Tuesday, July 17, 2018

Kenalan Sama Luno, Siapa Takut?!


Berkenalan dengan Luno [Foto: Dok Pri]
Ternyata, alat tukar juga mengalami perkembangan yang sangat signifikan mengikuti zaman. Kalau dulu, mungkin masih main yang namanya barter membarter barang, sekarang sudah sangat jauh berbeda. Kemajuan teknologi memberi pengaruh besar dalam pola pikir manusia untuk bagaimana segala sesuatunya dibuat mudah dan tidak menyulitkan.

Bisa jadi juga, kalau dulu bepergian bawa uang banyak, sekarang hanya dalam satu genggaman tangan saja uang ratusan juta bisa dibawa tanpa terasa berat. Memang, tak bisa dipungkiri, teknologi yang dikembangkan secara bijak akan sangat membantu kerja manusia. 

Di era sekarang, orang pastinya ga mau yang repot-repot, maunya simpel, mudah, bisa diakses di mana dan kapan saja, tanpa dibatasi ruang dan waktu hingga belahan dunia manapun. Apalagi menyangkut investasi dan keuangan. Banyak perusahaan-perusahaan keuangan yang memberikan kemudahan dalam bertransaksi  untuk aset digital, salah satunya LUNO.

LUNO menjadi perusahaan yang terpandang di bidang aset digital. Mengapa demikian? Ya, dengan keberadaannya yang ada di 40 negara berisi tim-tim hebat lebih dari ratusan orang, mampu mengembangkan produk dan layanan keamanan serta kemudahan untuk siapapun orang atau badan usaha dalam membeli, menyimpan, dan belajar mengenai aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Membawa visi yang sangat mendunia, yaitu ingin merevolusi keuangan dunia menjadi lebih baik.
Vijay Ayyar-Head of Countries at Luno [Foto: Dok Pri]
Nah, bicara LUNO itu tak lepas dari Bitcoin maupun Ethereum. Pas banget memang, seiring bergulirnya waktu, ketertarikan saya untuk mempelajari hal ini datang tanpa sengaja melalui undangan Praxis. Ada curiosity yang menggelitik saya untuk tahu LUNO dan apa yang dilakukannya terkait bitcoin dann Ethereum.

LUNO ini hadir karena melihat sistem keuangan yang ada saat ini masih menggunakan sistem keuangan non-digital alias konvensional. Padahal, zaman sudah sangat berkembang dan maju. Mau ngapain aja orang tinggal gesek, ga perlu antri panjang. 

LUNO perlahan-lahan ingin “menggeser” gaya hidup individu agar terlihat modern dan elegan tanpa embel-embel sombong atau sok up to date. Akan tetapi, memang menjadi semacam kebutuhan. Sama halnya ketika komunikasi terus berevolusi dengan penemuan teknologi baru, begitu juga dengan mata uang yang terdesentralisasi untuk dapat mengejar ketertinggalan secara signifikan.

Claristy-Operations/Growth Lead Luno dalam penjelasannya tentang Luno-Bitcoin/Ethereum [Foto: Dok Pri]
LUNO sebagai perusahaan pelopor agar mata uang tak lagi terdesentralisasi untuk dapat dinikmati orang banyak. Bagaimana perusahaan ini membuat sesuatu yang sulit menjadi lebih mudah, aman, cepat, bahkan yang sifatnya sangat pribadi tetapi tetap transparan, bisa juga beroperasi dann diprogram melalui akses terbuka untuk siapapun yang ingin melakukannya.

Sebagai perusahaan aset digital, boleh dibilang LUNO menjadi semacam magnet untuk orang-orang yang ingin memiliki, menyimpan, dan mempelajari aset digital seperti bitcoin dan Ethereum. Headquarter LUNO berada di London dengan regional office ada di Singapura dan Cape Town. Sementara itu, kantor cabangnya ada di Jakarta, Lagos, dan Kuala Lumpur. 

Dari beberapa sesi yang saya ikuti pada Kamis (12/07/2018) di GoWork Coworking Space, bilangan Jakarta Pusat beberapa lalu tentang LUNO dan Produknya, memang cukup menarik. Bagaimana LUNO ingin perlahan-lahan merevolusi sistem keuangan dunia menjadi lebih baik dengan caranya.

LUNO punya aplikasinya yang bisa kita download baik di Google Playstore (berbasis android) maupun di Apps Store (berbasis iOS).  Jangan khawatir untuk keamanan apps yang dimiliki Luno. Semua dilengkapi dengan sistem keamanan yang benar-benar terjaga, begitupun kemudahan dalam membeli, menyimpan, dan kita bisa belajar tentang Bitcoin dan Ethereum dengan tiga produk utamanya.
Luno- Aplikasi yang mempermudah transaksi bitcoin [Foto: Dok Pri]
Penasaran kan apa aja produk utama dari Luno ini? Saya aja pengen banget tahu. Ternyata produk utama Luno ini ada yang namanya Luno Wallet. Luno Wallet ini kita bisa melakukan pembayaran, juga menyimpan aset digital yang kita miliki.

Luno Exchange. Ini merupakan platform yang kita sendiri bisa melakukan perdagangan aset digital secara lebih profesional. Jadi, memang dikelola secara profesional. Jangan salah lho, ternyata API-nya terbuka banget yang memang dikhususkan untuk  investor berinstitusi dan integrasi merchant. Ini yang menjadi produk utama Luno dari Luno Enterprise.

Ditilik lebih jauh, dengan jumlah penduduk dunia yang semakin bertambah, bukan hal mustahil untuk Luno berkembang. Saat ini saja pelanggan globalnya sudah memasuki di angka 2 juta. Targetnya memang besar untuk tahun 2025, yaitu 1 miliar pengguna. Mungkin sudah hampir ¼ penduduk dunia ya. 

Pun Luno ini hadir tidak main-main, dalam dua tahun terakhir saja, pertumbuhannnya telah menapaki angka 20 kali pertumbuhan pendapatan. Artinya, Luno semakin banyak digemari dengan Bitcoin dan Ethereum yang mereka perdagangkan ke publik melalui aplikasinya. Jadi, untuk saya pribadi sih percaya bahwa Luno menjadi perusahaan sekaligus aplikasi digital asset Bitcoin dan Ethereum yang bisa dipercaya.


Claristy menjelaskan sedikit tentang bitcoin dan cara-caranya [Foto: Dok Pri]
Kepercayaan orang terhadap Luno itu dibuktikan dengan break event  alias balik modal perusahaan di tahun 2017 awal dan hingga kini profit perusahaan terus mengalir. Karena bagaimanapun juga, kepercayaan seseorang untuk meletakkan aset digitalnya dilihat pula salah satu indikatornya keberhasilan perusahaan dalam menerapkan teknologi aplikasi ke publik.

Kalau melihat perkembangannya jauh ke depan, ternyata Luno memang tidak main-main untuk menggarap pasar aset digital Bitcoin & Ethereum. Bayangkan saja, saat ini, konsumen Luno ada di 40 neegara di dunia yang tersebara di tiga benua, yaitu Eropa, Asia Tenggara, dan Afrika.

Meski perluasan ke Eropa baru dilakukan pada 2017, akan tetapi telah diperkirakan jumlah pelanggannya bisa menyamai jumlah pelanggan global di akhir tahun 2018. Hal ini didukung oleh sumber daya manusia yang ada. Ada sekitar 100 pekerja yang 40%-nya sendiri adalah wanita. 

Luno memiliki beberapa kantor, di antaranya London, Singapura, Cape Town, Kuala Lumpur, Lagos, dan tentunya Jakarta. Melihat fakta yang ada di Jakarta (Indonesia) tentang Luno, dari sisi bisnisnya ada saja setiap harinya pengguna baru dari 500—700 pengguna. Hal menarik lainnya, ternyata masyarakat Indonesia sendiri sekitar 15%  sebagai pengguna Luno.Hal ini jadi semacam animo tersendiri bahwa Luno secara perlahan-lahan bisa diterima masyarakat Indonesia. 
Indonesia mempelajari Bitcoin yang dipakai dalam investasi [Foto: Dok Pri]
Sementara itu, volume perdagangan (trading) hariannya mencapai 50-70 (BTC + ETH = Bitcoin & Ethereum)  dengan pertumbuhan volume trading BTC lima kali dari 2017 sedangkan pertumbuhan volume  trading ETH mencapai  100x dari 2017. Nah, rating aplikasi Luno di Indonesia sendiri ada di titik empat poin dua (4.2). Artinya, aplikasi Luno memang disukai dan bisa jadi dianggap mudah. Oya, dulu Luno ini namanya “BitX”, rebranding menjadi Luno pada Januari 2017. 

Nah, Luno ini identik dan memang fokus pada Bitcoin dan Ethereum. Kalau dengar tentang Bitcoin dan Ethereum, apa sih yang terpikir di benak kalian? Atau mungkin  ada yang sudah tahu dan pernah langsung berhubungan dengan Bitcoin + Ethereum? 

Yuhuu… kalau ada yang belum tahu, boleh nih saya berbagi sedikit informasi tentang hal ini. Bitcoin itu menjadi terobosan baru sebagai teknologi yang dipakai untuk simpan dan kirim uang. Layaknya internet sih, Bitcoin ga hanya dipegang oleh satu dua orang atau perusahaan, tapi siapa saja bisa memakainya jika punya perangkat yang terhubung internet.
Bitcoin membuat transaksi terasa mudah, murah, dan aman. Saat ini banyak orang yang pakai  dan memilih bitcoin karena dianggap sebagai aset pilihan. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai “emas digital”. 

Layaknya emas, ternyata para investor banyak lho yang melakukan perdagangan Bitcoin karena dianggap menjadi investasi pelindung yang aman. Layaknya internetlah. Kalau internet  bisa merevolusi seluruh informasi sedangkan Bitcoin merevolusinya untuk mata uang dan memastikan uang bisa diakses dengan mudah oleh orang-orang yang ada di penjuru dunia, kapan dan di mana saja mereka mau.


Luno dengan sebaran dan pendukungnya [Foto: Dok Pri]
Ternyata, Bitcoin ini semakin meningkat lebih dari 500% sejak awal 2017. Yes, aset digital memang dinilai dan dianggap menjadi aset terbaik yang ada di tahun sebelumnya. Ketertarikan orang dengan bitcoin tak lepas dari kemudahan berkirim uang ke mana saja hingga seluruh penjuru dunia. Belanja online dan offline. Nah, untuk hal ini ada berbagai merchant  di seluruh dunia yang melakukannya seperti Microsoft, Tesla, Shopify, dan Zynga. Bisa juga lho untuk investasi dan perdagangan. Kita ga perlu beli satu bitcoin, ternyata bisa beli dengan 10-8Bitcoin.  Mudah  banget, kan?!

Nah, kalau Ehtereum sendiri sebagai platform yang menggunakan smart contract. Jika ada smart contract dapat dibuat dan dijalankan. Blockchain Networking Ethereum dibangun melalui asas publik peer to peer. Jaringan yang memang punya aset digital sendiri, disebut Ether. Ini ditujukan sebagai komputer dunia. Untuk pengembang (developer) di seluruh penjuru dunia, bisa membangun dan menjalankan aplikasi yang terpusat di jaringan Blockchain Ethereum. 

Tujuan lainnya juga agar kehidupan sehari-hari jadi efisien gak pake ribet dan efektif dengan otomatisasi proses yang dipakai dan menghilangkan perantara untuk sistem yang digunakan. Jaringan Ethereum ternyata bisa dipakai dan diterapkan di sistem hukum, keuangan, hak milik  properti, dan lain-lainnya. 

Saya jadi semakin mengerti fungsi dan kegunaan masing-masing yang Luno berikan. Hidup jadi lebih praktis dan simpel. Ga pake antri dan sederhana banget. Bagaimana dengan kalian?

Keberadaan  Luno di Indonesia sejak tahun 2016 [Foto: Dok Pri]

Thursday, July 5, 2018

Cinta Maria di Karantina Bermula Dari Sepiring Sorghum


Maria Loretha di tengah hamparan ladang Sorghum [Foto: Dok Maria Loretha]
Cinta Maria, di dalam segala hal yang ada di alam semesta, sesungguhnya kita bisa melihat banyak keajaiban. Jika kita  memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya. Mengetahui saja tidak cukup, kita harus  mengaplikasikannya. Kehendak saja tidak cukup, kita harus mewujudkannya dalam aksi

Begitulah Maria Loretha mewujudkan impiannya. Membuka lahan bersama warga, menyuburkan tanah tandus berbatu menjadi tanah yang hijau meraya. Sorghum aneka warna menjadi hiasan tanah Likotuden, Lembata, dan Adonara, Nusa Tenggara Timur.

Saya melihat, Nusa Tenggara Timur tidak lagi gersang menyengat badan. Sorghum menjadi pelipur cinta Maria untuk siapa saja yang ingin singgah. Bulir-bulir sorghum aneka warna telah melanglang buana lintas negara. Saatnya geber ekspor produk petani kita, Indonesia.

Saya mau cerita tentang siapa sebenarnya Maria Loretha, apa yang dia lakukan untuk meningkatkan taraf hidup petani di kampungnya, sehingga Maria Loretha pun diganjar beragam penghargaan dan terbang ke negara-negara yang konsen dalam bidang pertanian. Juga apa peran dan fungsi karantina terhadap pertanian negeri ini.

Maria Loretha, hidupnya diabadikan untuk menggali dan mencari sumber pangan alternatif pengganti beras di daerah terpencil Flores, Nusa Tenggara Timur. Dia mengembangkan sorghum sebagai pengganti beras di daerahnya.

Ladang Sorghum dalam pengawasan Maria Loretha [Foto: Dok Maria Loretha]

Sorgum sebenarnya sudah tidak asing sih untuk masyarakat NTT dan NTB, karena sorghum jadi pangan alternatif daerah ini kala musim kemarau tiba. Namum, kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pengembangan beras, sorghum semakin ditinggalkan dan warga mulai jarang menanamnya. Bibitnya pun mulai sulit dicari. Padahal, kandungan karbohidratnya lebih tinggi dibanding beras.

Maria Loretha, petani yang berasal dari Desa Pajinian, Kecamatan Adonara Barat, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Nusa Tenggara Timur yang mengembangkan dan membudidayakan  tanaman serealia tersebut. NTT sering diberitakan di berbagai media massa sebagai daerah rawan pangan, kurang gizi, dan gizi buruk.

Daerah yang 70% terdiri atas lahan kering dan berbatu itu sebenarnya memiliki kekayaan pangan lokal yang dapat menaikkan taraf hidup dan kegiatan ekspor industri petani lokal hingga mancanegara.

Masyaraka sering beranggapan, pangan sama dengan beras. Padahal mereka punya beragam jenis seperti ubi, keladi, pisang, sorgum, jelai, beras hitam, beras merah, dan sebagainya.

Dalam bincang-bincang saya dengan Maria, dikatakan bahwa NTT punya lahan kering yang sangat besar dan potensial. Seharusnya lebih dikembangkan benih-benih lokal yang lebih cocok dengan tanah dan udara NTT.

Keindahan ladang Sorghum [Foto: Dok Maria Loretha]
Tidak mendatangkan benih-benih dari luar yang membutuhkan biaya produksi tinggi. Teknologi yang berada di pedesaan sangat terbatas, apalagi sumber daya air yang ada di Flores.


Bermula Dari Sepiring Sorgum
Ketika Maria pertama kali menginjakkan kaki di Flores, dia makan jagung titi yaitu bahan dasar dari jagung pulut. Ini menjadi makanan (pangan) pendamping  kebanggaan orang Lamaholot di Flores Timur, Alor, dan Lembata. Lantas, bagaimana Maria  mampu mengembangkan secara besar-besaran sorghum di daerahnya?

Pada April 2007, Maria diberi sepiring sorghum yang ditaburi parutan kelapa oleh tetangga kebunnya yang bernama Mama Maria Helan (55). “Rasanya gurih, enak, dan mengenyangkan,” ucap Maria. Lantas Maria meminta benih sorghum tersebut. Ternyata, Mama Maria Helan mendapatkan sorghum tersebut atas pemberian sang kakak yang berada di desa sebelahnya sekadar untuk dimasak saja.
 
Bulir-bulir Sorghum [Foto: Dok Pri]
Tidak mudah mendapatkan bibit sorghum lokal itu. Hingga Maria memutuskan untuk berburu benih. Benih pertama kali yang diburunya adalah sorghum berkulit merah. Maria mendapatkannya dari Bapak Agustinus di Desa Nobo, Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur.

Sebenarnya,  Maria tidak pernah makan sorghum. Tetapi, saat butiran sorghum itu menyentuh lidahnya, rasa gurih membuat dirinya ketagihan dan menyukai. Sorghum berwarna merah oleh penduduk setempat disebut watablolon merah atau jagung solo.  Sorghum di Kabupaten Ende disebut osho, sedangkan orang Manggarai menyebutnya lepang, mesak, atau pesi. Pengalaman pertama memakan sorghum itu membuat Maria  penasaran dengan tanaman serealia  itu. Rasa penasarannya terhadap sorghum semakin tinggi karena sorghum sulit dicari.
 
Nasi Sorghum [Foto: Dok. Pri]
Pangan alternatif sekaligus punya nilai ekspor  sebagai hasil pertanian dimiliki oleh sorghum. Hal itu telah dibuktikan sendiri oleh Maria ketika dirinya diundang oleh petinggi Roma mengenalkan sorghum ke tingkat dunia.

Ya, Maria menemukan solusi untuk NTT terhadap pangan altenatif yang dapat dikembangkan selain beras. Ketika Maria merintis sorghum ini banyak sekali bahasa-bahasa yang terkesan melecehkan usahanya. Ada yang bilang tanaman kuno, kenapa sorghum yang ditanam, siapa yang akan beli.

Hingga ada yang mengatakan, “Itu kan makanan burung, bisa dimakan ya?” Akan tetapi, tidak sedikit yang menangis terkejut ketika diingatkan kembali dengan sorghum, jewawut, maupun jelai yang sudah lama mereka tinggalkan dan lupakan.


Adonan cookies berbahan Sorghum [Foto: Dok Pri]

Maria tak kenal menyerah. Tantangan demi tantangan dia hadapi. Tantangan terbesar ada pada lidah orang-orang di sekitar tempat tinggalnya. Mereka sudah terbiasa makan nasi. “Biar sudah makan jagung, pisang, ubi, belum makan rasanya kalau belum makan nasi.        ”Apalagi nasi berhubungan erat dengan strata kelas. Malulah dibilang miskin kalau makan sorgum apalagi ubi, hehehe,” jelas Maria sembari tertawa.

Selain itu, Maria juga harus melawan pola kultur petani yang tanam serempak hanya memanfaatkan musim  tanam pertama saja. Padahal, sorghum sangat baik ditanam setelah panen padi dan jagung dengan memanfaatkan sisa-sisa musim hujan menjelang musim kemarau.

Maria sangat tertarik memanfaatkan lahan tidur yang luas di NTT untuk ditanami sorghum. Dia membayangkan, daerahnya  menjadi tempat agrowisata. “Anda bisa bayangkan ketika tiba di Kupang atau Flores misalnya, disambut  tanaman sorghum aneka warna,” ujarnya.


Cookies Berbahan Dasar Tepung Sorghum [Foto: Dok Pri]

Promosi Geber Pangan Hasil Pertanian
Maria dengan tekun dan giat melakukan  pencarian bibit hingga ke pelosok desa. Di sela-sela itu juga dia berupaya membangkitkan minat masyarakat terhadap sorghum sebagai pengganti beras. Maria bisa menggeber sorghum untuk ekspor sebagai produk petani Indonesia ke tingkat dunia.

Promosi sorghum sebagai pangan alternatif dan produk petani Indonesia ini memang harus dimulai dan terus dilakukan. Ini harus dimulai dari rumah tangga petani dengan melibatkan siapapun, terutama perempuan. Di Flores, peran perempuan sangat besar pada mata rantai pertanian, mulai dari memilih bibit, menanam, merawat, lantas memanen, menyimpan benih, hingga pengolahan pasca panen.

Maria melakukan hal ini tak hanya membudidayakan benih lokal semata, tetapi juga melakukan sosialisasi  ke desa-desa, bahkan lintas pulau antar-kabupaten. Apa yang dia lakukan banyak dicontoh dann ditiru petani di NTT. Mereka melakukan apa yang Maria kerjakan, lantas mengundangnya untuk datang ke desa mereka.

Maria mensosialisasikan  sorghum, jelai, maupun jewawut. Dia membagikan benih gratis kepada petani yang membutuhkan. Maria menggali kearifan lokal, menerapkan pertanian alami yang tidak menggunakan teknologi modern, tidak menggunakan pupuk kimia, dan sama sekali tanpa pestisida.

Betapa kaya Indonesia dengan keragaman hayatinya. Indonesia memiliki beragam jenis pangan lokal yang membanggakan sekaligus mempunyai kandungan gizi tinggi. Masihkah kita menggantungkan harapan pada beras? Apa yang terjadi sekarang? Ternyata, Indonesia menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia. Indonesia menjadi sarang penyakit diabetes kedua di dunia.

“Sorghum ada di mana-mana, ada dalam bentuk beras, kue, sirup, dan sebagainya. Sorghum membuat masyarakat NTT bangkit dari isu-isu keterbelakangan pangan. Dengan sorghum, kita  akan membalikkan semua rumor terkait pakan burung. Sorghum akan memperkuat ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah timur”, urainya.

Kalau kita lihat sekarang, sorghum makin banyak dicari orang. Hal ini tepat sekali dengan apa yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Kementerian Pertanian mengenai Geber Ekspor Produk Pertanian Kita, Indonesia. Sorghum bisa jadi idola masa depan.

Nah, bibit maupun sorghum yang sudah panen pun tak bisa sembarangan keluar masuk negara lain. Mestilah memenuhi standar kualitas dan bebas dari hama dan penyakit tanaman. Oleh karenanya, peran karantina tumbuhan sangat penting.

Karantina tumbuhan sebagai garda terdepan atau benteng untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan. Kalau kita melihat dari sisi perlindungan tanaman, tiga hal penting peran karantina tumbuhan, sebagai berikut.
  1. Mencegah masuknya OPTK A1 (ini belum ada di Indonesia) dari luar negeri ke dalam wilayah RI. Seperti penyakit hawar daun karet Amerika Selatan (SALB) yang disebabkan jamur Microcyclus ulei.
  2. Mencegah penyebaran OPTK A2 (ini sudah ada di wilayah Indonesia tapi masih terbatas pada wilayah tertentu saja) ke wilayah lain yang masih bebas OPT. Seperti CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration), disebabkan oleh MLO yang sudah memusnahkan tanaman jeruk di Garut-Jawa Barat pada 1950-an. Pada 1970-an penyakit ini menghancurkan tanaman jeruk di Sumatera Selatan.
  3. Mencegah OPT tertentu ke luar wilayah Indonesia (yang tidak diinginkan negara lain). Seperti Rhadopholus similis pada jahe ( Zingiber sp. ) ke Jepang.
Intinya adalah Karantina Pertanian memegang peranan penting untuk mencegah masuknya HPHK dan OPTK. Karantina pertanian sebagai bagian dari sistem perlindungan kesehatan hewan, tumbuhan, lingkungan dan sumberdaya alam hayati (IAS, SDG, TSL dan Agen Hayati).



.

Monday, July 2, 2018

Mau Dapat 100 juta juga Umroh? Dengan SOBATKU, Kita Bisa!


SOBATKU, mempermudah setiap orang menabung [Foto: Dok Pri dalam SOBATKU]
Punya simpanan (dalam bentuk apapun itu) baik emas, saham, atau uang, sudah keharusan di zaman sekarang. Bagaimana tidak, kita tidak tahu ada saja kebutuhan tak terduga yang sewaktu-waktu datang tanpa diminta.

Ya, berdoa juga kita agar jangan sakit. Sakit perlu biaya yang tidak sedikit.  Apalagi dengan penghasilan yang pas-pasan, mesti pintar-pintarlah kita berhemat. Berhemat bukan berarti pelit. Akan tetapi, mana yang jadi kebutuhan itu didahulukan, dan sekadar keinginan bisa dinomorduakan.

Punya simpanan juga mesti pandai-pandai mengelolanya. Tidak setiap saat, entah perlu atau tidak menjual barang atau menggadai sesuatu. Ya kalau kita bisa mendapatkannya kembali, kalau tidak? Mungkin perlu kerja lebih giat lagi dan mulai dari nol lagi untuk mengumpulkan semuanya.

Apa sebenarnya tujuan kita menyimpan “sesuatu” tersebut? Kalau saya pribadi, tentunya sebagai tabungan hari tua. Hari tua yang tak pasti menuntut saya secara personal lebih peduli dengan kondisi keuangan. Mesti pandai-pandai mengatur uang. 

Memang, uang bukan segalanya, tapi segalanya perlu uang. Juga menjadi satu cita-cita seseorang, mungkin ingin punya rumah, mobil, tanah, jalan-jalan keluar negeri, atau sejenisnya. Dengan menyimpan kita tahu apa yang akan direncanakan dari simpanan tersebut. 

Begitulah hendaknya. Hidup boros justru akan menyusahkan diri sendiri. Boros alias tak pandai berhemat akan menyengsarakan diri sendiri dan juga orang di sekitar kita. Mau tidak mau, sebagai akibat dari perbuatan boros tersebut bisa jadi menumpuk hutang. 

Seakan-akan tidak ada hari esok untuk menikmati dunia dengan segala sesuatunya. Uang yang tadinya bisa disimpan untuk keperluan jangka panjang, karena boros ludes dalam sekejap. Mesti pintar “mengerem” dan “mengencangkan ikat pinggang”, terpenting tidak pelit. 

Sama halnya ketika saya memerlukan sesuatu, saya harus mengumpulkan lama terlebih dahulu rupiah demi rupiah untuk mendapatkan barang yang saya butuhkan. Tidak bisa serta merta ada. Dan saya bukan tipe orang yang gemar berhutang. Ada rasa pantang untuk berhutang.

Selain takut tak bisa membayar, hutang akan jadi beban pikiran. Makanya, dari sejak dini saya mesti menabung. Hal ini pula saya ajarkan kepada anak-anak saya. Receh-receh uang kembalian, entah dari belanja istri saya, atau kembalian saya membeli sesuatu langsung saya sisihkan. 

Tetapi, saya sisihkan bukan di dalam celengan bambu, di balik kasur, atau di bawah tempat tidur. Tetapi, ada salah satu tempat yang membuat saya merasa nyaman, yaitu menabung di  salah satu tempat menabung online (daring), yaitu SOBATKU (Simpanan Online Sahabatku). 


Nah, Simpanan Online Sahabatku atau biasa disingkat SOBATKU ini adalah tabungan online berbasis aplikasi dari KSP Sahabat Mitra Sejati, yang dikenal juga sebagai Sahabat UKM (www.sahabat-ukm.com), berkantor pusat di Gedung Sampoerna Strategic  Square. Institusi keuangan yang dipimpin oleh pengurus profesional, terpercaya serta didukung penuh oleh Bank Sampoerna.

Saldo maksimum per akun SOBATKU sebesar 20 jt. Kita dapat memiliki 5 akun SOBATKU dengan nomor handphone yang berbeda namun dengan data KTP yang sama, dengan syarat terdapat beberapa data yang harus sama antara masing-masing akun yang diregistrasikan tersebut, yaitu: Nama lengkap, Alamat email, Tanggal lahir, dan Data KTP (Nomor KTP dan Foto KTP).

SOBATKU dikembangkan untuk menjawab perkembangan financial technology (fintech) dengan berbagai fitur nabung dan transaksi yang mudah, gratis dan praktis. Ditujukan bagi mereka yang tidak sempat ke Bank, dimana setiap orang dapat membuka rekening tabungan dan menikmati layanan layaknya di perbankan dengan menggunakan smartphone. Untuk menabung bisa dilakukan dengan cara transfer bank, transfer sesama SOBATKU, transfer ke nomor HP, dan juga dapat menabung melalui jaringan minimarket Alfamart dan Alfamidi di seluruh Indonesia. 
Di SOBATKU, ini kalian bisa lakukan [Foto: Dok Pri dalam SOBATKU]
SOBATKU memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memanfaatkan uang nganggur untuk ditabung di SOBATKU dengan berbagai tujuan finansial jangka pendek. Selain itu nasabah akan mendapatkan banyak keuntungan menarik , seperti:
·         MUDAH download aplikasinya melalui Google Play atau App Store
·         Nomor Handphone = Nomor Rekening. Mudah transfer ke teman dengan menggunakan nomor HP. Gratis!

·         GRATIS biaya administrasi & TANPA saldo minimal
·         GRATIS biaya beli pulsa*
·         GRATIS tarik tunai di Alfamart/Alfamidi
·         GRATIS transfer antar sesama SOBATKU
·         BIAYA MURAH transfer antar Bank

·         Berkesempatan memenangkan RIBUAN HADIAH TOTAL MILYARAN RUPIAH, berupa undian bulanan dan undian Grand Prize 100 jt + 4 Paket Umrah setiap 3 bulan sepanjang tahun.

Salah satu keunggulan SOBATKU adalah program undian dengan total hadiah milyaran rupiah, berupa undian bulanan dan undian triwulan grand prize 100 jt. Mulai Grand Prize ke-3 di bulan April 2018 akan ada tambahan 4 paket hadiah UMRAH untuk 4 pemenang. Nominal hadiah yang bisa dimenangkan adalah grand prize sebesar 100jt, 4 hadiah Umrah dan ratusan undian bulanan sebesar 10jt, 5jt, 1jt, 500rb,100rb

SOBATKU, undiannya gila-gilaan gaes [Foto: Dok Pri dalam SOBATKU]

Semakin banyak poin SOBATKU, semakin besar kesempatan Kamu menang undian. Uniknya, di program undian SOBATKU, Kamu bisa menang hingga berkali-kali, baik itu di undian bulanan maupun undian grand prize 100JT.

Setiap kali menabung di SOBATKU Kamu akan mendapatkan poin sesuai dengan aturan poin yang berlaku di SOBATKU. Setiap akhir bulan, akan dilakukan perhitungan poin saldo dengan mekanisme sebagai berikut:

TIERING
SALDO RATA-RATA
JUMLAH POIN
A
< Rp 500.000
Setiap Rp 50.000 = 10 poin
B
Rp 500.000  s.d. < Rp 10.000.000
Setiap Rp 50.000 = 30 poin
C
≥  Rp. 10.000.000
Setiap Rp 50.000 = 40 poin

 Berikut adalah contoh jumlah poin yang bisa Kamu dapatkan saat menabung di SOBATKU:

1.    Saldo rata-rata Rp 1.000.000 mendapatkan 600 poin
2.    Saldo rata-rata Rp 5.000.000 mendapatkan 3.000 poin
3.    Saldo rata-rata Rp 10.000.000 mendapatkan 8.000 poin
4.    Saldo rata-rata Rp 20.000.000 mendapatkan 16.000 poin

Hingga kini, ratusan orang sudah merasakan menang undian SOBATKU dengan hadiah yang berlimpah setiap bulannya. Untuk undian Grand Prize berhadiah 100 JT akan diselenggarakan pada tanggal 19 Januari 2018 yang bertempat di Lobby Gedung Sampoerna Strategic Square mulai pukul 16.00-18.00 WIB. Kamu berkesempatan juga untuk merebut ratusan juta rupiah hadiah lainnya yang akan diundi untuk ratusan pemenang yang beruntung.

Jadwal Undian Lengkap SOBATKU
Periode Poin
Jumlah Hadiah
Jadwal Pengundian
Keterangan
Juli 2017
102
9 Agustus 2017
Undian Bulanan Reguler
Agustus 2017
102
7 September 2017
Undian Grand Prize  & Undian Bulanan Reguler
September 2017
105
12 Oktober 2017
Undian Bulanan Reguler
Oktober 2017
105
10 November 2017
Undian Grand Prize  & Undian Bulanan Reguler
November 2017
105
12 Desember 2017
Undian Bulanan Reguler
Desember 2017
106
19 Januari 2018
Undian Grand Prize  & Undian Bulanan Reguler
Januari 2018
106
15 Februari 2018
Undian Bulanan Reguler
Februari 2018
106
15 Maret 2018
Undian Bulanan Reguler
Maret 2018
111
21 April 2018
Undian Grand Prize + 4 Paket Umrah & Undian Bulanan Reguler
April 2018
106
9 Mei 2018
Undian Bulanan Reguler
Mei 2018
106
8 Juni 2018
Undian Bulanan Reguler
Juni 2018
111
10 Juli 2018
Undian Grand Prize + 4 Paket Umrah & Undian Bulanan Reguler
Juli 2018
106
10 Agustus 2018
Undian Bulanan Reguler
Agustus 2018
106
7 September 2018
Undian Bulanan Reguler
September 2018
111
10 Oktober 2018
Undian Grand Prize + 4 Paket Umrah & Undian Bulanan Reguler
Oktober 2018
106
9 November 2018
Undian Bulanan Reguler
November 2018
106
7 Desember 2018
Undian Bulanan Reguler
Desember 2018
111
10 Januari 2019
Undian Grand Prize + 4 Paket Umrah  & Undian Bulanan Reguler

Untuk informasi lengkap mengenai poin, undian, serta syarat dan ketentuannya dapat Kamu pelajari di halaman : www.sobatku.co.id/undian
Undian Grand Prize SOBATKU untuk periode April-Juni 2018 yang akan berlangsung pada 21 Juli 2018 dengan hadiah utama uang tunai Rp. 100 juta dan 4 Paket Umroh Untuk 4 Pemenang. Periode poin undian, April  – Juni 2018. 

Undian Grand Prizes ini sebagai kali keempat digelar oleh SOBATKU. Untuk saat ini  akan digelar di Lapangan Karebosi di Makassar. Selain memberikan hadiah utama 100 Juta dan 4 Paket umroh untuk 4 pemenang. Sobatku juga memberikan hadiah kejutan bagi warga Sulselbar yaitu “PESTA JUTAWAN SULSELBAR” dengan hadiah uang tunai jutaan rupiah dan hadiah utama satu unit motor Yamaha Aerox.
Tujuan diadakan Undian Grand Prizes SOBATKU di Makassar  agar bisa mendorong masyarakat luas untuk  mewujudkan impiannya dengan cara menabung di SOBATKU. Ke depannya SOBATKU juga ingin terus dekat dan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat. 
Untuk kalian yang ingin dimudahkan keuangan melalui SOBATKU, bisa segera dowload mobile apps SOBATKU di iOS juga Android. Atau kalau mau ngepoin media sosialnya SOBATKU bisa langsung menuju ke sini:
-          Website: www.sobatku.co.id
-          Facebook: sobatkuid
-          Instagram: @sobatku_id
-          YouTube: SobatkuID
Selamat menabung dan memenangkan banyak hadiah ya gaes dari SOBATKU, siapa tahu, sekarang giliran kamu.
Saya sudah lhoh buka Rekening di SOBATKU, mudah banget [Foto: Dok Pri]