Saturday, May 6, 2017

Siap Puasa dengan Hal Berikut


Puasa, salah satu cara untuk menahan atau mengendalikan diri dari segala hal dalam waktu tertentu. Puasa menjadi salah satu cara seseorang untuk membersihkan pencernaan, menurunkan berat badan, dan kebutuhan religi lainnya. Ada beberapa langkah untuk menyiapkan atau mengondisikan tubuh agar siap menerima keadaan dari yang tidak biasanya. Ibarat mesin, sudah saatnya harus overhaul alias diberhentikan sejenak dari “menggiling” sesuatu. Tubuh seseorang berbeda-beda ketika menerima kondisi yang tidak biasa. Oleh karenanya, kondisi tubuh diadaptasikan sebelum melakukan kegiatan puasa ini. Artinya, akan terjadi perubahan pola makan secara drastis selama puasa.


Puasa, tak sekadar menahan diri dari lapar dan haus
Foto; Dok. IGO
1.   Berkonsultasi ke dokter sebelum puasa mungkin lebih baik
Begitu banyak alasan yang sangat bagus ketika orang melakukan puasa. Mungkin kita tidak punya riwayat medis, tapi dari sisi kesehatan ada bahaya potensial yang bisa mengganggu, oleh karenanya, perlu didiskusikan ke ahli sebelum menjalani puasa. Minum obat mungkin ada efek dalam tubuh selama puasa karena ada perubahan kimia darah.Bisa jadi ya, puasa kurang dianjurkan untuk orang yang punya kondisi kesehatan seperti hamil, kanker lanjut, tekanan darah rendah, dan sebagainya. Jika punya kondisi medis, harus memeriksakan diri ke dokter sebelum puasa. Dokter mungkin ingin melakukan tes urin atau tes darah sebelum masa puasa.

2.   Puasa Ramadan yang akan kita lakukan merupakan puasa panjang
Ada ratusan praktik puasa berbeda. Karenanya, pola makan perlu diatur. Jenis bahan makanan yang pas untuk puasa pun mesti diketahui agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena jika sakit, justru akan mengganggu puasa kita. Puasa Ramadan berlangung 29 hingga 30 hari. Persiapkan kebutuhan kalori kita agar jangan sampai lemah tak berdaya ketika baru seperempat hari menjalankan ibadah.

3.   Siapkan perubahan yang mungkin terjadi pada tubuh
Puasa itu untuk menghilangkan racun yang telah terbentuk di tubuh sehingga kita perlu persiapan untuk merasakan sakit dan lemah, terutama di awal.
Biasanya, karena puasa ada orang yang terserang diare, kelelahan dan kelemahan, bau badan meningkat, sakit kepala, dan lebih sebagai akibat proses detoksifikasi. Pertimbangkan untuk meluangkan waktu dari pekerjaan atau bersantai lebih lama sepanjang hari untuk mengakomodasi efek puasa terhadap tubuh kita.

4.    Kurangi asupan semua zat adiktif 1 sampai 2 minggu sebelum puasa
Semakin banyak kita mengurangi bahan-bahan yang sekiranya membuat badan tak berdaya, semakin mudah puasa kita dan tubuh akan tetap fresh. Jadi, perlahan-lahan berhenti minum alkohol dan mencoba mengurangi atau berhenti merokok.
Hal ini akan mengurangi gejala penarikan potensial yang mungkin kita alami selama proses puasa, dan juga mengurangi toksin di tubuh sehingga puasa akan berhasil. Zat adiktif termasuk alkohol; minuman berkafein seperti kopi, teh dan soda; rokok atau cerutu sebisa mungkin dikurangi.

5.   Ubah diet 1 sampai 2 minggu sebelum puasa
Seperti menghilangkan zat adiktif, yang perlu dilakukan adalah membuat perbedaan makanan sehingga tubuh tidak perlu bekerja keras untuk menyingkirkan racun dan zat buruk. Kurangi asupan cokelat dan makanan lain yang mengandung gula halus dan mengandung lemak tinggi, seperti soda, cokelat, permen dan makanan panggang. Makanlah makanan secukupnya atau dengan porsi sedikit sehingga sistem pencernaan Anda tidak harus bekerja keras, sehingga tubuh Anda terbiasa dengan kalori lebih sedikit daripada biasanya.Makanlah lebih banyak porsi buah dan sayuran yang dimasak atau mentah. Ini akan membantu proses penghilangan racun dalam tubuh  dan menjadi lebih sedikit racun yang terendap.

6.    Makan hanya buah dan sayuran, karena sayur dan buah akan membersihkan dan mendetoksifikasi tubuh dalam persiapan menjelang puasa.

7.   Lakukan olahraga ringan
 Jangan terlalu banyak olahraga, tetapi kita perlu melakukan beberapa hal untuk memastikan cairan limfatik terus bergerak dan sistem vascular tetap bekerja secara baik. Mungkin bisa melakukan yoga perlahan-lahan, atau  berjalan cepat.

8.   Pastikan kita tahu efek fisik yang akan dialami
Puasa terkadang cenderung tidak nyaman dan sulit selama beberapa hari pertama. Biasanya di hari-hari berikutnya orang menyerah. Tetapi jika kita bisa melewatinya, berarti kondisi tubuh dapat menyesuaikan secara cepat terhadap apa yang kita lakukan. Di awal-awal puasa mungkin kita merasa pusing, mual, dan bau mulut. Itu artinya, tubuh membersihkan racun. Bahkan kita merasa sangat lapar.

9.   Tetapkan Tujuan Anda
Kenapa puasa, Apakah untuk pembaruan rohani, untuk bimbingan, penyembuhan, penyelesaian masalah, untuk mendapatkan anugerah khusus untuk menghadapi situasi yang sulit? Mintalah kepada Allah SWT untuk mengklarifikasi tujuan dan tujuan-Nya untuk doa kita. Melalui puasa dan doa, kita merendahkan diri di hadapan AllahSWT sehingga AllahSWT akan membangkitkan jiwa kita.

Biasanya, kalau di tempat saya di Jambi, dua hari sebelum puasa saya ke makam almarhumah ibu dan Mba saya. Membersihkan makam, berdoa untuk mereka, dan memohon kepada Allah SWT agar kedua orang yang saya sayangi dan cintai itu mendapatkan tempat layak yang diberi olehNya.

Semasa ibu masih hidup, ibu biasanya buat rendang atau gulai ayam untuk persiapan makan sahur. Tradisi  ini masih dilakukan terus oleh Mba saya yang pertama di dalam keluarga. Salat Tarawih di hari pertama itu wajib pergi ke masjid berjamah, begitu juga hari-hari selanjutnya. Jadi, kalaupun tidak sempat ke masjid karena sesuatu dan lain hal, biasanya kami lakukan di rumah.



Menjaga pola makan saat puasa itu penting
Foto: Dok. http://timesofindia.indiatimes.com/

#ODOP14