Sunday, December 4, 2016

Painting on Daluang? Why Not?!


God gives everybody talents. And how they use it and create their own brain for visualized every moment in their life. Do not gripe for anything. Enjoy for every story as much as possible. Here, I wanna say what I got sometimes ago. That’s about painting on Daluang. This is for the first time I made it. Who doesn’t know Daluang?  

Kepala Museum Tekstil Jakarta, Esti Utami dalam laporannya
Foto: Dok. Pribadi

Sebelumnya, tidak banyak yang saya ketahui tentang Daluang, Tapa, atau pun Fuya. Sekilas, flashback sebentar untuk apa yang saya peroleh sebelum mengikuti melukis, menggambar, atau apapun namanya itu di atas Daluang bersama seorang wanita yang memiliki bakat terpendam dalam bidang lukis/gambar, Tanti Amelia. Bakat yang terpendam itu dia asah terus menerus sehingga akhirnya seperti sekarang. Dia bisa memberikan dan meneruskan keterampilan yang dimilikinya kepada seluruh crafter blogger yang ingin tahu lebih jauh cara atau teknik melukis di atas kertas yang saya bilang spesial dan mahal, yaitu kertas Daluang.

Kain kulit kayu (Fuya) terakhir buatan Mama Asa Lembah Bada
Foto: Dok. Pribadi
Experience ini sebagai bentuk kerja nyata yang tak akan pernah saya lupakan dalam hidup. Diberi kesempatan yang tak ternilai oleh Museum Tekstil, Ibu Misari untuk melihat lebih jauh kehidupan Megalitikum yang hingga hari ini masih berlangsung. Apa itu? Ya, pembuatan kain kulit kayu di satu lembah yang sangat mendunia dan hanya dimiliki Indonesia, yaitu Lembah Bada.

Pesona Lembah Bada
Foto: Dok. Pribadi
Di Lembah inilah semua kekayaan alam telah Tuhan berikan untuk memakmurkan kehidupan masyarakat di sana dengan cara mengolah kulit pohon Malo, Bea, atau Saeh. Kulit-kulit kayu yang sudah dikuliti mereka perlakukan sedemikian rupa, sehingga menghasilkan kain kulit kayu yang boleh dibilang cukup rancak. Proses panjang pembuatannya tak menyurutkan langkah mama-mama di sana untuk melestarikan tradisi megalitikum tersebut.

Dari Lembah Bada-lah saya mulai mengenal apa itu Fuya (kain kulit kayu) untuk sebutan yang ada di Sulawesi. Sementara, jika kita beranjak dan menelusuri literatur penulisan daerah lainnya dengan nama berbeda. Fuya sudah ada di Sulawesi sejak zaman neolitikum. Sejarah kulit kayu di daerah ini tidak tertandingi dan secara mengejutkan berusia lebih tua dari tempat lain di dunia. Ini merupakan keajaiban bahwa teknik tradisional telah bertahan sangat lama di Sulawesi Tengah. Di Sulawesi yang memiliki sejarah panjang kulit kayu, tetap disebut fuya.

Fuya dari Lembah Bada, Sulawesi Tengah
Foto: Dok. Pribadi
Penelitian mengenai kulit kayu Indonesia yang dilakukan negara lain secara bertahap telah mengungkapkan sejarah dan rute penyebaran teknik kulit kayu. Pada waktu bersamaan, penelitian tentang asal usul dan sejarah Daluang, bahan yang digunakan untuk membuat wayang beber, satu bentuk seni yang menjadi kebanggaan Indonesia, tidak mengalami kemajuan sama sekali.
Kertas Daluang Kang Mufid, Bandung
Foto: Dok. Pribadi
Bagaimana dengan Tapa? Tapa tidak dikenal di Jawa maupun di Sulawesi.  Akan tetapi, sebutan tapa dipakai oleh orang-orang di seluruh dunia. Itu sebutan yang paling banyak berada di daerah Hawaii dan Meksiko (daerah Kepulauan Pasifik). Tapa diperkenalkan pertama kali oleh pelaut bernama Marcopolo.

Sementara di Jawa, lebih dikenal dengan nama Daluang, Daluwang, atau Druwang, sedangkan di Bali diberi nama Ulantaga. Perlu diketahui, pemakaian kain kulit kayu di daerah Jawa lebih kepada untuk tulisan dan dikenal dengan Daluang atau Dluwang itu tadi. Dalam bahasa Jawa, “Druwang” memiliki arti, yaitu kertas. Sebagian naskah-naskah kuno yang didapat di Pulau Jawa banyak yang ditorehkan di atas kertas kulit kayu atau daluwang.

Melalui Kriya Indonesia bersama painter Tanti Amelia, kembali saya beroleh kesempatan untuk menorehkan hasil imajinasi ke dalam bentuk lukisan di atas kertas Daluang. Melukis menjadi satu aktivitas yang sangat mengasyikan dan mampu mengejawantahkan imajinasi-imajinasi liar yang terarah pada satu media.

Museum Tekstil menjadi tempat yang sangat nyaman tatkala melukis berlangsung. Helatan ini digelar pada Kamis, 1 Desember 2016 bersama Kartini Blue Bird dan Crafter Blogger. Melukis di atas daluang ini sekaligus mengakhiri Beaten Bark Exhibition: Hidden Treasure: Tapa, Fuya, Daluang di Museum Tekstil Jakarta.

Pada kesempatan itu hadir pula Wakil Deputi Bidang Kebudayaan, Bapak Usmayadi Rameli, Peneliti Kain/Kertas Kulit Kayu Prof. Isamu Sakamoto, Kepala Museum Tekstil Esti Utami, dan Representatif Blue Bird, Ibu Nova. Sebelum workshop dimulai, Kepala Museum Seni, Ibu Esti Utami menyampaikan laporan kegiatan yang dilangsungkan. “Pameran ini bertujuan untuk mengangkat kain kulit kayu hingga mendunia. Kain kulit kayu menjadi kebanggaan bangsa ini. Oleh karenanya perlu dijaga dan dilestarikan,” ucapnya.

Workshop melukis di atas kertas Daluang ini dibuka oleh Asisten Deputi Bidang Kebudayaan, Bapak Usmayadi yang sekaligus menutup pameran Beaten Bark.  Beliau mengatakan, bahwa “Kain kulit kayu menjadi satu tradisi negeri ini yang perlu dijaga dan dipelihara agar tidak punah”.

Asisten Deputi Bidang Kebudayaan, Bapak Usmayadi Rameli
Foto: Dok. Pribadi
Sementara itu, Ibu Nova selaku representatif Blue Bird menyampaikan bahwa, “Peran wanita (Kartini-Kartini Blue Bird) sangat diharapkan agar tradisi kain kulit menjadi satu tradisi yang terus terpelihara hingga akhir zaman. Di tangan-tangan terampil Kartini Blue Bird inilah tradisi kain kulit kayu ini nantinya akan tetap terus dijaga dan diwariskan ke anak cucu”.
Ibu Nova, Representatif  Kartini Blue Bird
menyerahkan lukisan dari Daluang kepada Prof. Sakamoto
Foto: Dok. Pribadi
Pada kesempatan yang sama pula, Asisten Deputi Bidang Kebudayaan menerima penyerahan lukisan dari Ibu Tanti Amelia; Prof. Isamu Sakamoto menerima penyerahan lukisan dari Representatif Blue Bird, Ibu Nova. Sedangkan Kepala Museum Tekstil, Ibu Esti Utami menerima penyerahan lukisan dari Founder Kriya Indonesia, Astri Damayanti.
Founder Kriya Indonesia, Astri Damayanti menyerahkan lukisan dari Daluang
kepada Kepala Museum Tekstil, Ibu Esti Utami
Foto: Dok. Pribadi
Tanti Amelia, menyerahkan lukisan dari Daluang
kepada Asisten Deputi Bidang Kebudayaan, Bpk. Usmayadi
Foto. Dok. Pribadi
Untuk selanjutnya, acara lukis melukis ini dimulai. Peserta diberikan seperangkat alat melukis berupa pensil, penghapus, kertas gambar, kuas, gelas plastik berisi air, dan kertas Daluang. Menyakinkan diri sebelum menorehkan kuas di atas daluang, untuk mengetes gambar di kertas gambar yang diberikan.

Beberapa peralatan melukis
Foto: Dok. Pribadi
Saya coba menggambar jerapah di atas kertas gambar. Setelah yakin, selanjutnya saya pindahkan melukis di atas Daluang. Setiap tarikan garis dengan penuh kehati-hatian saya torehkan di daluang. Jika pun menorehkan garis yang salah, masih bisa dihapus. Akan tetapi, saya harus berhati-hati jangan sampai kerta daluang basah terkena siraman air. Karena teksturnya yang mudah robek jika terkena cairan.


Proses menggambar Jerapah di kertas Daluang
Foto: Dok. Pribadi
Kemudian torehan cat akrilik satu demi satu warna mulai saya tancapkan. Tak banyak bermain warna untuk gambar Jerapah saya itu. Hanya cokelat dan hitam. Sementara warna rumput saya padupadankan dengan warna hijau, kuning, putih, dan kecokelatan. perpaduan dari warna-warna yang sudah saya campurkan punya kesan tersendiri. Gambar itu seolah-olah hidup dan berkata-kata. Jadilah Jerapah model saya dalam satu bingkai indah bersama Daluang.

Lukisan Jerapah yang sudah jadi di atas kertas Daluang
Foto: Dok. Pribadi
Agh, Daluang punya cerita panjang yang akan tetap saya kenang sepanjang zaman. Daluang menjadi mahal. Tak sekadar mahal karena dijual. Tetapi, mahal karena mulai terjegal. #SaveDaluang

Keceriaan Bersama Crafter Blogger
Foto: Dok. Pribadi


Friday, December 2, 2016

MamyPoko: Selembut Sentuhan Ibu

MamyPoko, sebagai salah satu merek popok terkenal menghelat acara bertajuk “MamyPoko Berbagi Pelukan Cinta untuk Kulit Lembut Balita Indonesia. Acara tersebut dihelat di pada 22 September 2016 yang mengambil tempat di  Mal Central Park bilangan Jakarta Barat.

MamyPoko, dr. Titi Lestari Sugito, Sp.KK (K) tengah dari ki-ka
Foto: Dok. Unicharm
MamyPoko merupakan produk popok yang diproduksi oleh Unicharm. Ini merupakan popok sekali pakai. Memiliki tekstur lembut dan tidak membuat iritasi pada kulit bayi. Di masa-masa usia emasnya, peranan orang tua, terutama interaksi kedua orang tuanya sangat berperan terhadap tumbuh kembang mereka.

Dialog kedua orang tua seperti tatap muka yang menyenangkan, memberi sentuhan, juga pelukan menjadi bagian dari stimulasi untuk balita. Peran orang tua sebagai pendidik utama dalam menyentuh mereka akan membuat mereka terasa dilindungi. Sentuhan ibu memberi dampak sangat baik terhadap perkembang mental sang anak.

Menurut studi Unicharm Jepang dari riset yang berkolaborasi dengan Profesor Hideki Ohira dari Nagoya Unersity terhadap ibu dan balita menunjukkan keampuhan sentuhan ortu pada anaknya. Pelukan ibu memberikan perasaan nyaman dan bahagia melalui pengukuran denyut jantung. Saat seorang ibu bernapas dalam, pelan, dan intens, ada penurunan detak jantung yang membuat rasa tenang, rileks dan bahagia hingga tiga kali lipat, dibandingkan jika ibu memeluk sang bayi dengan bernapas biasa.

Seorang ibu  yang memeluk anaknya, setelahnya akan memberikan efek nyaman dan bahagia yang meningkat hingga 106% dibandingkan dari kondisi sebelum dipeluk. Peningkatan kenyamanan terjadi pada keduanya, ibu dan bayi.

Hal itu berpengaruh juga kepada pemilihan popok oleh seorang ibu untuk bayinya. Popok yang mampu mengikat lembut kulit sang bayi akan memberikan kenyamanan untuk si kecil. Saat memilih popok faktor yang dipentingkan adalah popok dapat menjaga kelembutan kulit bayi dan terhindar dari iritasi.

MamyPoko dengan inovasi-inovasinya memberikan produk yang berkualitas untuk selalu menjaga kulit bayi agar tetap lembut dan terhindar dari iritasi. MamyPoko mampu memenuhi kebutuhan ibu dan bayi untuk tetap fokus dalam memberikan perlindungan yang lembut dan nyaman di kulit untuk si kecil.

MamyPoko mengingatkan kepada orang tua, terutama ibu untuk selalu memberikan sentuhan cinta dan kelembutan kepada si kecil. Untuk itu MamyPoko melakukan serangkaian kegiatan MamyPoko Love Touch sebagai bentuk ungkapan cinta untuk bayi Indonesia.

Pelukan orang tua sangat berarti untuk memberikan kelembutan
Foto: Dok. Pribadi
MamyPoko mengajak seluruh ibu Indonesia langsung merasakan pengalaman penuh kelembutan di area Pokojang Land. Di situ si kecil dapat merasakan kelembutan permainan mandi bola, bermain di Jembatan Musik Pokojang, Pertunjukan Boneka Pokojang, gratis cotton candy, gratis photo booth, dan keseruan permainan lainnya.

Bermain di bola, memberikan rasa tersendiri
Foto: Dok. Pribadi
Bersama MamyPoko, keluarga Indonesia bisa berbagi sayang dan kelembutan. Caranya dengan memeluk Pokojang Hug Meter di MamyPoko Pokojang Land. Semua itu semata-mata bertujuan untuk mengajak keluarga Indonesia kembali memberikan cinta melalui pelukan.

“MamyPoko ingin berbagi sentuhan cinta dengan pelukan yang dirasakan oleh anak-anak Indonesia. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi keluarga Indonesia,” ucap Masaki Takahashi, Presdir PT Unicharm Indonesia.

Menurut Dokter Titi Lestari Sugito, Sp.KK (K), kulit merupakan cerminan dari semua respons dari dalam tubuh. “Respons psikis akan tercermin di kulit. Jika psikis sehat, kulitpun sehat,” ucapnya.

Selain pelukan dan sentuhan, psikis bayi yang sehat juga bisa diperoleh dari perawatan kulit bayi yang tepat. “Terpenting menjaga kebersihan kulitnya dan kulit bayi terjaga”, lanjutnya.
Dalam kesempatan ini hadir pula Laura Basuki, ibu muda yang menginspirasi dan Ria Miranda. “Cinta sudah pasti ada, pelukan adalah bonus dari cinta yang memberikan ketenangan, “ ucap Laura.
Laura Basuki, ibu  muda yang menginspirasi
Foto: Dok. Unicharm
Masih menurut Laura,  sesibuk apapun ibu yang bekerja, anak tetap butuh perhatian dari Ibu. Laura juga mengapresiasi aksi berbagi popok untuk balita yatim piatu yang digagas Unicharm dalam rangkaian kegiatan #mamypokolovetouch. “Memeluk itu lumrah, ibu biasa memeluk anak, namun jika dengan  memeluk kita bisa memberikan satu popok untuk balita yatim piatu, hal kecil sangat berarti untuk orang lain. Mungkin biasa untuk kita, tapi untuk orang lain yang perlu perhatian, itu sangat berarti”, ucapnya.



Sementara, menurut Irma Dwi Oktaviani, Senior Brand Manager PT Unicharm Indonesia mengatakan, “MamyPoko memahami betapa pentingnya pelukan lembut untuk si kecil. Dengan bahan selembut kapas, MamyPoko memberi sentuhan cinta sekaligus memeluk lembut si kecil”. 

Tuesday, November 29, 2016

Simposium Nasional Hari Diabetes Sedunia: Hidup Sehat Bebas Diabetes

Diabetes atau dikenal dengan penyakit kencing manis merupakan penyakit dengan kadar gula darah di atas normal sehingga gula dalam darah seseorang tidak dapat digunakan oleh tubuh. Hal itu dikarenakan insulin yang diproduksi dalam tubuh terlalu sedikit atau tubuh tidak dapat merespons kerja insulin. Diketahui pula bahwa diabetes merupakan ibu dari semua penyakit. Diabetes sebagai penyakit menular tetapi dapat disembuhkan (http://www.junjoewinanto.com/2016/04/diabetes-penyakit-tidak-menular-dapat.html).
Satu dari dua orang dewasa tidak sadar jika dirinya terkena diabetes
Foto: Dok. https://pbs.twimg.com
Menurut data Riskedas tahun 2013, 12 juta orang di atas usia 15 tahun di Indonesia menderita diabetes. Dua hingga tiga orang dengan diabetes tidak menyadari bahwa dirinya menderita diabetes.

Diabetes bukan penyakit yang dapat disembuhkan, tetapi penyandang diabetes dapat hidup dan bertahan dari penyakit tersebut dalam waktu lama dengan menyeimbangkan pola makan, olahraga, dan obat-obatan.

Diabetes, ibu dari segala penyakit
Foto: Dok. Pribadi
Selain itu, upaya pencegahan diabetes mellitus dengan menghindari faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit diabetes mellitus tersebut. Obesitas salah satu faktor diabetes sehingga perlu upaya untuk mengelola masalah obesitas tersebut.
Tanpa pengobatan dan pengendalian yang baik, kualitas hidup penderita diabetes akan terus menurun. Apalagi jika terjadi komplikasi yang berujung pada kematian muda, ketika usia seseorang belum mencapai 70 tahun.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Mohammad Subuh, pada simposium nasional memperingati Hari Diabetes Sedunia 2016 yang diselenggarakan oleh Kemenkes bersama kolega lainnya pada, Sabtu (19/11) di Jakarta mengatakan, “Komplikasi diabetes mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki”.
Diabetes, sekitar 90 persen kasus penyakit tidak menular  ini tergolong diabetes tipe II yang lebih berhubungan dengan gaya hidup seseorang. Dalam simposium itu Subuh juga mengatakan bahwa dari yang terdiagnosis secara umum, 50 persen penderita diabetes mengidap komplikasi penyakit jantung, 20 persen retino diabetik, 9 persen neuropati diabetic (misalnya jari tangan atau kaki mengalami kesemutan juga mati rasa), dan 8 persen nefropati diabetik yang berdampak pada kerusakan ginjal.

Pengendalian diabetes di semua wilayah di Indonesia perlu kerjasama lintas sektor, tidak hanya pemerintah daerah semata, akan tetapi peran serta masyarakat dan pelaku usaha. Mereka hendaknya bergiat mengampanyekan pentingnya pola hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik.

Pemerintah membuat pemda wajib mengendalikan penyakit tidak menular, salah satunya diabetes, di areanya dengan Permendagri Nomor 18 tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah  tahun 2017 serta Permenkes No. 43/2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
Sesuai dengan peraturan tersebut pelayanan kesehatan sesuai standar untuk setiap penderita diabetes mellitus merupakan kewajiban pemerintah provinsi dan kabupaten-kota. Pemda wajib menjamin pemeriksaan kesehatan sesuai standar untuk usia 15-19 tahun dan orang-orang yang telah berusia di atas 60 tahun.  

Apa yang harus dilakukan penderita diabetes?
Sesuai dengan WHO Global Recommendations on Physical Activity for Health 2010 bahwa aktivitas fisik yang dilakukan untuk anak dan remaja usia 5-17 tahun, setidaknya melakuka aktivitas sedang hingga berat minimum 60 menit setiap hari. Lebih lama lebih baik, dan aktivitas fisik ini biasanya bersifat aerobik. Aktivitas berat pun dapat dilakukan dengan intensitas tinggi seperti memperkuat otot dan tulang setidaknya tiga kali seminggu.

Lakukan aktivitas fisik untuk mencegah diabetes
Foto: Dok. http://m3.wyanokecdn.com
Aktivitas fisik pada usia 18-64 tahun dapat melakukan aerobic dengan intensitas sedang dengan waktu 150 menit dalam seminggu. Atau setidaknya 75 menit aktivitas fisik aerobic yang berat dalam seminggu. Aktivitas fisik aerobic dilakukan dalam set yang diset minimum 10 menit.

Orang dewasa dapat meningkatkan aktivitas fisik intensitas sedang menjadi 300 menit per minggu atau melakukan aktivitas fisik dengan intensitas berat minimum 150 menit per minggu. Aktivitas untuk memperkuat otot dilakukan dua kali atau lebih dalam seminggu.
Aktivitas fisik pada usia dewasa lebih dari 65 tahun setidaknya melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang 150 menit dalam seminggu atau 75 menit aktivitas fisik aerobik yang berat dalam seminggu. Aktivitas juga dilakukan dalam set. Set minimum 10 menit. Dapat pula meningkatkan aktivitas fisik dengan intensitas sedang menjadi 300 menit per minggu atau intensitas berat minimum 150 menit per minggu.

Selanjutnya orang dalam kelompok usia ini dengan mobilitas yang buruk melakukan aktivitas fisik yang meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh setidaknya tiga kali atau lebih dalam seminggu. Aktivitas yang memperkuat otot-otot utama dilakukan dua kali atau lebih dalam seminggu.


Saat orang dengan kelompok usia ini tidak dapat melakukannya karena kondisi kesehatan, disarankan melakukan aktivitas fisik disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi. Perlu diketahui, gula darah sewaktu (GDS) tanpa puasa <200 mg/dl, sedangkan gula darah puasa (GDP) <126 mg/dl.

VIVO V5: The Perfect Sefie Is Mine!

Mendapati experience baru dari satu gadget itu memang jadi kejutan. Apalagi, ambassador-nya sudah begitu tenar di seantero negeri bahkan dunia. Jadi, gadget atau telepon pintar yang diusung pun terus melekat dalam benak.

ViVo V5 dengan kualitas kamera depan yang  mumpuni
Foto: Dok. Pribadi
Baru-baru ini, saya menghadiri launching produk telepon pintar di bilangan Sudirman, tepatnya di Ballroom Hotel Ritz Carlton pada 23 November 2016 lalu. Telepon pintar tersebut bernama Vivo V5.

ViVo V5 ini digadang-gadang memiliki kualitas gambar hasil kamera depan yang sangat jernih dan detail. Dalam artian, jerawat nyempil pun bisa terdeteksi. Canggih ya! Kualitas gambar yang tajam dan detail dari Vivo V5 ini berkat piksel kamera yang diusung cukup tinggi, 20MP untuk kamera depan.

Jarang ditemui telepon pintar sejenis dengan kamera depan yang sangat tinggi seperti ViVo V5 ini. Sementara, kamera belakangnya relatif cukup besar juga, 13MP. Ini, menurut saya yang penggila foto sangat membantu saat pengambilan gambar, baik dari penggunaan kamera depan maupun belakang. Fokus ViVo V5 memang diperuntukkan untuk selfie minded. Bungkusan kamera utama 13 MP di bagian belakang dan penembak depan 20 MP ini memang puas untuk narsis.
Tampilan ViVo V5 yang Elegan, Dinamis, dan Smart
Foto: Dok. http://gadgets.ndtv.com
Selain itu, ada juga fitur Face Beauty 6.0 yang berfungsi menghaluskan kulit wajah pengguna. Tak ada lagi jerawat, flek hitam, atau wajah berminyak yang bakal mengganggu hasil selfie. Hasilnya benar-benar memuaskan pecinta selfie sejati.

Selain itu, dilengkapi pula dengan layar touchscreen 5.50 inci dengan resolusi 720 piksel dengan 1280 piksel.  Telepon pintar  ViVo V5 ini didukung oleh 1.5GHz octa-core MediaTek MT6750, dan dilengkapi dengan 4GB RAM. Telepon paket 32GB penyimpanan internal yang dapat diperluas hingga 128GB melalui kartu microSD. Android Android 6.0.1 dan didukung oleh baterai non removable 3000mAh memiliki ukuran 153,80 x 75,50 x 7,55 (tinggi x lebar x tebal) dan berat 154,00 gram.

Dari ke sisi audio, Vivo memberikan kualitas speaker lebih baik 2,5 kali lipat dibandingkan pendahulunya, V3 Max. Hal itu dimungkinkan teknologi chipset audio AKA4376 dengan yang memilikisignal-to-ratio 115 db.

Wah, yang tak kalah seru dari ViVo V5 ini adalah  adabya fitur sensor sidik jari dan Smart Screen-Split. Fungsi masing-masing secara runut  berfungsi untuk membuka kunci ponsel. Hitungannya hanya dalam detik, yaitu 0,2 detik dan menampilkan dua layar terpisah pada satu ponsel. Hebat!

ViVo V5 memiliki dual SIM (GSM dan GSM) smartphone yang menerima Micro-SIM dan Nano-SIM. Pilihan konektivitas termasuk Wi-Fi, GPS, Bluetooth, USB OTG, FM, 3G dan 4G (dengan dukungan untuk Band 40 yang digunakan oleh beberapa jaringan LTE di India). Sensor di telepon termasuk Kompas Magnetometer, sensor Proximity, Accelerometer dan sensor cahaya sekitar.

Vivo Electronics Corp merek ponsel yang berbasis di Dongguan, Guangdong, Cina. Didirikan pada tahun 2009. Perusahaan ini pembuat smartphone lain Cina untuk memasuki India baru-baru ini. Itu membuat murah ponsel Android, dan orang-orang di segmen mid-range pasar. Semua ini tersedia di India juga.

Agnes Mo, selaku ambassador ViVo V5 hadir pula di acara launching tersebut dan menyatakan bahwa Vivo V5 adalah ponsel pintar idamannya di 2016. "Selfie adalah bentuk ekspresi diri yang indah dan membuat kita bisa berbagi kebahagiaan dan kegembiraan. Menurut saya, selfie juga banyak manfaatnya, termasuk memberikan saya rasa percaya diri sebelum tampil di depan umum. Bagi penggemar selfie seperti saya, Vivo V5 benar-benar memberikan foto-foto selfie yang jauh lebih baik. Saya bisa mendapatkan foto-foto selfie yang jernih, alami dan sempurna, meskipun di tempat yang agak gelap," tutur Agnez.

Agnes Mo, selaku Brand Ambassador ViVo 5
Foto: Dok. ViVo 
Saat peluncuran produk unggulan telepon pintar ini di Jakarta (23/11/2016), juru bicara ViVo Mobile Indonesia Kenny Chandra, menyatakan harapannya bagi Vivo V5.
"Kami yakin bahwa produk unggulan terbaru kami ini akan menciptakan standard baru di pasar smartphone Indonesia dan dapat diterima luas oleh konsumen, serta mampu mendefinisikan ulang pengalaman mereka berfoto selfie," papar Kenny Chandra.

 
Kenny Chandra, dua dari kanan selaku Jubir ViVo
dan James Wei dua dari kiri, CEO ViVo Mobile Indonesia
Foto: Dok. ViVo
ViVo V5 dijual seharga Rp 3,499 juta di Indonesia. Dalam waktu dekat, Kenny mengatakan Vivo akan membawa varian Plus untuk melengkapi seri V5 original.

Dalam sambutannya di acara tersebut, James Wei, CEO Vivo Mobile Indonesia juga menegaskan komitmen Vivo untuk terus mengolah teknologi kamera ponsel, khususnya untuk memenuhi kebutuhan di pasar Indonesia. "Sebagai salah satu pasar prioritas bagi Vivo, kami paham bahwa konsumen Indonesia menginginkan kualitas kamera yang mampu mendukung hobi selfie. Kini, berbekal pengalaman panjang, Vivo merambah dimensi baru dan menciptakan standard baru teknologi kamera ponsel yang nyaman digunakan, termasuk memberikan Anda Perfect Selfie," tutup James.

Spesifikasi Lengkap ViVo V5

NETWORK

LAUNCH
2016, November
Coming soon. Exp. release 2016, November

BODY
153.8 x 75.5 x 7.6 mm (6.06 x 2.97 x 0.30 in)
154 g (5.43 oz)
Dual SIM

DISPLAY
IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
5.5 inches (~71.8% screen-to-body ratio)
720 x 1280 pixels (~267 ppi pixel density)
Yes
Corning Gorilla Glass (unspecified version)

- Funtouch OS 2.6

PLATFORM
Android OS, v6.0 (Marshmallow)
Octa-core

MEMORY
microSD, up to 256 GB (uses SIM 2 slot)
32 GB, 4 GB RAM

CAMERA
13 MP, phase detection autofocus, LED flash
Geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR
1080p@30fps
20 MP, f/2.0, 1/2.8" sensor size, 1080p

SOUND
Vibration; MP3, WAV ringtones
Yes
Yes

- 24-bit/192kHz audio
- Active noise cancellation with dedicated mic

COMMS
Yes
Yes
Yes, with A-GPS
FM radio
microUSB v2.0, USB On-The-Go

FEATURES
Fingerprint, accelerometer, proximity, compass
SMS (threaded view), MMS, Email, Push Email
HTML5
No

- MP4/H.264 player
- MP3/WAV/eAAC+/FLAC player
- Document viewer
- Photo/video editor

BATTERY

Non-removable Li-Ion 3000 mAh battery

MISC
Gold, Gray
0.95 W/kg (head)     0.70 W/kg (body)