Senin, 02 Oktober 2017

K-Link MLM: Bersyariah Membangun Negeri untuk Berbagi


Tidak sedikit orang yang takut untuk terjun ke dalam dunia network marketing atau dikenal juga sebagai multi level marketing (MLM). Itu karena mitos yang dibangun dan kesalahpahaman mengenai bisnis ini. Bagian dari negativitas berasal dari tingkat keberhasilan MLM yang rendah. Akan tetapi, bisnis pemasaran multi level tidak ditakdirkan untuk lebih berhasil dari bisnis lainnya. Tidak peduli bisnis apa yang sedang kita mulai, kita perlu membangunnya agar mencapai sukses. 

MLM: Biarkan orang yang menilai [Foto: Dok2.bp.blogspot.com]
Memang, membangun downline MLM sebagai tujuan pemasaran multi level tertinggi untuk mencapai bisnis yang hakiki. Sebagaimana kita ketahui, dunia online mengubah dunia Network Marketing. Internet menjadi jaringan utama dan perintis MLM dapat membangun bisnisnya dari mana saja tanpa terbatas ruang dan waktu. 

Orang-orang yang kita rekrut otomatis akan memberikan investasi kepada kita, bukan karena kesempatan. Anggota yang masuk ke dalam tim baru umumnya akan lebih tertarik kepada rasa antusiasme dan karakter dari satu sponsor daripada perusahaan tempat mereka mendapatkan peluang. Multi Level Marketing ini tentang jaringan. Seberapa pandai kita mengolah, mendapatkan, bernegosiasi dengan jaringan yang kita miliki. Semakin banyak orang yang bergabung dengan apa yang ingin kita capai, semakin mudah kita membangun bisnis MLM.

Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju, tak mengharuskan kita untuk bertatap muka kepada downline yang kita miliki. Kita pun tidak harus melakukan percakapan dengan orang-orang asing yang tidak kita kenal sebelumnnya untuk membangun jaringan MLM secara digital. MLM dapat dilakukan secara online tanpa membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran kita. 

Hal ini sangat menarik. Mengapa saya bilang sangat menarik? Ya, karena kita bisa tinggal di rumah, memperhatikan perkembangan anak-anak, waktu lebih banyak bersama keluarga, hemat biaya, bahkan dapat menabung lebih banyak untuk hari tua. 

Bahkan, orang kantoran sekalipun dapat melakukan pekerjaan ini di luar atau jam-jam kantor mereka. mereka dapat melakukan proses marketing juga mempertahankan downline yang mereka miliki. MLM memang nyata terbukti dan bukan janji. MLM telah benar-benar dapat mengubah hidup seseorang. 

Memilih network marketing dengan satu proses yang berada pada satu tempat. Pemasaran jaringan dan membangun downline MLM itu tidak jauh berbeda. Siapapun yang memutuskan untuk masuk ke dalam MLM, baik online maupun face to face, mesti memahami konsep pemasaran jaringan. Tidak cukup juga hanya duduk-duduk di rumah tanpa mengetahui perkembangan dunia luar.

K-Link berjejaring [Foto: Dokhttps://dianavideo.files.wordpress.com]
Perlu kita pahami bahwa pemasaran jaringan sama dengan penjualan yang perlu waktu, bukan sebagai bentuk kepuasan instan. MLM terutama K-Link, itu merupakan bisnis nyata yang sudah, sedang, dan akan terus dibangun. Oleh karena itu, untuk membangun bisnis MLM K-Link perlu taktik bisnis yang nyata. Oleh karenanya, orang-orang yang masuk dan bergabung pada satu bisnis MLM, dalam hal ini K-Link mesti benar-benar punya konsep yang dapat dipahami, saling dimengerti, dan tidak menghindar dari industri MLM.

Kalau kita ingin mengubah hidup melalui bisnis MLM K-Link, sudah semestinya kita menguasi keterampilan bisnis dan pemahaman konsep marketing plan K-Link. Jadi, bisnis MLM K-Link ini benar-benar bisnis yang dapat kita rintis secara profesional dan bukan jadi hobi belaka atau sekadar mencari profit, tetapi lebih dari itu. Kita dapat mengembangkan karier lebih tinggi lagi.

MLM K-Link yang kita lakukan bukan bisnis yang akan kita jalankan kalau kita merasa nyaman. Tetapi lebih kepada komunikasi bisnis yang tepat dengan solusi yang baik dan benar (win win solution).

K-Link  dapat menjadi trigger factor (faktor pemicu) untuk diri saya, Anda, dan kita setiap hari. Ada hal yang mungkin dikorbankan dalam hidup kita ketika ingin membangun bisnis MLM. Hal tersebut menjadi kepercayaan kuat yang kita yakini. Ada kalanya, memang bisnis  MLM itu tidak menyenangkan untuk sebagian orang. Tetapi, itu hanyalah stigma miring saja. 

Kebanyakan orang tidak punya petunjuk bagaimana masuk ke bisnis untuk diri mereka sendiri. Mereka pun tidak tahu, harus mulai dari mana. Tak salah memang ketika kita bicara bisnis konvensional atau fokus pada multi level marketing daring. 

Menjalankan MLM itu perlu kedisiplinan dan arah yang jelas untuk membangun kesuksesan. Kita perlu waktu dan memang harus dikerjakan. Catatan juga, bahwa kesuksesan bisnis MLM K-Link ini tidak bisa dikerjakan hanya dalam waktu semalam selesai. Kita mesti menanamkan dalam diri bahwa apa yang akan kita kerjakan dan kita lakukan berhasil, itu akan terjadi. Terkadang, orang belum apa-apa sudah frustrasi, sudah menghabiskan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tetapi hasilnya hanya sedikit. 

Menurut saya, bisnis K-Link ini melakukan apa yang seharusnya ingin kita lakukan. Insya Allah, kemajuan akan terus meningkat. Tekad yang kuat pada akhirnya akan menang. Saran saya juga, mungkin kita perlu membaca salah satu buku yang berjudul Cashflow Quadrant yang ditulis oleh Robert Kiyosaki. Buku yang indah itu, sedikit banyak dapat memberi kita pencerahan perasaan arah dan beberapa blok bangunan mental utama untuk memulai bisnis MLM dengan sukses. 

Apa yang terbayang di benak kita ketika mendengar kata MLM? Untuk saya pribadi, pertama kali mendengar kata itu benar-benar asing. Saya berpikir, “Apakah MLM ini semacam aktivitas “arisan” berantai atau sejenisnya? Apakah bisa dimakan atau justru berbahaya buat kesehatan?

Setelah berselancar dan bermain-main ke salah satu toko buku yang sempat saya baca, ternyata MLM atau Multi Level Marketing menjadi salah satu bentuk jaringan pemasaran berjenjang atau bertingkat. Bentuknya pemasaran produk atau barang yang sangat berbeda dengan cara berdagang konvensional kebanyakan.

Tentu timbul pertanyaan, mengapa berbeda? Ya, karena barang atau produk yang dijual langsung ke pembeli tanpa melalui distributor atau distribusi yang panjang. Dapat dilihat, perdagangan dengan cara MLM atau networking marketing sebagai bentuk yang paling efisien dari cara berdagang yang panjang dan selama ini dilakukan. Karena itu, dengan efisiensi cara-cara tersebut, biaya-biaya yang tidak penting dapat dieliminir dan diberikan kepada orang yang akan melakukan penjualan secara bijak, baik, adil, dan benar.

Memang, di masyarakat kita, banyak terjadi pro dan kontra mengenai MLM. Benar adanya, ada perusahaan yang memakai kedok atas nama Money Game atau arisan berantai. Money game atau arisan berantai sudah dipastikan tidak memiliki produk. Kalaupun ada produknya jauh dari kata sempurna.  Ada hal yang mengherankan dan membuka peluang orang untuk berbondong-bondong ikut money game. Orang-orang yang bergabung pertama kali memang mendapatkan keuntungan menggiurkan. Jadi, boleh dibilang bisnis money game hanya tipuan saja.

Sudah banyak bisnis yang mirip seperti money game beredar luas di masyarakat. Kita pun mesti hati-hati karena sudah banyak pula yang jadi korbannya. Bisnis yang hanya mengandalkan keuntungan  semata, tidak akan bertahan lama. Paling lama tiga tahun, setelah itu raib atau tutup. Kemungkinannya juga bisa jadi berganti nama.

Nah, berkaitan dengan hal itu pada Rabu, (27/09/2017) saya berkesempatan hadir dalam acara Gathering Blogger Member K-Link, bertempat di K-Link Tower, Jalan Gatot Subroto Kav. 59A RT 1 RW 4 Kuningan Timur, Kota Jakarta Selatan.

Pertama kali saya mengenal K-Link sekitar 2008. Teman saya yang memang sudah bergabung di K-Link datang ke rumah dan bertutur panjang mengenai MLM. Saya tak antusias mendengarkan karena pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan terkait multi level marketing. Akan tetapi, penjelasan teman saya ini jauh berbeda dari apa yang saya bayangkan tentang MLM sebelumnya. 

Alhasil, penjelasan itu membuat saya berubah pikiran tentang MLM. Dia datang membawa contoh produk yang menurut saya punya kelas dan bagus. Kemasannya sangat rapi dan bersih. Dia memberikan saya sampel produk untuk dicoba. Waktu itu, teman saya bawa Chlorophyll liquid. Namanya produk yang diberikan ke saya K-Liquid Chlorophyll.

Produk unggulan K-Link K-Liquid Chlorophyll [Foto: Dokhttp://www.tendamuslim.com]
Dikatakannya bahwa Chlorophyll ini sebagai salah satu bentuk minuman kesehatan yang berasal dari daun Alfalfa (Medicago sativa). Awalnya saya berpikir diambil dari salah satu ekstrak  mikroalga, Chlorella, ternyata saya salah. Cerita punya cerita, minuman ini sebagai bapak dari segala makanan. Dedaunan herbal yang memiliki nutrisi tinggi dengan proses ekstraksi modern dari daun Alfalfa itu tadi.

Tanpa pikir panjang, saya mencoba mengonsumsi Chlorophyll yang diberikan tadi. Ternyata, keesokan harinya, ada sesuatu yang berbeda. Badan saya terasa enteng dan segar. Saya merasakan seperti ada perubahan dan pergantian sel-sel dalam tubuh. Benar-benar terasa segar.

Manfaat Chlorophyll [Foto: Dokhttp://agencantiksehat.com]
Mungkin ini yang namanya terjadi regenerasi kadar asam dan alkali yang saya rasakan dan diseimbangkan kembali. Ternyata, Chlorophyll mampu meningkatkan daya serap nutrisi dan energi dalam tubuh saya. 

Alhasil, saya mengonsumsi Chlorphyll secara teratur dan kontinu hingga saat ini. Efek yang ditimbulkan terasa sangat berbeda dari hari-hari biasanya. K-Link menjadi inspirasi pertama dalam hidup sehat saya untuk mengonsumsi produk kesehatan tanpa ada rasa was-was. Ya, semakin hari, kondisi tubuh saya semakin terasa segar dan ringan. Saya semakin paham, bisnis MLM model K-Link inilah yang tepat untuk saya ambil dan jalani. Mengapa? 

Bertolak dari pengalaman pahit saya yang pernah ikut arisan berantai, saya melihat K-Link semakin berkembang dan berbenah diri. Artinya apa? Bisnis yang dimulai pada 2002 ini terbukti  terus maju, bertahan, bahkan semakin besar hingga sekarang, dan dikenal banyak orang. 

Lebih dari 34 negara K-LINK menancapkan kepercayaannya kepada masyarakat. Kepercayaan masyarakat itulah menjadi kunci keberhasilan K-LINK terus tumbuh dan berkembang. Dari sini pula K-LINK semakin dipercaya mendirikan kantor operasional di Indonesia (Jakarta). Inilah antara lain alasan saya  memilih K-LINK untuk berinvestasi dalam dunia MLM.

Bisnis K-LINK ada dan dibangun tidak main-main. Jangkauan bisnisnya tak diragukan lagi. Pembuatan produknya terstandarisasi, dan terus mengalami inovasi. Ada sekitar 180 varian produk sudah dihasilkan K-Link.

Dalam derap langkah maju ke depan, untuk meyakinkan ke masyarakat secara luas bahwa K-Link mampu memberikan produk unggul dan sangat berkualitas, baik, dan halal, melalui inisiatif Presiden Direktur K-Link, Dato H. MD. Radzi Saleh, K-Link bersertifikat halal (bersyariah) dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kategori bisnis MLM yang dibangunnya.

Sekilas Perjalanan Dato’ Radzi

Flashback sejenak, sebelum K-Link besar seperti sekarang ini, sosok orang yang dulunya hidup jauh dari kata cukup, Dato H. MD. Radzi. Dalam salah satu petikan kalimat dia yang membuat saya merenung dikatakannya, “Kemarin  adalah pengalaman, besok adalah tujuan, hari ini adalah anugerah. Nikmati dan hargai anugerah yang diberi dengan melakukan yang terbaik dalam hidup kita.”


Keluarga itu segalanya untuk support [Foto: DokPri]
Sejak kecil, Dato H. MD. Radzi telah dihadapkan pada persoalan dan pengalaman hidup yang sungguh pahit. Alamlah yang mendewasakannya melalui pengajaran hidup yang tidak dialami banyak orang. 

Masa-masa kecilnya telah kehilangan kasih sayang. Kisah hidupnya justru benar-benar mengajarkan untuk menghargai kasih sayang, jika itu hampir hilang dari hidup seseorang. 

Segala hidup yang telah beliau lalui, benar-benar membuat insaf dan sadar betapa pentingnya kasih sayang yang mampu membentuk kehidupan seseorang menjadi kuat luar biasa. 

Dato Radzi sebagai orang keturunan Yaman. Beberapa keluarganya masih ada yang berdiam di perkampungan keluarga Arab di Bagan Serai, Perak. Rerata, orang Yaman sebagai pedagang. Jadi, tak heran jika jiwa pedagang ada dalam diri Dato’ Radzi.  

Kesukaan masa kecilnya membaca buku novel dan buku-buku motivasi atau kiat-kiat sukses. Dato Radzi, dalam keluarga dikenal sebagai bapak yang pemurah dan penyayang. Dirinya juga termasuk orang yang pemaaf. Tidak pernah menyimpan dendam. 

Dato Radzi begitu mencintai dan menyayangi anak-anaknya. Bahkan sering berkata kepada istrinya bahwa dirinya tidak punya ayah, jadi sekarang semuanya dicurahkan untuk anak-anak dan keluarga. 

Kepada karyawannya, Dato Radzi terbilang cerewet. Hal itu bukan tanpa alasan. Dirinya menginginkan segala sesuatu lebih  baik dan bagus, kalau boleh dibilang sempurna. Akan tetapi, itu menjadi kelemahan sekaligus kelebihannya. Kelemahannya, orang jadi tidak suka. Kelebihannya, karyawan jadi lebih baik. Kepada perusahaan pun beliau termasuk orang yang loyal.

Untuk menjadi seperti sekarang ini, perjuangan Dato Radzi tidaklah mudah. Banyak persoalan hidup yang dia hadapi. Pria kelahiran 4 April 1959 di Kampung Rasau, Perak, Malaysia ini berasal dari keluarga Arab miskin. Tinggal dalam rumah sederhana beratap nipah, berdinding dan berlantai bambu. Ibu dan kakek dari ibunya sebagai penyadap getah karet. Sementara ayahnya penebang kayu di satu daerah bernama Raub, Pahang.

Karena jarak yang jauh, ayahnya terkadang harus berpisah beberapa waktu dengan diri dan keluarganya. Saat Dato Radzi lahir, ayahnya tidak  sempat melihatnya. Pun ibunya dalam ucap cinta dan sayang sering mengatakan, bahwa ibu belum lepas rindu ayahnya sudah kembali bekerja. 

Baru beberapa hari Dato’ Radzi dilahirkan, Ibunya mendapat kabar duka cita, bahwa suaminya meninggal di Rumah Sakit Raub. Lagi-lagi, karena kemiskinan yang mendera, hingga beberapa hari jenazah sang ayah masih di rumah sakit. Untuk kemudian, karena tidak ada pihak keluarga yang belum datang, pihak rumah sakit mengebumikan sang ayah. 

Baru setelah dana terkumpul ibu, kakek dari pihak ibu, dan nenek dari pihak ayahnya bisa berangkat. Tak jarang, setelah ayahnya meninggal Dato Radzi banyak pula mendapat celaan. Dirinya pun sering mendapat perlakuan tak mengenakkan.

Kebahagiaan sesaat yang pernah dicecap pun tak berlangsung lama.
Kakeknya yang mengatakan bahwa ayahnya akan keluar dari hutan akan segera datang. Tetapi, Radzi yang ingin sekali melihat sang ayah, dihalang oleh sang kakek. Ayahnya yang datang bukan ayah kandungnya, tetapi laki-laki yang akan menikahi ibunya dan menjadi bapak tirinya.

Setelah ibunya menikah, Dato Radzi pun tak tinggal bersama ibu. Padahal, selama ini ibunyalah yang merawat dan membesarkannya. Ibunya dibawa oleh ayah tirinya ke Behrang Ulu. Sementara, dia dan kakeknya tetap tinggal di Kampung Rasau Slim River. Hingga menjelang remaja dan bersekolah di sana. 

Saat usia sembilan tahun, Dato’ Radzi tinggal bersama ibu dan ayah tirinya di Kampung Muda, sekitar 10 Km dari Kampung Rasau. Itu menjadi pertama kali beliau kumpul bersama keluarga. Ya, pekerjaan orang tuanya sebagai buruh penyadap getah tak mampu mencukupi kebutuhan. Alhasil, ibu, adik, dan ayah tirinya ingin merantau ke Kuala Lumpur. Sementara, dia diminta tinggal bersama kakeknya. 

Kakeknya yang bekerja di hutan, sementara sang nenek sibuk dan hanya memperhatikan anak-anaknya sendiri. Dato’ Radzi benar-benar merasa hidup sendirian. Hampir setahun beliau tinggal di rumah kakek-nenek dari pihak ibu. Hingga satu hari, Dato’ Radzi ingin ke rumah nenek dari pihak ayah kandungnya yang jaraknya hanya dua kilo dan letak rumahnya di tengah sawah. 

Beliau mau menginap rencananya. Neneknya menyiapkan masakan yang enak untuknya. Selang berapa lama, paman yang seumuran dirinya datang  memberi tahu bahwa ibu dan ayah tirinya datang. Jadilah Dato’ memacu sepeda dengan kencang untuk menjumpai ibu dan ayah tirinya. Tapi, bukan kegembiraan yang ditemui, justru tangis haru dan tak sepatah kata pun bisa terucap karena bahagia. 

Ayah tiri dan ibunya hanya satu minggu berada di kampung lalu berangkat lagi ke Kuala Lumpur. Terpenting bagi Dato’ Radzi dia masih melihat ibunya hidup.
Dato’ Radzi tak mudah memperoleh yang dia capai sekarang. Belajar mengolah kehidupan,  di K-Link inilah dia ingin berbagi sebagian pencapaian dia agar termotivasi dan memberi inspirasi dalam meraih hidup lebih baik. Dante bilang, “Kalau Anda memberi orang cahaya, ia akan menemukan jalannya sendiri.”

Belajar dari kemiskinan itu sudah lekat di diri Dato’ Radzi. Saat hidup dalam kemiskinan dan penderitaan, dia pernah meragukan kebesaran kasih illahi. Dia mengadu kepada sang pemberi hidup dan kematian. Dato’ Radzi adalah orang yang tidak tahan melihat orang lain menderita dan tidak suka melihat orang lain termenung meratapi nasib. 

Dia percaya ucapan Denis Waitley, “ There are two primary choices in life: to accept conditions as they exist or accept the responsibility for changing them”. 

Benar adanya, dalam hidup ini ada dua pilihan: menerima keadaan hidup kita sebagaimana adanya atau menerima tanggung jawab untuk mengubah keadaan itu. Dato Radzi memilih yang kedua, bahkan dia support untuk siapapun  menerima tanggung jawab mengubah hidup. 

Dirinya punya tiga impian yang mendorong untuk berjuang dalam kehidupan. Pertama, membuat ibunya bahagia. Sedari kecil dia melihat ibunya tersenyum dan tertawa. Ya, tersenyum pahit dan tertawa getir. Dato Radzi memang punya tekad menghapus duka lara tersebut. 

Impian kedua Dato’ Radzi membahagiakan keluarganya, istri dan anak-anaknya. Tuntutan pekerjaan mengharuskan Dato’ Radzi terpisah anak dan istri. Anak-anak dan istri di Malaysia, Dato Radzi di Jakarta. Untuknya, keluarga sebagai sumber kehidupan dan energi yang tak ada bandingannya.

Impian Dato’ Radzi ketiga berharap agar orang-orang yang berjuang bersamanya mengerti makna perjuangan hidup dan berjuang tanpa putus asa sehingga semua dapat menikmati kesuksesan dalam hidup. Kelihatannya memang sederhana, tetap pada kenyataannya tidak. 

Terkadang, sikap pasrah menggelayuti dirinya. Akan tetapi, tekad yang besar untuk mengubah hidup sangatlah besar untuk dikalahkan oleh kepasrahan.
Dato’ Radzi mulai berbisnis di usia 20 tahun. Mulanya di bisnis konstruksi. Pemula yang memang tidak punya instinct bisnis. 

Seandainya saja, beliau bisa membaa tanda, tentu dapat menangkap tanda krisis ekonomi yang melanda negerinya. Beliau kesulitan mendapat proyek, sedangkan biaya operasional mesti berjalan. Akhirnya, dia keluar dari bisnis itu dan sisa uang yang masih ada dibelikan rumah di sekitar Kuala Lumpur. Ya, pil pahit harus ditelan. 

Di usia 23 tahun dia bekerja di perusahaan bergengsi di KL menjadi Assistant Property Officer. Berkenalan dengan seorang Datuk sekaligus tokoh bisnis terkemuka. Datuk itu tertarik dengan cara kerja Dato’ Radzi. Pergaulannya dengan sang Datuk membuat kepribadian Dato’ Radzi semakin matang. Pada 1985, dirinya mendapat surat dari seorang yang sangat berpengalaman di bisnis MLM. Alhasil, dari situ Dato Radzi ditunjuk sebagai General Manager, usianya 26 tahun. 

Dato’ Radzi bersiap untuk launching perusahaan MLM dan promosi produk. Akan tetapi, takdir berkata lain, di saat yang hampir bersamaan, kakeknya meninggal dunia. Ya, pikian Dato Radzi saat itu jadi galau tak karuan. Pikirannya terpecah antara tanggung jawab perusahaan dan kesedihan yang mendera. 

Seiring bergulirnya waktu, Dato Radzi semakin mengenal MLM. Bisnis MLM menjadi peluang untuknya. Hanya sedikit mengeluarkan uang, seseorang bisa menjadi pengusaha sukses. Di perusahaan itu dia membuat beragam program. Akibat kesalahan kecil, perusahaan yang dia kerjakan bersama leader lainnya merugi. Pemilik mengambil keputusan menutup usaha itu.
Akan tetapi, niat Dato’ Radzi bersama leader lainnya yang memikirkan nasib orang-oang yang sudah bergabung di tempat itu, sungguh besar. Beliau meminta kepada pemilik dengan dua penawaran, yaitu pemilik tidak usah mengeluarkan uang untuk perusahaan tersebut tapi hanya memberi komisi saja dua persen dari omzet yang dihasilkan.

Alhasil Dato’ Radzi dengan produk yang tersedia, dia kembali jalankan bisnis itu. Pemilik memberikan syarat bahwa, baik karyawan dan General Manager mau dibayar sesuai komisi, yang tidak bisa dan tidak mau dipersilakan mengundurkan diri. Kerja keras siang malam itu sedikit demi sedikit berhasil.
Sang pemilik pernah menawari Dato Radzi bersekolah di Amerika Serikat, tapi diurungkannya. Apa pasal? Ya, sang pemilik ketika memarahi karyawan yang lain, selalu dibandingkan dari keberhasilan beliau. Otomatis, suasana di perusahaan jadi tidak kondusif. 

Akhirnya Dato Radzi undur diri dari tempat itu. Jatuh bangun dirinya  bekerja dan membangun usaha sudah biasa. Hingga satu ketika, Dato’ Radzi bekerja di bawah Mr. Darren Goh. Tapi hanya sebentar saja, lantas mengundurkan diri dan mendirikan K-Link International Sdn. Bhd. Dari sinilah, di 2002, K-Link International mau ekspansi ke Indonesia. Dato’ Radzi ditugasikan memimpin perusahaan sebagai Direktur Utamanya. 

Mulanya berat hati Dato’ untuk menerima tawaran itu karena harus meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil. Dato’ Radzi minta pendapat istri. Semua dilakukannya untuk masa depan keluarga.

Alhasil dirinya dan Mr. Darren Goh serta dua orang leader Bumiputera Malaysia, Abd. Kadi bin Hj. Mohd Shariff dan Muhammad bin Jaffar ke Indonesia. Keberadaan K-Link di Indonesia setelah empat tahun makin berkibar. Satu per satu anak-anak bangsa maju dan sukses di bisnis ini.

“Bisnis MLM memang tak sekadar mengejar uang. Tetapi, bagaimana membangun karier. Kalau niatnya hanya  mengejar uang, orang tidak akan punya kesabaran dan disiplin dalam hidupnya,” ucap Dato’ Radzi di sela-sela pertemuannya dengan para blogger. 

Lama kelamaan, Dato’ Radzi berpikir untuk mensyariahkan K-Link ke Majelis Ulama Indonesia. Nyatanya berhasil mendapat sertifikat halal dan syariah dari MUI tersebut.

K-Link MLM Syariah

Bicara syariah, artinya produk-produk yang dikeluarkan mestilah berbahan dasar halal dan sesuai syariat Islam. Ekonomi Syariah MLM yang diterapkan K-LINK sebagai dasar membangun kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan bisnis dan produk yang dikembangkan untuk dikonsumsi masyakarat luas yang dipastikan halal sesuai ketentuan Islam.

Ekonomi syariah berusaha mewujudkan tatanan perekonomian sesuai syariat Islam: Al-Quran dan Hadits. Belajar dari Ekonomi Rasulullah yang telah banyak meningkatkan kehidupan perekonomian terutama di Jazirah Arab. Dari sinilah K-LINK mengacu sebagai Multi Level Marketing berbasis syariah.

Hal ini juga sebagai wujud paradigma Islam. Ekonomi syariah bukan sebagai kompetitor atau menyaingi ekonomi kapitalis atau sosialis. Akan tetapi, diupayakan untuk mengkover kekurangan dari sistem ekonomi yang sudah ada. Sejalan dengan hal ini, K-LINK MLM Syariah, segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan semata-mata didasarkan pada Al-quran dan Hadits atau  syariat Islam. Artinya, dalam kegiatan  jual beli dan produksinya, setiap orang punya kewajiban untuk melakukan  aktivitas berdasarkan ajaran Islam tanpa ada pembohongan.

K-LINK MLM Syariah punya etika agama sangat kuat yang melandasi hukum-hukumnya. Etika yang diberikan sebagai bentuk ajaran bisnis baik & buruk, benar & salah, bahkan ajaran mengenai moral khususnya berperilaku dan tindakan ekonomi, bersumber dari ajaran agama.  

Oleh karena etika yang dibuat sebagai pedoman kegiatan bisnis MLM K-LINK, maka segala hal yang berbau bisnis berpegang pada etika Islam. Etika bisnis MLM K-LINK menurut ajaran Islam yang juga diambil dari Al-Quran dan Hadits Nabi. Contohnya, ada larangan riba, maka owner (pemilik modal) atau siapapun itu yang berkecimpung di dalamnya, bertanggung jawab kepada jalannya perusahaan yang dimiliki maupun orang-orang yang menjalankan bisnisnya.

Etika bisnis MLM K-LINK syariah harus benar-benar mengedepankan untuk saling percaya, jujur, dan adil. Sementara itu, pemilik perusahaan beserta orang-orang yang ada di dalamnya menjaga spirit kekeluargaan. Contohnya, bila penjualan yang dilakukan para donwline meningkat pesat, tentunya bonus yang diberikan sesuai kesepakatan harus diberikan. Sebaliknya, jika penjualan menurun, bonus yang diberikan pun disesuaikan pula.

Apa yang dilontarkan Presiden Direktur K-LINK ketika bertemu para blogger di K-Link Tower tepat dan benar adanya. Beliau menginginkan K-Link MLM ini sejalan dengan syariah Islam. Semua tunduk pada peraturan Islam.
“Saya, benar-benar menjalankan K-Link ini mengacu pada syariat Islam. Jadi, semua bersumber pada hokum Islam. Begitu pula kehalalan produk yang dihasilkan”, ucap Dato’ Radzi.

Memang sudah hukumnya, bahwa bisnis sebagai bentuk komitmen membangun sesuatu  yang sangat serius. Sejahtera dari bisnis itu bukan untuk pemilik semata, tetapi bagaimana seluruh orang-orang yang ada dan terlibat di dalamnya ikut merasakan. Dari sinilah dibuktikan, K-LINK yang mampu terus bertumbuh hingga mencapai dua juta anggota lebih di kota-kota hampir di seluruh Indonesia.

Tak dapat dipungkiri, banyak pula MLM di Indonesia yang beredar, tetapi baru K-LINK yang menyandang syariah. K-LINK menjadi salah satu pioner MLM Syariah yang telah memperoleh sertifikat syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI (DSN-MUI) pada 2009, dan telah diperpanjang dua kali, pada 2013 dan 2016. Meskipun  K-LINK bukan MLM pertama memperoleh sertifikat MLM Syariah dari DSN-MUI, tetapi K-LINK menjadi MLM Syariah yang paling bertahan lama. Selain itu punya omzet terbesar di banding MLM Syariah lainnya.

Pun diketahui, dari bisnis K-Link MLM ini, pendapatan terbesar dari seluruh yang ada itu ada di leader-leader K-Link Indonesia. Ini jadi satu kebanggaan Dato’ Radzi tersendiri. Begitu pula Dato’ Radzi sampaikan, bahwa di K-Link ini bukan tempat untuk mencari profit, tetapi bagaimana kita membangun karier bersama-sama.
Dato' Radzi [Foto: DokPri]
Sebagaimana diketahui bahwa bisnis syariah yang ada di Indonesia resmi diformalkan pada 1990-an dengan berdirinya Bank Syariah yang terdiri atas keinginan masyarakat muslim di Indonesia. Hal itu disetujui pula oleh pemerintah. Bermula dari Bank Syariah inilah selanjutnya bisnis syariah di Indonesia mulai berkembang dengan lahirnya industri Keuangan NonBank Syariah, seperti asuransi syariah dan leasing syariah. Lantas bisnis syariah semakin berkembang dengan lahirnya pasar modal syariah.

Islam menganjurkan umatnya selalu bekerja. Tidak ada saran untuk orang-orang  Islam yang beriman menganggur, karena menganggur itu perilaku setan. Sangat penting tingkah laku yang menjunjung tinggi semangat kerja agar manusia selalu bekerja. Rasulullah SAW bersabda dalam satu hadits yang artinya, “Bahwa bekerja mencari rezeki yang halal sebagai kewajiban, setelah kewajiban ibadah. (HR. Ath Thabrani dan Baihaqi). Lantas, hadits ini diperkuat dengan firman Allah SWT  dalam Surat Al-A’raff ayat 10 yang artinya, “Sesungguhnya, Kami menempatkan kalian sekalian di muka bumi dan Kami memberikan kalian di bumi itu (sumber) penghidupan”.

Tak hanya itu, K-LINK sebagai salah satu bisnis MLM Syariah pun menjadi tolok ukur dalam bisnis menurut Islam. Bahwa, apa yang dilakukan Dato’ Radzi ini didukung oleh hadits berikut: Dari Rafi bin Khadij berkata, “Ya Rasulullah, usaha apakah yang paling baik? Beliau menjawab: Pekerjaan seseorang dengan tangannya, (Produksi/industri) dan setiap jual beli yang mabrur (didistribusikan/trading) (HR. Ahmad).

Benar, bahwa K-LINK diproduksi dengan tangan-tangan sendiri melalui satu industri. Lantas didistribusikan atau didagangkan ke penjuru negeri secara syariah. Dari sini jelas terlihat, bahwa bisnis dalam Islam yang sesuai syariah Islam itu sebagai bentuk bisnis yang dibatasi oleh cara memperoleh dan memberdayakan harta agar selalu halal dan menolak hal-hal yang sifatnya haram dan menjerumuskan. Hal ini ada di K-LINK.

Dari perjalanan syariah ini, agar bisnis K-LINK tetap berada di jalur syariah dan memenuhi prinsip-prinsip syariah (syariah compliance), maka K-LINK memiliki tiga orang Ulama dari Majelis Ulama Indonesia yang menempati posisi sebagai  Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk PT K-LINK Indonesia, yaitu Prof. Dr. H. Isih Mubarak, SE, M.H., M.Ag., sebagai ketua DPS; H. Iing Solihin Norgiana, S.E, M.B.A, sebagai anggota DPS; dan H. M. Sofwan Jauhari, Lc, M.Ag, anggota DPS.

Mereka memantau jalannya K-LINK, baik dari sisi kehalalan produk, ada izin BPOM atau tidak, rencana pasar yang benar atau tidak, atau ada pembohongan atau tidak. Mereka bertiga memberikan nasihat atau masukan kepada Presiden Direktur K-LINK apabila ada hal-hal yang mesti diperbaiki dari sistem usaha K-LINK itu sendiri.

Dari data APLI (Asosasi Penjualan Langsung Indonesia) tercatat bahwa di Indonesia, ada sekitar 600 perusahaan MLM, hanya 68 yang menjadi anggota APLI. K-LINK sebagai satu-satunya perusahaan MLM yang memperoleh sertifikat syariah setelah MUI mengeluarkan fatwa tentang Penjualan Langsung Berjenjang pada 2009. 

Dengan kehadiran sertifikat itu mampu memberi pengaruh kepada kenaikan kinerja perusahaan. Optimistis yang dibangun dari semua anggota dan berkenaan dengan omzet dari produk K-LINK akan meningkat tajam karena ada catatan kepastian perdagangan halal dan prinsip usaha yang tidak melakukan konsep eksploitasi.

Selain itu, K-LINK juga memiliki konsultan yang bertugas melihat jalannya produk K-LINK, antisipasi produk K-LINK ke depan seperti apa, dan memberi masukan agar keberlangsungan produk, kualitas, bisnis tetap terjaga.

Ki-Ka: Khairul Anuar Bin Salim (Baju Biru) & Ayurishman Bin Ramli, K-Link Leader Malaysia [Foto: DokPri]
Selayaknya, K-LINK yang  notabenenya bergerak untuk penjualan produk yang dibutuhkan dan bermanfaat untuk kesehatan manusia dapat memberikan sumbangan terbesar di tanah air dan dunia. Dengan kesehatan, pastinya dapat melakukan aktivitas dan ibadah secara baik, benar, dan sempurna, juga membantu orang lain yang memerlukan tenaga mereka. Orang mukmin yang kuat lebih baik dari  seorang mukmin yang lemah. 

Di antara produk kesehatan yang dijual K-LINK berupa produk yang berasal dari bahan-bahan yang memang dianjurkan oleh syariah, seperti siwak, minyak zaitun, habbah sauda, madu, susu, dan beragam produk lain yang bermanfaat untuk kesehatan. Terlebih produk K-LINK aman dikonsumsi dan halal tentunya.

Saya melihat, K-LINK benar-benar menjadi sebuah MLM yang memikirkan kebahagiaan dan kesejahteraan secara bersama. Indahnya K-LINK yang mampu membuat orang lain bisa sejahtera.

K-Net Digital Store

Seiring kemajuan teknologi, tentu memberi dampak tersendiri terhadap cara pandang masyarakat, termasuk cara berkomunikasi dan belanja. K-LINK mengikuti perkembangan ini dengan membuat toko online bernama K-Net Digital Store. Ini dapat diakses melalui PC (Hybrid) http://www.k-net.co.id/shop/product  juga melalui android yang dapat diunduh melalui Google Play Store.

Pak Nandang, Digital Marketing K-Link [Foto: DokMBIndoblognet]
K-Net Digital Store ini justru sangat mempermudah orang belanja yang tak ingin repot harus pergi ke gerai. Dengan sekali sapuan jari, semua produk yang diinginkan dapat masuk ke dalam keranjang belanja K-Net Digital Store.
Pengirimannya pun mudah, apalagi cara pembayarannya. Pembayaran dapat dilakukan sistem transfer antar bank yang terdiri atas BCA Klik Pay, Mandiri, Permata Bank, e-Pay BRI, Alto, t-cash, espay, Prima, Visa, Master Card, dan juga ATM bersama.

Anggota K-LINK yang melampaui angka dua juta, mengharuskan mereka masuk ke dalam ranah digital marketing. Teknologi memberikan kemudahan dalam beragam kehidupan, baik untuk komunikasi maupun berbelanja. K-LINK pun menangkap hal ini dan sudah siap mengikuti dinamika perubahan dengan tidak mengeliminir prinsip dasar dari bisnis networking yang sudah dimulai sejak tahun 2016.

Selain itu, K-LINK pun membuat platform pemasaran bernama K-LINK VIRAL MARKETING (KVM). Ini merupakan platform marketing yang sudah terintegrasi dalam bentuk digital. Hal ini justru mempermudah bisnis networking yang selama ini selalu bertatap muka, tetapi dapat disingkat hanya dari dunia maya saja. Ya, hal ini dilakukan K-LINK agar dapat memberikan jawaban kepada masyarakat luas. KVM juga ditujukan untuk membantu memudahkan masyarakat belanja melalui K-LINK ONLINE STORE.

Semoga inovasi K-LINK ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ada terobosan baru di masa datang, semisal K-LINK membuat e-book tentang produk-produk yang dipasarkan dan dapat diunduh secara cuma-cuma untuk pembaca dan member setianya. Sukses untuk K-LINK sukses untuk kita bersama. 

Untuk menjadi member K-LINK pun cukup mudah. Tinggal masuk ke http://www.k-net.co.id/blog/reg/IDSPAAA98825. Isi semua data, tak perlu menunggu waktu lama, Anda sudah terdaftar menjadi member K-Link, as simple as that. Kapan lagi kita dapat menjalankan bisnis secara syariah, kalau bukan di K-LINK.

Kebersamaan dari dua negara membangun negeri [Foto: DokPri]

Tips Memilih MLM

1.   MLM Terdaftar di APLI
Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia sebagai wadah yang menaungi seluruh MLM. APLI dapat mengetahui mana perusahaan MLM yang baik dan tidak. Jadi, kalau MLM-nya sudah ada di APLI, Insya Allah masuk ke dalam kategori yang bisa direkomendasikan oleh APLI.

2.   Berbadan Hukum Jelas
Perusahaan MLM yang baik harus punya badan hukum atau izin usaha yang jelas. Oleh karenanya, selidiki sebelum bergabung ke MLM apakah perusahaannya sebagai PT, punya atau tidak SIUPL dan NPWP perusahaan. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap anggota yang bergabung di dalamnya, termasuk konsumen lain yang memakai produk yang dihasilkan dari perusahaan MLM tersebut.

3.   Pilih MLM dengan Variasi Produk
Variasi produk akan dapat membuat jaringan semakin besar. Variasi produk juga dapat meminimalisir bujet sesuai pilihan produk. Harus diyakini benar bahwa MLM yang akan kita masuki punya jaminan kualitas barang yang dijualnya.

4.   MLM dengan Distributor Punya Sistem “Sukses” Bisa Jadi Pilihan
Kalau dalam satu perusahaan MLM ada distributor yang punya sistem bisa membuat yang lainnya sukses, kita bisa ikut di dalamnya. Karena, distributor yang punya sistem dan bisa membuat sukses, otomatis kita bisa tertular untuk berkembang cepat menjadi sukses.

5.   Upline  Kooperatif kepada Downline
Upline, kapan pun dan di mana pun bersedia dimintai tolong dan membantu downline yang ingin mencapai kesuksesan. Pelajari sistem upline ketika memperlakukan downline mereka. Kalau Upline hanya bergantung pada downline untuk jualan, sebaiknya tinggalkan MLM itu.

6.   Pilih MLM Diterima Skala Nasional
Jangan pernah masuk ke perusahaan MLM yang mengiming-imingi keuntungan besar. Tetapi, pilihlah Perusahaan MLM yang sudah diterima dalam skala nasional. Karena MLM yang sudah skala nasional punya visi-misi untuk membahagiakan orang-orang yang ikut bersamanya.

7.   Pilih MLM dengan Sistem Pembagian Rata untuk Seluruh Anggota
MLM yang baik akan berlaku adil ketika memperoleh keuntungan dan dibagi rata untuk seluruh anggota. Jika ada perusahaan MLM yang hanya mementingkan perusahaan, sebaiknya tidak dipilih.

8.   Nilai Jual Produk Diterima Logika
Harga satu produk dari satu perusahaan MLM dapat dijadikan indikator, apakah usahanya sehat atau “sakit”. Apabila harga produk sudah dibatas kewajaran, sebaiknya tidak usah diikuti. Tinggalkan lebih baik.

9.   Sistem Pendukung
Sistem pendukung ini harus mudah diakses, baik secara daring maupun temu langsung. Kalau sulit untuk dilakukan komunikasi baik online maupun offline, sebaiknya kita pikir-pikir lagi untuk masuk ke dalamnya. Tertarik untuk bisnis MLM?


3 komentar:

Valka mengatakan...

Dengan konsep syariahnya, kualitas K-Link enggak perlu diragukan lagi!

Anisa Deasty Malela mengatakan...

Prinsip bisnis Syariah semoga membuka banyak peluang bagi masyarakat yang ingin sukses bersama K-Link.

April Hamsa mengatakan...

Wah lengkap banget Mas Jun ulasannya. Jdnya tau insyaAllah bisnis dengan K-Link tanpa money game ya...
Aku kalau denger K-Link ingetnya emang kloforfil. Dulu sepupuku makai juga dan kebetulan udah member lama. Skrng aku gk tau dia masih aktif apa gak.