainnya. Dia hanya berpura-pura menyerang kita. Sebaiknya kita tidak usah gubris apa yang akan dilakukan  petani  renta itu”.


Saat burung-burung emprit itu tidak juga pergi, petani renta itu sangat sadar bahwa usaha pendekatannya yang sebenarnya tidak membahayakan itu tidak mendapatkan hasil. dia berpikir lagi, “Jika aku tidak mengambil langkah-langkah  serius sekarang ini, burung-burung emprit itu akan menghabiskan padi-padiku yang telah menguning. Hasil kerja kerasku selama ini akan sia-sia”.


Lantas, petani tua renta itu mengisi selendang kainnya dengan batu-batu kerikil dan benar-benar menyerang burung-burung emprit yang sedang memakan padi di sawahnya. Begitu burung-burung emprit itu menyadari petani tidak sedang menyerang dengan selendang kain  kosong, mereka beterbangan kocar-kacir dan tidak pernah kembali lagi.

Akhirnya, usaha petani renta untuk menghalau burung-burung emprit itu tidak sia-sia. Kini, dia pun dapat menikmati jerih payah yang selama ini telah dia lakukan. 




Tuesday, February 3, 2015

Quotes Indah tentang Cinta

Para pencari cinta...

"Aku tidak takut untuk mengatakan cinta, yang aku takutkan ketika dijawab dengan penolakan".

Ha ha ha...

Sempat tertawa ketika membaca salah satu quote tentang cinta itu. Menggelitik saya untuk menuliskannya di blog yang tempo-tempo ini. Tempo-tempo ada, tempo-tempo tenggelam. Hahaha.
Ini saja baru sempat lagi coret sana sini monitor. Alhasil, kecoretlah ini monitor.

Cinta...
Dapat membawa sejuta makna, bisa juga membawa sejuta luka. Mungkin juga lebih dari sejuta. Hihihi. Dihubung-hubungkan dengan bulan Februari (maksain banget), katanya ini bulan penuh cinta. Tapi, menurut saya sih, semua bulan itu ya penuh cinta, tak terkecuali Februari. Bulan dengan dengan jumlah hari tersingkat di penanggalan Masehi, cuma 28 atau 29 hari saja.

Coba ya kalo bulan-bulan yang laen cuma 28 atau 29 hari saja. Hahahaha... (ngareeeep!!). Kan, bisa cepet gajian (tipe pekerja cuma ngarepin gajian akhir bulan aja). Hahaha. Yah, lupakanlah gajian di tanggal itu. Karena sejatinya kerja itu tak hanya mengharap gajian atau imbalan saja, tetapi apa yang dapat diberikan untuk hal-hal terbaik demi kemajuan bersama (Jiaah...).

Ngemeng-ngemeng soal cinta, pasti pernah jatuh cinta atau jatuh dari cinta.
Sakiiiiitt!! Sakiiiit bangeeet!!!... Sakitnya tuh di sini (nunjuk pantat! Langsung sensor kata Cita Rahayu a.k.a Cita Citata).

Cinta itu datang karena dirayu
Cinta itu bermula dari rayuan
Karena ada yang merayu
Ada pula yang dirayu
Akhirnya keduanya saling rayu merayu

Hah... Ngomongin cinta itu bakal panjang banget, ngalahin jembatan yang panjang di dunia. Luasnya pun ngalahin luasnya samudera di dunia. Hihi... luas bangeet yak!

Cinta itu suci kalo diikat dalam sebuah sakralitas perkawinan.
Cinta itu ternoda kalo ada yang menodainya.
Cinta itu langgeng jika saling mengerti.
Cinta itu indah jika ada yang memupuk seperti bunga.
Cinta itu wangi, kalau ada yang menebar bibit parfum ke taman hati seseorang dengan ikhlas.

Cinta itu bisa buat gila kalo ada yang tersakiti.
Cinta itu merana kalau ada yang diputusin.
Cinta itu cinta itu cinta itu...

Kata Agnes Monica kadang gak pake logika.
Bener sih. Logika dikalahkan atas nama cinta.
Beuuh... ini bisa berabe.

Aku, kamu,  dia, mereka, engkau, hadir ke dunia ini karena cinta. Cinta yang tulus tak berharap balas.
Ada cinta monyet (cinta-cintaan). Tapi gw ga percaya sama cinta sejati.

Cinta sejati itu adanya di akhirat...(berdoa kenceng-kenceng biar masuk surga).
Cinta sejati itu sama bidadari-bidadari surga, bukan bidadari-bidadari koplak. Hahaha...
Cinta sejati itu sama ortu, anak, istri, suami, saudara-saudara, dan sebagainya.

Cinta cinta cinta....

Eh ada juga cinta karet... sana sini lengket. Kalo kena minyak tanah jadi melar dan bengkak.
Melarnya ga tau seberapa. Hihihi... argghh.. ga habis-habis deh ngebahas cinta.





Tuesday, December 30, 2014

Ada Nilai di Setiap Kilometer


Komunitas ini dibentuk tidak hanya untuk kesenangan diri sendiri, selain untuk hobi juga punya misi sosial, yaitu ingin berbagi untuk sesama. Setiap kilometer jarak yang ditempuh punya nilai. Besar nilai donasi akan dilipatgandakan oleh komunitas ini,  selanjutnya akan disumbangkan kepada yayasan yang dipilih.

Komunitas ini berdiri pada 2009 yang digagas oleh Sandiaga S. Uno. “Kebetulan punya hobi bareng. Jadi, waktu komunitas ini terbentuk kita tidak saja membicarakan pekerjaan, tetapi kita punya hobi yang sama, yaitu lari. Model larinya adalah long distance running,” ucap Arlan , salah satu anggota komunitas BuB menjelaskan.

Arlan  Lukman, Komunitas BuB
Seiring bergulirnya waktu, para penggagas ingin memaknai arti lari yang mereka lakukan. Tidak hanya sekadar lari, capek, dan tidak ada hasilnya. Akan tetapi, lebih jauh dari itu, mereka ingin “berbagi.”
“Di sela-sela “pelarian” itu, kami tanamkan filosofi  yang menjadi daya hidup komunitas ini, Berlari dan Berbagi. Lari ini  memunculkan enzim “feel good” yaitu enzim endorfin. “Semakin jauh jarak lari yang ditempuh, semakin memacu dan menstimulasi enzim tersebut,” lanjut Arlan.

Beberapa waktu lalu, tujuh orang pelari dari BuB dikirim ke Berlin untuk mengikuti lomba maraton. Berlin merupakan official marathon pertama di komunitas ini. Salah satu pelarinya selain Arlan adalah Raty Ning. Sebenarnya, para pelari itu sebelumnya akan melakukan lari maraton di New York, tetapi tidak jadi karena badai Sandy. Karena mereka membawa misi sosial dan jauh-jauh datang ke New York, Raty Ning dan Arlan pun tetap melakukan lari maraton.“Sebenarnya, itu merupakan beban, tetapi beban yang bernilai positif. Tidak jadi official marathon-nya, tetapi kami harus lari, mengumpulkan dana,” urai Raty bersemangat.

Banyak pengalaman yang diperoleh selama Raty dan Arlan melakukan lari. Misalnya saja Raty, dia menuturkan, selama 18 minggu latihan memberikan kepercayaan diri lebih. Akan tetapi, apa yang sudah direncanakan dengan kejadian, berubah total.



Raty Ning, Komunitas BuB
“Saya, di kilometer 25 sudah ngos-ngosan dan menderita kram di ulu hati, sedangkan sebelum lari kepercayaan diri saya tinggi. Tidak pernah berpikir ada rencana lainnya. Rencana pertamanya adalah lari. Saya tetap memaksa lari hingga di kilometer 30. Dan di 12 kilo terakhir saya kombinasikan antara jogging dan jalan. Apa yang bisa membawa saya selesai? Saya membawa misi. Teman-teman sudah mengumpulkan dana dan mendukung saya secara total. Itu merupakan hutang saya kepada donatur, \ yayasan, dan teman-teman d BuB” kenang Raty.

Di komunitas ini ada lebih dari 40 orang pelari berkumpul, mulai dari kalangan pengusaha, karyawan, hingga tentara. Komunitas Berlari untuk Berbagi intinya penggalangan dana.  Hal unik dari program Komunitas Berlari untuk Berbagi ini adalah penyumbang bebas menetapkan yayasan mana yang akan disumbangnya. Sebagai syarat terpenting adalah, bahwa yayasan  harus telah berbadan hukum dan memiliki nomor rekening atas nama yayasan.
Komunitas ini bukan kumpulan para atlet pelari terkenal atau yang ingin memomulerkan diri, tetapi mereka merupakan orang-orang dari beragam profesi yang sebagian besar pengusaha. Mereka punya inisiatif mengumpulkan dana untuk aksi sosial yang mereka lakukan kepada masyarakat yang memerlukan.
Program yang dilakukan oleh komunitas ini sebagai bentuk program yang menyenangkan, dalam artian gabungan antara hobi dan kegiatan sosial. Sebagai bentuk bakti mereka, sekitar 40 yayasan di Indonesia, di antaranya Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), The Learning Farm, Yayasan Bumis Sehat, dan Rumah Singgah Anyo, telah mendapat donasi dari Komunitas BuB.

Kegiatan mereka untuk mengumpulkan dana  terbilang unik. Mereka lari maraton di beberapa kegiatan, seperti New York, Boston, Paris, dan Berlin. Itu kota-kota yang telah mereka kunjungi dalam rangka pengumpulan dana dari luar negeri untuk disumbangkan ke yayasan yang ada di Indonesia. Dari kegiatan itu, mereka berhasil mengumpulkan dana 10 miliar rupiah. Jarak yang mereka tempuh 124 km.  Agenda acara di Berlin yang mereka ikuti beberapa waktu lalu sebagai upaya untuk mendukung program Indonesia Sejahtera (Indotera) tahun 2025 yang digawangi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Liburan Bebas Ribet




Mengapa harus nenteng tas berat-berat, lebih baik bawaan “disaring!”

Merencanakan perjalanan untuk berlibur sungguh menyenangkan. Segudang rencana terbayang di benak, mulai dari duduk santai di pinggir kolam renang hotel, berwisata kuliner, hingga belanja oleh-oleh untuk orang-orang tersayang. Hmm, rasanya tak sabar menjelajahi tempat baru dan keluar sejenak dari rutinitas yang membuat penat. Tetapi, karena terlalu bersemangat, Anda lupa untuk serius mengurus packing. Justru mengepak barang ke dalam tas dilakukan di menit-menit terakhir sebelum keberangkatan. Akibatnya, bawaan Anda terlalu banyak atau mungkin kurang.

Berikut barang-barang yang sebaiknya Anda bawa.

Sunblock atau tabir surya
Pancaran sinar matahari akan membuat kulit Anda kering dan kusam. Radiasi sinar matahari langsung akan memicu perkembangan sel-sel kanker pada kulit. Jika liburan Anda dipersiapkan untuk ke pantai, gunung, atau berjalan-jalan di sekitar dan dalam kota, tabir surya atau sunblock penting untuk Anda bawa.
Obat pribadi dan perlengkapan P3K
Ketika Anda memutuskan untuk berlibur ke suatu tempat, yakinkan bahwa persediaan obat untuk diri pribadi cukup hingga akhir liburan. Belum tentu di semua kota tujuan liburan tersedia obat yang sama dengan tempat Anda menetap.
Hand sanitizer
Ini penting apabila Anda ingin terbebas dari kuman dan bakteri dari berbagai barang yang telah Anda sentuh selama perjalanan. Juga untuk memastikan belum tentu di semua tempat tersedia air bersih dan keran air umum. Ini juga sebagai pengganti tisu basah jika Anda tak mau repot.
Kaca mata hitam
Ini bukan untuk bergaya, tetapi agar sinar ultraviolet tidak langsung terkena mata. Karena sinar ini mengandung partikel-partikel berbahaya.
Kantung plastik
Nah, barang yang satu ini sangat berguna untuk memisahkan antara pakaian basah dan kering. Juga sangat berguna tatkala Anda mabuk perjalanan (muntah), baik darat, laut, maupun udara.
Dokumen penting
Fotokopi dokumen seperti KTP, SIM, paspor, tiket pesawat, dan sebagainya sangat penting di dalam tas Anda. Anda tidak tahu, kapan nasib nahas menimpa. Dengan adanya fotokopi dokumen tersebut jika terjadi kehilangan atau kecopetan, Anda dapat dengan mudah dan cepat mengurusnya.
Kunci dan gembok koper
Kunci cadangan untuk koper dan gembok perlu Anda bawa. Hal itu untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu kunci rusak atau patah. Bisa juga karena Anda membawa tambahan koper karena barang-barang belanjaan yang Anda beli.
Permen
Mengunyah permen, terutama permen karet cukup baik. Jika Anda berlibur dengan menggunakan pesawat, mengunyah permen karet dapat mengurangi tekanan telinga saat pesawat lepas landas.
Buku, majalah, atau mainan
Jika Anda pergi ke tempat yang cukup jauh dengan waktu tempuh berjam-jam, tentu rasa bosan sering menghampiri. Untuk mengusir hal itu, bawalah buku, majalah, dan permainan untuk menghilangkan rasa jenuh. Tetapi, bukan buku atau majalah tebal.
Pulpen
Meski bentuknya kecil, terkadang terabaikan oleh Anda. Penting untuk mencatat segala sesuatunya tentang perjalanan Anda nanti. Sisipkan di bagian tas kecil yang memiliki kantung. Dengan begitu, pulpen tidak akan berpindah tempat.

Kamera dan charger
Tentu Anda tidak ingin momen-momen indah terlewatkan begitu saja karena habis baterai kamera. Menyesal akan datang belakangan. Karena itu, benda ini penting untuk Anda bawa sebagai bank penyimpan foto Anda. Kamera pocket sangat simpel dan tidak memakan banyak tempat. Tetapi, jika Anda membawa kamera selain pocket, lebih baik siapkan tas kamera khusus. Hal itu untuk menjaga kemungkinan kamera dari benturan benda keras yang mengakibatkan lensa pecah atau tergores.
Uang receh
Di dalam tas backpack kecil Anda, selipkan kantung plastik kecil-kecil untuk uang receh. Sewaktu-waktu Anda perlu kembalian, tentu tidak susah mendapatkannya. Tempatkan kantung plastik kecil itu di tempat yang mudah terjangkau.
Scarf
Jangan pernah menyepelekan benda satu ini. Persiapkan scarf untuk melindungi kepala dari sengatan sinar matahari langsung.
Baju secukupnya
Bawalah baju seperlunya. Hendaknya membawa baju dengan warna solid, seperti hitam atau putih. Warna ini sangat baik untuk Anda yang ingin bergaya kasual dan rapi.
Payung kecil
Anda tidak tahu kapan hujan akan turun atau jika matahari sedang terik-teriknya, kecuali jika Anda tahu di mana membeli payung di tempat tujuan berlibur Anda.

Berikut barang-barang yang sebaiknya ditinggalkan.

Tas pinggang
Memang, secara bentuk tas ini ramping, ringan, dan praktis. Akan tetapi, tas pinggang bukan jaminan barang-barang yang Anda letakkan di dalamnya akan aman dari pencopet ketika Anda bawa berlibur. Justru tas pinggang dapat menjadi incaran para pencopet.
Sandal bersama kaus kaki
Sandal dan kaus kaki tentunya akan menghangatkan kaki Anda ketika berada di dalam pesawat terbang. Tetapi,  kedua benda itu tidak tepat disatukan ketika dipakai. Sebaiknya, ketika merencanakan liburan. Kedua benda itu perlu Anda pikirkan lagi baik-baik untuk dibawa.
Sepatu heels
Siapkan alas kaki yang nyaman. Pakailah sandal tepek, sepatu bersol rata, atau sneaker. Itu dimaksudkan agar saat Anda akan berkeliling tubuh terasa nyaman.
Sepatu karet
Lupakanlah sepatu karet Anda. Lebih baik memilih alas kaki yang  nyaman jika Anda nantinya harus berjalan sepanjang liburan. Jika hujan turun di saat Anda mengenakannya, bahaya terpeleset akan lebih besar.  Apalagi jika tujuan berlibur ke pantai, lumut-lumut di batu karang akan menghambat perjalanan langkah Anda.
Sepatu kets warna putih
Wisatawan luar negeri, Eropa misalnya, bergaya saat berlibur memang menjadi suatu keharusan. Akan tetapi, Anda perlu menghindari sepatu kets putih tersebut karena cenderung cepat kotor. Terkecuali jika Anda berpikir akan membawa sikat dan pembersih sepatu untuk menjaganya agar tetap terlihat bersih selama melakukan perjalanan.
Celana pendek
Celana pendek sangat tepat jika Anda memilih berlibur ke pantai nantinya. Akan tetapi, untuk ke tempat lain di luar itu, sepertinya celana pendek kurang tepat.
Aksesori dari batu
Terlalu banyak aksesori yang Anda bawa akan membuat repot perjalanan berlibur Anda.  Trendi sabuk, tas, dan sepatu dari bahan batu berharga justru akan memperlambat Anda di pos pemeriksaan keamanan bandara. Gaya fashion yang Anda kenakan malah memicu detector logam berbunyi selama pemeriksaan keamanan di tempat-tempat tertentu.
Celana convertible
Celana ini memiliki resleting di bagian lutut sehingga seketika dapat berubah menjadi celana pendek. Mungkin, secara teori celana itu merupakan ide bagus. Sayangnya, itu bukan pilihan yang paling “in.” Jadi, kecuali Anda sedang menuju ke kamp safari di Afrika, tempat Anda dan pemandu saja yang ada. Tinggalkan benda itu di rumah!
Baju army look
Akan pas dan tepat kalau Anda mengenakannya di Trinidad, Tobago, dan Kepulauan Seychelles. Karena tidak ada larangan penggunaan baju-baju seperti militer itu. Akan tetapi, jika Anda tetap ingin memakainya, pastikan bahwa tempat tujuan berlibur yang akan Anda kunjungi tidak melarangnya dan tidak ada sanksi.
Pakaian renang mini
Secara garis besar, pria harus menghindari menggunakan celana dalam saat berenang di pantai. Bokong Anda akan terlihat. Sementara wanita, sebaiknya tidak mengenakan bikini model thong, kecuali kalau ingin melakukan pemotretan dengan latar belakang pantai.
dan multimedia lainnya.
Sabun, tisu, sikat gigi, dan sampo
Anda bisa membeli peralatan mandi tersebut di tempat tujuan berlibur bila yakin mendapatkannya dengan mudah dan murah. Kalaupun ingin membawanya, bawalah secukupnya saja.
Uang tunai

Zaman yang serba praktis seperti sekarang, mungkin Anda tidak perlu membawa uang tunai terlalu banyak saat bertransaksi. Cukup siapkan potongan plastik ajaib bernama kartu kredit atau kartu ATM. Transaksi pun akan berjalan lancar tanpa masalah. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus mengosongkan dompet dari uang tunai saat berlibur. Anda perlu uang tunai saat melakukan pembayaran taksi, tip pelayan restoran, atau membeli makanan di pinggir jalan yang sepertinya saat ini belum dilengkapi dengan mesin EDC.

Monday, December 1, 2014

Bulan di Ranting Cemara

Saat senja mulai melepas, suasana remang-remang mulai melingkar langit. Seandainya duduk berdua dengannya semua jadi tak berasa. Tak terasa, rinduku mulai bangkit. Menggelepar bak sayap merpati kecil yang baru belajar terbang.

Ketika alam mulai berjanji untuk mempertemukan aku dan dirinya di malam itu, aku sudah membayangkan, diterangi di bawah sinar rembulan. Sabda alam terkadang membawa suka pula duka. Rinduku yang teramat, semakin menyengat. Aku melihat, ada bulan bundar sempurna yang menyembul dari balik ranting cemara.

Rindu yang kurasakan makin membara. Riak-riak kecil tirta pantai seolah bercakap-cakap mengajak diriku untuk bersamanya. Canda ria gemerisik Kelomang berlalu lalang di atas butiran silika pantai seolah memberi tanda padaku untuk segera bertemu dengannya. Jujur, aku ingin dia ada di sisiku.

Malam mulai menyinggah semakin pekat. Perlahan-lahan purnama mulai menggantung. Kartika bertebaran tak terhitung jumlahnya. Gravitasi bumi tak mampu menarik menjatuhkan satu dari miliran mereka ke dalam pelukanku. Saat esok hari setelah dirinya kembali, mungkin saja aku akan

Thursday, November 27, 2014

Terima Kasih, Sayang...

Pagi ini, aku masih ingin mencari bagian-bagian yang terserak semalam. Butiran-butiran putih kental bening yang mengalir  semalam itu masih mengingatkanku padanya. Pagutan-pagutan bibir itu… aahhh… hingga pagi ini masih merasuki sukma hingga ke sumsum tulang belakangku. Permainannya sungguh luar biasa.

Dia satu-satunya yang bisa menundukkan aku di malam itu hingga lunglai dan lemah terjatuh. Hingga tetes-tetes terakhir yang bisa aku rengkuh bersamanya. Aku tak munafik manakala dia menatapku penuh tahu dan menggoda diriku. Menggoda dan tergoda aku pikir sudah biasa. Butiran-butiran kental putih berkilau itu masih terus membayangi diriku. Entah sudah berapa banyak kenikmatan yang aku raih bersama dirinya selama ini.

Mataku terpejam dan terbuka dibuatnya. Permainan-permainan cantik dia hanyutkan bersama diriku. Semilir angin dari air conditioner tak menjauhkanku darinya. Justru semakin menambah erat dan hangat dalam dekapanku. Geliat liarnya terkadang sulit aku taklukan. Begitu kencang menyerang bertubi-tubi ke dalam organ lisanku. Menyambung dua tiga bagian rasanya belum terpuaskan. Entah berapa kali di malam itu dia menjamahi lisanku.


Menjadi pertempuran hebat yang tak perlu mengeluarkan banyak keringat. Kemilau semburat yang memancar tak sanggup aku elakan. Menjadi kenangan indah yang akan terus melekat dalam ingatan. Aku ingin berucap, mungkin hanya dalam beberapa kali kecupan. Bagiku itu sudah cukup. Diapun akan mengucapkan hal yang sama untukku. Aku masih merasakan apa yang terjadi di malam itu untukku pagi ini. Dia telah menemaniku hingga pagi menjelang. Terima kasih permainanmu susu putih kental manis untukku. Love J

Wednesday, September 3, 2014

Sunday, July 27, 2014

Friday, July 18, 2014

Imaginative Writing: Menulis dan Menerbitkan Buku Itu Gampang


"Sulit jika kita mengatakan sulit"

Menulis lalu menerbitkan buku dan dibaca banyak orang impian setiap penulis. Namun, proses penulisan dan kesempatan untuk menerbitkan sering menjadi kendala penulis. Penentuan tema, penokohan/karakter, latar atau setting (tempat), sudut pandang, gaya bahasa, amanat, dan alur cerita menjadi kendala umum yang dihadapi penulis. Belum lagi ketika penulis ingin menggambarkan atau menceritakan sesuatu yang belum pernah dilihat dan dirasakan langsung.

Memulai Imaginative Writing
Sebuah buku, seperti novel tidak harus berisi ratusan halaman tebal. Yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan imajinasi kita ketika menulis. Itulah yang disebut imaginative writing, yaitu proses menulis kreatif yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penulis dengan cara-cara imajinatif, terlihat unik, dan puitis. Penulis menuangkan ekspresi perasaan dan ide-ide tanpa ada batasan secara faktual, ditulis secara ekspositoris logis.

Persiapan ketika kita ingin memulai imaginative writing:

1.      Kejelasan
Tidak membingungkan orang. Artinya, ketika tulisan dibuat pembaca langsung memahami arah yang akan dituju.

2.      Bentuk                      
Ada tiga bagian yaitu awal, tengah, dan akhir. Awal: harus dapat menarik pembaca dan ending yang memuaskan. Hal ini berlaku untuk cerita fiksi, memoar, esai pribadi, otobiografi, dan cerita anak-anak. Terkadang, penulis jenius mengabaikan ini, tetapi kebanyakan kita tidak jenius jadi tidak bisa mengabaikan hal ini.

3.      Emosi                        
Ada emosional dan pembaca peduli terhadap hal-hal protagonis yang dibangun. Seperti menangis, tertawa, takut, atau merasakan sesuatu.

4.      Arti dan Koneksi     
Arti di sini mengacu kepada orang atau situasi, pembaca dapat terhubung dengan hal-hal yang terjadi dalam cerita (larut dalam cerita). Baik itu cerita seorang penulis yang dapat dimasuki lebih dalam oleh pembaca, juga hiburan dari sebuah tulisan, humor, dan sebagainya. Dalam beberapa cara, penulisan tersebut dapat terhubung ke seluruh dunia.

5.      Bahasa                       
Penulis sangat peduli dengan kata-kata karena itu menjadi sebuah kekuatan. Penulis sudah semestinya mencintai bahasa.

Untuk mengembangkan ide sebuah tulisan imajinatif dapat berasal dari:
Ø  Cerita pendek
Ø  Puisi
Ø  Surat diri (baik untuk masa depan atau masa lalu)
Ø  Surat untuk orang lain
Ø  Diary
Ø  Prolog atau epilog
Ø  Pidato
Ø  Autobiografi dan sebagainya

Hal-hal yang harus dipaparkan dalam proses penulisan imajinatif:
Ø  Topik                          : Apa yang ditulis
Ø  Tone                           : Bagaimana suara tulisan Anda (Konsistensi selama menulis)
Ø  Struktur dan Fitur      : Apa bentuk yang Anda pilih akan terlihat dan berisi sebagai   isi sebuah cerita Anda
Ø  Pesan                          : Apa pesan yang ingin disampaikan
Ø  Audiens                       : Apa yang akan Anda katakan kepada pembaca
Ø  Bahasa                         : Bagaimana Anda ingin mengatakannya

Mengolah  Imajinasi Menjadi Tulisan
Sebuah imajinasi jika disusun dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa. Mengapa? Karena sesuatu itu tidak akan terbentuk secara luar biasa apabila Anda tidak berimajinasi.

Menulis menjadi magnet tersendiri untuk mereka yang menyukai dan menikmatinya. Di situ seakan-akan Anda membentuk dunia baru yang diinginkan dan membuat tokoh-tokoh yang ingin dimainkan. Penulislah sebagai dalang dari tokoh-tokohnya tersebut. Penulis berimajinasi dan sah-sah saja memutar balikkan nasib dan takdir para tokoh yang dibuatnya dengan sekehendak hati. Akan tetapi, penulis harus tetap berada di jalur logika cerita agar cerita yang dibuat menjadi lebih menarik dan masuk akal, apabila tulisannya ingin dibaca khalayak ramai.

Fiksi, sebagai sebuah tulisan yang mendasarkan pada imajinasi atau karangan cerita dari penulis. Seperti cerpen, novel, atau film. Akan tetapi, jangan salah meski hanya mengandalkan kekuatan imajinasi, perlu dilakukan riset kecil untuk tema yang akan ditulis agar isi cerita lebih berbobot dan hidup.
Saat penulis membuat sebuah tulisan, berikanlah “sesuatu” untuk pembaca. Baik itu ilmu pengetahuan, motivasi, hikmah hidup, hal-hal baru yang bermanfaat untuk pembaca meski hanya tulisan fiksi.

Semua imajinasi Anda dapat dikemas dalam sebuah cerita menarik dengan gaya Anda sendiri. Tulislah semua yang ada dan terlintas dalam pikiran Anda. Setelah selesai, coba Anda baca kembali dan saat dirasa masih ada hal-hal yang kurang mendukung atau mengganjal di pikiran, langsung hapus dan tulis kembali dengan kalimat atau kata yang menurut Anda lebih baik, enak, dan pas.
Jadi, jika Anda ingin menjadi penulis dari sekaranglah bergerak. Ambil pensil, pulpen, spidol, atau alat menulis apapun yang dapat Anda gunakan. Kertas kosong, buku diary, laptop, PC sekalipun, segeralah menulis!

Semakin sering Anda merangkai kata demi kata, suatu hari nanti Anda akan menemukan hal-hal yang mengagetkan saat kata itu terangkai menjadi kalimat dan hidup serta memukau. “Semua orang bisa menulis, tetapi tidak semua orang bisa menulis dengan baik dan benar.”

Ketika proses penulisan selesai, penulis dihadapkan lagi untuk menerbitkan buku. Mulai dari naskah tidak sesuai genre penerbit hingga harus bersaing dengan penulis senior. Berakhir kecewa!

Kini, tak sulit lagi menerbitkan buku.  Menerbitkan buku tak hanya di penerbit konvensional. Buku pun tak lagi hanya dapat dinikmati dari lembaran-lembaran kertas yang kita beli di toko buku. Teknologi digital berkembang semakin pesat. Kita dapat memanfaatkan aplikasi digital untuk menerbitkan buku melalui penerbit buku digital.

Dengan cara itu buku dapat lebih mudah diperoleh, diakses, dan dibaca banyak orang.
Tentu, hadirnya aplikasi itu membuat dan menerbitkan buku menjadi gampang. Melalui persiapan materi penulisan yang baik dan pemanfaatan aplikasi penerbitan digital, dapat memberikan peluang lebih besar untuk penulis yang ingin menerbitkan buku.
(Jun W-Chief  Editor Aksaramaya Publisher/Pustaka Maya)

SESAL KEMUDIAN TAK BERGUNA

Sudah lama tersimpan dalem kompi, akhirnya keluar juga. Ditambah lagi, udah lama ga ngeblog. Sekalian memperlancar jemari yang mulai kaku. Mengolahragakan pergelangan tangan yang mulai sakit-sakitan. Panggilan jiwa yang mulai meraung-raung harus segera diisi di bolong-bolong kecil otak. Untaian kalimat cerita berikut semoga jadi pembelajaran baik da berharga buat kita dan banyak orang. 

Di dalam sebuah hutan, hiduplah sepasang Rubah. Rubah itu memiliki seorang anak laki-laki. Mereka hidup bahagia dan dalam kedamaian. Rubah itu selalu mengajak anak laki-laki satu-satunya bercanda dan bersenda gurau. Saat malam, mereka sering bernyanyi dengan suara lantang. Akibatnya, penunggu hutan yang lainnya, merasa terusik.
Lion sebagai raja hutan, tidak tahan mendengar suara berisik dari keluarga Rubah tersebut. Raja hutan ribut dan mengamuk. Sepasang Rubah itu pun diserangnya secara membabi buta. Bapak Rubah melawan dengan sekuat tenaga. Saat masih berkelahi, Pak Rubah meminta kepada anaknya yang masih kecil untuk berlari menyelamatkan diri.


Begitu takutnya Rubah kecil itu. Dengan perasaan takut yang masih menyelimuti, Rubah kecil berlari sekuat tenaga. Sementara, ayah dan ibunya masih berkelahi sekuat tenaga melawan Raja Hutan yang bengis. Meskipun begitu, tetap saja kedua Rubah itu tidak mampu menghadapi Raja Hutan, mereka akhirnya tewas mengenaskan di tangan Raja Hutan. Sementara, Raja HUtan mengalami luka cukup parah.
Rubah kecil terus berlari hingga tenaganya habis. Di tengah jalan sang Rubah kecil jatuh pingsan. Kakinya luka-luka terkena duri dari dalam hutan. Ketika itu, lewatlah sepasang kerbau hutan. Mereka begitu iba melihat anak Rubah kecil itu kelelahan dan kaki luka terkena duri. Akhirnya, sepasang kerbau hutan itu menolong anak Rubah.

“Ibu, ayo kita tolong dan bawa pulang anak Rubah kecil malang itu”, kata Bapak Kerbau.
“Iya Pak, kelihatannya dia tidak jahat!” jawab Ibu Kerbau.

Anak Rubah kecil itu dibawa pulang dan diasuh dengan penuh suka cita oleh sepasang Kerbau hutan hingga sembuh. Memang, kebetulan sekali, keluarga Kerbau belum memiliki anak. Akhirnya, keluarga Kerbau mengangkat anak Rubah itu menjadi anak mereka.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Rubah kecil yang malang itu, sekarang tumbuh menjadi dewasa dan berbadan kekar. Dia juga sangat rajin membantu kedua orang tuanya, meski itu orang tua angkat. Oleh karena itu, keluarga Kerba Hutan begitu mencintai dan menyayanginya.
Hidup dalam kedamaian dan ketenangan selama bertahun-tahun, tanpa disangka, induk kerbau melahirkan anak kerbau kecil yang sehat dan cerdas. Begitu senangnya keluarga kerbau hutan, termasuk juga Rubah. Mereka begitu bergembira akan kehadiran seorang anak di tengah-tengah keluarga itu.

Beberap bulan sudah berlalu, Ibu Kerbau harus membantu sang suami berladang. Mereka menanam padi di sawah. Ketika itu, Ibu dan Bapak kerbau menitipkan anaknya yang masih kecil kepada Rubah. Rubah pun dengan setia menunggui adik angkatnya itu dengan riang gembira.
Begitu setianya sang Rubah menunggui adik angkatnya. Jangankan hewan-hewan ganas yang akan mengganggu, nyamuk dan hewan kecil lainnya dia usir. Oleh karenanya, bayi kerbau itu dapat beristirahat dengan tenang dan tidur nyenyak.

Menjelang siang, Induk dan Bapak Kerbau pulang dari ladangnya. Akan tetapi, keduanya sangat kaget dan terkejut melihat dari kejauhan anak angkat mereka berlari kencang bersimbah keringat.

“Paaaak, bapaaak! Ibuuuuuu! Cepaat pulang!” teriak Rubah sekencang-kencangnya.
“Apa yang terjadi” tanya Induk Kerbau dengan tatapan curiga saat melihat begitu banyak darah di moncong dan hidung Rubah.
“Ada apa engkau berlari-lari ke ladang? Bukankah kami memintamu menunggui adik di rumah?”. Jangan-jangan… Oh! Apakah engkau melahap adikmu sendiri?”
“Kurang ajar!”
“Tid… tidak pak, bu…!”
“Pak, mulutnya banyak darah, jangan-jangan anak kita sudah dimakannya. Hajar saja dia Pak. Benar-benar anak Rubah tidak tahu balas budi!” kata Induk Kerbau.

Tanpa menungu dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi, Bapak Kerbau memukul dan menghajar anak Rubah dengan kayu balok, sehingga anak Rubah itu jatuh pingsan dan terkapar di tanah. Begitu amarahnya Bapak Kerbau, anak Rubah itu dilempar ke dalam sungai yang mengalir deras.

“Pak, cepat lihat bayi kita!” Induk Kerbau meminta suaminya untuk segera melihat anak mereka.
Mereka tergesa-gesa berlari menuju rumah.
Apa yang ditemukan Induk dan Bapak Kerbau itu? Ternyata bayi mereka masih tidur dengan nyenyaknya. Anak mereka selamat dan tidak kurang apapun juga. Di dekat anak Kerbau itu terlihat bangkai Ular Piton yang sangat besar dengan kepala hampir remuk dan badan tercabik-cabik.
“Oh Tuhan,…jadi, Rubah itu telah menyelamatkan anak kita dari lilitan Ular Piton yang besar ini”, kata Induk Kerbau.

“Oooh Bu… bu… kita telah bertindak tanpa berpikir dan bertanya terlebih dahulu kepada Rubah”, ucap Bapak Kerbau kepada istrinya dengan raut wajah menyesal. Mereka berdua segera berlari menyusuri aliran sungai ketika anak Rubah itu mereka lemparkan. Akan tetapi, usaha mereka sia-sia. Rubah yang malang itu tidak dapat ditemukan lagi. Apakah sudah mati tenggelam atau hanyut dibawa aliran sungai yang deras itu. Tidak ada yang tahu.