Thursday, May 10, 2018

Bebek Bentu Jatiasih: Tersihir Pedas Bebek Sambal Kecombrang




Bebek, menjadi salah satu makanan daging favorit setelah ayam untuk keluarga di Indonesia. Memang, mungkin ada sebagian orang yang tidak menyukainya. Bebek sebagai nama kebanyakan untuk beberapa jenis unggas, biasanya disebut juga burung akuatik yang dapat ditemukan di perairan air tawar juga laut.

Nah, terkadang ada yang menyamakan bebek dengan burung air yang hubungannya sangat jauh, tetapi mirip dari segi penampilan, contohnya grebe, coot, gallinule, juga loon. Pernah tidak melihat hasil perkawinan silang bebek?

Beberapa bebek ternyata bisa juga melakukan perkawinan silang, akan tetapi keturunannya steril alias tidak bisa punya keturunan. Contohnya perkawinan antara bebek pelari dengan bebek serati dengan keturunan yang steril, yaitu brati dan tiktok.

Hmmm… tentunya, bicara bebek ada banyak hal yang bisa dikulik lebih dalam, terutama dalam hal kulinari. Nah, salah satu kulinari bebek yang saya sambangi berada di daerah Jatiasih, Bekasi bernama Bebek Bentu bersama reka-rekan Food Blogger pada Sabtu (5/052018).
Bebek Bentu Jatiasih: Bapak Bangkit Kuncoro & Ibu Siti Zulfa, Owner Bebek Bentu [Foto: Dok Pri]
Pemilik Bapak Bangkit Kuncoro dan Ibu Siti Zulfa, menuturkan, “Bebek Bentu pertama berdiri pada 2008 dengan cabang pertamanya di Cempaka Putih. Jatiasih sebagai cabang kedua yang berdiri pada 2014 dengan  alamat di Jalan Wibawa Mukti II Raya Jatiasih, Bekasi.”

Cerita punya cerita, saya sempat  ngobrol panjang lebar dengan Pak Bangkit mengenai awal beliau mendirikan  resto ini. Ternyata, menurut pria berkacamata ini memang suka sekali makan bebek di warung-warung pinggir jalan saat berada di Jakarta.

Bebek menjadi favoritnya. Pernah satu ketika pemilik warung tempat beliau biasa makan datang kepadanya, dan menawarkan kerjasama. Oleh beliau langsung diiyakan. Berhubung Pak Bangkit punya tempat, ada rumah kosong di daerah Cempaka Putih, beliau mendirikan Bebek Bentu.

Seiring bergulirnya waktu, beliau sangat welcome dengan masukan-masukan  yang diberikan oleh pelanggannya, sehingga apa-apa yang baik dari pelanggannya dijalankan. Sambutan dengan hadirnya Bebek Bentu di Cempaka Putih sangat bagus.  Setelah berjalan beberapa lama, Pak Bangkit membuka cabang di Jatiasih.
Bebek Bentu Jatiasih: Bapak Bangkit Kuncoro [Foto: Dok Pri]
Nah, Bebek Bentu yang di Jatiasih ini, bangunannya milik sendiri. “Karena bangunan ini milik sendiri, jadi saya kalau mau merenovasi enak, tidak berpikir lama-lama”, tuturnya kepada saya.

Ketika saya menginjakkan kaki masuk ke dalam ambiance-nya terasa berbeda. Hawa sejuk sepoi-sepoi menerpa lembut wajah saya. Dan pemandangan luas menyergap dengan sangat nyaman ke hadapan saya pula. 
Bebek Bentu Jatiasih: Salah satu sudut ruang lantai satu [Foto: Dok Pri]
Ya, di lantai satu ini pemandangan langsung menghadap ke jalan raya dan pintu tol Jatiasih yang boleh saya bilang sangat hidup. Pemilihan  lokasi yang sangat tepat untuk wilayah bisnis di tempat ini.

Pun ketika saya datang,  para waiters-nya menyambut dengan ramah dan sangat sopan. Oiya, seluruh pekerjanya rata-rata lelaki. Bukan tanpa alasan pemilihan pekerja lelaki ini. Selain punya tenaga ekstra, juga dari sisi masakan dan penyajiannya (Chef-nya) cukup detail dan ada rasa yang bikin nagih. Selain itu, dapat diandalkan jika ada pengantaran pesanan.  
Bebek Bentu Jatiasih: Salah seorang Chef Bebek Bentu, Chef Roki Bentu [Foto: Dok Pri]
Resto Bebek Bentu di Jatiasih milik pasangan suami istri ini sangat berbeda dari kebanyakan  resto bebek yang pernah saya masuki dan coba. Terdiri dari tiga lantai. Lantai satu merupakan area makan yang no smoking  plus free wifi. 

Bebek Bentu Jatiasih: Bagian Outdoor lantai dua untuk area smoking [Foto: Dok Pri]
Sementara itu, lantai duanya dibedakan tempat, yaitu indoor dan outdoor. Indoor, sekali lagi diperuntukkan untuk tempat makan yang no smoking dan berpendingin udara, sedangkan outdoor yang dibatasi pintu khusus untuk mereka yang merokok juga langsung menghadap ke jalan raya Jatiasih.


Bebek Bentu Jatiasih: Bagian indoor lantai dua [Foto: Dok Pri]
Selain tempat makan, di lantai dua ini juga terdapat beragam dekorasi yang cantik. Kalau kita naik tangga dari lantai satu ke lantai dua, pas di bagian pojok kiri terdapat bangku dan meja setengah biro dengan nuansa tetumbuhan merambat hijau buatan.Hal ini membuat ruangan terlihat semakin nyaman. 
Bebek Bentu Jatiasih: Bagian indoor lantai dua yang pas untuk berfoto (instagrammable) [Foto: Dok Pri]
Di tembok-temboknya terdapat beragam lukisan dan ornamen biji-bijian kering di dalam wadah kaca (stoples) dalam bingkai kayu. Jadi, semakin menambah semarak dan cantik. 
Bebek Bentu Jatiasih: Beragam ornamen di lantai dua [Foto: Dok Pri]
Beranjak ke lantai tiga, saya mendapati beragam  barang-barang khas Jawa, seperti teko kaleng beragam warna, tempat foto yang terdiri dari tikar, cobek, rak besi berisi cangkir, piring kaleng, pepadian kering, topi caping, termos, dan barang-barang vintage lainnya.


Bebek Bentu Jatiasih: Barang-barang khas Jawa di lantai tiga [Foto: Dok Pri]
Nah, di lantai tiga inilah spot foto-foto cakep bisa kita peroleh. Di Bebek Bentu Jatiasih ini menyediakan baju-baju khas Jawa (Sorjan) untuk prianya dan kebaya untuk para wanitanya berfoto. Saya pikir, ini tempat yang unik, pemiliknya bisa memadukan  kekhasan daerah yang diusung menjadi tempat instagramable dan menasional.


Bebek Bentu Jatiasih: Di lantai tiga ini dapat berfoto menggunakan atribut Jawa (blangkon & sorjan) [Foto: Dok Pri]
Bebek Bentu menjadi tempat tersendiri di hati saya. Ternyata juga, Pak Bangkit dan  keluarganya suka icip-icip makanan. Dari resto hingga kaki lima/pinggir jalan. Nah, sempat tercetus pertanyaan saya kepada beliau, kenapa memilih bebek.

“Bebek, masih banyak orang yang belum tahu dengan Bebek Bentu. Padahal, bebek ini menjadi selera nasional yang bakal banyak dicari orang”, ucapnya.

Bebek Bentu punya cita rasa yang berbeda. Daging bebeknya terasa lembut dan tidak berbau amis. Teknik pengolahan atau memasak yang sangat baik. Ketika saya mencoba menu bebek yang ada di beberapa tempat, bau “prengus” dan amis bebek terkadang masih tercium.

Teknik memasak bebek di restoran itu memang mampu mengalahkan bau amis bebek, begitulah di Bebek Bentu ini. Direbus cukup lama (berjam-jam) dengan menggunakan beragam rempah. Alhasil, bumbu-bumbu meresap hingga ke dalam daging,  menurut Pak Bangkit.

Dari namanya saja kita sudah paham ya, bahwa menu utama resto ini adalah bebek. Selain itu ada pula Chinese Food. Bicara menu, ada beragam menu yang ditawarkan agar pelanggan bisa memilih. Tak semua orang suka bebek. Jadi, Bebek Bentu juga menyediakan ayam dan varian lainnya.

Bebek yang ada di Bebek Bentu ini, merupakan bebek tertentu yang berumur tua. Mengapa dipilih bebek tua? “Bebek tua itu memiliki tekstur daging yang padat akan tetapi bisa dibuat empuk sehingga gurih dan saat dimakan ada kepuasan tersendiri,” jelas Pak Bangkit.

Pun bebek memang tidak selamanya ada. Bisnis Bebek Bentu yang dijalankan oleh Pak Bangkit dan Ibu Zulfa ini sangat terbuka kepada para tamu. Jika bebek di resto tidak ada, mereka akan jelaskan kepada pelanggan bahwa bebek sedang kosong, jika berkenan  tamu dapat memilih menu lain yang disukai. Ada ayam, sapi, juga seafood yang dapat menjadi pilihan menu.
Bebek Bentu Jatiasih: Ibu Siti Zulfah [Foto: Dok Pri]
Kalaupun ada tamu atau pelanggan yang komplain dengan menu, Pak Bangkit dan Ibu Zulfa dengan tangan terbuka selalu menerima kritikan dan saran yang membangun tersebut. Hal itu semata-mata untuk perbaikan ke depan restonya.

Hmm… saya betah berlama-lama di Resto Bebek Bentu ini. Selain luas dan nyaman, resto ini cocok untuk keluarga (Family Resto). Fasilitasnya juga asyik, ada musala, toilet yang bersih dan wangi, wifi gratis, dan kalau bawa ana-anak, mereka bisa main di mini playground. Asyik dan seru pastinya. 

Nah, saatnya saya berkabar untuk kalian semua, apa sih menu yang saya dan teman-teman Food Blogger icip-icip di Bebek Bentu pada hari itu? Penasaran, kan? Simak dan jangan ngiler  yaa… Kalo ngiler, langsung meluncur ke Jatiasih, dijamin bakal nagih.

Bebek Bentu Sambal Kecombrang
Kecombrang atau kantan, banyak  juga yang menyebut dengan nama honje (Etlingera elatior) sebagai salah satu tumbuhan rempah dan menahun dengan bentuk terna, memiliki bunga, buah, dan biji.

Bagian-bagian tersebut dimanfaatkan sebagai sayuran juga sebagai sambal (sambal matah). Kecombrang atau honje ini dibuat sebagai campuran bumbu penyedap kuliner nusantara.  Seperti kuntum  bunganya, selain dapat dibuat untuk sambal  juga dibuat lalapan dengan merebus.
Bebek Bentu Jatiasih: Bebek Bentu Sambal Kecombrang [Foto: Dok Kartika Putri Mentari (KPM)]
Di beberapa daerah di Indonesia, kecombrang atau honje dibuat sebagai salah satu bahan dasar pecel seperti di Banyumas. Sementara di Pekalongan sebagai campuran nasi megana. Nah, di Singapura dan Malaysia sebagai bagian penting untuk  campuran laksa.

Di Bebek Bentu, kecombrang dibuat menjadi kuliner yang lebih khas dan segar untuk campuran bebek. Entah kenapa, dari mula Pak Bangkit mengenalkan menu kepada saya dan rekan-rekan lainnya, menu ini menjadi incaran saya. Ada rasa penasaran dengan rasa bebek dan campuran kecombrang itu tadi.
Bebek Bentu Jatiasih: Bunga Kecombrang/Honje (atas) saat kuncup (bawah) saat mekar [Foto: Dok life.trubus.id & sidomi.com]
Menu Bebek Kecombrang ini begitu lekat dalam pencecap saya dan rasanya segar. Taburan potongan kecombrang, irisan bawang merah, irisan cabe rawit, minyak makan, dan saya rasa garam, memunculkan cita rasa yang sangat aduhai. Cerita punya cerita, Bebek Kecombrang ini menjadi salah satu menu hasil pengembangan di Bebek Bentu.

Daging bebeknya diolah menjadi daging dengan matang sempurna dalam sajian yang sangat istimewa pula. Teknik pengolahan daging bebeknya pun sangat pas, Chef Rocky Okta begitu lihai  meracik sehingga mampu membuat mulut saya ber-huh-hah ria.

Menjadi catatan penting untuk saya sekali lagi, bahwa daging bebeknya tidak berbau prengus-amis dan terasa empuk. Serat-serat dagingnya pun terlihat dengan cita rasa yang terus menggoda selera saya.

Selain itu, karena Pak Bangkit ini asli Surabaya, beberapa bumbu untuk teknik pengolahan bebek masuk di dalamnya. Sehingga daging bebeknya terasa sangat enak. Pemilihan dan penggunaan bumbu terbaik dan sesuai standar pemilihan membuat daging bebek tetap empuk dan segar. Di sini menjadi salah satu kunci kenikmatannya.

Melihat pertama kali Bebek Kecombrang ini, belum lagi menikmatinya, saya sudah tersengat oleh rasanya. Dalam sajian bebek yang digoreng disiram kecombrang dan teman-temannya, dilengkapi irisan ketimun, selada, dan kremesan kriuk yang crunchy, menjadikan Bebek Bentu Bebek Kecombrang tak lepas  dari ingatan rasa di pencecap dan gastronomi saya.
Inilah surga untuk  penikmat rasa yang khas dan segar itu ada.

Bebek Cemeng
Cemeng, dalam bahasa Jawa = hitam. Ya, bebek cemeng ini adalah bebek hitam. Hitam daging bebek dimasak dengan bumbu-bumbu khas hingga menghasilkan warna bebek yang diinginkan. 
Bebek Bentu Jatiasih: Bebek Cemeng Paha/Dada [Foto: Dok Pri]
“Dalam bahasa Jawa, cemeng ini artinya hitam. Terkadang orang-orang sini ( Jakarta-red) melafalkannya dengan kata “cemeng” “e” pepet. Padahal   tidak,” tegas Pak Bangkit selaku owner Bebek Bentu Jatiasih.

Dalam baluran sambal cabe yang dimasak degan teknik-teknik tertentu, Bebek Cemeng ini disajikan bersama irisan ketimun, selada, tomat, dan nasi dengan taburan kremes yang crunchy. Satu suapan Bebek Cemeng dengan cubitan daging bebeknya, menghasilkan  cita rasa yang khas Bebe Bentu Jatiasih dalam olah rasa yang mampu meninggalkan jejak rasa di lidah saya.

Bebek Cabe Ijo
Nah, bebek cabe ijo-nya Bebek Bentu berbeda dari bebek cabe ijo kebanyakan yang saya jumpai. Kalau cabe ijo di tempat lain rata-rata warna hijaunya “layu” karena proses pematangan lanjut, tetapi di Bebek Bentu tidak.
Bebek Bentu Jatiasih: Bebek Cabe Ijo [Foto: Dok Pri]
Nah, Ibu Zulfa sempat memberikan penjelasan teknik memasak atau membuat cabe ijo yang masih kelihatan fresh warna hijaunya. Cabenya diulek lantas disiram minyak panas, sehingga menimbulkan warna hijau yang tetap “on” terlihat.

Warna hijau yang dimunculkan terlihat cantik dan semakin menggugah selera makan saya. Rasa sambalnya, pedas-pedas merem melek bikin enak dan buat ketagihan. Siap-siap sebelum ke Bebek Bentu mengosongkan perut terlebih dahulu. Karena akan membuat Anda ketagihan.

Bebek Goreng Bentu
Nah, kalau bebek goreng kebanyakan, menggorengnya kadang masih menyisakan minyak di daging bebeknya, Bebek Bentu tidak demikian, Bebek Goreng Bentu begitu nikmat dan lembut. Daging bebek goreng yang dihasilkan tidak menyerap minyak, kering tetapi lembut.

Cita rasa bebek gorengnya memberikan rasa yang tak akan pernah saya lupakan. Dengan  dua macam sambal yang disajikan, sambal merah dan sambal hitam--(sepengetahuan saya, sambal hitam ini khas Surabaya punya)—dikemas dengan irisan ketimun, tomat, dan selada memberikan rasa tersendiri. 
Bebek Bentu Jatiasih: Bebek Goreng [Foto: Dok Pri]
Buah ketimun dan tomat sebagai salah satu sayuran yang dapat mencegah darah tinggi juga mengandung vitamin. Jadi, jangan khawatir untuk mengonsumsi Bebek Goreng Bentu Jatiasih. Itulah fungsinya ketimun, tomat, dan selada sebagai pelengkap makanan atau lalap juga mengandung vitamin lainnya.

Gurame Hantu Petir Pedas
Selain bebek, di Bebek Bentu Jatiasih juga tersedia menu lain. Nah, nama menu satu ini  terbilang unik, Gurame Hantu Petir Pedas. Jadi, warna ikan guramenya hitam yang selalu diidentikkan dengan hantu atau hitam karena tersambar petir.

Selain berwarna hitam, menu ini juga berisi potongan cabe merah, cabe rawit, bawang bombay, dan rasa saos yang terbilang gurih. Daging guramenya cukup lembut dan tidak berbau amis. Salah satu teknik pengolahan ikan untuk menghilang bau amis bisa dengan perasan jeruk nipis dan garam atau ditambah cuka makan.
Bebek Bentu Jatiasih: Gurame Hantu Petir Pedas [Foto: Dok Pri]
Gurame ini sangat spesial menurut saya. Dari tekstur dagingnya yang tebal hingga bumbu-bumbu yang diracik sempurna mampu mengundang selera dan decak indera pencecap saya. Bagaimana saya jatuh  cinta lagi pada gurame yang ada di tempat lain, hati saya sudah dicuri oleh gurame hantu petir pedas ini.

Gurame Asam Manis
Ikan gurame memang menjadi salah satu menu favorit di beberapa resto. Akan tetapi, jika tidak tepat pengolahannya akan meninggalkan bau amis yang berasal dari perut ikan dan insang. Gurame Asam Manis Bebek Bentu Jatiasih menjadi salah satu gurame terbaik di kelasnya yang pernah saya coba.
Bebek Bentu Jatiasih: Gurame Asam Manis [Foto: Dok Pri]
Perpaduan bumbu asam, mungkin dapat berasal dari saus tomat, perasan jeruk lemon atau nipis, bisa juga cuka makan dengan gula menimbulkan sensasi rasa yang luar biasa. Dipadu irisan panjang wortel dan ketimun berbentuk korek api dan daun bawang, menciptakan rasa mewah di pencecap saya.

Kelembutan daging fillet  ikan gurame berbalur tepung pun menjadi daya pikat tersendiri di lidah saya. Tak tercium bau amis, ikannya bersih dan lembut. Saus yang khas dan kuat menjadi ciri di gurame asam manis ini.

Brokoli Sapi
Daging sapi jika tak pintar mengolahnya, tetap akan keras dan liat. Nah, brokolo sapi di Bebek Bentu ini terasa lembut dan buyar di mulut. Bagaimana tidak, ketika gigi geligi saya mencecap dalam satu kesatuan, semua bercampur menjadi satu dan kenikmatan daging sapi serta brokoli menjadi perpaduan yang pas dengan rasa yang seimbang.


Bebek Bentu Jatiasih: Brokoli Sapi [Foto: Dok Pri]

Sop Tahu Bentu
Nah, ini dia sop yang memang saya bilang istimewa. Mengapa istimewa? Selain tahu, ada udang dan daging sapi yang membuat sop ini terasa lezat. Irisan daun bawang dan tomat menambah kesegaran sop istimewa ini. 

Bebek Bentu Jatiasih: Sop Tahu Bentu [Foto: Dok Pri]
Dilengkapi pula dengan sawi putih yang masih terasa crunchi saat dikunyah. Kuah sop yang gurih dengan rasa cukup seimbang, mampu membuat lidah saya bergoyang. Bagaimana mungkin saya jatuh cinta sama sop lain, Sop Tahu Bentu telah mencuri hati saya.
  
Udang Bakar Saos Bentu
Seafood, makanan satu ini memang sangat enak. Tidak bisa dilewatkan begitu saja. Udang yang masih segar akan terasa manis ketika dimasak dan dimakan. Bunyi “kres” masih sangat terasa ketika digigit.

Nah, selain bebek dan ayam, seafood juga menjadi salah satu menu yang ada di Bebek Bentu. Salah satunya udang. Udang yang dibakar dengan menggunakan saos Bentu ini sangat khas. Rasa gurih lebih menonjol.
Bebek Bentu Jatiasih: Udang Bakar Saos Bentu [Foto: Dok Pri]
Teknik memasaknya pun sangat baik. Udang tidak berbau, rasanya masih segar dan cenderung juicy. Saosnya seperti Dewa Amor bersenjatakan panah. Di bidiknya pencecap saya hingga luluh tak bergeming.

Udangnya  bak bunga Seroja yang mampu memikat mata dan lidah saya. Ahhh… ini kolaborasi cantik  yang dipersembahkan  Bebek Bentu untuk saya dan teman-teman Food Blogger. Udang Bakar Saus Bentu… menjadi satu menu yang melekat dalam ingatan saya.

Kepiting Saos Padang
Ini dia menu yang juga aduhai di Bebek Bentu Jatiasih, Kepiting Saos Padang. Rasa Saos Padang yang pedas gurih dan daging kepiting yang manis, menambah cita rasa daging kepiting ini berkelas. Menjadi salah satu makanan paling enak di Bebek Bentu setelah bebeknya sendiri.

Bebek Bentu Jatiasih: Kepiting Saos Padang [Foto: Dok Pri]
Kepitingnya relatif besar dan berdaging banyak. Rasanya manis dengan proses pengolahan yang tepat. Cita rasa daging kepitingnya benar-benar dijaga. Di tangah Chef Bebek Bentu, menu ini jadi istimewa.

Masih banyak menu-menu lainnya yang dihidangkan untuk kami (Food Blogger) pada hari itu. 

Bebek Bentu Jatiasih: Hot Plate Istimewa Bentu [Foto: Dok Pri]
Bebek Bentu Jatiasih: Kwetiaw Goreng Bentu [Foto: Dok Pri]
Ada Kwetiaw Goreng Bentu, Nasi Goren Bebek, Nasi Goreng Kambing, juga Bihun Goreng Seafood. Rasanya? Tak pernah bohong. Mungkin, saya akan kembali lagi untuk menguji kelezatan makanan yang lainnya.

Minuman
Tak kalah menarik dengan menu yang disajikan adalah minuman. Salah satu minuman yang menggoda tenggorokan  saya adalah Jus Kedondong. Hmmm… ketika disajikan dalam gelas yang relatif tinggi, aroma kedondong begitu terasa.

Rasa asam, manis, dan segar menyergap seluruh kerongkongan saya. Buah kedondong di tangan Chef andal Bebek Bentu hadir dengan cita rasa menggugah selera minum saya. Jujur saja, saya menghabiskan empat gelas jus kedondong (bukan rakus atau doyan, yaa…) tetapi, ini jus memang mampu memalingkan perhatian saya dari minuman yang mainstream lainnya.
Bebek Bentu Jatiasih: Jus Kedondong [Foto: Dok Pri]
Jus kedondong Bebek Bentu, menurut saya mampu memberikan nuansa rasa yang pas di lidah. Tak terlalu manis, juga tidak terlalu asam, tetapi bikin nagih. Rasa yang sangat kuat menarik saya untuk tak cepat-cepat menyeruput Jus Kedondong ini. Aroma dan cita rasa buah kedondong masih menyelimuti seluruh pencecap dan batang tenggorokan saya.

Bebek Bentu Jatiasih: Ragam minuman di Bebek Bentu Jatiasih [Foto: Dok Pri]
Selain Jus Kedondong, jika Anda ke Bebek Bentu Jatiasih untuk  memesan minuman, tersedia pula Jus Strawberry, Jus Jambu, Jus Mangga, Milk Shake Cokelat Float, Milk Shake Strawberry, Milk Shake Vanilla, Ice Chocolate,  Lychee Tea, Teh Tarik, Ice Cappucino, Cookies Blend, Orange Juice, juga ada Hot Cappucino. 


Bebek Bentu Jatiasih: Jus Strawberry (atas) Milk Shake Strawberry (bawah) [Foto: Dok Pri]
Untuk yang suka roti-rotian ala Timur Tengah, ada Roti Maryam Cokelat Keju, Roti Maryam Original, dan Roti Maryam Ice Cream.

Nah, untuk pencinta es krim, ada juga double scoop ice cream dengan sepotong oreo, strawberry yang disiram cokelat. Ini benar-benar menggiurkan dan memusnahkan dahaga saya. 

Bebek Bentu Jatiasih: Es Krim Double Scoop [Foto: Dok Pri]
Jadi, tak ada kekecewaan saya di Bebek Bentu Jatiasih untuk icip-icip menunya. Justru bahagia lahir batin yang hadir menikmati setiap sobekan dan cubitan daging bebek, seruput jus kedondong juga sendokan es krim, serta menu lainnya.

Jangan lewatkan lho ya… bawa serta keluarga Anda untuk mencicipi Bebek Bentu Jatiasih ini, selain menu-menunya yang memang enak, tempatnya pun cukup luas dan ber-AC. Selamat berpetualang rasa! 
Bebek Bentu Jatiasih: Food Blogger & Owner Bebek Bentu Foto Bersama [Foto: Dok Pri]
Untuk informasi seputar Bebek Bentu Jatiasih, silakan menghubungi nomor kontak di bawah ini.

Bebek Bentu Jatiasih
Jl. Wibawa Mukti II Raya
Jatiasih, Bekasi .
Telp: 021-8246893
Mobile: 0857-7736-8068
Instagram: @bebekbentu14
Twitter: BebekBentu14
Buka: Pukul 10 pagi hingga 10 malam


30 comments:

Mpo Ratne said...

Di cempaka putih nya dimana tuh yah? Boleh nih mampir. Ada pakle jun ternyata di lantai 3

Diah Woro Susanti said...

Wah jun ini mah paket komplit. Udah tempatnya cozy instagramable dan Kliatan banget kulinernya pasti enak nih ya. Btw gimana, murce ga? Pengen nyobain bebek bentu sambel kecombrang euy hihihi

Ariefpokto said...

Restoran nya cukup unik juga ya, walaupun bahannya cukup mainstream. Memang perlu inovasi dlm citarasa dan kemasan. Penasaran bebek Kecombrangnya. Enak kayaknya

Waya Komala said...

Duh, menu makanannya super menggoda. Bebek Bentu hadir di Jakarta Selatan dong.. biar aku bisa ikut menikmati sajian khasnya. Biar bisa foto-foto unik juga. Lucu kan, foto pake baju tradisional gitu :)

Dian Anthie said...

Wahhh tempatnya keren amat ya, makanannya juga enakkk-enakk, jadi kepengen wisata Kuliner ke sana

Anisa Deasty Malela said...

Dekat dari rumah saya ini, mau ah berkunjung dan coba Bebek Bentu nya... Apalagi dengan bumbu dasar kecombrang, pasti sensasinya istimewa ya mas Jun.

tina sindi said...

Ya ampun, saya suka banget sama bebek. Menu² nya juga oke banget. Didukung sama tempat yang nyaman bgtt. Nanti kalau kermh kakak saya dibekasi mau mampir ah, foto² mu bikin ngiler bgtt sih

Ade Setiadi Truna said...

Kalo di sini (Soreang) pemanfaatan honje atau kecombrang pun dilakukan di bidang kuliner, lebih tepatnya bumbu rujak si Ciherang.
..
Wah .. baca artikel di atas seru juga ya.. honje dijadikan pencetus selera pd menu masakan bebek.. asli ini bikin penasaran :)

W Purbowiyanto said...

Wah...itu menu menggoda semua ya...bisa nih kapan² ngadain acara kantor disini, tempatnya nyaman bgtt

Jun Joe Winanto said...

Pok Ratne: Di CemPaka Putih Barat Pok. Browsing aja pok. Ada keluar alamatnya. Kalo yang ini di jatiasih, Bekasi.

Mba Diah Woro: Kompliiiit mbaa dan murce banget. Udah gitu enak banget memang. Gw pake nambah lagi. Lezat banget deh Mba. Wajib deh nyoba.

Kang Arif: beuuh kaang kalo udah makan satu, pengen nambah kang. Beda banget ini olahannya. Bikin perut susah kenyang

Mba Waya: waah semoga bisa hadir juga di Jaksel yaa mbaa. Menunya banget memggoda mba. Duuh ga bisa sepiring nih makannya. Mesti berkali-kali nambah. Udah gitu, spot foto banyak banget. Cakep2 lagi.

Mba Dian: kalo ke sini bakalan nagih. Mesti ngosongin perut banyak.

Mba Annisa: waah ternyata deket sama rumah. Mampir mbaa. Enak-enak banget pokoknya menunya mah. Raos pisan mba.

Mak Tina: waaah ternyata emak doyan juga bebek. Ayolah mak kita ke Bentu Jatiasih ini.

Kang Ade: waah honje memang unik ya kang. Dibuat sambel enak, dibuat pecel nagih. Macem-macem bange kang.

Mas Wahyu: waaah..bisa banget mas. Reservasi ada nomornya kang di bawah. Kabar2i ya....



Dennise Sihombing said...

Aduh ngiler...Jawane banget suasananya. Asli kalo aku kesana bisa betah lama2 disana.Piranti masakannya loh yang ndeso sekali dan mengingatkan pada masa kecilku.Terus sambelnya juga sepertinya uwenak ya.Mbok ya aku diajak traktir kesana makan mas Jun.Sesekali makan enak begini lupakan dulu deh masalah kolesterol he he he

Nefertite Fatriyanti said...

Makan enaak begini, nggak ajak-ajak, hahaha. Kayanya di Bogor ada Restoran Bebek Bentu, kemungkinan ownernya sama.
Interior ruangannya juga menunya sama

Ety Budiharjo said...

Aku pernah makan di sini sama almarhum. Papieh. Papieh kan penggemar berat bebek....

Jun Joe Winanto said...

Kak Dennise: iya kak, aksesories Jawanya di lantai 3 kental banget. Eeh boleeh bangetlah klo traktir. Siaaplah buat seporsi bebek. Tapi mesti dihabisin.

Mbakyuku: iyoo mbakyu Nefertite... Ownere sama. Jadi mirip2nya ya sentuhan dekorasinya. Cakep mbae.

Mba Ety: yaaah inget nostalgia yaa. Semangat mba. Bebek jadi kegemaran papih ya ternyata.

MGINANOSPEC said...

Aduuh makanannya nyegerin banget yaaa... Pengeeen

Farichatul Jannah said...

Pedesnya mantep yaaa... Asiknya lagi pilihan minumannya banyak waaaa puas banged 😁

Tanti Amelia said...

Bener bener memanjakan pengunjung yaaa..udahlah makanannya nikmat, eh masih ditambah spot foto yang nwnarik!

Jun Joe Winanto said...

