Minggu, 24 Juli 2016

Nusantara Sehat, Cara Pemerataan Dokter ke Pelosok


Program Nusantara Sehat Kemenkes: Foto: Dok. Kemenkes
Mungkin, satu di antara kita ada yang bercita-cita ingin menjadi dokter. Alasan kenapa ingin menjadi dokter banyak jawaban. Salah satunya untuk mengobati orang sakit, membantu sesama, hingga sebagai satu profesi yang menjanjikan. Ada pula yang mengatakan, profesi dokter itu sebagai profesi terhormat, artinya dihormati banyak orang. Terlepas dari itu, semua profesi itu mulia, hanya saja bagaimana cara kita menggunakan atau memperlakukan profesi yang melekat dalam diri.

Dokter di Indonesia, khususnya Jakarta sudah berhamburan. Tak lain karena Jakarta sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis dan perekonomian. Mau tidak mau semua tertumpah di Ibukota. Profesi dokter di Jakarta termasuk profesi berbiaya mahal. Mereka betah di Ibukota karena kemudahan akses informasi. Bagaimanan pun, Jakarta menjadi lahan subur untuk profesi dokter.

Dalam perjalanannya, tenaga kesehatan khususnya dokter dan dokter gigi masih terbilang jarang untuk beberapa daerah di Indonesia. Upaya pemerataan tenga kesehatan sudah pernah dilakukan sebelumnya melalui Kementerian Kesehatan dengan nama PTT. Seiring bergulir waktu, PTT dihapuskan dan beralih nama menjadi Program Nusantara Sehat.

Nusantara Sehat sebagai salah satu cara kemenkes dalam mewujudkan pemerataan kesempatan untuk dokter-dokter berkiprah di daerah. Program tersebut sebagai upaya untuk mendukung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai program yang diutamakan pemerintah untuk menciptakan masyarakat sehat mandiri dan berkeadilan. Dokter menjadi salah satu pasukan paling depan untuk bidang pelayanan kesehatan masyarakat yang berfungsi memberikan layanan kesehatan melalui tindakan preventif dengan pendidikan kesehatan, konseling, dan skrining.
Nusantara Sehat yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan ini bukan tanpa tujuan. 

Sebagai satu institusi yang bergerak meningkatkan angka kesehatan, dibentuknya Nusantara Sehat ini dalam rangka memperkuat pelayanan kesehatan primer, melalui peningkatan akses dan kualitas kesehatan dasar di DTPK (Daerah Tetinggal, Perbatasan, dan Kepulauan) dan DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan), dan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menggerakkan pemberdayaan masyarakat, dan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, serta meningkatkan retensi tenaga kesehatan yang bertugas di DTPK. Sebagai program lintas unit utama di Kemenkes, tidak hanya berfokus pada aktivitas kuratif semata, akan tetapi promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat dari daerah yang sangat memerlukan sesuai Nawa Cita.

Dokter yang mengikuti program Nusantara Sehat ini adalah pengabdian. Di manapun ditempatkan harus bersedia menjalani. Karena, Program Nusantara Sehat dibuat tidak main-main. Mereka (dokter) yang mendaftar harus menjalani serangkaian tes untuk memastikan keikutsertaan mereka untuk ditempatkan di manapun di wilayah NKRI ini.
Dokter Mari. S.Purba, salah seorang dokter Program Nusantara Sehat
Yang Ditempatkan di Boven Digoel. Foto: Dok. Pribadi
Salah seorang dokter yang mengikuti Program Nusantara Sehat, Dokter Mari. S Purba, berbagi pengalaman dalam Diskusi Terbuka, “Karier Dokter dan Dokter Gigi di Era Jaminan Kesehatan Nasional”. Dalam diskusi tersebut beliau mengatakan, “Kami, mengikuti program Nusantara Sehat tidak dapat memilih tempat. Di manapun ditempatkan, kami harus siap. Dan kami sudah menerima seluruh konsekuensi dari keikutsertaan ini. Hal ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat”, ucap dokter yang pernah ditempatkan di Boven Digoel tersebut.

Kemenkes menargetkan, para peserta Nusantara Sehat ini berasal dari profesi dengan latar belakang kesehatan, seperti Dokter, Dokter Gigi, Perawat, Bidan, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Tenaga Farmasi, Tenaga Kesehatan Lingkungan, Ahli Teknologi Laboratorium Medik, dan Tenaga Gizi yang siap dan bersedia ditempatkan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di DTPK dan DBK.

Dokter dan Dokter Gigi Nusantara Sehat yang ditempatkan di daerah yang memerlukan kesehatan sebagai satu kesatuan atau bekerja dalam tim. Mereka tidak sendiri.  Daerah penempatan, sebelumnya telah dilakukan evaluasi oleh Tim Kemenkes. “Kami melakukan evaluasi ke lapangan sebelum Tim Nusantara Sehat di terjunkan”, ucap Drg. Usman Sumantri, M.Sc.
Drg. Usman Sumantri,M.Sc, dalam sambutannya. Foto: Dok. Pribadi
Adapun tujuan spesifik dari Program Nusantara Sehat Kemenkes ini adalah, memberikan pelayanan kesehatan untuk menjangkau daerah terpencil, menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menangani masalah kesehatan sesuai kebutuhan daerah, meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan yang bertugas, penggerakan pemberdayaan masyarakat, pelayanan kesehatan terintegrasi, serta peningkatan dan pemerataan pelayanan kesehatan.

Proses Implementasi Program Nusantara Sehat
Foto: Dok. Pribadi
Seorang dokter yang akan ditempatkan ke satu daerah perlu menjalani serangkaian seleksi hingga dia ditempatkan. Beberapa tahapan yang harus dilakukan seperti registrasi via online, seleksi tahap satu, seleksi tahap dua, pengumuman, pembekalan, dan penempatan.  Registrasi dapat langsung dilakukan melalui situs resmi www.nusantarasehat.kemkes.go.id.

Alur Seleksi Dokter Program Nusantara Sehat. Foto: Dok. Pribadi
Selanjutnya, Tim Nusantara Sehat yang lolos akan segera dikirimkan ke daerah yang sudah ditetapkan. Mereka ditugaskan pada fasilitas layanan kesehatan yang berada di 15 provinsi, 48 kabupaten/kota, dan 120 Puskesmas DTPK dan DBK yang berada di seluruh Indonesia.

Peta Sebaran Program Nusantara Sehat. Foto: Dok. Pribadi

Target Program Tahun 2016 untuk periode I, seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai unit capaian, dengan jumlah pencapaian sebanyak 70 Puskesmas, 630 tenaga kesehatan yang sudah ditetapkan pada bulan Mei. Sementara, untuk Periode II, unit capaian masih Pusat Kesehatan Masyarakat, untuk jumlah capaian sekitar 60 Puskesmasm dan tenaga kesehatan berjumlah 540 orang, dengan rencana penempatan pada bulan Oktober 2016.

Kemenkes selalu memberikan dorongan dan motivasi untuk  tenaga kesehatan profesional berperan serta dalam program Nusantara Sehat dengan mendaftarkan diri, baik online melalui situs resmi Nusantara Sehat.
   
Tidak dapat dinafikan, menjadi seorang dokter itu tugas mulia. Lebih mulia lagi jika mengabdikan diri untuk masyarakat dan negara tanpa keluh kesah. Wajar saja jika dokter-dokter yang ditempatkan di daerah pelosok setiap bulan menerima "upah" tinggi. Melihat perjuangan  mereka di daerah terpencil, jauh dari informasi, pusat kota, dan perbelanjaan. 

Untuk dokter-dokter muda dan calon dokter, ditunggu pengabdian Anda untuk negara.







0 komentar: