Senin, 28 November 2016

Potensi Usaha Olahan Limbah Kulit Ikan Sebagai Makanan Ringan Bernilai Gizi & Daya Tarik Wisata di Kepulauan Riau

DAFTAR  ISI


Judul………………………………………………………………………. 1
Ringkasan Eksekutif …………………………………………………… 3
Latar Belakang ………………………………………………………….. 4
Hipotesis …………………………………………………………………. 5
Metodologi ………………………………………………………………. 6
Hasil Penelitian dan Pembahasan …………………………………..  6
Strategi Branding ………………………………………………………  9
Langkah-Langkah Penyelesaian Masalah ………………………..  10
Daftar Pustaka …………………………………………………………. 11
Lampiran ………………………………………………………………… 12

RINGKASAN EKSEKUTIF

Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah sepatutnya diwujudkan. Karena UMKM menghadirkan usaha ekonomi rakyat yang bertumpu pada kekuatan sendiri dan mampu menjadi penyokong perekonomian. Dalam konteks Indonesia dengan jumlah tenaga kerja, langkanya modal, dan kurangnya infrastruktur pendidikan untuk pelatihan dalam lingkup teknologi, sangat rasional bila mengandalkan usaha mikro dibanding usaha padat modal. Konsep pengembangan usaha kecil melalui strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi daerah sebagai daerah wisata dan peningkatan perekonomian daerah setempat dengan pengembangan kompetensi inti, pengetahuan, dan keunikan menciptakan keunggulan melalui peningkatan dan penciptaan nilai tambah dalam mencapai daya saing melalui pengembangan UKM, sehingga usaha  mikro tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar. Strategi ini lebih murah dan ampuh untuk memberdayakan usaha kecil karena memanfaatkan sumber daya lokal; untuk mencipta produk inti yang unggul.

LATAR BELAKANG
Indonesia sebagai negara maritim banyak memiliki  potensi sumber daya alam. Salah satu Provinsi yang boleh dibilang memiliki pemandangan laut terindah dan penghasil ikan adalah Kepulauan Riau. Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu pintu gerbang Indonesia yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.
Provinsi Kepulauan Riau adalah salah satu provinsi termuda di Indonesia yang memiliki kekayaan pariwisata yang sangat potensial. Kemegahan Jembatan Barelang atau disebut Tengku Fisabilillah yang menghubungkan Pulau Batam, Rempang dan Galang, kemegahan Masjid Raya Pulau Penyengat menjadi ikon provinsi Kepulauan Riau dan menjadi lambang cinta sejati.
Dikelilingi oleh lautan, membuat Kepulauan Riau sebagai salah satu daerah penghasil ikan yang cukup potensial. Bahkan, sekarang ini tidak hanya ikan tangkap saja yang diandalkan masyarakat sebagai sumber pendapatan, namun mereka mulai mengembangkan usaha budidaya serta pembenihan ikan untuk meningkatkan perekonomian daerah setempat dan mendongkrak kapasitas ekspor hasil laut.
Contohnya seperti di Kabupaten Karimun, yang belakangan  mulai mengembangkan usaha budidaya ikan kakap, budidaya rumput laut, serta keramba jaring apung. Sementara itu, di Kota Batam tepatnya di Pulau Setoko, mulai dibangun pusat pembenihan ikan kerapu yang setiap tahun dapat menghasilkan benih lebih dari satu juta ekor. Selain itu, untuk mendukung pemasaran hasil laut di Kepulauan Riau,  telah dibangun sebuah Pelabuhan Perikanan Swasta Telaga Punggur di kota Batam yang mulai beroperasi sejak tahun 2010 silam. Pelabuhan tersebut sebagai salah satu pintu ekspor hasil laut dari daerah Batam ke beberapa negara tetangga, termasuk negara Singapura.
Kondisi perairan yang besar sangat mendukung bagi Kepulauan Riau dalam pengembangan usaha budidaya perikanan. Mulai dari pembenihan ikan, penangkapan ikan, pasar laut, hingga pemanfaatan teknologi budidaya. Mata pencaharian utama penduduk Kepulauan Riau sebagai nelayan sehingga memungkinkan hasil tangkapan berupa ikan langsung dijual kepada pembeli atau pemasok ikan dalam skala industri.  
Sementara itu, untuk pengelolaan ikannya hanya sebatas pada pembuatan ikan asin dan ikan segar yang dimakan sehari-hari sebagai pelengkap lauk pauk seperti digoreng atau dibakar. Jika pun ada yang lainnya, hanya sebatas pada pembuatan kerupuk ikan dengan mengambil daging ikannya saja, sedangkan kulit dan tulangnya hanya menjadi limbah tak terpakai. Kulit ikan masih belum dimanfaatkan secara optimal karena pemikiran  masyarakat yang mengatakan bahwa itu sebagai limbah yang tidak memiliki manfaat.
Menangkap dan melihat kondisi tersebut  maka tentunya harus ada cara pengolahan kulit ikan yang tak lagi disebut sebagai limbah tidak berguna, untuk diolah menjadi makanan ringan tetapi bernilai gizi, dan sebagai peluang usaha masyarakat sekitar Kepulauan Riau juga menjadi daya tarik wisata.
Hal itu agar kerupuk kulit ikan semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kepulauan Riau  khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. Peluang Usaha Kecil Menengah melalui pemanfaatan kulit ikan dapat dijadikan sebagai bentuk perwujudan makanan khas Indonesia, khususnya Kepulauan Riau.
Zaman yang semakin berkembang dan maju, cenderung menghilangkan keinginan orang untuk membuat sesuatu yang bermanfaat, tidak terkecuali makanan. Banyaknya makanan instan menyebabkan makanan-makanan tradisional yang sudah dan belum dikelola sering terabaikan dan hilang di pasaran.
Kepulauan Riau yang notabenenya sebagai salah satu dari 10 destinasi yang ditetapkan pemerintah sudah sepantasnya memiliki usaha kecil menengah dari hasil lautnya.

