Kamis, 05 Oktober 2017

Aman Berkendara Bersama Michelin Safety (Driving) Academy



Perjalanan akan terasa menyenangkan apabila segala sesuatunya sudah dipersiapkan. Keadaan aman pun akan senantiasa menghampiri kita. Jika kondisi kendaraan sudah diperiksa dan dibawa ke ahlinya, tentunya menempuh jarak jauh dan berkendara tidak perlu waswas.

Michelin sebagai produsen ban [Foto: Dok http://www.bojanglesmuseum.com/]
Selain itu, pengetahuan pengemudi terhadap seluk beluk jalan sudah sangat dikuasai. Terutama tanda-tanda dan marka jalan. Tahun, kapan harus belok kanan maupun kiri, memberi lampu sein, memberi lampu dim, juga tahu kapan harus membunyikan klakson pendek dan klakson panjang.

Berkendara di malam dan siang hari pun terama aman. Semua ditunjang oleh pengetahuan, keahlian, dan siap siaganya seorang pengemudi. Pengemudii yang baik adalah orang  yang mengerti tata tertib lalu lintas di jalan raya. Dalam keadaan bagaimana seorang pengemudi harus menggunakan refleksnya, dia mesti paham benar.

Jika seorang pengemudi sudah tertib berlalu lintas, tentunya itu menjadi cerminan seorang yang punya budaya di jalan raya. Negara tempat dia tinggal pun tentunya Negara yang tertib dengan peraturan, patuh, taat, dan disiplin dengan segala macam bentuk peraturan di jalan. Peraturan ada bukan untuk dilanggar, tetapi untuk dijalankan agar tidak melanggar.

Banyak kejadian kecelakaan di jalan raya akibat ketidaktahuan dan ketidakmengertian seorang pengemudi dengan tata tertib di jalan raya. Akibat ugal-ugalan mengendarai kendaraan pun menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Intinya, jika mau aman dan nyaman berkendara di jalan raya, patuhi, terapkan, disiplin berkendara, kunci aman sampai di tujuan. Berharap, kita semua berlaku disiplin dan tertib berlalu lintas.

Sebagaimana kita ketahui, di Indonesia kecelakaan yang terjadi di jalan raya rata-rata dialami anak-anak remaja usia 15-24 tahun. Kejadian yang sama pun dialami oleh orang-orang yang berkendara di jalan raya tanpa Surat Izin Mengemudi dengan sekitar 8.700 kejadian. 

Berdasarkan hal itulah, pada hari ini, Rabu(4/10/2017) Michelin, IMI, Korlantas RI, dan Kementerian Perhubungan memberikan pembelajaran kesadaran dan keamanan berkendara di kalangan pelajar SMA yang sudah cukup umur untuk memperoleh SIM. 

Kalau kita lihat, 1,25 juta orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut berada di kisaran umur 15-29 tahun.  Dan tiga dari empat orang yang mengalami kecelakaan tersebut meninggal dunia.

Disayangkan pula, 60% kematian  karena kecelakaan lalu lintas itu tadi terjadi di negara-negara dengan tingkat penghasilan rendah dan menengah.
Data kecelakaan yang terajadi selama tahun 2016 menurut Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, bahwa jumlah kecelakaan sebanyak 108.374, meninggal dunia berjumlah 25.495, dan luka-luka sebesar 143. 852. 

Setiap harinya, di Indonesia, 70-71 orang atau 2-3 orang setiap jam tidak pulang ke rumah karena meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas.
Jika kita lihat data dan fakta di Indonesia, jumlah kecelakaan lalu lintas berdasarkan usia korban tertinggi di usia produktif, 16-30 tahun. Sedangkan kalau dilihat dari tingkat pendidikan, korban tertinggi ada di SMA & SMP. 

Ki-Ka: Frederick Mueller III; Hindro Surahmat; Aldo Siahaan, dan Dodi Irawan [Foto: DokPri]
Seperti yang dikatakan Bapak AKBP Aldo Siahaan, S.IK., Kepala Kasi  Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korlantas RI, “Pengendara pemula rentan terhadap pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas kalau mereka tidak dikenalkan bagaimana etika berkendara yang baik dan benar. Atau mereka tidak memahami peraturan lalu lintas.

Dalam hal ini, Korlantas RI sangat mendukung program kemitraan  yang dijalin antara Korlantas RI dan Michelin. Hal ini sebagai upaya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya, utamanya pelajar SMA. 

“Banyak kasus kecelakaan bermula dari pelanggaran lalu lintas. Michelin Safety Academy menjadi pintu gerbang yang sangat cocok dengan program Korlantas yang punya tujuan menanamkan nilai-nilai budaya keutamaan keamanan, keselamatan, dan ketertiban berkendara di jalan raya untuk generasi muda  Indonesia,” lanjut AKBP Aldo.

Program ini juga mendapat dukungan dari Federasi Otomotif Internasional (FIA). FIA sebagai organisasi otomotif global yang mendukung mobilitas orang dan barang. Tentunya secara aman dan berkelanjutan. FIA, di Indonesia diwakili oleh IMI (Ikatan Motor Indonesia).

Di MSA ini juga peserta juga akan mendapat informasi seputar persiapan dasar rutin yang dilakukan sebelum berkendara. Contoh cek tekanan angina ban dan kelengkapan kendaraan lainnya. Program edukasi MSA ini akan dilangsungkan di Pusdik Lantas Polri Serpong, Tangerang pada 7 dan 14 Oktober 2017. Instruktur dari IMI Jakarta akan melatih murid dan demo teknik mengerem , cara belok di tikungan tajam benar dan aman.

Presdir Michelin Indonesia, Fredrick Mueller III [Foto: DokPri]
“Satu kebanggaan dapat berpartisipasi mendukung penanaman budaya berkendara aman untuk generasi muda . MSA sebagai perwujudan fokus perusahaan di Indonesia, Perfection in Safety berdasarkan tiga pilar, keamanan melalui edukasi berkelanjutan untuk berkendara aman, inovasi  produk dan pelayanan, juga dukunga purna jual”, ucap Frederick Mueller III, selaku Presdir Michelin Indonesia. 

Frederick menambahkan, “Komitmen Michelin  mendukung pergerakan manusia dan barang  secara lebih mudah dan keamanan di jalan raya  sebagai hal penting strategi perusahaan. Juga sebagai usaha untuk menciptakan ban aman dengan program edukasi ini. Michelin berusaha mencetak  pengendara muda agar menjadi pengendara bertanggung jawab.”

Ki-Ka: MotoMobi; Diandra Gautama; & Fitra Eri [Foto: DokPri]
Dalam kesempatan itu pula hadir pembalap muda Fitra Eri sebagai pembalap rofesional dan jurnalis otomotif, Diandra Gautama pembalap wanita untuk lokal, dan MotoMobi, pengulas otomotif yang jadi seleb via medsos. Ketiga akan menjadi pelatih pula.

Sementara itu, IMI dalam hal ini diwakili Sekjen IMI Pusat, Bapak Dodi Irawan, menyampaikan bahwa  jalan di kota besar yang banyak dipadati  jutaan kendaraan setiap hari, kalau anak pengemudi muda tidak dibekali dengan pengetahuan yang memadai akan menyulitkan mereka. Adanya pelatih dapat memberi inspirasi ke murid dengan cara profesional.

Dalam sesi tanya jawab [Foto: DokPri]

Sejalan dengan itu, Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Bapak Hindro Surahmat, ATD, MSi, (Plt), berucap, “Pengguna jalan punya hak dan kewajiban. Murid-murid sangat penting menyadarinya. Michelin sudah membantu pemerintah melalui MSA (Michelin Safety Academy) untuk mempromosikan budaya berkendara yang aman dan berharap ada program ini di tahun berikutnya.”

Output program yang dibuat Michelin ini adalah bagaimana nantinya para generasi muda dilatih berkendara yang baik dan benar dengan memperhatikan faktor keselamatan, selanjutnya akan dilakukan ujian untuk mendapatkan SIM A dan C secara resmi pada 14 Oktober 2017 di Satpas CIM, Daan Mogot, Jakarta Barat. 

Michelin, ini merupakan gelaran keempat dengan menambah jumlah siswa yang ikut dan memperluas area. Michelin ini tak berhenti berinovasi menciptakan ban. Berkendara aman semua dimulai dari ban. Oleh karenanya, Michelin memberikan ban-ban dengan kualitas terbaik di kelasnya untuk keselamatan dan keamanan berkendara. Jadi, selalu mawas diri dan waspada saat berkendara, menjadi faktor utama keselamatan. Selamat berkendara!



0 komentar: