Thursday, March 1, 2018

Kenali, Cegah Sebelum Petaka Tiba



Bencana alam seperti gempa bumi, badai, kebakaran, atau tsunami bukan sesuatu yang harus disesali. Tetapi, bagaimana kita dapat memilah dan memilih pelajaran yang bermanfaat untuk hari yang akan datang.Di antara sekian banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari alam, salah satunya adalah kewaspadaan kita terhadap bencana yang dapat terjadi tiap saat. Lalu, bagaimana cara kita untuk meningkatkan kewaspadaaan itu? Jawabannya cukup sederhana. Mulailah untuk memahami dan mengerti seluk beluk dari berbagai bencana alam tersebut.

Gempa Bumi [Foto: Dok https://www.nasa.gov]
Lingkungan terdiri dari dua komponen, yaitu abiotik dan biotik.Segala sesuatu yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, ataupun bunyi termasuk dalam komponen abiotik. Sementara komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme. Lingkungan hidup yang baik adalah lingkungan yang bebas dari pencemaran. Pencemaran datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air, serta tanah dengan berbagai cara.

Pencemaran udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industri, dan pembakaran sampah. Pencemaran udara dapat pula berasal dari aktivitas gunung berapi. Pencemaran sungai dan air tanah terjadi terutama dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian. Limbah cair domestik berupa BOD, COD, dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat organik, dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan fosfat. Tumpahan minyak yang parah, jembatan ambrol, atau bahkan kecelakan nuklir.

Polusi Udara [Foto:: Dok http://www.govtech.com]
Manusia tak bisa melepaskan diri begitu saja dari kelestarian lingkungan.
Apalagi beberapa bencana lingkungan disebabkan ulah manusia. Bencana terhadap lingkungan juga berpengaruh terhadap iklim dunia, kerusakan hutan dunia, bahkan hilangnya beberapa spesies dunia. Ada dua jenis bencana lingkungan, yaitu bencana lingkungan jangka pendek dan bencana jangka panjang. Penanggulangan bencana jangka pendek dapat dilakukan dalam waktu singkat. Sementara untuk bencana
jangka panjang penanggulangan dan pemulihannya membutuhkan waktu yang lama.

Pentingnya Lingkungan untuk Kehidupan
Untuk apa manusia harus mempertahankan kelestarian lingkungan? Makhluk hidup dapat bertahan dalam suatu siklus ekologis bersama dengan lingkungannya. Itu artinya, makhluk hidup memiliki hubungan timbal balik dengan kondisi alam sekitar (lingkungannya). Jika siklus itu dirusak atau terputus, maka siklus hidupnya terancam, sehingga menimbulkan krisis.

Lingkungan hijau sangat penting untuk kehidupan [Foto: Dok https://www.swri.org]
Manusia dan seluruh makhluk hidup di Bumi membutuhkan lingkungan. Antara manusia dan lingkungan memiliki keterkaitan sangat erat. Misalnya, dengan adanya tumbuh-tumbuhan, kita bisa mendapat oksigen untuk bernapas. Begitu juga dengan tanah, air, udara, dan hutan.

Tanah merupakan tempat kita berpijak dan tanaman bisa tumbuh subur. Begitu juga dengan air yang berperan penting dalam kehidupan. Layaknya udara dan air, tanah merupakan komponen penting dalam hidup. Tanah berperan penting dalam pertumbuhan makhluk hidup, memelihara ekosistem, dan memelihara siklus air.

Pencemaran tanah terutama disebabkan oleh pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat, kebocoran limbah air dari industri, kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia atau limbah, yang kemudian tumpah ke permukaan tanah.

Ketika suatu zat berbahaya telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Hal tersebut sangat berbahaya bagi manusia ketika menggunakan air tanah dan ketika mengisap udara.

Apa Itu Pencemaran
Ketika lingkungan mengalami perubahan dan kualitasnya menurun akibat masuknya atau dengan sengaja dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan komponen lain ke dalam lingkungan, bisa dikatakan lingkungan tersebut sudah tercemar. Pencemaran  dapat timbul karena kecerobohan manusia dan juga alam, seperti akibat bencana gempa atau banjir. Sedangkan pencemaran akibat kelalaian manusia sebenarnya bisa dicegah dan ditanggulangi, tentu dengan peran serta manusia itu sendiri.

Polutan
Polutan adalah zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran. Suatu zat bisa bermanfaat bagi kehidupan, tetapi di sisi lain bisa berubah menjadi polutan yang sangat merugikan bagi lingkungan. Misalnya, karbon dioksida di udara dengan kadar 0,033 persen bermanfaat bagi tumbuhan, tetapi bila kadarnya lebih tinggi dapat memberikan efek merusak.

Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
a. Jumlahnya melebihi batas normal yang dibutuhkan
b. Berada pada waktu yang tidak tepat
c. Berada di tempat yang tidak tepat Di lingkungan kita, dikenal dua sifat polutan yang harus diwaspadai. Salah satunya polutan yang merusak untuk sementara, tapi bukan berarti tidak berbahaya. Apabila polutan jenis ini telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak akan merusak lagi.

Kedua adalah polutan yang merusak dalam waktu lama. Misalnya, jika suatu polutan masuk ke dalam air atau tanah sedikit demi sedikit, pada akhirnya akan sampai di tingkat yang dapat merusak.

Ragam Pencemaran Lingkungan

A. Berdasarkan Tempat Terjadinya
Berdasarkan tempat terjadinya, pencemaran dapat dipisahkan dalam beberapa kategori, yaitu: pencemaran udara, air, dan tanah.

1. Pencemaran udara

a. Karbon dioksida
Asap buangan atau sisa pembakaran menjadi faktor utama pencemaran udara. Asap buangan (karbondioksida) paling banyak berasal dari pabrik, mesin-mesin, mobil, pesawat terbang, kapal, dan juga pembakaran hutan.

b. Karbon monoksida
Di lingkungan rumah, pencemaran tetap bisa terjadi. Misalnya menghidupkan mesin mobil di dalam garasi tertutup. Jika proses pembakaran di mesin tidak sempurna, maka proses pembakaran itu menghasilkan gas karbon monoksida (CO) yang keluar memenuhi ruangan. Hal itu bisa membahayakan orang yang berada di dalam garasi tersebut. Demikian juga dengan menghidupkan AC ketika tidur di mobil dalam keadaan tertutup. Bocoran gas CO dari knalpot akan masuk ke dalam mobil.

c. CFC
Pencemaran lain terhadap udara adalah gas kloro fluoro karbon (CFC). Jenis gas ini biasa digunakan untuk pengembang seperti busa, AC, dan pendingin lemari es. CFC memiliki sifat tidak berbau, tidak berasa, tidak beraksi, dan tidak berbahaya. Tetapi, jika CFC membumbung tinggi dapat mencapai stratosfer, tempat di mana lapisan ozon berada. Lapisan ozon merupakan pelindung Bumi dari pengaruh cahaya ultraviolet.

Seandainya CFC mencapai ozon, akan terjadi reaksi antara keduanya. Akibatnya, lapisan ozon akan berlubang atau biasa disebut lubang ozon. Menurut pengamatan yang dilakukan ilmuwan melalui pesawat angkasa luar, lubang ozon di Kutub Selatan semakin melebar. Saat ini luasnya telah melebihi tiga kali luas Benua Eropa, karena itu pemakaian AC harus dibatasi.

d. Asap Rokok
Merokok mungkin dianggap remeh dan hanya berpengaruh pada kesehatan diri sendiri saja. Tetapi sebenarnya, asap rokok memiliki pengaruh besar terhadap pencemaran lingkungan. Ada beberapa kerusakan lingkungan yang diakibatkan asap rokok, yaitu rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna cat. Asap rokok juga dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan tanaman, seperti menguningnya daun.

2. Pencemaran air

Ciri-ciri air yang sudah tercemar adanya perubahan pada rasa, bau,
dan warna. Berdasarkan asal polutannya dan sumbernya, pencemaran air
dapat dibedakan menjadi limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah
pertanian.

Pencemaran Air [Foto: Dok https://blog.ipleaders.in]

a. Limbah industri
Beberapa kasus yang terjadi, banyak industri yang membuang limbahnya
ke sungai. Macam polutan yang dihasilkan tergantung pada jenis industri
tersebut. Mungkin berupa polutan organik (berbau busuk), polutan anorganik
(berbuih, berwarna), atau mungkin berupa polutan yang mengandung asam
belerang (berbau busuk), atau berupa suhu (air menjadi panas).

Pemerintah menetapkan tata aturan untuk mengendalikan pencemaran air
oleh limbah industri. Misalnya, limbah industri harus diolah terlebih dahulu
sebelum dibuang ke sungai agar tidak terjadi pencemaran. Di laut sering terjadi kebocoran tangker minyak karena bertabrakan dengan kapal lain.

Minyak yang ada di dalam kapal tumpah menggenangi lautan dalam jarak ratusan kilometer. Ikan, terumbu karang, burung laut, dan hewanhewan laut banyak yang mati. Untuk mengatasinya, polutan dibatasi dengan pipa mengapung agar tidak tersebar, kemudian permukaan polutan ditaburi dengan zat yang dapat menguraikan minyak.

b. Limbah pertanian
Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati, kemungkinan akan termakan oleh hewan dan manusia. Akibatnya, hewan atau manusia yang memakannya akan keracunan.

Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih insektisida khusus untuk mematikan hama/hewan sasaran tanpa meracuni yang lainnya, serta bersifat biodegradabel (dapat terurai oleh mikroba), dan melakukan penyemprotan sesuai dengan aturan. Jangan membuang sisa obat ke sungai. Sementara pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air, sehingga. ganggang, dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming). Ganggang dan tumbuhan air yang bersifat hama akan mengancam kelestarian bendungan. Bendungan akan cepat dangkal dan biota air akan mati.

c. Limbah pertanian
Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik.
Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati,
kemungkinan akan termakan oleh hewan dan manusia. Akibatnya, hewan atau
manusia yang memakannya akan keracunan.

Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih insektisida khusus untuk
mematikan hama/hewan sasaran tanpa meracuni yang lainnya, serta bersifat
biodegradable (dapat terurai oleh mikroba), dan melakukan penyemprotan
sesuai dengan aturan. Jangan membuang sisa obat ke sungai. Sementara
pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air,
sehingga. ganggang, dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming). Ganggang
dan tumbuhan air yang bersifat hama akan mengancam kelestarian
bendungan. Bendungan akan cepat dangkal dan biota air akan mati.

d. Limbah rumah tangga
Dalam limbah rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (misalnya, sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemak, air buangan manusia) yang terbawa air got/parit, kemudian menuju aliran sungai. Adapula bahan-bahan anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Timbunan sampah akan menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir. Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis berupa bibit penyakit, bakteri, dan jamur.
Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan. Akibatnya, kadar oksigen dalam air turun drastis sehingga biota air akan mati. Jika pencemaran bahan organik meningkat, kita dapat menemui cacing Tubifex berwarna kemerahan bergerombol. Cacing ini merupakan petunjuk bagaimana parahnya pencemaran oleh bahan organik dari limbah pemukiman.

Di kota- kota, air got berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau yang menyengat. Di dalam air got yang demikian tidak ada organisme hidup kecuali bakteri dan jamur. Dibandingkan dengan limbah industri, limbah rumah tangga di daerah perkotaan di Indonesia mencapai 60 persen dari seluruh limbah yang ada.

e. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah banyak diakibatkan oleh sampah rumah tangga, pasar, industri, kegiatan pertanian, dan peternakan. Sampah organik seperti dedaunan, kertas, kulit buah, dapat dihancurkan oleh jasad-jasad renik menjadi mineral, gas, dan air, sehingga terbentuklah humus.

Pencemaran Tanah [Foto: Dok https://financialtribune.com]

Sementara sampah anorganik seperti besi, alumunium, kaca, dan bahan sintetik seperti plastik tidak dapat diuraikan. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bayangkan, bungkus plastik yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian.

Akibat pencemaran, tanah akan terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme dalam tanah), berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah, sehingga tidak baik untuk pertumbuhan tanaman dan dapat mempengaruhi keseimbangan ekologi.

f. Pencemaran suara
Pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh
bunyi atau suara yang mengganggu ketentraman makhluk hidup di sekitarnya.
Pencemaran suara biasanya diukur dalam satuan dB atau desibel.
Pencemaran suara yang bersifat terus-menerus dengan tingkat kebisingan di
atas 80 dB dapat mengakibatkan dampak yang merugikan kesehatan manusia.

Pencemaran Suara [Foto: Dok https://blog.nus.edu.sg]

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari pencemaran suara:
• Stres
• Gila
• Perubahan denyut nadi
• Tekanan darah berubah
• Gangguan fungsi jantung
• Kontraksi perut

Berikut ini contoh kebisingan yang menimbulkan pencemaran suara:
• Orang yang melakukan percakapan normal = 40 dB
• Orang yang bercakap-cakap dengan suara ribut = 80 dB
• Suara kereta api/kereta rel listrik = 95 db
• Mesin motor 5 pk = 104 dB 5. Suara petir = 120 dB 6.
• Pesawat jet tinggal landas = 150 dB

B. Berdasarkan Macam Bahan Pencemaran
Menurut macam bahan pencemarnya, pencemaran dibedakan menjadi berikut ini:
1. Pencemaran kimiawi: CO2, logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, Ni,) bahan radioaktif, pestisida, detergen, minyak, pupuk anorganik.
2. Pencemaran biologi: mikroorganisme seperti Escherichia coli, Entamoeba coli,
Salmonella thyposa.
3. Pencemaran fisik: logam, kaleng, botol, kaca, plastik, karet. d. Pencemaran suara:
Kebisingan

C. Berdasarkan Tingkat Pencemaran
Berdasarkan tingkatnya, pencemaran dibagi menjadi tiga, yaitu pencemaran ringan, pencemaran kronis, dan pencemaran akut. Pencemaran ringan merupakan pencemaran yang menimbulkan gangguan terhadap ekosistem lain. Contohnya, pencemaran gas kendaraan bermotor.

Sementara pencemaran kronis adalah pencemaran yang menyebabkan penyakit kronis. Terakhir pencemaran akut yaitu pencemaran yang dapat menimbulkan kematian. Misalnya pencemaran gas karbon monoksida dari knalpot mobil yang dapat mengakibatkan kematian bagi orang yang berada di dalam mobil tertutup. Kematian juga.

Nah, Jakarta yang mulai tak bersahabat ini, kita mesti hati-hati juga saat berkendara atau keluar rumah. Masker, untuk saya sangat penting. Itu menghindari asap knalpot kendaraan yang keluar dan mencegah terjadinya radang paru-paru.

3 comments:

indah nuria Savitri said...

kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga kebersihan dan kelestarian bumi

Jun Joe Winanto said...

Ya bener banget Kakak @Indah. Dari sekarang kita jaga baik" biar ke depannya anak cucu bisa hidup sehat bebas penyakit dari lingkungan yg sudah semakin mengkhawatirkan.

Jeido Power Knee said...

Hiks, sedih ya bumi kita udah tua. Sayangnya masih banyak orang yang belum terdorong untuk menjaga kelestarian lingkungan.