HIPOTESIS
Membangkitkan, memperkenalkan, dan membuka peluang usaha kecil menengah di kawasan Kepulauan Riau, selain sebagai daerah tujuan wisata dengan produk olahan daerah berupa Kerupuk Kulit Ikan sebagai makanan ringan berkualitas secara menarik dan dapat diterima masyarakat luas sebagai makanan cepat saji juga camilan, dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kepulauan Riau.
1.    Usaha Kecil Menengah olahan limbah kulit ikan sebagai produk olahan makanan ringan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau.
2.    Kesejahteraan sosial masyarakat Kepulauan Riau berpengaruh signifikan terhadap kemandirian ekonomi masyarakatnya melalui usaha pengolahan limbah kulit ikan.

METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian yang dilakukan dalam hal ini adalah studi literatur deskriptif analitik.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
HASIL PENELITIAN
Memperkenalkan kerupuk kulit ikan sebagai produk khas Kepulauan Riau kepada masyarakat luas dengan memanfaatkan bahan baku utama kulit ikan sehingga menjadi makanan berkualitas, enak, dan digemari. Hasil olahan kulit ikan ini dapat menjadikan masyarakat sekitar Kepulauan Riau memiliki usaha kecil menengah yang dapat mengangkat derajat kehidupan mereka dan mampu mengangkat nama Kepualuan Riau di ranah Pariwisata Indonesia sehingga dengan kerupuk kulit ikannya mampu mendunia.

PEMBAHASAN
Proses produksi yang dilakukan meliputi pemilihan jenis kulit ikan laut yang dihasilkan dari Kepulauan Riau terdiri atas kulit ikan tuna, kulit ikan kakap, kulit ikan tenggiri,dan kulit ikan kerapu. Untuk melakukan hal ini harus ada kemauan kuat dan terpenting peluang pasar dapat menerima produk yang dihasilkan. Peluang pasar menjadi kunci penting dalam proses pemasaran agar berjalan lancar karena pemasaran akan lancar jika sudah mendapatkan peluang usaha yang diinginkan.
Sistem pemasaran ini mampu menganalisis keunggulan dan kelemahan pesaing dan sejauh mana usaha ini dapat berhasil diterapkan di Kepulauan riau dengan mempelajari kompetitor yang ada, baik di dalam Kepulauan Riau sendiri maupun di luar Kepulauan Riau.
Hal-hal yang menjadi sorotan usaha ini dari beberapa aspek, antara lain harga, kualitas, rasa, ketertarikan orang dengan produk kerupuk kulit ikan, termasuk pelayanan yang diberikan kepada konsumen.
Mensurvei dan melakukan riset kepada kompetitor bagaimana cara mereka membuat kerupuk kulit ikan agar memiliki perbedaan dengan kerupuk kulit ikan lain yang sudah pernah beredar di luar Kepulauan Riau dan yang ada di pasar.
Tidak saja  mengenai rasa yang harus berbeda, akan tetapi membuat kerupuk kulit ikan Kepulauan Riau berbeda dari sisi packaging, termasuk cara-cara memasarkannya. Tentunya harus lebih unik dari lainnya. Melalui cara-cara tersebut, konsumen tidak akan pernah jenuh menikmati kerupuk kulit ikan Kepulauan Riau.
Resto, Kafe, dan Hotel, sebagai target pemasaran termasuk warung-warung kecil dan pusat perbelanjaan modern. Dengan begitu, kerupuk kulit ikan Kepulauan Riau lebih cepat dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
Melalui  analisis sistem  SWOT yang digunakan dapat dilihat sebagai berikut.
Strengths (Kekuatan)
o   Harga kerupuk kulit ikan dibuat cukup terjangkau oleh kalangan masyarakat.
o   Kualitas kerupuk kulit ikan harus terjamin, karena proses pembuatannya diutamakan higienitas dan kebersihan.
o   Kerupuk kulit ikan harus  mempunyai rasa yang gurih dan enak.
o   Rasa yang bervariasi untuk memancing minat pembeli.
o   Kerupuk kulit ikan Kepri dapat menjadi salah satu alternatif makanan ringan yang praktis,hemat, sehat, dan tidak menguras kantong.
 Weakness (Kelemahan)
o   Kulit ikan masih dipandang sebelah mata dan tidak banyak orang yang tahu kebermanfaatannya sehingga perlu dilakukan promosi.
o   Bahan baku kerupuk kulit ikan yang mudah rusak (cepat membusuk) dan harus segera diolah.
o   Kerupuk kulit ikan akan mudah rusak jika penyimpanan yang dilakukan sembarangan atau ditumpuk.
 Opportunity (Peluang)
o   Kondisi masyarakat yang semakin konsumtif sehingga mempermudah dalam memasarkan produk.
o   Permintaan pasar yang semakin meningkat terhadap kekhasan makanan daerah tujuan wisata.
o   Banyak diminati setiap orang mulai anak-anak, dewasa, maupun orang tua.
 Threats (Ancaman)
o   Jumlah kompetitor yang semakin meningkat.
o   Munculnya produk baru yang kemungkinan lebih unggul.
o   Kenaikan harga bahan baku karena jumlahnya semakin terbatas.
Jenis usaha yang  dijalankan ini termasuk usaha rumahan. Usaha kecil menengah yang dapat bersaing dengan usaha makanan ringan  modern. Dalam penerapan usaha ini dilakukan modifikasi untuk tampilan juga rasa.
Secara garis besar untuk membuat kerupuk kulit ikan sebagai berikut:
Kulit Ikan
Kulit ikan yang dipakai harus memenuhi syarat, baik dari kesegaran, ketebalan, dan keuletannya. Kulit ikan mentah itu dapat diperoleh dalam kondisi basah juga kering.
Firming Agent (Bahan Pengeras)
Untuk mendapatkan hasil kerupuk kulit yang baik dan tidak lembek, sebelum proses penggorengan, kulit ikan dibuat keras atau kaku dahulu. Caranya dengan direndam dalam air kapur sirih. Air kapur sirih dibuat dengan melarutkan batu gamping seperlunya. Atau dapat diperoleh di pasar-pasar tradisional.
Bumbu-bumbu
Tentunya, kita menginginkan hasil kerupuk kulit ikan bercita rasa lezat dan berbeda dari kebanyakan kerupuk kulit ikan yang ada. Oleh karena itu, untuk proses pembuatannya dapat ditambahkan beberapa macam bumbu, antara lain: Garam, Bawang putih, Ketumbar, Asam, dan Air
Penggorengan
Kerupuk kulit ikan yang telah diberi bumbu dan kering dapat segera digoreng hingga matang, tirikan minyak (dengan cara sentrifugasi), lantas dikemas dengan diberi label atau merek.
Penilaian Pasar
Untuk hal ini, kita melihat bahwa konsumen terdiri atas beragam tingkat dengan beragam latar belakang ekonomi, baik dari tingkat bawah, menengah, hingga atas. Karena makanan ringan sebagai makanan yang banyak diminati orang, oleh karenanya harus dapat dijangkau oleh semua kalangan dan golongan.  
Jumlah Produk yang di Jual
Untuk jumlah produk yang dijual, prediksi jumlah produk yang terjual 70 bungkus per hari.
  • Anak-anak 35%
  • Remaja 30%
  • Ibu-ibu 20%
  • Bapak-bapak 15%

Proyeksi Ke Depan dan Kompetitor
Kerupuk kulit ikan akan semakin digemari dan menjadi makanan ringan berkelas. Seiring bergulirnya waktu, kompetitor akan semakin tumbuh dan menjamur dikarenakan kerupuk kulit ikan menjadi peluang usaha yang menggiurkan.

STRATEGI BRANDING
            Agar makanan cepat laku, promosi yang dilakukan adalah di tempat-tempat ramai, seperti pasar, sekolah, kampus, kantor, kafe, resto, dan pusat perbelanjaan modern. Tempat-tempat itu sebagai tempat yang sangat strategis. Akan tetapi, tak tertutup kemungkinan, karena zaman semakin canggih dan berkembang, Unit Usaha Kecil Menengah menjual melalui daring (online).
Beberapa cara promosi kerupuk kulit ikan  yang akan dilakukan sebagai berikut:
1.     Melalui brosur. Cara ini cukup efektif dalam memperkenalkan kerupuk kulit ikan yang akan  dijual. Biasanya, makanan sampai ke konsumen melalui pesan antar atau sering delivery.
  1. Melakukan penjualan langsung. Cara ini juga cukup efektif karena langsung bertemu pembeli. Juga dapat langsung berpromosi untuk kerupuk kulit ikan yang di jual.
  2. Melalui internet. Ini termasuk cara yang paling efektif. Hemat biaya, cepat tersampaikan, dan produk dapat langsung dilihat dan dipesan. Zaman yang semakin canggih, sangat memungkinkan untuk promosi dan menjual melalui daring (online) via internet. Cara ini juga mampu memberikan informasi lebih pada orang. Kecenderungan orang membuka laman Facebook, Twitter, Instagram, Path, sangat sering.
  3. Melalui iklan di beberapa media masa. Cara ini cukup ampuh. Media massa (Koran/majalah/tabloid) memberikan gambar yang langsung dapat ditangkap oleh indera penglihat konsumen sehingga konsumen dapat langsung tertarik dengan produk yang ditawarkan.

LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN MASALAH
1.    Hal yang paling utama dan terpenting adalah mengembangkan Kepulauan Riau tidak saja melalui objek wisata yang dimiliki, tetapi bagaimana potensi pangan lokal dimunculkan dan dapat menjadi kegiatan atau usaha untuk menambah pendapatan masyarakat setempat melalui usaha kecil menengah yang dikelola masyarakat, unit usaha, koperasi, dan pemerintah daerah setempat.
2.    Usaha kerupuk kulit ikan ini merupakan usaha skala kecil yang dapat membantu menciptakan lapangan usaha baru, karenanya dapat mengurangi pengangguran, serta mengangkat nama Kepulauan Riau tak saja di kancah nasional bahkan internasional.
3.    Analisis peluang usaha, perhitungan modal, penetapan harga jual, perhitungan rugi-laba, dan analisis keuntungan sangat penting dan memiliki pengaruh terhadap perkembangan usaha untuk dapat diteruskan atau direkondisikan.
4.    Kepulauan Riau sebagai Provinsi yang memiliki pantai-pantai indah sebagai objek wisata, perlu terus dikembangkan. Hasil laut berupa ikan harus dikelola secara optimal agar dapat menambah pendapatan masyarakat sekitar. Tidak hanya daging ikan saja yang dimanfaatkan, tetapi kulit ikan yang dianggap limbah dapat diolah menjadi sumber pangan baru.
5.    Stokis harus mampu menyediakan permintaan kulit ikan segar dari pabrikan pengalengan ikan.  
6.    Tulang ikan tidak terbuang percuma begitu saja, tetapi dapat diolah menjadi tepung tulang ikan dan sebagai bahan pelet untuk makan ikan.
7.    Keterlibatan dan dukungan semua pihak seperti Pemda, Unit Usaha Kecil lainnya, dan Koperasi sangat diharapkan agar usaha kecil yang ada di Kepulauan Riau dapat terus hidup dan bertumbuh seiring dengan majunya pariwisata di Kepulauan Riau.   

DAFTAR PUSTAKA
Kasmir. (tth). Kewirausaan. Bandung, PT Raja Grafindo Persada.
Lambing, Peggy C.R, 2001. Entrepreneurship,New Jersey
Perpustakaan UNG. 2008. Perintis Usaha Baru. Gorontalo.
Rangkuti F, 2003. Measuring Costumer. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Scarborough et al, 1993. Effective Small Business, New York.
Steinhoff, D & J F. Burgess, 1993. Small Business Act. Terj. Jakarta, Rineka Cipta.
Swastha, dkk, 1995. Pengantar Bisnis Modern, Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
  

LAMPIRAN 

PERHITUNGAN MODAL DAN HARGA JUAL
1. Modal lancar =Rp.500.0000/hari
Dalam satu bulan, produksi 20X. Modal satu bulan:
Rp500.000,- X 20 =Rp10.000.000,-
2. Modal investasi
Peralatan produksi = Rp1.000.000,-
3. Biaya Produksi
Satu hari produksi
Harga 1 kg kulit ikan Rp4.000,-
Harga 1 kg minyak Rp10.000,-

Bahan Baku
Harga
Kulit ikan 70 kg
Minyak
Bumbu
Pembungkus
Promosi
Transport
Gaji karyawan 2 orang
Lain lain
Rp280.000,-
Rp100.000,-
Rp20.000,-
Rp10.000,-
Rp5.000,-(hanya bulan pertama)
Rp10.000,-
Rp50.000,-
Rp25.000,-
Jumlah
Rp500.000,-

4.Penetapan harga
Modal lancar x 150%
Rp.500.000,- x 150% = Rp.750.000,-


Kerupuk Kulit Ikan
Jumlah Bungkus
Harga/Bungkus
total
Balado (kerupuk sambal)
25
Rp11.000,-
Rp275.000,-
Pedas (bubuk cabe)
25
Rp11.000,-
Rp275.000,-
Original
20
Rp10.000,-
Rp200.000,-
Jumlah
Rp750.000,-

PEHITUNGAN RUGI/LABA
Modal lancar x 150%
Rp500.000 x 150% = Rp750.000,-

Penjualan/bulan      = 20 X Rp750.000,-            = Rp15.000.000,-
Modal lancar = 20X Rp.500.000,-            = Rp10.000.000,- (-)
              Rp5.000.000,-
Modal investasi                                     = Rp1.000.000,- (-)
Laba bersih                                 = Rp4.000.000,-

ANALISIS KEUNTUNGAN
Satu usaha, untuk dapat terus berjalan atau bahkan mundur perlu dianalisis. Kemungkinan-kemungkinan dapat terjadi. Dari penjelasan yang sudah disebutkan dapat dilihat sebagai berikut.

Laba/bulan
Laba/tahun
Laba/5 tahun
= Rp. 4.000.000,-
= Rp. 48.000.000,-
= Rp 2.480.000.000,-




0 komentar: