Rabu, 15 Maret 2017

Sensasi Rasa Diva Boga

Memang  ya, rasa itu tak pernah bohong. Soalnya ini masalah rasa. Tentunya, lidah setiap orang beda-beda soal cicip mencicip rasa. Untuk saya pribadi, rasa itu memegang peranan penting untuk setiap makanan atau masakan.  Kalau boleh juga saya bilang, Don’t judge book by its cover. Nah, sama halnya dengan rasa. Saya tidak akan bilang kalau makanan atau minuman yang disajikan dengan “berantakan”, belum tentu rasanya juga berantakan. Akan tetapi, terkadang rasa dan penampilan tidak linier.


Rasa tak pernah bohong
Foto: Dok. secure5.domainit.com
Apalagi, lidah ini terlatih untuk mencecap rasa selama beberapa tahun belakangan. Kembali lagi, tampilan kadang bisa menjadi “topeng” rasa. Teman-teman saya yang memang penggila kuliner sering berkata, “Tampilan kadang menipu”. Eeh benar juga. Saya termasuk orang yang mudah sekali jatuh cinta dengan tampilan makanan yang cantik memesona. Tetapi, terkadang  juga membuat saya kecewa. Tahunya, setelah indera pencecap saya merasakannya.



Bagian-bagian pencecap untuk merasakan rasa
Foto: Dok. http://www.diwinetaste.com/
Beberapa tempat makan yang pernah saya singgahi dan coba, dari sisi penyajian biasa-biasa saja. Namun, begitu lidah saya menjajal satu per satu setiap hidangan, saya makin berdecak. Dalam hati sempat berkata, “Tampilannya tak meyakinkan, tetapi rasanya juara”. Nah, kolaborasi antara tampilan dan rasa memang perlu menurut saya. Itu semua agar rasa dan tampilan dapat seiring sejalan. Orang pun akan semakin bersemangat untuk mendekat dan menjadi penikmat.

Rasa ini berikat erat dengan persepsi gustatori manusia sebagai salah satu panca indera yang dimiliki oleh sistem gustatori. Bicara rasa, pastinya bicara sensasi. Ya, sensasi yang dihasilkan oleh suatu zat dalam mulut ketika bereaksi dengan makanan yang masuk secara kimiawi dengan sel-sel reseptor rasa yang terletak pada selera rongga mulut, terutama di lidah.

Sensasi rasa ini terdiri atas lima unsur dasar, manis, asam, pahit, asin, dan getir (umami).Secara ilmiah sudah dibuktikan bahwa rasa itu  berbeda-beda satu sama lain. Ujung lidah mampu mendeteksi rasa meski terjadi interaksi dengan molekul atau ion yang berbeda. Dan rasa ini memberikan kontribusi terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Akan tetapi, persepsi rasa mulai memudar sekitar 50 tahun belakangan karena papila lidah manusia menghilang. Juga terjadi penurunan produksi air liur.

Nah, pada hari Kamis (9/3/2017) lalu, saya berkesempatan mengikuti cooking class dari salah satu perusahaan penyuplai powder dan spices untuk goreng-gorengan, yaitu PT Diva Mitra Bogatama. Diva Mitra Bogatama ini merupakan perusahaan yang  bergerak dalam bidang manufacturing makanan olahan  yang sudah ada sejak 1999.


Sudah sejak lama Diva Boga menjadi supplier  salah satu perusahaan waralaba restoran ayam goreng kenamaan, sebut saja PT Mc Donald’s Indonesia, Nugget So Good (PT So Good Food Manufacturing, Foodcourt  supermarket seperti Carefour, Giant, Ramayana, Lions Superindo, LotteMart Indonesia, PrimaFood Restoran, dan catering yang tersebar luas di area Jabodetabek.

Beberapa produk Diva Boga
Foto: Dok. Pribadi
Jadi, sudah banyak aplikasi produk dari Diva Boga ini ternyata. Seperti untuk Fried Chicken, Nugget, filler, Snack, Keripik Kentang, Keripik Pisang, Keripik Singkong, Drumstick, Chicken katsu, Udang, Sayuran, Cumi-Cumi, Seafood, Tempe, Daging Ayam, Daging Sapi, Soup, Bubur Ayam, Tumisan Perkedel, Tumisan Capcay, Soto, Opor Tumisan, Spaghetti, Chicken Teriyaki, Beef Teriyaki, Steak, Chicken Mushroom, Chicken Black Papper, Gorengan, Bakso, juga Masakan Tradisional.

Jadi, tak perlu diragukan  lagi memang produk yang dihasilkan Diva Boga. Nah, sementara, para blogger dan mahasiswa yang diundang untuk cooking class pada 9 Maret 2017 itu bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para blogger dan mahasiswa khususnya dalam bidang memasak. Juga memberikan peluang untuk berwirausaha.

Chef Nurulita, saat memeragakan masak di depan Blogger
Foto: Dok. Pribadi
Di kesempatan cooking class itu, blogger dan mahasiswa dipandu oleh chef Diva Boga, bernama Chef Nurul. Beliau memperagakan bagaimana membuat sosis panggang dengan beberapa bahan tambahan lain, seperti paprika dan bawang Bombay. Teknik grill yang diberikan adalah, setelah semua bahan ditusuk ke dalam tusukan sate, lantas dilumuri mentega. Pan-nya pun dipanaskan terlebih dahulu kemudian diberi mentega.

Grilled Barbeque Sausage
Foto: Dok. Pribadi
Tetapi, menurut saya jika pan dilumuri mentega tanpa tambahan bahan lain, seperti minyak goreng, kemungkinan sate sosis akan cepat gosong. Atau Chef Nurul memang sengaja untuk membuat cepat “gosong” bahan-bahan sate tersebut. Kisaran waktu untuk grill tergantung dari yang diinginkan. Sate sosis ini sebagai menu pertama yang dibuat. Rasa yang dihasilkan terbilang enak.

Selanjutnya adalah menu Rice Bowl. Bahan-bahan rice bowl terdiri dari daging sapi, bawang putih, bawang Bombay, jamur kancing yang diiris tipis, paprika merah dan hijau yang diiris memanjang, saus blackpepper Diva Mitra, air, dan minyak untuk menumis.

Rice Bowl
Foto: Dok. Pribadi
Nah, dari sisi rasa memang lidah tak pernah bohong. Untuk ukuran orang Asia terutama Indonesia, lada hanya dipakai seperlunya saja. Karena, kebanyakan lada terasa pedas di tenggorokan. Semua kemanbali lagi pada selera masing-masing orang. Ada yang suka banyak lada, dan sebaliknya. Saus lada hitamnya memang enak dan representatif di lidah. Anak-anak pastinya suka dengan rice bowl yang berwarna-warni. Karena hal itu dapat mengundang selera makan. Rasanya, mungkin untuk ukuran anak-anak ada yang  memang suka pedas merica ada pula yang tidak. Rice bowl menurut saya dapat diadaptasi sesuai keinginan anak.


Kroket kentang isi daging
Foto: Dok. Pribadi
Menu ketiga yang diperagakan adalah kroket kentang instant isi daging. Nah, bicara kroket instant ini, ternyata Diva Boga punya produk tepung perkedel. Jadi, sebenarnya untuk yang doyan masak secara cepat dan instant, apalagi yang suka makanan dari kentang, pas rasanya dengan produk ini. Buatnya gampang dan tak perlu waktu lama. Kroket ala Diva Boga ini menurut saya dapat dikombinasi dengan isi apa saja yang dimaui selain daging.
Bisa juga isian sayur, ikan, ayam, abon, dan lainnya. Semua tergantung dari cara cerdas kita mengolah makanan yang ada. 

Putar otak sedikit bahasa saya. Bahan-bahannya cukup mudah untuk buat  kroket ini. Pastinya ada tepung perkedel Diva Boga, air panas yang berfungsi untuk menyatukan tepung perkedel agar saat diadoni langsung kalis dan tidak lengket. Ada juga daging giling, bawang putih yang sudah di-chop (cincang) begitu pula bawang Bombay. Kecap asin, saus yakiniku, gula pasir, lada hitam, air, dan minyak goreng untuk menumis. Sementara bahan pencelupnya terdiri dari tepung breadcrumb, putih telur yang dikocok lepas. Kroket instant isi daging ini cukup enak dan gurih. Dagingnya berasa dan krispi dari tepung breadcrumb terasa kriuk di lidah.

Nah, menu terakhir yang dibuat (menu ke-4) adalah Fried Chicken ala Diva Boga. Selama ini mungkin karena faktor ketidaktahuan atau juga enggan untuk “ngulik” lebih jauh agar bagaimana ayam yang digoreng menghasilkan “tepung keriting”. Memang ada teknik-teknik khusus dan jam terbang untuk menghasilkan keriting tepung tadi saat digoreng.

Fried Chicken
Foto: Dok. Pribadi
Bahan-bahannya cukup simpel, satu ekor ayam bisa dipotong 9 atau 10. Kemudian di-marinasi dengan bumbu marinasi Diva Boga dan didiamkan  dalam kulkas 1 x 24 jam. Bisa juga kalau ingin digoreng cepat didiamkan sekitar 1-2 jam. Marinasi juga berguna untuk menghilangkan bau amis ayam. Teknik lain pun bisa, diberi perasan jeruk lemon atau nipis, taburi garam dan lada. Bahan pelengkap lainnya adalah air dingin atau air es. Kemudian tepung bumbu serba guna MitraQu.

Ayam yang sudah dimarinasi tadi dimasukkan ke dalam tepung bumbu sembari ditekan-tekan dengan jari-jari tangan. Cukup satu tangan saja yang melakukan pekerjaan “meremas-remas” daging ayam tersebut. Selanjutnya, setelah semua ayam terbaluri dengan tepung, pukul-pukul untuk meluruhkan tepung, dan masukkan ke dalam air dingin hanya  beberapa detik. Lantas diangkat dan masukkan kembali ke tepung sembari ditekan-tekan kembali untuk menghasilkan tepung keriting di ayam.

Diva Boga dalam Bingkai
Foto: Dok. Pribadi
Memang, jam terbang akan menentukan keberhasilan pembuatan Fried Chicken ini. Ada juga yang sudah dilumuri tepung tetapi hasilnya datar-datar saja. Tetapi, ada pula yang karena jam terbang, hasilnya tepung yang menempel pada ayam menjadi keriting. Rasa kriuk tepung di ayam memang enak dan kresss.

Chef Nurul pun tak “pelit” memberikan teknik-teknik memasak dan cara-cara untuk menghasilkan ayam yang digoreng menjadi krispi. Di sinilah fungsinya chef untuk proaktif pula kepada audiens, tidak pelit pengetahuan dan ilmu.

Bapak Mulyono Direktur Diva Boga dalam sambutan penutupnya
Foto: Dok. Pribadi

Dari hasil cooking class ini Diva Boga berharap muncul wirausaha-wirausaha berbakat yang dapat difasilitasi oleh Diva Boga ke depannya. Pastinya, ada hal-hal baru yang saya peroleh seputar teknik memasak makanan di Diva Boga. Saya sudah melakukan dan mempraktikkan langsung di Diva Boga, Anda kapan?




3 komentar:

@unggulcenter mengatakan...

Nah itu, kalau minum obat, pil nya jangan ditaroh dalam-dalam malah pahit hehe.. itu saya juga lama tau, makanya kalau minum obat naruh tablet/pil diujung hihi..

Ani Berta mengatakan...

Sate sosis yang diselang seling sayuran itu aku suka :D

Ali Muakhir mengatakan...

Duuuh, bikin laper, hehehe