Wednesday, December 14, 2016

Indosat Ooredoo Bakal Cetak Pesaham Muda Melalui ISTC Ke-2

Indosat, PT Trimegah Sekuritas Tbk, dan Bursa Efek Indonesia kembali menggelar ajang kompetisi Indosat Ooredoo Stock Trading Contest. ISCT kedua ini sudah didengungkan pada Agustus 2016 lalu dan akan berakhir dengan pengumuman pemenang pada Februari 2017 mendatang.
ISTC menjadi ajang uji nyali anak muda bermain pasar modal
Foto: Dok. www.chip.co.id
Tak dapat dipungkiri bahwa Indeks Harga Saham Gabungan memberi peran dalam laju perekonomian bangsa. Bagaimana hal itu terjadi? Ini dapat dilihat dengan semakin membaiknya tingkat transaksi dan banyaknya peran investor yang bermain. Berdasarkan pencatatan BEI, bahwa   (SID) di Indonesia  telah mencapai angka 430 ribu dan pada Juli 2016 naik tajam menjadi 490 ribu.

Akan tetapi, angkat tersebut masih jauh dari yang diharapkan. Hal itu lebih dikarenakan sangat jarang perusahaan-perusahaan di Indonesia yang mau bermain dan mendorong berkegiatan saham, kecuali memang perusahaan saham. Berawal dari hal itulah, Indosat Ooredoo berkesempatan untuk menelurkan dan melahirkan para investor baru yang siap membantu pertumbuhan perekonomina negeri ini dengan menghadirkan ISTC. Pasar modal menjadi salah satu penggerak perekonomian bangsa ini.

Menjadi catatan bersama bahwa hanya 529.257 orang Indonesia saja yang berinvestasi saham dari jumah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta atau boleh dibilang hanya 1%nya saja yang bermain saham. Dari jumlah tersebut yang benar-benar aktif atau Single Investor Identification (SID) kurang lebih 34%-nya saja. Sementara itu, rasio penduduk Indonesia yang mengenal pasar modal masih di bawah 4% dari total penduduk. Perlu juga dipahami, bahwa setengah jumalh investor yang ada di Indonesia ada di Jakarta.

Apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, di negara ini investor telah mencapai angka 4 juta atau 13% dari populasi jumlah penduduknya, sekitar 30,8 juta. Sedangkan Singapura mempunyai 1,5 juta investor atau 30% dari populasi penduduknya, 5,5 juta. Sementara itu, emiten di BEI hanya 525 yang  masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Malaysia. Emiten di Malaysia berjumlah lebih dari 900 emiten dan Singapura lebih dari 1.000 emiten. 

Indonesia patut berbangga, karena pada Februari 2016 , jumlah investor di negeri ini meningkat sekitar 8% dibandingkan bulan Desember 2015. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pun menempati urutan kedua terbaik di dunia.

Sejalan dengan itu, untuk lebih mengenalkan pasar modal di kalangan anak-anak muda yang notabenenya sebagai penerus, penjaga, dan penerima warisan bangsa, Indosat Ooredoo kembali menggelar Indosat Ooredoo Stock Trading Contest Ke-2. Ya, ISTC berperan dalam mencari bibit-bibit unggul calon investor di kalangan anak muda. Indosat Ooredoo bersama PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk membuat aplikasi bernama ISTC yang dapat diunduh melalui Android (Playstore) dan Apps Store (iOS). Pastinya, teknologi digital bukan barang baru bagi Indosat. Indosat Ooredoo telah berkecimpung lama untuk industri mobile dan teknologi. Melalui teknologi telekomunikasi dan aplikasi, juga edukasi mengenai trading secara daring (online), banyak generasi muda berkualitas yang mencintai dan mau terjun ke dunia pasar modal.

ISTC digelar Indosat Ooredoo untuk kali kedua
Foto: Dok. Pribadi
Indosat Ooredoo Stock Trading Contest (ISCT) merupakan salah satu program CSR Indosat Ooredoo dalam bidang edukasi dan inovasi. Tujuannya untuk memberikan literasi kepada masyarakat khususnya generasi muda mengenai investasi pasar modal dengan cara-cara yang interaktif dan menyenangkan. Atau dengan kata lain, memberikan pengetahuan lebih kepada generasi muda dalam bidang keuangan.

ISTC telah diakui sebagai salah satu usaha untuk mendorong terwujudnya digital entrepreneurship serta mendukung dan mendidik generasi muda Indonesia untuk terlibat aktif di dalam Pasar Modal sehingga dapat meningkatkan perdagangan sahan dan perekonomian Indonesia.

Nah, untuk siapa saja yang ingin mengikuti kompetisi ini sangat terbuka dan diperbolehkan. Persyaratannya cukup gampang, kita dapat mengunduh aplikasi ISTC di android maupun di iOS. Selanjutnya, ikuti petunjuk yang dipersyaratkan. Nah, salah satu syarat yang wajib Anda ikuti adalah, Anda harus memiliki nomor Indosat. Nomor Indosat tersebut Anda masukkan ke dalam slot kartu SIM 1. Jika Anda tertarik, silakan daftar ke situs www.indosatooredoo.com/istc, pilih menu “Registrasi” kemudian isi formulir yang telah disediakan.

ISCT memberi tantangan baru, baik Anda yang sedang menempuh studi, maupun yang sedang bekerja. Kompetisi ini tidak dipungut bayaran, justru Anda yang diberikan modal virtual oleh Indosat untuk bermain saham sebesar 50 juta rupiah.
Tata cara registrasi untuk mengikuti ISTC
Foto: Dok. Pribadi

Mekanisme Program
Mekanisme program yang dilakukan meliputi:
1.    Pelatihan dasar perdagangan saham secara virtual dengan data real dan BEI
2.    Pemilihan saham secara virtual berdasarkan saham Kompas 100
3.    Virtual trading dilakukan berdasarkan jam perdagangan BEI, dilakukan pada sesi pagi dan siang
4.    Peserta mendaftar melalui microsite www.indosatooredoo.com/istc dan akan mendapatkan satu akun. Satu peserta hanya diperbolehkan memiliki satu akun. Peserta akan mendapatkan uang virtual senilai 50 juta rupiah
5.    Ranking peserta dapat dilihat setiap saat di microsite www.indosatooredoo.com/istc
6.    Peserta dapat melihat portofolio dalam akun masing-masing.

Diah Kusuma Dewi, Group Corporate Communication Indosat Ooredoo dalam penjelasannya
Foto: Dok. Pribadi
“Pemenang kompetisi ini akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik”, ucap Diah Kusuma Dewi, selaku Group Corporate Communication Indosat Ooredoo, di sela-sela penyampaiannya pada Blogger dan calon peserta Training Pasar Modal dan Simulasi virtual trading melalui Aplikasi ISTC di ruang auditorium Indosat Ooredoo pada Selasa (13/12).

Untuk para pemenang yang beruntung akan mendapatkan saldo dompetku senilai 1 juta rupiah dan masing-masing pemenang satu, dua dan tiga akan mendapatkan modal investasi senilai, 15, 10, dan 5 juta rupiah.


Melalui keberadaan ISTC diharapkan, semakin banyak anak-anak muda yang terjun dan tertarik dalam dunia Pasar Modal, khususnya di Indonesia. Anda tertarik dan ingin mengembangkan bakat serta kemampuan di bidang pasar modal? Kini saatnya membuktikan diri. Di tunggu keberanian Anda. 
Indosat Ooredoo mencerdaskan generasi muda dengan Pasar Modal
Foto: Dok. https://gadgetren.com

Sunday, December 11, 2016

1,1 Kg Wagyu Eating Competition: Steakholic for Wagyu Lover from ABUBA

Tak pernah membayangkan sebelumnya, makan steak seberat 1,1 Kg dari jenis Wagyu bersama sayuran dan kentang, hingga jika dijumlahkan sekitar 1,8 Kg. Begah?! Mungkin, ya! Tetapi, jangan salah untuk mereka yang memang steakholic dan penggemar  wagyu, jumlah 1,8 Kg itu bisa dilahap dalam waktu beberapa menit saja.


ABUBA It's My Steak.
Foto: Dok. http://www.abuba.co.id/

1,1 Kg Wagyu Eating Competition by ABUBA Steak
Foto: Dok. Pribadi
Ya, ABUBA Steak Cipete Raya, hari ini Sabtu (9/12) melangsungkan 1,1Kg Wagyu Eating Competition. Acara ini merupakan kali ketiga dalam tiga tahun berjalan sebagai bentuk  apresiasi ABUBA Steak kepada penggermarnya. Diikuti sekitar 30 peserta yang notabenenya pecinta dan pelanggan setia ABUBA Steak.

Peserta diuji wawasan mengenai ABUBA Steak sebelum Wagyu Eating Comptetition
Foto: Dok. Pribadi
Sebelum Wagyu Eating Competition dimulai, untuk mengetahui wawasan peserta penggemar ABUBA Steak, mereka diuji seputar pengetahuan ABUBA. Beberapa pertanyaan dalam bentuk multiple choice berikan. Ujian wawasan ini untuk melihat sejauh mana penggemar ABUBA Steak mengenal lebih dekat tentang ABUBA, menu, dan sejarah ABUBA itu sendiri.

Peserta diuji kecepatan mengupas kentang satu menit
Foto: Dok. Pribadi
Selanjutnya, jika kita perhatikan, kentang memiliki ciri atau karakter sendiri. Mungkin, selama ini kita menganggap mengupas kentang itu mudah dan gampang. Nah, dalam sesi kedua games dari peserta Wagyu Eating Competition ini, kemampuan mereka mengupas kentang ditantang. Dalam waktu satu menit berapa jumlah kentang yang dapat dikupas. Rata-rata mereka hanya berhasil mengupas dua kentang dalam satu menit.

Mengupas kentang, perlu teknik sendiri
Video: Dok. Pribadi
Ya, mengupas kentang memang tak bisa sembarangan. Apalagi dilihat dari bentuk kentang yang tak beraturan. Pisau pengupasnya pun memang khusus dan tajam. Di sinilah, kemampuan peserta dilihat. Chef ABUBA Steak yang langsung turun tangan untuk menilai cara dan teknik peserta mengupas kentang tersebut.

Jika dilihat, seluruh  peserta semuanya pria. Terlihat memang, untuk yang biasa bekerja di dapur dengan yang tidak. Terlihat dari cara mereka mengupas kentang, alur mata pisau, dan cara mengguratkan pisau ke badan kentang.

Peserta diminta untuk menjadi waiters melayani pelanggan
Foto: Dok. Pribadi
Di sesi ketiga setelah mengupas kentang, peserta dihadapkan pada tantangan bagaimana menjadi waiters sebuah restoran. Mulai dari melihat menu, mengenalkan menu-menu di ABUBA Steak kepada pelanggan, hingga menyajikan ke hadapan pelanggan. Mereka dituntut untuk cakap, cekatan, dan mendengarkan pula keluhan-keluhan pelanggan setia ABUBA Steak.

Peserta sedang melayani pelanggan, salah satu games wagyu eating competition
Foto: Dok. Pribadi
Di sesi keempat, ini merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu peserta. Ya, bagaimana tidak ditunggu, mereka  seakan tak sabar untuk melahap sekitar 1,1 Kg Wagyu ditambah sayuran dan kentang khas ABUBA Steak. Jika ditotal ada sekitar 1,8 Kg yang harus mereka habiskan dalam waktu secepatnya.

1,1 Kg Wagyu Eating Competition. Total dengan sayuran dan kentang 1,8 Kg
Foto: Dok. Pribadi


Ini dia pemenang 1,1 Kg Wagyu Eating Competition
Ki-Ka: Bapak M. Ali pemenang pertama berhak uang tunai 10 juta rupiah
Bapak Hendra, pemenang kedua berhak uang tunai 5 jutah rupiah
Foto: Dok. Abuba Steak
Dalam 1,1 Kg Wagyu Eating Competition ini, Bapak M. Ali berhasil menyabet gelar juara pertama, mendapatkan hadiah uang tunai senilai 10 juta rupiah, dan sebagai pemenang kedua Bapak Hendra, berhasil mendapatkan hadiah uang tunai senilai 5 juta rupiah.
Selain Wagyu Eating Competition, juga diadakan lomba di media sosial, yaitu di Twitter dan Instagram. Inilah pemenang di laman media sosial masing-masing yang dilakukan oleh ABUBA Steak.
Pemenang Media Sosial 1,1 Kg Wagyu Eating Comptetition Abuba Steak
Foto: Dok. Abuba Steak

Mengapa Wagyu?
Wagyu merupakan jenis ras sapi Jepang yang berasal dari kata Wa (Jepang) dan Gyu (Daging Sapi). Di beberapa daerah di Jepang, daging ini diberi nama menurut wilayah atau daerah produksinya. Contoh daging Kobe, Mishima, Matsusaka, ÅŒmi, juga Sanda.
Wagyu merupakan daging yang sangat istimewa, mengapa? Karena rasa dan lembutnya memang tidak ada duanya. Bahkan, saat setelah selesai makannya pun seperti masih berasa di lidah kelembutan daging tersebut. Ya, memang karena sapi untuk wagyu ada perlakuan khusus (istimewa) sebagai jenis sapi unggul.

Salah satu peserta Wagyu Eating Competition
Foto: Dok. Pribadi
Makanan yang diberikan tak sekadar rumput, akan tetapi jagung, barley, dan beragam vitamin dan kalsium. Bahkan, untuk membersihkan badan sapi tersebut dari kutu dan lalat, Sapi Wagyu dimandikan dengan Sake, juga diberi bir agar tidak stress. Para peternak Sapi Wagyu punya cara tersendiri untuk membuat dagingnya terasa empuk dan enak, yaitu dengan memijat sapi secara rutin sebagai bentuk relaksasi. Intinya, Sapi Wagyu tidak boleh dalam keadaan stres.

Pun jika bicara soal harga Wagyu, di Jepang 100 gram dihargai dengan sekitar tiga ratus ribu rupiah. Nah, kita jadi  tahu apalagi untuk negara yang memang mendatangkan Wagyu, pastinya akan jauh lebih mahal.

 
General Manager ABUBA Steak Dadit Bimantono
Foto: Dok. Pribadi
Di sela-sela kompetisi tersebut, Dadit Bimantono, selaku General Manager ABUBA Steak mengatakan, “Peminat Wagyu cukup tinggi di tahun ini, kami akan tetap mempertahankan keberadaan Wagyu. Selain itu, untuk Wagyu Steak yang ada di Abuba ini berbeda dari Wagyu steak yang ada di resto lainnya, terutama dari sisi sausnya. Sementara, Wagyu Steak di Abuba  memiliki kualitas cita rasa yang berbeda dengan harga merakyat.”

Memang, ABUBA Steak mampu memberikan antusiasme tersendiri di hati penggemarnya. Apresiasi positif banyak diberikan selama acara ini berlangsung. Sebagai pioneer salah satu resto steak di Jakarta sejak 1992, ABUBA memang memiliki keunggulan terutama di menu WAGYU STEAK-nya.

Tak heran jika orang berduyun-duyun datang ke ABUBA untuk menikmati rasa WAGYU STEAK yang beda di sini. Sayang jika dilewatkan begitu saja untuk dapat menikmati WAGYU STEAK ABUBA. Soalnya Wagyu Steak dibundling dengan paket khsusu. Untuk pembelian menu Wagyu, ada free lemon tea. Jika membeli dua menu Wagyu, kita akan mendapatkan tambahan satu menu pencuci mulut. Untuk itu, pelanggan dapat memilih. Ada Oreo Cheese Cake  atau Bread Pudding Classic. Nah, di ABUBA Steak ini ada menu Wagyu Sirloin dan Rib Eye dengan tingakt Marbling 8-9; 6-7; 4-5, dan Wagyu Skewer, yaitu daging wagyu yang dipotong-potong lantas dipanggang menggunakan tusuk sate khusus.

ABUBA Steak ini sudah ada sejak tahun 1992 yang dipelopori oleh Bapak H. Abu Bakar. Kalau kita tahu sejarahnya, ABUBA ini mulanya hanya dari makanan kaki lima di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Kini, ABUBA berkembang luar biasa. Bagaimana tidak, sekarang telah memiliki 20 cabang  yang tersebar di Bandung dan Jakarta.

Di Jalan Cipete Raya No. 14A inilah ABUBA Steak bermula sekaligus menjadi kantor pusat dalam pengembangan dan perluasan bisnisnya hingga ke daerah. ABUBA Steak tengah September 2004 membuka cabang pertama. Selain di Cipete, terdapat pula di Gading Batavia Blok LC 11-07, Jakut. Cabang yang paling anyar ada di Jalan Panjang Raya Kav. 60 Kebon Jeruk pada 30 Mei 2016 lalu.

Dua puluh tahun membangun, menjadikan 20 tahun itu pula ABUBA sebagai ikon  dan Cipete sebagai Landmark. Ekspansi outlet terus dilakukan dengan perkembangan yang sangat signifikan. Kultur kekeluargaan diubah menjadi kultur kerja dan managemen profesional.  Membangun brand yang jelas baik kedalam maupun keluar agar konsumen dapat melihat, merasakan, mengalami, dan mengingat bagaimana ABUBA berbeda serta tulus apa adanya, menjadi tempat steak terjangkau dan berkualitas.

It’s My Steak menjadi satu jargon ABUBA Steak dan menjadi milik semua orang.
Selamat mencoba dan menikmati ABUBA Steak dengan beragam pilihan tingkat kematangan  dari rare, medium rare, medium, medium well, dan well done. Pun dengan side dish mulai potato wedges, mashed potatoe, nasi, dan mix sayuran.

Tertarik untuk Wagyu Eating Competition selanjutnya? Tunggu tanggal mainnya.


Saturday, December 10, 2016

Fachri Albar Masuk Penjara Karena Arifin Putra

Di penghujung tahun 2016 ini, kabar mengejutkan datang dari  Fachri Albar dan Arifin Putra. Hubungan pertemanan yang sudah mereka bangun bertahun-tahun kandas begitu saja. Padahal diketahui, keduanya berteman sudah sangat lama dan satu sama lain pun tahu lebih dan kurangnya. Masing-masing memegang kartu truf-nya.
The Professional Film. The first heist movie in Indonesia
Foto: Dok. The Professional Official dalam Blogger Crony
Bisnis yang telah dijalani oleh keduanya, memicu Arifin Ilham seakan gelap mata. Arifin  ingin menguasai dan mengambil seluruh aset perusahaan yang dipunyai Fachri. Beragam cara ditempuh Arifin. Hingga Fachri Albar diberitakan menggelapkan uang perusahaan. Alhasil, Fachri dinanti bui.
Arifin dengan senangnya terbahak-bahak tanpa melihat penderitaan orang lain yang notabene juga sahabatnya. Penjara memang menjadi target Arifin untuk  Fachri. Arifin memang mampu membesarkan perusahaan yang dimilikinya hasil dari “rampokan” perusahaan Fachri.
Arifin masih tak puas dengan besarnya perusahaan yang dia kelola. Berbagai perusahaan lain pun datang ke tempatnya untuk menanam saham dan juga berbagi (sharing profit). Beberapa perusahaan tergiur dan masuk. Otak bisnis Arifin terus berputar bagaimana perusahaannya terus bertambah besar dan maju.
Akan tetapi, dia tak sadar bahwa Fachri Albar tak berapa lama  dalam penjara keluar. Fachri bukan tipe orang yang tinggal diam dan bertopang daku. Teman dan sekaligus sahabatnya itu telah  menghancurkan kehidupannya. Rumah tangga Fachri pun tercerai berai.
Fachri tak tinggal  diam. Dia memutar otak untuk mengambil kembali aset-aset perusahaannya yang telah dirampok Arifin. Selepas dari penjara itulah Fachri mengumpulkan teman-teman yang masih mendukungnya dan dapat dimintai tolong, yaitu Lukman Sardi, Cornelio Sunny, Melayu Nicole Hall, dan Richard Kyle.
Lukman Sardi sebagai seorang arsitek yang dulunya pernah membantu Arifin Ilham membangun gedung perusahaan milik Arifin bernama Trimitra. Lukman memahami beberapa area penting dalam gedung tersebut. Cornelia Sunny, seorang yang ahli dalam bidang IT dan coding begitu pula Melayu Nicole Hall. Sementara Richard Kyle jago dalam electrical dan jaringan.
Melalui koordinasi Fachri, mereka berlima mulai merencanakan aksi untuk mengambil kembali aset-aset perusahaan  Fachri yang dirampok oleh Arifin. Perencanaan  yang matang dan benar-benar tersusun sistematis membuat Fachri dan teman-teman mudah berkoordinasi dan  melakukan pekerjaan yang diinginkan Fachri.
Bagian-bagian gedung yang dianggap penting Richard pasangi dengan CCTV (kamera pengintai). Aliran listrik telah dikoneksikan dengan sistem laptop Cornelio. Lukman memberitahukan seluruh posisi-posisi penting gedung, termasuk ruang kerja Arifin.
Sementara Melayu Nicole Hall membantu Cornelio Sunny. Aksi balas dendam Fachri dan teman-temannya ke Arifin tak tanggung-tanggung. Hampir seluruh sistem keamanan kantor Trimitra Arifin dikuasai Fachri. Hingga satu ketika, Melayu ditugaskan untuk mengorek keterangan dari Dani, salah satu staf IT yang dipercaya Arifin di kantornya untuk tahu bagaimana sistem security di Trimitra.
Dalam keadaan mabok Dani menceritakan hampir seluruh sistem keamanan di kantor tersebut. Hingga akhirnya, hal yang paling dirahasiakan, yaitu dongle (kode) akses untuk  mendapatkan  file-file berharga transaksi jadi masalah untuk Fachri. Karena, Dani bicara kepada Melayu Nicole bahwa untuk itu diperlukan akses sidik jari dari Arifin sendiri.
Teman-teman Fachri saling menyalahkan dan sempat terjadi keributan di antara mereka. Karena Melayu yang ditugasi untuk mengorek keterangan dari Dani, tidak berhasil sempurna. Cornelio pun berang, dia bilang, “Kalau aku yang ditugasi untuk mengorek keterangan dai Dani, pasti berhasil, karena aku tahu banget dengan Dani dan  aku teman dekatnya”.
Dalam situasi yang panas antar mereka, Fachri pergi sejenak, dan tak dinyana, dia menelepon Arifin. Diterimalah Fachri oleh Arifin dikantornya. Fachri yang perokok mencoba untuk merokok di ruangan Arifin. Agak marah Arifin melarang Fachri. Akhirnya matches Facri diambil paksa Arifin dan dibuang. Dengan menahan amarah, Arifin minta Fachri untuk keluar dari ruangannya.
Trik Fachri untuk mendapatkan sidik jari Arifin berhasil melalui matches. Lukman dan Fachri mulai membuat finger print (sidik jari) Arifin. Lukman, dengan menggunakan keahliannya mencoba bersimulasi membuka brangkas alih-alih sebagai tempat penyimpanan dongle.
Aksi balas dendam benar-benar dimulai oleh Facri dan teman-temannya. Mengetahui hal ini, Arifin seperti kelabakan dan meminta seluruh sistem keamanan kantor lebih diketatkan. Tapi sayang, semua terlambat. Akses penyimpanan dongle dengan sistem keamanan yang dibilang canggih di kantor Arifin berhasil dibobol Fachri. Fachri pun mengambil seluruh akses dongle dan memindahkan  seluruh data ke laptopnya.
Dalam keadaan baku tembak, Imelda Therinne, meminta kepala pasukan keamanan untuk kembali ke kantor dan mengamankan kondisi kantor. Tetapi Arifin bersikukuh agar kepala keamanan tetap menjalankan tugasnya mengejar teman-teman Fachri. Sayang seribu kali sayang, Imelda Therinne, berbalik arah justru membela Fachri.
Tamatlah sudah riwayat perusahaan Trimitra milik Arifin Putra. Fachri berhasil membalaskan dendam dan sakit hatinya kepada Arifin karena Arifinlah yang telah menghancurkan hidup dan perusahaannya.
Ya, kisah ini hanya terjadi di film The Professional. Salah satu karya film Heist Movie pertama di Indonesia besutan sutradara Affandi Abdul Rachman dari MNC Pictures. Bintang-bintang yang sudah tidak asing lagi di penikmat film Indonesia, seperti Fachri Albar (Abiyyasa), Arifin Putra (Reza), Lukman Sardi (Cokro), Richard Kyle (Joe), Cornelio Sunny (Ferry), Melayu Nicole Hall (Sophie), dan Imelda Therrine (Nicole). Sementara itu sebagai produser film adalah Toha Essa.
Inti film ini adalah balas dendam Fachri Albar (Abi) kepada Arifin Putra (Reza) yang menjebloskannya ke penjara. Setelah  masa tahanan Abi selesai, dia ingin menuntuk Reza dan balas dendam pula agar merasakan apa yang pernah Abi rasakan. Mau merasakan  Heist Movie beda dari yang lain? The Professional jawabannya.
The Professionals memberi warna baru bagi genre film laga Indonesia, yaitu smart action. Film ini tidak hanya berkutat pada adegan baku tembak tetapi juga menampilkan misteri.

“Film ini bukan dari Novel ataupun kisah nyata, film The Professional murni fiksi dan benar-benar membuat kita exicted sebagai penonton. Dalam film ini akan disajikan sebuah cerita yang ada misterinya, keseruan atau fun dalam cerita dan adanya smart action disatukan menjadi satu packaging yang menarik,” tutup Affandi.

Sunday, December 4, 2016

Painting on Daluang? Why Not?!


God gives everybody talents. And how they use it and create their own brain for visualized every moment in their life. Do not gripe for anything. Enjoy for every story as much as possible. Here, I wanna say what I got sometimes ago. That’s about painting on Daluang. This is for the first time I made it. Who doesn’t know Daluang?  

Kepala Museum Tekstil Jakarta, Esti Utami dalam laporannya
Foto: Dok. Pribadi

Sebelumnya, tidak banyak yang saya ketahui tentang Daluang, Tapa, atau pun Fuya. Sekilas, flashback sebentar untuk apa yang saya peroleh sebelum mengikuti melukis, menggambar, atau apapun namanya itu di atas Daluang bersama seorang wanita yang memiliki bakat terpendam dalam bidang lukis/gambar, Tanti Amelia. Bakat yang terpendam itu dia asah terus menerus sehingga akhirnya seperti sekarang. Dia bisa memberikan dan meneruskan keterampilan yang dimilikinya kepada seluruh crafter blogger yang ingin tahu lebih jauh cara atau teknik melukis di atas kertas yang saya bilang spesial dan mahal, yaitu kertas Daluang.

Kain kulit kayu (Fuya) terakhir buatan Mama Asa Lembah Bada
Foto: Dok. Pribadi
Experience ini sebagai bentuk kerja nyata yang tak akan pernah saya lupakan dalam hidup. Diberi kesempatan yang tak ternilai oleh Museum Tekstil, Ibu Misari untuk melihat lebih jauh kehidupan Megalitikum yang hingga hari ini masih berlangsung. Apa itu? Ya, pembuatan kain kulit kayu di satu lembah yang sangat mendunia dan hanya dimiliki Indonesia, yaitu Lembah Bada.

Pesona Lembah Bada
Foto: Dok. Pribadi
Di Lembah inilah semua kekayaan alam telah Tuhan berikan untuk memakmurkan kehidupan masyarakat di sana dengan cara mengolah kulit pohon Malo, Bea, atau Saeh. Kulit-kulit kayu yang sudah dikuliti mereka perlakukan sedemikian rupa, sehingga menghasilkan kain kulit kayu yang boleh dibilang cukup rancak. Proses panjang pembuatannya tak menyurutkan langkah mama-mama di sana untuk melestarikan tradisi megalitikum tersebut.

Dari Lembah Bada-lah saya mulai mengenal apa itu Fuya (kain kulit kayu) untuk sebutan yang ada di Sulawesi. Sementara, jika kita beranjak dan menelusuri literatur penulisan daerah lainnya dengan nama berbeda. Fuya sudah ada di Sulawesi sejak zaman neolitikum. Sejarah kulit kayu di daerah ini tidak tertandingi dan secara mengejutkan berusia lebih tua dari tempat lain di dunia. Ini merupakan keajaiban bahwa teknik tradisional telah bertahan sangat lama di Sulawesi Tengah. Di Sulawesi yang memiliki sejarah panjang kulit kayu, tetap disebut fuya.

Fuya dari Lembah Bada, Sulawesi Tengah
Foto: Dok. Pribadi
Penelitian mengenai kulit kayu Indonesia yang dilakukan negara lain secara bertahap telah mengungkapkan sejarah dan rute penyebaran teknik kulit kayu. Pada waktu bersamaan, penelitian tentang asal usul dan sejarah Daluang, bahan yang digunakan untuk membuat wayang beber, satu bentuk seni yang menjadi kebanggaan Indonesia, tidak mengalami kemajuan sama sekali.
Kertas Daluang Kang Mufid, Bandung
Foto: Dok. Pribadi
Bagaimana dengan Tapa? Tapa tidak dikenal di Jawa maupun di Sulawesi.  Akan tetapi, sebutan tapa dipakai oleh orang-orang di seluruh dunia. Itu sebutan yang paling banyak berada di daerah Hawaii dan Meksiko (daerah Kepulauan Pasifik). Tapa diperkenalkan pertama kali oleh pelaut bernama Marcopolo.

Sementara di Jawa, lebih dikenal dengan nama Daluang, Daluwang, atau Druwang, sedangkan di Bali diberi nama Ulantaga. Perlu diketahui, pemakaian kain kulit kayu di daerah Jawa lebih kepada untuk tulisan dan dikenal dengan Daluang atau Dluwang itu tadi. Dalam bahasa Jawa, “Druwang” memiliki arti, yaitu kertas. Sebagian naskah-naskah kuno yang didapat di Pulau Jawa banyak yang ditorehkan di atas kertas kulit kayu atau daluwang.

Melalui Kriya Indonesia bersama painter Tanti Amelia, kembali saya beroleh kesempatan untuk menorehkan hasil imajinasi ke dalam bentuk lukisan di atas kertas Daluang. Melukis menjadi satu aktivitas yang sangat mengasyikan dan mampu mengejawantahkan imajinasi-imajinasi liar yang terarah pada satu media.

Museum Tekstil menjadi tempat yang sangat nyaman tatkala melukis berlangsung. Helatan ini digelar pada Kamis, 1 Desember 2016 bersama Kartini Blue Bird dan Crafter Blogger. Melukis di atas daluang ini sekaligus mengakhiri Beaten Bark Exhibition: Hidden Treasure: Tapa, Fuya, Daluang di Museum Tekstil Jakarta.

Pada kesempatan itu hadir pula Wakil Deputi Bidang Kebudayaan, Bapak Usmayadi Rameli, Peneliti Kain/Kertas Kulit Kayu Prof. Isamu Sakamoto, Kepala Museum Tekstil Esti Utami, dan Representatif Blue Bird, Ibu Nova. Sebelum workshop dimulai, Kepala Museum Seni, Ibu Esti Utami menyampaikan laporan kegiatan yang dilangsungkan. “Pameran ini bertujuan untuk mengangkat kain kulit kayu hingga mendunia. Kain kulit kayu menjadi kebanggaan bangsa ini. Oleh karenanya perlu dijaga dan dilestarikan,” ucapnya.

Workshop melukis di atas kertas Daluang ini dibuka oleh Asisten Deputi Bidang Kebudayaan, Bapak Usmayadi yang sekaligus menutup pameran Beaten Bark.  Beliau mengatakan, bahwa “Kain kulit kayu menjadi satu tradisi negeri ini yang perlu dijaga dan dipelihara agar tidak punah”.

Asisten Deputi Bidang Kebudayaan, Bapak Usmayadi Rameli
Foto: Dok. Pribadi
Sementara itu, Ibu Nova selaku representatif Blue Bird menyampaikan bahwa, “Peran wanita (Kartini-Kartini Blue Bird) sangat diharapkan agar tradisi kain kulit menjadi satu tradisi yang terus terpelihara hingga akhir zaman. Di tangan-tangan terampil Kartini Blue Bird inilah tradisi kain kulit kayu ini nantinya akan tetap terus dijaga dan diwariskan ke anak cucu”.
Ibu Nova, Representatif  Kartini Blue Bird
menyerahkan lukisan dari Daluang kepada Prof. Sakamoto
Foto: Dok. Pribadi
Pada kesempatan yang sama pula, Asisten Deputi Bidang Kebudayaan menerima penyerahan lukisan dari Ibu Tanti Amelia; Prof. Isamu Sakamoto menerima penyerahan lukisan dari Representatif Blue Bird, Ibu Nova. Sedangkan Kepala Museum Tekstil, Ibu Esti Utami menerima penyerahan lukisan dari Founder Kriya Indonesia, Astri Damayanti.
Founder Kriya Indonesia, Astri Damayanti menyerahkan lukisan dari Daluang
kepada Kepala Museum Tekstil, Ibu Esti Utami
Foto: Dok. Pribadi
Tanti Amelia, menyerahkan lukisan dari Daluang
kepada Asisten Deputi Bidang Kebudayaan, Bpk. Usmayadi
Foto. Dok. Pribadi
Untuk selanjutnya, acara lukis melukis ini dimulai. Peserta diberikan seperangkat alat melukis berupa pensil, penghapus, kertas gambar, kuas, gelas plastik berisi air, dan kertas Daluang. Menyakinkan diri sebelum menorehkan kuas di atas daluang, untuk mengetes gambar di kertas gambar yang diberikan.

Beberapa peralatan melukis
Foto: Dok. Pribadi
Saya coba menggambar jerapah di atas kertas gambar. Setelah yakin, selanjutnya saya pindahkan melukis di atas Daluang. Setiap tarikan garis dengan penuh kehati-hatian saya torehkan di daluang. Jika pun menorehkan garis yang salah, masih bisa dihapus. Akan tetapi, saya harus berhati-hati jangan sampai kerta daluang basah terkena siraman air. Karena teksturnya yang mudah robek jika terkena cairan.


Proses menggambar Jerapah di kertas Daluang
Foto: Dok. Pribadi
Kemudian torehan cat akrilik satu demi satu warna mulai saya tancapkan. Tak banyak bermain warna untuk gambar Jerapah saya itu. Hanya cokelat dan hitam. Sementara warna rumput saya padupadankan dengan warna hijau, kuning, putih, dan kecokelatan. perpaduan dari warna-warna yang sudah saya campurkan punya kesan tersendiri. Gambar itu seolah-olah hidup dan berkata-kata. Jadilah Jerapah model saya dalam satu bingkai indah bersama Daluang.

Lukisan Jerapah yang sudah jadi di atas kertas Daluang
Foto: Dok. Pribadi
Agh, Daluang punya cerita panjang yang akan tetap saya kenang sepanjang zaman. Daluang menjadi mahal. Tak sekadar mahal karena dijual. Tetapi, mahal karena mulai terjegal. #SaveDaluang

Keceriaan Bersama Crafter Blogger
Foto: Dok. Pribadi


Friday, December 2, 2016

MamyPoko: Selembut Sentuhan Ibu

MamyPoko, sebagai salah satu merek popok terkenal menghelat acara bertajuk “MamyPoko Berbagi Pelukan Cinta untuk Kulit Lembut Balita Indonesia. Acara tersebut dihelat di pada 22 September 2016 yang mengambil tempat di  Mal Central Park bilangan Jakarta Barat.

MamyPoko, dr. Titi Lestari Sugito, Sp.KK (K) tengah dari ki-ka
Foto: Dok. Unicharm
MamyPoko merupakan produk popok yang diproduksi oleh Unicharm. Ini merupakan popok sekali pakai. Memiliki tekstur lembut dan tidak membuat iritasi pada kulit bayi. Di masa-masa usia emasnya, peranan orang tua, terutama interaksi kedua orang tuanya sangat berperan terhadap tumbuh kembang mereka.

Dialog kedua orang tua seperti tatap muka yang menyenangkan, memberi sentuhan, juga pelukan menjadi bagian dari stimulasi untuk balita. Peran orang tua sebagai pendidik utama dalam menyentuh mereka akan membuat mereka terasa dilindungi. Sentuhan ibu memberi dampak sangat baik terhadap perkembang mental sang anak.

Menurut studi Unicharm Jepang dari riset yang berkolaborasi dengan Profesor Hideki Ohira dari Nagoya Unersity terhadap ibu dan balita menunjukkan keampuhan sentuhan ortu pada anaknya. Pelukan ibu memberikan perasaan nyaman dan bahagia melalui pengukuran denyut jantung. Saat seorang ibu bernapas dalam, pelan, dan intens, ada penurunan detak jantung yang membuat rasa tenang, rileks dan bahagia hingga tiga kali lipat, dibandingkan jika ibu memeluk sang bayi dengan bernapas biasa.

Seorang ibu  yang memeluk anaknya, setelahnya akan memberikan efek nyaman dan bahagia yang meningkat hingga 106% dibandingkan dari kondisi sebelum dipeluk. Peningkatan kenyamanan terjadi pada keduanya, ibu dan bayi.

Hal itu berpengaruh juga kepada pemilihan popok oleh seorang ibu untuk bayinya. Popok yang mampu mengikat lembut kulit sang bayi akan memberikan kenyamanan untuk si kecil. Saat memilih popok faktor yang dipentingkan adalah popok dapat menjaga kelembutan kulit bayi dan terhindar dari iritasi.

MamyPoko dengan inovasi-inovasinya memberikan produk yang berkualitas untuk selalu menjaga kulit bayi agar tetap lembut dan terhindar dari iritasi. MamyPoko mampu memenuhi kebutuhan ibu dan bayi untuk tetap fokus dalam memberikan perlindungan yang lembut dan nyaman di kulit untuk si kecil.

MamyPoko mengingatkan kepada orang tua, terutama ibu untuk selalu memberikan sentuhan cinta dan kelembutan kepada si kecil. Untuk itu MamyPoko melakukan serangkaian kegiatan MamyPoko Love Touch sebagai bentuk ungkapan cinta untuk bayi Indonesia.

Pelukan orang tua sangat berarti untuk memberikan kelembutan
Foto: Dok. Pribadi
MamyPoko mengajak seluruh ibu Indonesia langsung merasakan pengalaman penuh kelembutan di area Pokojang Land. Di situ si kecil dapat merasakan kelembutan permainan mandi bola, bermain di Jembatan Musik Pokojang, Pertunjukan Boneka Pokojang, gratis cotton candy, gratis photo booth, dan keseruan permainan lainnya.

Bermain di bola, memberikan rasa tersendiri
Foto: Dok. Pribadi
Bersama MamyPoko, keluarga Indonesia bisa berbagi sayang dan kelembutan. Caranya dengan memeluk Pokojang Hug Meter di MamyPoko Pokojang Land. Semua itu semata-mata bertujuan untuk mengajak keluarga Indonesia kembali memberikan cinta melalui pelukan.

“MamyPoko ingin berbagi sentuhan cinta dengan pelukan yang dirasakan oleh anak-anak Indonesia. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi keluarga Indonesia,” ucap Masaki Takahashi, Presdir PT Unicharm Indonesia.

Menurut Dokter Titi Lestari Sugito, Sp.KK (K), kulit merupakan cerminan dari semua respons dari dalam tubuh. “Respons psikis akan tercermin di kulit. Jika psikis sehat, kulitpun sehat,” ucapnya.

Selain pelukan dan sentuhan, psikis bayi yang sehat juga bisa diperoleh dari perawatan kulit bayi yang tepat. “Terpenting menjaga kebersihan kulitnya dan kulit bayi terjaga”, lanjutnya.
Dalam kesempatan ini hadir pula Laura Basuki, ibu muda yang menginspirasi dan Ria Miranda. “Cinta sudah pasti ada, pelukan adalah bonus dari cinta yang memberikan ketenangan, “ ucap Laura.
Laura Basuki, ibu  muda yang menginspirasi
Foto: Dok. Unicharm
Masih menurut Laura,  sesibuk apapun ibu yang bekerja, anak tetap butuh perhatian dari Ibu. Laura juga mengapresiasi aksi berbagi popok untuk balita yatim piatu yang digagas Unicharm dalam rangkaian kegiatan #mamypokolovetouch. “Memeluk itu lumrah, ibu biasa memeluk anak, namun jika dengan  memeluk kita bisa memberikan satu popok untuk balita yatim piatu, hal kecil sangat berarti untuk orang lain. Mungkin biasa untuk kita, tapi untuk orang lain yang perlu perhatian, itu sangat berarti”, ucapnya.



Sementara, menurut Irma Dwi Oktaviani, Senior Brand Manager PT Unicharm Indonesia mengatakan, “MamyPoko memahami betapa pentingnya pelukan lembut untuk si kecil. Dengan bahan selembut kapas, MamyPoko memberi sentuhan cinta sekaligus memeluk lembut si kecil”.