Monday, January 22, 2018

Program Pelatihan Pelaksanaan 3-R BLK Berbasis Kompetensi: Cara Cerdas BBPLK Bekasi Kurangi Pengangguran



 
BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]
Berdasarkan catatan BPS (Badan Pusat Statistik) yang telah merilis data mengenai tingkat pengangguran di negara Indonesia hingga Pebruari 2017. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2017 sebesar 5,33% (sekitar 7,01 juta), ada penurunan  0,28% poin dilihat dari data Agustus 2016 dan turun 0,17% poin dibanding Februari 2016. Ya, ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran I negara ini.

Sementara Angkatan kerja bertambah 2,62 juta orang dengan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 0,33%, seperti  yang diberitakan Tribunnews.com. Nah, peningkatan angkatan kerja ternyata beriringan dengan naiknya angka pengangguran mencapai 10 ribu orang.

Menurut BPS, pada Agustus 2017 saja, 121,02 juta penduduk bekerja dan  7,04 juta orang menganggur.  BBPLK Bekasi (Balai Besar Pelatihak Kerja Bekasi) sebagai salah satu lembaga pelatihan yang berada  di bawah naungan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan punya peran penting dan strategis untuk mempersiapkan tenaga andal siapa pakai.
Pejabat di Lingkungan BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]

BBPLK Bekasi  menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang memiliki skill dan soft skill sesuai keahlian yang diinginkan. Ada beberapa bidang yang dikembangkan dan diberdayakan BBPLK Bekasi untuk mencetak sumber daya manusia Indonesia bermutu dan berdaya guna di bidang industrial. Utamanya di bidang teknologi  informasi dan otomatisasi.

Hal itu berdasarkan kebijakan Kemnaker RI yang berkaitan erat dengan program 3R (Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding). BBPLK punya tanggung jawab di pundak  yang mesti dikelarkan untuk mencetak SDM dengan keterampilan dan keahlian masing-masing yang dikuasai.
Plus BBPLK juga punya tanggung jawab melakukan pelatihan secara massive di Kejuruan Elektronika dan TIK sesuai kemajuan teknologi dan arah industri.
 
Bersama Kepala BBPLK Bekasi (kerudung biru) Ibu Helmiaty Basri [Foto: Dok Pri]
Pada hari ini, Senin (22.01/2018), saya berkesempatan menghadiri Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I tahun 2018 di BBPLK Bekasi bersama dengan rekan-rekan blogger lainnya.

Hal ini sebagai upaya BBPLK dalam menekan, mengatasi,dan mengantisipasi bertambahnya angka pengangguran di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, pelatihan tersebut dilakukan dalam rentang waktu 1—6 bulan dengan kurikulum yang sudah disesuaikan. Kurikulum tersebut meliputi: 
    
1.   Kejuruan Elektronika                                                          240 Jp
2.   Kejuruan TIK                                              240 , 320 dan     960 Jp
3.   Pariwisata                                                                          200 Jp
4.   Refrigeration                                                                      240 Jp

Sementara itu, Kejuruan yang dibuka di BBPLK Bekasi ini terdiri atas empat program, yang terdiri atas:                                       
1.   Kejuruan Elektronika 4 Prog.       
- Instrumen & Kontrol                  4 kelas                    64 orang   
- Otomasi Elektronika Industri 5 kelas                           80 orang   
- Teknisis Fiber Optik            1 kelas                     16 orang
- Teknisi Setelit V-Sat           2 kelas                     32 orang                                     
2.   Kejuruan TIK 8 Prog. 
- Movie Animator                                         1 kelas      16 orang
- Digital Animator                                 1 kelas      16 orang
- Desain Grafis                                     3 kelas      48 orang
- IT For Solution Business                     2 kelas      32 orang
- Pemasangan Jaringan Komputer         4 kelas      64 orang
- Perakitan Komputer                           3 kelas      48 orang
- Pemograman Web                             2 kelas      32 orang
- Pemograman Client Server                 2 kelas      32 orang   
3.   Kejuruan Pariwisata 2 Prog.
- Food Beverage                                1 kelas      16 orang
- House Keeping                                 1 kelas      16 orang
4.   Kejuruan Refrigeration 1 Prog.    
- Teknisi Pendingin dan AC Split           4 kelas      64 orang
                                                                                                       
Jumlah                     576 orang 

Di tahun 2018 ini, BBPLK akan mencetak tenaga-tenaga terampil berjumlah 576  orang dari empat program yang sudah dibuat tersebut.
 
Peserta pelatihan tahap I BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala BBPKL Bekasi, Helmiaty Basri mengatakan, “Pembangunan suatu negara pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Oleh karena itu, target utama yang menjadi landasan munculnya program-program nasional Pemerintah salah satunya adalah pengentasan pengangguran.”

Kepala BBPLK Bekasi, Ibu Hemiaty Basri dalam sambutannya [Foto: Dok Pri]
Memang benar kenyataannya, pengangguran dapat dipandang sebagai ketidakmampuan atau sebagai kekurangan kemampuan (lack of competency) dan keterampilan (skills) dalam bekerja.
 
Kepala BBPLK Bekasi Ibu Helmiaty Basri [Foto: Dok Pri]
“Menyikapi persoalan pengangguran ini, program Competency Based Training (CBT) atau sering dikenal dengan Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi (PBK) sebagai cara penciptaan tenaga kerja terampil yang menjadi salah satu strategi yang diharapkan dapat mengantisipasi sekaligus mengatasi terus bertambahnya angka pengangguran,” lanjutnya.

Dari program yang dibuat BBPLK ini bisa memberikan makna mendalam untuk memberikan kemampuan atau bekal masyarakat yang perlu keterampilan, terutama di bidang Elektronika Industri, TIK, Refrigeration, dan Pariwisata sebagai bekal dalam bekerja dan melakukan wirausaha.

Era globalisasi, teknologi dan ilmu pengetahuan telah mengubah wajah dunia pada semua aspek kehidupan, seperti industri,  transportasi, perdagangan, kesehata, pendidikan juga media. Semua itu tak luput dari sentuhan teknologi. Ilmu dan teknologi menyentuh seluruh lapisan kehidupan masyarakat.

Perkembangan tersebut membawa banyak  perubahan dalam budaya manusia atau berevolusi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan informasi. Di lain tempat, dengan pengesahan AFTA (Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN) juga era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ini menjadi satu  chance yang mesti  dihadapi bersama.

Tantangan apa yang dihadapi tersebut? Tak lain ketersediaan  tenaga dan lapangan kerja. Dua hal ini punya kaitan erat. Bila tidak terdapat keseimbangan keduanya, akan terjadi ketimpangan. Otomatis, pembangunan sosial-ekonomi dalam kehidupan masyarakat kacau balau.
Apa upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi pengangguran? Ya, salah satunya pelatihan berbasi kompetensi yang diprakarsai oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui  BBPLK Bekasi ini.

Para peserta yang ikut pelatihan ini diberikan bekal tidak saja kemampuan teknis saja (hards skill), tapi juga bagaimana peserta tahu tentang wawasan industri, etika, dan motivasi (soft skill), bagaimana seseorang bisa berinteraksi dengan yang lainnya. Kemampuan interpersonal mereka dibangun dan digali.

Apa yang digaungkan BBPLK Bekasi tentang 3R itu punya peran sangat strategis dalam pelaksanaannya. Pembinaan kejuruan yang dilakukan akan lebih mudah  dan terarah. Bagaimana tidak,  dengan adanya kurikulum yang utuh, semua pendidikan menjagi terencana. Pembinaan instruktur lebih mudah.

Adanya peningkatan image Balai Latihan Kerja. Artinya, BLK yang selama ini dipandang kumuh, bukan seperti itu lagi. Tetapi, BLK yang bersih, tertata rapi dengan beragam alat yang dimiliki. Juga instruktur terlatih baik dari dalam maupun dari luar. Terjadinya peningkatan kualitas dan kuantitas lulusan 10 kejuruan unggulan.

Dengan adanya 3RBLK ini tadi, kualitas dan kuantitas lulusan semakin naik tingkat. Kemampuan mereka bukan rata-rata lagi, tetapi sudah di atas rata-rata.   

Bagaimana proyeksi peningkatan kapasitas latihan setelah 3R dilakukan? Ada peningkatan yang signifikan terjadi, seperti di BBPLK Bandung, BBPLK Semarang, BBPLK Bekasi sendiri, BBPLK Serang, BBPLK Medan. BBPLK ini mengalami kemajuan yang sangat berarti setelah 3R diterapkan.

Hal itu tak lain strategi pelaksanaan 3R  BLK yang dilakukan melalui beberapa langkah yang dianggap cukup baik. Adanya penambahan dan mutasi instruktur  dari BLK UPTP lainnya, alihdaya tenaga pengajar/instruktur, peningkatan kapasitas instruktur, peningkatan  jenjang status untuk instruktur kejuruan unggulan, penetapan jam wajib mengajar instruktur, serta adanya penambahan, rehabilitasi dan re-layout/penataan ulang gedung workshop dan kelas.

BBPLK juga membuat invetarisir peralatan pelatihan bagi 6 kejuruan unggulan di 3 BBPLK. Penambahan, perbaikan, dan peremajaan peralatan pelatihan pun dilakukan. Adanya relokasi pemindahan peralatan pelatihan yang memungkinkan dan menghindari terjadinya kerusakan. Asrama pun ditambah kapasitasnya. Memungkinkan bagi calon yang akan boarding. Adanya penyesuaian perencanaan dan anggaran BBPLK, juga pemindahan ruang kelas magang IM Japan dari CEVEST.

Peserta pelatihan hingga sejauh ini, masing-masing kejuruan masih didominansi oleh laki-laki, baik elektronika maupun TIK.
Untuk 2018 ini BBPLK  membuat program pelatihan dalam 4 bidang kejuruan, meliputi: Kejuruan Elektronika 94 paket boarding dan 45 paket nonboarding. Kejuruan TIK  dengan 83 paket boarding dan 27 paket nonboarding. Kejuruan refrigeration dengan 15 paket boarding dan 15 paket nonboarding, dan kejuruan Pariwisat (perhotelan) dengan 15 paket boarding dan 15 paket nonboarding.

Nah, pada kesempatan itu pula saya dan teman-teman blogger diajak berkeliling oleh Ibu Kepala BBPLK Bekasi, Helmiaty Basri. Kami berkeliling mulai dari ruang TIK dengan peralatan komputer yang cukup canggih dan mumpuni. Fasilitas di ruang TIK ini modern mulai lantai 1 hingga 3. Selanjutnya, menuju ruang elektronika. Terlihat mesin canggih SMT Max (Surface Mounting Technology).





Ruang kelas Kejuruan TIK sebagian  [Foto: Dok Pri]

SMT Max ini sebagai mesin yang dipakai untuk membuat dan menghasilkan LED seperti  yang ada di atas mimbar masjid untuk pemberitahuan atau nama tempat, hotel, juga instansi pemerintah lainnya. Di tempat ini, para peserta dilatih bagaimana mengoperasikan mesin dan detailing setiap perintah. Output-nya adalah mereka diorbitkan sebagai operator andal untuk mounting.



Ruang Kejuruan Elektronik [Foto: Dok Pri]

Selanjutnya, saya menuju ruang Refrigeration. Di ruang ini banyak terdapat benda-benda yang  tak asing di mata saya, seperti AC (alternating current), ada juga water heater seperti yang ada di hotel-hotel. Ya, refrigeration ini berfokus pada alat-alat pendingin maupun pemanas, baik skala kecil maupun skala industri. Di tempat ini, para peserta dididik dan dilatih untuk mengerti proses A to Z refrigerator.




Ruang refrigeration dan teman-teman blogger meninjau [Foto: Dok Pri]
Kemudian berlanjut ke tempat yang memang saya tunggu-tunggu, perhotelan. Di tempat ini ada salah satu kamar yang menjadi transit Presiden RI, Jokowi, Suit Room yang cukup besar. Di bagian perhotelan ini, peserta pelatihan dilatih untuk tahu prosedur perhotelan, kitchen, pattisery, dan regulasi perhotelan lainnya.

Kejuruan Pariwisata (hotel) [Foto: Dok Pribadi]

Kamar transit Presiden RI, Jokowi di BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]

Ruang tamu kamar transit Presiden RI [Foto: Dok Pri]
Dengan luas 10 hektar, tak heran BBPLK Bekasi ini penuh dengan tempat-tempat yang menunjang seluruh aktivitas peserta pelatihan. Asrama pun disediakan untuk mereka yang berasal dari luar kota. Kamarnya pun dilengkapi pendingin udara. Ya, istilahnya kalau mereka yang berasal dari luar kota (boarding) selama mereka melakukan pelatihan. Semua difasilitasi pemerintah dan mereka tidak dipungut bayaran seperser pun.
 
Boarding di BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]
Di tahun 2018 ini BBPLK Bekasi memiliki target peserta  berjumlah 20.800 orang  dengan target sertifikasi sebanyak 12.880 orang. Sementara, bantuan program yang digulirkan berjumlah 1.500 orang dan BLK binaan berjumlah 29 BLK.
 
Sudut hotel BBPLK Bekasi yang asri [Foto: Dok Pri]
BBPLK Bekasi mengikuti perkembangan pasar. Artinya, Balai Besar melihat keinginan pasar, bidang mana saja yang diperlukan dan tidak. Karena BBPLK kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar yang related di bidangnya.

Ketersediaan instruktur pun sangat diperhatikan menyangkut bidang yang dilatihkan. BBPLK pun mengambil/mendatangkan instruktur dari luar BBPLK sendiri yang dapat berbagi mengenai perkambangan industri di luar.

“Instruktur-instruktur BBPLK juga didatangkan dari luar BBPLK sendiri. Hal ini kami lakukan juga untuk berbagi pengetahuan kepada peserta, bagaimana perkembangan industri di luar sana,” ucap Helmiaty.

Instruktur  BBPLK sendiri berjumlah 86 instruktur yang terdiri atas, Kejuruan TIK berjumlah 47 orang, Kejuruan Refrigeration 5 orang, Kejuruan Elektronika 29 orang, dan Kejuruan Perhotelan 5 orang. Instruktur-instruktur tersebut bukan sembarang orang. Mereka memenangi pun memenangi beberapa kejuaraan di luar negeri. Salut!

Nah, BBPLK juga tak sembarangan merekrut peserta. Peserta yang direkrut untuk 2018 ini ditargetkan sebanyak 12.880 orang. Akan tetapi mereka juga akan dilakukan uji kompetensi untuk mengetahui tingkat kemampuannya di unit-unit kompetensi yang memang dilatih selama mengikuti pelatihan di BLK. Uji ini berlaku untuk peserta pelatihan di BBPLK Bekadi dan BLK UPTD Binaan.

Pun ada bantuan program pelatihan yang diberikan untuk masyarakat di 75 LPK dalam pengambangan SDM dan menanggulangi pengangguran. Memang, tak mudah untuk melakukannya. Tantangan akan selalu ada. Tidak berjalannya program yang sudah dibuat karena terhalang dana. Perlu dana yang lebih besar lagi untuk melakukan pengembangan. Sumber Daya Manusia utamanya untuk instruktur yang memang sesuai dengan maisng-masing kejuruan masih sangat diperlukan di BBPLK Bekasi.

Publikasi yang masih kurang kepada warga masyarakat bahwa ada BBPLK gratis yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan dan meningkatkan skill. Akan tetapi, kecenderungan orang yang melihat sebagai lembaga “eksklusif” terlebih dahulu, sehingga bisa jadi orang enggan untuk masuk. Padahal tida demikian adanya.

Oleh karenanya, pemberitahuan kepada publik tentang BBPLK Bekasi ini sangat perlu. Balai Besar Pelatihan ini menerima siapa saja untuk mau dilatih tanpa dibatasi usia selagi berkompeten di kejuruan yang akan diikutinya.
 
Kepala BBPLK Bekasi foto bersama peserta pelatihan kompetensi tahap I [Foto: Dok Pri]
Untuk itu, “Saya berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti seluruh tahapan dan proses pelatihan ini secara serius dan sungguh-sungguh. Saya yakin dan percaya, bahwa dengan mendapatkan pelatihan ini, saudaa nantaikan akan dapat sukses dan memiliki skill untuk menjadi calon tenaga kerja terampil dan lebih dapat diterima dunia industri,” tutup Hemilaty.

Sejarah BBPLK BEKASI

Suasana sejuk dan asri BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]
Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, yang lebih dikenal dengan nama CEVEST, sebagai kependekan dari Centre for Vocational and Extention Service Training. CEVEST didirikan pada 1985 dengan bantuan pemerintah Jepang sebagai bentuk kerjasama dalam rangka pengembangan SDM di kawasan ASEAN. CEVEST diresmikan oleh PM Jepang, Mr. Zenko Suzuki, Menteri Tenaga Kerja Sudomo, dan Menteri Perindustrian Hartarto, sebagai bentuk kerjasama antara pemerintah Jepang dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka pengembangan SDM (Pelatihan Instruktur dan Pembinaan Industri Kecil) di kawasan ASEAN dengan nama CEVEST itu tadi.
 
Profil BBPLK Bekasi [Foto: Dok Pri]

15 comments:

Eni Martini said...

Moga masyarakat bisa mempraktekan ilmunya ya dan pengangguran berkurang bahkan minim

Jun Joe Winanto said...

Iya nih En, semoga masyarakat atau ada saudara atau siapapun itu yang perlu keterampilan dan mau meningkatkan keterampilan BBPLK ini terbuka lebar banget menerima. Bisa mendaftar online dan juga bisa datang langsung ke Kantor BBPLK di Jalan Guntur Raya No. 1 Bekasi, ga jauh dari Stasiun Bekasi. Semoga ya masyarakat semakin terbuka dan tahu ada Balai Pelatihan yang bagus dan FREE!

Leyla said...

wah keren ya. coba tau dari dulu pas baru lulus kuliah. Aku mau belajar web designnya hehe

April Hamsa said...

Ikut pelatihan buat perhotelannya Mas Jun :D
Semoga semua BLK di berbagai daerah bisa semaju BLK yang di Bekasi ya aamiin :D

Tetty Hermawati said...

Keren ya programnya, bisa atasi pengangguran nih, asal ada niat dab kemauan aja ini mah

Hanni Handayani said...

programnya keren euy, kapan lagi bisa belajar gratis, dikasih uang transport dan dibantu dapat kerja

Rach Alida Bahaweres said...

Fasilitasnya lengkap dan teryata pelatihan ini gratis ya mas? Suer aku baru tahu dan sangat mendukungs ekali. Andaikan makin tersosialisais dnegan baik sehingga banyak yang terberdayakan ya mas

Tuty Queen said...

Luas banget lokasinya..para peserta dijamin nyaman ya, aku kirain BLK itu bengkel untuk workshop aja dan berbayar ternyata di luar dugaan, GRATIS malah.

Awan said...

Program studinya benar-benar disesuaikan sama kebutuhan perusahaan ya, jd tinggal pesertanya hrs giat belajar supaya bisa cepat kerja nih.

Tetty Hermawati said...

Mantapppp, program pemerintah yang harus disebarluaskan nih infonya.

Melinda Niswantari said...

Betah ya mas kalau belajar di tempat yang asri, bersih seperti di BBPLK Bekasi ini. Nda nyangka aku loh ada BLK sekece ini, pelatihannya GRATIS lagi. Semoga semakin banayak yang tahu ya akan keberadaan BBPLK Bekasi ini.TFS Mas Jun :)

kabarilman said...

Selain GRATIS. Peserta juga akan dibekali ilmu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Ini penting, artinya BBPLK memastikan kembali kalau yang akan mengikuti pelatihan ini adalah orang-orang yang mau maju yang memiliki kemauan.

muthiah alhasany said...

Informasinya sangat lengkap

Helena said...

Hotelnya cakeeeep! Kalau udah dibuka untuk umum, mau dong staycation di situ.

sally fauzi said...

Kalau tau ada balai latihan sekece ini, lulus sekolah mau deh pelatihan di sini. Dijamin ada penempatan lagi...