Monday, October 15, 2018

Resep MPASI untuk Si Kecil


Resep MPASI untuk Si Kecil sudah bisa diberikan saat berumur 6 bulan [Foto: Dok illoiha.com]
Ngobrolin seputar anak itu seru, menurut saya. Apalagi beberapa tahu lalu, sebelum si kecil yang tumbuh dan berkembang semakin besar, antara saya dan istri sempat berdebat soal makanan pendamping ASI (MPASI)  kalau si abang masuk usia tujuh bulan.

Bukan apa-apa, istri termasuk orang yang taat dengan segala peraturan kesehatan. Mesti terpampang jelas, entah itu petunjuk dokter atau bacaan yang memang berhubungan dengan masalah yang sedang anak kami hadapi. Artinya, istri tidak mau gegabah memberikan sesuatu yang tidak ada rekomendasi dari dokter.

Soal makanan anak memang saya dan istri selalu pilihkan yang terbaik. Apalagi ketika itu masa-masa pertumbuhan dan perkembangan diri anak. Kami tidak mau terjadi sesuatu karena makanan yang diberikan.

Sudah sejak perencanaan kehamilan istri dan melahirkan, bahwa anak hingga usia 6 bulan tetap diberikan ASI eksklusif. Karena menurut dokter dan siapapun itu ibu, ASI eksklusif itu sebagai air susu ibu yang kaya vitamin, anti sakit, minuman paling manjur dan mujarab, dan membangun kedekatan ibu dan anak.

Selama enam bulan berturut-turut istri memberikan benar-benar ASI eksklusif untuk si Abang. Badannya pun tumbuh dan berkembang, otot-otot badannya pun keras. Nah, hal ini juga karena selama kehamilan istri rajin konsumsi kalsium. Itu pun berdasarkan anjuran dokter yang diikutinya.

Oleh karenanya, Si Abang (anak pertama) saya pun jarang banget sakit. Alhamdulillah, hingga usia 6 tahun sekarang ini, bisa dihitung yang namanya demam panas hanya 10-12 kali, begitupun flu. Flu bisa saya hitung sejak bayi hingga tumbuh seperti sekarang hanya 7-8 kali saja.

Kalau saya lihat dan perhatikan, itu semua karena faktor-faktor makanan yang benar-benar dijaga dan diperhatikan. Lingkungan pun turut mendukung hal ini menurut saya. Lingkungan yang sehat memberikan ruang sehat tersendiri untuk tumbuh kembang anak-anak saya dan keluarga selain faktor makanan tentunya.




Cooking Class resep MPASI untuk Si Kecil di Dapur Modena [Foto: Dok. Pri]

Masuk usia anak pertama enam bulan istri mulai cari-cari referensi makanan pendamping asi (MPASI) yang kira-kira pas nantinya diberikan. Anak tidak kaget saat pertama kali mencicipi rasa. Karena, selama enam bulan dia dapat ASI yang rasanya gurih, kini dikenalin lagi dengan pendampingnya, berupa makanan lunak.

Menurut Badan Kesehatan Dunia(WHO), pemberian makanan pendamping ASI yang tepat itu di saat bayi berusia 6 bulan. WHO pun memberikan rekomendasi makanan yang mesti diberikan harus berdasarkan porsi dan nutrisi yang memang diperlukan bayi di usia itu.

Suasana Dapur Modena Cooking Class Resep MPASI untuk Si Kecil [Foto: Dok. Pri]

WHO memberikan saran untuk MPASI bayi mesti punya kandungan energi, protein, dan mikronutrien yang proporsional. Hal itu sangat penting untu bayi yang masih mengalami pertumbuhan. Pun selain itu, penyajian makanannya pun mesti bebas bakteri alias harus higienis. Hal ini untuk meminimalkan risiko terjadinya kontaminasi bakteri dan kotoran pada makanan.

Nah, sejalan dengan MPASI ini, di hari Sabtu  (13/10/2018) lalu, saya dan beberapa rekan Indonesian Social Blogpreneur mengikuti Orami Cooking Class, yaitu membuat makanan MPASI untuk Si Kecil.
Dokter Juwalita Suraprasih, Sp.GK, M.Gizi (tengah) [Foto: Dok Pri]

Aktivitas ini kami lakukan di Dapur Modena Experience bersama Modena Chef Odie Djamil dan Dokter Juwalita  Suraprasih, Sp.GK, M.Gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah,Jakarta.

Menurut Dokter Juwalita, pemberian MPASI ini dapat diberikan kalau bayi sudah bisa duduk. Minimal ada alat bantu untuk bayi bisa duduk tenang. Karena, belum tentu bayi di usia 6 bulan bisa duduk sendiri, perlu dibantu.

Untuk membantu bayi makan di makanan pertamanya ini, orang tua bisa memegang kedua tangannya, dan perlahan-lahan dibantu didudukkan. Keinginan bayi untuk makan ini bisa terlihat ketika orang tua makan, kemudian bayinya melihat dan bunyi suara “ck ck ck” dari mulutnya. Hal ini, menurut Dokter Juwalita, bisa segera direspons dengan pemberian MPASI itu tadi, karena bayi ingin makan.

“Ada lagi hal lainnya, yaitu ketika si bayi ingin meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar anak ini sudah siap untuk menerima makanan selain Air Susu Ibunya,” lanjut Dokter Juwalita.

Resep MPASI untuk Si Kecil

Di sela-sela Dokter Juwalita menjelaskan mengenai MPASI, Chef Odie pun mempersiapkan menu MPASI pertama yang akan dimasak, yaitu Nasi Putih Daging Sapi Edamame Labu Siam Saus Tomat dan Beetroot.  Bahan-bahan sudah dipersiapkan semua oleh Chef Odie dan asistennya.

Chef Odie Djamil dengan Resep MPASI untuk Si Kecil -Nasi Daging Tomat [Foto: Dok Pri]

Bahan meliputi, 4 sdm beras putih organik, 1 potong daging sapi (ukuran satu telapak tangan bayi) di parut saat beku atau dicincang, 1 genggam edamame, ½ buah bit, 1 buah labu siam kecil, 3 buah tomat cherry, kaldu sapi, ½ bawang bombay, dan EVOO (extrac virgin olive oil).

Untuk memasaknya  pun mudah. Semua bahan dicuci bersih dan  dikupas. Beras putih  dimasak bersama kaldu sapi hingga jadi nasi. Bit diparut begitu juga labu siam. Tomat dibelah jadi dua. Lalu masukkan parutan daging, labu siam, bit, bawang bombay dan tomat dalam wadah stainless, kukus sekitar 20-25 menit  atau hingga matang, angkat.

Tomat hancurkan di atas saringan kawat, selanjutnya rebus edamame hingga matang dan buang kulitnya, haluskan dengan blender atau dihancurkan dengan di atas saringan. Masing-masing bagi tiga bagian. Dua bagia biarkan uap panasnya hilang dan masukkan ke dalam wadah tertutup, simpan di kulkan untuk dimakan siang dan malam. Masukkan sisa satu bagian ke dalam mangkok. Aduk-aduk bit dan labu siam, nasi, edamame halus, tomat, dan daging. Tambahkan satu sendok EVOO, siap disajikan.

Menurut Chef Odie, tomat mengandung cukup  vitamin C, daging sebagai sumber protein dan lemak, begitu pula edamame. Sementara, EVOO sebagai minyak sehat yang bisa dikonsumsi siapa saja.



Resep MPASI untuk Si Kecil Nasi Putih Daging Sapi Edamame Labu Siam Saus Tomat & Beetroot [Foto: Dok Pri]

Lebih lanjut Dokter Juwalita mengatakan, bayi itu setiap hari terus berkembang dan tumbuh. ASI memang sangat diperlukan, tetapi, ketika menginjak usia 6 bulan, bayi perlu makanan yang membuat dirinya terus bertumbuh dan berkembang. Bayi itu perlu 700 kalori per hari untuk tumbuh kembangnya dan energi. Nah, sementara, ASI baru menghasilkan 500 kalori per hari. Oleh karena itu, diperlukan MPASI untuk menunjang kebutuhan energi si bayi ketika masuk usia 6 bulan.

Di usia 6 bulan ini menurut Dokter Juwalita, bayi masih dalam proses belajar mengenal makanan yang diberikan. Itu masih masa transisi. Oleh karenanya, orang tua mesti aware terhadap gizi si bayi, jika tidak bayi bisa mengalami kekurangan gizi.

Untuk itu Chef Odie membuat menu kedua MPASI berupa Apple Pie Chia Pudding. Bahan-bahannya pun mudah diperoeh dan sangat membantu memberikan energi untuk bayi. Bahan-bahan terdiri atas  1 buah apel fuji, ½ cangkir susu kedelai yang bisa diganti dengan susu formula atau ASI. Satu sendok makan biji Chia, dan 2 cm kayu manis (pilihan saja, bisa dipakai bisa juga tidak).

Cara membuatnya pun simpel dan cepat. Buah apel dipotong-potong kecil  kotak lalu direbus dalam air hingga mendidih dan tambahka kayu manis. Masak apel hingga matang dan tiriskan hingga dingin. Setelah dingin, blender apel dengan menambahkan susu kedelai hingga halus. Begitu halus tambahkan biji Chia. Bisa langsung dipindahkan ke wadah dan simpan di lemari es minimal selama satu hari. 

Resep MPASI untuk Si Kecil - Apple Pie Chia Pudding [Foto: Dok Pri]

Bicara Chia seed, Chia sangat bermanfaat untuk tubuh ditinjau dari sisi kesehatan. Berasal dari Meksiko  yang dipakai oleh suku Maya dan Aztec. Chia mengandung banyak asam lemak omega-3,serat, protein, antioksidan, dan kalsium. Selain itu juga dapat sebagai pencahar alami.

Dahulu,  tentara Aztec yang mengonsumsi biji Chia dipercaya sebagai suplemen penguat sistem imun tubuh mereka. mengonsumsi satu sendok biji chia dipercaya dapat menjaga kebugaran tubuh seharian.

Penelitian yang dilakukan memberikan hasil jauh lebih besar tentang chia seed ini.   Chia seed dapat dicampurkan dengan bahan sereal, roti, puding, bahkan minuman. Studi menemukan bahwa asam lemak dari chia seed (omega-3) seperti ALA yang ada di bertindak sebagai anti infamasi yang dapat membantu mengurangi tekanan darah., arteri koroner, stroke, risiko kanker payudara, usus besar, dan prostat.

Perlu Anda ketahui juga bahwa dalam 100 gram biji Chia  tersedia 91% asupan serat diet harian yang direkomendasikan. Bagian luar biji terdiri atas polisakarida non-pati (NSP) yang larut dalam air dan akan mengembang beberapa kali lipat seperti jeli sehingga dapat membantu pencernaan dan melancarkan buang air besar.

Oya, kalau Anda perhatikan, di usia sebelum 6 bulan terkadang anak rewel. Jika anak di usia itu terlihat rewel, Anda sebaiknya jangan beri makanan terlebih dahulu. Menurut Dokter Juwalita, di periode itu anak mungkin perlu rileks atau kenyamanan. Di sini pentingnya pijat punggung bayi secara perlahan-lahan. Jadi, tetap anak hingga usia 6 bulan diberi super food (ASI). Tidak ada makanan lain untuk bayi di usia hingga mencapai 6 bulan selain ASI.

Anak usia 6 bulan ukuran lambungnya hanya 180 cc, jadi masih cukup kecil. Ketika terus tumbuh dan berkembang, lambungnya pun berkembang. Tetapi, berkembang paling besar 250 cc. Ukuran 250 cc ini seukuran satu cup air minum dalam kemasan. Jadi, target awal ketika anak diberikan MPASI itu, tiga sendok makan saja sudah bersyukur bisa masuk. Jadi, tidak berlebihan.

Anak usia 6--8 bulan diperkirakan bisa masuk makanan sekitar 250 cc atau ½ mangkuk kecil makanan. Sementara, usia 9--12 bulan, si anak sudah bisa menghabiskan satu mangkuk MPASI-nya.  Pola makan MPASI bayi ini seperti dituturkan Dokter Juwalita, polanya pola seimbang, mengikuti aturan makan gizi seimbang orang dewasa. Jadi, dalam satu manguk MPASI-nya terdiri atas karbohidrat, sayur-sayuran, juga modifikasi buah atau lemak lainnya.

“Untuk menjaga kualitas bahan makanan agar tetap baik dan segar, sebaiknya bahan makanan, terutama sayur tidak direndam di dalam baskom. Tetapi, sayuran dicuci di air mengalir”, seperti Chef Odie jelaskan. “Kalau sayuran di rendam di air, kemungkinan akan cepat membusuk,”  lanjut Chef Odie.

Di menu ketiga MPASI Chef Odie membuat makanan yang memang bisa dipegang untuk anak usia 6 bulan ke atas, yaitu Carrots& Cheese Crackers. Bahan-bahannya terdiri atas  200 gram wortel parut, 70 gram keju cheddar parut, 2 butir telur, dan 4 sdm rolled oat yang sudah dihaluskan menjadi tepung.

Resep MPASI untuk Si Kecil - Carrots & Cheese Crackers [Foto: Dok Pri]

Cara membuatnya pun cukup cepat. Oven dipanaskan  180 derajat. Blanced wortel sekitar tiga menit, saring dan keringkan hingga benar-benar kering menggunakan kitchen napkin. Kocok lepas telur, tambahkan keju, wortel, dan oat.  Cetak adonan dengan ukuran sedang (1/2 cm) panggang hingga matang merata.Carrots and Cheese Cracker ini cukup enak dan bisa dimakan oleh bayi maupun orang dewasa. Rasa gurihnya berasal dari keju.

Selesai pembuatan MPASI, peserta diajak challenge untuk membuat Carrots & Cheese Cracker dengan bahan-bahan yang sudah disiapkan. Lucu juga sih, padahal bahan dan resep sama, tapi hasil akhir bisa beda-beda. Ada yang besar-besar bentuk kuenya, ada pula yang ala kadarnya. Inilah tantangan namanya. Saya dan Monica Anggen berhasil memenangkan challenge ini.  Jadi, saya, meskipun sebagai bapak mesti tahu juga apa an bagaimana MPASI untuk bayi yang baik, sehat, dan benar itu. Mesti sabar juga sih ya ketika memberi makanan pendamping ASI ini kepada bayi. Saya, Anda, dan kita tentu banyak belajar dari anak-anak kita, dan sekarang pengetahuan tentang MPASI itu jadi semakin paham .

Kesabaran saya dan Anda sebagai orang tua Insya Allah sudah teruji ketika MPASI ini menjadi masa-masa transisi seorang bayi dari ASI eksklusif ke makanan pendampng atau makanan padat. Jika masa “rentan” ini tidak dapat dilalui oleh orang tua, kemungkinan anak-anak saya dan Anda kekurangan gizi.

MPASI yang Direkomendasi

1.    Makanan Sederhana
Bisa dari satu bahan saja tanpa gula garam.

2.    Sereal Bayi
Sereal bisa berupa biji-bijian yang ditambah ASI atau susu formula.

3.    Bubur Daging, Sayur, dan Buah
Pemberiannya  dengan cara dihaluskan

4.    Makanan yang dicincang halus
Dapat berupa buah-buahan dengan tekstur yang halus/lembut, sayuran, pasta, keju, daging yang sudah dimatangkan.  

Pemberian MPASI menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Anda. Orang tua memang sudah semestinya menyiapkan makanan MPASI dengan sangat baik dan penuh gizi agar anak-anak terpenuhi Angka Kecukupan Gizinya setelah dewasa.

Monday, October 8, 2018

Ini Solusi Sakit Maag Biar Ngopi Makin Nikmat



 "Kopi - minuman favorit dari dunia yang beradab." - Thomas Jefferson 
Pernah menderita sakit lambung atau bahasa kerennya maag? Apa Solusi Sakit Maag kalian ketika penyakit maag mendera? Apa pula hubungannya antara sakit maag dan kopi? Apakah tudingan penyebab penyakit maag ini kopi sepenuhnya benar? Yuklah kita kulik  lebih jauh.

Sakit Maag lenyap berkat Promag ngopi pun semakin nikmat [Foto: Dok Pri]
Kopi, rasa-rasanya minuman ini hampir tak bisa lepas dari kehidupan saya juga kalian, bisa jadi ya. Mencium wangi aromanya saja langsung membangkitkan selera. Apalagi tatkala kedua belah bibir ini mencecapnya. Kopi sudah sangat dikenal  luas, baik oleh anak muda maupun orang tua. Kopi juga jadi sumber inspirasi untuk saya. Tanpa kopi terasa diri ini ada yang mati dan tak berfungsi.

Kopi begitu setia berada di samping saya menemani pagi, siang, sore hingga malam, bercengkerama dengan tulisan dan tumpukan editan naskah. Terkadang hanya dengan beberapa camilan dan beberapa cangkir kopi, membuat saya bertahan hingga subuh menjelang.

Duduk berjam-jam bahkan seharian berteman kopi sudah biasa saya jalani. Deadline yang tiba-tiba menjelma semakin memacu sendok seduh yang tak ingin berhenti mesti sejenak. Butiran, bubuk, hingga menjadi cairan hitam pekat jadi teman setia tanpa sekat, kopi garis keras! Makan pun luput dari cecapan. Gastronomi meronta meminta haknya, tapi jemari enggan melepas tariannya di atas kibor yang girang dihentakkan.

Semua orang mungkin tahu tentang biji kopi yang dipanggang atau sangrai, tetapi apakah semua orang tahu tanaman kopi yang sebenarnya itu seperti  apa? Untuk memeroleh kopi berbuah lebat, pohon kopi perlu dipangkas. Hal ini untuk menghemat energi agar tidak menjalar ke daun dan cabang-cabang ranting.

Hal ini juga untuk membantu petani ketika memanen hasil. Nah, tanaman kopi dapat tumbuh dengan ketinggian mencapai sembilan meter. Pohon kopi tertutup oleh daun yang berwarna hijau. Daunnya saling berhadapan berpasangan. Bijinya tumbuh di sepanjang cabang. Karena tumbuhnya dalam satu siklus yang berkelanjutan, tak jarang sering terlihat bunga, buah hijau, dan matang ada bersama dalam satu pohon.

Untuk mendapatkan buah kopi matang setelah bunga pertama, perlu waktu satu tahun. Sementara, perlu waktu lima tahun untuk mendapat produksi buah secara maksimal. Tanaman kopi dapat hidup hingga 100 tahun. Usia produktif ada di angka tujuh dan dua puluh tahun.

Kalau dilakukan perawatan secara tepat, tentunya akan dapat meningkatkan hasil produksi selama bertahun-tahun. Akan tetapi, tergantung varietasnya pula. Setiap pohon kopi dapat menghasilkan 10 kg lebih buah per tahun. Nah, kopi memang ditanam secara komersial dan berasal dari satu daerah di dunia bernama Coffe Belt atau yang lebih dikenal dengan nama Sabuk Kopi.

Pohon kopi akan tumbuh sangat baik di tanah yang subur bersuhu ringan (23-25o), hujan sering, dan matahari cukup hangat. Kopi berasal dari genus tumbuhan Coffea. Ada sekitar 500 marga dan 6 ribu jenis kopi. Bicara kopi itu bicara soal rasa. Beberapa jenis kopi punya karakteristik  rempah-rempah dan tanah (earthy), bahkan buah-bahan. 

Jenis kopi Arabika dan Robusta menjadi jenis kopi yang paling banyak diperdagangkan. Arabika terutama, sebagai kopi yang berasal dari tanaman Coffea arabica. Menurut asalnya dari Etiopia lalu dibawa pedagang Arab ke Yaman. Bangsa Arab mulai mengenalkan dan memomulerkan ekstrak biji kopi Arabica dengan cara diseduh air panas menjadi minuman penambah energi dan menyegarkan. Kopi-kopi lokal kini menjadi magnet tersendiri di kalangan pencinta kopi. Ada rasa yang tertinggal tatkala menyeruput dengan penuh kenikmatan.

Selain tangan “dewa” Sang Barista Profesional, grinder dan mesin kopi pun  memberi pengaruh terhadap rasa yang dihasilkan. Mesin kopi yang baik akan memberikan rasa akhir yang baik pula. Sementara itu, rasa kopi yang dihasilkan pun tak luput dari pengaruh lingkungan sekitar.
 

Melirik Sejarah Kopi

Tanaman Kopi di Perkebunan Kopi Banaran, Jawa Tengah [Foto: Dok Pri]
Tidak ada yang tahu persis bagaimana dan kapan kopi ditemukan, meskipun banyak cerita atau legenda tentang asal-usulnya. Goat Coffee (Kopi Kambing) yang ditanam hampir di seluruh dunia dapat menjadi satu cerita tentang hutan kopi purba di dataran tinggi Ethiopia. Dalam legenda itu  dikatakan, penggembala kambing bernama Kaldi, pertama kali menemukan khasiat dari biji yang sangat disukai tersebut.

Cerita terus bergulir bahwa Kaldi menemukan kopi. Kambing-kambingnya yang mengonsumsi kopi tersebut sangat energik sehingga betah melek di malam hari. Kaldi pun menceritakan penemuannya ke kepala biarawan setempat.
Kepala Biarawan-Abbas--lalu mencoba penemuan Kaldi dan memberikannya kepada biarawan yang lainnya. Alhasil, penemuan kopi  mulai menyebar ke seantero biara dan para biarawan mulai betah melek di malam hari sambil melantunkan doa-doa. 

Ketika berada di kebun kopi Banaran, Jawa Tengah [Foto: Dok Pri]
Biji kopi mulai berpindah ke arah timur hingga Semenanjung Arab. Penanaman dan perdagangan kopi dimulai di Semenanjung Arab. Di abad ke-15, kopi mulai ditanam di distrik Yaman, dan pada abad ke-16 semakin dikenal di Persia, Suriah, hingga Turki.
Menikmati kopi tidak hanya di rumah tetapi juga banyak tersedia di kedai-kedai kopi umum yang biasa disebut Qahveh Khaneh (untuk di Turki salah satunya). Popularitas kedai kopi mulai naik dan terkenal hingga orang-orang senang berkunjung dan melakukan kegiatan sosial di kedai kopi.

Tidak hanya sekadar minum kopi ketika mereka datang ke kedai, tetapi juga mendengarkan musik, nonton pertunjukkan, bermain catur, dan mengikuti pemberitaan televisi. Kedai Kopi atau Rumah Kopi menjadi pusat penting pertukaran informasi yang disebut School of the WiseNah, begitu pula di Indonesia, kopi bukan barang baru. Karena sejak zaman nenek moyang kopi di Indonesia telah melegenda. Pun di Indonesia banyak jenis beragam racikan dan  sangat enak.
  
Kopi yang sudah di roast (sangrai [Foto: Dok Pri]

Kopi dan Kesehatan

Dilihat dari sisi kesehatan, kopi selalu dituding sebagai minuman pemicu asam lambung yang cukup berisiko untuk orang yang punya maag. Banyak orang mengatakan bahwa kopilah penyebab penyakit maag. Kafein yang terdapat di dalam kopi memang menyebabkan meningkatnya produksi asam dan peradangan pada lambung.

Kafein yang ada di dalam kopi pun dapat membuat cincin otot kerongkongan rileks pada bagian bawah sehingga asam  lambung dapat naik hingga ke kerongkongan, seperti yang dialami oleh orang yang terkena GERD (Refluks asam lambung), dada atau tenggorokan terasa panas dan terbakar (heartburn). Kendati banyak juga yang menawarkan kopi dengan kafein rendah (dekafein) sekalipun, tetap tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan kadar keasaman lambung.

Dari biji kopi diolah menjadi bubuk kopi [Foto: Dok Pri]

Kopi bubuk yang sudah dimasukkan ke dalam mesin kopi [Foto: Dok Pri]

Para peneliti seluruh dunia terus menghubungkan kopi dengan sifat sehat yang signifikan. Kopi punya profil botani alami kompleks, setidaknya 1.000 senyawa alami ada dalam bijinya, termasuk kafein dan 300 lainnya yang ada dalam proses roasting.

Penelitian menunjukkan, bahwa mengonsumsi kopi secara moderat (3-5 cangkir setiap hari) dapat memberikan efek positif terhadap tubuh, yaitu:

1.    Dapat mencegah penyakit hati
2.    Peningkatan fungsi kognitif pada orang dewasa atau yang lebih tua
3.    Meningkatkan daya tahan atletik
4.    Memori menjadi lebih tajam
5.    Mengurangi risiko diabetes tipe 2
6.    Memperpanjang umur

Semakin banyak bukti ilmiah mengenai kopi sehingga mendapatkan reputasi baik dan direkomendasikan. Pedoman Diet AS pun membuat rekomendasi yang belum pernah ada sebelumnya untuk kopi sebagai bagian dari gaya hidup sehat. 

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Kopi berdasarkan sumber informasi gizi berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya. Dalam 100 gram kopi dari bagian yang dapat larut dan dikonsumsi terdapat jumlah kandungan energi kopi sebesar 352 kkal; protein 17,4 gr; lemak 1,3 gr; karbohidrat kopi 69 gr; kalsium kopi 296 gr; fosfor kopi 368 gr; zat besi kopi 4 mg; vitamin A kopi 0 IU; vitamin B1 kopi 0 mg; dan vitamin C kopi 0 mg.

Proses pembuatan Latte Art [Foto: Dok Pri]

Kopi dengan Latte Art menjadi daya tarik sendiri [Foto: Dok Pri]
Lantas, bagaimana solusi penikmat kopi yang memiliki maag? Atau mereka yang berprofesi sebagai barista profesional yang notabenenya harus melakukan kalibrasi mencicipi kopi puluhan gelas jika terkena maag? Bagaimana juga nasib bisnis kafe-kafe kopi yang saat ini sedang tumbuh jika masyarakat kita banyak terkena maag.

Muhammad Aga - Pemenang Indonesian Barista Championship 2018 [Foto: Dok Pri]



Kita ketahui bersama, maag merupakan penyakit yang lumayan menduduki peringkat teratas di negeri ini. Menurut WHO,  jumlah orang yang memiliki maag tahun 2012 mencapai 40,8 persen, termasuk dalam 10 penyakit terbanyak untuk pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia.

Promag Cair ada dalam sachet yang mampu atasi sakit maag [Foto: Dok Pri]

Promag Tablet terbukti ampuh meredakan sakit maag [Foto: Dok Pri]

Angka yang tidak bisa dipandang sebelah mata dan perlu perhatian serius, terlebih banyak menghinggapi kalangan usia produktif (20-30 tahun). Hal ini disebabkan oleh kebiasaan pola makan yang kurang baik dan mengonsumsi makanan yang justru menyebabkan iritasi lambung, cemas, stress, rokok, dan sebagainya. Nah, Promag Ahlinya Lambung terus berupaya memberikan solusi yang inovatif agar orang yang memiliki maag bisa menikmati harinya dengan indah, dan produktif.

Gaya Hidup Milenial Rawan Sakit Maag

Kini, kopi semakin banyak dikonsumsi oleh generasi milenial. Chung Yang, seorang profesor terkemuka dan John L. Colaizzi, ahli farmasi mengatakan bahwa generasi millennial mengonsumsi kopi lebih banyak dari generasi lain untuk meningkatkan produktivitas mereka.

Sebagai penyuka kopi, rasanya memang ada yang kurang ketika minuman itu tak berada di samping saya. Apalagi ketika sedang puncak-puncaknya pekerjaan. Kopi jadi pendamping paling setia. Bahkan, sebelum pekerjaan selesai, bergelas-gelas kopi habis tersaji.

Namun, saya merasakan ada sesuatu yang berubah di area lambung saya. Tetiba mual menggumpal dan perih lambung menggunung. Bukan salah siapa-siapa, tapi gastronomi yang hampa terhantam kopi yang melenakan.  Periih..? Iya.
Teman-teman mengadili dan menyalahkan kopi  sebagai biang dari nyeri lambung dan sakit maag saya. Padahal tidak, karena perut saya kosong dan langsung konsumsi kopi.

Gejala Maag

Sakit maag menyerang itu sangat tidak enak. Duduk salah berdiri susah, tiduran pun apalagi. Selain nyeri pada perut bagian atas (area antara pusar dan bawah tulang dada), gejala sakit maag yang saya rasakan terasa panas pada perut bagian atas. Ketika (dipaksa) makan cepat merasa kenyang dan ada rasa kenyang yang berkepanjangan.

Mual dan kembung di perut bagian atas sangat terasa sekali. Akibatnya sangat terasa sekali refluks (kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan), sendawa jadi sering terjadi, bahkan disertai dengan muntah. Hal yang paling membuat sakit itu nyeri ulu hati atau rasa panas dan nyeri di tengah dada (kadang-kadang terasa sampai punggung dan leher) yang muncul ketika atau setelah makan.

Sakit maag yang saya rasakan itu disertai pula gejala rasa panas di dalam dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Menurut ahli kesehatan, kasus sakit maag yang  seperti ini seringkali terjadi.
Bersama rekan-rekan Blogger Indoblognet di Liberica Blok M [Foto: Dok. Dede A]
Untuk penderita sakit maag, gejala biasanya akan menjadi lebih buruk jika dirinya juga mengalami stres. Selain stres, masuknya udara lewat mulut ketika mengonsumsi makanan juga dapat membuat perut semakin kembung dan frekuensi sendawa pun semakin meningkat.

Bersyukur, saya tak khawatir dengan maag yang menyerang tadi, ada promag yang selalu saya bawa, PROMAG Tablet dan PROMAG cair. PROMAG dengan formula hydrotalcite bekerja cepat atasi maag dan melindungi lebih lama karena membantu membentuk lapisan dinding lambung, sehingga mengurangi rasa nyeri karena asam lambung.

Dari uji klinis dan survei membuktikan bahwa  PROMAG efektif mengobati maag, mudah diperoleh, harganya terjangkau, praktis, dan mudah dibawa ke mana-mana. Bahkan, Promag tablet yang saya bawa ke mana-mana sudah 45 tahun lebih dipercaya mampu mengobati sakit maag. Sementara, Promag cair begitu praktis dengan dosis pas dalam bentuk sachet cair.

Berkat Promag, mobilitas dan aktivitas saya yang tinggi dapat teratasi. Semenjak kau pergi, aku semakin akrab dengan kopi. Kopi punya cerita, hitam tak selalu kotor, pahit tak harus sedih. Kopi yang baik pun akan selalu menemukan penikmatnya. Jadilah seperti kopi yang tetap dicintai tanpa menyembunyikan pahitnya diri, maag pun berlari dan tak pernah kembali. Aku ini lelaki yang kerap tenggelam dalam secangkir kopi, di dalamnya kuaduk sepi dan rindu, maag pun malu-malu menutup pintu.

Di secangkir kopi, biarlah aku menjelma menjadi apa saja yang kau inginkan, menjadi pahit atau manis asal tetap kau rindukan. Karena dari kopi kita belajar, bahwa rasa pahit itu dapat dinikmati. Terimak kasih kopi berkahmu hari ini aku bisa bersyukur atas Tuhan yang memberikan perasaan cinta dan pedih yang pernah terukir.

Bukannya dari secangkir kopi juga bisa memberikan begitu banyak inspirasi, menghidupkan kebahagiaan,  dan membangun kehangatan bersilaturahmi.
Barista jawara kompetisi 1st Winner Indonesia Barista Championship (IBC) 2018, Muhammad Aga memiliki tips menikmati harinya sehingga dapat terus produktif menyeduh kopi untuk cangkir-cangkir ‘kehidupan’ penikmat kopi.

Silakan baca lebih lanjut untuk tahu Muhammad Aga di SINI

Dari kopi kita belajar sesuatu yang baru lagi [Foto: Dok Pri]
 #Promag #AhlinyaLambung #NikmatiHarimu #CeritaDibalikBarista