Kamis, 13 Oktober 2016

Indosat Ooredoo, Membingkai Batik dalam The Beauty of Indonesian Batik


Batik menjadi salah satu kebanggaan adi busana negeri ini. Betapa tidak, dari yang mulanya hanya di pakai oleh segolongan orang tertentu, tetapi kini para pejabat negara pun mengenakannya. Batik menjadi salah satu heritage yang harus terus dipertahankan sampai kapan pun. Indonesia menjadi pusat mata dunia untuk menelaah dan mempelajari ragam budaya, salah satunya dari batik itu tadi.

Batik Motif Cirebon/Bunga. Koleksi Ibu Aang Kunaefi Tahun 1955
Foto: Dok. Pribadi
Keindahan dan keunikan kain batik merupakan salah satu identitas Indonesia yang dikenal di berbagai manca negara. Hal itu didasari dari keindahan tata warna dan motif, nilai-nilai filosofis dan sakral yang tergambar di dalam sehelai kain batik. Menurut kajian etimologi, Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik".

Batik Koleksi Ibu Aang Kunaefi
Foto: Dok. Pribadi
Kata batik dapat juga diartikan sebagai kain atau busana yang dibuat dengan teknik tertentu, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan dan mengandung makna tertentu. Tetapi pada prinsipnya batik adalah bahan sandang yang dibuat dengan gambar atau motif batik yang dilakukan melalui proses pembuatan dengan menggunakan lilin batik yang menggunakan alat canting atau cap.

Di kancah nasional batik bukan lagi barang baru. Batik menjadi primadona untuk siapa saja yang memakainya. Batik negeri ini mulai diakui oleh lembaga dunia, UNESCO menjadi warisan budaya Indonesia terhitung sejak 2 Oktober 2009. Hal itu tidak lepas dari salah satu peran tangan dingin mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata di era SBY, Ir. Jero Wacik, S.E. Jero Waciklah yang membawa dan mengenalkan batik Indonesia kepada mata dunia.

Batik koleksi Ibu Aang Kunaefi motif Indramayu
Foto: Dok. Pribadi
Setiap perhelatan, baik nasional maupun internasional beliau selalu mengenakan warisan tak benda itu kepada para tetamu dari negara-negara sahabat. Darinya pula, mata dunia mulai melirik “lukisan-lukisan” tangan itu. Begitu pula untuk cinderamata antar-kementerian. Beliau selalu memberikan tanda mata berupa batik.

Sejalan dengan hal itu, Indosat Ooredoo, sebagai salah satu provider telekomunikasi ternama di negeri ini memberikan perannya dalam mendukung warisan budaya tak benda itu kepada kolektor, pecinta, dan desainer fesyen berfokus batik, untuk mengenalkan batik kepada seluruh bangsa. Ya, sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang bangsa ini, batik tidak saja sebagai busana, tetapi masuk ke dalam ranah yang lebih jauh lagi seabgai simbol identitas bangsa.

Tepat pada 12 Oktober 2016, Indosat Ooredoo menggelar perhelatan megah bertajuk The Beauty of Indonesian Batik. Acara yang dihelat ini sebagai tindak lanjut dari peringatan Hari Batik yang jatuh pada 2 Oktober 2016 lalu. Dalam gelaran tersebut dihadirkan koleksi batik-batik dari pejabat tinggi negara, yaitu koleksi batik Ibu Aang Kunaefi dan koleksi Batik Ibu Ginandjar Kartasasmita. Hal yang tak  dapat dipisahkan juga dari perhelatan itu adalah hadirnya koleksi batik dari guratan tangan desainer batik ternama, Sjully Darsono.

Dalam kesempatan itu pula, Merak Ngibing (The Dancing Peacock) hadir mewarnai pagelaran batik. Merak Ngibing, menjadi salah satu motif batik khas dari priangan. Batik Priangan banyak terinspirasi dari flora dan fauna. Motif merak ngibing punya karakteristik dinamis, cantik, indah dan sedikit genit  dengan warna-warna cerah merona seperti merah jambu, biru, kuning, dan sebagainya melalui perpaduan warna harmonis.
Merak Ngibing (The Dancing Peacock) salah satu motif batik warisan bumi Priangan
Foto: Dok. Pribadi
Merak ngibing menjadi salah satu motif paling indah di tataran batik priangan. Motif batik itu menggambarkan sepasang burung merak saling berhadap-hadapan dengan ekor yang terkembang seperti sedang menari. Nilai kecantikan dan eksotisme burung merak yang menjadi inspirasi motif tersebut. Keindahanya dicoba dituangkan di atas selembar kain batik (baca = mori).
Ada nilai filosofis yang terkandung dalam motif batik merak ngibing (batik priangan) tersebut. Hal itu menggambarkan atau melambangkan keindahan bumi priangan hijau beragam flora serta fauna. Sementara itu, ngibing menjadi simbol adat dan budaya masyarakat priangan yang damai, rukun, serta gembira.  Jadi, motif merak ngibing menggambarkan adat budaya priangan baik alamnya maupun masyarakatnya.
Motif batik Merak Ngibing yang diperagakan oleh Komunitas Batikology
Foto: Dok. Pribadi
Motif batik merak ngibing bukan tidak ada artinya. Hal itu sebagai bentuk representasi dan simbol keindahan bumi Priangan. Itulah sebenarnya yang ingin disampaikan pembatik yang membuatnya. Tujuannya supaya manusia menjaga keindahan, kecantikan, apapun namanya yang dimiliki Priangan juga menjaga keseimbangan antara sang pencipta yang maha tinggi, alam, dan manusia yang diciptakan.
President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli mengatakan, “Untuk menunjukkan identitas bangsa Indonesia melalui eksistensi batik di kancah global tidak boleh berhenti sampai di ketetapan UNESCO saja. Kita harus membantu pemerintah untuk terus memperkenalkan batik kebanggaan Indonesia hingga ke seluruh pelosok dunia”.
President Direktur & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli
dalam sambutannya di The Beauty of Indonesia Batik. Foto: Dok. Pribadi
Dalam perhelatan The Beauty of Indonesian Batik, Indosat Ooredoo  juga menampilkan karya batik rancangan Sjully Darsono. Rancangannya pun juga akan ditampilkan di acara jamuan diplomatic Kedutaan Besar RI di Praha, Republik Ceko pada akhir Oktober mendatang. Hal yang sangat menarik, fashion show karya Sjully Darsono itu tak hanya dibawakan oleh peragawati-peragawati cantik profesional dari Komunitas Batikology, jajaran manajeman Indosat Ooredoo pun mengambil peran.

Alexander Rusli berharap, dunia harus tahu batik yang tak hanya sebagai busana yang dipakai artis-artis Hollywood saja nantinya, tetapi menjadi simbol identitas kebanggaan bangsa Indonesia.
Inilah salah satu cara Indosat Ooredoo menunjukkan dukungan penuhnya untuk pelestarian batik negeri ini. Dukungan tersebut dimulai Indosat Ooredoo sejak dibuatnya portal www.batikology.org , yaitu portal yang memberikan info-info penting sepuar batik. The Beauty of Indonesia Batik seri ke-3 yang dilangsungkan di Gedung Indosat Ooredoo  kali ini mengangkat keindahan batik dari bumi tatar Sunda-Priangan.


Hadirnya batik-batik negeri ini di kancah dunia akan menambah deret panjang heritage Indonesia lainnya yang membelalakkan mata dunia.  

0 komentar: