Kamis, 20 Juli 2017

Blogger (Tidak) Menulis?


"Menulis itu bekerja untuk keabadian" (Pramoedya Ananta Tur)

"Menulis itu bekerja untuk keabadaian", ucap Pramoedya Ananta Tur
Foto: Dok. https://twowritingteachers.files.wordpress.com/ 
Hampir sebagian orang jarang atau tidak pernah mempertimbangkan kompleksitas dan kesulitan proses dari lahirnya satu tulisan. Memang, sebenarnya hal itu relatif terjadi karena menulis perlu keterampilan yang lebih mendasar dari hal lainnya.

Proses menulis paling awal misalnya, harus menggabungkan proses fisik dan kognitif yang kompleks untuk menggabungkan huruf dengan baik, tepat, dan lancar. Menulis itu proses melatih seluruh indera, terutama indera penglihatan, pendengaran, juga pencecap (mulut). Karena menulis tidak hanya menulis yang dapat dibaca, logis, dan teroganisir, tetapi juga  punya aturan tata bahasa dan sintaksis. Kombinasi persyaratan itulah yang membuat penulisan menjadi paling rumit dan sulit.

Kalau ditelisik sebenarnya apa pengertian menulis? Dalam bahasa Indonesia ada istilah yang dipakai, yaitu menulis atau mengarang (komposisi). Konsep menulis ini mengacu pada writing atau composing secara bergantian. Keduanya diwujudkan secara bersama-sama dalam aktivitas menulis secara nyata. Jadi, sebenarnya kalau boleh dibilang writing as creative design: composing is the central activity of writing, the familiar process of producing text on a page or screen.

Keterampilan menulis juga dapat kita sebut sebagai keterampilan menyusun kata-kata menjadi kalimat-kalimat yang benar secara gramatikal dan menghubungkan kalimat-kalimat  itu ke dalam urutan yang sesuai dan logis.

Menulis juga sebagai proses menyusun (generating) dan menyunting (editing) teks dalam berbagai bagian. Dalam hal ini mengambil tiga bentuk, yaitu 1) batasan struktur, 2) batasan isi, 3) batasan tujuan.

Struktur dibatasi dengan aturan susunan kalimat yang baik, paragraf yang baik, dan bentuk teks yang baik pula. Isi berasal dari gagasan yang harus disampaikan atau dituangkan dan bagaimana gagasan tersebut saling berhubungan. Sementara itu, tujuan ditentukan oleh tujuan penulisan serta model atau bentuk tulisan yang akan ditawarkan ke khalayak (pembaca).

Seseorang yang ingin terjun ke dunia penulisan perlu keterampilan pendukung dan memenuhi komponen dalam menulis, seperti kosa kata, menguasai sintaksis, dan mengenal struktur kalimat. Sebagai seorang Blogger, harus  tahu hal ini.

Keterampilan dasar dalam menulis perlu blogger kuasai. Penggunaaan tata bahasa contohnya, blogger mesti punya kemampuan kalimat yang benar dan wajar. Dari sisi mekanik ada kemampuan menggunakan aturan yang benar dalam bahasa tulis seperti tanda baca dan ejaan. Perlakuan isi, blogger mampu berpikir secara kreatif dan mengembangkan pemikiran, serta menghindari informasi yang tidak relevan. Stilistika, bagaimanapun juga, menjadi blogger perlu tahu stilistika, kemampuan menggunakan kalimat dengan baik, serta penggunaan bahasa yang efektif.

Stilistika ini salah satu cabang linguistik yang mempelajari bahasa seperti dialek, aksen, laras, dan lain-lain. Ilmu ini juga mencoba menerangkan alasan pemilihan ragam bahasa yang digunakan oleh individu (misal blogger) atau kelompok sosial tertentu, produksi penerimaan makna, analisis wacana, serta kritik sastra. Memberi penilaian, kemampuan untuk menulis dalam suatu acara atau cara yang tepat untuk tujuan tertentu dengan mempertimbangkan khalayak pembaca tertentu pula, juga kemampuan untuk memilih dan menata informasi yang relevan.

Sebagai blogger jangan asal menulis, menulis hanya karena ada bayaran, jangan pernah berpikir seperti itu. Tidak akan menulis kalau tidak dibayar. Mind set  yang seperti itu harus dienyahkan. Apa artinya kalau mencap diri sebagai blogger, tetapi blognya kosong melompong, tidak ada tulisan yang nangkring?

Jangan pula asal menulis. Perlulah blogger mengetahui tahapan proses menulis itu sendiri. Ada enam bagian yang perlu kita ketahui untuk tahapan proses menulis, yaitu 1) drafting, 2) structuring, 3) reviewing, 4) focusing, 5) generating idea, dan 6) evaluating (nanti akan saya buat dalam tulisan terpisah).

Nah, meski blogger hadir dalam satu acara, tetapi tak mendapat bayaran, minimal ada bagian positif yang dapat diambil. Apa itu? Menjalin relasi atau kerjasama dengan pihak penyelenggara, menambah pertemanan juga tali silaturahmi ujung-ujungnya rezeki tak terduga. Dengan begitu, akses informasi jadi semakin tak terbatas. Banyak akses yang terbuka luas dari sekadar datang ke acara lantas dibayar dan selesai hanya di situ. Kalau tak dibayar, berita tak dituliskan. Ada rasa menghargai dari pengundang bukan saja sekadar menggugurkan kewajiban.

Tidak juga blogger hadir di satu acara hanya jadi goodiebag dan quiz hunter. Motivasi semacam itu sih bisa saja dilakukan, tetapi terpenting lawan ego diri untuk melingkari mind set bahwa saya datang ke acara mau nulis atau tidak yang penting dapat tentengan, syukur menang kuis. Alamak!!

Nah, kalaupun blogger hadir di acara dan dibayar, lantas mau menuliskan, juga punya karateristik, kriteria, dan ada penilaian dari tulisan yang dibuat. Hendaknya, blogger buat tulisan yang baik secara jelas dan lugas, tulisan yang dibuat sebagai satu kesatuan yang utuh, singkat & padat tetapi tepat sasaran, memenuhi kaidah kebahasaan, dan komunikatif. Blogger itu penyampai dengan caranya asal tidak  berlebihan (lebay = slank/gaul).

Blogger yang datang ke acara sudah sepantasnya menuliskan acara tersebut. Sekali lagi, dibayar atau tidak. Itu bentuk apresiasi blogger kepada pengundang. Karena, acara tidak satu hari itu saja, akan tetapi akan terus berlanjut. Keberlanjutan itu yang seharusnya dijaga dan dipelihara oleh seorang blogger. Tidak berhenti hanya satu hari itu saja.

Blogger itu juga sebagai penulis yang baik dan efektif, artinya apa? Ya, penulis yang dapat mengomunikasikan pada khalayak pembacanya apa yang disampaikan secara tepat, jelas, menyenangkan, dan tanpa pemborosan kata. Hal ini sejalan dengan tujuan bahasa tulis itu sendiri, yaitu jujur tidak memalsukan gagasan atau ide; jelas tidak membingungkan khalayak pembaca; singkat tidak memboroskan waktu pembaca; dan keragaman menggunakan panjang pendek kalimat yang beragam.

Ada komunikasi efektif pula antara menulis dan penulis (blogger). Blogger tahu apa yang harus dikatakan, jika dia benar-benar tahu inti masalah yang ditulisnya. Tahu cara memberi struktur terhadap gagasannya; dan tahu cara mengekspresikan diri dengan baik dan serasi.

Selain datang ke acara dan tentu yang diharapkan menuliskan apa yang sudah seorang blogger datangi. Saya pribadi akan menilai kualitas tulisan yang dibuat. Ada beberapa hal yang menjadi indikator saya terhadap kualitas tulisan yang dibuat seorang blogger, yaitu relevansi dan kesempurnaan isi, organisasi, ada kohesi, kecukupan kosa kata untuk tujuan menulis, tata bahasa, tanda baca, ejaan, dan kesesuaian bahasa dengan konteks dan fungsi tulisan.  

So, mengapa menulis itu penting untuk seorang blogger baik dibayar maupun tidak? Menulis itu banyak digunakan dalam semua bidang kehidupan manusia. Melalui menulis, seseorang mampu menjadi pembaca yang baik. Keterampilan kerja apapun, akan berkaitan dengan menulis dan menjadi keterampilan kerja yang penting. Seseorang (blogger) yang mampu menulis secara baik dan benar, artinya dia telah memilik dasar utama terhadap satu pekerjaan, pembelajaran, dan kecerdasan seseorang (blogger) bekerja.

Ketika seorang blogger dihadapkan pada satu kesempatan, dan dia diperkenankan untuk menulis, artinya dia telah melengkapi kemampuann berpikir dan komunikasi. Otomatis, orang akan tahu dari tulisan seseorang (blogger) di situlah pengungkapan  seorang blogger sebagai manusia. Seorang blogger yang menuliskan apa yang dia lihat dan dengar akan membuat satu pemikiran dan pembelajaran semakin terlihat dan permanen.

Dari menulislah seorang blogger mampu memupuk kemampuan untuk menjelaskan dan menyempurnakan gagasan kepada orang lain dan termasuk dirinya sendiri. Tak dapat dipungkiri, dengan menulis, seorang blogger telah menyimpan ide dan ingatan. Bagaimana seorang blogger yang tidak menulis apa yang dia jalani sebagai hobi atau profesi sekalipun, tentunya hal itu tidak memungkinkan dia memahami kehidupannya. Satu hal yang menjadi pamungkas seorang blogger yang menulis aktivitas adalah dia telah menghibur orang lain dengan tulisannya.


Selamat menulis untuk para blogger baik dibayar maupun tidak. 

7 komentar:

widyanti yuliandari mengatakan...

Wah...bahasan yang berisi banget, Mas. Keren!

dekCrayon mengatakan...

wah ditunggu tulisan lanjutan tentang proses menulis ya mas. pengen belajar nulis yang bener. hehehe

Nchie Hanie mengatakan...

tulisannya padat, berisi dan berat.
Jadi langsung melirik tulisanku yang masih amburadul hihihi

Kereen bangt niy :D

Jun Joe Winanto mengatakan...

Mba @Widyanti, terima kasih Mba. Alhamdulillah kalau tulisan ini bisa berguna. Aiiih saya masih jauh dari Mba Wid. @dekCrayon, siaap. Insya Allah setelah ODOP saya bahas yaa. Mba @Nchie Hanie, waah waah... saya masiiih jauuuuuh bangetlah sama yang ngehitz mba Nchie Hanie mah. Kalo tulisan Mba Nchie Hanie amburadul, gimana tulisan saya yah yang acak kadul, hahahaha... Share2 pengalaman doonk Mba Nchie Hanie... hehehe

Dama Vara mengatakan...

Baca ini saya jadi termenung mas. Panjang tapi berisi. Setiap kalimatnya bermanfaat. Jadi ngingetin saya sendiri juga dengan 6 proses penulisan. Jarang banget tulisan saya bisa melewati 6 fase full.Thank you mas Jun!

Jun Joe Winanto mengatakan...

@Dama Vara... terima kasih Dama,sama-sama. Apa yang saya tulis apa yang saya lakukan.

mpo ratne mengatakan...

Mpo aja belajar sama blogger dan ahli, tata bahasa mpo masih berantakan. Untungnya rambut ane gak berantakan (apa sih, he.. He)