Selasa, 02 Mei 2017

How to Build Self Development

Pengembangan diri meliputi kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan identitas, mengembangkan bakat dan potensi, membangun modal manusia dan memfasilitasi kelayakan kerja, meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi terhadap realisasi mimpi dan aspirasi.

Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri
Bagaimana kita mampu membangun pengembangan diri?
Foto: Dok. https://media.licdn.com/
Pengembangan diri berlangsung sepanjang hidup seseorang. Tidak terbatas pada swadaya, konsep tersebut melibatkan kegiatan formal dan informal untuk mengembangkan orang lain dalam peran seperti guru, pemandu, konselor, manajer, pelatih kehidupan, atau mentor. Ketika pengembangan diri terjadi dalam konteks institusi, ini mengacu pada metode, program, alat, teknik, dan sistem penilaian yang mendukung pembangunan manusia pada tingkat individu dalam organisasi.

Pengembangan diri juga bisa mencakup pengembangan orang lain. Hal ini mungkin terjadi melalui peran seperti guru atau mentor, baik melalui kompetensi diri (seperti keterampilan manajer tertentu dalam mengembangkan potensi karyawan) atau melalui layanan profesional (seperti memberikan pelatihan, penilaian atau pembinaan).

Selain memperbaiki diri dan mengembangkan orang lain, "pengembangan diri" memberi label pada bidang praktik dan penelitian. Sebagai bidang praktik, mencakup metode pengembangan diri, program pembelajaran, sistem penilaian, peralatan, dan teknik.
Sebagai bidang penelitian, topik pengembangan diri muncul di jurnal psikologi, penelitian pendidikan, jurnal manajemen serta buku, dan ekonomi pembangunan manusia.

Segala bentuk pembangunan - baik ekonomi, politik, biologi, organisasi atau diri - memerlukan kerangka kerja jika seseorang ingin mengetahui apakah suatu perubahan telah terjadi. Dalam kasus pengembangan diri, seseorang sering berfungsi sebagai hakim utama perbaikan atau regresi, namun validasi perbaikan objektif memerlukan penilaian dengan menggunakan kriteria standar.

Kerangka pengembangan diri dapat mencakup tujuan atau tolok ukur yang menentukan titik akhir, strategi atau rencana untuk mencapai tujuan, pengukuran, dan penilaian kemajuan, tingkat atau tahapan yang menentukan tonggak sepanjang jalan pengembangan, dan sistem umpan balik untuk memberikan informasi tentang perubahan.

Blogging menjadi salah satu bentuk pengembangan diri untuk saya secara personal. Seiring majunya teknologi dan akses internet, blogging menjadi semacam indikator seseorang eksis tanpa narsis. Blog menjadi sarana seseorang menorehkan pikiran, mengeluarkan segala macam bentuk perasaan, menumpahkan gejala-gejala sosial yang diperoleh selama perjalanan panjang.

Bagaimana blog mampu mempengaruhi pikiran seseorang yang membacanya. Menuntaskan dahaga “liar” dalam deretan panjang kalimat-kalimat bermakna yang akan terus digulirkan hingga mencapai titik kulminasi. Melatih bagaimana menjadi kreatif melalui tulisan dan menciptakan peluang baru dalam dunia media sosial. Pada akhirnya, akan bermuara pada sarana untuk mengembangkan bisnis dan networking.

Masuk dunia blogging baru sekitar 2012. Tak banyak yang saya ketahui, hanya sekadar menulis dan menumpahkan apa yang terjadi pada diri, lingkungan sekitar, dan fenomena sosial. Semua saya rangkai dalam satu frame bernama Blog. Tulisan-tulisan saya yang ada di Blog (blog personal), terkadang tak lebih dari hasil menghadiri event atau undangan acara tertentu.

Sejujurnya, blog saya tak saya fungsikan untuk mencari sesuap nasi atau segenggam berlian. Saya membiarkan dengan tetap dirawat dan dijaga. Tetap menyirami dan memupuk agar beroleh subur. Tak pernah terbersit untuk menjadikan blog saya sebagai pundi-pundi penghasilan. Semua saya lakukan dengan senang hati, tanpa paksaan, dan kenyamanan.

Akan tetapi, perkembangan dan kemajuan teknologi tak dapat dihindari. Mau tidak mau,  saya harus mengikuti dengan ketat. Mau dibawa ke mana sebenarnya blog yang dipunyai. Sudah saatnya, me-maintain blog secara lebih akurat, terstruktur, dan sesuai passion (yang paling diminati).

Perlu proses ketika saya memulai untuk serius menekuni dunia blogging. Namun, masih banyak hal-hal yang harus saya pelajari dan gali serta kembangkan. Itu semua agar blog yang saya punya ada ciri khas. Saya tak mau punya blog yang sudah banyak beredar dan sudah umum seperti orang kebanyakan.

Memang, sebenarnya punya berapa blog tak dilarang. Tetapi, konsistensi mengisi dan mengembangkannya perlu disiasati. Percuma banyak blog, tetapi blognya tak memiliki spesifikasi, semua dihajar masuk atau dicemplungin. Untuk saya, punya dua blog saja sudah sulit mengurusnya, apalagi punya hingga 5 atau 10 blog (??). Kecuali kalau memang blog-blog itu akan saya fungsikan untuk beroleh penghasilan. Satu atau dua blog, tetapi mampu saya olah secara konsisten, itu jauh lebih baik ketimbang saya punya sepuluh blog tetapi semua isi hanya etalase dan “jualan”.

Ada banyak hal yang perlu saya benahi dalam di dua blog yang saya miliki itu. Terutama dari dalam diri saya terlebih dahulu. Bagaimana saya bisa konsisten menulis dan mengisi blog sesuai dengan tema dan passion yang saya punya. Adakalanya, sebulan hanya terisi satu, bahkan tak pernah ditulisi. Saya mencoba bagaimana menerapkan konsistensi ngeblog.

Memilih konten-konten kreatif yang dapat membangun citra blog secara pribadi sangatlah penting. Tak perlu materi yang berat-berat, mencoba dari yang ringan dan ukur kemampuan. Selanjutnya, coba disiplin dengan waktu posting. Saya masih harus terus belajar, bagaimana menjaga waktu posting. Bila memungkinkan, buat draft di manapun berada. Bisa dengan apa saja, apalagi zaman sudah semakin maju. Ngedraft di ponsel jadi salah satu cara sebelum dipindah ke blog.

Oleh karena itu, kalau indera penglihatan kita terbuka, maka akan tahu apa saja yang ada di sekeliling, sehingga kita tahu ada yang men-support, ada yang menjadikan diri ini malu kalau tak memenuhi atau melewatkan sesuatu jika tak sesuai rencana. Ada yang membuat saya terpacu untuk melakukan lebih baik lagi.
   
Hal-hal demikian menjadi sumber acuan saya. Kalau ingin berhasil mencapai apa yang diinginkan, maka kita harus membuat segala sesuatunya menjadi jelas. Dengan kata lain, kalau teman-teman punya tujuan, tujuan itu harus jelas sehingga teman-teman tahu ke arah mana untuk mencapai tujuan itu. Apa saja yang harus teman-teman perbuat, dan siap menghadapi tantangan maupun rintangan yang menghadang.

Untuk saya pribadi, tujuan saya membuat blog dan melakukan blogging harus jelas. Hal itu menjadi salah satu elemen dalam membentuk VAG (Very Attractive Goals) dengan kata lain, tujuan yang paling penting dalam pengembangan diri. Beberapa elemen VAG ini dapat memacu saya, antara lain ada kejelasan tujuan ngeblog, benar-benar penting (significant); sesuai dengan sikon (relevansi); berdasarkan passion, menarik minat, dan atusias baik dari dalam diri maupun untuk orang-orang yang mengamati.

Saya tak perlu muluk-muluk wish list pengembangan diri dalam blogging. Apa yang bisa saya lakukan akan saya lakukan sesuai dengan passion saya. Dunia kulinari sudah jadi setengah dari nyawa saya, otomatis saya akan terus meningkatkan skill, knowledge, dan memperdalam hospitality sembari ngeblog. Kuliner itu tak akan pernah mati karena jadi kebutuhan hakiki. Time management posting mesti terus saya perbaiki agar posting tak lewat waktu. Beberapa yang harus saya catat untuk pengembangan diri dalam blogging:

1.    Belajar bahasa asing lainnya
2.    Rangkul perubahan dan gejalanya
3.    Lirik klout score
4.    Berikan presentasi yang baik
5.    Promosi diri secara baik dan benar sesuai passion
6.    Berdebat secara konstruktif
7.    Manajemen waktu
8.    Kejelasan bicara
9.    Berpakaian secara pantas
10. Makan makanan sehat
11. Olahraga secara benar
12. Pelajari salah satu instrument musik
13. Komunikasi lisan dan tertulis
14. Temukan kesenangan yang paling disenangi
15. Pelajari  kesalahan
16. Berpikir positif
17. Berhenti dari kebiasaan buruk
18. Meningkatkan kesadaran  diri
19. Banyak mendengarkan

Steve Job
Foto: Dok. Google Image
Semoga!
#ODOP10



2 komentar:

Choirul Huda mengatakan...

gagal pokus sama ilustrasinya mas, kirain itu simba waktu penobatan di tebing padang rumput *salah makan nih saya hi hi hi

btw, suka sama kalimat ini, "Tak pernah terbersit untuk menjadikan blog saya sebagai pundi-pundi penghasilan. Semua saya lakukan dengan senang hati, tanpa paksaan, dan kenyamanan."

betul mas, biarkan segalanya mengalir apa adanya.
*pagi2 dapat pencerahan nih dari chef jun :)

Rahab G mengatakan...

yaaa, konsistensi ngeblog itu yg aku susahhhh hahaa.... blog sana sini :D