Wednesday, October 3, 2018

Waspada Penyakit Jantung Koroner Menyerang Anda


 
Add caption
Secara tiba-tiba, teman satu kantor  saya mengaduh, bahwa dada bagian kirinya nyeri tiba-tiba. Keringat dingin mengucur dari seluruh tubuhnya. Selera makan Mba Windi tetiba hilang. Dia mengeluh perutnya mual, kepala pusing dan terasa lemah lunglai tak berdaya. Terkadang mengeluh ada rasa seperti terbakar di  sekitar dada kirinya.

Beberapa teman satu departemen saya berinisiatif untuk membawa Mba Windi ke dokter UGD.  Tak berapa lama, dokter UGD memeriksa Mba Windi. Hasil pemeriksaan dokter, dokter UGD memberi rujukan ke dokter penyakit jantung. Mba Windi langsung teman-teman saya bawa ke dokter spesialis jantung di hari itu juga setelah mendapat surat dari dokter UGD.

Dengan hasil pemeriksaan yang detail setelah beberapa hari kemudian,  dokter penyakit jantung mendeteksi, bahwa teman saya tersebut menderita penyakit jantung. Dan dipastikan oleh dokter penyakit jantung bahwa Mba Windi terkena penyakit jantung koroner (PJK). Kami, sebagai teman-teman agak terkejut juga Mba Windi dapat terkena serang jantung koroner. Duuh, rasanya gimana gitu. 

Ternyata, tanpa sepengetahuan kami  Mba Windi tidak menjaga pola makan yang baik. Dia sangat suka yang namanya tetelan atau jeroan. Suka dengan makanan yang banyak mengandung santan, jarang berolahraga, dan sedikit over weight.  Nasi sudah menjadi bubur, Mba Windi akhirnya masuk dalam perawatan.

Dari kejadian itu saya jadi semakin care dengan diri sendiri. Apalagi di usia yang tidak lagi muda. Ya, penyakit jantung koroner ini sebagai penyakit pembuluh darah pada jantung yang diakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah  jantung, sehingga terjadi serangan jantung. Hal ini dapat berakibat pada kematian. 

Dengan kata lain, penyakit jantung koroner (PJK) sebagai gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah koroner sebagai akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh darah yang dikenal dengan Aterosklerosis.

Aterosklerosis  sebagai pengerasan dinding arteri yang diakibatkan adanya ateroma atau plak kekuningan yang mengandung lemak, kolesterol, sel-sel , kalsium, dan lain-lain pada dinding pembuluh darah arteri. 

Menurut WHO 2015, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Bayangkan saja, hampir setiap tiga detik  ada saja yang meninggal karena penyakit jantung koroner ini atau stroke. Di Indonesia sendiri, dari 10 orang satu di antaranya meninggal karena penyakit jantung koroner. Sementara, menurut BPJS 2017 mengatakan  bahwa 7,4 triliun total biaya pelayanan yang dihabiskan penyakit jantung dan terbangun dar seluruh jenis penyakit di tahun 2016.

Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

Kalau melihat risiko yang tidak dapat dimodifikasi, artinya, bagaaimanapun juga, penyakit jantung koroner tidak mengenal batasan usia, jenis kelamin maupun keturunan atau ras. Sementara, risiko yang dapat dimodifikasi, artinya  risiko yang dapat dihindari untuk mengantisipasi penyakit jantung koroner  menghentikan kebiasaan merokok, dislipidema , karena hipertensi, adanya diabetes mellitus,  kurangnya pergerakan  fisik.

 Video berikut ada 20 jenis makanan yang dapat dikonsumsi untuk membersihkan arteri dan menjaga Anda dari serangan jantung [Courtesy of YouTube].
 
Berat badan yang berlebih juga memberikan pengaruh tersendiri untuk seseorang  terkena penyakit jantung koroner. Waspada jika Anda melakukan diet yang tidak atas saran atau petunjuk dokter. Karena, jika diet yang Anda lakukan salah, tidak mustahil Anda dapat menderita penyakit jantung koroner. Stress yang tidak terkendali pun membawa dampak yang sangat besar untuk seseorang menderita penyakit jantung koroner. Perlu Anda waspadai untuk pencinta sejati alkohol. Alkohol memberikan pengaruh buruk terhadap tubuh dan kerja jantung seseorang. Karena dapat memacu emosi dan amarah di luar kendali. 

Kolesterol tinggi  sementara HDL rendah <40 mg/dl, hipertensi:  TD > 140/90 mmHg atau dalam pengobatan. Usia pria lebih dari 45 tahun dan usia wanita lebih dari 55 tahun mesti  waspada. Bisa jadi juga ada riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung koroner pada usia: untuk pria kurang dari 55 tahun dan wanita kurang dari 65 tahun.
 
Dokter Bambang Dwi Putra, SpJP, dokter spesialis jantung (Anggota Perki) [Foto: Dok Pri]
"Penyakit jantung koroner ini sudah ada sejak di usia dini seseorang ketika  terjadi penyumbatan darah arteri akibat pola hidup seseorang yang kurang baik itu tadi. Oleh karenanya, menjaga pola hidup sehat sejak usia dini sangat penting untuk  menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner," ucap Dokter Bambang Dwi Putra, dokter spesialis jantung (Anggota Perki). 

Anda mesti waspada ketika di bagian belakang tulang dada terasa ada sesuatu yang membuat Anda terasa sakit, sakit di belakang tulang dada yang menjalar hingga ke leher, kemudian dari dada ke bahu dan lengan, dari dada terus menjalar ke rahang, dari dada kiri bawah di ulu hati (yang sering ditafsirkan sebagai maag), hingga di daerah punggung di antara kedua belikat. 

Sementara itu, sindroma koroner akut yang terjadi pada seseorang sebagai serangan jantung berupa kumpulan gejala yang  berhubungan dengan cedera otot jantung akibat penyumbatan pembuluh darah yang mengalir di jantung. Atau  dapat disebut sebagai keadaan gawat darurat jantung sebagai akibat  kematian otot jantung. 

Overview penyakit kardiovaskular [Courtesy of YouTube]


Lebih dari 90% Sindroma Koroner Akut diakibatkan pecahnya plak arterosklerosis dan terbentuknya bekuan darah di dalam pembuluh darah koroner.  Terapi  pasca sindroma koroner akut perawatan di rumah sakit yang dilakukan seperti pain killer (morfin), suplemen O2, terapi anti iskemia berupa nitrat, beta bolker, CCB; antiplatelet dan antikoagulan berupa aspirin, clopidogret, ticlopidine, heparin atau low molecular weight heparin,  hirudin, tranquilizer. Fibrinosis (pada infark miokard dengan elevasi ST), dan revaskularisasi koroner. 

Apa yang dapat dilakukan atau pertolongan pertama seperti apa yang bisa dberikan jika penderita serangan jantung tidak sadar? Pertama, Anda bisa telepn 119. Ini gratis melalui telepon rumah atau telepon seluler Anda. Atau Anda bisa ke Rumah Sakit terdekat untuk meminta pertolongan tenaga medis dan ambulans.

Sedapat mungkin lakukan pertolongan bantnuna hidup dasar atau resusitasi  jantung paru oleh tenaga medis atau orang awam terlatih.  Melakukan defibrilasi menggunakan AED (automatic external defibrilation). Menyegerakan bawa penderita ke IGD rumah sakit terdekat. Dan melakukan bantuan hidup lanjut dan perawatan di rumah sakit. 

Nah, bagaimana kalau penderita serangan jantung ini dalam keadaan sadar? Apa yang mesti Anda lakukan?  Baringkan pasien dengan posisi setengah duduk dan segera bawa ke IGD atau rumah sakit terdekat. Hindari pasien dari beragam aktivitas seperti banyak bicara, batuk, dan mengejan,. Bersegera membawa penderita ke RS terdekat. 

Mencegah lebih baik dari pada mengobati  ya gaes. Seiring bergulirnya waktu, pola dan gaya hidup seseorang terus berubah. Nah, untuk menghindari penyakit jantung koroner ini menerapkan perilaku atau gaya hidup CERDIK sudah semestinya. 

Perilaku untuk Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Cek kesehatan secara berkala; (kalau sehat atau berisiko PTM minimal satu kali setahun, dan kalau sudah menderita PTM satu kali dalam sebulan.  

Enyahkan asap rokok (Perokok segera berhenti; bukan perokok tidak memulai untuk merokok; penerapan kawasan tanpa rokok).  

Rajin melakukan aktivitas fisik (minimal 30 menit per hari selama lima hari per minggu sekitar 150 menit per minggu; di rumah, di perjalanan, atau di tempat kerja)

Diet sehat dan seimbang (batasi konsumsi gula (4 sdm), garam 1 sdt), dan lemak  5 sendok makan minyak per hari, perbanyak konsumsi buah).
Istirahat yang cukup (tidur 7-8 jam per hari).

Kelola stress (seimbang antara waktu kerja, istirahat, olahraga, rekreasi atau bersosial; beribadah sesuai agama/kepercayaan, bersikap terbuka dan berpikir positif).
 
Sayangi jantung Anda [Foto: Dok liputan6.com]
Selain perilaku CERDIK, juga  melakukan pola hidup PATUH, terutama untuk penyandang PTM (penyakit tidak menular) terkhususnya Penyakit Jantung Koroner, yaitu Periksakan kesehatan secara rutin. Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat. Tetap melakukan aktivitas fisik secara aman. Upayakan diet sehata dan gizi seimbang.Hindari asap rokok, minuman beralkohol dan zat karsinogenik lainnya.

Jadi, semua pilihan ada pada Anda. Selamat bahagia.