Selasa, 14 Maret 2017

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN): Karya Anak Bangsa Lintasi Benua

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia menjadi salah satu perusahaan otomotif  terbesar di Indonesia. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (yang dulunya dikenal dengan  PT  Toyota Astra Motor) sebagai industri papan atas di Indonesia, tentunya sudah memiliki sistem kerja dan sistem manajemen yang  sudah jelas pula. Tapi hal ini bukan berarti bahwa semua sistem kerja sudah ada, dan sistem yang sudah ada tidak perlu ditingkatkan dan diadakan perbaikan, tetapi perlu ditingkatkan dan perlu perbaikan atau improvement, untuk lebih memudahkan proses pekerjaan sehari-hari tentunya dengan hasil yang optimal. Dalam dunia industri, bekerja di area sistem dan kerangka yang sudah jelas adalah dambaan setiap orang. 

PT TMMIN Karawang
Foto: Dok. http://4.bp.blogspot.com/
Artinya, setiap orang yang masuk dalam lingkungan kerja atau dunia kerja yang sudah tertata rapi baik dari segi aturan kerja,  follow up pekerjaan, hingga sistem manajemen. Di dalam perusahaan yang besar seperti  PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia pada praktiknya sehari-hari masih banyak hal-hal yang harus ditingkatkan.  Apalagi jika kita masuk lagi dalam divisi-divisi yang ada di dalam PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Tetapi, peningkatan sistem pekerjaan di TMMIN lebih kepada hal-hal kecil yang menjadi perhatian bersama managemen, pekerja, termasuk juga kunjungan kerja.

Bersyukurlah saya, karena pada Kamis, (23/02/2017) berkesempatan untuk  berkunjung langsung ke TMMIN di Karawang bersama rekan-rekan  Blogger dan Mahasiswa/i dari beberapa universitas di Jakarta dan luar Jakarta yang difasilitasi oleh Liputan6.com. Ke sana, melihat proses perakitan mobil-mobil yang “wah” punya dari TMMIN. Jika tak berkunjung langsung, jujur saja,  saya tidak akan pernah tahu bahwa mobil-mobil yang sebenarnya berseliweran di jalan-jalan raya, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta adalah hasil produksi TMMIN.  Sebut saja merek Kijang Innova, Sienta, Fortuner, Etios Valco, Vios & Limo, juga Yaris.

Setiap yang berkunjung dikenalkan dan diberitahukan standar regulasi keamaan di PT TMMIN
Foto: Dok. Pribadi
Tak kalah mengagumkan dan membuat saya bangga adalah itu semua diproduksi oleh anak-anak bangsa.  Satu hal yang membuat bulu kuduk saya berdiri saat mendengar paparan salah satu petinggi TMMIN, bahwa mobil-mobil itu telah melintasi benua dan samudera alias diekspor ke luar negeri. Semakin banggalah saya, bahwa karya anak bangsa melesat menembus belahan dunia di luar sana. Memang benarlah adanya bahwa keberadaan Toyota harus dapat memberikan manfaat untuk bangsa Indonesia sendiri.

Dibawa ke bagian ini yang sebelumnya saya tidak mengerti sama sekali, mengagumkan!!
Foto: Dok. Pribadi
Teknologi tinggi yang dikuasai anak negeri menjadikan Toyota semakin diminati. Anak-anak bangsa mampu mengembangkan kendaraan  seperti yang diingin para konsumennya. Hasil nyatanya adalah TMMIN menerapkan Toyota Production System  (TPS) untuk rangkaian produksinya. Tujuan metode itu sebagai salah satu bentuk efisiensi untuk mengurangi hal-hal yang tidak diperlukan. Penerapan TPS dilakukan oleh TMMIN di lima pabrik  yang berada di Jakarta Utara dan Karawang. Pantaslah TMMIN menyatakan bahwa mereka memproduksi  berlandaskan  konsep built in quality  dan just in time.

Apa sih sebenarnya built in quality itu? Ya, TMMIN memproduksi barang dengan tingkat presisi yang sempurna. Hal itu untuk mengetahui agar hasil yang diharapkan berkualitas tinggi atau zero defect. Sementara, just in time artinya,  TMMIN sangat menjaga kepuasan konsumen dan juga menjaga ketepatan waktu  kapan selesai produksi dengan tetap mengedepankan kualitas.
 
Produksi harus high precicion
Foto: Dok. Pribadi
Dari sini pula bermula bahwa TMMIN sangat peduli terhadap para pekerjanya. Untuk itu, tak dapat dihindari bahwa Toyota benar-benar menciptakan lingkungan yang sangat bersahabat untuk para karyawan Toyota dan warga sekitar industri. Dari suasana bekerja yang menyenangkan untuk semua karyawan, TMMIN berharap dapat menciptakan hasil karya yang luar biasa.

Teman TMMIN mendapat penjelasan tentang produksi
Foto: Dok. Pribadi
Oleh karenanya, kualitas sumber daya manusia sebagai pemegang peran sangat penting atau ujung tombak dalam proses produksi. Ini menjadi fokus utama TMMIN.  Untuk terus meningkatkan skill SDM-nya,TMMIn pun rutin melakukan pelatihan di TMMIN Learning Centre. Nah, dari sinilah diharapkan lahirnya SDM-SDM yang berkualitas dengan produk yang berkualitas pula. Hal itu sejalan dengan semboyan TMMIN We Make People Before We Make Product.

Karyawan dituntut untuk kerja teliti dan fokus
Foto: Dok. Pribadi
Nah, teman TMMIN, di TMMIN ini ada beberapa pusat pelatihan untuk para karyawannya, Pusat pelatihan  TMMIN 1 (Vehicle) berlokasi di Karawang  plant 1 dan 2, yang memiliki luas 3.700 m2 dengan kapasistas 360 orang/bulan/secara bergilir. Area praktikumnya terdiri dari 13 Dojo, yang juga termasuk 5 fasilitas simulasi dinamis dengan empat ruang kelas.

Pusat Pelatihan TMMIN 2 (Vehicle) yang berlokasi di Sunter 2 dengan luas 3.530 m2 berkapasitas 194 orang/bulan/secara bergiliran. Area praktikum ada 13 Dojo dengan lima fasilitas simulasi dinamis dan emapt ruang kelas.  Pusat Pelatihan TMMIN 3 (Unit). Berlokasi di Karawang dengan luas 1.200 m2. Ada tujuh Dojo, memperkenalkan dojo terbaru (kelas training dan fasilitasnya), ruang khusus untuk casting bertekanan rendah (teknologi aluminium).

Nah, selanjutnya adalah Toyota Indonesia Academy. Berlokasi di Karawang dengan luas 10.000 m2 untuk  tanah, dan bangunannya sendiri 1.000 m2. Tujuan dibangun TIA ini untuk menciptakan sumber daya manusia yang benar-benar  berkompeten di bidangnya, khususnya untuk industry otomotif Indonesia dengan kurikulum  berkisar pengetahuan umum, kemampuan praktik, dan budaya industri.

Untuk masuk kedalam pabrik harus ada atribut ini
Tanpa ada atribut ini, saya tidak dapat memotret proses produksi
Foto: Dok. Pribadi
Grand Design Industri TMMIN ini sangat luar biasa, menciptkan lingkungan kerja yang bersih, tenang, dan nyaman untuk menunjang proses produksi yang dilakukan oleh para karyawannya dalam menghasilkan produk berkualitas. Hebatnya lagi, prinsip tersebut langsung digagas oleh karyawan TMMIN sendiri, dari karyawan untuk karyawan dan dikembangkan  dari input yang diberikan oleh karyawan pula. Di sinilah maksudnya kerja secara bersinergi.  Dari sini pula PT TMMIN beroleh award berupa Good Facgory Award 2016 dari Japan Management Association (JMA).  Dari tempat kerja yang bersih pula, mulai 2007, PT TMMIN pun berhasil menyabet award di World Skill Award sebanyak enam kali. Pada 2015, TMMIN berhasil mendapatkan medali perak dan perunggu untuk kategori Prototype Modelling dan Plastic Die Engineering.


Alur produksi PT TMMIN
Foto Dok. Pribadi
Nah, Teman TMMIN, ke mana sajakah barang-barang (mobil) yang diproduksi PT TMMIN ini melanglang buana menembus samudera lintas benua?  TMMIN yang berlokasi di Indonesia  sebagai perusahaan manufaktur otomotif yang punya standar internasional sangat mendunia. Aktivitas ekspor  sudah berjalan lebih dari 29 tahun, sejak mulai ekspor pada 1987 ke lebih 80 negara di dunia.

Karya anak bangsa yang sudah melintasi benua
Foto: Dok. Pribadi
Ekspor perdana TMMIN berupa Toyota Kijang Generasi 3 tahun 1987. Negara-negara mana sajakah yang sudah disinggahi TMMIN ini teman TMMIN? Belum pada tahu, kan? Ya, negara-negara yang sudah disinggahi PT TMMIN ini meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Eropa, Asia, Jepang, negara-negara ASEAN, dan termasuk pula Kepulauan Pafisik. Bahagianya Indonesia, ternyata Toyota sebagai merek telah menyumbang 85% dari total ekspor  otomotif nasional Indonesia.

Negara-negara tujuan ekspor produksi TMMIN
Foto: Dok. Pribadi
Pada kesempatan kunjungan industri ini, saya diperkenankan untuk masuk meninjau langsung suasana dalam pabrik. Hebat, semua tertib dan tertata rapi. Masuk dengan aturan-aturan yang memang diperuntukkan untuk keselamatan  siapa saja. Beberapa peralatan diberikan kepada saya, seperti kaca mata. Kaca mata ini sangat berguna untuk melindungi mata dari  percikan bunga api karena potongan baja atau pelat. batch media untuk izin pengambilan foto di dalam industri, karena tak sembarangan mengambil gambar atau foto di pabrik tanpa ada tanda khusus dari pabrik.  Sepatu kets, diperuntukkan agar kaki terhindar dari bahaya yang memungkinkan tergelincir karena baut atau mur juga serpihan logam.
Kaca mata, salah satu atribut yang harus dipakai saat masuk pabrik
Foto: Dok. Pribadi
Ketertiban yang jelas-jelas terlihat adalah, tatkala masuk industri ke ruang perakitan, saya diperlihatkan bagaimana menyeberang dengan tertib. Tunjuk dan menoleh ke kiri dan kanan, pastikan aman, selanjutnya menyeberang. Bisa jadi, hal ini bagus pula diimplementasikan pada orang-orang yang menyeberang di jalan raya, dengan tanda-tanda zebra cross yang sudah tersedia.  

Saya pun dibawa berkeliling  di seputaran pabrik, mulai dari pembuatan bodi, kaki-kaki, perakitan, dan mobil siap jadi untuk uji kelayakan. Semua benar-benar dilakukan dengan presisi yang sangat  tinggi,  boleh dibilang tanpa cacat (zero defect). Notabenenya adalah ini kendaraan untuk kebutuhan sehari-hari di jalan dan mau tidak mau harus benar-benar aman dan nyaman. Cacat sedikit barang yang diproduksi diberi tanda dan dikembalikan lagi untuk diperbaiki.

Saat saya masuk ke dalam pabrik dan dijelaskan oleh salah satu representatif TMMIN
Foto: Dok. Pribadi
Kepresisian  barang atau produk TMMIN sebagai satu keniscayaan yang tak bisa dipungkiri. Saya lihat sendiri, barang-barang yang sudah diproduksi tetapi saat lewat quality control masih ada yang cacat, barang diberi tanda, dan segera diperbaiki. Inilah dalam istilah saya, ketelitian dalam bekerja. Jadi,  jika pekerjaan yang dilakukan sepenuh hati, apalagi mencintai pekerjaan itu, semua akan terasa mudah dan dimudahkan. Begitu pula dengan pekerja-pekerja PT TMMIN. Wajah lelah terbayar dengan hadirnya hasil karya mereka yang mendunia.

Salah satu produksi PT TMMIN, Kijang Innova keluaran terbaru
Foto: Dok. Pribadi
Teman TMMIN juga mungkin baru tahu, bahwa Fortuner dan juga Innova terbaru itu diproduksi oleh PT TMMIN, kan? Bersyukurlah saya dan kita tentunya, jadi tahu bahwa mobil-mobil seperti Fortuner, Kijang Innova, Sienta, Etios Valco, Vios & Limo, serta Yaris bukan diproduksi di luar negeri, tetapi hasil karya anak bangsa yang diproduksi di dalam negeri. Bahkan, hasilnya pun sudah beredar di lintas benua. Hebat!

Innova terbaru hasil karya anak bangsa
Foto: Dok. Pribadi
Pastinya,  Toyota tak hanya peduli di dalam lingkungannnya sendiri. Tetapi, mereka sangat sadar bahwa tanpa dorongan dari masyarakat sekitar TMMIN bukan apa-apa. Dari sinilah ada empat hal yang diwujudkan oleh Corporate Social Responsibility (CSR), melalui pendidikan, lingkungan, keamanan berlalu lintas, serta adanya  keterlibatan warga sekitar (pemberdayaan) masyarakat dan kegiatan sosial .

Dari sisi pendidikan, TMMIN membuat program Toyota Eco youth, yaitu melibatkan dan memberdayakan generasi muda untuk terus bergiat dalam bidang penelitian lingkungan serta pendirian Yayasan Toyota dan Astra.  Tujuannya untuk memberikan kontribusi mengembangkan pendidikan dan kecerdasan anak bangsa.

Fortuner, salah satu produksi PT TMMIN
Foto: Dok. Pribadi
Dari sisi lingkungan, TMMIN berperan lebih aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai cara. Salah satunya menggalakkan penanaman pohon dan melakukan kegiatan cinta lingkungan.  Nah, kegiatan ini pernah dilakukan di Toyota Forest seluas 15 hektar di Industri Toyota Karawang dan sekitar satu juta tanaman bakau di Pantai Utara Jawa.

Dari sisi keamanan berlalu lintas, sebagai produsen roda empat, sudah sepantasnya TMMIN menyosialisasikan cara berkendara yang aman untuk seluruh masyarakat Indonesia. TMMIN juga ikut berperan serta memperbaiki kondisi jalan di Jakarta dan sekitarnya. Untuk pemberdayaan masyarakat serta kegiatan sosial yang menunjang keberlangsungan CSR TMMIN, TMMIN melakukan pembinaan masyarakat yang tinggal di kawasan Sunter juga Karawang, seperti mengadakan pelatihan dan pendidikan kesehatan, income generating activities, dan infrastruktur.


Masih belum percaya dengan karya anak bangsa yang sudah melintas benua dan samudera? Apa masih belum yakin kalau belum berkunjung sendiri ke pabriknya? Saya sudah berkunjung dan menyaksikan langsung proses A to Z-nya, kamu kapan?

0 komentar: