Jumat, 05 Mei 2017

Tips Aman (Tak) Bergosip


Gosip…perkataan tersembunyi (idle talk) atau bisa juga sebagai rumor yang menceritakan kejadian personal atau pribadi kepada orang lain. Biasanya juga dikenal dengan sebutan dishing atau tattling. Gosip,  digosok makin siiiip… katanya sih begitu. Melihat kebanyakan orang, (maaf) yang banyak melakukan gossip rerata kaum Hawa tak jarang, kaum Adam pun juga ada yang suka bergossip atau bergunjing.

Gosip, idle talk, dishing, atau tattling
Foto: Dok. http://www.gossipband.ie/
Gosip ini menjadi semacam “vitamin” penambah gairah, manakala bertemu dengan  teman. Awal mulanya dari pertemuan dua orang, merambat ke empat orang, delapan orang, hingga ratusan bahkan ribuan orang. Pembicaraan yang tidak terbatas dan sering menghina orang lain ini akan melibatkan pengkhianatan kepercayaan dan menyebarkan informasi sensitif atau penilaian yang menyakitkan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang gosip paling banyak memiliki tingkat kecemasan yang sangat tinggi. Mereka umumnya tidak terlalu populer karena mereka tidak bisa dipercaya. Menyebarkan informasi pribadi atau penilaian negatif sangat menyakitkan bagi orang lain dan mencerminkan buruknya pada si gossiper. 

Insya Allah, kembali lagi dengan mengingat Allah SWT, terutama ayat-ayatNya yang telah diturunkan. Ayat ini sebagai pengingat untuk kita dan saya sebagai muslim, agar menghindari  gunjing/gossip.


 يَأَيّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اجْتَنِبُواْ كَثِيراً مّنَ الظّنّ إِنّ بَعْضَ الظّنّ إِثْمٌ وَلاَ تَجَسّسُواْ وَلاَ يَغْتَب بّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتّقُواْ اللّهَ إِنّ اللّهَ تَوّابٌ رّحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. [QS. AlHujurat : 12].

Jelas ya teman-teman, bergunjing atau bergossip sama saja dengan memakan bangkai saudaranya sendiri. Apa tidak jijik makan bangkai? Kira-kira dilogikan seperti itulah orang-orang yang gemar bergunjing atau gossip.

Kenapa ya, orang kok suka yang namanya gosip? Ada beberapa hal yang menyebabkan orang-orang gemar sekali bergosip. Dia merasa punya kekuatan (superior) dibanding yang lain. Biasanya, kerena tidaknyamanan dalam diri seseorang tersebut, makanya mereka langsung cuatkan stigma buruk ke orang yang bersangkutan.

Hati-hati itu lebih baik daripada terjebak untuk diri sendiri
Foto: Dok. https://michealspencer.files.wordpress.com
Bisa jadi karena bosan mendera. Terkadang karena pembicaraan yang tidak menarik, apalagi bicara ilmiah, sepertinya tidak menarik, oleh karenanya, gosip di mata mereka dapat membangkitkan minat. Hadeh!! Iri hati pun demikian. Mereka bergosip hanya untuk menyakiti orang-orang yang sudah terkenal, punya bakat, dan memang punya gaya hidup kalau tak bergosip tak pas.

Nah, ada juga yang beranggapan kalau tidak gosip bukan bagian dari kelompok tersebut. Jadi, sepertinya harus ada “kewajiban” gosip terlebih dahulu untuk diakui sebagai kelompok tertentu. Akan tetapi, ketika penerimaan didasarkan pada “Dalam satu rahasia”, tidak didasarkan pada identitas seseorang, namun karena pengecualian dan kejahatan, mau tidak mau bisa diterima.

Mereka bergosip untuk cari perhatian. Ada orang yang sementara waktu ingin jadi pusat perhatian, karenanya menyebarkan gosip ke mana-mana. Akan tetapi, menyebar gosip atau rumor seperti itu seakan-akan membeli perhatian dan hanya sebagai dasar kecil untuk dirinya menjadi sumber berita.

Tersebab karena marah dan tidak bahagia, ketika seseorang mendapatkan retribusi dari ucapan yang diremehkan. Apakah salah membincangkan orang lain? Banyak orang punya rasa ingin tahu terhadap apa yang terjadi di antara orang-orang di dunia. Beberapa buku terbaik biografi  menceritakan kehidupan orang lain. Akan tetapi, biografi terbaik itu memberi pembaca pemahaman mengenai nuansa dan kompleksitas karakter seseorang melalui fakta. Tidak didasarkan pada penilaian satu sisi dan ofensif terhadap orang tersebut. Kuncinya terletak pada maksud seseorang ketika mendiskusikan orang lain dan punya hubungan.

Apakah ketika seseorang merasa superior atau ingin mendapat perhatian lantas meremehkan orang lain dengan bergosip? Tentunya, banyak cara lain ya. Misal, seseorang bergosip tentang X. Penting untuk tak memberi makan si gossiper dengan rasa ingin tahu, kesepakatan, juga pertanyaan lebih jauh. Memang, sebaiknya mengubah pokok pembicaraan. Sebaiknya ubah saja pokok pembicaraan.

Gosip menunjukkan ketidakpercayaan orang. Itu seperti membuat seseorang merasa makan apel yang  banyak sekali ulatnya. Ketika akhirnya wawasan, seluk-beluk hubungan dan perilaku manusia lebih menarik, menyenangkan, dan mencerahkan ketimbang penilaian dan rumusan satu dimensi.

Pikirkan sebelum berkata-kata
Foto: Dok.http://4.bp.blogspot.com/

Tips Aman Hindari Gosip

1. Pilih teman bicara
Pilih teman bicara satu atau dua orang saja yang benar-benar paham kondisi kita, bisa juga pasangan, atau orang yang menurut kita penting dan tidak “ember”. Berlatih menahan diri ketika ada orang lain ingin bergosip untuk tidak ikut. Pilih satu orang yang benar-benar dapat menjaga mulut dan perilaku dan siap mendukung kita ketiak kita sadar dengan apa yang akan diucapkan.

2. Jaga diri seketat mungkin
Belajarlah untuk memperhatikan kapan kita akan membuat komentar singkat, dan menghentikan diri sebelum melakukannya.

3. Perhatikan after taste
Sadarilah apa rasanya setelah kita bergosip. Ini akan berbeda bagi semua orang, tapi bagi saya ada efek samping seperti kegelisahan (bahu ketat, perut kencang) dan yang hanya bisa saya gambarkan sebagai perasaan khawatir telah mengatakan sesuatu yang akan saya sesali. Perhatikan di mana kita merasakan ketegangan di tubuh saat Anda terlibat dalam gosip.

4. Katakan TIDAK!
Matikan undangan untuk mengisahkan orang lain dalam situasi buruk. Cobalah mengubah topik pembicaraan saat teman ingin memiliki sesi bergosip. Mintalah mereka (secara bijaksana) untuk membicarakan hal lain, dan katakan kepada mereka bahwa Anda mencoba melepaskan diri dari kebiasaan gosip negatif. Kita akan menemukan bahwa banyak orang akan benar-benar berterima kasih.

5. Jangan terburu-buru menghakimi
Bila seseorang menceritakan informasi gosip tentang orang lain, tanyakanlah kebenarannya. Periksa sumbernya, jangan percaya sesuatu kecuali jika kita memiliki bukti jelas - dan fakta bahwa banyak orang mengatakan sesuatu tidak memiliki bukti yang jelas.

6. Cobalah menuntaskan satu hari dengan cepat untuk tidak bergosip
Putuskan selama satu hari penuh kita tidak akan membicarakan orang lain. Lalu, perhatikan saat sulit mendera kita. Amati perasaan apa yang mendorong kita untuk berbagi berita tentang seseorang atau mengulangi sesuatu yang telah kita dengar. Apakah keinginan kita bergosip berasal dari perasaan hampa atau bosan? Apakah itu berasal dari keinginan untuk berhubungan lebih dekat dengan orang yang Anda ajak bicara? Apa yang terjadi di dalam diri kita saat menolak dorongan itu? Bagaimana perasaan kita saat Anda melewati keseluruhan percakapan tanpa pernah berkata, Pernahkah Anda mendengarnya? Otomatis, orang yang akan mengajak kita bergosip, stop dengan sendirinya. Semoga!


Anda adalah apa yang keluar dari mulut Anda
Foto: Dok. http://cdnpix.com/
#ODOP 13

0 komentar: