Senin, 14 November 2016

BROTHER & KRIYA INDONESIA: Cluth Cantik dari Kain Kulit Kayu

Sejarah mencatat, bahwa kain kulit kayu di Nusantara sudah ada sejak ribuan tahun silam. Tradisi ini sudah dimulai sejak zaman neolitikum hingga megalitikum. Bahkan, hingga hari ini, tradisi itu pun masih berlangsung. Salah satu daerah yang masih mempertahankan tradisi megalitikum tersebut adalah Lembah Bada, tepatnya di Provinsi Sulawesi Tengah, sekitar 360 Km dari Kota Palu.

Mesin Jahit BROTHER Tipe FS-101
Foto: Dok. Pribadi
Lembah Bada menjadi pusat penelitian para arkeolog dan peneliti kain kulit kayu di beberapa belahan dunia, sebut saja Jepang, Belanda, Hongkong, juga Taiwan. Pada 2014, pemerintah menetapkan tradisi kulit kayu menjadi warisan budaya tak benda, yang menjadikan tradisi pembuatan kain kulit kayu masih hidup hingga beberapa waktu mendatang.

Beberapa bahan untuk membuat cluth
Foto: Dok. Pribadi
Hal pokok adalah melestarikan tradisi, juga melakukan terobosan baru berkaitan  dengan peningkatan kehidupan ekonomi pembuat kain kulit kayu tersebut yang memang lebih pantas untuk kehidupan di zaman modern. Contoh nyata dalam hal ini adalah melalui Workshop Menjahit Bersama Brother dan  Pendiri Kriya Indonesia, Astri Damayanti untuk mengangkat kain kulit kayu yang bernilai ekonomi tinggi.
Ibu Tati Murtati (Kerudung Kuning), salah seorang Master Pengajar Kriya Indonesia
dan beberapa peserta Workshop kain kulit kayu
Foto: Dok. Pribadi
Tidak banyak yang tahu bahwa wastra kulit kayu tidak hanya dipakai sebagai pakaian, tetapi selama berabad-abad sudah digunakan sebagai media lukis di Bali dan pembuatan wayang beber di Ponorogo dan Pacitan (Jawa), juga naskah-naskah  yang ditorehkan dalam beragam tulisan.

Kita patut bangga, bahwa negara di dunia yang masih memproduksi kain kulit kayu adalah Indonesia. Sementara itu, negara-negara di belahan dunia lain sudah tidak melakukan aktivitas ini sama sekali. Tradisi ini sudah musnah di tempat mereka. Potensi kain kulit kayu di Indonesia masih sangat banyak dan memang dinanti.
Peserta Workshop mulai menyeterika bahan
Foto: Dok. Pribadi
Indonesia, sebagai satu-satunya negara di dunia yang masih membuat dan mempertahankan tradisi kain kulit kayu. Itu artinya, kain kulit kayu memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi dan menjadi aset sekaligus devisa untuk negara dalam bidang pariwisata. Oleh karenanya, kain kulit kayu yang masih dibuat di Lembah Bada yang juga sebagai pusat prasejarah megalitikum dapat mendukung dan menunjang ekonomi daerah setempat. Otomatis, hal itu akan dapat meningkatkan ekonomi penduduk.
Menjahit pertama dengan mesin BROTHER tipe GS-2500
Foto: Dok. Pribadi
Kain kulit kayu ini unik dan sangat menarik. Dapat diolah menjadi beragam produk yang sangat modis. Ketika saya berkunjung ke Lembah Bada, pembuatan kain kulit kayu masih dilakukan dengan cara-cara tradisional dengan teknik standar. Oleh karena itu, sangat perlu dilakukan upaya untuk dilakukannya percobaan mendapatkan  hasil pengolahan kain kulit kayu yang lebih baik.

Kain kulit kayu ini, menjadi barang yang sangat menarik di tangan-tangan orang kreatif. Semisal dibuat tas, dompet, tempat HP, juga tas laptop. Sisa-sisa kain yang sudah tidak terpakai lagi, dapat dibuat aksesoris, seperti kalung, gelang, gantungan kunci, sandal,dan sebagainya.
Pindah mesin untuk menjahit lanjutan dengan BROTHER tipe FS-101
Banyak pilihan jahitan
Foto: Dok. Pribadi
Kain kulit kayu berpotensi untuk dibuat peralatan rumah. Beberapa permukaan kain kulit kayu memiliki tekstur yang keras. Dapat saja dibuat untuk wadah atau kap lampu, tikar, sajadah, atau alas meja. Memang, selama ini yang masih menjadi kendala adalah kain kulit kayu jika kotor tidak bisa langsung dicuci atau terkena air. Oleh karena itu, perlu diberikan jalan keluar agar kain kulit kayu tahan terhadap air.

Warisan budaya ini sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan.  Kain kulit kayu menjadi barang bernilai ekonomi sangat tinggi. Tidak bisa tidak. Peran penting Kriya Indonesia dan Brother untuk mengangkat kain kulit kayu menjadi barang bernilai patut mendapat apresiasi. Kriya Indonesia melalui Pendiri sekaligus Master Penguji, Astri Damayanti bersama Mesin Jahit Brother, melakukan aksi nyata.

Kain kulit kayu, melalui tangan terampil para Craft Blogger dengan menggunakan mesin jahit Brother disulap menjadi Cluth yang cantik dan bernilai ekonomi tinggi. Ya, pada satu kesempatan, para craft blogger membuat cluth berbahan kain kulit kayu dengan padupadan kain batik atau sejenisnya.

Kali ini, saya menggunakan mesin Jahit merek Brother tipe FS-101. Hmm… mesin ini punya 100 jenis jahitan. Dengan lampu LED yang difungsikan saat kita menjahit di malam hari agar terlihat lebih terang dan jelas. Sementara itu, dengan mesin ini membuat lubang kancing hanya dalam satu langkah saja. Yang lebih mengasyikan lagi, kita bisa membuat jahitan alfabet yang memiliki 7 point feed (gigi atau gauge set).
100 macam jenis jahitan di mesin BROTHER tipe FS-101
Foto: Dok. Pribadi
Memiliki pemasang benang otomatis dengna pengaturan tekanan benang atas. Memiliki tombol pengaturan kecepatan jahit yang dapat disesuaikan dengan maksimal lebar jahitan mencapai 7 mm. sementara panjang jahitan hingga 5 mm. Nah, yang lebih membuat mesin ini enak dipakai tidak boros listrik. Dayanya hanya 40 watt. Dengan dimensi mesin (P) 413 x (L) 178 x 317 (T) mm.


Jahitan cluth terlihat lebih rapi dan menakjubkan. Hanya sekali tekan dan hitungan beberapa menit saja, jahitan cluth saya selesai. Brother dan Kriya Indonesia memberi nuansa baru dalam dunia jahit menjahit dan seni kerajinan di Indonesia. 


Cluth Kain Kulit Kayu yang saya jahit dengan mesin BROTHER Tipe FS-101
Sangat rapi dan cantik
Foto: Dok. Pribadi



  

1 komentar:

Ria Buchari mengatakan...

keren mas jun,,lanjutkan karyanya :)