Friday, March 24, 2017

Domino’s Pizza, Sensasi Bahan Lokal dalam Balutan Rasa Internasional


Pizza? Siapa sih yang tak kenal makanan satu ini. Salah satu bentuk flatbread yeasted yang bagian atasnya diisi dengan saus tomat dan keju lantas dipanggang dalam oven. Biasanya, tutupan bagian atas atau topping diisi pula dengan beragam pilihan daging, sayuran, dan bumbu-bumbu khas pilihan. Istilah ini pertama kali ada pada catatan naskah Latin dari Gaeta di abad ke-10 yang berada di  Italia Tengah. Sementara, Pizza modern ditemukan di Naples, Italia. Untuk hidangannya dengan beragam varian sudah menjadi menu populer yang banyak ditemukan di belahan dunia.
Fakta berbicara
Foto: Dok. http://www.todayifoundout.com/
Pada 2009, atas permintaan Italia, bahwa Neapolitan Pizza harus sangat terjaga sebagai hidangan khusus tradisional dan terjamin. Oleh karenanya, The Associazione Verace Pizza Napoletana (True Neapolitan Pizza Association) menjadi satu organsasi non-profit yang berdiri pada 1984 dengan kantor pusat di Naples bertugas mempromosikan dan melindungi  keaslian Neapolitan Pizza.

Pizza dapat dijual secara segar dan beku, baik sebagian maupun secara keseluruhan. Pizza ini menjadi salah satu  item makanan cepat saji yang sudah sangat umum ada di Eropa dan Amerika Utara. Ada beragam jenis oven untuk memasak Pizza juga berbagai jenis bahan campuran untuk membuat pizza, seperti Calzone dan Stromboli.

Kata “Pizza” (dalam bahasa Italia = Pittsa) pertama kali ada dalam teks Latin dari Italia Selatan di kota Gaeta yang masih dalam bagian Kekaisaran Bizantium pada 997 AD (Ano Domini). Di dalam teks tersebut dinyatakan bahwa, untuk  yang menyewa properti tertentu harus memberikan Uskup Gaeta Duodecim Pizza (Dua belas Pizza) setiap Hari Natal, dan dua belas pizza lainnya setiap hari Minggu Paskah. Jadi, Pizza ini dapat diperlakukan sebagai makanan yang sangat dikagumi di negeri asalnya.

Nah, makanan yang mirip dengan pizza sudah ada sejak zaman Neolitikum. Beberapa catatan, bahwa sebagian orang menambahkan bahan-bahan lain untuk roti yang mereka buat. Hal itu agar roti tersebut lebih beraroma.Hal ini dapat ditemukan pada sejarah-sejarah kuno tradisi neolitik.

Orang Yunani Kuno, ketika membuat roti, roti tersebut direndam dalam minyak, ditambah bumbu-bumbu, dan keju. Pada abad ke-6 sebelum masehi, prajurit-prajurit  dari Raja Darius Persia, memanggang roti bulat yang datar  dengan tambahan keju dan kurma di atas perisai tempur mereka. Hal ini demi keinginan untuk memakan roti beraroma keju dan bumbu lainnya.

Sementara itu, pizza modern di Naples Italia terus mengalami evolusi dari jenis roti datar yang ada pada awal abad ke-18 dan 19. Di atas roti datar itu tadi (flatbread) diberi tambahan bahan seperti bawang putih, garam, lemak daging, keju, dan daun basil. Sedangkan tomat yang ditambahkan hanya terkadang saja. Hingga sekitar tahun 1830, pizza dijual secara terbuka  dan masuk ke dalam gerai-gerai toko roti dan pizza. Tradisi neolitik itu tetap hidup hingga saat ini.

Salah  satu legenda kontemporer yang sangat populer menyatakan bahwa, pola dasar pizza itu berasal dari Pizza Margherita yang diciptakan pada 1889, saat Royal Palace of Capodimonte menugaskan Neapolitan Pizzaiolo  (pembuat Pizza), Raffaele Esposito sebagai pencipta pizza membawakan pizza saat mengunjungi Ratu Margherita. Dari tiga pizza berbeda yang dia ciptakan, Ratu sangat menyukai Pizza yang berbalut bendera Italia, yaitu warna merah untuk tomat, hijau untuk kemangi, dan putih untuk keju mozzarella. Selanjutnya, ada jenis pizza yang dinamai sebagai nama ratu, meski penelitian terbaru masih meragukan legenda tersebut.

Pizza dibawa ke Amerika Serikat melalui imigran Italia di akhir abad ke-19. Pertama kalinya muncul di tempat para imigran Italia tersebut terkonsentrasi, Pizzeria sebagai negara pertama, Lombardi yang dibuka pada 1905. Setelah perang dunia ke-2 para veteran yang kembali dari kampanye diperkenalkan dengan masakan Italia itu. Setelahnya, terbukti di pasaran bahwa makanan Italia ini meledak hebat dan pizza menjadi makanan spesial.
Oleh karenanya, sejak saat itu pizza tenar di Amerika, salah satunya Pizza Domino. Di hari-hari tertentu, orang-orang di Amerika, sekitar  13% mengonsumsi Pizza. Berkenaan dengan ini, secara umum jika diperhatikan, rata-rata topping umum pizza di Amerika diisi dengan daging sapi, jamur, bawang Bombay, pepperoni, nenas, bawang putih, ayam, dan juga sosis.

Variasi pizza dalam bentuk lain adalah pizza panggang yang dibuat cukup tipis berbentuk bulat, terkadang juga tak beraturan dari lembaran yeasted adonan pizza. Pizza biasanya langsung dipanggang di atas api, kemudian diisi topping hingga pizza matang dan terasa krispi.

Topping tersebut dapat diiris tipis-tipis agar cepat matang. Isian atau topping ini berupa sosis juga paprika yang bisa dimasak sebelum ditempatkan di atas pizza. Bawang putih, jamur, keju, maupun daging sapi bisa pula ditambahkan untuk memaksimalkan rasa hidangan.

Nah, kali ini saya berkesempatan menyaksikan dan menikmati langsung tujuh varian baru dari Domino’s Pizza dan tiga dessert serba cokelat. Acara ini berlangsung pada Kamis (16/3/2017) bertempat di Domino’s Pizza Senayan City, Jakarta. Hadir di acara tersebut rata-rata Food Blogger dan pecinta kuliner.

Domino’s Pizza mengenalkan tujuh varian baru dengan bahan-bahan dan  cita rasa lokal khas Indonesia, dipadu bebebapa rasa khas Asia, seperti Pizza Ayam Bakar, Beef Rendang, Loaded Meatzza, Spicy Garlic Prawn, Tandoori Chicken, Grand Extravaganza, dan Veggie Deluxe. Tiga dessert yang dihadirkan serba cokelat berupa Chocolate Brownie, Martabak Chocolate Cake, dan Chunky Choc-Chip Cookie.

Bukan hal asing lagi untuk kita tentang Domino’s Pizza ini. Sebagai perusahaan pizza terbesar kedua di dunia memang punya segudang cerita. Sejarah mula berdirinya pada 1960 di Ypsilanti, daerah Michigan yang dimulai oleh dua saudara kembar Tom dan James Monaghan. Mula pertama kali kedua saudara kembar ini membeli pizza, lantas menjualnya kembali dengan nama Dominick. Mereka hanya bermodalkan US$ 1.400. Setelah delapan bulan berlangsung, Tom mengambil pengawasan secara penuh. Hal itu disebabkan James tak ingin  berhenti bekerja sebagai postman.

Bisnis mereka berkembang sangat pesat. Tom membuka dua gerai di sekitar  tempatnya pada 1965. Akan tetapi, Dominick, sebagai pemilik asli tidak mengizinkan Tom menggunakan nama itu di tempatnya yang baru. Alhasil, diubahlah nama Dominick ini menjadi Domino oleh  Tom.

Hebatnya hingga sekarang, ada lebih kurang 13.200 cabang yang tersebar di lebih dari 80 negara. Setiap harinya, sekitar 1,5 juta pizza dijual. Menilik jauh sejarah Domino, tahukah kita ada lambang tiga titik di logonya? Ya, itu diambil oleh Tom dari ketiga toko pertamanya saat dia buka. Sementara untuk  mengantarkan Domino’s Pizza ini ke temapt-tempat pemesanan, Tom menggunakan VW Beetle tua kepunyaan James Monaghan.



Logo Domino's Pizza
Foto: Dok. https://i.ytimg.com

Menu-menu di Domino’s Pizza, sepanjang tahun 1960 hingga 1980 tidak pernah diubah. Mereka tetap punya menu utama satu pizza dengan sebelas topping pilihan dan dibarengi minuman seperti Cola. Menu Domino’s Pizza ini baru ditambah sekitar tahun 1989.
Yuk, mari kita mulai petualangan rasa saya mencicipi menu-menu yang dihadirkan dari Domino’s Pizza ini.

Saya mulai dengan pizza pertama, Tandoori Chicken. Untuk sebagian orang, rasa khas Timur Tengah dengan bumbu-bumbu yang sangat aromatik mampu membangkitkan rasa. Cita rasa masakan ini unik menurut saya. Di negara asalnya, India, Tandoori Chicken direndam dalam yoghurt dengan campuran rempah-rempah tandoori masala. Biasanya ada tambahan cabe rawit, cabe merah bubuk atau kashmiri. Fungsi cabe merah bubuk di sini untuk memberikan warna merah yang menyala. Ditambah pula kunyit (turmeric) untuk menghasilkan warna oranye yang cantik.

Tandoori Chicken Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Rasa tandoori chicken pizza saat lidah saya mencecap, bukan main! Hebat. Eksotisme bumbu yang meresap tak mengalahkan rasa pizza yang nikmat, irisan-irisan paprikanya masih memberikan rasa “kres” saat digigit. Tingkat kematangan ayam sempurna. Cita rasa Asia yang tepat mengena di lidah orang Indonesia. Kenikmatan spices tandoori ini mengingatkan saya pada cita rasa bumbu nasi kebuli. Aroma kunyit, adas, jintan, kapulaga, bunga pekak, kayu manis, dan bumbu lainnya masih sangat melekat.

Adonan pizza-nya juga lembut dan tak lengket di gigi. Saat dikunyah secara bersamaan, ayam, pizza, mayo, dan paprika, memang sedikit menonjol rasa ayam tandoori-nya. Tetapi, tak mengalahkan dari sisi bahan lainnya. Ada harmonisasi rasa manakala  gigi geligi saya mulai mengunyah jadi satu. Kombinasi saus kari, ayam tandoori, saus rahitta, paprika hijau, bawang bombay, dan keju mozzarella, menyatu lekat dalam rasa.

Ayam Tandoori sebagai bentuk hidangan yang berasal dari anak benua India. Menu ini memang sangat populer di India juga negara-negara Asia Selatan lainya. Sangat populer di bagian dunia lainnya seperti Inggris, termasuk Asia Tenggara-Indonesia. Sebagai mana yang dijelaskan oleh Bapak Nevin, representatif Domino’s Pizza, bahwa Tandoori memang cocok untuk lidah tak hanya India, tapi Indonesia.

Hidangan kedua, Beef Rendang Pizza. Ahaa… bicara rendang memang sudah tak asing di telinga saya. Saya berpikir, ini kolaborasi cantik Domino’s Pizza menciptakan hidangan nusantara naik ke kelas dunia. Hebat!


Beef Rendang Domino's Pizza
Foto: Dok.Pribadi
Rendang, sebagai makanan tradisional Indonesia yang sudah mendunia. Olahan rendang berpadu cantik dengan Domino’s Pizza khas Chef Eko. Perpaduan rasa gurih dan pedas rendang khas Minang ini, “nampol” di pencecap saya. Aroma dari topping-nya melesat keluar saat saya membuka boks. Irisan daging yang diresapi bumbu sangat terasa nikmat. Paduan bawang Bombay, membuat cita rasa Beef Rendang Pizza ini makin sulit saya lepaskan dari gigitan.

Aromatik bumbu rendang Domino’s Pizza berbeda dari yang lainnya yang pernah pula saya coba. Di Domino’s Pizza, Beef Rendang Pizza-nya, saya temukan cita rasa yang penuh sensasi di lidah. Bagaimana tidak, ketika pizza masuk dalam gigitan saya secara bersamaan dengan daging rendangnya, dagingnya sangat lembut, bumbu-bumbu rendangnya lesap ke dalam daging. Hebatnya lagi, daging rendangnya tidak hancur meski teksturnya sangat lembut. Aroma rempah dalam rendang pizza sangat menggoda. Sensasi pedas rendang bercampur rempah menantang lidah saya. Lelehan keju Mozzarella, waw, semakin menambah kenikmatan pencecap saya. Ini rasa pizza paling juara.

Chef Domino’s Pizza berhasil mengangkat cita rasa rendang kembali menjadi kelas bertaraf internasional. Buat saya yang orang Sumatera, ini sangat cocok di lidah saya. Beef rendang ini buat saya nagih. Rasa tak pernah bohong, bukan hanya soal selera. Tapi cita rasalah yang menentukan Domino’s Pizza jawara di bidangnya.

Chef internal Domino's Pizza, Chef  Eko
Foto: Dok. Pribadi
Menu Pizza ketiga yang saya cicipi adalah Ayam Bakar Pizza. Aroma ayam bakarnya cukup tajam, berasa gurih. Hebatnya lagi, ayamnya lembut, potongannya tetap utuh, dan tidak hancur. Paduan cantik antara bawang Bombay, ayam bakar, parsley, dan keju mozzarella membuat hidangan ayam bakar naik kelas.


Ayam Bakar Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Gigitan demi gigitan yang saya kolaborasikan dengan seluruh topping yang ada, tak ada yang dominan. Keseimbangan rasa saya temukan. Keunikan pun saya dapatkan. Pizza lembut dengan ayam bakar, membuat lidah saya semakin membara untuk terus memangsanya. Lagi-lagi, Domino’s Pizza mampu memenuhi selera konsumen di Indonesia yang benar-benar bercita rasa Indonesia, tetapi naik ke kelas yang lebih tinggi lagi. Selalu ada cara, bagaimana Chef internal Domino’s Pizza (Chef Eko) mengenalkan rasa Indonesia kepada lidah tak hanya untuk orang Indonesia, tetapi juga untuk lidah orang asing. Keren!

Pizza keempat yang hadir di hadapan saya adalah Spicy Garlic Prawn. Dari namanya sudah bisa saya tebak. Ya, rasa-rasa pedas dipadu aroma bawang putih berpadu cantik dalam ikatan udang, dan potongan dadu tomat merah penuh cinta, serta Bombay yang mesra manja saat lidah mencecap.

Spicy Garlic Prawn Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Betapa tidak, udangnya benar-benar terasa segar dan “kres” saat saya gigit. Hebatnya lagi, tak tercium bau amis seperti kebanyakan olahan udang. Bawang putihnya pun tak menyengat penciuman saya. Bombay, pun tak menebar aroma tajam. Hebatnya, aroma masing-masing topping tak ada yang dominan. Tomat yang dipotong dadu menghasilkan juice yang membuat lembut adonan pizza. Pizza yang dihadirkan terasa juisi, dan ‘bleber”.

Hal yang membuat saya mengenang jauh Spicy Garlic Prawn ini adalah, cita rasa pizza yang krispi berbalut topping-topping cantik dengan rasa menggoda. Rustic Sauce   memberikan cita rasa memanjakan lidah saya. Juara! Rustic Sauce, ada paduan tomat, bawang putih, dan bahan-bahan lainnya hingga tercipta saus berkelas internasional dan sejalan dengan lidah-lidah lokal. Chef Domino’s Pizza, jempol dua!

Hidangan pizza kelima yang saya cicipi adalah Loaded Meatzza Pizza. Nah, kenikmatan saat menyantap pizza itu ketika keju meleleh. Tetapi buat saya tak hanya itu. Kenikmatan menyantap pizza Domino’s ini tatkala beef pepperoni, beef rasher, beef blackpapeer, beef crumble, dan Barbeque Sauce bersatu dalam jalinan kompak pizza yang singgah di mulut saya.

Loaded Meatzza Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Saya termasuk pecinta daging. Meatzza memberikan sensasi baru untuk jenis pizza dengan cita rasa daging bersaus. Lembut dan mudah ditarik. Daging berkelas premium ini memang pantas bersanding dengan Domino’s Pizza yang punya kelas premium pula di bidangnya.
Tak heran, saat saya mencecap, gigitan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya enggan berpaling dari gigi saya. Duuh… ada pelet cinta pizza Domino’s yang memanah hati dan mata saya untuk tidak lekas melepas loaded pizza ini. Chef Internal Domino’s memberi cita rasa yang aduhai. Wajar jika Domino’s punya hati di pecintanya. Tak heran pula kalau Domino’s mampu mengejar jenis-jenis lain pizza di kelasnya menjadi terbaik.

Daging beef pepperoninya punya rasa yang gurih dan enak. Beef yang lembut berpadu bawang Bombay, mengeluarkan aroma manja di lidah. Sulit untuk saya melepaskan dari gigitan begitu saja secara sia-sia. Loaded Meatzza, I wanna dating with you again!

Pizza keenam yang singgah di lidah saya adalah Grand Extravaganza. Saya memang pecinta daging. Dari beberapa varian daging pizza yang pernah singgah di lidah saya, Grand Extravaganza Domino’s Pizza berbeda dari yang lainnya. Daging beef rasher terasa lembut dengan bumbu yang sangat meresap ke dalam. Beef Pepperoninya pun tak kalah lezat. Yang membuat Domino’s Pizza Grand Extravaganza ini berbeda dari yang lainnya adalah, ada zaitun hitam dengan rasa aduhai.

Grand Extravaganza Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Aduhai rasa ini saya peroleh dari perpaduan beef rasher, beef pepperoni, zaitun hitam, paprika hijau, bawang Bombay, tomat, parsley, nenas, dan mozzarella cheese yang coba saya makan sekaligus. Benar-benar memberikan sensasi rasa yang menakjubkan di pencecap saya. Rasa ini tak pernah bisa hilang dari ingatan saya. Masih tetap melekat jauh hingga ingin kembali lagi untuk bersenang-senang bersama Grand Extravaganza secara vaganza. Domino’s Pizza Grand Extravaganza Party for the next!!

Last but not least, sajian istimewa Domino’s Pizza mengisahkan cinta para pecinta sayuran. Veggie Deluxe. Bukan hal yang mustahil, percampuran karbohidrat (adonan pizza) dengan beragam jenis sayur, membuat lengkap sajian ini. Ada kelezatan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya ketika jamur, zaitun hitam, paprika hijau, nenas, bawang Bombay, bersama keju feta dan mozzarella sebagai isian (topping) menghinggap tepat di pencecap.

Veggie Deluxe Domino's Pizza
Foto: Dok. Pribadi
Hal yang membuat saya tertarik jauh dengan Veggie Deluxe ada pada sajian keju feta. Keju ini, pada zaman Yunani dibuat dari susu domba secara pasteurisasi, terkadang ditambahkan pula dengan susu kambing. Keju ini telah diproduksi di Yunani sejak zaman purbakala, bahkan sudah menyebar ke seluruh Balkan. Feta memiliki warna putih dan disimpan di dalam air asin atau air dadih.

Veggie Deluxe dalam Bingkai Rasa
Foto: Dok. Pribadi
Feta Cheese ini, setelah diberi rennet dan menggumpal, segera ditiriskan hingga terbentuk gumpalan keras. Rasanya gurih dan segar. Di sinilah letak nikmatnya Veggie Deluxe. Satu hal yang tak dapat dipisahkan lagi adalah mozzarella yang memberikan rasa menakjubkan. Tingkat kekenyalan Domino’s Pizza berbeda. Adonannya lembut dan tidak lengket di gigi.
Semua percampuran bahan-bahan diolah secara sempurna dengan tingkat kematangan yang sempurna pula. Tingkatan rasa yang memiliki  standar rasa internasional. Tak hanya kena di lidah Indonesia, tetapi mencapai rasa berkelas mancanegara. Rasanya tak berhenti sampai di sini petualangan saya menikmati Domino’s Pizza.

Sajian yang memberikan cita rasa berbeda dari Main Course ke hidangan penutup (dessert) yang diracik dari tangan dingin Chef Domino’s Pizza, dalam olah rasa serba cokelat pun berhenti sejenak di lidah dan gastronomi saya. Dessert ini sebagai daftar dessert terbaru Domino’s Pizza.  Ada apa saja? Mari kita lanjutkan petualangan Gastronomi ini.

Meluncur di hadapan saya pertama kali Chocolate Brownie. Bentuknya memang Brownie. Dengan kekentalan cokelat yang lezat. Paduan rasa yang seimbang antara tingkat kekeringan bagian bawah Brownie-nya dengan oili sauce berbahan cokelat juga. Ini merupakan percampuran bahan yang membuat luluh kerasnya hati. Saya merasakan lembutnya Chocolate Brownie laksana Sabayon yang dilingkari es krim, dan membuat saya terpenjara rasa. Kehangatan yang berasal dari Chocolate Brownie ini mampu menenangkan jiwa. Sulit untuk memalingkan wajah dari godaan cokelat yang mengundang hasrat.

Chocolate Brownie Domino's Pizza Dessert
Foto: Dok. Pribadi
Tingkat kematangan brownie-nya pun sempurna. Menurut saya, tidak lengket di lidah dan gigi. Siraman saus cokelatnya pun menambah lezat dan tak akan terlupakan sepanjang lidah mencecap.

Masih dessert berbahan cokelat yang menghinggap di lidah saya. Dessert ini mengambil inspirasi dari Martabak  Indonesia yang memang populer. Cara cerdas Chef Domino’s Pizza menghadirkan bentuk lain dessert, berupa Martabak Chocolate Cake. Bahan dasar martabaknya lembut dengan tingkat kematangan mendekati sempurna. Rasa cokelat dengan bahan martabak berpadu seimbang, tidak ada rasa yang paling dominan.
Martabak Chocolate Cake dalam Bingkai
Foto: Dok. Pribadi

Martabak Chocolate Cake Domino's Pizza Dessert
Foto: Dok. Pribadi
Bahan-bahan cake yang dimasukkan sesuai porsinya. Baking Powder/Soda Kue sebagai pengembang cukup signifikan dengan rasa. Martabak Chocolate Cake ini menjadi satu hidangan penutup spesial di hati saya. Racikan resep di tangan dingin Chef memberi nuansa baru untuk percokelatan Dominos Pizza.

Berhenti sampai di sini? Tidak! Saya masih mencicipi Chunky Choc-Chic Cookie. Ini merupakan kue dengan cokelat chips yang berada di dalamnya. Membayangkan lumernya cokelat dengan chips lembut yang masuk ke dalam mulut itu benar-benar beda. Ini kenyataannya, di hadapan saya hadir Chunky Choc-Chic Cookie yang lembut. Chips-nya lembut sangat berasa. Siapa sih yang mau mendustai rasa yang hadir dengan keikhlasan di mulut sang pencinta kulinaria?

Chunky Choc-Chic Cookie Domino's Pizza Dessert
Foto: Dok. Pribadi
Apa yang dijelaskan McMichael benar, “Semua orang menyukai cokelat dan dessert sebagai makanan penutup yang lezat setelah makanan utama. Domino’s Pizza menghadirkan dessert barunya sebagai penutup makan dengan rasa manis. Seperti halnya Pizza yang ada di Domino’s Pizza, baru akan dibuat setelah dipesan. Dessertnya pun hangat karena fresh from the oven.
Rasa tak pernah bohong
Foto: Dok. Pribadi
Tak perlu risau, seluruh bahan yang diracik dalam pengawasan Majelis Ulama Indonesia dan berlabel HALAL.  Jadi, bahan-bahan lokal punya taste di lidah internasional juga, kan. Semoga Domino’s Pizza mampu membawa bahan-bahan lokal ke mancanegara dengan rasa. Saya sudah mencoba beragama rasa, kamu kapan?

Wednesday, March 15, 2017

Sensasi Rasa Diva Boga

Memang  ya, rasa itu tak pernah bohong. Soalnya ini masalah rasa. Tentunya, lidah setiap orang beda-beda soal cicip mencicip rasa. Untuk saya pribadi, rasa itu memegang peranan penting untuk setiap makanan atau masakan.  Kalau boleh juga saya bilang, Don’t judge book by its cover. Nah, sama halnya dengan rasa. Saya tidak akan bilang kalau makanan atau minuman yang disajikan dengan “berantakan”, belum tentu rasanya juga berantakan. Akan tetapi, terkadang rasa dan penampilan tidak linier.


Rasa tak pernah bohong
Foto: Dok. secure5.domainit.com
Apalagi, lidah ini terlatih untuk mencecap rasa selama beberapa tahun belakangan. Kembali lagi, tampilan kadang bisa menjadi “topeng” rasa. Teman-teman saya yang memang penggila kuliner sering berkata, “Tampilan kadang menipu”. Eeh benar juga. Saya termasuk orang yang mudah sekali jatuh cinta dengan tampilan makanan yang cantik memesona. Tetapi, terkadang  juga membuat saya kecewa. Tahunya, setelah indera pencecap saya merasakannya.



Bagian-bagian pencecap untuk merasakan rasa
Foto: Dok. http://www.diwinetaste.com/
Beberapa tempat makan yang pernah saya singgahi dan coba, dari sisi penyajian biasa-biasa saja. Namun, begitu lidah saya menjajal satu per satu setiap hidangan, saya makin berdecak. Dalam hati sempat berkata, “Tampilannya tak meyakinkan, tetapi rasanya juara”. Nah, kolaborasi antara tampilan dan rasa memang perlu menurut saya. Itu semua agar rasa dan tampilan dapat seiring sejalan. Orang pun akan semakin bersemangat untuk mendekat dan menjadi penikmat.

Rasa ini berikat erat dengan persepsi gustatori manusia sebagai salah satu panca indera yang dimiliki oleh sistem gustatori. Bicara rasa, pastinya bicara sensasi. Ya, sensasi yang dihasilkan oleh suatu zat dalam mulut ketika bereaksi dengan makanan yang masuk secara kimiawi dengan sel-sel reseptor rasa yang terletak pada selera rongga mulut, terutama di lidah.

Sensasi rasa ini terdiri atas lima unsur dasar, manis, asam, pahit, asin, dan getir (umami).Secara ilmiah sudah dibuktikan bahwa rasa itu  berbeda-beda satu sama lain. Ujung lidah mampu mendeteksi rasa meski terjadi interaksi dengan molekul atau ion yang berbeda. Dan rasa ini memberikan kontribusi terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Akan tetapi, persepsi rasa mulai memudar sekitar 50 tahun belakangan karena papila lidah manusia menghilang. Juga terjadi penurunan produksi air liur.

Nah, pada hari Kamis (9/3/2017) lalu, saya berkesempatan mengikuti cooking class dari salah satu perusahaan penyuplai powder dan spices untuk goreng-gorengan, yaitu PT Diva Mitra Bogatama. Diva Mitra Bogatama ini merupakan perusahaan yang  bergerak dalam bidang manufacturing makanan olahan  yang sudah ada sejak 1999.


Sudah sejak lama Diva Boga menjadi supplier  salah satu perusahaan waralaba restoran ayam goreng kenamaan, sebut saja PT Mc Donald’s Indonesia, Nugget So Good (PT So Good Food Manufacturing, Foodcourt  supermarket seperti Carefour, Giant, Ramayana, Lions Superindo, LotteMart Indonesia, PrimaFood Restoran, dan catering yang tersebar luas di area Jabodetabek.

Beberapa produk Diva Boga
Foto: Dok. Pribadi
Jadi, sudah banyak aplikasi produk dari Diva Boga ini ternyata. Seperti untuk Fried Chicken, Nugget, filler, Snack, Keripik Kentang, Keripik Pisang, Keripik Singkong, Drumstick, Chicken katsu, Udang, Sayuran, Cumi-Cumi, Seafood, Tempe, Daging Ayam, Daging Sapi, Soup, Bubur Ayam, Tumisan Perkedel, Tumisan Capcay, Soto, Opor Tumisan, Spaghetti, Chicken Teriyaki, Beef Teriyaki, Steak, Chicken Mushroom, Chicken Black Papper, Gorengan, Bakso, juga Masakan Tradisional.

Jadi, tak perlu diragukan  lagi memang produk yang dihasilkan Diva Boga. Nah, sementara, para blogger dan mahasiswa yang diundang untuk cooking class pada 9 Maret 2017 itu bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para blogger dan mahasiswa khususnya dalam bidang memasak. Juga memberikan peluang untuk berwirausaha.

Chef Nurulita, saat memeragakan masak di depan Blogger
Foto: Dok. Pribadi
Di kesempatan cooking class itu, blogger dan mahasiswa dipandu oleh chef Diva Boga, bernama Chef Nurul. Beliau memperagakan bagaimana membuat sosis panggang dengan beberapa bahan tambahan lain, seperti paprika dan bawang Bombay. Teknik grill yang diberikan adalah, setelah semua bahan ditusuk ke dalam tusukan sate, lantas dilumuri mentega. Pan-nya pun dipanaskan terlebih dahulu kemudian diberi mentega.

Grilled Barbeque Sausage
Foto: Dok. Pribadi
Tetapi, menurut saya jika pan dilumuri mentega tanpa tambahan bahan lain, seperti minyak goreng, kemungkinan sate sosis akan cepat gosong. Atau Chef Nurul memang sengaja untuk membuat cepat “gosong” bahan-bahan sate tersebut. Kisaran waktu untuk grill tergantung dari yang diinginkan. Sate sosis ini sebagai menu pertama yang dibuat. Rasa yang dihasilkan terbilang enak.

Selanjutnya adalah menu Rice Bowl. Bahan-bahan rice bowl terdiri dari daging sapi, bawang putih, bawang Bombay, jamur kancing yang diiris tipis, paprika merah dan hijau yang diiris memanjang, saus blackpepper Diva Mitra, air, dan minyak untuk menumis.

Rice Bowl
Foto: Dok. Pribadi
Nah, dari sisi rasa memang lidah tak pernah bohong. Untuk ukuran orang Asia terutama Indonesia, lada hanya dipakai seperlunya saja. Karena, kebanyakan lada terasa pedas di tenggorokan. Semua kemanbali lagi pada selera masing-masing orang. Ada yang suka banyak lada, dan sebaliknya. Saus lada hitamnya memang enak dan representatif di lidah. Anak-anak pastinya suka dengan rice bowl yang berwarna-warni. Karena hal itu dapat mengundang selera makan. Rasanya, mungkin untuk ukuran anak-anak ada yang  memang suka pedas merica ada pula yang tidak. Rice bowl menurut saya dapat diadaptasi sesuai keinginan anak.


Kroket kentang isi daging
Foto: Dok. Pribadi
Menu ketiga yang diperagakan adalah kroket kentang instant isi daging. Nah, bicara kroket instant ini, ternyata Diva Boga punya produk tepung perkedel. Jadi, sebenarnya untuk yang doyan masak secara cepat dan instant, apalagi yang suka makanan dari kentang, pas rasanya dengan produk ini. Buatnya gampang dan tak perlu waktu lama. Kroket ala Diva Boga ini menurut saya dapat dikombinasi dengan isi apa saja yang dimaui selain daging.
Bisa juga isian sayur, ikan, ayam, abon, dan lainnya. Semua tergantung dari cara cerdas kita mengolah makanan yang ada. 

Putar otak sedikit bahasa saya. Bahan-bahannya cukup mudah untuk buat  kroket ini. Pastinya ada tepung perkedel Diva Boga, air panas yang berfungsi untuk menyatukan tepung perkedel agar saat diadoni langsung kalis dan tidak lengket. Ada juga daging giling, bawang putih yang sudah di-chop (cincang) begitu pula bawang Bombay. Kecap asin, saus yakiniku, gula pasir, lada hitam, air, dan minyak goreng untuk menumis. Sementara bahan pencelupnya terdiri dari tepung breadcrumb, putih telur yang dikocok lepas. Kroket instant isi daging ini cukup enak dan gurih. Dagingnya berasa dan krispi dari tepung breadcrumb terasa kriuk di lidah.

Nah, menu terakhir yang dibuat (menu ke-4) adalah Fried Chicken ala Diva Boga. Selama ini mungkin karena faktor ketidaktahuan atau juga enggan untuk “ngulik” lebih jauh agar bagaimana ayam yang digoreng menghasilkan “tepung keriting”. Memang ada teknik-teknik khusus dan jam terbang untuk menghasilkan keriting tepung tadi saat digoreng.

Fried Chicken
Foto: Dok. Pribadi
Bahan-bahannya cukup simpel, satu ekor ayam bisa dipotong 9 atau 10. Kemudian di-marinasi dengan bumbu marinasi Diva Boga dan didiamkan  dalam kulkas 1 x 24 jam. Bisa juga kalau ingin digoreng cepat didiamkan sekitar 1-2 jam. Marinasi juga berguna untuk menghilangkan bau amis ayam. Teknik lain pun bisa, diberi perasan jeruk lemon atau nipis, taburi garam dan lada. Bahan pelengkap lainnya adalah air dingin atau air es. Kemudian tepung bumbu serba guna MitraQu.

Ayam yang sudah dimarinasi tadi dimasukkan ke dalam tepung bumbu sembari ditekan-tekan dengan jari-jari tangan. Cukup satu tangan saja yang melakukan pekerjaan “meremas-remas” daging ayam tersebut. Selanjutnya, setelah semua ayam terbaluri dengan tepung, pukul-pukul untuk meluruhkan tepung, dan masukkan ke dalam air dingin hanya  beberapa detik. Lantas diangkat dan masukkan kembali ke tepung sembari ditekan-tekan kembali untuk menghasilkan tepung keriting di ayam.

Diva Boga dalam Bingkai
Foto: Dok. Pribadi
Memang, jam terbang akan menentukan keberhasilan pembuatan Fried Chicken ini. Ada juga yang sudah dilumuri tepung tetapi hasilnya datar-datar saja. Tetapi, ada pula yang karena jam terbang, hasilnya tepung yang menempel pada ayam menjadi keriting. Rasa kriuk tepung di ayam memang enak dan kresss.

Chef Nurul pun tak “pelit” memberikan teknik-teknik memasak dan cara-cara untuk menghasilkan ayam yang digoreng menjadi krispi. Di sinilah fungsinya chef untuk proaktif pula kepada audiens, tidak pelit pengetahuan dan ilmu.

Bapak Mulyono Direktur Diva Boga dalam sambutan penutupnya
Foto: Dok. Pribadi

Dari hasil cooking class ini Diva Boga berharap muncul wirausaha-wirausaha berbakat yang dapat difasilitasi oleh Diva Boga ke depannya. Pastinya, ada hal-hal baru yang saya peroleh seputar teknik memasak makanan di Diva Boga. Saya sudah melakukan dan mempraktikkan langsung di Diva Boga, Anda kapan?




Tuesday, March 14, 2017

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN): Karya Anak Bangsa Lintasi Benua

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia menjadi salah satu perusahaan otomotif  terbesar di Indonesia. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (yang dulunya dikenal dengan  PT  Toyota Astra Motor) sebagai industri papan atas di Indonesia, tentunya sudah memiliki sistem kerja dan sistem manajemen yang  sudah jelas pula. Tapi hal ini bukan berarti bahwa semua sistem kerja sudah ada, dan sistem yang sudah ada tidak perlu ditingkatkan dan diadakan perbaikan, tetapi perlu ditingkatkan dan perlu perbaikan atau improvement, untuk lebih memudahkan proses pekerjaan sehari-hari tentunya dengan hasil yang optimal. Dalam dunia industri, bekerja di area sistem dan kerangka yang sudah jelas adalah dambaan setiap orang. 

PT TMMIN Karawang
Foto: Dok. http://4.bp.blogspot.com/
Artinya, setiap orang yang masuk dalam lingkungan kerja atau dunia kerja yang sudah tertata rapi baik dari segi aturan kerja,  follow up pekerjaan, hingga sistem manajemen. Di dalam perusahaan yang besar seperti  PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia pada praktiknya sehari-hari masih banyak hal-hal yang harus ditingkatkan.  Apalagi jika kita masuk lagi dalam divisi-divisi yang ada di dalam PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Tetapi, peningkatan sistem pekerjaan di TMMIN lebih kepada hal-hal kecil yang menjadi perhatian bersama managemen, pekerja, termasuk juga kunjungan kerja.

Bersyukurlah saya, karena pada Kamis, (23/02/2017) berkesempatan untuk  berkunjung langsung ke TMMIN di Karawang bersama rekan-rekan  Blogger dan Mahasiswa/i dari beberapa universitas di Jakarta dan luar Jakarta yang difasilitasi oleh Liputan6.com. Ke sana, melihat proses perakitan mobil-mobil yang “wah” punya dari TMMIN. Jika tak berkunjung langsung, jujur saja,  saya tidak akan pernah tahu bahwa mobil-mobil yang sebenarnya berseliweran di jalan-jalan raya, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta adalah hasil produksi TMMIN.  Sebut saja merek Kijang Innova, Sienta, Fortuner, Etios Valco, Vios & Limo, juga Yaris.

Setiap yang berkunjung dikenalkan dan diberitahukan standar regulasi keamaan di PT TMMIN
Foto: Dok. Pribadi
Tak kalah mengagumkan dan membuat saya bangga adalah itu semua diproduksi oleh anak-anak bangsa.  Satu hal yang membuat bulu kuduk saya berdiri saat mendengar paparan salah satu petinggi TMMIN, bahwa mobil-mobil itu telah melintasi benua dan samudera alias diekspor ke luar negeri. Semakin banggalah saya, bahwa karya anak bangsa melesat menembus belahan dunia di luar sana. Memang benarlah adanya bahwa keberadaan Toyota harus dapat memberikan manfaat untuk bangsa Indonesia sendiri.

Dibawa ke bagian ini yang sebelumnya saya tidak mengerti sama sekali, mengagumkan!!
Foto: Dok. Pribadi
Teknologi tinggi yang dikuasai anak negeri menjadikan Toyota semakin diminati. Anak-anak bangsa mampu mengembangkan kendaraan  seperti yang diingin para konsumennya. Hasil nyatanya adalah TMMIN menerapkan Toyota Production System  (TPS) untuk rangkaian produksinya. Tujuan metode itu sebagai salah satu bentuk efisiensi untuk mengurangi hal-hal yang tidak diperlukan. Penerapan TPS dilakukan oleh TMMIN di lima pabrik  yang berada di Jakarta Utara dan Karawang. Pantaslah TMMIN menyatakan bahwa mereka memproduksi  berlandaskan  konsep built in quality  dan just in time.

Apa sih sebenarnya built in quality itu? Ya, TMMIN memproduksi barang dengan tingkat presisi yang sempurna. Hal itu untuk mengetahui agar hasil yang diharapkan berkualitas tinggi atau zero defect. Sementara, just in time artinya,  TMMIN sangat menjaga kepuasan konsumen dan juga menjaga ketepatan waktu  kapan selesai produksi dengan tetap mengedepankan kualitas.
 
Produksi harus high precicion
Foto: Dok. Pribadi
Dari sini pula bermula bahwa TMMIN sangat peduli terhadap para pekerjanya. Untuk itu, tak dapat dihindari bahwa Toyota benar-benar menciptakan lingkungan yang sangat bersahabat untuk para karyawan Toyota dan warga sekitar industri. Dari suasana bekerja yang menyenangkan untuk semua karyawan, TMMIN berharap dapat menciptakan hasil karya yang luar biasa.

Teman TMMIN mendapat penjelasan tentang produksi
Foto: Dok. Pribadi
Oleh karenanya, kualitas sumber daya manusia sebagai pemegang peran sangat penting atau ujung tombak dalam proses produksi. Ini menjadi fokus utama TMMIN.  Untuk terus meningkatkan skill SDM-nya,TMMIn pun rutin melakukan pelatihan di TMMIN Learning Centre. Nah, dari sinilah diharapkan lahirnya SDM-SDM yang berkualitas dengan produk yang berkualitas pula. Hal itu sejalan dengan semboyan TMMIN We Make People Before We Make Product.

Karyawan dituntut untuk kerja teliti dan fokus
Foto: Dok. Pribadi
Nah, teman TMMIN, di TMMIN ini ada beberapa pusat pelatihan untuk para karyawannya, Pusat pelatihan  TMMIN 1 (Vehicle) berlokasi di Karawang  plant 1 dan 2, yang memiliki luas 3.700 m2 dengan kapasistas 360 orang/bulan/secara bergilir. Area praktikumnya terdiri dari 13 Dojo, yang juga termasuk 5 fasilitas simulasi dinamis dengan empat ruang kelas.

Pusat Pelatihan TMMIN 2 (Vehicle) yang berlokasi di Sunter 2 dengan luas 3.530 m2 berkapasitas 194 orang/bulan/secara bergiliran. Area praktikum ada 13 Dojo dengan lima fasilitas simulasi dinamis dan emapt ruang kelas.  Pusat Pelatihan TMMIN 3 (Unit). Berlokasi di Karawang dengan luas 1.200 m2. Ada tujuh Dojo, memperkenalkan dojo terbaru (kelas training dan fasilitasnya), ruang khusus untuk casting bertekanan rendah (teknologi aluminium).

Nah, selanjutnya adalah Toyota Indonesia Academy. Berlokasi di Karawang dengan luas 10.000 m2 untuk  tanah, dan bangunannya sendiri 1.000 m2. Tujuan dibangun TIA ini untuk menciptakan sumber daya manusia yang benar-benar  berkompeten di bidangnya, khususnya untuk industry otomotif Indonesia dengan kurikulum  berkisar pengetahuan umum, kemampuan praktik, dan budaya industri.

Untuk masuk kedalam pabrik harus ada atribut ini
Tanpa ada atribut ini, saya tidak dapat memotret proses produksi
Foto: Dok. Pribadi
Grand Design Industri TMMIN ini sangat luar biasa, menciptkan lingkungan kerja yang bersih, tenang, dan nyaman untuk menunjang proses produksi yang dilakukan oleh para karyawannya dalam menghasilkan produk berkualitas. Hebatnya lagi, prinsip tersebut langsung digagas oleh karyawan TMMIN sendiri, dari karyawan untuk karyawan dan dikembangkan  dari input yang diberikan oleh karyawan pula. Di sinilah maksudnya kerja secara bersinergi.  Dari sini pula PT TMMIN beroleh award berupa Good Facgory Award 2016 dari Japan Management Association (JMA).  Dari tempat kerja yang bersih pula, mulai 2007, PT TMMIN pun berhasil menyabet award di World Skill Award sebanyak enam kali. Pada 2015, TMMIN berhasil mendapatkan medali perak dan perunggu untuk kategori Prototype Modelling dan Plastic Die Engineering.


Alur produksi PT TMMIN
Foto Dok. Pribadi
Nah, Teman TMMIN, ke mana sajakah barang-barang (mobil) yang diproduksi PT TMMIN ini melanglang buana menembus samudera lintas benua?  TMMIN yang berlokasi di Indonesia  sebagai perusahaan manufaktur otomotif yang punya standar internasional sangat mendunia. Aktivitas ekspor  sudah berjalan lebih dari 29 tahun, sejak mulai ekspor pada 1987 ke lebih 80 negara di dunia.

Karya anak bangsa yang sudah melintasi benua
Foto: Dok. Pribadi
Ekspor perdana TMMIN berupa Toyota Kijang Generasi 3 tahun 1987. Negara-negara mana sajakah yang sudah disinggahi TMMIN ini teman TMMIN? Belum pada tahu, kan? Ya, negara-negara yang sudah disinggahi PT TMMIN ini meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Eropa, Asia, Jepang, negara-negara ASEAN, dan termasuk pula Kepulauan Pafisik. Bahagianya Indonesia, ternyata Toyota sebagai merek telah menyumbang 85% dari total ekspor  otomotif nasional Indonesia.

Negara-negara tujuan ekspor produksi TMMIN
Foto: Dok. Pribadi
Pada kesempatan kunjungan industri ini, saya diperkenankan untuk masuk meninjau langsung suasana dalam pabrik. Hebat, semua tertib dan tertata rapi. Masuk dengan aturan-aturan yang memang diperuntukkan untuk keselamatan  siapa saja. Beberapa peralatan diberikan kepada saya, seperti kaca mata. Kaca mata ini sangat berguna untuk melindungi mata dari  percikan bunga api karena potongan baja atau pelat. batch media untuk izin pengambilan foto di dalam industri, karena tak sembarangan mengambil gambar atau foto di pabrik tanpa ada tanda khusus dari pabrik.  Sepatu kets, diperuntukkan agar kaki terhindar dari bahaya yang memungkinkan tergelincir karena baut atau mur juga serpihan logam.
Kaca mata, salah satu atribut yang harus dipakai saat masuk pabrik
Foto: Dok. Pribadi
Ketertiban yang jelas-jelas terlihat adalah, tatkala masuk industri ke ruang perakitan, saya diperlihatkan bagaimana menyeberang dengan tertib. Tunjuk dan menoleh ke kiri dan kanan, pastikan aman, selanjutnya menyeberang. Bisa jadi, hal ini bagus pula diimplementasikan pada orang-orang yang menyeberang di jalan raya, dengan tanda-tanda zebra cross yang sudah tersedia.  

Saya pun dibawa berkeliling  di seputaran pabrik, mulai dari pembuatan bodi, kaki-kaki, perakitan, dan mobil siap jadi untuk uji kelayakan. Semua benar-benar dilakukan dengan presisi yang sangat  tinggi,  boleh dibilang tanpa cacat (zero defect). Notabenenya adalah ini kendaraan untuk kebutuhan sehari-hari di jalan dan mau tidak mau harus benar-benar aman dan nyaman. Cacat sedikit barang yang diproduksi diberi tanda dan dikembalikan lagi untuk diperbaiki.

Saat saya masuk ke dalam pabrik dan dijelaskan oleh salah satu representatif TMMIN
Foto: Dok. Pribadi
Kepresisian  barang atau produk TMMIN sebagai satu keniscayaan yang tak bisa dipungkiri. Saya lihat sendiri, barang-barang yang sudah diproduksi tetapi saat lewat quality control masih ada yang cacat, barang diberi tanda, dan segera diperbaiki. Inilah dalam istilah saya, ketelitian dalam bekerja. Jadi,  jika pekerjaan yang dilakukan sepenuh hati, apalagi mencintai pekerjaan itu, semua akan terasa mudah dan dimudahkan. Begitu pula dengan pekerja-pekerja PT TMMIN. Wajah lelah terbayar dengan hadirnya hasil karya mereka yang mendunia.

Salah satu produksi PT TMMIN, Kijang Innova keluaran terbaru
Foto: Dok. Pribadi
Teman TMMIN juga mungkin baru tahu, bahwa Fortuner dan juga Innova terbaru itu diproduksi oleh PT TMMIN, kan? Bersyukurlah saya dan kita tentunya, jadi tahu bahwa mobil-mobil seperti Fortuner, Kijang Innova, Sienta, Etios Valco, Vios & Limo, serta Yaris bukan diproduksi di luar negeri, tetapi hasil karya anak bangsa yang diproduksi di dalam negeri. Bahkan, hasilnya pun sudah beredar di lintas benua. Hebat!

Innova terbaru hasil karya anak bangsa
Foto: Dok. Pribadi
Pastinya,  Toyota tak hanya peduli di dalam lingkungannnya sendiri. Tetapi, mereka sangat sadar bahwa tanpa dorongan dari masyarakat sekitar TMMIN bukan apa-apa. Dari sinilah ada empat hal yang diwujudkan oleh Corporate Social Responsibility (CSR), melalui pendidikan, lingkungan, keamanan berlalu lintas, serta adanya  keterlibatan warga sekitar (pemberdayaan) masyarakat dan kegiatan sosial .

Dari sisi pendidikan, TMMIN membuat program Toyota Eco youth, yaitu melibatkan dan memberdayakan generasi muda untuk terus bergiat dalam bidang penelitian lingkungan serta pendirian Yayasan Toyota dan Astra.  Tujuannya untuk memberikan kontribusi mengembangkan pendidikan dan kecerdasan anak bangsa.

Fortuner, salah satu produksi PT TMMIN
Foto: Dok. Pribadi
Dari sisi lingkungan, TMMIN berperan lebih aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai cara. Salah satunya menggalakkan penanaman pohon dan melakukan kegiatan cinta lingkungan.  Nah, kegiatan ini pernah dilakukan di Toyota Forest seluas 15 hektar di Industri Toyota Karawang dan sekitar satu juta tanaman bakau di Pantai Utara Jawa.

Dari sisi keamanan berlalu lintas, sebagai produsen roda empat, sudah sepantasnya TMMIN menyosialisasikan cara berkendara yang aman untuk seluruh masyarakat Indonesia. TMMIN juga ikut berperan serta memperbaiki kondisi jalan di Jakarta dan sekitarnya. Untuk pemberdayaan masyarakat serta kegiatan sosial yang menunjang keberlangsungan CSR TMMIN, TMMIN melakukan pembinaan masyarakat yang tinggal di kawasan Sunter juga Karawang, seperti mengadakan pelatihan dan pendidikan kesehatan, income generating activities, dan infrastruktur.


Masih belum percaya dengan karya anak bangsa yang sudah melintas benua dan samudera? Apa masih belum yakin kalau belum berkunjung sendiri ke pabriknya? Saya sudah berkunjung dan menyaksikan langsung proses A to Z-nya, kamu kapan?

Monday, March 13, 2017

Manja-Manja dengan Theong, Kenapa Tidak?

Entah kenapa, beberapa hari ini badan terasa kurang begitu fit. Rasanya lemas dan kurang bergairah. Dibawa jalan-jalan pun terasa tambah sakit. Ditambah lagi, selera makan menurun dratis. Rambut juga udah mulai kering dan lekat. Berat banget rasanya ini kepala. Sepertinya diri ini memang perlu Me Time. Ya, perlu waktu untuk diri sendiri dari rutinitas yang memenjarakan. Sepertinya harus segera manjain diri. Pengennya sih pergi ke spa. Tapi kaki berat melangkah. Ya sudah, manjain diri di rumah sajalah.

Hair Oil, Shampo, dan Hair Mask VCO dari Theong Spa
Foto: Dok. Pribadi
Mau “meringankan” kepala biar tak terasa berat. Pas banget, beberapa waktu lalu dikasih produk Theong Spa Shampo VCO (Virgin Coconut Oil). Shamponya ini mengandung water, sodium lauryl sulfate, cocamidopropyl betaine, cocos oil, tween 80, hidroxypropyl methylcellulose, parfum, polyquartenium-10, sodium chloride, magnesium nitrate, magnesium chloride, methylchlorosothiazolinone, dan methylisothiazalinone.

Waah lengkap  kandungannya. Jadi, shamponya ini terbuat dari bahan-bahan alami VCO yang lebih banyak, selain itu dikombinasikan dengan bahan-bahan alami yang bermanfaat untuk memberikan nutrisi rambut. Saat saya pakai shampo ini, terasa lembut banget di kepala. Dan meresap ke dalam pori-pori kulit kepala, serta sejuk.

Shampo VCO by Theong Spa
Foto: Dok. Pribadi
Jadi, Shampo VCO-nya ini mampu mengembalikan kekuatan rambut serta mencegah kerusakan rambut. Rambut-rambut yang rontok, bisa dicegah dengan Shampo VCO ini. Rambut-rambut yang sering ketombean juga kusam cocok banget pakai shampo ini. Jadi, kalau mau pakainya usapkan pada rambut yang basah, terus lakukan pemijatan di rambut dan kulit kepala. Bilas hingga bersih ya. Enaknya lagi pakai shampo VCO Theong Spa ini tanpa perlu conditioner. Jadi, habis pakai shampo, langsung adem. Dan, satu lagi tanpa ada efek samping, soalnya sudah saya coba sendiri.

Banyak juga teman-teman saya yang nanya, “Eh, Jun, rambut elu kok bisa hitam, tebal, dan mengkilap gitu sih?” Ya, saya jawab aja, “Pake Shampo VCO dari Theong Spa. Soalnya banyak banget manfaat Shampo VCO ini buat gue”.

Banyak sekali manfaat VCO, terutama shampo VCO untuk kesehatan rambut. VCO ini punya molekuk yang sangat kecil sehingga mudah diserap kulit kepala. Makanya, setiap saya memilih shampo, shampo yang mengandung VCO yang saya cari, di Theong Spa inilah tempatnya. VCO memang sangat bagus untuk perawatan rambut, lho.

VCO juga mampu membersihkan rambut secara utuh, mengembalikan kekuatan akar rambut, sehingga rambut-rambut yang rontok dapat dicegah sedini mungkin. Nah, yang lebih buat saya senang pakai Shampo VCO ini,  VCO ternyata mampu mengatasi jamur dan ketombe, juga membuat rambut terlihat lebih berkilau alami dan indah. Meskipun pria, perlu juga buat saya jaga penampilan, terutama rambut. Makanya, setiap habis dari aktivitas, saya selalu keramas. Bahkan hampir setiap hari saya keramas karena  saya orang yang tidak pernah betah kalau rambut berkeringat didiamkan begitu saja. Itulah yang memicu timbulnya bakteri di kulit kepala dan berbau, ujung-ujungnya kepala berketombe. Bye bye ketombe…

Rasanya, tak lengkap kalau habis shampo-an sama Shampo VCO Theong terus rambut tak di-masking gitu. Pastinya, untuk me-masking rambut saya, tetap saya pakai Hair Mask VCO dari Theong Spa. Jadi memang pas banget ini natural care for beautiful hair.

Kandungannya juga lengkap banget antara lain water, cocos, cetearyl alkohol, ceteareth-20, cetil ester,  PPG-3 benzyl ether myristate, dan kandungan lainnya. Hair mask VCO ini dibuatnya dari bahan-bahan dasar alami VCO yang dipadu dengan bahan-bahan untuk memperbaiki strukur rambut yang  mudah rusak. Hair Mask ini juga untuk mengembalikan kesegaran rambut, menguatkan akar rambut, menghaluskan, dan menjadikan rambut lebih ringan dan berkilau alami.

Hair Mask by Theong Spa
Foto: Dok. Pribadi
Ketika saya coba pakai, rasanya memang beda. Rambut saya yang tadinya kasar, perlahan-lahan terasa lebih lembut, halus, dan wangi. Memang cocok nih hair mask VCO Theong Spa untuk rambut saya. Jadi, kalau kalian mau tahu manfaat dari Hair Mask Theong Spa ini adalah mampu memperbaiki struktur rambut yang rusak, melembutkan, menghaluskan, dan membuat rambut mudah diatur.

Dulunya, rambut saya ini susah banget diatur. Mau ke kiri salah, mau ke kanan salah. Pas nemu hair mask VCO Theong Spa, semuanya berubah. Selain itu, hair mask theong spa ini dapat mengembalikan kesegeran rambut, membuat rambut kalian tampak indah, ringan, dan berkilau. Siapa bilang pria-pria tak boleh merawat rambut? Hari gini ya, pria juga perlu menjaga mahkota di kepalanya untuk mencegah kebotakan.

Kenapa saya memilih Hair Mask VCO Theong Spa dibanding yang lain? Ada keunggulan yang saya dapatkan dari produk ini, yaitu kandungan VCo yang dikombinasi dengan bahan alami sangat bermanfaat untuk memperbaiki rambut yang rusak, karena bahan kimia, polusi udara, panas yang berlebihan, dan sebagainya.

Untuk memakainya pun mudah banget. Ambil saja secukupnya, atau bisa juga dicampur hair oil secukupnya lantas diusapkan pada rambut. Kemudian lakukan pemijatan pada rambut dan kulit kepala perlahan-lahan. Diamkan sekitar 5-25 menit. Lalu bilas hingga bersih tanpa menggunakan shampo. Di sinilah saya senangnya menggunakan hair mask VCO Theong Spa. Tanpa perlu biaya tambahan harus beli shampo untuk bilas rambut. Hahaha…

Hmmm… mau ganteng juga perlu kerja ekstra lho yaa… hahaha. Buat saya, tak cukup hair mask. Mau pakai hair oilnya juga dong dari Theong Spa, apalagi dikasihnya komplit begini. Hai Oil dengan VCO ini mengandung cocos, jojoba (bukan jomblo-joblo bahagia lhoo…) buxus chinensis oil, dan juga pogostemon cablin leaf oil.

Untuk pria-pria  yang punya masalah rambut seperti uban dan kutu, hair oil ini pas cocok banget. Jadi ya, hair oil VCO ini sebagai gabungan dari minyak jojoba dan minyak nilam, lantas diformulasikan khusus untuk rambut rusak dan rontok. Kenapa? Karena sangat kaya nutrisi yang bermanfaat untuk rambut.

Hair Oil VCO by Theong Spa
Foto: Dok. Pribadi
Ketika saya pakai hair oil ini, rambut saya terasa lebih fresh dan ringan. Rasanya beban di kepala lenyap. Saya tak pernah ragu untuk pakai hair oil VCO Theong Spa, sudah terbukti sebelumnya  dengan rambut-rambut anak saya. Dulunya, anak saya yang pertama itu tak ada rambut juga. Tetapi, setelah dirangsang dengan hair oil VCO Theong… hmmm rambutnya makin banyak dan tebal.

Jadi, manfaat dari hair oil ini mampu mengatasi kerusakan rambut, menguatkan akar rambut, dan merangsang pertumbuhan rambut. Jangan salah juga, hair oil ini juga mampu mengatsi ketombe, meminimalisir uban dan dapat menghilangkan kutu rambut. Dapat pula membantu mempertahankan kelembapan alami rambt sehingga menjadikan rambut halus serta mengatasi rambut bercabang.

Ada banyak keunggulan dari hair oil ini lho para pria… Dengan formulasi VCo dan minyak Jojoba, serta minyak nilam, sangat kaya nutrisi untuk membuat akar rambut tetap lembap. Memberikan nutrisi pada rambut yang dapat melembapkan rambut kering sehingga rambut dapat berkilau sehat secara alami. Dapat pula menghilangkan kutu rambut dan mempercepat tumbuh rambut pada bayi dan orang dewasa.


Nih ya, kalau punya ketombe, ketombe juga lenyap dengan hair oil ini. Rambut-rambut yang rontok juga berkurang lho. Mau pakainya juga simpel banget, lima sampai sepuluh tetes hair oil VCO Theong Spa teteskan ke kulit kepala, pijat perlahan-lahan. Dan minyak ini tanpa ada efek sampingnya lho guys. Rambut aman, hidup tenang… Saya sudah coba dan buktikan, kalian kapan?

Nah, produk ini semua ada lho di Grand Indonesia, AEON Mall, juga di SMESCO.