Wednesday, August 8, 2018

Asian Games 2018, Buat Jakarta Jadi Lebih Baik


 
Jalanan Jakarta [Foto: Dok Kamadigital]
Wah, tinggal menghitung hari ternyata. Sebagai warga Jakarta, menyambut Asian Games yang bakal di helat di tempat saya tinggal sekarang ini terbersit rasa bangga sekaligus bahagia. Bangga karena  pesta olahraga bangsa-bangsa si kawasan Asia ini, digelar di kota Jakarta. Bahagia, pastinya banyak atlet-atlet berskala internasional bakal unjuk kebolehan untuk membanggakan dan membawa nama negara di kancah Asia khususnya.

Tak hanya di Jakarta Asian Games ini digelar. Tetapi juga mengambil tempat di salah satu provinsi di Sumatera, yaitu Sumatera selatan, Palembang.  Saya yang juga orang Sumatera, ikut senang juga karena, Sumatera, menjadi salah satu pulau di Indonesia yang mewakili tempat menjadi ajang dihelatnya pesta olahraga bergengsi ini.

Animo masyarakat Jakarta sendiri dalam menyambut Asian Games ini terasa sekali. Rumah-rumah dan jalan yang dilalui para atlet Asian Games berlaga, dihias rapi. Jalan-jalan diperbaiki, dan segala hal untuk menyambut tamu dari negara asing diperbagus.  Pancangan tiang-tiang dan bendera negara-negara peserta pun mulai ramai.

Warna-warni Asian Games tampak meriah.  Hal ini semeriah dan sejalan pula dengan datangnya Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 tahun.  Seolah tak kehabisan cara para warga ingin meluapkan  dan berbagi kegembiraan kepada perwakilan  negara-negara peserta Asian Games.  Sama halnya dengan pemerintah Republik Indonesia sendiri.
 
Jalanan Jakarta di Malam hari [Foto: Dok Kamadigital]
Hampir semua lini dibenahi agar Jakarta dan Palembang terlihat cantik juga menarik. Tak berhenti sampai di situ, pemerintah pun memperhatikan dan melakukan perbaikan terhadap fasilitas umum (Fasum) maupun fasilitas khusus (Fasus).  Wajah Jakarta dan Palembang khususnya disulap.  Jakarta, yang notabenenya identik dengan Indonesia bakal membawa pengalaman tersendiri  bagi peserta Asian Games.

Tentunya, tidak  hanya peserta Asian Games-nya saja yang bakal punya pengalaman tersendiri tentang Jakarta kini, tetapi juga warga yang tinggal di ibukota.  Pembangunan yang semakin dirasakan pun tak bisa dielakkan.  Asain Games ini memberi cara baru berpikir dari masalah-masalah besar yang ada dengan berpikir sederhana, masalah besar dapat diselesaikan.
 
Dayung, salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018 [Foto: Dok Tim Komunikasi Kemenpora]
Salah satunya adalah arus lalu lintas di Jakarta. Memang, bukan hal mudah dan jadi pekerjaan ringan mengatur lalu lintas ibukota. Jakarta itu kompleks, satu sama lain saling bergantung dan tak dapat dipisahkan.  Beragam kebijakan yang ada mesti melibatkan banyak sektor  tak saja Kementerian Perhubungan yanga mengurus lalu lintas atau dengan kata lain sebagai penanggung jawab, tetapi ada instansi lain seperti Kementerian PU yang juga berperan penting dalam infrastruktur ibukota dan daerah, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang mesti fokus pada lingkungan. Hal yang tak bisa dipisahkan lainnya adalah tugas ‘berat” kepolisian RI.

Kalau kalian pernah berkunjung ke negara lain, mungkin akan buat satu perbandingan tentang lalu lintasnya. Tetapi memang, permasalahan lalu lintas di satu negara tidak bisa disamakan dengan negara lain. Jakarta punya cara sendiri untuk mengatasi dan membenahi lalu lintasnya. Apalagi dalam menghadapi Asian Games kali ini. Semua sarana transportasi benar-benar dimaksimalkan.
 
Jelang Asian Games 2018, jalan Jakarta malam hari [Foto: Dok Kamadigital]
Kalau kita mau melihat atau belajar banyak dari negara yang mirip dengan negara Indonesia ekonominya, yaitu Bogota dan Colombia,  TransJakarta yang beredar di Jakarta mencontoh dari mereka.  Metode yang diterapkan di Jakarta, sama dengan di dua negara tersebut.  Mengapa busway ada?  Jawabannya karena keterbatasan lahan, anggaran, bahkan tingginya volume kendaraan pribadi sehingga muncul ide busway hadir. Hal ini yang diadaptasi dan ditiru Jakarta sekitar 12 tahun lalu. Mulanya sih banyak kontra, akan tetapi kini mesti diakui bahwa Trans Jakarta menjadi moda transportasi yang paling diandalkan di Jakarta. Boleh  dibilang bebas macet, cepat, dan relatif aman.

Nah, sebenarnya tidak saat Asian Games ini saja perbaikan dan pembenahan transportasi di Jakarta dilakukan. Jauh-jauh sebelum dan tidak ada Asian Games pun pembenahan dilakukan.  Baik dengan menerbitkan regulasi juga diikuti evaluasi berkelanjutan. Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) yang menjadi lembaga setingkat Dirjen di Kemenhub konsisten membuat banyak program edukasi.
 
Loncat Indah, salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018 [Foto: Dok Tim Komunikasi Kemenpora]
Pendekatannya melalui event nasional bahwa transportasi menjadi bagian penting. Asian Games 2018 ini menjadi satu helatan penting bagi BPTJ untuk membuat rekayasa lalu lintas Jakarta secara masif. 

Tak bisa dipungkiri, bahwa negara-negara yang mengadakan pesta sejenis pun melakukan rekayasa lalu lintas demi kelancaran acara. Contohnya saat Olimpiade Beijing 2012 lalu. Kita tahu kan, bahwa Beijing yang  notabenenya ibukota Cina sebagai raksasa baru perekonomian sering sekali mengalami masalah lalu lintas seperti negara berkembang, apalagi kalau bukan macet. Kalau di Jakarta, pengaturan lalu lintasnya masih ringan banget, hanya ganjil dan genap, sementara di Beijing sangat ekstrim. Ekstrimnya benar-benar melihat dan berdasaran nomor plat mobil.

Manajemen Rekayasa Lalu Lintas [Foto: Dok BPTJ Kemenhub RI]

Contohnya, angka satu dan dua hanya bisa melintas di hari Senin dan Rabu, tiga dan empat Kamis dan Jumat, dan seterusnya.  Aturan ini tidak main-main ternyata, dari Olimpiade itu diterapkan bahkan setelah pesta olahraga berakhir pun aturan tetap berlaku.

Nah, Jakarta sangat perlu lho rekayasa semacam ini ketika Asian Games 2018 berlangsung. Kenapa? Pertama, macet masih jadi momok di ibukota juga wilayah  sekitar. Jakarta pun lagi giat membangun di setiap sudut kota, otomatis ini berpengaruh pada lalu lintas. Kedua, standar internasional (OCA) Olympiade Council of Asia, memberi syarat untuk waktu tempuh atlet ke tempat lomba, hanya 30 menit dengan kondisi udara harus baik. Mesti ikuti baku mutu harian sesuai PP Nomor 41 Tahun 199 bahwa 65 mikrogram per meter kubik atau  baku mutu  menurut WHO, 25 mikrogram per meter kubik.

Jadi, sejak 2 Juli 2018 di Jakarta suda dilakukan uji coba rekayasa lalu lintas Jabodetabek. Untuk itu, BPTJ membuat tiga paket kebijakan transportasi agar Asian Games sukses dan lancar. Paket kebijakan itu  meliputi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL), Penyediaan Angkutan Umum, serta kebijakan Pembatasan Lalu Lintas Angkutan Barang (golongan III, IV, dan V). Selain untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan Asian games.
 
Paket Kebijakan Transportasi Asian Games 2018 [Foto: Dok BPTJ Kemenhub RI]
"Asian Games menjadi momentum guna mengedukasi masyarakat untuk mau beralih dan memanfaatkan transportasi umum. Selain efektif mengurai kemacetan, peralihan ini juga memberi efek pada penurunan tingkat polusi udara," tegas Bambang Prihartono, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Dari hasil riset memberikan bahwa lebih dr Rp 100 triliun hilang setiap tahun akibat kemacetan di Jabodetabek. Di salah satu artikel disebutkan, satu mobil pribadi menghasilkan 250 kg emisi CO2 per penumpang per 1000 km, sementara bus hanya menghasilkan 50 kg emisi CO2 per penumpang per 1000 km. Artinya kalau kita naik kendaraan umum, secara tidak langsung sudah menjaga lingkungan.

Nah, untuk acara Asian Games nanti, kita (masyarakat) “dipaksa” naik  kendaraan umum. Hitung-hitung kita menikmati fasilitas sekalian “belajar menikmati” kendaraan umum di Jakarta. Apalagi bagi mereka yang sudah sangat lengket dengan kendaraan pribadi, mesti diwajibkan naik kendaraan umum.
 
Penyediaan Angkutan Umum [Foto: Dok BPTJ Kemenhub RI]
Tak perlu khawatir juga karena BPTJ kerja bareng dengan beragam operator kendaraan umum dengan menambah armada bus-bus di ibukota. Kebijakan itu dengan menambah armada bus TransJakarta ke venue berjumlah 76 unit dari kondisi exixting 294 unit, penyediaan 57 unut bus dari hotel/Mall ke venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang kena dampak ganjil-genap, dan penyediaan 10 unit bus untuk keperluan nonpertandingan (wisata). Satu hal yang buat menarik bahwa bus-bus yang menuju ke venue gratis untuk masyarakat umum.

Ternyata, tidak itu saja, karena banyaknya jalan yang sudah diterapkan ganjil genap, BPTJ bekerjasama dengan Google Indonesia merilis update apps Google map yang bisa mendeteksi rute ganjil genap. Aplikasi itu dapat memberikan informasi rute mana saja yang bisa dilalui kalau memakai kendaraan pribadi. Pengguna juga akan memperoleh informasi waktu tempuh yang diperlukan kalau menggunakan jalur alternatif.

Untuk kalian yang tidak terbiasa dengan kendaraan umum, bisa banget menginstal aplikasi Moovit. Nah, melalui apps ini kita bisa lihat jadwal kereta dan bis bahkan angkot. Tentunya juga kita bisa ngecek waktu kedatangan, notifikasi tujuan dan rute detail di dalam maps, sehingga kita bisa secara mudah mendapati rute di Jakarta dengan cara efektif dan efisien. Untuk Asian Games sendiri, tidak tanggung-tanggung, bahkan sudah di-upgrad hingga ke lokasi dan rute masing-masing cabang olahraga. Keren kan!
 
BPTJ kerja bareng Google Indonesia untuk Rute [Foto: Dok BPTJ Kemenhub RI]
Meski Asian Games 2018 hanya tiga minggu lebih kurangnya, tentunya kita berharap bisa belajar juga memahami kondisi jalan ibukota untuk lebih baik lagi.  Memang, yang namanya perubahan itu perlu waktu, tidak serta merta jadi, perlu kontribusi semua pihak. Kita mesti ikut serta dan berpartisipasi agar semuanya jadi lebih baik.

Memang, kalau kalian berpikir naik kendaraan umum itu tidak senyaman naik kendaraan pribadi. Akan tetapi, naik bus banyak faedah sosial yang kita peroleh. Seperti macet berkurang, polusi rendah, hidup kita pun semakin berkualitas. Kalau dulu, mapannya seseorang disimbolkan dengan kendaraan pribadi (mobil) terutama. Kini, zaman terus berubah, “mapan” itu untuk mereka yang mau naik angkutan umum. Mau nyaman dan kalian juga bisa terus dukung Asian Games 2018? Ayo naik kendaraan umum untuk Jakarta jadi lebih baik lagi.

Ayoo naik bus, biar lancar, aman, dan sukses Asian Games 2018 [Foto: Dok BPTJ]