Selasa, 20 Desember 2016

The Power of Social Media Cara CNI: Hebat Produknya Mudah Belinya

Saat ini, pertumbuhan digital telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan. Perkembangan teknologi yang semakin canggih telah membuat perubahan besar untuk seluruh kehidupan di dunia. Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner, mengapa? Karena lebih mudah, murah, praktis, dinamis dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi. Digital Informasi saat ini telah banyak digunakan seperti dengan memberikan konten atau berkomunikasi berbagi informasi melalui media sosial.
Semangat hidup  cara CNI
Foto: Dok. http://www.cniholdings.com.my/
Dari zaman dahulu hingga sekarang sangat banyak perubahan. Entah perubahan itu terjadi secara cepat atau lambat. Begitu juga manusia yang diciptakan dengan rupa, sifat, kepribadian, dan kebiasaan berbeda, pasti akan mengalami perubahan. Pada evolusi manusia banyak sekali perubahan yang dapat dilihat dalam beberapa ratus tahun. Baik perkembangan otak, perubahan tinggi badan, juga perubahan dalam menyampaikan informasi.


Dunia digital semakin berkembang. Konten digital dan media sosial menjadi kekuatan komunitas
Foto: Dok. Pribadi
Berkaitan dengan hal tersebut, pada Minggu (18/12) bertempat di Burger King Plaza Festival, Jakarta Selatan, dalam tajuk Blogger Gathering with CNI dengan Tema “The Power Of Social Media” , dengan pembicara Niko Riansyah, Digital Marketing Specialist CNI dan Ani Berta Blogger & Content Writer, berbagi cerita  bagaimana media sosial memberi peran penting dalam menyampaikan beragam informasi yang dikemas secara apik, transparan, tanpa tendensi.

Niko Riansyah, Digital Marketing Specialist CNI
Foto: Dok. Pribadi
Pada kesempatan pertama, Niko Riansyah selaku Digital Marketing Specialist CNI dalam paparannya menyampaikan, CNI yang telah berusia 30 tahun lebih menjadi pioneer pertama dalam Multi Level Marketing di Indonesia, mulai berbenah diri. Berbenah diri dalam artian, kini menerjunkan diri dalam dunia pemasaran digital yang memanfaatkan sisi lain media sosial.

“Target utama CNI di era digital saat ini adalah adalah anak-anak muda atau generasi milenial”. Generasi milenial menjadi generasi yang melek teknologi bahkan sangat dekat dengan gadget. Sehari tanpa gadget, kelar hidup elo”, ucapnya Niko di sela-sela paparan.


Gaya bahasa generasi milenial yang berbeda dengan generasi sebelumnya
Foto: Dok. Pribadi dalam Presentasi CNI
Perlu kita ketahui tentang anak-anak muda yang menjadi target CNI saat ini, mereka memiliki daya beli  yang sangat kuat, freak terhadap dunia chatting, mendominasi tenaga kerja, selalu terhubung dengan gadget, tanpa bertemu nyata pun mereka masih tetap dapat berkomunikasi. Mereka pun berpikir dan percaya, ketangkasan berteknologi akan membantu orang menggunakan waktunya secara efektif dan  mereka juga punya jiwa entrepreneur.

Pertumbuhan pengguna digital tidak lepas dari peran generasi muda. Menurut survei Brenner, 2013; Brenner & Smith, 2013; Pew Internet Project bahwa pengguna internet, media sosial, dan teknologi mobile terbesar adalah generasi muda. Usia 18--29 tahun sekitar 98% pengguna internet dan 89% pengguna media sosial. Sementara itu, untuk akses melalui mobile sekitar 69%.


Pertumbuhan Net Generation atau biasa disebut Gen Y (Generasi Milenial) yang sangat pesat, membuat sebuah produk dari satu perusahan sangat mudah disebarluaskan, apalagi di era revolusi informasi sekarang ini sudah menjadi keniscayaan. Dari jari jemari mereka pesan begitu cepat melesat dan tersebar hingga pelosok negeri.

Dari tahun ke tahun pertumbuhan pengguna digital di Indonesia terus bertambah. Menurut sumber eMarketer 2013 untuk pengguna internet di Indonesia pada 2014 sekitar 83,8 juta, sedangkan di 2015 meningkat menjadi 93,4 juta. Untuk demografi usia pengguna internet terbesar menurut sumber APJII, Profil Internet Indonesia, Desember  2012 berada pada usia 18-24 sebesar 43%, dan pengguna terbanyak laki-laki sebesar 51,5%;  sedangkan perempuan sebesar 48,5%.


Sementara itu, Menurut sumber We Are Social SG JAN 2014, pengguna tertinggi sosial media di dominasi facebook yang mencapai 93%, diikuti twitter 80%, Google+ 74%, LinkedIn 39%, dan Instagram sebesar 32%.


Di sinilah CNI menggali ceruk pasar anak muda dengan caranya. Media Sosial menjadi tempat paling ampuh  CNI mencapai target pemasaran. Bisa jadi tanpa kendala yang berarti. Apalagi, anak-anak muda sekarang lebih cepat menyerap setiap perkembangan fitur-fitur di media sosial dan langsung mengaplikasikannya.

Necessary Skill Needed yang dipaparkan oleh Niko untuk pengguna aplikasi sepertinya tidak menyulitkan. “Anak-anak muda sekarang cepat dan mudah menyerap setiap informasi dan cepat pula menyebarkan ke media sosial yang mereka punya”, ucapnya.

Necessary Skill Needed anak-anak muda milenial di luar biasanya
Foto: Dok. Pribadi dalam Presentasi CNI
Tecnological savviness (ketangkasan berteknologi), UX Design (User Experience) pengalaman pengguna, Agile Structure (Ketangkasan dalam struktur), Entrepreneurial spirit (Semangat kewirausahan), Collaborative process (proses kolaborasi); dan Business acumen (ketajaman bisnis) menjadi beberapa bagian parameter untuk generasi muda dalam bersosial media dan kemudahan akses CNI dalam berbagi teknologi.

Dalam perjalanannya, CNI terus berbenah diri dengan membuka gerai e-commerce melalui www.geraicni.com. Terobosan ini dibuat CNI untuk mempermudah konsumen dalam mengakses produk yang mereka jual secara daring (online), terutama generasi melek teknologi (anak-anak muda). Selain itu CNI meninggalkan sistem door to door product selling. Hal yang tak kalah seru saat ini adalah bagaimana CNI bekerjasama dengan blogger dalam memanfaatkan company digital campaign, terutama penyebarluasan produk-produk yang dimilikinya ke publik.

Blogger Gathering bersama CNI
Foto: Dok, CNI
Perkembangan teknologi yang semakin modern tidak membuat CNI berpangku tangan. Melalui aplikasi mobile bernama www.geraicni.com sebagai salah satu bentuk dari sekian banyak gerai belanja daring (online) yang ada di Indonesia yang dibuat, semakin memudahkan orang dalam mengakses dan membeli produk CNI.

Gerai CNI memudahkan pelanggan 

Kemudahan aplikasi www.geraicni.com ini ada pada bagaimana pelanggan dengan mudahnya mengakses belanja online hanya dalam sekali sentuh. Pelanggan juga dapat melihat produk paling terkini dan promo produk yang diberikan CNI untuk memanjakan pelanggannya. Selain itu, pelanggan juga mendapatkan pembaharuan informasi terkait produk yang dikeluarkan CNI.

Sun Chlorella, salah satu produk CNI
Foto: Dok. Pribadi dalam CNI
Aplikasi ini tak membuat jenuh tentunya. Dari user experience-nya sangat mudah dioperasikan. Sementara User interface-nya pun simpel tetapi variatif. Pelanggan dapat melihat beragam produk CNI dengan adanya gambar yang tertera, review atau ulasan produk, spek, dan kegunaan. 

Shopping Chart CNI berguna untuk menambah dan menyimpan belanjaan.
Foto: Dok. Pribadi dalam CNI
Nah, kemudahan lain yang diberikan dalam aplikasi ini adalah saat pelanggan ingin menambah atau menyimpan barang belanjaan ke dalam Shopping Chartnya. Ada beberapa pilihan pembayaran yang diberlakukan oleh manajemen CNI untuk belanja online di www.geraicni.com  secara mudah. Salah satunya pick up barang di cabang-cabang CNI terdekat di seluruh Indonesia yang sudah berafiliasi dengan CNI Pusat.

Sementara itu untuk memudahkan transaksi atau pembayaran, Gerai CNI menyediakan metode pembayaran lewat Bank BCA, Visa dan Mastercard, juga Mandiri. Untuk pembayaran Cash On Delivery memang ditiadakan demi keamanan dan kenyaman pelanggan.

Beberapa metode pembayaran CNI. Sangat memudahkan
Foto: Dok. Pribadi dalam CNI
Aplikasi GeraiCNI ini tidak memberatkan Operating System Android user. Smartphone tidak akan menjadi lamban hanya karena aplikasi ini. Justru, aplikasi GeraiCNI akan bekerja saat aplikasi dibuka saja atau saat sedang mengakses produk yang diinginkan. Tampilannya pun  tidak membosankan.

Unggulnya aplikasi belanja mobile Gerai CNI ini begitu mudahnya diakses, hanya dalam satu sapuan jari. Oleh karenanya, pelanggan tak perlu bersusah payah harus menghapal nama website CNI. Dengan mengunduh aplikasinya, semua produk yang diinginkan tersedia dalam satu genggaman tangan.

Kemudahan lainnya juga aplikasi ini diadaptasikan dengan layar android pengguna. Misalnya, pengguna menggunakan layar berukuran 5 atau 5.1 inci, maka seluruh tampilan yang ada akan menyesuaikan dengan jenis layarnya. Sedangkan jika pengguna menggunakan tablet, makan tampilannya pun akan menyesuaikan dengan besar atau jenis tablet. Hal ini untuk menyesuaikan dengan daya akomodasi mata pengguna.

Kenyamanan dan keamanan belanja di Gerai CNI bukan lagi masalah. Semua profil atau data pelanggan telah dilakukan coding atau enkripsi. Oleh karenanya, data pelanggan berada di server yang sangat ketat dan canggih dengan  keamanannya. Apalagi untuk pelanggan yang menggunakan kartu kredit. Sistem keamanan datanya menggunaka 3D Secure.

Keamanan memang menjadi hal paling penting dalam dunia maya. Apalagi, saat ini pertumbuhan e-commerce tak dapat dielakan sebagai dampak perkembangan teknologi aplikasi. Oleh karenanya, didukung oleh tenaga-tenaga yang ahli di bidangnya, CNI menjamin keamanan informasi data konsumen dari cyber crime (peretas) maya. Apalagi sekarang, minat belanja online penduduk Indonesia semakin meningkat karena beragam faktor kemudahan, kapan dan di mana saja tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Siapa pun dapat bergabung ke dalam CNI dan menjadi afiliasi
Foto: Dok. Pribadi dalam CNI
Kekuatan Media Sosial & Perkembangan Konten Digital
Perkembangan teknologi digital dengan semua aplikasi pendukungnya menyebabkan kebutuhan konten sangat besar untuk mengisi informasi seperti pemasaran digital, musik, data, content dan lain-lain.

Dunia telah menyerap dan memanfaatkan perkembangan digital untuk menggerakan potensi ekonomi besar seperti, Amerika, Brazil, Cina, dan Eropa.  Bahkan, Malaysia telah dicatat dalam berbagai laporan industri, konten  menjadi tumpuan utama untuk menyebarkan konten digital melebihi konten konvensional, berupa cetak dan media lain.

Di kesempatan kedua, Ani Berta, seorang Blogger dan juga Content Writer berbagi pengalaman tentang “The Power Of Social Media”. “Saat ini banyak orang menggunakan media sosial seperti facebook, twitter, youtube, linkedIn, g+, pinterest, juga Instagram. Tetapi, bagaimana cara memanfaatkan medsos tersebut secara bijaksana, itu yang perlu diketahui”, tuturnya.

Ani Berta, Blogger dan juga Content Writer dalam paparannya
Foto: Dok. Pribadi
Dalam banyak hal, kita perlu membedakan fungsi sosial media melalui dua bagian, pertama sebagai tempat untuk berbagi informasi, meliputi informasi berita juga sebagai tempat promosi. Kedua, sebagai tempat memberikan pengaruh atau influence seperti menguatkan opini dan mempengaruhi orang lain.

“Dengan berbagi informasi yang benar, kita tidak asal share berita. Hendaknya berita harus di-crosscheck terlebih dahulu sebelum disebarkan. Karena, sekali berita tersebar, track record kita akan tetap ada dalam catatan perjalanan media sosial”, katanya lebih lanjut.
Menjadikan media sosial agar lebih menarik tidak sekadar kata-kata perlu dilakukan kepada pelaku media sosial, seperti penambahan gambar dan video. Hal ini agar pesan yang diberikan dapat tersampaikan. Tak perlu berpanjang kata, jika gambar bisa bicara.

Optimalisasi Penggunaan Media Sosial
Sebagai  pemilik akun media sosial, sudah seharusnya tahu tujuan dari setiap akun media sosial yang diikuti atau dibuat. Perlu menentukan tujuan untuk mengoptimalisasi media sosial yang dimiliki. Media sosial merupakan ajang atau tempat saling menjaring atau mendapatkan follower.

“Contoh dalam satu acara, kita tak harus sibuk dengan gadget sendiri. Alangkah baiknya, say hello atau berkenalan kemudian saling follow akun media sosial” ucap Ani dalam uraian lanjutnya.

Interaksi kepada setiap orang juga penting. Melakukan interaksi tak harus di dunia nyata, anggap saja dunia maya itu dunia nyata yang seolah-olah kita sedang bertemu dan berkomunikasi dengan teman.

Membuat konten terjadwal mungkin lebih baik dibanding update status hampir tiap menit atau tiap jam. Artinya, apa yang ingin disampaikan dapat tepat sasaran dan jadwal media sosial yang dimiliki jadi tidak berantakan. Juga membuat rencana konten. Rencana konten perlu, karena percuma jika punya media sosial banyak tetapi kosong konten.

Meng-update atau mengisi media sosial yang kita miliki dengan isu terkini lebih baik. Setidak-tidaknya mengetahui perkembangan yang terjadi saat sekarang. Update-an tak harus selalu dengan kalimat-kalimat panjang. Akan tetapi, memadupadankan antara teks, foto, dan video menjadi nilai lebih.  Jangan pernah meninggalkan analitik media sosial yang dimiliki. Karena, dari analitik akan tahu seberapa besar engagement, richness, like, maupun impression dari orang-orang terhadap media sosial yang kita miliki.

Menciptakan Kredibilitas yang Baik
Media sosial yang kita miliki seperti “baju”. Jadi, segala sesuatu yang dipakai itu mencerminkan kepribadian penggunanya. Menyaring berita itu sangat perlu. Berita-berita hoax hendaknya dihindari dan jangan mudah terpengaruh, apalagi menjadi provokator berita yang tak benar.

Pengguna media sosial yang paham justru mampu mendinginkan suasana dan tidak terbawa suasana. Sudah sepatutnya, pemilik akun medsos memperhatikan secara detail dan meneliti sebelum melakukan retweet, regram, atau re-share setiap berita. Kebenaran berita perlu dipertanyakan. Memberikan manfaat kepada setiap berita yang disebarkan itu jauh lebih baik dibanding membuat status di medsos yang merugikan diri sendiri. Karena, “Pikiran dan jempolmu itu harimaumu”. Apa yang sudah Anda tuliskan dan share di medson jika tak dipikirkan akan menjadi tulisan abadi yang terus tercatat di dunia maya.

Oleh karena itu, perlu adanya rencana panduan cara membuat konten seperti menentukan waktu. Kapan akan membuat konten, berapa lama, dan berapa banyaknya. Antara kalimat satu dengan yang lain hendaknya ada hubungan. Gambar atau video sangat penting, karena itu sebagai aset. Membuat kalimat tidak menggantung itu lebih mengasyikan dan kalimat hendaknya putus.


Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah membuat hastag (tanda pagar = tagar, red). Hastag ini penting untuk melacak keberadaan apa yang sudah kita tuliskan. “Hastag hendaknya tidak panjang-panjang, apalagi di twitter yang hanya 140 karakter. Tetapi buatlah hastag sebanyak-banyaknya yang berhubungan dengan kalimat atau gambar yang akan diposting secara pendek”, tutup Ani.

Akan sia-sia jika konten tidak tepat pada sasaran
Foto: Dok. Pribadi

#WINNER CNI BLOG COMPETITION

4 komentar:

WHIZISME mengatakan...

Untuk masalah SOsMed sekarang menjadi banyak chaos-nya
Dulu SOsMed sebagai sara ekspresi diri, kini makin hari makin bringas. EMyalahkan san-sini

Hehe... untungnya sebagian besar teman-teman blogger menggunakanya sesuai kaidah "Berbagi Bikin Happy"
Salah satu Prblem saya itu tidak bisa konsisten posting di blog mas. Apalagi banyak mengelola akun pribadi dan usaha...

Salam kenal dari Rembang ms :)

Topik Irawan mengatakan...

lengkap kapkap

Ani Berta mengatakan...

Terima kasih atas kehadirannya Mas Jun, semoga bermanfaat ya :)

Topik Irawan mengatakan...

juara banget dah