Selasa, 15 Agustus 2017

LRT City: Cara Cerdas PT ADHI KARYA (Persero) Tbk Ciptakan Solusi Atasi Macet




Mengulik masalah transportasi di negeri ini adalah telaah dengan kompleksitas tinggi dan begitu  dinamis. Publik perlu tahu beragam problem transportasi dengan perspektif yang jernih agar tidak hanya berteriak , “Macet!” Akan tetapi, juga bisa mengkritisi dengan cerdas, bahkan dapat ikut menciptakan solusi. 
 
LRT City yang dikembangkan PT ADHI KARYA (Persero) Tbk (Foto: Dokpri)

Mengurai transportasi di Indonesia sebagai masalah yang sangat dinamis dan memancing pikiran untuk “gatal bergerak. Ini masalah yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari dan sangat merata sebarannya. Dalam arti, siapapun merasakan “merana”nya. PT Adhi Karya (Persero) Tbk berperan aktif mendata setiap masalah, berpikir mencari solusi, dan menyertakan masyarakat untuk terlibat. Bagaimana caranya?

PT Adhi Karya (Persero) Tbk dalam satu booth Indonesia Properti Expo 2017 (Foto: Dokpri)
Kepada pemerintah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran juga acuan untuk melakukan tindakan konkret. Sedangkan kepada masyarakat, PT Adhi Karya (Persero) Tbk memberikan gambaran wajah masalah dan tempat hunian dengan tingkat kemacetan boleh dibilang nol sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam mengkritisi dengan benar dan ikut pula membenahi masalah bahkan menciptakan solusi bersama. 

LRT dalam satu wadah komunitas Elartizen (Foto: Dokpri)
Jangan salah, ketika kita terjebak macet dan mengeluh, kita sebenarnya bagian dari penyebab macet itu sendiri. Edukasi pada masyarakat pun dilakukan melalui beragam tulisan dan juga disampaikan melalui media massa. Kita lihat, bagaimana cara PT Adhi Karya (Persero) Tbk sesungguhnya menciptakan suasana tanpa macet dan masyarakat dapat memandang masalah dengan perspektif yang positif, tidak dengan pola pikir apatis yang berujung frustasi. 

Di tempat ini PT Adhi Karya (Persero) Tbk memberikan solusi cerdas (Foto: Dokpri)
PT Adhi Karya (Persero) Tbk semangat dan gigih memperjuangkan  sekaligus mengarahkan publik untuk bersikap kooperatif. Beretika dalam bertransportasi dalam satu lingkup kota yang terintegrasi. 

Ini salah satu kerja nyata PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk Bangsa (Foto:Dokpri dalam  PT Adhi Karya (Persero) Tbk)
Kita tahu, pembangunan itu untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kebijakan transportasi suburban ke tengah kota atau dari kota ke kota harus mampu mendorong terciptanya keberadilan (equity ) di dalam masyarakat melalu investasi yang lebih untuk kelompok masyarakat yang memiliki akses terbatas terhadap sistem transportasi dan kemacetan.
Dalam kacamata nasional, kebijakan investasi dan fasilitasi distribusi fisik dan rantai pasok nasional harus terintegrasi dan menerus (seamless), tempat transportasi kota ke kota atau daerah suburban ke kota  menjadi tulang punggung (backbones) dari sistem transportasi dan logistik nasional.
 
Konstruksi LRT Jabodebek yang dibangun PT Adhi Karya (Persero) Tbk (Foto: Dokpri dalam Adhi Karya)
Ada dua hal yang perlu dilakukan untuk perbaikan aksesibilitas transportasi. Pertama, meletakkan secara tepat lokasi berbagai fasilitas dan pelayanan dasar yang diperlukan masyarakat, misalnya sekolah, sumber air bersih, layanan kesehatan, dan sebagainya. Sehingga, masyarakat dapat dengan mudah menikmati berbagai sarana tersebut.

Kedua, memperbaiki mobilitas masyarakat sehingga dapat melakukan perjalanan secara nyaman, cepat, dan murah. Kedua hal inilah yang diciptakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk memfasilitasi keberadaan LRT City.

Para Elartizen PT Adhi Karya (Persero) Tbk  (Foto: By Kania Camera)
Dalam perkembangan dan pembangunannya, LRT dibawah kendali PT Adhi Karya (Persero) Tbk  dengan penandatanganan perjanjian yang dilakukan oleh Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI dan Dirut Adhi. Sekitar dua puluh tiga triliun plus PPN 10% belum termasuk Interest During Contructions (IDC) dan Interest During Payment (IDP). PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah melakukan pembangunan tahap pertama dengan lintas layanan meliputi: Cawang-Cibubur; Cawang-Bekasi Timur; dan Cawang-Dukuh Atas.

Dengan pola design and build, juga memakai standard gauge (rel berukuran standar 1435 mm) ruang lingkup pekerjaan meliputi: Jalur (konstruksi jalan layang), stasiun, fasilitas operasi, dan depo. 

Dari LRT tersebut sangat dirasakan untuk warga yang hidup di tengah kota megapolitan (baca Jakarta) bukan tak mustahil perlu tempat atau areal yang dibuat  dengan konsep Transit Oriented  Development (TOD) sebagai bentuk pemecahan masalah terhadap kondisi macet yang berkepanjangan. 

Untuk itu, pada hari ini, Senin (14/08/2017) PT Adhi Karya (Persero) Tbk LRT City mengadakan Blogger Gathering yang  mengambil tema, “Bersama LRT City, Quality Time untuk Hidup Lebih Bahagia”, yang berkolaborasi bersama Blogger Crony. 
Ki-Ka: Nunik Tirta, Tika Bisono (tengah), & MC Yosh Aditya (Foto: Dokpri)
Hadir di tengah-tengah Gathering ini sebagai pembicara sekaligus public figure dan psikolog, Tika Bisono, Nunik Tirta Ardianto selaku pengusaha, serta Bapak Setya Adji Pramana, selaku Project Manager Eastern Green-Bekasi.

Suasana booth PT Adhi Karya (Persero) Tbk hari ini tampak riuh ramai dengan kehadiran blogger. Tak hanya itu, aksi dan banyolan-banyolan kocak dari sang pemandu acara (MC) Yosh Aditya memancing gelak tawa blogger dan peserta yang datang. 

Ya, hari ini dengan tema yang diusung tadi, PT Adhi Karya (Persero) Tbk memberikan satu solusi baru untuk menghindari dan mengurangi kemacetan Jakarta. Sebagaimana kita tahu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai salah satu Perusahaan Properti terbesar di Indonesia, telah menelurkan beragam karya yang dapat dinikmati bersama tak hanya untuk rakyat Jakarta. 

Gedung-gedung pencakar langit maupun gedung-gedung perkantoran, baik yang ada di Jakarta maupun luar Jakarta, telah ditetaskan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Jangkauannya pun kini diperluas dengan tertanganinya proyek LRT (Light Rail Transit) atau Kereta Api Ringan. 
Proses pengerjaannya pun sedang berjalan dan diperkirakan rampung di akhir tahun 2018. Sebagaimana yang sudah saya singgung di awal, ada beberapa tahap lintas layanan LRT ini, yaitu I dan II. Tahap dua lintas layanan meliputi Cibubur-Bogor; Dukuh Atas-Palmerah-Senayan; dan Palmerah-Grogol. 

Sementara, diketahui panjang lintasan tahap I dengan total panjang 43,4 Km. Dengan LRT ini, ternyata PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan transformasi baru bisnisnya. Apa itu? Ya, selama ini PT Adhi Karya (Persero) Tbk dikenal sebagai kontraktor, kini menjadi salah satu investor.

Melalui LRT ini juga memberikan satu bukti pada PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk menata kembali bisnisnya dan menciptakan bentuk bisnis lain. Selain itu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga berkesempatan menggandeng lebih banyak lagi pelaku-pelaku bisnis yang dapat bergabung di LRT ini.
Saya membayangkan, dengan hadirnya LRT dari buah tangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini dapat mengatasi kemacetan yang terjadi di jalanan Jakarta, tentunya tak bikin lelah di jalan. Justru akan semakin cepat sampai di rumah. Otomatis, dapat cepat sampai di rumah, quality time hidup akan lebih bahagia.

Sejalan dengan hal itu, sebagai narasumber dan pakar di bidangnya, Psikolog Tika Bisono menyampaikan, dampak macet untuk individu ada ketidaknyamanan, karena setiap hari dilalui, akhirnya buat individu beradaptasi. Lebih dari itu seharusnya tidak boleh diadaptasi karena selalu telat sampai di rumah. Jadi, dari kacamata psikologi hal seperti itu tidak boleh dijadikan kebiasaan dan diadaptasi. 

Sementara, jika kita melihat lebih jauh, secara ekonomi saja, kemacetan  yang ditimbulkan di kota Jakarta ini sangat merugikan. Kerugian yang ditimbulkan menanjak di angka Rp28,1 triliun. Nunik Tirta Ardianto, seorang pengusaha dan juga lifestyle blogger mengatakan, kemacetan itu sangat menguras energi dan merugikan. Selain rugi ekonomi juga rugi psikologis. Rata-rata orang menghabiskan macet di jalan sekitar 5 jam. Ujung-ujungnya stress dan depresi.

Nunik Tirta Ardianto (Memegang Mik) Pengusaha & Lifestyle Blogger (Foto: Dokpri)
Dengan kemacetan yang terus menerus dihadapi, mau tidak mau orang akan tidak produktif. Produktivitas semakin terganggu. Hal itu juga berdampak pada kehidupan di rumah dan di kantor. “Bahkan well-being yang paling utama di rumah bukan di kantor akan mengganggu produktivitas. Produktivitas akan terganggu jika masih ada urusan di ranah domestik, baik itu masalah dengan pasangan, anak, maupun orang tua. Ranah domestik menjadi sumber segala-galanya. Juga apakah kita bahagia di jalan,” ucap Tika.  

Ya, macet akan banyak menimbulkan dampak. Stress, salah satunya. Bagaimana dampak kalau saya, kita, atau Anda terpapar hal demikian secara kontinu? “Misal saja pengguna jalan terbiasa dan kelihatan sabar, tetapi tetap mereka perlu penyaluran stress yang menghinggapi. Misal di kantor, seseorang harus  tetap memperlihatkan kinerja kerja di kantor. Tetapi di sisi lain, dia tidak dapat melepas stress, dampaknya orang-orang di rumah”, papar Tika lebih lanjut.
 
Ada juga, tatkala seseorang stress justru menyalurkannya ke tempat-tempat nongkrong atau pergi hang out. “Hang Out atau nongkrong bersama teman-teman yang hampir setiap hari dilakukan. Yang terjadi, dirinya di dera lelah, dan sampai pada intimacy well-being. Mulanya hanya macet, ujung-ujungnya hubungan dengan pasangan terganggu”, ucap Tika lagi

Sejalan dengan apa yang dipaparkan Tika Bisono, beban psikologis kaum urban itu sudah sangat tinggi dan menumpuk. Dirinya melihat bahwa pentingnya quality time untuk setiap individu, baik perseorangan maupun keluarga. Tak jauh berbeda dengan Tika Bisono, Nunik Tirta pun demikian.  

Quality time itu perlu saat diri perlu sendiri atau  bersama orang terdekat tanpa ada distraksi gadget. Di saat weekend, misalnya, Nunik lambat membalas pesan karena memang fokus bersama keluarga. Di sela-sela meeting, dirinya juga memberikan diri me time seperti ke kafe atau perpustakaan.

Dari sinilah intervensi lingkungan sangat penting. Intervensi lingkungan yang secara positif hadir, akan dapat memberi pengaruh kepada makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Bicara intervensi, ini tentu peran besar pemerintah tidak bisa diindahkan dalam untuk membuat formula penanganan macet ibukota. 

Ya, dengan membangun dan mengembangkan moda transportasi, baik itu commuter line, bus Transjakarta, sampai pada satu moda transportasi lain yang disebut MRT atau LRT. MRT atau LRT dapat menjadi satu acuan program jangka panjang dalam mengurai macet yang buat rugi seluruh umat, baik ekonomi, fisik, juga mental.

Di sinilah PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan solusi strategis dan logis untuk kawasan TOD yang memberikan keuntungan masyarakat, baik untuk hunian maupun komersial. Itu semua terintegrasi dalam satu kawasan dengan sistem transportasi masal. Konsep TOD sebagai satu konsep tata kota yang dinilai paling tepat untuk solusi jangka panjang masyarakat Jakarta.

Hal ini pula yang mendorong PT Adhi Karya (Persero) Tbk menghadirkan LRT City Sentul-Royal Sentul Park, properti apartemen yang berada di KM Nol sehingga terintegrasi ke LRT. Hal yang akan membuat orang mencari dan beralih ke tempat ini tentunya dengan lahan seluas  14.8 ha berkonsep green-smart living yang terintegrasi langsung dengan stasiun LRT bebas macet.

Terintegrasinya hunian, kawasan komersil, dan stasiun LRT ini akan sangat menguntungkan banyak orang. Bayangkan saja, semua fasilitas urgen yang ada seperti mall, ruko, office tower, taman keluarga, pedestrian, jalur sepeda, dan street culinary hadir. Apartemen pertama kali yang dibangun di atas areal dengan luas 2,5 Ha total sebanyak 1633 unit apartemen telah melewati groundbreaking

Fasilitas lengkap yang diberikan PT Adhi Karya (Persero) Tbk menjadi nilai tersendiri. Hal itu sebagai bentuk pelayanan PT Adhi Karya (Persero) Tbk kepada masyarakat pengguna seperti green connectivity di level dua dengan panjang 1,3 Km yang menghubungkan antar-tower dan stasiun LRT Sentul.

Maket Royal Sentul Park (Foto: Dokpri)
Di Royal Sentul Park ini sendiri sangat dekat dengan exit  Tol Sirkuit Sentul Km 33. Nah, lebih lengkapnya, fasilitas yang ada meliputi: infinity pool, iconic skylight garden, thematic café, green connectivity, butterfly garden, sky lounge, street culinary, ramp garden, family garden, bicycle and Segway spot, jogging track, juga terdapat multipropose room. Unit specification-nya meliputi floor homogenous tile, wall lightweight concrete interior paint, palfond expose, dan sanitary mono block.
Ciracas menjadi satu bagian yang tak terpisahkan dan menjadi akses banyak orang. PT Adhi Karya (Persero) Tbk membangun hunian Urban Signature berupa rusunami. Kategori unit terdiri atas tipe studio SG 24,5 m2, 1 bedroom SG 36,75 m2, dan 2 bedroom SG 49 m2. Spesifikasi unitnya meliputi Living Room dengan lantai homogenous tile dengan dinding lightweight concrete interior paint finish, begitu pula untuk bedroom-nya. Sementara, kamar mandi dengan lantai ceramic, dinding finish ceramic, dan sanitary mono block. 

Eastern Green-Bekasi (Foto: Dokpri)
Fasilitas yang diberikan berupa function room, swimming pool, security, musholla, juga playground. Di bagian commercial area meliputi convenience centre, gym, dan resto & café. Surrounding area sangat dekat dengan stasiun LRT Ciracas, Taman Mini Indonesia Indah, RS. Jantung Bina Mulya, dan Jakarta International Korea School. 

Kawasan Urban Signature-Ciracas (Foto: Dokpri)
Eastern Green Apartment  merupakan apartemen yang dibangun PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang langsung terintegrasi dengan LRT City-Bekasi dan 0 (nol) kilometer dari stasiun LRT. Jadi, kita tak habis waktu di jalan secara sia-sia untuk hunian di sini. Terintegrasi secara nyata dengan stasiun itu yang dipaling dicari. 

Urban Signature terintegrasi dengan SCBT (Foto: Dokpri)
Eastern Green Apartment ini memberikan fasilitas yang tak kalah menarik berupa LRT Station yang sangat dekat, swimming pool, cinema, mall, commercial area, gym dan spa, plaza/landscape, plus security guard.

Living room dan bedroom dengan floor homogeneous dan berdinding lightweight concrete interior paint finish. Sementara lantai bathroomnya menggunakan ceramic, dinding lightweight concrete ceramic finish dengan sanitary mono block. Eastern Green Apartment ini memiliki tiga tipe, yaitu studio  SG 27,21 m2, 1 bedroom SG 38,43 m2, dan 2 bedroom SG 50,51 m2. 

LRT City Jaticempaka Gateway Park Apartment of LRT City juga kawasan yang langsung terhubung dengan stasiun LRT. Memiliki tiga tipe unit, masing-masing tipe studio SG 24,50 m2, 1 bedroom SG 36,75m2, dan 2 bedroom SG 49,00 m2. Fasilitas yang dipunyai sama dengan Urban Signature.

Mengedepankan konsep Connect, Compact, Transit, Mix, Shift, Walk, Densify, dan Cycle, kawasan TOD menjadi satu pemecahan baru untuk warga Jakarta. Kawasan ini tak hanya sebagai tempat hunian, tetapi menjadi satu peradaban untuk kehidupan masyarakat urban Jakarta yang perlu kedamaian. 

Dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini pula TOD ini lahir dengan pendekatan pengembangan kota kompak, adopsi dari tata campuran (mixed use), maksimalisasi penggunaan angkutan masal LRT yang dilengkapi jaringan prasarana pejalan kaki juga sepeda. 

Rangkaian pembangunan apartemen ini diperkirakan selesai dan dapat dilakukan serah terima pada 2020 mendatang. Jadi, LRT City yang dikembangkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini menjadi kawasan hunian dan komersil yang langsung terkoneksi dengan LRT Jabodebek dekat dengan stasiun, pastinya bebas macet. 

Dapat kita ambil satu hal yang paling berharga, yaitu LRT City menjanjikan kualitas hidup yang lebih baik dan kita tidak diburu oleh waktu. Dalam kaitannya dengan pembangunan Urban Signature rusunami di Ciracas, PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga menggandeng PPD. PPD memiliki lahan di Ciracas dengan luas 5,3 Ha dan lahan tersebut bersebelahan dengan milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang luasnya 6,2 Ha. Oleh keduanya, lahan tersebut dikembangkan menjadi kawasan LRT City yang dilengkapi fasilitas Ciracas Shuttle Bus Terminal (CSBT). 

Kehadiran LRT City yang menjadi jembatan pengurai kemacetan ibukota memang sangat dinanti. Selain sebagai  titik tolak untuk mengurai kemacetan, kehadiran LRT City sangat memberikan banyak manfaat masyarakat Jakarta, yaitu menaikkan perekonomian terutama di sektor properti. 

Bicara macet, memang hampir seluruh kota metropolitan, tak terkecuali Jakarta juga macet. Akan tetapi, macet yang terjadi di luar negeri itu terkonsep dan terukur, sangat berbeda dengan Jakarta yang macet dapat terjadi setiap hari dan setiap jam. Oleh karenanya, menurut Tika Bisono, macet ini sangat berhubungan erat dengan infrastruktur kota. 

Kita terkadang tidak sadar ada zebra cross untuk menyeberang tetapi diacuhkan. Sementara, side walk (pedestrian) dirampas oleh pengendara sepeda motor. Nafsu kita untuk mendominasi antara satu dengan yang lain sangat tinggi. Benar adanya, manusia Indonesia (Jakarta) mesti diatur dengan infrastruktur.

Setya Adji Pramana, Project Manager Eastern Green-Bekasi (Foto: Dokpri)
LRT City PT Adhi Karya (Persero) Tbk menjadi perentang jalan untuk bebas  kemacetan. Dalam kesempatan Blogger Gathering ini juga, Setya Adji Pramana, selaku Project Manager Eastern Green, salah satu project LRT di Bekasi mengatakan, “Pengembangan LRT City sebagai upaya PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk memberikan kehidupan dan peradaban baru masyarakat urban Jakarta dan kaum suburban di derah penyangganya. Adhi punya  beberapa lahan yang berlokasi di titik nol kilometer stasiun LRT Jabodebek. Hal itu yang dikembangkan menjadi kawasan hunian dan komersil. Menjadi solusi yang ditawarkan Adhi kepada masyarakat agar kaum suburban dapat hidup lebih berkualitas, terbebas dari macet yang semakin ruwet”, demikian tutupnya.

Nah, semakin ingin cepat pindah bukan dari daerah yang selalu memberikan kemacetan? Kalau saya, iya! Jenuh dengan pemandangan macet hampir setiap hari. Saya patut berterima kasih pada PT Adhi Karya (Persero) Tbk, karena kehadiran LRT City ini bakal banyak memberikan quality time saya kepada keluarga menjadi setidak-tidaknya--mendekati sempurna. Stress di jalan tak menghinggap, pulang ke rumah bisa lebih cepat tentunya. 

Kemacetan Jakarta yang semakin parah (Foto: Dok. 1.bp.otblogspot.com)
Apakah Anda masih menginginkan bermacet ria? Saya tidak! PT Adhi Karya (Persero) Tbk memberikan solusinya

Informasi:
Beberapa proyek LRT City yang dikembangkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk antara lain: LRT City Sentul-Royal Sentul Park, LRT City Bekasi-Eastern Green, LRT City Jaticempaka-Gateway Park, LRT City Ciracas-Urban Signature, dan LRT City MT. Haryono. Semua proyek LRT City ini ada di acara Indonesia Properti Expo JCC Senayan Hall A 11-20 Agustus 2017. Ayo guys, saat move on!

11 komentar:

Uci mengatakan...

Thanks Mas Jun infonya,wajib punya unitnya nih... Ga sabar juga tuk cobain LRT nya nanti

Nur TERBIT mengatakan...

Wah saya tinggal di daerah Bekasi Timur mas Jun, ternyata Adhi Karya juga ada di sini. Malah dengan nol kilometer dari hunian tak jauh akses tol arah Jakarta dan Cikampek. Pengen punya 1 unit bagaimana caranya ya?

Jun Joe Winanto mengatakan...

Nah, sama mba uci... Ga sabar juga nih saya. Semoga yak...siapa tau bisa jadi tetangga. LRT-nya juga nih pengen segera nyobain.

Jun Joe Winanto mengatakan...

Ayoo Bang Nur kita kolekan, nabung bang kita. Heheheh. Kereen yaak.

Zulfikar Akbar mengatakan...

Ini menjadi terobosan penting bro

Lia Harahap mengatakan...

Bener, Mas. Sebenarnya kemacetan itu sumber akarnya dari diri kita sendiri ya. Semoga orang-orang nantinya mau naik kendaraan umum dan semakin banyak akses kawasan yang mudah ditempuh dengan jalan kaki.

Semoga juga kesampaian punya unit di LRT City. Amiiieeen :D

Papi KYH mengatakan...

Semoga oom dapat satu unitnya ya
. Aamiin tapi setelah saya dulu ya. Hehehehehe

Mira Miut mengatakan...

Semoga tepat sasaran dan bermanfaat luas

Mira Miut mengatakan...

Semoga tepat sasaran dan bermanfaat luas

farida mengatakan...

Semoga berhasil mengatasi kemacetan ya :)

Mira kaizen mengatakan...

Semoga dapt mnjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan..