Monday, November 1, 2021

Ngopi Virtual Pegadaian: Pegadaian Berikan SenyuM untuk UMKM


Ngopi Virtual Bersama Pegadaian: UMKM Bangkit dengan Senyum Bersama Pegadaian
[Foto: Dok. Pribadi]

Hari itu, (Selasa, 27 Oktober 2021) tepatnya hari pertama saya mengikuti Webinar yang sangat bernas. Riuh rendah suara terdengar dari balik dunia maya sana, tepatnya di ruang bertemu webinar dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan, bersama pegadaian. Riuh rendah tepuk tangan mengiringi perhelatan bertajuk, “UMKM Bangkit, Ekonomi Maju Bersama Pegadaian”.

Sukma Pebriana, Host sekaligus Moderator di Acara 
UMKM Bangkit, Ekonomi Maju Bersama Pegadaian
[Foto: Dok Pribadi]

Acara yang dipandu Sukma Pebriana, host sekaligus moderator ini menghadirkan lebih kurang 3.000 pebinar yang sangat antusias mengikuti jalannya acara. Mereka datang dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, pelaku usaha kecil (UMKM), pengusaha, dan orang-orang yang ingin berusaha atau memulai usaha dengan menggandeng Pegadaian.


Damar Latri Setiawan, Direktur Jaringan dan Penjualan PT Pegadaian (Persero)
[Foto: Dok. Pegadaian]

Sukma membuka acara dengan begitu antusias yang diikuti pula oleh antusiasme peserta.  Di acara Ngopi Virtual Pegadaian ini, Sukma menghadirkan dua narasumber yaitu Direktur Jaringan dan Penjualan PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan dan  pemilik usaha cokelat, dengan nama nDalem Indonesia, Meika Hazim, SE., MBA.

Meika Hazim, SE., MBA- Founder nDalem Indonesia
[Foto: Dok. Pegadaian]

Hal yang menjadi bagian penting Pegadaian adalah UMKM yang  berperan vital melakukan percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di tengah  pandemi saat ini. Hal ini terbukti bahwa UMKM  menjadi penyelamat ekonomi nasional dari jurang resesi akibat krisis 1998. Bahkan sektor ini memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia dibandingkan sumbangsih dari sektor bisnis lainnya.

Sungguh malang memang, pandemi Covid-19 meluluhlantakkan banyak UMi. Mulai dari kehabisan uang modal/kas, tenaga kerja yang banyak di PHK, hingga penutupan usaha. Sekitar 84,20% usaha mikro dan kecil (UMK) mengakui pendapatannya menurun drastis akibat permintaan berkurang, menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020.

Menurut data yang dikeluarkan Kemenkop-UKM tahun 2018 menyebutkan, bahwa UMi mencapai 63,4 juta dari total 64,2 juta unit usaha di Indonesia. UMi menyerap 107,4 juta atau 89,04% dari total tenaga kerja nasional. Kontribusi yang diberikan untuk negara terhadap PDB sebagai tertinggi kedua setelah usaha besar. Nilanya sendiri mencapai Rp5.303,1 T atau 37,77% dari total PDB atas dasar harga di tahun 2018.

Survei yang sama mengatakan, bahwa  tujuh dari sepuluh UMKM perlu  bantuan modal untuk tetap bertahan selama pandemi. Persoalannya, tidak semua UMi punya  akses perbankan (unbankable). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2020 mencatat hanya 12,67 juta UMKM yang bankable, atau setara 19,74% dari target penerima subsidi bunga pemerintah sebanyak 60,66 juta rekening UMKM.

Holding Ultra Mikro bertujuan untuk menggabungkan entitas-entitas utama yang
dapat  mengembangkan segmen Ultra Mikro dengan lebih baik.
[Foto: Dok. Pribadi}

Pembentukan Holding Ultramikro sangat penting untuk menjangkau UMKM, khususnya UMi, yang masih unbankable. Pasalnya, bunga pinjaman yang ditawarkan holding tersebut lebih rendah dari lembaga layanan keuangan lainnya. Seiring dengan dibentuknya ekosistem ultra mikro, Pegadaian terus melakukan upaya untuk memperluas akses permodalan untuk para pelaku bisnis ultra mikro.

Dalam kegiatan webinar yang bertajuk Ngobrol Virtual Literasi Finansial Pegadaian (Ngopi), Damar, sebagai pembicara kunci menyampaikan bahwa Holding Ultra Mikro (UMi) antara BRI, Pegadaian, dan PNM dapat mengembangkan segmen Ultra Mikro dengan lebih baik. Setidaknya terdapat enam proporsi nilai yang ditawarkan UMi, yaitu penawaran produk yang komprehensif, titik akses nasabah yang luas dengan adanya Co-Location, pemahaman kebutuhan nasabah dengan lebih baik melalui integrasi dan analitik big data, kemudahan akses ke Micro Payment Ecosytem & Beyond Banking, dan UMKM Go Digital. 

UMi menawarkan 6 Proporsi Nilai
1. Penawaran Produk Komprehensif
2. Titik Akses Nasabah yang Luas
3. Pemahaman Kebutuhan Nasabah Lebih Baik
4. Pemberdayaan Kesejahteraan
5. Akses ke Micro Payment Ecosystem & Beyond Banking
6. UMKM Go Digital
[Foto: Dok. Pribadi]

Damar pun menjelaskan, “Pemanfaatan Co-Location atau Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM), mendorong terjadinya kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan produk dan layanan, pemasaran, dan termasuk pengembangan sumber daya manusia sehingga pelaku bisnis ultra mikro mendapatkan kemudahan akses fasilitas kredit dengan tarif sewa modal yang kompetitif dan ragam bundling produk”.


Menurut Damar, penguatan Literasi Keuangan sangat penting 
di tengah maraknya pinjaman online ilegal yang beredar di masyarakat saat ini
[Foto: Dok. Pribadi]

Selain itu, Damar pun mengingatkan akan pentingnya penguatan literasi keuangan di tengah banyaknya pinjaman online ilegal yang semakin mengkhawatirkan saat ini. Pegadaian pun tak henti untuk terus menunjukkan komitmennya dalam menguatkan literasi keuangan masyarakat sesuai arahan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan dengan rutin melaksanakan kegiatan edukasi keuangan.

“Literasi keuangan menjadi sangat penting agar masyarakat mampu memilih produk dan layanan keuangan sesuai kemampuan dan kebutuhannya. Sehingga masyarakat tidak terjebak dalam layanan keuangan ilegal dan investasi bodong yang marak terjadi saat ini,” imbuhnya.


Produk Pegadaian yang perlu masyarakat ketahui. Produk Pegadaian memberikan
kemudahan kepada setiap Sahabat Pegadaian.
[Foto: Dok. Pribadi]

Perlu kita ketahui bahwa PT Pegadaian (Persero) sebagai salah satu perusahaan yang tergabung dalam Holding BUMN Ultramikro bersama PT Bank BRI dan PT PNM (Persero). Ternyata masyarakat kita belum banyak yang tahu bahwa Pegadaian punya produk pembiayaan agar  SenyuM selalu terkembang bagi para pelaku usaha ultramikro (UMi), yaitu Kreasi UMi dan Gadai UMi.



Pegadaian memberikan kemudahan kepada UMKM yang melakukan transaksi
[Foto: Dok. Pribadi]

Program tersebut  memberikan fasilitas kredit dengan uang pinjaman Rp10 juta ke bawah dan jaminan BPKB kendaraan bermotor, yang diberikan kepada pengusaha mikro dan pengusaha kecil yang perlu dana pengembangan usaha.

Ekosistem Ultra Mikro akan membantu journey kenaikan kelas
masyarakat segmen Ultra Mikro menuju segmen Mikro
[Foto: Dok. Pribadi]


Sungguh takjub melihat dan mendengarkan langsung paparan dari salah satu pemateri yang sangat capable sekaligus pelaku UMKM ini. Beliau pemilik (Owner) juga pendiri (Founder) nDalem Indonesia yang memproduksi aneka cokelat pun merasakan derita usaha di tengah pandemi yang sempat menerjang hampir semua lini bisnis di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

nDalem Indonesia hadir dari kesukaan orang Indonesia ngemil
[Foto: Dok. Pegadaian]

Alumni Magister Management dari salah satu universitas negeri di Yogyakarta ini membeberkan bagaimana sebelum pandemi dia mendirikan usaha. Usaha yang didirikannya itu bukan tanpa alasan dan dasar. Melihat dari kacamata Indonesia Market, tahun 2022, penduduk Indonesia bertambah  di angka 277 juta jiwa, menjadi penduduk terbanyak nomor 4 di dunia dengan 49% perempuan dan 50,5% laki-laki.  56% tinggal di perkotaan dan 44% berada di pedesaan. Meika melihat kebiasaan orang Indonesia, 3 dari 4 orang Indonesia yang menurutnya suka ngemil (snacking) dengan alasan yang sangat sederhana, “ingin ngemil saja”.

Lima puluh tiga persen (53%) responden warga perkotaan semakin kesulitan menemukan porsi pas untuk makan karena kesibukan. Sementara itu, 77% responden warga perkotaan memilih ngemil sepanjang hari dan mengurangi makan porsi berat. Pola snacking yang menurut Meika dimulai cukup pagi sejak pukul 11.28 WIB, jauh lebih cepat jika dibandingkan negara lain.

Sebagai pelaku usaha, dirinya melihat Major Factor Shifting berupa, climate change: Pemerintah mulai mengadopsi sistem sustainability untuk kegiatan ekonomi 3P yaitu, Planet, People, & Profit. Pandemi Covid-19: Tren mencari produk yang berasosiasi sehat semakin marak. WFH & PPKM: isu tentang kepercayaan (trust) bahwa makanan yang diproduksi secara sehat dan aman akan tetap memegang peranan penting.

Healthy Concern: Produk-produk yang memiliki kedekatan dengan konsep alami, diasosiakan menjadi produk yang lebih sehat dan disukai oleh konsumen. Avoiding Comorbid: Pola makan yang menjadi trend konsumen beberapa dasawarsa terakhir yang mengarah ke comorbid Gula, Jantung, & Darah Tinggi.

Meika pun membeberkan, belanja online melalui market place dari konsumen Indonesia angkanya sekitar 15% dari keseluruhan pasar Indonesia. Pertumbuhan pasar online di Indonesia semakin meningkat di tiga tahun terakhir.  Shifting online market increasing yang menurutnya di dominasi oleh generasi muda dengan segmen students & graduates serta young working professional.

Ada kesulitan yang dijumpainya soal distribution channel. Kesulitan rantai distribusi konvensional, banyak produsen mulai menggunakan omni channel di rantai distribusinya, perusahaan tak hanya berpatokan pada satu channel penjualan saja, dan tak hanya UMKM saja, brand-brand besar pun melakukan direct selling di market place.

Strategi Apa yang Perlu Dilakukan Pelaku UMKM?

Knows Your Market: Dengan mengetahui pasar, pelaku UMKM tentu tak akan kesulitan ketika mendistribusikan barang/produk. Penentuan target pasar ini penting karena pelaku  usaha  tidak mampu melayani semua konsumen atau pembeli di pasar karena beragamnya kebutuhan dan keinginan. Oleh karena itu, pelaku usaha  perlu mengidentifikasi bagian pasar mana yang akan dilayani sebagai target pasar.

Build Strategy  & Keep Innovating: Membangun strategi dan Menjaga atau membuat inovasi baru sangat penting. Strategi yang tepat akan dapat menemukan sasaran pasar yang tepat kepada orang yang tepat pula. Berinovasi dalam bisnis penting dilakukan agar pelaku usaha mampu bertahan, berjaya dan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman yang dihadapkan pada beragam pergolakan bisnis. Tanpa melakukan inovasi, bisnis akan terasa kurang menarik dan kurang diminati.

Collaboration Era: Sekarang zamannya apa-apa kerjasasama dan berkolaborasi. Hal ini semata-mata untuk mempertahankan usaha yang dilakukan pelaku usaha. Dengan  kolaborasi bisnis secara otomatis akan memiliki koneksi atas penggabungan perusahaan dengan pihak kolega lainnya, demi mencapai satu tujuan agar bisnis kita lebih berkembang dari sebelumnya. Ketika kita mengalami kesulitan berbisnis, sangat wajar untuk melakukan kolaborasi bisnis.

Nah, usaha cokelat yang dilakukan Meika ini pun berkolaborasi dengan salah satu ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada yaitu Prof. Endang S. Rahayu dari Pusat Studi Pangan UGM. Cokelat dengan tambahan probiotik untuk memperbaiki usus. Salah satu persembahan cokelat nDalem untuk mengurangi stunting di Indonesia.

UMKM yang memiliki merek, sambungnya jangan lupa untuk mendaftarkan ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Hal ini dilakukan untuk mengecek apakah merek yang kita miliki sudah digunakan pelaku usaha lain atau belum. Persyaratan untuk ini meliputi:

1. Badan usaha (jika sudah memerlukan)
2. NIB
3. IUMK
4. NPWP
5. Izin Edar makanan (PIRT, MD, Halal)
6. Kekayaan Intelektual

Hal yang Perlu UMKM Lakukan

Inovasi
Inovasi menjadi hal penting dan wajib dilakukan untuk pelaku UMKM (bisnis). Inovasi menjadi tuntutan untuk mereka yang bergerak di bidang usaha, baik skala kecil, menengah, maupun besar. Inovasi bisnis pelaku UMKM ini sangat penting, karena perkembangan ekonomi yang terus bergera.

Di masa sekarang, inovasi sebagai hal mutlak jika pelaku UMKM ingin tetap berkibar di dunia usaha. Tidak sedikit usaha yang bangkrut alias gulung tikar karena tidak mengindahkan urgent-nya inovasi untuk pengembangan usaha.

Inovasi begitu penting dilakukan agar pelaku UMKM dapat bertahan, terus berkembang, dan mencapai kejayaan mengikuti perkembangan zaman yang di hadapkan pada beragam gerakan bisnis. Persaingan bisnis yang ketat, menarik minat konsumen, membangkitkan gairah berkreasi, peluang usaha/bisnis baru, serta meningkatkan kualitas dan kinerja, hal inilah yang menjadikan inovasi penting dil;akukan juga.

Ragam Inovasi
Pelaku UMKM dapat melakukan beragam inovasi. Hal ini penting agar keberlangsungan usaha dapat terus dipertahankan. Berikut ini ragam inovasi yang dapat dilakukan pelaku UMKM, yaitu:

1. Inovasi Produk
Inovasi produk dilakukan agar konsumen tidak merasa bosan dengan produk yang itu-itu saja. Keberagaman produk membuat konsumen jadi banyak pilihan.

2. Inovasi Marketing
Inovasi marketing dapat dilakukan pelaku UMKM antara lain, membuat video tutorial, membuat meme di channel media sosial, membuat e-flyer, menaruh iklan di microsite atau microblog, atau memberikan sampel produk cuma-cuma.

3. Inovasi Proses
Inovasi proses dapat dilakukan pelaku UMKM seperti penyingkatan waktu proses produksi. Proses yang tadinya perlu waktu 1 jam, dapat disingkat menjadi setengah jam, misalnya.

4. Inovasi Teknikal
Inovasi teknikal dapat dilakukan pelaku UMKM mulai dari teknik pengawasan, teknik pengerjaan, maupun teknik desain atau packaging.

5. Inovasi Administrasi
Inovasi Adminsitrasi berupa pengimplementasian kebijakan oleh pelaku UMKM untuk kepentingan usaha dan diketahui publik yang memiliki unsur-unsur kekinian dan kebermanfaatan untuk konsumen.

Berkolaborasi
Kolaborasi atau kerjasama sangat penting dilakukan pelaku UMKM karena memberi banyak manfaat, yaitu:
a. Memberikan perubahan positif
b. Membuat inovasi
c. Mendapatkan ragam inspirasi
d. Saling belajar satu sama lain
e. Menyelesaikan masalah dengan mudah
f.  Memperluas jaringan

Sesungguhnyalah, kolaborasi tidak akan membuat pelaku UMKM kelihatan rendah di hadapan para pelaku usaha lainnya. Kolaborasi mampu membuat pelaku UMKM menciptakan produk atau layanan yang disukai konsumen. Sebaiknya, pelaku UMKM bergabung dalam satu komunitas untuk memberikan beragam pencerahan usaha.

Pencatatan Keuangan Pelaku UMKM
Sudah semestinya, pelaku UMKM melakukan pencatatan dan analisis untuk membuat keputusan yang tepat dalam pengembangan usaha yang dilakukannya. Memisahkana keuangan pribadi dan usaha menjadi hal mutlak agar tidak terjadi tumpang tindih keuangan yang ujungnya merugikan usaha.

Banyak pelaku UMKM yang gagal dalan pengelolaan keuangan karena mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, tidak pernah menghargai diri sendiri atau dengan kata lain tidak menggaji diri, tidak mencatat setiap transaksi yang terjadi, tidak membuat laporan keuangan yang jelas,  dan tidak melakukan analisis usaha berdasarkan laporan keuangan yang terjadi.

Bagaimana pelaku UMKM tidak terjebak dengan hal-hal tersebut? Sudah semestinya membuat perencanaan. Memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mempertimbangkan sebelum melakukan pengeluaran. Lakukan pengeluaran untuk hal yang memang dianggap sangat urgent. Membuat laporan keuangan dan analisis penggunaannya menjadi pekerjaan wajib agar jalannya uang dapat ditelusuri.

Pelaku UMKM meski cerdas dalam hal keuangan. Ada banyak aplikasi yang dapat membantu pelaku UMKM dalam pencatatan keuangan untuk mempermudah setiap proses transaksi yang terjadi. Gunakan telepon genggam untuk melakukan pencatatan. Lebih baik lagi jika ada seperangkat komputer yang dikhususkan untuk kerja keuangan.

Menabung menjadi syarat mutlak pelaku UMKM. Pilih metode pembiayaan yang tidak mencekik leher. Investasi emas di Pegadaian salah satunya atau asuransi. Siapkan dana atau dana cadangan biaya tak terduga untuk keluarga. Hal ini sebagai antisipasi agar jika terjadi sesuatu hal, keuangan tetap aman terkendali.

Jadi, buat  pelaku UMKM kini tak perlu risau, Pegadaian memberikan fasilitas kemudahan untuk dana operasional usaha Anda. Bersama Pegadaian tak ada lagi derita. Bersama Pegadaian, SenyuM semakin terkembang, usaha makin berkembang. 

Tentang Pegadaian LihatTentang Pegadaian





 

Tuesday, June 23, 2020

Ayo Covid Test Melalui Halodoc

Janngan takut untuk Test Covid [Sumber: www.cbncindonesia.com]

Siapa sangka siapa nyana, dunia yang mulanya adem ayem dan riang gembira, tetiba digemparkan dengan makhluk tak kasat mata. Hampir setengah isi dunia dibuat heboh, rusuh, dan gelisah. Kocar-kacir bak butiran debu diterbangkan angin. Roda perekonomian yang mulanya berjalan lancar, kini tersendat berjalan perlahan. Hal yang lebih menyengsarakan, banyak nyawa anak manusia terenggut karenanya. Bahkan melihat sisi lain dunia begitu banyak mayat bergelimpangan di tengah jalan.



Sedih, kesal, marah? Ya! Namun, tak bisa kita berlama-lama larut dalam kesedihan, kekesalan, bahkan kemarahan. Tak bisa dipungkiri, dampak terbesar dari makhluk yang bernama Corona itu sangat terasa. Hampir seluruh dunia terpukul. Aktivitas jadi terbatas. Ruang gerak tak bisa bebas. Berjarak satu sama lain.



Social distancing (jaga jarak) untuk tidak berkumpul beramai-ramai jadi pengejawantahan baru semenjak corona hadir. Begitu pula penggunaan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, mengganti pakaian sesegera mungkin setelah beraktivitas di luar.  Lembaga-lembaga kesehatan tak memicingkan mata melihat bencana dan duka yang melanda negeri zamrud khatulistiwa.



Ya, dari hampir seluruh Negara, Indonesia menjadi salah satu Negara yang disorot dunia dengan hadirnya kasus corona ini. Bagaimana tidak, pola hidup sehat dan bersih yang sebelum-sebelum kasus ini muncul sering diabaikan, kini mau tidak mau, entah unsur keterpaksaan atau memang kewajiban, mesti melakukan kebiasaan baru.



Kini, cuci tangan, pakai masker, maupun mengganti baju setelah bepergian sesegera mungkin, sudah mesti diterapkan. Untuk menjaga dan mengantisipasi penyebaran covid membengkak, pemerintah pun turun tangan mencegah. Mau tidak mau, roda perekonomian berjalan melambat. Pusat-pusat kesehatan untuk menangani kasus covid semakin membengkak. Rumah sakit-rumah sakit banyak yang menjadi rujukan.



Orang-orang semakin membatasi diri untuk tidak bepergian, ngemall, kumpul-kumpul di tempat umum, makan di resto, dan aktivitas lainnya yang melibatkan banyak orang. Ya, salah satu unit pelayanan kesehatan, HALODOC mengambil peran tindakan preventif dalam memutus mata rantai corona. Mungkin belum ada yang tahu apa itu Halodoc ya teman-teman.



Halodoc merupakan aplikasi berbasis online sebagai bentuk kepedulian dari solusi kesehatan inovatif yang membantu dan mempermudah pasien dalam menghemat waktu dalam menebus resep obat di rumah sakit, baik racikan maupun nonracikan. Halodoc juga mengakomodir masyarakat untuk dapat menerima bantuan medis yang diperlukan dengan aman.



Saya pribadi pernah mengalami ketika antri ke dokter yang menyita waktu berjam-jam. Sama halnya ketika saya membeli obat di apotek. Namun, dengan Halodoc, waktu saya sangat hemat, tenaga pun tak terkuras, obat yang dicari pun dapat segera sampai.  Halodoc ini pun sangat membantu saya karena memang tujuan utamanya adalah memberi kemudahan kepada masyarakat dalam menerima akses layanan kesehatan untuk seluruh masyarakat.



Enaknya lagi, aplikasi Halodoc berisi fitur-fitur yang dapat membantu pengguna memperoleh layanan medis, seperti obat-obatan, panggilan suara, dan panggilan video dengan dokter yang tersedia 24 jam. Aplikasi Halodoc ini pertama kali ada di 2016 tepatnya pada April 2016. Seiring bergulirnya waktu, akses  pelayanan kecepatan waktunya hanya 30 detik saja. Benar-benar hemat. Pokoknya, segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan dipermudah dengan Halodoc.



Nah, bicara Halodoc tentunya bicara kesehatan. Tak saja Indonesia, tapi dunia pun dilanda virus corona. Mau tidak mau fasilitas kesehatan semakin banyak diperlukan. Kepedulian kesehatan ini pun difasilitasi oleh Halodoc. Untuk kalian yang ingin melakukan Covid Test Jakarta dan berada di wilayah Jakarta dapat langsung merujuk Halodoc.



Jangan pernah takut untuk melakukan Covid Test, mengapa? Kita tidak tahu apa yang ada dan terjadi dalam tubuh kita. Mungkin dari luar terlihat sehat-sehat, namun ketika di test ternyata mengandung bibit virus yang dapat memicu perkembangan corona. Terapkan pola berpikir positif untuk setiap permasalahan mengenai covid dalam diri. Perbanyak membaca berita benar dan bukan hoax. Namun tetap dibarengi dengan bertanya pada ahli.  



Kejadian di sekitar wilayah tempat tinggal saya, telah diberi peringatan untuk tidak berkerumun, mengadakan acara, dan makan di tempat makan beramai-ramai. Namun, peringatan yang telah dikeluarkan oleh ketua RT bahkan camat setempat tak diindahkan. Alhasil, menerima berita tak sedap bahwa salah satu dari mereka yang melakukan aksi kumpul-kumpul bareng, ketika pulang ke rumah mendadak demam.


Sementara itu demamnya menurut anggota keluarga dianggap sebagai deman biasa. Selang beberapa waktu kemudian kondisinya semakin parah. Tak berapa lama kemudian, saya mendengar kabar duka bahwa tetangga yang tersebut dideteksi terkena corona dan telah meninggal dunia. Benarlah, jangan pernah abai pada peringatan. Patuhi secara bijak, tahan diri untuk tidak berkumpul beramai-ramai. Insya Allah, aman.






Nah, di Jakarta sendiri untuk melihat daftar Covid Test Jakarta bisa langsung cek di sini. Waspada pada sekitar (lingkungan), waspada untuk kesehatan diri dan keluarga, dan waspada ketika Anda melakukan aktivitas di luar rumah yang melibatkan beberapa orang. Saya pun berpesan untuk diri sendiri dan untuk kita semua, pakai masker, bawa sabun (sabun cair) atau hand sanitizer, dan mengganti baju sesegera mungkin setelah beraktivitas.  Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita dapat melakukan aktivitas tanpa ada rasa takut. Semoga.