Minggu, 11 Desember 2016

1,1 Kg Wagyu Eating Competition: Steakholic for Wagyu Lover from ABUBA

Tak pernah membayangkan sebelumnya, makan steak seberat 1,1 Kg dari jenis Wagyu bersama sayuran dan kentang, hingga jika dijumlahkan sekitar 1,8 Kg. Begah?! Mungkin, ya! Tetapi, jangan salah untuk mereka yang memang steakholic dan penggemar  wagyu, jumlah 1,8 Kg itu bisa dilahap dalam waktu beberapa menit saja.


ABUBA It's My Steak.
Foto: Dok. http://www.abuba.co.id/

1,1 Kg Wagyu Eating Competition by ABUBA Steak
Foto: Dok. Pribadi
Ya, ABUBA Steak Cipete Raya, hari ini Sabtu (9/12) melangsungkan 1,1Kg Wagyu Eating Competition. Acara ini merupakan kali ketiga dalam tiga tahun berjalan sebagai bentuk  apresiasi ABUBA Steak kepada penggermarnya. Diikuti sekitar 30 peserta yang notabenenya pecinta dan pelanggan setia ABUBA Steak.

Peserta diuji wawasan mengenai ABUBA Steak sebelum Wagyu Eating Comptetition
Foto: Dok. Pribadi
Sebelum Wagyu Eating Competition dimulai, untuk mengetahui wawasan peserta penggemar ABUBA Steak, mereka diuji seputar pengetahuan ABUBA. Beberapa pertanyaan dalam bentuk multiple choice berikan. Ujian wawasan ini untuk melihat sejauh mana penggemar ABUBA Steak mengenal lebih dekat tentang ABUBA, menu, dan sejarah ABUBA itu sendiri.

Peserta diuji kecepatan mengupas kentang satu menit
Foto: Dok. Pribadi
Selanjutnya, jika kita perhatikan, kentang memiliki ciri atau karakter sendiri. Mungkin, selama ini kita menganggap mengupas kentang itu mudah dan gampang. Nah, dalam sesi kedua games dari peserta Wagyu Eating Competition ini, kemampuan mereka mengupas kentang ditantang. Dalam waktu satu menit berapa jumlah kentang yang dapat dikupas. Rata-rata mereka hanya berhasil mengupas dua kentang dalam satu menit.

Mengupas kentang, perlu teknik sendiri
Video: Dok. Pribadi
Ya, mengupas kentang memang tak bisa sembarangan. Apalagi dilihat dari bentuk kentang yang tak beraturan. Pisau pengupasnya pun memang khusus dan tajam. Di sinilah, kemampuan peserta dilihat. Chef ABUBA Steak yang langsung turun tangan untuk menilai cara dan teknik peserta mengupas kentang tersebut.

Jika dilihat, seluruh  peserta semuanya pria. Terlihat memang, untuk yang biasa bekerja di dapur dengan yang tidak. Terlihat dari cara mereka mengupas kentang, alur mata pisau, dan cara mengguratkan pisau ke badan kentang.

Peserta diminta untuk menjadi waiters melayani pelanggan
Foto: Dok. Pribadi
Di sesi ketiga setelah mengupas kentang, peserta dihadapkan pada tantangan bagaimana menjadi waiters sebuah restoran. Mulai dari melihat menu, mengenalkan menu-menu di ABUBA Steak kepada pelanggan, hingga menyajikan ke hadapan pelanggan. Mereka dituntut untuk cakap, cekatan, dan mendengarkan pula keluhan-keluhan pelanggan setia ABUBA Steak.

Peserta sedang melayani pelanggan, salah satu games wagyu eating competition
Foto: Dok. Pribadi
Di sesi keempat, ini merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu peserta. Ya, bagaimana tidak ditunggu, mereka  seakan tak sabar untuk melahap sekitar 1,1 Kg Wagyu ditambah sayuran dan kentang khas ABUBA Steak. Jika ditotal ada sekitar 1,8 Kg yang harus mereka habiskan dalam waktu secepatnya.

1,1 Kg Wagyu Eating Competition. Total dengan sayuran dan kentang 1,8 Kg
Foto: Dok. Pribadi


Ini dia pemenang 1,1 Kg Wagyu Eating Competition
Ki-Ka: Bapak M. Ali pemenang pertama berhak uang tunai 10 juta rupiah
Bapak Hendra, pemenang kedua berhak uang tunai 5 jutah rupiah
Foto: Dok. Abuba Steak
Dalam 1,1 Kg Wagyu Eating Competition ini, Bapak M. Ali berhasil menyabet gelar juara pertama, mendapatkan hadiah uang tunai senilai 10 juta rupiah, dan sebagai pemenang kedua Bapak Hendra, berhasil mendapatkan hadiah uang tunai senilai 5 juta rupiah.
Selain Wagyu Eating Competition, juga diadakan lomba di media sosial, yaitu di Twitter dan Instagram. Inilah pemenang di laman media sosial masing-masing yang dilakukan oleh ABUBA Steak.
Pemenang Media Sosial 1,1 Kg Wagyu Eating Comptetition Abuba Steak
Foto: Dok. Abuba Steak

Mengapa Wagyu?
Wagyu merupakan jenis ras sapi Jepang yang berasal dari kata Wa (Jepang) dan Gyu (Daging Sapi). Di beberapa daerah di Jepang, daging ini diberi nama menurut wilayah atau daerah produksinya. Contoh daging Kobe, Mishima, Matsusaka, Ōmi, juga Sanda.
Wagyu merupakan daging yang sangat istimewa, mengapa? Karena rasa dan lembutnya memang tidak ada duanya. Bahkan, saat setelah selesai makannya pun seperti masih berasa di lidah kelembutan daging tersebut. Ya, memang karena sapi untuk wagyu ada perlakuan khusus (istimewa) sebagai jenis sapi unggul.

Salah satu peserta Wagyu Eating Competition
Foto: Dok. Pribadi
Makanan yang diberikan tak sekadar rumput, akan tetapi jagung, barley, dan beragam vitamin dan kalsium. Bahkan, untuk membersihkan badan sapi tersebut dari kutu dan lalat, Sapi Wagyu dimandikan dengan Sake, juga diberi bir agar tidak stress. Para peternak Sapi Wagyu punya cara tersendiri untuk membuat dagingnya terasa empuk dan enak, yaitu dengan memijat sapi secara rutin sebagai bentuk relaksasi. Intinya, Sapi Wagyu tidak boleh dalam keadaan stres.

Pun jika bicara soal harga Wagyu, di Jepang 100 gram dihargai dengan sekitar tiga ratus ribu rupiah. Nah, kita jadi  tahu apalagi untuk negara yang memang mendatangkan Wagyu, pastinya akan jauh lebih mahal.

 
General Manager ABUBA Steak Dadit Bimantono
Foto: Dok. Pribadi
Di sela-sela kompetisi tersebut, Dadit Bimantono, selaku General Manager ABUBA Steak mengatakan, “Peminat Wagyu cukup tinggi di tahun ini, kami akan tetap mempertahankan keberadaan Wagyu. Selain itu, untuk Wagyu Steak yang ada di Abuba ini berbeda dari Wagyu steak yang ada di resto lainnya, terutama dari sisi sausnya. Sementara, Wagyu Steak di Abuba  memiliki kualitas cita rasa yang berbeda dengan harga merakyat.”

Memang, ABUBA Steak mampu memberikan antusiasme tersendiri di hati penggemarnya. Apresiasi positif banyak diberikan selama acara ini berlangsung. Sebagai pioneer salah satu resto steak di Jakarta sejak 1992, ABUBA memang memiliki keunggulan terutama di menu WAGYU STEAK-nya.

Tak heran jika orang berduyun-duyun datang ke ABUBA untuk menikmati rasa WAGYU STEAK yang beda di sini. Sayang jika dilewatkan begitu saja untuk dapat menikmati WAGYU STEAK ABUBA. Soalnya Wagyu Steak dibundling dengan paket khsusu. Untuk pembelian menu Wagyu, ada free lemon tea. Jika membeli dua menu Wagyu, kita akan mendapatkan tambahan satu menu pencuci mulut. Untuk itu, pelanggan dapat memilih. Ada Oreo Cheese Cake  atau Bread Pudding Classic. Nah, di ABUBA Steak ini ada menu Wagyu Sirloin dan Rib Eye dengan tingakt Marbling 8-9; 6-7; 4-5, dan Wagyu Skewer, yaitu daging wagyu yang dipotong-potong lantas dipanggang menggunakan tusuk sate khusus.

ABUBA Steak ini sudah ada sejak tahun 1992 yang dipelopori oleh Bapak H. Abu Bakar. Kalau kita tahu sejarahnya, ABUBA ini mulanya hanya dari makanan kaki lima di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Kini, ABUBA berkembang luar biasa. Bagaimana tidak, sekarang telah memiliki 20 cabang  yang tersebar di Bandung dan Jakarta.

Di Jalan Cipete Raya No. 14A inilah ABUBA Steak bermula sekaligus menjadi kantor pusat dalam pengembangan dan perluasan bisnisnya hingga ke daerah. ABUBA Steak tengah September 2004 membuka cabang pertama. Selain di Cipete, terdapat pula di Gading Batavia Blok LC 11-07, Jakut. Cabang yang paling anyar ada di Jalan Panjang Raya Kav. 60 Kebon Jeruk pada 30 Mei 2016 lalu.

Dua puluh tahun membangun, menjadikan 20 tahun itu pula ABUBA sebagai ikon  dan Cipete sebagai Landmark. Ekspansi outlet terus dilakukan dengan perkembangan yang sangat signifikan. Kultur kekeluargaan diubah menjadi kultur kerja dan managemen profesional.  Membangun brand yang jelas baik kedalam maupun keluar agar konsumen dapat melihat, merasakan, mengalami, dan mengingat bagaimana ABUBA berbeda serta tulus apa adanya, menjadi tempat steak terjangkau dan berkualitas.

It’s My Steak menjadi satu jargon ABUBA Steak dan menjadi milik semua orang.
Selamat mencoba dan menikmati ABUBA Steak dengan beragam pilihan tingkat kematangan  dari rare, medium rare, medium, medium well, dan well done. Pun dengan side dish mulai potato wedges, mashed potatoe, nasi, dan mix sayuran.

Tertarik untuk Wagyu Eating Competition selanjutnya? Tunggu tanggal mainnya.


3 komentar:

Tati Suherman mengatakan...

Mau dong steak nya bang jun

Darwin Arya mengatakan...

keren Mas, reportasenya. Lengkap dan detail :)

Dede Ariyanto mengatakan...

Seru nih kayaknya. Pasti kenyang banget makan steak sebanyak itu. :)