Minggu, 16 Juli 2017

Blogging: Membingkai Hobi Jadi Profesi


Apakah blog Anda mencatat seluruh aktivitas yang Anda lakukan? Memberikan ragam cerita tentang isu yang terjadi? Mungkin pula mengungkap produk fashion terbaru yang Anda bagikan untuk dunia atau lingkungan sekitar? Ya, blogging dapat menjadi salah satu hobi, membangun citra diri (branding), atau Anda ingin meletakkan seluruh resume Anda sehingga memperoleh pekerjaan sesuai dengan yang Anda harapkan.

Sesaat sebelum acara Blogging: Hobi dan Profesi dibuka oleh MC
Foto: Dok. Pribadi
Hari ini, Minggu (16/07/2017), saya berkesempatan mengikuti workshop mengenai blogging yang tak puas saya gali. Bertempat di Gedung Republika Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan. Kegiatan ini sebagai kolaborasi antara RepZoneID dengan Indonesian Social Blogpreneur yang didirikan oleh Ani Berta. Ani Berta yang pada kesempatan itu juga hadir sebagai pemateri.

Tetapi, sebelum acara dimulai, MC dari RepZoneID, Rei Saputro membuka acara, memperkenalkan siapa RepZoneID dan yang menggawanginya, berikut pemateri yang akan memberikan materi di hadapan sekitar 60 orang peserta. Selain itu, untuk melemaskan syaraf-syaraf otak terlebih dahulu, Rei melakukan ice breaking berupa permainan. Permainan yang dilakukan cukup unik dan lucu yang dilakukan secara berpasangan. Salah seorang meletakkan ujung jarinya di telapak tangan pasangannya, dan pasangan lainnya meletakkan ujung jarinya di telapak tangan pasangannya. Jadi, bersilangan.  Game itu diberi nama “Zena-Zeni”. Semua peserta dibuat terkekeh kekeh karena game itu tadi.

Selang beberapa menit kemudian setelah game (ice breaking) usai, MC kembali memperkenalkan Ketua Pelaksana acara Blogging RepZoneID x ISB, yaitu Mas Said. Mas Said membeberkan mengenai RepZoneID kepada peserta sebagai perkenalan awal. Berdasarkan penuturannya, “RepZoneID itu merupakan bentukan dari kelas sosial media Republika pada bulan November 2016. Republika membuat satu kegiatan dengan membentuk kelas sosmed yang dilakukan lebih kurang enam bulan. Dari kelas sosmed itu, mereka belajar tentang twitter, facebook, instagram, re-arrange promosi, iklan di facebook, dan sebagainya”. Ditambahkannya pula siapapun dapat bergabung menjadi anggota RepZoneID dengan menghubungi Mba Rahmi atau Mba Nadin.

Ani Berta, sebagai pembicara di Blogging: Hobi dan Profesi
Foto: Dok. Nely
Nah, akhirnya tiba pada sesi yang memang sudah saya tunggu, yaitu blogging. Dalam paparannya Ani Berta sampaikan, apa sebenarnya pengertian dari blog itu sendiri. Saya mendengarkan penuturan yang disampaikannya dan juga buat perbandingan dari sumber-sumber lain, hingga akhirnya memperoleh satu kesimpulan.  Blog atau bisa disingkat dengan web blog sebagai bentuk aplikasi web. Isinya berupa tulisan yang di-posting seseorang pada satu halaman web yang dimilikinya. Tulisan itu dimuat dalam susunan yang terbaru terlebih dahulu, biasanya yang lama sudah jauh ke bawah. Akan tetapi, tidak semua susunan blog seperti itu. Ada pula yang sebaliknya.

Blog ini sebelumnya sudah populer di Amerika pada 1994 yang dikenalkan oleh Justin Hall. Sementara, di Indonesia, baru mulai populer sekitar tahun 2004. Berdasarkan pengalaman Ani Berta, dirinya sempat menyampaikan bahwa, dia mulai ngeblog tahun 2008 di platform blogdetik. Waktu itu, dirinya menulis setelah selesai dari pekerjaan utamanya. Di blog yang ditulis pada 2008 itu, mulanya hanya berisi curhatan saja. Dia menuliskan tentang cerita kehidupan, tentang anaknya, tips di kantor seperti menghadapi customer juga tips saat menerima telepon dari customer. Untuk Anda yang mau tahu tentang curhatannya itu dapat membuka tulisannya di www.anny.blogdetik.com .

Ani—biasa disapa Teh Ani—juga menyampaikan bahwa, untuk membuat blog itu tidak harus kaku-kaku atau resmi. “Dalam buat blog tidak harus kaku atau resmi. Isinya seolah-olah kita sedang berinteraksi dengan pembaca. Akan tetapi, bahasa gaul atau alay dapat saja dipakai asal tidak berlebihan. Itu karena dapat merusak kata kunci di google dan tak sesuai KBBI”, ucapnya.

Sebenarnya, apa tujuan kita membuat blog? Ada beragam tujuan tentunya dari setiap orang ketika menjatuhkan pilihan membuat blog. Saya sendiri, membuat blog memang untuk have fun. Ada wadah yang bisa menampung tulisan saya dan tak terbuang percuma. Saya tidak pernah juga menyangka, dari tulisan-tulisan itu ternyata banyak ditaksir orang luar dan beberapa diterjemahkan dalam bahas asing (Inggris) sebagai insert e-magz yang mereka punyai.

Peserta Blogging: Hobi dan Profesi
Foto: Dok. RepZone
Sementara itu, tak jauh berbeda apa yang disampaikan Ani, bahwa tujuan membuat blog itu tak lain, menciptakan sejarah sendiri, menambah wawasan, juga mengembangkan hobi menulis. Nah, mengembangkan hobi menulis inilah yang sesungguhnya saya inginkan dari blog yang saya buat. Selain itu, bisa menjadi tempat curhat, sebagai bahan penulisan buku, memberitakan kepada media juga dunia tentang hal-hal yang kita peroleh, sebagai sumber penghasilan. Artinya, ketika blog kita di-maintain dengan baik bukan tak mustahil tawaran job datang silih berganti. Tempat promosi. Ya, Blog menjadi tempat promosi terbesar yang saya punya. Saya tak perlu keluar uang hanya untuk promosikan bahan-bahan atau jenis makanan tertentu ke publik. Dengan saya letakkan di blog dan share link blog, otomatis orang sedikit banyak akan tahu. Bisa juga sebagai tempat untuk kampanye politik. Ya, usahakan saja kampanye politik yang antimainstream.

Di sela-sela paparannya, Ani juga sempat bercerita.  Dia punya banyak teman yang masih muda, tetapi tak banyak yang punya blog. Mereka rata-rata bermain di sosmed. Ani memberikan saran untuk menuangkan tulisan ke dalam blog. Karena tulisan itu terekam di google search. Dia menyebutkan salah satu nama, Rosinta Gabriela. Rosinta diarahkan oleh Ani Berta untuk buat blog. Akhirnya, Rosinta pun membuat blog. Dari blog tersebut, Rosinta banyak ditawari job.

“Blog punya poin plus dan kekinian. Teks di dalam blog itu bagaimanapun sangat penting. Teks itu mencerminkan kemampuan pemilik blog utk  merepresentasikan kepribadian”, ucap lanjut Ani.

Saat menulis blog, setelah ditulis lantas dipublikasi, bukan sekadar publikasi atau share saja. Akan tetapi, Blogger itu harus rajin membaca, rajin ngobrol sama orang, rajin survei, rajin googling, dan buat perbandingan bacaan atau wacana. Pada 2012, Ani pernah datang ke Jakarta Fair dan melihat Booth-nya MRT. Di booth itu banyak yang ingin dia ditanyakan. Dia menulis di blog pun tak sekadar memuji, tapi kritik dan saran juga penting untuk tulisan di dalam blog. Dari kritik dan saran tentang MRT yang dia tuliskan di blognya itu, sekarang MRT dibangun. Artinya, dirinya sudah memiliki  progress dari tulisan tersebut. Ani pun diundang dan dimasukkan ke dalam jurnalis MRT Jakarta. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa.

Ani Berta punya hobi menulis sejak kelas empat SD dan menyukai pelajaran  mengarang. Dari itu, dia mulai menmbuhkan passion  di tulis menulis. Dia juga menyampaikan bahwa kita boleh saja curhat. Tetapi curhat itu harus dikelola, tak sekadar curhat. Bukan juga curhatan yang sangat private. Diolah untuk dikonsumsi publik. Cerita dikembangkan dan diberi solusi. Itu justru dapat  menjadi inspirasi dab curhatnya pun bisa bermanfaat untuk orang lain.

Selama ngeblog, dan dari ngeblog Ani Berta pun pernah menulis buku. Ada dua buku yang sudah dia buat dan diterbitkan. Artinya apa? Dari blog, tulisan-tulisan kita bisa diarsipkan dan dibuat berdasarkan kanal-kanal atau label. Seperti kanal Traveling, Beauty, Kesehatan, dan sebagainya. Blog yang kita punya juga sebagai media untuk pemberitaan. Media yang dapat meng-engage media lain dan tahu. Ani juga pernah menuliskan mengenai pajak seleb buzzer. Dia menuliskan pendapatnya di blog. Dan salah satu media tertarik dengan tulisan itu. Oleh karenanya, media tersebut mengambil dan mencantumkan hasil pendapat Ani dalam terbitannya.

Promosi berkelanjutan pun dapat dilakukan secara bebas di Blog. Selain gratis, kita juga tak perlu bayar iklan mahal-mahal. Kampanye Politik pun bisa dilakukan, terpenting tidak menimbulkan perdebatan berarti.


Aktivitas Blog
Apa sih sebenarnya yang dapat kita lakukan setelah punya blog? Apakah blognya didiamkan saja hingga dipenuhi “sarang labah-labah?” Atau dibiarkan hingga debu tebal menempel? Tentunya Anda tak ingin kan blog Anda kosong tanpa penghuni. Nah, aktivitas yang bisa kita lakukan itu banyak kalau mau digali lebih jauh. Misalnya, menulis artikel, opini, reportase, fiksi, juga nonfiksi. Kita juga dapat melakukan blogwalking ke blog orang lain: Blogwalking ini berupa  “jalan-jalan ke blog-blog orang lain (dan memang disarankan), setelah Anda berkunjung tinggalkan komentar di kolom komentar blog orang tersebut.  Apa manfaatnya? Blogwalking atau BW ini sebagai booster (keyword) link kita yang ditinggal di blog teman. Nah, kalau kita sudah meninggalkan komentar, sebaiknya blog yang diberi komentar melakukan hal serupa ke blog yang memberi komentar itu tadi.  Di sinilah Brand juga akan melihat dari komentar dalam blog seseorang. Brand akan senang jika dalam blog itu ada banyak komentar. Artinya, blog itu ada interaksi (rame) dan hidup.

Mencari referensi untuk menulis pun dapat dilakukan melalui blog. Referensi sebaiknya baca dari buku, buku yang benar-benar sesuai standar. Dapat juga dengan wawancara narasumber. Misal, Anda ingin me-review gadget atau parenting, wawancara narasumber yang berkompeten di bidangnya itu sangat penting. Atau setidaknya Anda dapat meminta nomor kontak narasumber dan bisa janjian atau kirim email. Dengan wawancara narsum, semua data dapat lebih akurat.  Kalau Anda tak kuat dalam tulisan, tetapi punya kelebihan lain, misal membuat video, lakukan juga hal itu. Orang dikarunia beragam talenta, kelebihan dan kekurangan. Penguasaan teks yang kurang dapat disiasati dengan membuat  video, juga musik, atau animasi. Kalau tiba waktunya, Anda dapat melakukan Optimasi SEO. SEO memang perlu waktu khusus untuk dipelajari.


Platform Blog
Anda tak perlu bingung atau pusing mencari platform blog. Kini banyak bertebaran platfoprm blog gratisan juga berbayar. Blogspot, wordpress, blogetik, thumbler,  itu termasuk blog-blog gratisan yang dapat Anda pakai. Jika Anda ingin punya domain sendiri, otomatis Anda harus menyiapkan sejumlah uang untuk membayar domain tersebut, alias domain berbayar dalam sebuah platform.

Nah, kalau mau punya blog, tentunya untuk menulis mesti punya keterampilan juga dong ya. Ya bisa mengoperasikan komputer itu yang wajib, punya email yang aktif dan sering dipakai, perlu pula prepare dengan foto, tulisan, juga video yang nantinya akan di-unggah ke blog Anda sebagai penambah konten. Terpenting lagi, harus terhubung dengan internet dan mesti lancar.

Selanjunya, untuk Anda yang mau membuat blog harus membuat email terlebih dahulu di google. Anda dapat membukanya melalui browser yang tersedia, baik dari Mozilla, Internet Explorer, Chrome, atau Opera. Kemudian masukkan link: http://gmail.com dan  arahkan kursor mouse ke menu new. Selanjutnya isi bio data yang tersedia. Setelah selesai, klik tombol next step, selanjutnya klik continue to gmail. Email beres!



Pemred Republika Irfan Junaidi dalam sambutannya
Foto: Dok. RepZone
Di saat sebelum memasuki materi kedua, Pemred Republikan Irfan Junaidi hadir di tengah-tengah peserta. “Sejak tahun lalu, Republika sudah memberikan tempat untuk orang-orang yang ingin bergabung di dunia medsos. Media massa dan medsos itu tumbuh bersama. RepZone ini menjadi salah satu bagian dari Republika. Republika memberikan support atas hadir dan berjalannya RepZone. Dengan kehadiran RepZone ini pula diharapkan, komunitas yang ada mampu menjaga konten-konten yang berkualitas dan positif”, urainya.

Ani Berta masih menyambung paparannya di sesi kedua berupa Memulai dan Menggali Peluang dari Menulis Blog. Nah, seperti paparan pertamanya, tujuan dari menulis blog itu antara lain ditambahkannya dalam sesi kedua, yaitu Merekam dan berbagi informasi.  Banyak informasi dan opportunity (peluang) sebenarnya dari kita membuat blog. Seperti penceritaan kisahnya pada 2012 ikut banyak lomba blog.

“Ikut lomba itu tidak semata-mata untuk menang, tapi nambah jam terbang. Blog bisa dioptimasikan. Kita bisa membantu mahasiswa untuk membuat tesis bahkan juga untuk bantu branding diri sendiri. Blog dapat dijadikan tempat untuk mengekspresikan saat kondisi tubuh atau jiwa sedang tidak “on”. Akan tetapi, kalimat-kalimatnya diolah.
Selain itu sebagai Refreshing healing (penyembuhan). Ketika Anda resah dan menuliskan keresahan itu di dalam blog, itu bisa jadi healing atau penyembuhan tersendiri. Contohnya, ada salah seorang blogger yang semasa hidupnya menderita cancer. Tetapi dengan semangat juang tinggi, blogger tersebut tetap menulis, meski dilakukannya secara berbaring. Blogger tersebut banyak memperoleh kunjungan beberapa orang dari beberapa negara. Kenapa? Karena tulisan di blognya mampu mengikat siapa saja yang membaca, meski waktu berkata lain dan blogger tersebut meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.Tulisan-tulisannya sangat menginspirasi pembaca. Dari blog juga banyak membuka peluang.  

Bagaimana dengan material artikel blog? Kesulitankah Anda ketika mencari material penulisan untuk mengisi blog Anda? Sebenarnya, kalau mau mengulik bahan artikel itu banyak banget. Coba lihat lingkungan sekitar Anda, itu bisa jadi bahan tulisan. Atau ketika Anda bepergian dan menemui sesuatu di sana, itu juga bisa jadi bahan tulisan di blog Anda. Nah, tak perlu jauh-jauh, pengalaman pribadi Anda ikut Blogging: Hobi dan Profesi pun bisa Anda jadikan bahan tulisan, termasuk juga penelitian ilmiah.

Jadi, apapun yang Anda lakukan, semua bisa dibuat sebagai material artikel untuk mengisi blog Anda. So, jangan pernah bilang, “Buntu nih ga ada materi lagi yang bisa dituliskan”. Kita adalah orang-orang yang berada di tempat kreatif. Jadi, berpikir “sedikit” kreatif untuk mengisi konten blog itu keharusan. Terus, setelah punya blog, blognya diisi dengan materi, apa mau didiamkan saja lagi? Tentunya tidak, kan ya?

Nah, ada hal-hal penting yang harus Anda lakukan tatkala blog Anda sudah jalan. Menurut Ani Berta, update rutin dengan membuat jadwal posting minimal seminggu sekali. Kemudian, dari hasil tulisan di blog itu tadi, di share di medsos yang dimiliki seperti G+, facebook, twitter, juga IG. Jangan lupa juga, investasi untuk gambar atau foto, video, maupun desainnya. Kalau punya waktu dan sepertinya sih  memang harus ya, hadiri workshop, talkshow atau event yang relate dengan blog yang dimiliki.

Blogger itu mesti banyak membaca lho ya. Blogger itu sama dengan penulis. Banyak ternyata ditemukan penulis yang tak suka membaca, terkadang malah terjebak dalam opininya sendiri. Terlihat berbeda memang, ketika blogger atau seorang penulis itu rajin  membaca, tentunya akan memiliki sudut pandang luas dan tidak akan pernah kehilangan kata-kata. Selain itu, perlu juga networking (kerjasama). Jadi, meski Anda sibuk memegang gadget, tetap yang namanya networking itu dinomorsatukan. Di sinilah pentingnya bertukar kartu nama. Karena, kita tidak tahu, kartu nama itu dapat menjadi pembuka pintu rezeki atau pembuka jalan kita untuk beroleh rezeki lebih.  

Menulis itu membuat perubahan lho. Bagaimana tidak, salah satunya yang mampu memengaruhi dan membuat perubahan itu adalah Anne Frank juga Kartini. Dari tulisan-tulisan mereka mampu menggerakkan mata dunia untuk berani berubah. Anne Frank ini seorang diaris kelahiran Jerman, merupakan korban Holocaust Yahudi yang paling banyak dibicarakan. Dia mendapatkan ketenaran secara anumerta setelah terbitnya The Diary of a Young Girl (awalnya Het Achterhuis; Inggris: The Secret Annex). Anne mendokumentasikan hidupnya yang bersembunyi dari tahun 1942—1944. Selama pendudukan Jerman di Belanda pada Perang Dunia II. Ini adalah salah satu buku yang paling banyak dikenal di dunia dan telah menjadi dasar untuk beberapa drama dan film. Dari drama kehidupan Anne Frank itu, dia mampu membuka seluruh mata dunia dan sebagai sumber inspirasi banyak orang, begitu pula Kartini.

Dari Ngeblog, bisa masuk ke dalam lini mana saja, seperti menjadi copy writer, content writer, juga book writer. Dari niat dan kemauan kuat ada jalan. Jangan pernah idealism Anda terbeli dengan hal-hal yang dapat merusak reputasi Anda. Kalau Anda sudah memiliki dan memilih satu relung (niche) perdalam relung itu, gali, dan perbanyak.  

Memulai dari yang Anda sukai itu jauh lebih baik ketimbang Anda memaksakan kehendak tetapi hasilnya buruk. Kalau Anda hobi nonton film, bisa saja Anda review filmnya, begitu pula kalau suka baca buku, atau suka makan. Anda bisa memulai dari yang paling Anda gandrungi. Blog Anda pun bisa dijadikan tempat menulis cerita pendek yang ingin Anda buat, esai, prosa, puisi dan bisa juga mengolah buku diary untuk dimasukkan ke dalam blog sebagai sumber tulisan. Minat apa yang ingin Anda inginkan? Semua bisa Anda peroleh. Jadi jurnalis warga, mengisi kolom berita, menulis blog, juga mengulas bidang-bidang lainnya selain pendidikan.

Akan tetapi, dari itu semua, Anda harus bisa memaparkan tulisan yang memberikan ekspresi bahwa itu  adalah Anda. Anda, apa yang Anda tulis. Tampilkan percaya diri. Jangan pernah minder dengan apa yang Anda buat. Yang Anda buat atau tulis itu adalah yang terbaik Anda berikan. Setelah menulis, jangan lupa untuk diedit. Kalau saya selama menjadi dan memegang editorial punya prinsip, ketika menulis matikan “tombol” editor Anda. Dan ketika Anda mulai menyunting atau mengedit, hidupkan kedua “tombol” editor dan penulis tersebut. Jadi, jangan pernah menunggu lama untuk Anda memulai satu tulisan, meski itu tidak penuh. Menjadi diri sendiri dalam menulis itu penting!

Perlu diingat, blog itu hampir semuanya mengatakan dapat menjadi lahan pekerjaan Anda. Menurut Technorati, diperkirakan hingga 39% blogger melakukan pekerjaan menulis di blog demi uang. Hubspot melaporkan bahwa perusahaan semakin banyak menggunakan blogger untuk memasarkan perusahaan mereka melalui blog dan media sosial. Memberikan  banyak peluang untuk para blogger, pekerja lepas, atau karyawan paruh waktu untuk melakukan pekerjaan sambilan atau sebagai pekerjaan utama mereka ngeblog.

Nah, dari uraian di atas, ada lima hal penting menurut pendapat saya bahwa dengan blogging dapat mengubah hobi menjadi satu profesi atau pekerjaan.

1. Kenali Blog Anda
Coba inventaris blog Anda. Apa ceruk (niche) yang paling Anda sukai?
Apa jenis strategi yang telah Anda gunakan agar blog Anda dilirik? Bagaimana Anda merencanakan dan mengatur konten? Membuat catatan keberhasilan Anda sendiri sebagai blogger akan membantu Anda mengidentifikasi apa yang dapat Anda bawa sebagai satu strategi ke  perusahaan dan bagaimana Anda  menyusun resume Anda. Demikian pula, mencatat tempat Anda bisa tumbuh akan dapat menunjukkan untuk Anda tempat atau fokus terbaik Anda meningkatkan kemampuan blogging.

2. Curi perhatian
Seperti yang Anda tahu, blogging bukan hanya tentang menulis. Blogging juga tentang mengajak orang lain membaca tulisan Anda. Berdiri di deretan atas sebuah blog perlu usaha agar dapat dilirik perusahaan. Jadi, fokus untuk mengatur blog pribadi Anda. Membuat jaringan dengan blogger lain, berpartisipasi dalam jejaring sosial, dan menghadiri acara (event, talkshow, atau acara blogger lainnya). Bahkan, jika blog Anda ada di mini-niche sekalipun, kalau Anda melakukan maintain dengan benar, bisa jadi kisah menarik saat Anda diwawancara oleh satu brand untuk Anda dapat diterima bekerja di perusahaan.

3. Menulis
Selain menulis (secara teratur) untuk blog Anda, membangun kredibilitas ke luar melalui kontribusi pada blog dan publikasi lainnya juga diperlukan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan menulis Anda, tetapi membuat nama Anda ada di blogosphere dan membantu Anda mendapatkan ribuan pertemanan baru. Banyak-banyaklah berkontribusi dengan blog lain. Mulailah dengan apa yang Anda tahu. Jika Anda menulis tentang makanan, lihat apakah Anda bisa membawa blogger makanan lainnya ke dalam blog Anda tersebut. Lalu coba buat resep yang simpel dan mudah di blog Anda tersebut untuk anak dan keluarga Anda saja minimal.

4. Diversifikasi Keterampilan Anda
Blog terbaik lebih dari sekedar kata-kata indah. Termasuk pulalah di dalamnya visual berkualitas tinggi, tata letak yang menarik, konten kreatif, dan fitur interaktif. Jadi, pikirkan keterampilan lain yang bisa Anda bawa ke atas meja selain tulisan. Seperti kemampuan fotografi, desain, atau hal-hal teknis lainnya. Kalau Anda belum punya, coba pilih satu, gunakan blog Anda untuk mengembangkannya. Anda juga bisa menggunakan foto hasil jepretan Anda sendiri tanpa harus memakai foto dari hasil browsing.

5. Terapkan
Setelah Anda meng-upgrade blog yang Anda miliki, termasuk resume diri, saatnya proses menemukan posisi blogging perusahaan. Hal ini tidak jauh berbeda seperti mencari atau menemukan pekerjaan baru. Pertama, ingat untuk memeriksa komunikasi blog Anda keluar, model pemasaran blog yang Anda inginkan atau Anda buat, dan kata kunci terkait. (Banyak pekerjaan blogging diposkan di situs khusus atau berbasis tulisan, jadi mulailah dengan ProBlogger, Media Bistro, dan Karya Tulis Lepas lainnya).
Selanjutnya, pertimbangkan posisi blogging paruh waktu. Tidak semua perusahaan punya uang untuk memakai blogger penuh waktu. Rata-rata, perusahaan akan menggunakan jasa blogger secara part timer. Akhirnya, pastikan blog Anda sesuai kriteria yang diinginkan perusahaan. Tunjukkan kepada perusahaan untuk surat lamaran yang Anda buat  mengenai kreativitas, semangat, dan kecakapan menulis Anda. Setelah itu, bisa jadi perusahaan itu “calon majikan” Anda.

So, tunggu apalagi... gaaaasss guys!





10 komentar:

Uci mengatakan...

Jadi tambah semangat nge blognya...terima kasih MaS Jun

Ani Berta mengatakan...

Makasih sudah hadir Mas Jun :)

Maria Soraya mengatakan...

ilmu bloggingnya dari teh ani dapet banget kemarin itu, kepingin ikutan next workshop yg ada teh ani-nya lagi ah

Jun Joe Winanto mengatakan...

@UCi... benar, semangat ga pada workshopnya aja kan ya, tapi semangat utk ke depannya. Teh @Ani... saya yang terima kasih banget, dapet lagi knowledge baru yang di share Teh Ani. Ini bagus banget untuk referensi siapa saja yang ingin terjun ke dunia blogging. Thank you Teh Ani. @Maria Soraya, nah iya, jadi manfaatkan sebaik mungkin kan, artinya di aplikasiin ke blog, termasuk saya.

Iput mengatakan...

hoaaa kerennyaa tulisanmu kak, hihi :)

Dewi Nuryanti mengatakan...

Blog sudah banyak banget ngasih kita sesuatu yang tak bisa dinilai dari materi, iya khan Jun? Kepuasan batin dan teman. Semangat selalu Bro! Pengen deh baca tulisan resep resep dapur ayah.

Jun Joe Winanto mengatakan...

Hai hai @IPUT... kakak baru belajar nulis put. Semangat yaa put. Alohaaa @DEWI NURYANTI, hehehehe... intinya kalo gw, gw suka gw akan lakuin, tapi kalo ga, jangan pernah maksa, meskit disuruh-suruh dengan kalimat, "Coba dulu, bisa ko!" Ooh, no! Bukan ga mau nyoba.Tapi, kalau sudah ga suka dipaksakan, hasilnya juga ga maksimal. Hehehe.. Siap wi, resep dapur ayah baru posting-posting makanan lagi, belum ditulis di blog, padahal udah teriak-teriak itu blog. Belum disapu-sapu lagi, takutnya banyak sarang labah-labah. Hahahaah... ditunggu yaa wiii...

Dian Kelana mengatakan...

Saya juga harus banyak belajar dari kamu, Jun. Dengan segala kehebatanmu, apalagi urusan kuliner, hehehe.... sementara saya hanya bisa memasak air dan memasak nasi pakai ricecooker.

Sukses untukmu Jun, tetap semangat dengan kreasi kulinermu yang spesifik :-)

Salam

Jun Joe Winanto mengatakan...

@AYAH DIAN KELANA: Terima kasih Ayah... saya juga mesti banyak belajar nih sama Ayah Dian, terutama motret objek tak bergerak alias makanan yang saya buat. Boleh nih Ayah, saya berguru pada suhu fotografer.

Agatha Mey mengatakan...

Jujur gw mah salut, nulis loe keren bingitssssss, masakan loe enakkkk..
Sekarang gw tau kalau ada workshop kudu duduk deket siapa hahaha..