Friday, August 19, 2016

Achmad Soebardjo, Peran Ide dalam Perjuangan Kemerdekaan

Rumah Achmad Soebardjo
Jalan Cikini Raya No. 82 Jakarta Pusat
Foto: Dok. Pribadi
Ketika kaki saya menapak ke salah satu rumah di Jalan Cikini Raya No. 82 pada Jumat, 19 Agustus 2016, tampak terlihat beberapa tenda berwarna putih dan keramaian mulai terjadi. Rumah, berdasarkan penglihatan  dan tanya saya ke beberapa orang yang berada di sana sebagai rumah tua peninggalan Belanda.
Kamar yang dipakai oleh Achmad Soebardjo
Foto: Dok. Pribadi
Benar saja,  dilihat dari  plafon  yang tinggi dan bentuk bangunan ala kolonial, dengan semen yang masih kokoh hingga sekarang. Hanya di beberapa bagian di “dempul” ulang sehingga terlihat bersih dengan nuansa warna   putih.
Foto keluarga Achmad Soebardjo
Foto: Dok. Pribadi
Ya, rumah yang saya sambangi pagi itu adalah rumah mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia untuk pertama kalinya  pada saat republik ini terbentuk, Achmad Soebardjo. Achmad Soebardjo, atau biasa disapa Soebardjo memiliki arti cemerlang atau bercahaya.
Itulah arti kata dari nama yang diberikan oleh Raden Mas Said, Bupati Blora ketika salah satu tokoh nasional negeri ini lahir. 

Salah satu sisi kamar dan foto Achmad Soebardjo
Foto: Dok. Pribadi
Apa yang dikatakan Raden Mas Said itu menjadi kenyataan. Achmad Soebardjo, sebagai wartawan, salah satu tokoh proklamasi, menteri luar negeri, juga pernah menjabat sebagai duta besar. Semua jabatan itu dia jalani dengan kecemerlangan dan sukses.

Achmad Soebardjo, sesuai dengan arti namanya, Cemerlang
Foto: Dok. Pribadi
Sebagai napak tilas lahirnya Kementerian Luar Negeri  negara ini, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi sengaja mengambil tempat perhelatan di rumah tersebut. Perhelatan itu mengundang kerabat Achmad Soebardjo (anak-anak), mantan-mantan menteri luar negeri yang pernah menjabat di negeri ini. Hal ini dilakukan untuk mengingat kembali perjuangan Achmad Soebardjo dalam merealisasikan lahirnya kementerian luar negeri atas perintah Presiden Soekarno kala itu.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam sambutannya
pada Napak Tilas Kemlu di kediaman Achamd Soebardjo (alm)
Foto: Dok. Pribadi
Achmad Soebardjo diminta langsung oleh Presiden Soekarno sebagai menteri luar negeri. Soebardjo bingung, mengapa? Karena, dia tidak punya tempat untuk ngantor, sementara urusan luar negeri negara ini terus berjalan dan meminta dirinya untuk bergerak cepat.
Soebardjo terlahir dari pasangan Teuku Muhammad Yusuf yang masih berdarah bangsawan Aceh,Pidie-Wardinah, keturuan Jawa-Bugis. Kakek dari ayah merupakan Ulee Balang dan ulama di daerah Lueng Putu, sementara Teuku Yusuf sebagai pegawai pemerintah menduduki posisi Mantris di daerah Teluk Jambe, Karawang. Ibu Seobardjo adalah anak Camat di daerah Telukagung, Cirebon.
Ruang baca Achmad Soebardjo
Foto: Dok. Pribadi
Teuku Abdul Manaf merupakan pemberian nama awal oleh ayahnya untuk Soebardjo. Sementara itu, ibunya memberi nama Achmad Soebardjo. Sedangkan Djojoadisoerjo ditambahkan sendiri setelah dewasa ketika dirinya ditahan di penjara Ponorogo karena peristiwa 3 Juli 1946.
Mantan Menteri Luar Negeri era SBY, Marty Natalegawa
 hadir dalam Napak Tilas Kemlu di kediamanAchmad Soebardjo (alm)
Foto: Dok. Pribadi
Menempuh  pendidikan di Hogere Burger School, Jakarta (saat ini setara dengan Sekolah Menengah Atas) pada tahun 1917. Lantas melanjutkan pendidikan di Universitas Leiden, Belanda dan memperoleh ijazah Meester in de Rechten (saat ini setara dengan Sarjana Hukum) di bidang undang-undang pada tahun 1933.
Salah seorang anak Achmad Soebardjo
menyampaikan sambutannya
Foto: Dok. Pribadi
Ahmad Soebardjo kembali ke Hindia Belanda dan terus memegang idealism  yang bersikap tidak ingin bekerja sama dengan pemerintah kolonial, sehingga ia menolak bekerja untuk kepentingan Belanda. Beliau kemudian bekerja sebagai pembantu di Kantor Hukum yang berada di Semarang.

Setelah di Semarang, beliau pindah kerja ke Surabaya sebagai ahli hukum junior di salah satu usaha hukum yang dipimpin oleh salah satu tokoh pergerakan nasional lainnya, yaitu Mr. Iskaq Tjokrohadisuryo. Ketika berada di Surabaya, kondisi pergerakan nasional di Hindia Belanda sedang mengalami tekanan berat akibat kebijakan represif  Gubernur Jenderal Mr. P.C. de Jonghe.

 Akibat kebijakan tersebut, setiap mahasiswa yang baru pulang dari Belanda langsung diawasi oleh Pemerintah, sehingga menyulitkan mereka dalam menyampaikan aspirasi dan melakukan konsolidasi memperkuat pergerakan. Hal itu  juga terjadi pada diri Achmad Soebardjo, sehingga dirinya hanya fokus pada pekerjaan sebagai pengacara, dan memperdalam pengetahuaan  di bidang organisasi politik dan politik internasional, serta terus melanjutkan aktivitas jurnalistiknya.

Menjadi politikus, pejuang, dan intelektual, dirinya sering bermain-main dengan ide. Ide itu dapat membuat segala sesuatu jadi berubah, dapat membuat sejarah baru maupun mengubah karakter manusia. Pada suatu kesempatan dirinya menyampaikan pidato di Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta tahun 1974. Lantas, dari pidato itu dibuatlah buku berjudul Peranan Ide-Ide dalam Gerakan Kemerdekaan Indonesia”. Menurutnya, ide itu penting untuk memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Pada halaman 6 buku tersebut beliau menuliskan kalimat, “Saya berpendapat bahwa ide-ide merupakan unsur terpenting dalam perkembangan dan kemajuan sejarah dunia, termasuk sejarah kemerdekaan Indonesia. Tapi bukan sembarangan ide dapat menggerakkan manusia untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat. Hanya ide-ide yang mengandung kebenaran dan keadilan dapat menyentuh jiwa manusia yang dapat merasakannya”.

Negara ini pun hadir berasal dari ide sebagai dasar juga penyangga. Kepercayaan dirinya mengenai ide menjadikannya yakin bahwa, memahami sejarah tidak cukup tanpa mengerti dan menghayati ide dan nilai yang mengelilinya. Ide, untuk dirinya sebagai dopping untuk terus membebaskan negeri ini dari kolonial.

Semasa menjadi mahasiswa, Achmad Soebardjo aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan bergabung di organisasi kepemudaan seperti Jong Java dan Perkumpulan Mahasiswa Indonesia di Belanda. Ia merupakan anggota delegasi Indonesia pada Kongres Anti Imperialis di Belgia dan Jerman. Sekembalinya ke Indonesia, aktif menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Setelah Indonesia merdeka pada  17 Agustus 1945, Achmad Soebardjo diangkat menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Presidensial periode 19 Agustus 1945 -14 November 1945 dan kembali menjabat Menteri Luar Negeri pada Kabinet Sukiman-Suwirjo periode 1951-1952. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Republik Federal Swiss periode 1957-1961.

Dalam bidang pendidikan, dirinya memperoleh gelar Profesor di bidang sejarah Konstitusi dan Diplomasi Indonesia dari Fakultas Sastra, Univeritas Indonesia.
Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo meninggal dunia pada 15 Desember 1978 di usia 82 tahun di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, akibat komplikasi. Dirinya dimakamkan di rumah peristirahatannya di Cipayung, Bogor. Pemerintah menganugerahi almarhum sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2009 melalui Keppres No. 58/TK/2009. [Diolah dari berbagai sumber]

Nur Astri Damayanti, Menggairahkan Kriya Indonesia Melalui Cardigan

Museum Tekstil Indonesia. Foto: Dok. Pribadi
Indonesia, negeri yang kaya dengan beragam budaya, suku bangsa, juga kuliner. Sepertinya, tidak hanya itu. Apabila kita melirik ke arah Utara Jawa, tepatnya Jepara, banyak bertebaran ukiran dengan berbagai motif. Ya, ukiran Jepara namanya. Ukiran tersebut sudah terkenal hingga mancanegara. Tak hanya ukiran Jepara. Bali pun memiliki ukiran yang khas pula.
Sisi belakang Musem Tekstil. Foto: Dok. Pribadi
Apalagi dengan busana, banyak perancang-perancang busana Indonesia bergema hingga mendunia. Merancang dan menjahit baju merupakan salah satu kriya atau pekerjaan (kerajinan) tangan. Hari ini, tepatnya Kamis, 18 Agustus 2016, saya diundang langsung oleh Founder Kriya Indonesia, Nur Astri Damayanti untuk mengikuti workshop menjahit cardigan untuk pemula.
Peserta Workshop menjahit cardigan untuk pemula di Museum Tekstil
Foto: Dok. Pribadi
Sembari tertawa terkekeh-kekeh, saya jejingkrakkan. Kenapa? Karena setelah sekitar 22 tahun tidak memegang mesin jahit, akhirnya saya kembali memegang dan akan menggunakan kembali. Nah, yang menariknya lagi adalah ini kali pertama saya menjahit bahan cardigan.  Saya sempat browsing model-model cardigan di internet. Banyak model yang sangat cantik bila dipadupadan dengan baju yang ingin kita kenakan.

Founder Kriya Indonesia, Nur Astri Damayanti
memberikan sambutannya dalam Workshop
Menjahit Cardigan untuk Pemula
Foto: Dok. Pribadi
Sebelum workshop berlanjut, Founder Kriya Indonesia memberikan sambutannya. Astri Damayanti mengatakan, “Workshop ini workshop yang simpel dan mudah, yaitu menjahit cardigan untuk pemula. Jika kita ingin menjahit yang benar-benar menjahit, itu butuh waktu lama.” Astri  juga menyampaikan mengenai mesin yang akan digunakan untuk menjahit cardigan tersebut, yaitu mesin jahit dengan merek Brother.
Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, Deputi Gubernur
Bidang Pariwisata dan Kebudayaan
Menyampaikan sambutan
Foto: Dok. Pribadi
Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, Beliau sangat mengapresiasi acara Workshop ini. Dengan  acara ini, roda perekonomian terus bergerak dan museum tekstil, yang menjadi tempat penyelenggaraan workshop akan semakin ramai dengan aktivitas yang ada.
Mesin Jahit BROTHER
Foto: Dok. Pribadi
Bicara mesin jahit Brother, menurut pihak Brother ada tiga tipe mesin jahit tersebut, yaitu 1) tipe pedal. Tipe pedal ini boleh dibilang tipe manual. Penjahit menggunakan kaki untuk menjalankan mesin. 2) Tipe electrical. Tipe ini, mesin dihubungkan dengan arus listrik dan kaki menginjak pedal sehingga mesin dapat dijalankan. 3) Tipe computerize. Tipe ini, mesin diatur secara otomatis melalui perintah-perintah komputer, biasa untuk mesin border skala besar.
Mesin Jahit BROTHER tipe GS 2700
Foto: Dok. Pribadi
Mesin jahit Brother memiliki beberapa tipe. Pada kesempatan ini, peserta workshop diperkenalkan dengan mesin jahit Brother Tipe GS 2700. Nah, kenapa tipe ini? Tipe ini adalah mesin jahit dengan predikat best seller di kelasnya. Mesin jahit ini memiliki 27 jenis jahitan, dapat membuat hanya satu langkah membuat lubang kancing, terdapat lampu LED di dalam mesin yang dapat membantu penjahit saat mengerjakan jahitan di malam hari.  
27 Jenis jahitan dari mesin jahit BROTHER tipe GS 2700
Foto: Dok. Pribadi
Hal yang mengasyikan menggunakan mesin jenis ini adalah mampu menjahit secara lurus, zig zag, dan satin. Ada juga tombol yang dapat diatur untuk mengetahui panjang dan lebar jahitan. Maksimal lebar jahitan sekitar 5 mm dengan panjang jahitan hingga 4 mm. Sekoci dapat diatur secara mudah dan cepat. Sementara itu, rangka mesin dibuat dari bahan metal. Watt listrik tidak besar, hanya 51 Watt dengan dimensi mesin 450 (P) x 200 (L) x 380 (T). Menurut saya canggih dan mengasyikan.
Selang beberapa waktu, pengajar Adi Busana Indonesia, Ibu Hj. Tati Murtati, S.Pd., M.Pd,  bersama Mba Astri Damayanti mulai menginstruksikan untuk mengambil cardigan yang sudah diberikan kepada peserta. Mereka berdua mulai memberitahukan bagaimana melipat cardigan untuk dibuat model  dalam bahasa saya, “sayap batman”.
Bersama Pengajar Adi Busana Indonesia, Hj. Tati Murtati, S.Pd., M.Pd.
Foto: Dok. Pribadi
Peserta diberikan pola untuk dibentuk di cardigan yang sudah diberikan. Semua semangat saat membentuk pola. Menusukkan jarum pentul ke dalam pola dan mengukur jarak ukur jahit dengan memberi tanda menggunakan pulpen. Setelah itu menggunting bahan, lantas me-rader bahan dengan menggunakan kertas karbon. Tak terlihat stress di wajah. Semua peserta sangat terhibur. Menggunting pola perlu kehati-hatian agar bahan tidak mubazir dan bagian lain tidak tergunting sia-sia.
Mebentuk pola
Foto: Dok. Pribadi
Setelah pola cardigan dibentuk, begitu pula dengan bentuk  pita, satu per satu bahan dijahit. Tentunya dijahit dengan menggunakan mesin jahit Brother. Suara mesin ini menurut saya cukup halus dan tidak berisik. Untuk pengoperasiannya bagi pemula, menurut saya sangat mudah. Tidak perlu waktu berjam-jam untuk menaklukakn mesin jahit Brother tipe GS 2700 ini. Asal diperhatikan dengan saksama semua bisa.

Memotong pola. Foto: Dok. Pribadi
Sementara itu, untuk menjahit cardigan menurut saya, hanya butuh 3T: Teliti, Telaten, dan Tekun. Dengan tiga “T” itu tadi, kita akan mendapatkan hasil maksimal. Dilihat dari sisi jahitan terlihat rapi, teratur, dan cantik.  Pada saat dikenakan pas di badan. Pita aksesori yang diikatkan di bagian depan dada pun terlihat cantik dan indah.
Menjahit pola
Foto: Dok. Pribadi
Tak perlu waktu lama untuk menjahit cardigan tersebut. Tangan-tangan terampil denga suara mesin jahit yang saling bersahutan meriuh-rendahkan Museum Tekstil Indonesia di Jalan K.S. Tubun I Tanah Abang tersebut.

Peserta Workshop menjahit pola. Foto: Dok. Pribadi
Ya, menjahit bukan monopoli pekerjaan wanita, pria juga bisa. Menjahit sebenarnya sudah dilakukan oleh pria sejak dahulu. Sekarang pun masih tetap berlanjut. Tampil gaya pun tak hanya milik wanita, pria juga bisa melakukannya.

Cardigan, banyak orang menyebutnya dengan nama sweater. Jaket militer berlengan panjang dari rajutan wol dengan trim buu atau braid, serta berpenutup depan memakai kancing atau zip. Jaket itu sering dipakai perwira tentara Inggris selama perang Crimena dan namanya diambil dari Earl of Cardigan VII. Pada abad ke-20, modelnya tanpa kerah dan diadaptasikan untuk pakaian olahraga santai.

Cardigan menjadi pakaian populer untuk wanita juga pria yang ingin tampil trendi dalam balutan baik rajut maupun polos. Pabrik pakaian rajut memproduksinya dengan beragam variasi model menggunakan bahan wol atau wol campuran, dilengkapi dengan kancing berlengan panjang.
Channel ikut memomulerkan cardigan selama tahun 1920 dan 1930-an dengan busana two piece yang terdiri atas jaket cardigan, sweater, dan rok. Pada 1950-an, selama beberapa waktu muncul mode pemakaian cardigan secara terbalik, yaitu letak kancing bukaan tidak di depan, melainkan di belakang.

Kini, cardigan mengalami perkembangan sangat pesat. Beragam model hadir mengikuti perkembangan zaman dengan kualitas sangat baik. Pria, khususnya dapat menunjukkan pesonanya melalui cardigan.  Ada banyak model yang hadir di tengah-tengah kencangnya busana luar. Model kancing depan tiga, model kerah huruf “V”, kancing depan rajutan, juga kancing yang ada di bagian belakang.

Untuk pria yang bekerja dan ingin tampil lebih fresh, boleh mencobanya. Sesekali tak salah kalau ke kantor mengenakan sesuatu lain dari yang lain. Selain menyenangkan diri  sendiri, bisa jadi orang-orang di sekitar ikut “tertular” hal-hal baik dari diri kita.
Hasil jahitan cardigan denga menggunakan
mesin jahit BROTHER tipe GS2700
Foto: Dok. Pribadi
Waktu menjahit cardigan tak terasa. Cardigan yang saya jahit selesai sudah meski belum 100 % sempurna.  Mungkin selanjutnya, dengan mesin jahit Brother GS 2700, dukungan Founder Kriya Indonesia-Mba Astri Damayanti, pengajar Adi Busana Ibu Hj. Tati Murtati, S.Pd., M.Pd., dan Museum Tekstil Indonesia, dapat menghasilkan lagi cardigan-cardigan lain yang lebih berwarna.

Astri Damayanti dan Puspa Swara memberikan pencerahan baru dalam dunia jahit-menjahit untuk pemula. Jika selama ini di benak kita membayangkan menjahit itu sulit dan perlu waktu lama, tetapi  kenyataannya tidak. Terima kasih Founder Kriya Indonesia, Pengajar Adi Busana, Museum Tekstil, dan Mesin Jahit terkenal ini, Brother!  
Menjahit  untuk Pemula
bersama Puspa Swara, Brother, Kartini Blue Bird, dan Museum Tekstil
Foto: Dok. Astri Damayanti





Monday, August 15, 2016

ASEAN, MELESAT SEMAKIN DI DEPAN

Rasanya tak berlebihan untuk mengatakan “ASEAN, MELESAT SEMAKIN DI DEPAN”. Banyak capaian yang diperoleh dari negara-negara yang tergabung dalam ASEAN (Association of  Southeast Asian Nation) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara). Organisasi yang dideklarasikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand dihadiri oleh lima negara, yaitu Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Indonesia.

Penandatanganan Deklarasi Bangkok
Dihadiri 5 Menteri Luar Negeri ASEAN
Foto: Dok, Arsip Nasional RI
Deklarasi Bangkok ditandatangani oleh perwakilan lima negara pemrakarsa pendiri ASEAN, yaitu Adam Malik (Menteri Luar Negeri Indonesia); Tun Abdul Razak (Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Malaysia); Narciso Ramos (Menteri Luar Negeri Filiphina); S. Rajaratman (Menteri Luar Negeri Singapura); dan Thanat Khoman (Menteri Luar Negeri Thailand). Isi  Deklarasi Bangkok, yaitu:

1.       Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
2.       Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.
3.       Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
4.       Memelihara kerjasama yang erat di tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada.
5.       Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.

Menteri-Menteri Luar Negeri Negara ASEAN
Narciso Ramos (Filipina); Adam Malik (Indonesia); Thanat Khoman (Thailand)
Tun Abdul Razak (Malaysia); & S. Rajaratman (Singapura) berfoto bersama
di Bangkok pada 8 Agustus 1967
Foto: Dok. Arsip Nasional RI
Sebagai satu organisasi geo-politik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, memiliki tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggota, memajukan perdamaian dan stabilitas di level regional,juga meningkatkan kesempatan untuk membicarakan perbedaan di antara anggotanya secara damai, aman, dan tenteram.

Bendera ASEAN melambangkan ASEAN yang stabil, penuh perdamaian, bersatu, dan dinamis. Adapun lambang ASEAN berada di tengah bendera ASEAN. Sementara itu, warna bendera dan lambangnya biru, merah, putih, dan kuning; masing-masing mewakili warna dasar setiap bendera negara anggota ASEAN. Warna biru perdamaian dan stabilitas; merah semangat dan kedinamisan; putih kesucian; dan kuning  kemakmuran. Ikatan rumpun padi sebagai harapan para tokoh pendiri ASEAN agar organisasi  itu secara bersama-sama terikat dalam persahabatan dan kesetiakawanan sosial, sedangkan lingkaran melambangkan kesatuan ASEAN.

Jika melihat luas wilayah ASEAN ini semua orang akan berdecak kagum. Wilayah dengan luas sekitar 4,46 juta kilometer persegi itu hampir sama dengan luas daratan di Bumi sekitar 3%-nya. Sementara, luas laut yang dimiliki tiga kali lipat dari luas daratan. Ada satu hal yang selama ini orang sering menyebut, apabila ASEAN itu sebagai entitas tunggal, maka ASEAN akan menduduki ekonomi terbesar ke-9 setelah negara-negara adidaya, sepeti Italiam Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Cina, Perancis, Inggris, dan Brasil. Hal ini menjadi satu cita-cita negara-negara ASEAN untuk  mewujudkan secara nyata.

Pada 8 Agustus 2016 lalu, ASEAN genap berusia 49 tahun. Ya, ini bukan usia muda lagi untuk sebuah organisasi. Sudah cukup berpengalaman dalam berbagai kesempatan, baik regional maupun mendunia. Berkaca dari hari jadi ASEAN tersebut, mengapa  organisasi ini hingga sekarang masih bertahan dan tetap dipertahankan?

Ada beberapa hal yang membuat ASEAN masih bertahan hingga saat ini, yaitu prinsip. Prinsip-prinsip utama yang dipegang oleh para bangsa-bangsa anggota ASEAN inilah yang membuat organisasi tersebut menjadi satu organisasi yang cukup disegani. Apa saja prinsip-prinsip utama ASEAN tersebut?

1.       Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara. Hal ini sebagai rasa atau bentuk penghormatan mendalam kepada setiap masing-masing negara anggota ASEAN. Secara nyata, jarang terdengar keributan yang terjadi di antara anggota negara ASEAN itu sendiri.

2.       Hak untuk setiap negara memimpin kehadiran nasional, bebas dari campur tangan, subversif atau koersi pihak luar. Negara-negara anggota diberi kepercayaan oleh negara lain dalam kancah internasional untuk ikut di berbagai event dunia. Hak-hak negara anggota ASEAN menjadi satu kepercayaan lebih kepada negara di luar anggota ASEAN.

3.       Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota. Tidak pernah terdengar neegara-negara anggota ASEAN masuk ke dalam negara anggota ASEAN lainnya untuk “mengacak-acak” negara lainnya tersebut. Ini menjadi satu pegangan asas penghormatan kepada negara anggota ASEAN bahwa mencampuri urusan dalam negeri anggota lainnya sebagai tindakan yang mengganggu. Hal itu dapat dianggap sebuah pengacauan negara.

4.       Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai. Contoh kasus nyata saat Malaysia dan Indonesia  bersengketa untuk  Pulau Sepadan dan Ambalat. Hal itu dapat dibicarakan baik-baik tanpa harus angkat senjata atau pun terjadi perang di antara negara anggota. Penyelesaian perbedaan atau perdebatan wilayah, tak perlu dengan kekerasan jika ada jalan perdamaian. Membangun prinsip-prinsip tersebut harus melalui kesadaran dari masing-masing anggota negara ASEAN.

5.       Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan. Sejalan dengan poin empat, bahwa segala sesuatu selagi masih dapat dibicarakan secara damai mengapa harus berperang.

6.       Kerja sama efektif antara anggota. Efektivitas dari  satu kerjama anggota negara ASEAN menjadi pegangan untuk negara-negara anggota lainnya. Betapa tidak, kerjasama yang efektif akan mendatangkan manfaat  yang efektif pula. Disadari atau tidak oleh negara-negara anggota ASEAN lainnya, bahwa efektivitas kerjasasama anggota telah banyak melahirkan kerjasama-kerjasama yang sangat bermanfaat.
Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan
kepala negara pada KTT ASEAN ke-25 di Nay Pyi Taw Myanmar
11-13 November 2014
Foto: Dok. Kemlu RI
ASEAN, dalam hal terbaru  telah melahirkan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal ini sebagai jembatan efektivitas dalam melihat pasar bebas. Siapapun boleh bersaing dan masuk ke arena. Untuk itu, masing-masing negara anggota telah mempersiapkan “peluru” dan “senjata” untuk membuat strategi jitu agar masing-masing negara dapat maju ke depan. Maju bersama-sama untuk melesat bersama-sama.

Konektivitas ASEAN berperan penting dalam pembentukan Masyarakat ASEAN, yang mencakup konektivitas infrastruktur, institusi dan  rakyat. Konektivitas ASEAN diharapkan berkontribusi terhadap ASEAN sebagai kawasan yang berdayasaing dan berdayatahan, dengan mendekatkan pergerakan orang, barang, jasa, dan modal.

Keterhubungan negara-negara ASEAN menjadi hal penting
untuk mewujudkan Masyarakat ASEAN
Foto: Aswaddy Hamid, Peserta Lomba Fotografi WArna-Warna ASEAN, 2014


Saling topang menopang di antara negara anggota ASEAN, itulah yang akan menjadi salah satu kunci keberhasilan ASEAN untuk menduduki ekonomi dunia. Pasar bebas,  telah meningkatkan ekonomi dari masing-masing negara. Mau tidak mau, sumber daya manusia dan infrastruktur negara-negara anggota ASEAN ditingkatkan untuk menghadapi dan mengantisipasi ekonomi di tingkat regional dan dunia.
Perhelatan Ulang Tahun ASEAN ke-49, Museum Keramik & Seni Rupa
Kota Tua, Jakarta
Foto: Dok. Andini Harsono. 
Seiring dengan itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, menghelat perayaaan ulang tahun ASEAN ke-49 dengan menghadirkan perwakilan negara-negera ASEAN. Mengambil tempat di kawasan Kota Tua. Hal  ini untuk mengingatkan kembali histori perjalanan panjang salah satu negara anggota ASEAN, Indonesia. Ada pula pameran foto yang dilangsungkan di Museum Seni Rupa dan Keramik, yang berlangsung dari tanggal 6--13 Agustus 2016.

ASEAN terus melaju mengejar yang belum tercapai. Apakah Anda akan tetap tinggal diam?


Sunday, July 24, 2016

Nusantara Sehat, Cara Pemerataan Dokter ke Pelosok


Program Nusantara Sehat Kemenkes: Foto: Dok. Kemenkes
Mungkin, satu di antara kita ada yang bercita-cita ingin menjadi dokter. Alasan kenapa ingin menjadi dokter banyak jawaban. Salah satunya untuk mengobati orang sakit, membantu sesama, hingga sebagai satu profesi yang menjanjikan. Ada pula yang mengatakan, profesi dokter itu sebagai profesi terhormat, artinya dihormati banyak orang. Terlepas dari itu, semua profesi itu mulia, hanya saja bagaimana cara kita menggunakan atau memperlakukan profesi yang melekat dalam diri.

Dokter di Indonesia, khususnya Jakarta sudah berhamburan. Tak lain karena Jakarta sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis dan perekonomian. Mau tidak mau semua tertumpah di Ibukota. Profesi dokter di Jakarta termasuk profesi berbiaya mahal. Mereka betah di Ibukota karena kemudahan akses informasi. Bagaimanan pun, Jakarta menjadi lahan subur untuk profesi dokter.

Dalam perjalanannya, tenaga kesehatan khususnya dokter dan dokter gigi masih terbilang jarang untuk beberapa daerah di Indonesia. Upaya pemerataan tenga kesehatan sudah pernah dilakukan sebelumnya melalui Kementerian Kesehatan dengan nama PTT. Seiring bergulir waktu, PTT dihapuskan dan beralih nama menjadi Program Nusantara Sehat.

Nusantara Sehat sebagai salah satu cara kemenkes dalam mewujudkan pemerataan kesempatan untuk dokter-dokter berkiprah di daerah. Program tersebut sebagai upaya untuk mendukung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai program yang diutamakan pemerintah untuk menciptakan masyarakat sehat mandiri dan berkeadilan. Dokter menjadi salah satu pasukan paling depan untuk bidang pelayanan kesehatan masyarakat yang berfungsi memberikan layanan kesehatan melalui tindakan preventif dengan pendidikan kesehatan, konseling, dan skrining.
Nusantara Sehat yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan ini bukan tanpa tujuan. 

Sebagai satu institusi yang bergerak meningkatkan angka kesehatan, dibentuknya Nusantara Sehat ini dalam rangka memperkuat pelayanan kesehatan primer, melalui peningkatan akses dan kualitas kesehatan dasar di DTPK (Daerah Tetinggal, Perbatasan, dan Kepulauan) dan DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan), dan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menggerakkan pemberdayaan masyarakat, dan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, serta meningkatkan retensi tenaga kesehatan yang bertugas di DTPK. Sebagai program lintas unit utama di Kemenkes, tidak hanya berfokus pada aktivitas kuratif semata, akan tetapi promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat dari daerah yang sangat memerlukan sesuai Nawa Cita.

Dokter yang mengikuti program Nusantara Sehat ini adalah pengabdian. Di manapun ditempatkan harus bersedia menjalani. Karena, Program Nusantara Sehat dibuat tidak main-main. Mereka (dokter) yang mendaftar harus menjalani serangkaian tes untuk memastikan keikutsertaan mereka untuk ditempatkan di manapun di wilayah NKRI ini.
Dokter Mari. S.Purba, salah seorang dokter Program Nusantara Sehat
Yang Ditempatkan di Boven Digoel. Foto: Dok. Pribadi
Salah seorang dokter yang mengikuti Program Nusantara Sehat, Dokter Mari. S Purba, berbagi pengalaman dalam Diskusi Terbuka, “Karier Dokter dan Dokter Gigi di Era Jaminan Kesehatan Nasional”. Dalam diskusi tersebut beliau mengatakan, “Kami, mengikuti program Nusantara Sehat tidak dapat memilih tempat. Di manapun ditempatkan, kami harus siap. Dan kami sudah menerima seluruh konsekuensi dari keikutsertaan ini. Hal ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat”, ucap dokter yang pernah ditempatkan di Boven Digoel tersebut.

Kemenkes menargetkan, para peserta Nusantara Sehat ini berasal dari profesi dengan latar belakang kesehatan, seperti Dokter, Dokter Gigi, Perawat, Bidan, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Tenaga Farmasi, Tenaga Kesehatan Lingkungan, Ahli Teknologi Laboratorium Medik, dan Tenaga Gizi yang siap dan bersedia ditempatkan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di DTPK dan DBK.

Dokter dan Dokter Gigi Nusantara Sehat yang ditempatkan di daerah yang memerlukan kesehatan sebagai satu kesatuan atau bekerja dalam tim. Mereka tidak sendiri.  Daerah penempatan, sebelumnya telah dilakukan evaluasi oleh Tim Kemenkes. “Kami melakukan evaluasi ke lapangan sebelum Tim Nusantara Sehat di terjunkan”, ucap Drg. Usman Sumantri, M.Sc.
Drg. Usman Sumantri,M.Sc, dalam sambutannya. Foto: Dok. Pribadi
Adapun tujuan spesifik dari Program Nusantara Sehat Kemenkes ini adalah, memberikan pelayanan kesehatan untuk menjangkau daerah terpencil, menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menangani masalah kesehatan sesuai kebutuhan daerah, meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan yang bertugas, penggerakan pemberdayaan masyarakat, pelayanan kesehatan terintegrasi, serta peningkatan dan pemerataan pelayanan kesehatan.

Proses Implementasi Program Nusantara Sehat
Foto: Dok. Pribadi
Seorang dokter yang akan ditempatkan ke satu daerah perlu menjalani serangkaian seleksi hingga dia ditempatkan. Beberapa tahapan yang harus dilakukan seperti registrasi via online, seleksi tahap satu, seleksi tahap dua, pengumuman, pembekalan, dan penempatan.  Registrasi dapat langsung dilakukan melalui situs resmi www.nusantarasehat.kemkes.go.id.

Alur Seleksi Dokter Program Nusantara Sehat. Foto: Dok. Pribadi
Selanjutnya, Tim Nusantara Sehat yang lolos akan segera dikirimkan ke daerah yang sudah ditetapkan. Mereka ditugaskan pada fasilitas layanan kesehatan yang berada di 15 provinsi, 48 kabupaten/kota, dan 120 Puskesmas DTPK dan DBK yang berada di seluruh Indonesia.

Peta Sebaran Program Nusantara Sehat. Foto: Dok. Pribadi

Target Program Tahun 2016 untuk periode I, seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai unit capaian, dengan jumlah pencapaian sebanyak 70 Puskesmas, 630 tenaga kesehatan yang sudah ditetapkan pada bulan Mei. Sementara, untuk Periode II, unit capaian masih Pusat Kesehatan Masyarakat, untuk jumlah capaian sekitar 60 Puskesmasm dan tenaga kesehatan berjumlah 540 orang, dengan rencana penempatan pada bulan Oktober 2016.

Kemenkes selalu memberikan dorongan dan motivasi untuk  tenaga kesehatan profesional berperan serta dalam program Nusantara Sehat dengan mendaftarkan diri, baik online melalui situs resmi Nusantara Sehat.
   
Tidak dapat dinafikan, menjadi seorang dokter itu tugas mulia. Lebih mulia lagi jika mengabdikan diri untuk masyarakat dan negara tanpa keluh kesah. Wajar saja jika dokter-dokter yang ditempatkan di daerah pelosok setiap bulan menerima "upah" tinggi. Melihat perjuangan  mereka di daerah terpencil, jauh dari informasi, pusat kota, dan perbelanjaan. 

Untuk dokter-dokter muda dan calon dokter, ditunggu pengabdian Anda untuk negara.







Wednesday, June 22, 2016

Kenikmatan Itu Bernama Mundur


[Sumber: http://virtualveganpotluck.com/vvp/wp-content/uploads/2012/09/Stay-Calm-Go-Back2.jpg]
Setiap manusia punya jalan dan rezeki yang telah digariskan Tuhan. Begitu pula saya. Menapaki perjalanan karier pekerjaan tidaklah mudah. Pasang surut mengikuti kata hati antara mundur atau bertahan. Tahun 2013 hingga pertengahan 2016 boleh dibilang tahun-tahun gemilang saya menapaki karier di salah satu perusahaan. Mulanya saya buta dengan dunia startup, tetapi di tahun-tahun tersebut saya membelalakkan mata saya selebar-lebarnya. 

Tak pernah terpikirkan untuk bertemu para pejabat negara di negeri ini yang notabenenya harus buat janji sana-sini dengan asisten. Bersurat resmi dengan jalan panjang berliku-liku hanya sekadar tatap muka dan berhaha-hihi ria. Semua dengan mudah saya lakukan. Tak kenal siang tak kenal malam, dengan langkah ringan tanpa gontai saya lakukan. Semua karena saya mencintai pekerjaan itu. Hati saya menuntun untuk terus melakukan yang terbaik sepanjang pekerjaan itu masih di tangan. 

Proyek-proyek besar pemerintah pun sanggup saya lobi dan jatuh ke pelukan perusahaan. Apa yang diinginkan perusahaan selama saya bekerja pun tercapai. Entah mengapa, saya tidak perlu bersusah payah, hampir semua birokrat yang saya hubungi mengiyakan dan setuju apa yang  saya katakan. Padahal saya tak memiliki ilmu marketing apalagi lobbying. Saya ikuti kata hati dan mengalir begitu saja. Para boss di kantor pun mengakui cara kerja saya. Boss bilang, "Kamu multitasking dan multitalenta". Saya tak banyak bunyi, hanya diam merenungi perkataan itu. 

Sukses dengan pencapaian itu, entah mengapa, satu per satu teman seperti "tak suka" melihat keberhasilan tersebut. Apa ini yang dinamakan "iri?" Berpikir positif selalu saya terapkan. Tak mau ambil pusing dengan keadaan. Saya berjalan sesuai kata hati dan alur pekerjaan. Namun, lama kelamaan keadaan semakin berubah dan berbeda. Saya dilempar ke sana ke mari. Lama kelamaan saya berpikir, "Mungkinkah saya ingin dibuang perlahan-lahan?"

Berusaha untuk introspeksi diri atas apa yang sudah saya lakukan. Adakah yang salah atas pekerjaan itu? Atau memang ada yang ingin melempar saya? Di ruangan pun saya lebih memilih diam, enggan bersuara. Teman-teman pun seakan sibuk dengan urusan masing-masing. Saya pun tak pernah dilibatkan lagi untuk urusan yang berbau kantor, meeting bersama klien, bertemu beberapa pejabat, atau hanya sekadar meeting di kantor. Coba diskusi dengan salah satu atasan di kantor, jawaban datar yang saya peroleh tanpa solusi berarti.

Mencari waktu yang tepat tidak akan pernah bertemu waktu tepat itu di mana dan kapan. Saya coba membuka pembicaraan dengan atasan pemilik perusahaan untuk berdiskusi, kalimat yang keluar, "Nanti, ya". Kalimat "Nanti, ya" tersebut seolah-olah sengaja membuat saya mengambang mencari solusi. Saya tak tahan dengan perlakuan yang "Ingin membuang pelan-pelan" itu.

Keputusan saya bulat. Lebih baik sebelum semua menjadi buruk, jari jemari ini mencoba menghentakkan keyboards huruf di komputer jinjing satu per satu menjadi barisan kalimat. Kalimat-kalimat yang sebenarnya sangat jarang untuk dicuatkan. Campur aduk antara sakit hati, pusing, dan lega. Keluarlah empat paragraf pernyataan saya untuk tidak melanjutkan lagi bekerja di perusahaan itu. Saya kirimkan melalui surat elektronik kepada salah satu petinggi pemilik perusahaan.  Dengan segenap pikiran yang bebas dari halang rintang, saya seperti terbang tak menjejakkan kaki di tanah saat surat elektronik tersebut terkirim. Saya anggap, inilah cara terakhir karena sekat diskusi tak terbuka untuk saya. Mundur dari seluruh atribut yang pernah melekat pada diri saya sebagai pekerja kantoran. 

Saya percaya, Tuhan tidak tidur. DIA maha baik untuk umatnya yang mau berusaha, karena hamparan rezeki di bumiNya ini sangat luas. "Mundur satu langkah untuk maju lima langkah". Kini, saya menikmati peran sebagai kepala rumah tangga, "tukang masak" untuk anak-anak dan istri, terima pesanan makanan dari teman-teman, dan terpenting menikmati hidup saya sebagai seorang blogger.

Saturday, June 18, 2016

BERSAMA ASURANSI JIWA SYARIAH AIA, JIWA AMAN HIDUP PUN TENANG


Blogging & Beyond: How To Optimize Your Own Blog
with Valuklik and AIA Assurance
Foto: Dok. Valuklik
PT AIA Financial (AIA) menjadi salah satu perusahaan asuransi jiwa paling dicari di  Indonesia. Perusahaan ini terdaftar dan diawasi secara legal dan ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keberadaan perusahaan AIA di Indonesia sebagai imprint (anak perusahaan) dari AIA Group. Hadirnya perusahaan ini menambah deret panjang sistem asuransi berbasis syariah yang semakin banyak diminati. AIA menghadirkan beragam produk asuransi yang berpegang pada prinsip syariah, terdiri dari asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan, investasi, program kesejahteraan karyawan, pesangon, juga program dana pensiun.
Salah satu produk AIA adalah Asuransi Jiwa AIA berbasis Syariah
Foto: Dok. Pribadi. Diolah dari AIA website
Sebagai satu perusahaan asuransi yang memiliki kelebihan dan keunggulan, tata cara kerja perusahaan ini sudah terbukti. Hal itu terlihat dari penghargaan yang sering diterima dalam kategori asuransi jiwa di Indonesia untuk beberapa tahun belakangan. Menjadi bagian penting dalam penyelamatan anak-anak Indonesia penderita kanker dan jantung, AIA mengambil peran besar untuk keberlangsungan kehidupan generasi penerus bangsa ini.
Produk-produk yang AIA telurkan untuk masyarakat
Foto: Dok. Pribadi. Diolah dari AIA website
Pada satu kesempatan dalam Blogging & Beyond: How to Optimize Your Own Blog bersama AIA dan Valuklik, Frizt Ananda, CFP., Marketing Business Partner PT AIA Financial dalam keterangannya memberikan pencerahan baru tentang Asuransi Jiwa Syariah AIA yang saya cari-cari selama ini, Asuransi Jiwa Syariah. Ya, hidup ini penuh dengan mimpi-mimpi yang selalu datang silih berganti dan dipenuhi beragam tantangan. Hal yang sangat diperlukan untuk itu adalah “teman” yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan, dan kebahagiaan saat hendak menggapai mimpi dan membantu mewujudkannya dalam menghadapi hal-hal tak terduga.
Frizt Ananda, CFP
Marketing Business Partner PT AIA Financial
Foto: Dok. Pribadi
Perlunya perencanaan keuangan yang matang dalam hidup untuk menggapai tujuan finansial dari pekerjaan yang dilakoni sebagai bentuk pengejawantahan gaji yang saya terima, baik itu untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan investasi. Siapapun tidak dapat menduga bahwa risiko kehidupan selalu ada. Hal itulah yang dapat mengganggu terwujudnya impian yang  saya cita-citakan, seperti kehidupan yang tidak produktif, hidup panjang tetapi tidak produktif, dan tidak hidup tidak produktif. Hidup dan Produktif merupakan satu kesatuan produk, dan hal itu perlu proteksi (perlindungan), siap atau tidak siap! Di sinilah pentingnya Asuransi Jiwa berbasis Syariah oleh AIA.
Asuransi Jiwa AIA
Foto: Dok. AIA Slide
Asuransi jiwa sebagai asuransi dengan tujuan menanggung seseorang dari kerugian finansial tak terduga. Dapat dikarenakan meninggal terlalu cepat atau hidup terlalu lama. Tergambarlah bahwa Asuransi Jiwa, risiko yang dihadapi adalah risiko kematian. Hidup seseorang yang terlalu lama. Oleh karenanya, Asuransi Jiwa Syariah AIA  hadir untuk kita semua. Asuransi Jiwa Syariah berdasar untuk saling tolong menolong.
Asuransi Jiwa Syariah AIA
Foto: Dok. AIA Slide
Para nasabah yang menjadi bagian dari asuransi jiwa syariah ini disebut sebagai peserta. Peserta tersebut memberikan sebagian dana kontribusi yang dibayarkan untuk kepentingan bersama (tolong-menoloing). Dana itu yang biasa disebut Tabarru’ untuk berbagi risiko. Kontribusi peserta dikumpulkan sehingga menjadi kumpulan dana. Kumpulan dana itu yang disebut dana Rabarru’ dan dana tersebut dikelola oleh perusahaan Asuransi Jiwa Syariah AIA. Inilah yang menjadi teman setia saya selama ini. Ada ketenangan, optimal, tenteram, dan bahagia menjalani kehidupan.
Tenang, Asuransi dikelola sesuai prinsip syariah, tolong menolong, melindungi, dan menanggung risiko antarsesama peserta asuransi jiwa syariah. Optimal, perencanaan keuangan dengan tiga pilihan jenis investasi berbasis syariah IDR Dynamic Syariah Fund dan IDR Growth Equity Syariah Fund, dan IDR Cash Syariah Fund. Tenteram, memberikan kedamaian pikiran (peace of mind) untuk peserta melalui perlindungan jiwa & kecelakaan dan beragam pilihan perlindungan tambahan sesuai keinginan/kebutuhan. Bahagia, setiap peserta akan memperoleh kesempatan pembagian Surplus Underwriting setiap tahunnya.
Asuransi Jiwa AIA yang semakin dicari
Foto: Dok. Diolah dari AIA website
Asuransi Jiwa Syariah AIA memberikan manfaat yang sangat besar, baik dari sisi proteksi maupun investasi. Dari sisi proteksi 100% santunan meninggal (uang pertanggungan) hingga mencapai usia 80 tahun. Seratus persen  santunan meninggal kecelakaan hingga usia 70 tahun. Seratus persen santunan meninggal kecelakaann dalam perjalan ibadah haji atau ketika bertransportasi umum hingga usia 70 tahun. Sementara, dari sisi investasi 100% nilai dana investasi yang terbentuk dari kontribusi yang diinvestasikan.
Inilah produk-produk Asuransi Jiwa Syariah AIA: AIA Life Secure (proteksi dan investasi), AIA Priority Link (Proteksi Jiwa), AIA Family First Protection (Proteksi Jiwa), AIA Infinite Link Assurance (Proteksi Jiwa), dan AIA Sakinan Assurance (Proteksi Jiwa). Untuk memperoleh produk Asuransi Jiwa AIA dapat melalui Agency, ANZ, BCA, BJB, BUKOPIN, BANK SAUDARA, CIMB NIAGA, CITIBANK, QNB, dan BRI.
Keseruan peserta Blogging & Beyond bersama AIA dan Valuklik
Foto: Dok. Pribadi
Asuransi Jiwa Syariah AIA solusi tepat untuk keluarga berhemat! Masihkah Anda menunda-menunda? 

#Asuransi Jiwa Syariah AIA (do follow http://www.aia-financial.co.id/id/our-products/medical/aia-sakinah-assurance.html)