MGINANOSPEC: Iya...enak-enak makanannya. Tempatnya juga cocok untuk keluarga, luas. Banyak spot fotonya.

Mba Ica: muanteeep banget Mba pokoknya. Bikin nagih bener.

Mba Neng Tanti Amelia:Sangat memanjakan lidah peengunjungnya Mba. Makanya, kalo ke Bebek Bentu Jatiasih mesti nyobain menu lainnya. Biar makiiin jooosss.

Ade UFi said...

Pak bangkit emang himble banget yaa.. mau gitu loh berbaur ramah dengan kita ^_^

Jun Joe Winanto said...

Mba Ade: iya, Bapak Bangkit sama Ibu Zulfa humble banget dan suka melihat keceriaan mereka. Plusnya, baik banget orangnya. Salute!

Mudrikah stories said...

Resto dengan design yang unik, aku betah bolak-balik semua lantai, sampai memory penuh buat foto2.
Favoritku yg hotplate bentu.

PutriKPM said...

Aku nggak suka kecombrang, tapi kemarin malah nambah dong makan bebek kecombrangnya hahahah enak!

Wian said...

Ini nih kayaknya yang jadi salah satu kunci suksesnya bebek bentu, ownernya sangat open terhadap masukan dan kritikan yang disampaikan.

Eko Munartyo said...

Gurame Hantu Petirnya endess banget mas Jun, cuma kemarin belum sempet nyoba jus kedongdongnya, katanya orang2 yang kesini wajib minum ini karena cuma disini yang ada jus kedongdong ya 😊 overall tempatnya cozy, instagramable dan makanannya seru plus enak endezz poll

Nita Lana Faera said...

Ketika Chef me-review makanan, hahah... Senang ya Mas Jun bisa kulineran ke tempat yang paket lengkap ini... family resto, tempatnya asyik untuk foto2, dan pastinya... menunya beragam dan enak2...

Jun Joe Winanto said...

Mba Siti Mudrikah: Selain unik juga luas tempatnya. Banyak spot foto yang instagramable di sini. Saya juga betah bolak-balik turun naik. Bersyukur banget bisa dateng duluan dan ambil foto yang masih fresh. Hehehe

Mba Putri: Alhasil, bebek kecombrang bisa memikat Mba Putri untuk suka dengan kecombrang kaan yaa. Hehehehe. Enaaak Mbaa bebek kecombrangnya, saya aja nambah berkali-kali (lapeeerrr dan enaaak) hahahah.

Mba Wian: Salah satu kunci sukses Bebeb Bentu bisa jadi. Memang semestinya begitu sebagai owner. Ramah pada pelanggan dan humble. Di sinilah perlunya owner menyapa pelanggan agar pelanggan terendap dalam ingatan. Pastinya ben tuman ben tuku meneh. Iyaa kaaan. Ramah-ramah lagi semuanya yaa.

Mas Eko: Waaah... pas banget saya udah nyobain semua mas. Jus kedondongnya memang enaaak bangeet, guramenya juga, beuuuuhhh meleleh deh di mulut saya. Bener-bener jadi kenikmatan yang haqiqi di pencecap saya. Nikmat ini jangan pernah kita dustakan. Berkah dan terbekahilah Bebek Bentu. Aamiin. Memang enak banget.

Mba Nita Lana: Seneng banget saya, ini paket komplit namanya. Susah lho hari gini cari tempat yang komplit seperti ini. Jarang-jarang nemuin. Kalau pun ada, duuh bisa dihitung sama jari. Alhamdulillah, icip-icip bisa sekalian jalan-jalan dan main di resto yang tempatnya cozy sudah seperti rumah sendiri.

Anjar Setyoko said...

Saya pernah sekali makan bebek bentu, kebetulan dekat dengan asrama di cempaka putih, cuma makannha sebulan sekali kalau dapat kiriman dari kampung wkwkw

Fanny F Nila said...

Aku mau cobain yg di cemput aja :). Kalo jatiasih kejauhan :p. Penasaran ama bebek kecombrang mas. Aku suka banget kecombrang soalnya.. Kayaknya semua makanan yg diksh itu jd wangi dan lbh enak deh

Jun Joe Winanto said...

Mas Anjar: hehehe, deket sama kampus ya yang di cempaka putih. Namanya anak kost, jadi makan mesti nahan-nahan yak. Hahah, sebulan sekali gpp Mas Anjar ngerasain yang penting.

Mba Fanny: wah iya Mba, makanan jadi wamgi sama kecombrang. Bisa bangkitkan selera kecombrang, makan makin enak.

deddyhuang.com said...

olahan bebeknya pasti bikin nambah makan lagi :D