Minggu, 30 April 2017

My Wish List Basket For a Year


Dulu, pernah ga ditanya-tanya sama orang sekitar atau guru sekolah, “Cita-cita kamu mau jadi apa?” Ada yang jawab jadi pilot, dokter, insinyur, teknisi, polisi, dan banyak lagi ya. Nah, begitu juga saya. Saat kecil, saya ditanya sama guru, cita-citanya mau jadi apa. Kala itu spontan saya jawab, mau jadi ahli pertanian. Hihihihi… tapi semuanya berubah seiring jalannya roda zaman.

Apa yang menjadi harapan di 2017 ini?
Foto: Dok. http://media.istockphoto.com/
Di SMP pun begitu, saya ditanya mau jadi apa. Saya jawab ahli bahasa. Dan, di SMA juga terjadi hal yang sama, pertanyaan yang sama, nanya cita-cita saya mau jadi apa. Saya jawab, jadi dokter. Dududuuuuu… Dokternya ga kesampaian, jadinya ahli Biologi sajalah.

Ada banyak daftar harapan yang satu per satu terwujud ada juga yang masih nyangkut. Di saat teman-teman saya masih kuliah, saya sudah bekerja dan menikmati gaji jadi orang gajian. Habis itu, saya juga ingin segera menikah, tapi siapa yang mau dinikahi? Wong saat bekerja, pergi pagi pulang petang, bagaimana mau ketemu pasangan?

Tetapi, Alhamdulillah, Allah SWT mungkin mempertemukan saya dengan gadis yang saya idam-idamkan setelah sekian tahun jojoba (jomblo-jomblo bahagia). Perjuangan juga dapetinnya. Mungkin karena niatnya baik dan benar, jadi dipermudah saja jalannya oleh Allah SWT. Akhirnya menikah.

Menikah ingin segera ada yang bisa ditimang-timang dan dibecandain, Alhamdulillah istri hanya kosong tiga bulan. Lahirlah anak pertama saya, lelaki masa depan keluarga. Tak dinyana, tiga tahun setelahnya lahir pula adiknya si abang, bayi perempuan mungil yang cantik dan gemesin. Lengkaplah sudah keluarga kecil saya.

Hari, bulan, tahun,terus berganti. Begitu pula roda kehidupan yang saya dan keluarga kecil jalani. Putaran roda-roda kehidupan terus berjalan. Terkadang di bawah, tetiba berada pada puncaknya. Tapi tak menyurutkan langkah untuk tetap terus maju menghadapi kehidupan yang lebih baik.

Dari tahun ke tahun, harapan-harapan baru muncul, meski harapan sebelumnya ada yang terwujud ada pula yang belum. Kalau belum terwujud, mungkin memang saatnya belum tepat. Percaya dan yakinlah, rezeki dari Allah SWT dengan berusaha sekuat tenaga berdasar cara-cara yang halal. Insya Allah, semua jadi berkah.

Sementara, harapan yang telah terwujud wajib disyukuri. Bisa jadi, dari harapan yang diwujudkan tadi, ada sebentuk ujian Allah. Ya, kita tidak tahu ujian dari Allah itu banyak  macam dan caranya, asal kita peka.

Tuliskan apa yang jadi keinginan
Foto: Dok. http://media.istockphoto.com/
Harapan-harapan yang sudah masuk ke dalam daftar panjang selama satu tahun ke depan untuk saya tidak muluk-muluk. Saya berpikir, apa yang saya harapkan, itu yang akan saya kerjakan. Bolehlah menggantungkan harapan setinggi langit, tapi perlu mengukur kemampuan diri. Sudah sampai atau belum, atau malah justru akan menyakitkan.

Untuk satu tahun ini (2017), ada keinginan untuk menyelesaikan paper-paper hasil riset beberapa waktu lalu yang belum sempat dibukukan. Berharap, ada satu dua buku lagi  yang bisa terbit dari hasil kunjungan dan riset tersebut.

Keinginan dari lubuk hati yang paling dalam untuk menyinggahi baitullah dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kurang satu apapun bersama keluarga tercinta. Memberikan wisata rohani untuk keluarga tercinta. Mengenal lebih jauh para bapak anbiya yang telah memberikan setetes ilmu kehidupan dan masih tetap dipertahankan untuk dipelajari.

Meningkatkan dan memperbaiki amal dan ibadah, menuju hal-hal baik dan benar. Mengupayakan untuk salat tak pernah ditinggalkan bukan sekadar menggugurkan kewajiban dan tepat waktu. Lebih banyak mengingat kematian dibanding mengingat harta-harta yang terkumpul tetapi tak diperjuangakan untuk jalan Allah SWT.

Kebahagiaan keluarga yang diberikan kepala rumah tangga untuk anak-anak dan istri tercinta. Mendidik dengan pola asuh islami model ajaran Rasulullah sebagai teladan umat. Tak pelak memang, apapun yang dicita-citakan tetapi hanya diucapkan, percuma! Aksikan dengan gerakan bukan sekadar canangan di kertas tak bersuara.

Sebagai pengejawantahan dari hal-hal yang sudah saya perbuat, berusaha mencapai kehidupan yang lebih baik itu wajar. Akan tetapi, memberikan untuk kemaslahatan dan kebaikan umat itu jauh lebih baik. Wish list yang tak panjang lebar tetapi berharap akan ada jalan terbuka lebar, amin.

#ODOP8  


0 komentar: