Wednesday, May 22, 2019

Galang Dana Online Ringankan Penderitaan


 


Sakit? Kita tidak meminta, tetapi sudah ketetapan dari sang pemberi hidup dan kematian. Semoga sehat tetap mendiami diri kita semua, aamiin. So, pernah dengar Galang Dana Online dari www.pedulisehat.id? Kalau belum, sebentar yuk kita cari tahu apa itu pedulisehat.id.
Galang Dana Online, Yuk Bantu Saudara Kita

Pedulisehat berdiri pada 2019 berlatar belakang sebagai platform donasi yang dikhususkan untuk membantu mengumpulkan dana bagi penderita penyakit serius, kritis, namun tidak punya dana cukup. Tak hanya untuk perawatan, tetapi juga dapat untuk pengobatan dan bertahan hidup.Pedulisehat juga memberikan penawaran layanan dalam penggalangan dana secara online, real time, dan transparan. 

Yuk Berbagi & Berbuat Baik untuk Sesama Melalui Galang Dana Online

Berbagi dan berbuat baik bisa dilakukan kapan dan di mana saja tanpa terikat waktu. Apapun yang Anda lakukan, Allah SWT akan mencatat, sekalipun kebaikan itu Anda lakukan sebesar biji zahrah (sawi). Menjadi orang yang punya sedikit lebih rezeki, sudah sepantasnya bisa berbagi.

Insya Allah, kelak kita sudah tiada amalan-amalan tersebut menjadi penolong kita kelak di hari akhir (hisab). Pun kalau kita ingat-ingat lagi bahwa, harta yang diberikan Allah SWT kepada kita hanya sementara saja alias titipan. Tak salah, harta itu kita gunakan di jalan yang baik untuk membantu sesama.

Tak usah risau atau khawatir, Anda ingin berbagi dan berbuat baik, sekarang sangat gampang. Donasi Online melalui gadget yang kita miliki sudah sangat membantu. Apa fungsi gadget  atau gawai yang Anda miliki saat ini? Tak melulu hanya untuk ber-whatsapp ria saja, kan?

Anda sudah semestinya memanfaatkan semaksimal mungkin untuk melakukan kebaikan melalui gadget tersebut. Galang Dana Online atau Donasi Online yang kita lalukan melalui gadget begitu mudahnya. Seperti mudahnya kita membalikkan telapak tangan. Saya yakin, Anda tentunya banyak waktu untuk membuka website Galang Dana Online ini www.pedulisehat.id.

Sudah ditetapkan  oleh kuasaNya, bahwa rajin-rajinlah kita sedekah, karena sedekah salah satu amalan yang nantinya akan membantu meringankan perbuatan yang sudah kita lakukan selama hidup di dunia.

Baca Waspada Penyakit Jantung Koroner

Bersyukur saya pada Allah SWT, bahwa keutamaan membantu sesama itu telah digariskan olehNya. Jadi, pandai-pandai bersyukur atas nikmat yang telah diberikanNya, salah satu jalan adalah bersedekah.

Tak bisa dipungkiri, berbagi itu menjadi satu kekuatan yang akan memberikan kita lebih banyak lagi pahala (Insya Allah). Saya yakin, Anda (khususnya yang Muslim) pernah mendengar atau membaca cerita Nabi Yusuf.

Bagaimana Yusuf dikaruniai wajah yang tampan rupawan, baik hati, dan penolong, namun saudara-saudaranya seakan tak ingin Yusuf hidup lebih lama.  Sehingga saudara-saudaranya tega membuangnya ke laut dan akhirnya ditelan oleh Paus yang justru menyelamatkan diri Yusuf.

Artinya apa, kebaikan, kedermawanan, juga sifat penolongnya Yusuf menjadi  penolongnya ketika dirinya diancam bahaya. Subhanallah.

Nah, sama halnya dengan Galang Dana Online. Anda yang beruntung memiliki harta lebih, tak salah untuk terus menebar kebaikan berbagi. Membantu sesama dan meringankan beban mereka yang kurang mampu. Tak bisa diindahkan begitu saja, bahwa manusia, khususnya saya dan Anda adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial.

Kita  bisa berlaku dan berjiwa sosial tatkala melihat saudara-saudara kita yang jauh dari sehat (baca sakit) dengan ketidakmampuannya membayar biaya rumah sakit atau hanya sekadar untuk berobat ke puskesmas. Melalui uluran tangan Anda-lah beban mereka sedikit ringan.  

 

Baca Rokok Sebagai Pembunuh dan Perbuatan...

 

Peduli Sehat Untuk Donasi Kesehatan

Kita diuji oleh Sang Khalik dengan ragam ujian. Harta yang kita miliki pun juga sebagai ujian. Apakah kita bisa menggunakan harta tersebut di jalanNya atau hanya untuk aktivitas kesia-siaan saja. Pun ujian juga bisa  lewat sakit atua penyakit.

 

Zaman yang terus berkembang, tak serta merta penyakit berkurang, justru semakin berkembang pula. Mau yang masih ada di dalam kandungan, bayi baru lahir, balita, remaja, bahkan dewasa. Kalau Sang Khalik telah menggariskan sakit, apa daya sebagai insan tak kuasa menolaknya.

 
Galang Dana Online, Platform Donasi Kesehatan No. 1 di Indonesia

Bersyukurlah, kita masih diberi sehat. Bersyukurlah anggota raga lengkap dan berfungsi secara baik. Coba lihat saudara-saudara kita yang jauh dari kata beruntung, entah itu tuna netra, tuna  grahita, atau tuna wicara, dan sebagainya.

 

Bahkan ada yang lebih parah dari itu semua. Mengidap berat kanker, tumor, dan lainnya. Masihkah kita tak ingin menolehkan pandangan? Atau berjalan dengan “kaca mata kuda?”

 

Benar-benar satu keberuntungan yang kita dapatkan dengan kondisi tubuh yang boleh dibilang sempurna untuk selalu mengatakan Alhamdulillah. Ya, Alhamdulillah berucap syukur pada Allah SWT untuk tetes-tetes kenikmatan yang telah Dia turunkan kepada kita yang dibilang beruntung, bagaimana dengan mereka yang tidak seperti kita?

 

Selayaknya, kita yang beruntung ini membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung dengan cara donasi kesehatan melalui galang dana online.

 

Jangan takut untuk berbagi. Jangan ragu untuk mendonasikan harta yang kita miliki melalui galang dana online. Dari galang dana online, Insya Allah beban mereka diringankan. Menjadi bagian dari orang-orang peduli kepada sesama sungguh hal luar biasa.

Mudahnya Galang Dana Online via pedulisehat.id

Kecanggihan teknologi mengikut perkembangan zaman. Saya yakin, tidak mungkin kan kalau Anda tidak punya kuota untuk akses internet, sementara akses media sosial lainnya hampir tiap jam dapat dilakukan.

Anda bisa dengan mudah bergabung atau berpartisipasi  dengan galang dana online melalui www.pedulisehat.id. Mudahnya lagi, galang dana online telah hadir dan dapat diakses melalui Google Play Store untuk gadget Anda dengan basis Android atau melalui iOS untuk pengguna Apple.

Tak perlu repot atau bersusah payah untuk  galang dana online via pedulisehat.id. caranya sangat mudah, simpel, dan tak perlu waktu lama. Dalam bahasa saya, hanya beberapa kali sapuan jari, semua ada dalam genggaman. Galang dana online semudah kita melihat dunia luar yang dapat dijangkau tanpa harus menuju ke tempatnya.

1.    Anda cukup klik Galang Dana, ikuti setiap instruksinya dan isi form secara lengkap. Jangan sampai ada yang terlewat yaa.

2.    Bagikan halaman galang dana Anda melalui akun Facebook, WhatsApp, juga twitter.

3.    Anda perlu verifikasi kalau ingin menarik dana yang telah terkumpul. As simple as that, kaan.

Jadi, meringankan beban derita saudara-saudara kita melalui galang dana online itu tidak merugikan. Allah SWT  telah berjanji akan membalas semua amal kebaikan yang telah kita lakukan.

Galang Dana Online di pedulisehat.id

Ayoo… teman-teman, kita bantu saudara-saudara kita, jangan sampai penderitaan mereka bertumpuk-tumpuk, sementara kita bisa tidur dengan nyenyak. Galang dana online inilah menjadi solusi tepat untuk kita lakukan. Lakukan sekarang juga, atau saudara-saudara kita kehilangan harapan hidup mereka. Anda juga bisa lihat-lihat IG-nya di https://instagram.com/pedulisehatindonesia?igshid=1ni0wywcjo59r 

 #BersamaRingankanLara

Wednesday, May 8, 2019

Pilih XPander? Pinter Bener


 
#PilihXPANDERPinterBener [Foto: Dok Pri]
Impian saya dan keluarga itu salah satunya punya kendaraan roda empat di tahun 2019 ini. Pas banget ternyata, dapat kabar di JIEXPO lagi ada kampanye tentang #PilihXPanderPinterBener di helatan otomotif tahunan dari Telkomsel IIMS 2019 ini. Xpander memang jadi incaran saya sejak beberapa tahun belakangan.

Ngubek-ngubeklah saya tepat hari Jumat sore (3/05/2019) di JIEXPO Kemayoran hingga malam menjelang demi melihat mobil idaman itu. Xpander Limited inilah yang membuat saya kepincut. Ada beberapa alasan saya sampai kepincut dengan mobil ini.

Ada paket pintar yang diberikan XPander yang membuat saya makin tergila-gila. Pertama, pintar biaya perawatannya. Di sini, siapa pun yang membeli Mitsubishi Xpander, Anda berhak memperoleh SMART Package  yang menjadikan biaya perawatan reguler mobil hemat hingga 25%. Tuh kan, kalau selama ini mobil yang saya dan keluarga pakai bisa buat kantong jebol, pas dibandingkan dengan XPander, sangat jauh.
 
Mobil impian saya dan keluarga di 2019 ini [Foto: Dok Pri]
Kedua, Pinter Harga Spare Part-nya. Kenapa bisa dibilang pintar harga spare partnya? Soalnya  saya bisa menikmati nol rupiah alias gratis biaya jasa  dan suku cadang  untuk XPander hingga 3 tiga tahun atau 50 ribu KM. Apa ga mantep coba. Jadi, hal ini memberi kemudahan untuk siapapun yang beli Mitsubishi XPander.

Lalu, mengapa pilih XPander itu bener? Memang bener sangat mudah mendapati dealer-dealernya. Ada sekitar 284 dealer Mitsubishi dengan layanan 24 jam  emergency service, 1.886 service advisor, dan mekanik yang siap melayani jika terjadi gangguan secara dadakan. 

Memang bener ternyata, bener nyaman mobilnya. XPander memberikan standar baru untuk mobil keluarga. Standar baru itu berupa empat fitur unggulannya, yaitu mesin yang bertenaga, suspensi stabil, kenyamanan interior  dan kabin yang lebih senyap.

Kalau beberapa waktu lalu mobil yang saya miliki agak annoying kabinnya di telinga dan mengganggu kenyamanan saya dan keluarga berkendara. Ternyata juga, menurut hasil hitungan internal , XPander ini, dari 100 ribu kilometer pemakaian, konsumen diberi penghematan hingga 45% kalau dibandingkan merek lain. Ini juga yang jadi alasan saya dan keluarga jatuh hati ke XPander.
 
XPander, jadi incaran banyak keluarga dan millennials [Foto: Dok Pri]
Ketika saya sempat berada di booth-nya XPander,  mata saya sempat tertuju dengan salah satu foto yang memberikan tanya tersendiri.  Ada foto Agus Ringgo, Sabai Dieter, dan anak kecil bernama Bjorka. Aah ternyata mereka satu keluarga.

Ternyata, kampanye #PilihXPANDERPinterBener ini ceritanya keluarga dari Agus Ringgo sebagai “Suami Pinter” ketika milih mobil. Dan istrinya sebagai “Istri Bener”, sementara Bjorka sebagai anak dari keduanya. Dengan Pinter-nya Agus  Ringgo dan Benernya Sabai, mereka lantas menjatuhkan pilihan pada Mitsubishi XPANDER untuk dijadikan mobil keluarga setelah sebelumnya sepakat melihat sisi-sisi keuntungan yang diperoleh saat sebelum menjatuhkan pilihan.

Oya, kalau Anda membeli XPander ini, yang jelas memang banyak banget keuntungan yang bisa diperoleh, antara lain kita bakalan mendapat  part service berkala, produk kimia, ada juga aplikasi water repellent, tentunya dapet asuransi kecelakaan selama setahun. Ngomongin water repellent,  mobil kita, setiap 10 ribu KM akan dilapisi. Hal ini membuat tubuh XPander terhindar dari jamur karena seringnya pemakaian.  Hal yang buat saya makin kuat pilih XPander juga adalah tak hanya mobilnya yang dapet asuransi, tapi plus keluarga juga untuk beragam kondisi. Kan makin enak dengan mobil ini.

Tak Hanya Mobil Keluarga, Millennial Wajib Punya
Siapa sih di zaman sekarang yang tak butuh kendaraan? Apa iya, mau terus kepanasan dan kehujanan, bau keringat dan matahari? Apa iya selamanya mau berkelindan dengan kendaraan umum dan berdesak-desakan? Saya yakin, jawabannya tidak!

Bicara Mitsubishi tak hanya  bicara produk, tetapi bagaimana sejarah keberadaan perusahaan ini sebelumnya. Peluang bisa datang kapan saja memang, dari peluang yang seiring sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk penanaman modal asing juga dalam negeri (PMA & PMDN) berdiri PT New Marwa pada 1970 yang kala itu menjadi distributor tunggal Mitsubishi Indonesia. Tahun 1973 berubah nama menjadi PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB).
 
Tampilan elegan XPander Limited [Foto: Dok Pri]
KTB mengenalkan produk kendaraan untuk pribadi juga bisnis menurut kebutuhan serta request masyarakat tanah air. Ada Truck Mitsubishi Fuso untuk pertambangan, niaga, juga retail. Kemudian L300 dan Strada Triton serta yang terbarunya  Mitsubishi XPander.Mobil ini telah diluncurkan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia di helatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2017) lalu.

Hadirnya XPander karena Mitsubishi fokus pada pasar dan memenuhi permintaan masing-masing segmen pasar yang penuh dinamika. Melalui perubahan tersebut, Mitsubishi dapat terus maju dan berkembang dalam memenuhi kebutuhan kendaraan masyarakat.

Kesuksesan peluncuran Mitsubishi Xpander ternyata telah menghasilkan permintaan yang tinggi hingga lebih dari 50 ribu  pemesanan oleh konsumen Indonesia. Oleh karenanya, Mitsubishi Motors berupaya untuk melakukan semua hal yang  bisa mereka lakukan untuk semua konsumen agar dapat mengendarai Xpander.

Mitsubishi XPander, selain sangat cocok untuk keluarga juga sangat cocok untuk millennials (anak muda jaman now) atau Generasi Y. Dilihat dari style body mobil yang sangat stylish dan interior di dalamnya yang kekinian banget, mampu nih XPander merontokkan hati gebetan juga. Eh tapi, bagaimana caranya agar millennials bisa dapetin mobil idamannya ini dan sesuai harapan?

Sementara, anak-anak millennials sekarang kan dilihat dari usia masih muda, penghasilan pun masih standar-standar saja. Selain itu, dana untuk beli mobil pun tak sedikit alias menggunung. Nah, di kesempatan ini pula ada lho hadir Co-Foundernya Jouska Financial di acara Talkshow Kompas.com Bogger Invasion bersama Mitsubishi Motors. Farah bilang, “ Millennials mau beli mobil ga ada larangan, tapi perlu diingat bahwa apa yang dibeli itu memang benar-benar dibutuhkan.” Jadi, benar-benar lihat situasi dan kondisi ya gaes.


Farah, Co Founder Jouska Financial [Foto: Dok Pri]

Nah, apa yang millennials inginkan ini ada masanya memang, itulah menurut Farah yang disebut fase. Masa ketika mobil pribadi yang diimpikan jadi kebutuhan, apalagi seperti saya yang sudah berkeluarga. Rasa-rasanya punya mobil itu is a must. Bisa sekali angkut dan hemat biaya.

Millennials, jangan takut untuk bisa dapetin mobil impian kalian. Farah memberikan tips yang bisa dijalankan millennials ketika memilih mobil dengan menghitung seluruh komponen biaya secara cermat.

Di sela-sela acara talkshow itu dikatakan Farah, “Kita ini selalu diajari menabung dan menabung, namun kita tidak pernah diajari bagaimana caranya mengelola uang tersebut dan spending yang pinter agar kebutuhan terpenuhi, sekarang ini masanya.”

Tips yang Farah sampaikan bisa lho dipraktikkan dan jadikan bahan pertimbangan ya. Apa pertimbangan yang  millennials perlu ketahui saat ingin membeli  mobil? Pertama, mobil yang bagaimana yang memang benar-benar jadi incaran  mesti diperhatikan benar fitur dan fungsinya, lalu sesuaikan dengan kebutuhan.

Kedua, kalau milih mobil pilihlah mobil yang harganya terjangkau dan sesuai kemampuan keuangan kalian. Jangan sampai cicilannya besar dan memberatakan. Usahakan  ketika kalian sudah menjatuhkan pilihan dan ketika cicilan mulai dilakukan, tabungan, dana darurat, kebutuhan, dan tujuan keuangan kalian yang lain-lainnya harus tetap terlayani dan terpenuhi. Jangan sampai tambal sulam dan gali lubang tutup lubang demi gengsi yaa..

Lebih lanjut dikatakan Farah, “Idealnya total cicilan yang kita ambil itu besarnya 30% dari total penghasilan yang kita miliki. Itu masuk ke dalamnya cicilan mobil dan cicilan lainnya.” Perlu juga diketahui bahwa, sejalan dengan cicilan yang dilakukan akan ada biaya-biaya lain yang mengikuti, seperti servis, uang bensin, dan sebagainya.

“Inilah butterfly effect yang mesti diketahui millennials. Saat millennials  membeli mobil atau aset lainnya, ada biaya lain yang mengikuti dan mesti disiapkan. Contohnya perawatan rutin, sparepart, juga pajak. Biaya ini harus masuk ke dalam catatan finansial kita,” jelas Farah.

Saran yang diberikan Farah agar Millennials Pinter Bener pilih mobil  selain fitur yang ada di mobil dan cocok dengan kebutuhan, perawatannya mesti mudah dan biaya kepemilikannya terjangkau. XPander contohnya. Mobil MPV yang saat ini banyak digandrungi keluarga dan millennials Indonesia.  




Setiap sudut XPANDER Limited memberikan cerita tersendiri [Foto: Dok Pri]

Saat saya berada di Booth XPander, melihat fitur-fitur fungsionalnya memberikan kenyamanan selama berkendara. Kabinnya lebih luas, penumpang pun bisa bebas duduk di sana sini tanpa hambatan. Saya sempat coba duduk di dalamnya, dan merasakan suspensinya begitu lembut ketika turun. Kekokohan suspensinya ini tetap terjaga sekalipun melewati jalan bergelombang (berkontur). Beruntungnya ketika itu saya pernah test drive.

Bagasi yang dimilikinya pun terbilang luas, terpenting adalah fitur keamanan yang dibenamkan di XPander ini berteknologi canggih. Tak salah kalau XPander cocok dan enak untuk dibawa beraktivitas sehari-hari.

Mewahnya XPander Limited Edition
Dengan Mitsubishi XPander Limited, millennials dan keluarga akan dapat pengalaman berkendara yang menyenangkan dan terasa kemewahannya. Mewahnya di mana? Lihat saja tampilan luar (eksteriornya), decal di bagian depan dan samping memberi kesan tersendir, kover cermin (kaca),  begitu juga rodanya.  

Limited edition yang dikeluarkan memberi penawaran tersendiri dalam balutan warna quartz white pearl dibanding varian sebelumnya (standar). Interiornya pun begitu mewah dan eksklusif. Oya, yang buat XPander Limited ini eksklusif ada badge nomor seri mulai nomor 0001 hingga 1.000. Nomor itu menunjukkan, unit ke berapa dari mobil yang kita beli nantinya atau yang kita miliki.
 
Mitsubishi XPANDER, stylish dan tangguh [Foto: Dok Pri]
Nah, dilihat dari mesinnya, mesin XPander memang mumpuni di kelasnya. Bermesin 1.5 L Mivec DOHC 16 Valve. Kalian ga perlu takut ketika XPander menemui jalan bergelombang, getarannya tak begitu kentara alias minim. Untuk menjaga keamanan driver dan penumpang  XPander Limited ini dilengkapi dual SRS Airbag.

Ada juga lho anti locking brake system dan active stability control yang mampu mengatasi mobil slip saat melakukan manuver. Oya, ketika menemui tanjakan tajam ada pembantu yang selalu siap sedia, hill start assist. Berfungsi untuk menahan mobil  mundur ketika jalan ada tanjakan. Kalau tetiba kalian melakukan rem mendadak, ada emergency stop signal yang membuat lampu hazard otomatis menyala.

Eh, ternyata  XPander Limited ini unik lho. Kenapa unik? Ya, karena ada disematkan pula fitur keselamatan pedestrian protection yang bisa mengurangi kalau terjadi kecelakaan untuk pejalan kaki.  Nah, kalau lupa mengunci pintunya, dalam waktu 30 detik, pintu mobil akan terkunci sendiri. So, ga usah takut kalau sewaktu-waktu pintu mobil lupa dikunci.  Jadi, aman deh kalau mau jalan-jalan saat mobil lupa nguncin.

Mitsubishi Xpander, sesuai dengan namanya “Your Next Generation MPV” mobil ini di desain khususnya untuk market Indonesia dengan penampilan yang sangat atraktif. Penampilannya tersebut memang dibuat supaya generasi di abad sekarang dapat menikmati satu kendaraan dengan kemampuan berkendara yang sangat nyaman.

Dilihat dari bentuknya sendiri, Mitsubishi Xpander punya satu signature design yang dinamakan Dynamic Shield. Dinamic Shield adalah konsep bagian depan atau muka kendaraan tersebut sebagai identitas baru Mitsubishi yang dimulai dari Pajero Sport, Outlander, juga di Mitsubishi Xpander.

Satu kelebihan utama dari Mitsubishi Xpander adalah konsep Omotenashi. Omotenashi ini sebagai hospitality. Dengan hospitality yang baik, Mitsubishi Xpander punya beragam tempat penyimpanan di kendaraan.
 
Antusiasme anak muda jaman now saat melihat Mitsubishi XPANDER di Booth Mitsubishi [Foto: Dok Pri]

Keseruan Mitsubishi Blogger Invasion Kompascom [Foto: Dok Pri]

Jadi, sebenarnya dengan konsep kendaraan buatan Indonesia, Mitsubishi sangat peduli dengan keluarga Indonesia yang punya banyak kebutuhan, juga memenuhi tuntutan generasi millennials saat ini. Sudahkah menentukan pilihan mobil incaran kalian? Kalau belum, diSINI lengkapnya.

Wednesday, April 17, 2019

Imunisasi, Cara Jitu Cegah Penyakit



Imunisasi salah satu cara mencegah penyakit [Foto: Dok Tribun Jabar]

Suami: “Besok, kalo anak kita lahir, segera diimunisasi ya, bu?”

Istri: “Imunisasi? Ga ah pak! Saya akan terus kasih ASI hingga 4 tahun. Di ASI juga sudah banyak vitamin dan bahan-bahan lain untuk mencegah sakit anak-anak.”

Suami: “Tidak bisa bu, pokoknya tetap diimunisasi. Ini bagian penting dari kehidupan anak-anak kita kelak.”

Istri: “Itu imunisasi produk luar, bukan produk asli Indonesia, sementara dari negara asalnya saja banyak anak-anak yang ga diimunisasi. Memangnya mau anak kita jadi kelinci percobaan?”

Ini penggalan debat antara suami dan istri yang tak mau anaknya begitu lahir diimunisasi.Sang istri keukeuh dengan pendiriannya, begitu pun sang suami. Masing-masing punya argumentasi

Kejadian ini pun pernah saya dan istri alami ketika kami baru punya anak pertama. Saya sendiri bersikukuh untuk memberikan imunisasi kepada anak pertama kami, karena imunisasi penting sekali menurut saya untuk mencegah beragam penyakit yang dapat menggerogoti anak kami.

Sementara, istri juga punya pendapat sendiri untuk tidak memberikan imunisasi kepada anak kami. Ya, bersikukuh dengan pendapat masing-masing hingga ada yang mau mengalah salah satunya.

Untuk hal ini, kami memang perlu membuat kesepakatan bersama. Karena, bagaimanapun kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari anak kami ketika imunisasi sudah diberikan.

Saya dan istri juga tidak bosan untuk menggali beragam informasi apa dampak jika anak tidak diimunisasi, terutama kepada dokter anak kami. Karena langsung bertanya pada dokter anak yang sudah jadi dokter keluarga, justru disarankan. Dari situlah istri dan saya benar-benar menaati keberlangsungan kesehatan anak agar terhindar dari penyakit karena tidak mendapatkan imunisasi.

Keinginan  pemberian imunisasi ini kami lakukan dengan kesadaran penuh tanpa paksaan atau tekanan  dari siapapun.Hal ini karena melihat ragam penyakit yang diderita dari anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi semakin menguatkan kami untuk terus memberikan imunisasi kepada anak-anak kami selanjutnya.

Melihat perjalanan kesehatan anak-anak di dunia, justru imunisasi ini menjadi salah satu penyelamat jiwa anak-anak kami khususnya, dan anak-anak manusia umumnya agar anak-anak Indonesia semakin sehat.

Hal ini menjadi salah satu intervensi kesehatan yang boleh dibilang berhasil dan memberi efek jangka panjang anak terhindar dari  penyakit. Selain itu, tentunya biaya yang dikeluarkan tidak banyak (baca hemat biaya).


Kalau dilihat sejauh ini rasanya miris, ternyata masih banyak anak-anak di dunia yang tidak mendapatkan perlindungan imunisasi. Sekitar 19.5 juta anak justru tidak diimunisasi secara lengkap. Satu dari sepuluh  anak-anak itu tidak mendapat vaksinasi apapun yang juga tidak terdeteksi oleh sistem kesehatan. Memang, sangat disayangkan.

Oleh karenanya, pemerintah melalui #PekanImunsasiDunia ini ingin meluaskan capaian Sustainable Development Goals (SDG). Perlu memang kita ketahui bahwa, vaksinasi tidak hanya mencegah penderitaan dan kematian yang terkait penyakit menular, seperti TB, diare, campak, pneumonia, polio, batuk rejan, dan lain-lain, tetapi juga membantu mendukung prioritas nasional seperti pendidikan dan pembangunan ekonomi.
 
Blogger Kesehatan di Temu Blogger Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2019 [Foto: Dok Pri]
Jika dilihat juga bahwa nilai vaksin ini sangat unik. Uniknya itu pendorong ditetapkannya Global Vaccine Action Plan (GVAP) 2020. GVAP ini disahkan oleh 194 anggota negara ada World Health Assembly ke-60 pada 12/05/2012. Hal ini sebagai kerangka kerja mencegah jutaan kematian akibat penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin pada 2020 dengan akses universal untuk imunisasi.

Apa sih tujuan GVAP ini? Tujuannya antara lain menetapkan imunisasi rutin, mempercepat kontrol penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin (pemberantasan polio sebagai tahap pertama), mengenalkan  vaksin baru, dan memacu penelitian dan pengembangan teknologi vaksin.

Target GVAP ini memang untuk mengeliminasi penyakit, termasuk rubella, campak, juga tetanus neonatus dan maternal meski masih telat dari jadwal. Pekan Imunisasi Dunia ini menitikberatkan pada tindakan kolektif yang diperlukan dalam menjamin setiap orang terlindungi  dari penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin.

Semua orang perlu diberitahu dan diajak termasuk pemerintah, organisasi profesi. LSM, organisasi lain yang peduli imunisasi, warga, mitra swasta, juga media untuk meningkatkan  capaian imunisasi secara berkelanjutan.

Berhubungan dengan hal ini, pada Senin (15/04/2019) bersama Kementerian Kesehatan RI melakukan temu blogger berkenaan dengan Pekan Imunisasi Dunia.

Prof. Dr. Cissy B. Kartasmita Sp.A (K), M.S, PhD. Ketua Satgas Imunisasi IDAI Pusat [Foto: Dok Pri]

Hadir di tengah-tengah Temu Blogger ini  pembicara Prof. Dr. Cissy B.Kartasasmita, Sp.A (K), M.Sc, PhD. Selaku Ketua Satgas Imunisasi IDAI, dokter R. Vensya Sitohang, M. Epid., dan Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A. Dalam paparannya, Prof Cissy menyampaikan bahwa, banyak penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di antaranya, campak, polio, hepatitis B, pertusis, difteri, Hib, tetanus, dan lainnya.

Sebenarnya, pada 1074 Who selaku organisasi kesehatan dunia mengenalkan program EPI (Expanded Program on Immunization) untuk menjamin bahwa semua anak punya akses untuk mendapat imuniassii secara rutin yang direkomendasikan.

Sejak saat itu seluruh cakupan global dari empat vaksin utama yang direkomendasikan (vaksin Bacille Calmette-Guerin (BCG), vaksin diphteria-tetanus-pertussis, vaksin polio, dan vaksin campak) meningkat dari <5% menjadi >84%, dan secara bertahap vaksin tambahan direkomendasikan ke dalam jadwal.   

Jika anak-anak tidak mendapatkan imunisasi dan terkena penyakit, maka kecenderungannya akan menjadi penyakit kronis dan mematikan. Misal pada bayi dan anak-anak, 80%--90% yang terinfeksi tahun pertama ke kehidupan cenderung menjadi kronik. Sementara, anak yang berumur kurang dari 6 tahun 30-50% cenderung menjadi kronik.
 
dokter Vensya Sitohang, M.Epid-Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI [Foto: Dok Pri]
Untuk orang dewasa, apabila penyakit yang semestinya harus mendapatkan perlindungan atau diimunisasi tetapi  tidak, maka kurang dari 5% dewasa sehat, jika terkena infeksi akan menjadi kronik. 20%-30% dari hepatitis kronik cenderung menjadi sirosis atau kanker hati.  Semakin kecil umur terkena infeksi, semakin besar kecenderungan menjadi kronis.

Sementara itu, lebih lanjut Prof Cissy menyampaikan apabila terjadi pada masa transmisi neonatal, 70%-90% dari Ibu HbsAg dan HbeAg positif, 20% apabila ibu HbsAg positif. Dari sini bayi tertular saat dilahirkan (penularan secara vertikal) dan 90% menjadi menahun akibatnya terjadi sirosis hepatis berujung pada kanker hati.

Imunisasi Di Indonesia
Ya, imunisasi merupakan tindakan pencegahan global yang paling efektif biaya, tidak ada tandingannya kecuali pengadaan air bersih.

Imunisasi di Indonesia sesungguhnya sudah ada sejak 1956. Di taun 1977 kegiatan imunisasi semakin diperluas menjadi program pengembangan imunisasi (PPI) dalam rangka pencegahan penularan terhadap beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi  (PD3I), yaitu TB, Difteri, Pertusis, Campak, Tetanus, serta Hepatitis B.

Adapun penyakit yang menjadi perhatian dunia dan menjadi komitmen global yang wajib diikuti oleh semua negara adalah eradikasi polio (ERAPO), eliminasi campak dan rubela dan Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (ETMN).

Melihat perjalanan sejarah Program Imunisasi pada 1956 dimulai dengan variola, 1973 BCG, 1974 TT, 1976 DPT, 1980 Polio, 1982 Measles, 1997 Hepatitis B, 2004 DPT/HB (kombinasi), 2013 Haemofilius Influensa tipe B (DPT/HB/Hib), dan 2016 HPV*

Bagaimana dengan TB? Secara global pada tahun 2013 19%-43.5% penduduk dunia terinfeksi M. tuberculosis. Kasus TB baru lebih dari 9 juta per tahun. Insidens SEA 35%, Afrika 30%, Western Pacific 20%. Pada anak, kasus baru ada 5 ratus ribu per tahun dan 80 ribu meninggal dunia.

Berdasarkan data Riskedas 2013, prevalens TB tahun 2007 & 2013 tidak jauh berbeda (0,4%). Provinsi tertinggi yang tekena TB dialami oleh Jabar (0.7%); Papua (0.6%), DKI Jakarta (0.6%), Gorontalo (0.5%), Banten (0.4%), Papua Barat (0.4%).

Bagaimana dengan Difteri? Difteri merupakan penyakit yang sangat menular disebabkan oleh Corynebacterium  diptheriae. Sumber infeksi hanya manusia yang ditularkan melalui aspirasi pernapasan, yaitu penyakit pernapasan bagian atas. Angka kematian  tertinggi di usia muda dan lansia.

Pun dengan pertusis. Penyakit ini sangat menular. Secara etiologi berasal dari Bordetella pertussis. Hati-hati ketika kita mendekati pasien ini, dapat terjadi penularan ketika pasien sedang batuk-batuk. Insidensinya akan meningkat pada bayi usia muda (pra vaksinasi). Beban ppenyakit global ini sekitar 136.372 kasus versus estimasi 17,6 juta pada 2003 dan 152.535 kasus pada tahun 2007 dan penyakit-penyakit lainnya yang  memang perlu imunisasi.

Banyak pula orang tua yang kadang tidak ingin anak-anaknya diimunisasi. Menurut Riskesdas 2013, alasan utama anak tidak diimunisasi karena takut panas, keluarga tidak mengizinkan, tempat imunisasi jauh, sibuk/repot, sering sakit, dan tidak tahu tempat imunisasi.

Sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, demam setelah imunisasi merupakan reaksi normal yang akan hilang dalam waktu 2-3 hari. Kejadian ikutan paska imunisasi yang serius sangat jarang terjadi. 

Fakta Imunisasi
Imunisasi mencegah penyakit, kecacatan, dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, termasuk TB, hepatitis B, difteri, pertusis (whooping cough, batuk rejan), tetanus, polio, campak, pneumonia, gondongan, diare akibat rotavirus, rubella, dan kanker serviks.
 
Dr. HM. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A.- Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat [Foto: Dok Pri]
Diperkirakan imunisasi sekarang dapat mencegah 2 hingga 3 juta kematian setiap tahunnya. Tambahan 1.5 juta kematian dapat dicegah jika cakupan imunisasi global meningkat. Selama 2016, diperkirakan 116,5 juta (lebih kurang 85%) anak-anak di bawah usia 1 tahun di seluruh dunia menerima 3 dosis vaksin difteri-tetanus-pertusis (DTP3). Anak-anak tersebut terlindung dari penyakit menular  yang menyebabkan penyakit serius atau kecacatan akibatnya fatal.

Sekitar 19.5 juta bayi di dunia tidak mendapatkan imunisasi dasar bahkan melewatkannya. 60% anak-anak itu tinggal di 10 negara seperti Angola, Brazil, Kongo, Ethiopia, India, Indonesia, Irak, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Cakupan imunisasi global sudah stagnan di 86% tanpa ada perubahan signifikan selama beberapa tahun terakhir. Ada peningkatan penggunaan vaksin baru dan vaksin yang kurang dimanfaatkan.

Vaksin yang diberikan kepada anak-anak merupakan produk yang menghasilkan kekebalan terhadap penyakit dan dapat diberikan melalui suntikan, melalui kulit atau diberikan melalui mulut juga dengan penyemprotan.

Sementara, vaksinasi sebagai tindakan penyuntikan organisme yang mati atau dilemahkan selanjutnya akan menghasilkan kekebalan tubuh terhadap organisme tersebut.

Kita juga mesti hati-hati dan waspada terhadap berita hoax yang mengatasnamakan vaksin. Ada kelompok yang antivaksin yang seringkali melebih-lebihkan risiko imunisasi tanpa bukti ilmiah.

Padahal kenyataannya tidak demikian. Tidak dianjurkan ketika anak dalam kondisi kurang sehat untuk diimunisasi, seperti batuk, deman, atau pilek.  

Anak-anak yang mendapat imunisasi akan terlihat lebih segar dan ceria dibanding yang tidak. Didukung pula oleh faktor lingkungan yang memberi peran besar terhadap aktivitas mereka. Nah, hal ini akan berkaitan dengan tumbuh kembang anak itu sendiri.

Tumbuh kembang anak sendiri dipengaruhi oleh faktor seperti penyediaan air bersih, imunisasi, sanitasi sehat, pengasuhan optimal, ASI ekslusif, dan nutrisi seimbang. Nah, mengapa imunisasi sendiri diperlukan.

Menurut Prof. Cissy, anak-anak yang beroleh imunisasi akan menghasilkan kekebalan (imunitas), jika terkena infeksi secara alamiah akan menimbulkan kekebaan, imunisasi meniru kejadian infeksi alami, imunisasi akan membuat tubuh membentuk kekebalan melalui pertahanan non spesifik & spesifik, mampu mencegah penyakit yang menyebabkan kematian dan kecacatan, dan memenuhi kewajiban hak anak.

Kita sebagai orag tua juga perlu waspada jika anak tidak mendapatkan imunisasi. Anak tidak memiliki kekebalan terhadap mikroorganisme ganas (patogen), anak dapat meninggal atau cacat sebagai akibat menderita penyakit infeksi berat, anak akan menularkan penyakit ke anak atau dewasa lain, dan penyakit tetap berada di lingkungan masyarakat.

Jadi, kita juga perlu tahu tujuan imunisasi itu sendiri untuk apa. Ya, tujuan imunisasi itu  pencegahan perorangan dari penyakit tertentu (intermediate goal), mencegah penularan penyakit, menurunkan kejadian penyakit (epidemiologi penyakit berubah), dan eradikasi penyakit sebagai final goal.

Nilai-nilai sosial pun masuk dalam imunisasi ini, ada herd immunity, indirect effect, kekebalan komunitas, mengakibatkan pemutusan rantai penularan penyakit dari anak ke anak lain, pemutusan rantai penularan penyakit dari anak kepada orang dewasa yang tinggal bersamanya, dan 5%--20% anak yan tidak diimunisasi juga terlindungi.

Vaksinasi dari imunisasi ini akan menunjang sistem kesehatan masyarakat dengan menurunkan angka kesakitan, menurunkan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, mencegah kematian dan kecacatan, dan mencegah beban masyarakat seumur hidupnnya. Nah, sebanyak 30% anak-anak sekarang  sebagai generasi yang pegang tali kendali pemerintahan di masa depan.

Imunisasi pun tak jarang banyak mendapat penolakan dengan negative campaign  dari kelompok-kelompok anti imunisasi. Nah, kelompok ini memang menentang program imunisasi dengan sejuta alasan, seperti penyakit sudah tidak ada tetapi kok masih tetap imunisasi, meski sudah diimunisasi penyakit tetap ada, takut efek samping imunisasi. Sementara, keompok negative campaign lainnya berasal dari dokter: homeopathy, naturpathy, nondokter: memasarkan pengobatan alternatif.

Jadi, jangan ragu untuk vaksinasi anak-anak kita karena imunisasi sangat penting utuk menurukan kejadian dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Vaksin dapat menghasilkan imunitas seperti halnya infeksi alamiah.

Fatwa MUI Terkait Imunisasi
Apakah vaksinasi itu haram?  Menurut Dr. H.M. Asrorun Ni’Am Sholeh, MA, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat mengatakan bahwa vaksin harus aman dan sesuai norma agama. Bahan imunisasi harus aman dan sesuai norma agama. Pasal 153 “pemerintah menjamin ketersediaan bahan imunisasi yang aman, bermutu, efektif, terjangkau, dan merata bagi masyarakat untuk upaya pengendalian penyakit menular melalui imunisasi. Pasal 2 UU kesehatan menegaskan salah satu asas pembangunan kesehatan harus memperhatikan dan menghormati agama yang dianut masyarakat.

Fatwa MUI No. 4 tahun 2016 poin No. 5 program imunisasi hukumnya wajib. Disebutkan dalam hal jika seseorang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.


“Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penyakit tertentu. Vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci. Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan atau najis, hukumnya haram. Imunisasi dengan vaksin yang haram dan atau najis, tidak dibolehkan, kecuali digunakan pada kondisi al-dlarurat atau ah-hajat; belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci; dan adanya keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal,” pungkas Arorun Ni’am.

Jadi, jelas kan  sekarang bahwa imunisasi tidak bertentangan dengan agama selama bahan-bahan yang dikandungnya tidak berasal dari bahan yang diharamkan dalam syariat Islam. Pencegahan melalui imunisasi artinya mencegah generasi masa depan bangsa dari beragam penyakit.