Sabtu, 29 Oktober 2016

The Power of Content: Siapa Anda? Branding & Content Jawabnya

Saya, Anda, dan kita, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tetapi, bagaimana kekurangan yang kita punyai dimanfaatkan menjadi satu kelebihan. Banyak orang yang tidak mengerti ke mana arah dan tujuan yang sebenarnya. Banyak pula yang  tak  memahami apa yang mereka tulis, untuk siapa mereka menulis, bagaimana mulai menulis, dan sebagainya.
Ani Berta, "The Power of Content" dalam paparan dan sharingnya.
Foto: Dok. Pribadi
Yang lebih mengenaskan lagi, mereka tidak paham sesungguhnya sumber kekuatan yang mereka miliki. Terkadang justru lebih banyak melihat potensi atau kelebihan orang lain dibanding diri sendiri. Bagaimanapun dan siapa pun sudah diberikan garis sendiri-sendiri oleh Sang Khalik. Dikaruniai akal atau pikiran olehNya, itu berarti kita harus berpikir, menggali atau mencari tahu.

Sebagai orang yang berkecimpung untuk menyamakan persepsi dan menyeimbangkan pemberitaan dengan “gaya” yang dimiliki, sudah seharusnya blogger mengerti kekuatan yang dia tuliskan. Tak asal menulis, tetapi tahu tujuannya. Memberikan kekuatan pada satu isi tulisan, itu yang terpenting. Tulisan seorang blogger menjadi sumber kekuatannya.
Tepat di perhelatan Hari Blogger Nasional pada 27 Oktober 2016 lalu, bersama SEREMPAK, salah satu perpanjangan tangan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), bersama Bina Nusantara Business School, di FX Binus Senayan, saya mencoba mengulik dan menangkap pesan yang disampaikan oleh para narasumber mengenai kekuatan dalam satu konten. Konten yang disampaikan kepada khalayak menjadi gambaran isi yang ada dalam kepala seorang blogger. Konten seperti setengah nyawa, menurut saya.

Seorang Ani Berta, biasa disapa Teh Ani, memberikan semacam Pil Dopping untuk “menyawakan” konten yang akan disampaikan kepada umum. Membuat serangkaian laporan atau pemberitaan pada satu kegiatan dalam bentuk hard news,  mengandalkan pokok-pokok pemberitaan yang terjadi pada saat itu. Dikemas dalam bentuk  menggugah, dan maksimal dalam wkatu dua hari selesai untuk dilaporkan. Selesainya satu jalan berita dalam waktu yang tidak berlama-lama menjadikan berita tak basi.

Menjadi Maestro melalui Artikel, Why Not!
Foto: Dok Pribadi
Apabila menjabarkan cerita dalam bentuk feature uraikanlah rangkaian kejadian secara lebih mendidik terhadap satu objek atau peristiwa. Sifat-sifat yang memberikan informasi, mendidikm menghibur, atau meyakinkan, serta menggugah simpati atau empati pembaca tentang berita yang kita tulis.

Menarasikan dalam satu dua paragraf kejadian yang diikuti  pada saat kita berada di tempat tersebut. Penting, menginterview atau mengobservasi satu kejadian secara “detail” agar berita tersaji lebih akurat. Pengalaman sebagai guru paling berharga itu benar. Bagaimana tidak, konten yang dapat mempengaruhi pembaca adalah konten-konten yang biasanya ditulis dari orang-orang yang memiliki pengalaman menulis lebih.

Pemula dan berpengalaman sangat dapat dibedakan. Kekuatn konten menjadi peluru bagi kita untuk mengedepankan kelebihan dalam bentuk  kemasan menarik, membelalakan mata dan mengangakan mulut orang.

Menjadi seorang yang memiliki kekuatan dalam hal konten itu nilai Plus. Di sinilah peran besar diri untuk menggali secara intensif setiap kejadian. Interview, sebagai salah satu cara untuk mencari dan menggali informasi narasumber ketika terbatas waktu saat paparan. Tak akurat mungkin jika sajian berita tanpa data. Data menjadi satu kekuatan penulisan berita. Verifikasi atau  cek kembali setiap berita, data, atau sumber berita yang diperoleh.

Tak asal memasukkan atau menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Konten-konten yang kuat dan bermanfaat adalah konten yang benar data, benar berita, dan akurat tanpa rekayasa. Memberikan laporan dalam satu tulisan adalah penting. Seorang  blogger mungkin perlu mempersiapkan amunisi sebelum memberikan laporan untuk dipublikasi.
Hal yang sangat diperlukan dalam pembentukan artikel dan menambah kekuatan konten yang akan disampaikan adalahj dokumentasi berita. Dokumentasi ini dapat dalam bentuk foto, video, maupun infografis. Tanpa ini semua mungkin kekuatan konten yang dimiliki akan terasa pincang. Sajian artikel yang memiliki kekuatan tentu akan jadi nilai tambah untuk diri kita.

Pembentukan opini-opini logis untuk menjadi satu ilmu pengetahuan yang baru pun harus dapat dilakukan seorang blogger. Artinya, ada kekuatan konten yang dibuat harus masuk nakal. Terkadang, masih ditemui logika berpikir maupun opini logika yang terbalik-balik. Hal ini perlu diluruskan agar tak menjadi bumerang sehingga kekuatan konten tidak menjadi lemah di mata pembaca.

Hal baik yang dapat meningkatkan kekuatan konten kita adalah, konten mampu dan dapat mengundang orang untuk melakukan sesuatu. Atau konten menjadi acuan orang untuk melakukan hal-hal baik yang ditawarkan.

Sejalan dengan konten-konten yang memberikan kekuatan pada satu  tulisan, SEREMPAK (Seputar Perempuan dan Anak) menjadi salah satu sumbu kekuatan  konten untuk dibagikan kepada khalayak. Judul-judul yang sangat dekat dengan perempuan dan anak menjadi nilai kekuatan SEREMPAK untuk mengangkat isu mereka. Pengetahuan, Seputar Kesehatan Reproduksi, Pemberdayaan Perempuan dan Pendidikan Hukum, Kewirausahaan, dan Informasi Publik, sebagai konten-konten yang kuat dalam masyarakat.

Konten itu dapat mempengaruhi ukuran pencapaian audiens target kita. Selain itu mampu meningkatkan  peringkat mesin pencari terhadap konten yang kita buat. Dengan konten yang kuat, kita dapat melakukan begitu banyak pencapaian. Kekuatan konten yang kita berikan akan membentuk opini awal tentang diri kita. Otomatis, akan memberikan perhatian lebih kepada pengunjung blog atau website yang kita miliki.

Jika kita menulis konten-konten yang tak bermanfaat, otomatis pengunjung tak akan betah berlama-lama mengunjungi blog kita. Mereka akan langsung kabur pindah ke tetangga sebelah dengan cepat.

Kiat-kita praktis yang disampaikan narasumber SEREMPAK tersebut sebagai bentuk pembekalan dalam dunia blogger untuk peduli kepada sekitar. SEREMPAK memberi jalan untuk menuju sumber kekuatan konten dalam dunia perempuan dan anak yang begitu lekat dengan kita.

Branding, Siapa Kita
Sejalan dengan itu, Ina A. Muwarni, MM. MBA Deputy Head of Marketing Program Binus Business School Jakarta memaparkan pentingnya branding dari seorang blogger. Dia memberikan peribahasa-peribahasa menggugah. Seperti “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan Blogger jika sudah tidak ada meninggalkan…
Ya, melalu situs www.menti.com banyak yang memberikan pendapat, ketika blogger sudah tak ada lagi, karya yang ditinggalkannya untuk dikenang orang adalah TULISAN. Artinya, seorang blogger dengan tulisannya yang khas atau berciri akan dengan sangat mudah dikenal orang, itulah branding menurutnya. Branding menjadi ciri atau identitas yang dengan cepat dikenali dan dibedakan dalam blog yang kita tulis dengan blog-blog lainnya di pasar blog yang kita.

Tulisan, menjadi peninggalan berharga seorang blogger
Foto: Dok. Pribadi
Ketahuilah target audiens. Ya, siapa target yang akan disasar dengan blog yang kita tulis. Artinya, pilih tema yang memang benar-benar menjadi kesukaan atau passion kita. Kita hanya bisa bermakna untuk seseorang saja. Kita tidak bisa menjadi apa saja buat siapa saja. Mengenal pembaca kita itu penting dan menulis hal-hal yang mereka ingin baca itu baik.

Jika sudah memilih tema, fokus dengan satu tema yang sudah menjadi pilihan kita. Ciptakan personal diri. Memilih nama blog itu penting. Karena itu akan menjadi sumber berita Anda untuk ke depannya. Warna-warna yang dipilih itu cerminan diri dan blog kita. Gunakan selalu gambar dengan memilih gambar-gambar yang ada secara bijaksana. Membangun brand sebagai sebuah investasi dan memang diperlukan. Suata saat, brand yang kita bangun akan menjadi investasi besar di masa depan.

Branding itu penting untuk Blogger
Foto: Dok. Pribadi
Ina pun menyampaikan bahwa diri kita perlu dijual dengan melakukan cara-cara berikut:
1.    Menulis
2.    Menjadikan media sosial sebagai teman
3.    Komentar
4.    Iklan dan gunakan analitik
5.    SEO menjadi hal penting


Dari konten sebagai satu kekuatan hingga “menjual” diri sebagai bentuk branding tak dapat dipisahkan. Semua jadi satu kesatuan. Sudahkah Anda  mem-branding diri Anda? 

0 komentar: