Kamis, 11 Oktober 2012

SUKSES VERSUS GAGAL

Aku tahu kunci menuju sukses
Tapi kunci menuju gagal adalah: berusaha memuaskan semua orang
-----Bill Cosby-----

Benar, setiap orang dikaruniai insting atau intuisi, kira-kira apa yang bakal terjadi (bukan bermaksud mendahului takdir illahi). Biasa disebut sebagai indera keenam. Nah, sebagian manusia punya indera tersebut. Tetapi, tidak semuanya dapat digunakan secara jitu. Indera keenam tersebut perlu dilatih dan diasah agar dapat berdaya guna, terutama untuk diri sendiri, syukur-syukur bisa diaplikasi ke orang lain.

Dari situ muncul ilmu-ilmu yang bernama "ramalan", "tarot" (ramalan kartu), metafisika, dan sejenisnya. Perkembangan ilmu-ilmu tersebut dewasa ini semakin pesat. Banyak faktor yang memengaruhinya, antara lain: keinginan melihat kondisi diri di masa datang, rezeki, jodoh, rumah tangga, dan sebagainya. Entah bagaimana cara mengolah hal itu, hanya diri yang bersangkutan yang tahu.

Pun kesuksesan seseorang dapat dilihat dari " ilmu ramalan" yang berkembang. Memang sih, terkadang sering disalahgunakan. Ujung-ujungnya jadi musyrik. Tetapi, kita bicara lain di luar musyrik. Sukses dan gagalnya seseorang ditentukan oleh orang itu sendiri. Mau berusaha dengan giat, Insya Allah sukses menghampiri. Bermalas-malasan duduk di kursi goyang, alamat gagal bakal datang.

Ketekunan seseorang pun menjadi kunci sukses menggapai harapan. Kemalasan jadi bumerang gagal menggapi kesuksesan. Semua  kembali kepada diri masing-masing. Sekaya apapun seseorang, tetapi jika dia tidak dapat me-maintance kekayaannya itu, alamat kebangkrutan menghampiri. Sadar akan kemiskinan, berusaha untuk mendapatkan yang diinginkan dengan bekerja keras, insya Allah, akan terasa pada waktunya.

Barengi dengan D.U.I.T ( baca Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Takwa). Mencontoh dari kemiskinan seseorang. Dengan kemauan dan tekad kuat, dia dapat menghidupi banyak orang. Berperilaku santun dan rendah hati. Menjadi pemimpin sejati yang dinanti-nanti karyawan dan karyawati. Pemimpin sukses itu masih "nongkrong" di dunia pertelevisian Indonesia.

Gagal pun dapat diseting. Sangat mudah membuat diri gagal dalam segala hal. Contoh mudah, letakkan telur dengan sedikit benturan di atas meja besi, tentunya akan retak atau malah pecah. Berarti, Anda gagal meletakkan telur secara hati-hati. Tidak hati-hati + malas = G.A.G.A.L.

Tapi, tak salah memang, manfaatkan jatah gagal sedini mungkin untuk meraih sukses besar di masa datang.
Terapkan dalam diri, tidak mau pernah gagal, semoga Allah SWT memberkahi setiap gerak langkah kita menuju kesuksesan, amin, amin, amin ya rabbal alamin.

0 komentar: